llmu Hukum
LAFORAN HASILPENELMAN
PRODUK TER.APANTahun perhma 20i7
-__ PENGEMBANGAN^STRATEGI PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PELAKU USAHA I.'Cii iii}i-ii XO'A SEMARANG
TIM
PENGUSUL:
Ketua :
Dr.Maryanto,
SH,. M.H. (NIDN.0629036301) Angglota:Arpangi,
SH,M,H. (NIDN. 061106680,
TINTVERSITAS ISLAM SULTAN AGTING SEMARANG
Oktober,20l7
48 o
orf
UN L,L.A
llmu Hukum
LapoRm xast
PENELITIAN PRODUK
TERAPAN Tahun pertama 20i7
PENGEMBANGAN^qTIATEGI
PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PELAKU USAHA KE'ii iliiT-OT KOTA SEMARANG
TIM
PENGUSUL:
Ketua :
Dr.Maryanto,
SH,. M.H. (NIDN. 0629086301) Anggota:Arpangi,
SH,NI.H. (NIDN. 061 1066E05)UNIVERSITAS ISLAM SULTAN AGUNG SEMAR{NG
Oktober,20t7
m
q!jI
Judul
HALAMAN PENGESAHAN
: PENGEMBANGAN
STRATEGIPERLINDUNGAN HUKI]M TERHADAP PELAKU USAHA KECIL RITEL DI KOTA SEMARANG
: MARYANTO,
S.H.,M.H.
:
Universitas Islam Sultan Agung :0629086301:
Lektor Kepala: Ilmu
Hukum:
081326114495:
[email protected]: ARPANGI
S.H.:0611066805
:
Universitas Islam Sultan Agung:
Tahunke I
dari rencana 2 tahun:
Rp 62,000,000: Rp
137,000,000Kota S
24-tO-20t'7
Peneliti/Pelsksane Nama Lengkap Perguruan
Tinggi NIDN
Jabatan Fungsional Program Studi Nomor HP
Alamat surel (e-mail)
Anggota (l)
Nama Lengkap
NIDN
Perguruan
Tinggi
Institusi Mitra (ika
ada) Nama tnstitusiMitra
AlamatPenanggrmg Jawab
Tahul
Pelaksanern Biaya Tahun Bet'alan Biaya Keselumhan, .1,
v
Mengetahui,
ekan FakultasHukum Unissula
tc ta
$\, . Gunarto, SE,Akt, SH.M.Hum.)
NIP/I{IK
21038901 6(MAR
Menyenrjui,
U
ulaL{$? LPPM
tyo, SE,.MSi.) 10493032S
.,M.H.)
NIP 21 92035
tI
o
=
6,
!
T
E
RINGKASAN
Sebagai landasan
dalam
menjalankan demokrasiekonomi
sebagaimana tersuratdalam
Pasal33 Ayat (4),
Pasal33 Ayat (l)
Undang-Undang Dasar Negara Republiklndonesia 1945 telah
menggariskan secara tegas bahwa pahamekonomi yang
harusdijalankan
adalah paham yaog didasarkan pada asas kebersamaan dan asas kekeluargaan.Berdasarkan paham tersebut maka kepentingan masyarakat hanslah menjadi tujuan urama Pelaku usaha
kecil di
bidangritel
sebagai bagian dari masyarakat yangjpmtafuly2
sangat banyakdan
mendudukiuruEn
kedua setelah pertanian dalam penyerapan tenagakerja di
Indonesia, sudah sepantasnya mendapatkan perhatian .ran perlindungan hukum dari negara apalagi telah terbukti bahwa pelaku usahakecil
telah menjadi katup pengamanketika
negeriini
mengalami resesi ekonomidi
tahrm 1997.Bukti
belum adanya perhatian yang cukupdari
negara antaralain
karena terdapat berbagai pengertiandari
lembaga dan peraturan penmdanganyang
mengatur tentang pelaku usahakecil. Hal
mana berakibattidak fokusnya
pembina"n, karena masing-masing lembaga hanya melakukan tindakan s€suai tugasnyayang bersifat
egosektoral sehinggapelaku usa}a kecil semakin
lemahposisinya-
Tujuan
Penelitian adalahUntuk
Mengetahui Mengapa perlindunganHukum
yangdiberikan kepada Pelaku Usaha Kecil di bidang Ritel belum ,tapat
mewujudkan Persaiangan Usahayang Be*eadilan.
