PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
Tak hanya akses permodalan, lembaga keuangan syariah yang berada di sekitar Seputih Raman Square juga menawarkan produk simpan pinjam. Dimana produk tabungan dapat memberikan kemudahan bagi para pedagang untuk menyimpan uangnya di lembaga keuangan syariah.
Pertanyaan Penelitian
Menurut para penyalur, lembaga keuangan syariah atau bank syariah yang ada saat ini mempunyai sistem kerja yang sama dengan bank konvensional, hal ini terlihat dari besarnya bunga yang diberikan ketika melakukan kegiatan simpan pinjam. Dan jika menabung juga mendapatkan bagi hasil atau bunga yang cukup tinggi di bank konvensional, berbeda dengan bank syariah yang bunga atau bagi hasil setiap bulannya tidak menentu.
Tujuan dan Manfaat Penelitian
Lembaga keuangan syariah mempunyai peran sebagai lembaga intermediasi antara entitas ekonomi yang mengalami kelebihan dana (surplus entitas) dan entitas lain yang kekurangan dana (defisit entitas). Berdasarkan hasil wawancara dengan Ny. Nur Indah Agustin sebagai customer service lembaga keuangan syariah BMT Ar Rahmah.
Penelitian Relevan
LANDASAN TEORI
Persepsi
- Pengertian Persepsi
- Jenis-Jenis Persepsi
- Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Persepsi
- Upaya lembaga Keuangan Syariah dalam Merubah
- Proses Terjadinya Persepsi
- Indikator Pengukur Persepsi
Penelitian Junaidi berjudul “Persepsi Masyarakat Memilih dan Tidak Memilih Bank Syariah (Studi Kota Palopo)”. Esai oleh Ferry Hidayat yang berjudul “Persepsi dan Sikap Pedagang Muslim di Panorama Pasar Terhadap Eksistensi Bank Syariah”.
Lembaga Keuangan Syariah
- Pengertian Lembaga Keuangan Syariah
- Dasar Hukum Lembaga Keuangan Syariah
- Fungsi Lembaga Keuangan Syariah
- Produk Lembaga Keuangan Syariah
Produk yang ditawarkan lembaga keuangan syariah pada umumnya sama dengan produk perbankan konvensional. Berdasarkan hasil wawancara dengan Pak Ade Irawandi, salah satu pedagang sembako di pasar Kampung Rukti Harjo, Pak Ade sudah mengetahui keberadaan lembaga keuangan syariah. Namun terlepas dari itu, banyak pedagang yang menggunakan jasa atau produk lembaga keuangan syariah.
Upaya Lembaga Keuangan Syariah Mengubah Persepsi Pedagang Pasar Tradisional di Desa Rukti Harjo terhadap Lembaga Keuangan di Pasar Tradisional Rukti Harjo, terhadap Lembaga Keuangan Syariah. Akad tersebut menjadi patokan atau alasan mengapa seseorang boleh atau tidak mau membiayai di lembaga keuangan syariah. Berdasarkan hasil wawancara dapat dipahami bahwa upaya lembaga keuangan syariah untuk mengubah persepsi dapat dilakukan dengan bauran pemasaran.
METODE PENELITIAN
Jenis dan Sifat Penelitian
Penelitian lapangan adalah penelitian yang dilakukan pada suatu tempat tertentu, yang dipilih sebagai tempat untuk melakukan penyelidikan berkaitan dengan gejala obyektif atau peristiwa yang terjadi pada tempat tersebut 1 Lokasi penelitian ini terletak di Pasar Kampung Rukti Harjo, Kecamatan Seputih Raman, Tengah Kabupaten Lampung. Dengan fokus penelitian tentang bagaimana lembaga keuangan mikro syariah berupaya mengubah persepsi pedagang pasar terhadap lembaga keuangan syariah. Pemilihan lokasi penelitian ini didasarkan pada kesesuaian topik yang diambil peneliti yaitu upaya lembaga keuangan mikro syariah dalam mengubah persepsi pedagang pasar terhadap lembaga keuangan syariah.
Pasar Desa Rukti Harjo, Kecamatan Seputih Raman, Kabupaten Lampung Tengah merupakan salah satu tempat yang mempunyai hubungan paling erat dengan lembaga keuangan, baik lembaga keuangan syariah maupun konvensional. Kegiatan penelitian ini bertujuan untuk mengumpulkan fakta-fakta yang ada, penelitian ini bertujuan untuk mencoba menggambarkan suatu permasalahan dan kondisi sebagaimana adanya, yang diteliti dan dikaji sebagai sesuatu yang masih utuh, karena penelitian ini bersifat deskriptif. Penelitian deskriptif yang dimaksudkan dalam penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan upaya lembaga keuangan mikro syariah dalam mengubah persepsi pedagang pasar terhadap lembaga keuangan syariah di Pasar Kampung Rukti Harjo, Kecamatan Seputih Raman, Kabupaten Lampung Tengah.
