• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Multimodal dalam Film Pendedik "The Journey of Two Dinar"

N/A
N/A
Poor Student

Academic year: 2024

Membagikan "Analisis Multimodal dalam Film Pendedik "The Journey of Two Dinar""

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

Nama : Anugrah Aprizon NIM : 9916823019

Subject : Literasi Kritis

Analisis Struktur Teks Multimodal

Informasi Singkat Tentang Teks

 Judul : The Journey of Two Dinar

 Sumber: @alnaas__

 Penulis : Mohammed Alnaas

 Editor : Mohammed Alnaas

 Isu Utama : Boikot produk Israel

 Audience : semua kalangan Masyarakat (Pengguna media sosial)

Analisis Multimodal

Berdasarkan Anstey dan Bull (2010) suatu teks bisa dikatakan teks multimodal apabila terdapat lebih dari satu unsur semiotik. Terdapat 5 unsur semiotik secara keseluruhan (Rusdi: 2014) yakni Linguistik, Visual, Audio, Gestural, Lokasi. Berikut analisis multimodal.

1. Analisis Visual:

Secara keseluruhan film pendek yang berjudul “the journey of two dinar”

menggunakan 2 sudut kamera yakni orang kedua (objektif) dan orang ketiga (subjektif).

Namun pada film ini, shot objektif atau sudut pandang orang ketiga lebih mendominasi.

Adapun tujuan dari sudut kamera tersebut ialah pada sudut kamera subjektif dimana penonton seolah sedang berada dalam film dan ikut berpartisipasi dalam adegan sedangkan sudut kamera objektif, audiance hanya sebagai pengamat (Eka: 2023).

Pada film ini terdapat scene dimana penonton ikut terlibat dalam adegan tertentu:

(2)

Gambar 1.1

Pada scene ini seorang pemuda yang tengah memegang minuman bermerk pepsi dan menanyakan harganya. Pada scene ini Audiance seolah menjadi seorang penjual dan ikut berpartisipasi mengambil keuntungan dari penjualan produk ini yang mana nantinya biaya keuntungan itu akan dikonversikan untuk pembelian senjata untuk melakukan genosida di palestina.

Gambar 1.2

Pada scene ini, pengambilan sudut kamera berubah menjadi objektif, audiance menjadi pengamat akan proses transaksi yang terjadi. Terdengar tidak logis, karna produk itu hanya berharga 2 dinar sebagaimana disampaikan oleh si pemilik toko.

Gambar 1.3

Terlihat pada scene ini, masih pada sudut kamera objektif terlihat ada banyak tangan orang yang menyodorkan uang dua dinar dengan pecahan 2 buah uang kertas 1 dinar dalam mata uang Iraq:

(3)

Gambar 1.4 (sumber: website Numista)

Dari kumpulan 2 dinar yang telah dibelanjakan oleh orang-orang, akan dibelanjakan untuk pembelian senjata berupa rudal yang nantinya akan dijadikan alat untuk melancarkan aksi genosida.

Gambar 1.5

Gambar 1.6

Telah di jelaskan di atas bahwa tujuan dari sudut pandang objektif bertujuan agar audiance menjadi pengamat. Dengan sudut kamera objekti yang mendominasi pada film pendek ini, seolah sang directer mencoba mengajak para audiance untuk mengamati rangkaian perjalanan 2 dinar yang nilai tidak terlalu mahal, namun bila banyak orang yang membelanjakannya maka 2 dinar itu akan berakhir menjadi senjata pemusnah masal.

(4)

2. Analisis Audio

Dari audio, pada film ini terdapat istilah ilustrasi musik. Ilustrasi musik atau musik latar yang mengiringi aksi yang terdapat pada film dll (Iqbal: 2019). Musik pada film bertujuan untuk mencipatakan kesan akan suasana yang ditampilkan. Pada film ini musik latar yang digunakan memiliki tempo yang cepat serta terkesan mencekam sebagaimana situasi yang ditampilkan yakni berhubungan peperangan. Selain itu juga terdapat Efek suara atau sound effect yaitu suara-suara buatan atau yang menampilkan daya imajinasi dan penafsiran pengalaman tentang situasi yang sedang ditampilkan (Adhi: 2017). Fungsi sound effect ialah memberi penekanan akan situasi yang ditampilkan.

Gambar 2.1

Pada scene ini tempo dari musik menjadi cepat, menambah aura ketegangan. Ditambah dengan efek suara dari ledakan bom atau rudal yang ditembakkan pesawat tempur.

Gambar 2.2

Namun pada scene terakhir ini tempo musik seketika melambat, ini mengisyaratkan akan akhir dari seorang anak yang berpelukan dengan ibunya dimana tepat di atas kepala mereka ada rudal yang akan menghantam.

(5)

3. Analisis Gestural

Analisis gesturas berfokus pada eskpresi wajah, gerak tubuh. Pada film ini banyak menampilkan ekspresi wajah dari para aktor yang mewakili perasaan mereka.

Gambar 3.1

Gambar di atas terlihat bahwa seorang pria yang membeli produk minuman Pepsi dengan perasaan gembira, terlihat dari dari senyum di wajahnya karena tidak tahu akan efek dari 2 dinar yang ia belanjakan.

Gambar 3.2

Terlihat seorang pria membuka sebuah koper berisi uang kepada 2 rekannya yang mana mereka akan bersiap menciptakan senjata dari uang pembelian produk minuman pepsi tersebut. Ketiganya terlihat bersemangat dengan tangan yang membentuk simbol thumbs up yang dapat diartikan sebagai kata sepakat.