Sumber Data
Penelitian deskriptif adalah penelitian yang bermaksud melakukan penyelidikan dan pengukuran terhadap gejala-gejala tertentu.”2. Penelitian ini akan menggunakan teknik Snowball sampling yaitu teknik pencarian informasi yang diperoleh dari sumber pertama dan mencari sumber lain yang dihasilkan dari sumber informasi pertama untuk memperoleh informasi dan data yang lebih luas hingga dirasa cukup untuk menjawab hasil penelitian. Dengan teknik tersebut penulis melakukan penggalian data dan informasi mengenai upaya lembaga keuangan mikro syariah dalam mengubah persepsi pedagang terhadap lembaga keuangan syariah di pasar desa Rukti Harjo kecamatan Seputih Raman.
Penggalian data dilakukan secara langsung tanpa perantara dengan jumlah informan yang berjumlah 22 orang, dalam hal ini adalah customer service, pengelola pasar desa dan 20 orang pedagang yang berjualan di pasar desa Rukti Harjo. Sumber data sekunder adalah sumber yang tidak langsung memberikan data kepada pengumpul data, misalnya melalui orang lain atau melalui dokumen.6 Data sekunder dalam penelitian ini berupa e-book, majalah atau bisa juga dari internet yaitu masih berkaitan dengan persepsi dan institusi keuangan Islam. Buku/e-book yang digunakan dalam penelitian ini digunakan untuk menunjang peneliti dalam mengungkap data-data yang dibutuhkan dalam penelitian agar sumber data primernya lebih lengkap.
Teknik Pengumpulan Data
Informan penelitian ini adalah Ny. Nur Indah Agustin selaku Customer Service BMT Ar-Rahman Kantor Cabang Seputih Raman, Ny. Ahmad Hidayat selaku pengelola Pasar Desa Rukti Harjo dan 20 orang pedagang yang berdagang di Pasar Desa Rukti Harjo, Kecamatan Seputih Raman, Kabupaten Lampung Tengah. Teknik dokumentasi adalah mencari data mengenai suatu hal baik berupa catatan, buku, transkrip, surat kabar, buku besar, agenda dan lain sebagainya. 8 Dokumentasi yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari pasar desa Rukti Harjo mengenai data profil atau topik penelitian.
Teknik Analisa Data
Pendapat serupa juga diungkapkan oleh Ibu Siti Aminah, salah satu pedagang buah di pasar Desa Rukti Harjo yang sudah mengetahui keberadaan lembaga keuangan syariah. Menurut Pak Ade, lembaga keuangan syariah merupakan tempat simpan pinjam, sama seperti lembaga keuangan konvensional.5. Menurut responden, lembaga keuangan syariah merupakan tempat menyimpan dan meminjam uang, sama seperti lembaga keuangan konvensional.6.
Berdasarkan penjelasan hasil wawancara dapat diketahui bahwa produk lembaga keuangan syariah milik BMT Ar Rahman terdapat produk tabungan dan pembiayaan. Lokasi kantor lembaga keuangan syariah BMT Ar Rahmah Seputih Raman sangat strategis yaitu di pusat kecamatan Seputih Raman yaitu dekat Pasar Tradisional Kampung Rukti Harjo. Letak lembaga keuangan syariah yang sangat dekat dengan pasar membuat para pedagang dapat dengan mudah mengakses lembaga keuangan syariah.
HASIL PENELITIAN DAN PEBAHASAN
Gambaran Umum Pasar Tradisional Kampung Rukti Harjo
- Sejarah Singkat Pasar Tradisional Kampung Rukti Harjo . 51
- Denah Lokasi Pasar Tradisional Kampung Rukti Harjo
Pada tahun 1995, pembangunan Pasar Kampung pertama kali menggunakan dana swadaya para pedagang pasar dengan model semi permanen, kemudian pada tahun 2012 pembangunan Pasar Seputih Raman dilakukan oleh pihak ketiga. yaitu PT. Pasar kelurahan Rukti Harjo terdiri atas: 260 unit bangunan toko, 280 unit bangunan Pasar Pagi Los, 28 unit kelurahan. Parkir kendaraan bermotor roda dua dan sepeda, 1 unit gedung perkantoran BUMK Kampung Rukti Harjo dan 2 unit gedung MCK/toilet umum.
Topografi Desa Rukti Harjo pada umumnya merupakan tipe pasar semi modern seperti pasar rakyat pada umumnya, dengan jumlah pedagang yang berjualan di ruko sebanyak 83 orang dan pedagang yang berjualan di pasar sayur sebanyak 87 orang. Selain pedagang, Pasar Desa Rukti Harjo juga mencakup lembaga keuangan syariah dan lembaga keuangan konvensional yang melakukan kegiatan pembiayaan dan pembiayaan di lingkungan Pasar Desa Rukti Harjo. Sedangkan lembaga keuangan konvensional yang beroperasi di pasar Kampung Rukti Harjo antara lain Bank Rakyat Indonesia, Bank Tara, Koperasi Simpan Pinjam Tri Darma Arta dan Koperasi Arta Jaya.2.