Gambar 3.3

(6)

Gambar 3.4

Pada gambar 3.3 dan 3.4 terdapat dua ekspresi yang berbeda, pertama seorang pria dengan pakaian seragam tentara yang senang akan senjata yang telah siap digunakan.

Sedangkan pada gambar di bawah terlihat ekspresi seorang anak perempuan yang terlihat cemas yang tengah melihat sesuatu. Tergambar dari wejahnya yang kaku dan mata yang terbuka lebar menandakan akan kepasrahan.

4. Analisis Lokasi

Pada sisi lokasi, setiap objek yang diambil berada di tengah frame. Ini bertujuan untuk memfokuskan audiance atau penonton kepada objek yang tengah di Shot.

5. Analisis Bahasa

pada film ini, unsur bahasa tidak menonjol. Hanya terdapat dua percakapan yang terjadi

Gambar 5.1

Gambar 5.2

(7)

Percakapan pertama terjadi antara partisipan pertama (pembeli) dan kedua (penjual) yang sedang melakukan transkaksi. Bahasa digunakan ialah dalam bentuk lisan, serta variasi bahasa yang informal. Hal ini terjadi dikarenakan konteks kultural yang melekat pada keduanya. Teks terikat dengan konteks, diantaranya ialah Context of Cultural (Gerod &

Wignell: 1994). Terdapat aspek yang menyusun konteks cultural yakni Being merujuk pada subject, Do merujuk pada apa yang dilakukan, dan Say yang merujuk dengan apa yang dikatakan. Pada scene di atas orang berbicara ialah seorang pemuda pemuda biasa dengan pakaian sederhana dan rambut yang tidak tersisir rapi. Pemuda tersebut sedang membeli sebuah minuman soft drink di sebuah toko. Dengan situasi yang tidak formal maka tentu menggunakan bahasa yang tidak formal.

Gambar 5.3 Percakapan kedua terjadi pada scene ini.

participan 1: captain do you have eyes on target (Captain apakah Anda melihat target) Participant 2: Affrimative, i have visual (diterima, saya melihatnya)

Participant 1: sir, are you sure about the coordinates (pak, apakah Anda yakin dengan koordinatnya)

Participant 2: im seeing civillian nearby (saya sedang melihat warga sipil di dekat sini) Participant 1: do it (lakukan)

Pada percakapan di atas terlihat bahwanya percakapan dilakukan oleh 2 anggota tentara yang tengah berkomunikasi menggunakan dengan alat komunikasi jarak jauh. Dapat dilihat dari gambar yakni soerang pria dengan seragam lengkap dengan helm dan microphone yang tengah mengemudikan pesawat. Dari bahasa bahasa yang digunakan terlihat jelas variasi bahasa yang formal.

(8)

Referensi:

Anstey, M., & Bull, G. (2010) Helping teachers to explore multimodal texts.

Curriculum and Leadership Journal, Vol. 8(16)

Rusdi N. Rosa. (2014) ANALISIS MULTIMODAL PADA IKLAN SUNSLIK NUTRIEN SAMPO GINSENG. Kajian Linguistik, Agustus 2014,136-148 Copyright ©2014, Program Studi Linguistik FIB USu, ISSN 1693-4660. Indonesia: Universitas Sumatra Utara.

Gerot, L., Wignell, P. (1994) Making Sense of Functional Grammar.

Eka N. A. Samtrimandasari. (2023) ANALISIS ANGLE KAMERA POINT OF VIEW UNTUK MEMBANGUN PENCERITAAN TERBATAS DALAM FILM SEARCHING. Jurnal Sense, Vol. 6 No. 1 - Mei 2023. Yogyakarta: Institute Seni Indonesia

Numista. (2024) https://en.numista.com/catalogue/note221754.html

Iqbal M. Mulyadin. (2019) PEMBUATAN ILUSTRASI MUSIK FILM MELALUI

PEMANFAATAN FRUITY LOOPS STUDIO DI SMKN 1 KOTA SUKABUMI. Indonesia:

Universitas Pendidikan Indonesia

Adhi P. Nugroho, Emha T. Luthfi. (2017) IMPLEMENTASI TEKNIK VOICE OVER DAN SOUND EFFECT DALAM PEMBUATAN FILM PENDEK “ARAH”. Yogyakarta: Universitas Amikom Yogyakarta

Referensi

Dokumen terkait

The writer concludes that types of simple sentences in Unexpected Journey of The Hobbit movie script have two processes of transformation in positive emphatic sentence,

The analysis of data calculated the amount of proper names in the translated version of “The Hobbit: An Unexpected Journey” and kinds of translation

Second, the archetypes of hero’s journey are presented through the correlation among two narrative intrinsic elements which are plot and setting of time and place..

tentang proses produksi pemberitaan film Innocence of Muslim di Liputan6.com. Hasil penelitian menunjukan bahwa Analisis proses produksi teks film Innocence of Muslim di

Pada film pendek Two & Two, siswa-siswa ini memberikan tanda yang mewakilkan pelajar-pelajar Iran yang berada pada masa kepemimpinan Shah yang tidak memiliki kebebasan

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-deskriptif yang memaparkan tentang teks multimodal mangayun dengan teori analisis metafungsi visual Kress dan van Leeuwen (1996,

UNSUR PESAN DAKWAH DALAM FILM CINTA SUBUH (Analisis Isi Film Pendek “Cinta Subuh 1” Karya Amrul

The multimodal texts used by the pre-service teachers The results of observational data in the microteaching class found that there are five types of multimodal texts are often used