Persepsi Pedagang Pasar Tradisional Kampung Rukti Harjo
Menurut saya, lembaga keuangan syariah adalah bank yang mempunyai sistem operasional syariah yang sesuai dengan prinsip Islam”3. Menurut Ibu Siti, Lembaga keuangan syariah adalah tempat menyimpan dan memberikan pinjaman, namun dengan cara yang islami atau syariah.4. Pendapat serupa juga disampaikan oleh Ibu Hat, Ibu Yanti dan Ibu Antin, menurut responden mereka sudah mengetahui tentang lembaga keuangan syariah.
Kurangnya pengetahuan dan pemahaman terhadap lembaga keuangan syariah menyebabkan pedagang hanya mengetahui sedikit tentang produk lembaga keuangan syariah. Kurangnya pemahaman terhadap produk lembaga keuangan syariah menyebabkan pedagang hanya mengetahui produk yang umum digunakan. Upaya lembaga keuangan syariah mengubah persepsi pedagang pasar tradisional di desa Rukti Harjo terhadap lembaga keuangan.
Upaya Lembaga Keuangaan Syariah dalam Merubah Persepsi
“Sejak berdirinya Pasar Desa Rukti Harjo, lembaga keuangan syariah telah melakukan sosialisasi terhadap produk yang akan ditawarkan dalam bentuk brosur atau pamflet. Sosialisasi tersebut dilakukan pada awal berdirinya lembaga keuangan syariah. badan usaha sebagai bentuk promosi dan untuk menarik minat para pedagang untuk simpan pinjam pada lembaga keuangan syariah.” 23. Dari pendapat di atas jelas bahwa lembaga keuangan syariah telah melakukan awareness terhadap produk pembiayaan, namun hal tersebut dilakukan pada awal mula berdirinya lembaga keuangan syariah Dari hasil wawancara dengan Ibu Nur Indah Agustin selaku customer service BMT Ar Rahman cabang Seputih Raman terlihat bahwa akad yang digunakan lembaga keuangan syariah antara lain rahn/gadai, murabahah dan juga qordul hasan.
Dari segi administrasi, lembaga keuangan mikro syariah BMT Ar Rahmah tidak melakukan administrasi seperti yang diungkapkan Ibu Indah sebagai berikut. Berdasarkan hasil wawancara dengan Ibu Indah dapat dipahami bahwa penentuan lokasi suatu usaha merupakan salah satu hal terpenting dalam bauran pemasaran. Lembaga keuangan syariah yang terletak di lokasi yang strategis tentu memudahkan nasabah dalam bertransaksi dengan lembaga keuangan, sehingga juga akan menimbulkan persepsi positif dari masyarakat atau pedagang. Lembaga keuangan syariah lebih fokus pada promosi kepada masyarakat dengan kegiatan amal, meskipun pedagang memiliki akses lebih dekat ke pasar karena lokasi lembaga keuangan syariah bersebelahan dengan pasar tradisional di desa Rukti Harjo.
Analisis
Tujuan dari pemasaran itu sendiri adalah untuk memasarkan atau menjual produk lembaga keuangan syariah dan memperkenalkan lembaga tersebut. Bauran pemasaran yang digunakan pada lembaga keuangan syariah BMT Ar-Rahman Kantor Cabang Seputih Raman untuk mensosialisasikan produk dan layanan kepada masyarakat khususnya kepada pedagang pasar tradisional di desa Rukti Harjo adalah sebagai berikut. Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa teori harga telah dilakukan dengan benar oleh lembaga keuangan syariah BMT Ar Rahman kantor cabang Seputih Raman.
Hal ini dibuktikan dengan banyaknya pengguna jasa lembaga keuangan syariah untuk produk simpanan dan simpanan, khususnya nasabah pasar tradisional di desa Rukti Harjo. Minimnya sosialisasi mengakibatkan tidak meratanya pengetahuan para pedagang pasar mengenai produk dan layanan yang ditawarkan lembaga keuangan syariah. Berbagai produk lembaga keuangan syariah dapat mendorong masyarakat khususnya pedagang yang berjualan di pasar untuk menabung dan membiayai di lembaga keuangan syariah.
PENUTUP
Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisis peneliti dapat disimpulkan bahwa para pedagang pasar tradisional di desa Rukti Harjo sudah mengetahui keberadaan lembaga keuangan syariah, namun sebagian pedagang masih menganggap lembaga keuangan syariah sebagai bank atau lembaga keuangan yang mempunyai kesamaan operasional. sistem. seperti lembaga keuangan konvensional. Upaya yang dilakukan lembaga keuangan syariah untuk mengubah persepsi pedagang terhadap lembaga keuangan syariah adalah melalui penerapan pendekatan sosial amal yang dilakukan oleh anggota lembaga keuangan, yaitu dengan membersihkan musala dan kegiatan berbagi kepada masyarakat kurang mampu. Selain beragamnya produk lembaga keuangan syariah, bagi hasil untuk kepentingan nasabah menjadi salah satu faktor penentu tertarik atau tidaknya para pedagang untuk melakukan pembiayaan di lembaga keuangan syariah.
Saran
Pakpahan, Dewi Rafiah. “Pengetahuan dan Sikap Terhadap Perilaku Masyarakat pada Bank Umum Syariah di Kecamatan Sei Sikambing Wilayah D”.