Jenis Penelitianyang kami lakukan
adalah Jenis PenelitianDeskriptif Analitis
dengan menggunakan Metode pendekatan yuridis Normatif yakni
Penelitian yang menggunakan data sekunder sebagai data utamanya.Hasil penelitian tahun
perramayang peneliti lakukan adalah bahwa
semakinlemahnya posisi pelaku usaha kecil pasar tradsional sebagai akibat
banyaknya bermunculanRitel toko Modem di
berbagaiwilayah
perkampungandi kota
Semarang, sehinggaberakibat semakin mundumya Ritel tradisional
sebagaimanaUU
persaingan usahayang
ada dirasakan danbelum
dapat memberikanperlindungan bagi
persaingan yang berkeadilan antara Pelaku UsahaKecil Rirel
dengan pelaku UsahaRitel Modem.
.OIeh
karenaitu peneliti
akanmengembangkan
padapenelitian berikutnya
yairu Pengembanganstrategi Peraturan
Daerah terhadapPerlindungan Hukum bagi
pelaku UsahaKecil
Riteldi
Kota semar:rng.Kata Kunci
: PengembanganStrategi, Perlindungan Hukum, pelaku
UsahaKeciV Ritel.
l
PRAKATA
;4&tsx;--_t\
Alhamdulillab, Puji
dan syukurkami
panjatkan kehadiratAllah SWT, yang
telahmelimpal*an
rahmat dan hidayah-Nya" sehinggadhamdulillah
kami dapat menyelesaikanLaporan Penelitian Terapan Tahun Ke-l yang berjudul "pengembangan
Strategi PerlindnnganHukum
Terhadry Pelaku UsahaKecil
Riteldi
Kota Semarang.Lapomn penelitian ini belum sepenuhnya s€mpurna, dan masih
dalamp.nyempunuun sehingga peneliti berharap semoga laporan penelitian ini
dapatmemberikan
wacanabaru
dan dapat bermanfaatbagi
paraRitel di Kota
Semarang danL lrususnya
bagr para pemeftati para
pengembangPelaku
UsahaKecil Ritel di Kota
Semarang
agar dapat
mernberikanpeluang dan
kes€mpatanbagi pelaku
usahakecil tradisional
agar merekatidak
termarginalkan daiam merrgembangkan usahanya, sehingga sama-sarna merasiakan hak yang sama sebagai warga nergara.oleh
karenanya tanpa ada pihak yang dirugikan demi untuk mencapai berkeadilan.Bahwa laporan penelitian ini dapat tersusun
merupakanhasil
kerjasamatim,
seiringga kamiingin
mengucapkan banyak terimakasih
kepada:l- Direktur Penelitian dan
PengaMian kepada Masyarakal,Ditjen Dikti,
Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Nasional yang telah memberikan kesempatan dan bantuan dana penelitian.2.
Pirnpinan FakultasIIukum Unissula
yang telah menrberikanijin
untuk melaksanakan kegiatan penelitianini.
sehingga dapat kami selesaikan dengan baik.I
3- Kehn Lembaga Penelitian dan PengaMian pada Masyarakat (LppM)
Unissula Semarang4. Para
Pelaku usahaKecil di
Kota Semarang (Superindo, lndomart danAlfamart)
yang telah bekerjasamad"lam
membantu pelaksanaan penelitianini.
Peneliti menyadari
bahwadalam
penulisan laporanpenelitian ini masih
banyak kekurangan dan masihjauh
dari sempumaoleh
karenaitu
segalakritik
dan saran sangat peneliti harapkan dari pihak rnanap,rrt demi kesempqmaan penelitianini.
Akhimya kami
berharap dan berdo'a semoga hasil penelitianini
dapat memberikan sumbangsih khususnyabagi
institusi Fak. Hukum unissula danumumnya
para pemerhatiRitel di
Kota Semaraag.Wassalarnu'alaikum Wr.
Wb.Semarang,
24
OktobfJr 2017Tim
PenelitiDAF"TAR ISI
Halaman
RINGKASAN ... iii
KATA PENGANTAR- ... iv
BAB I. PENDAHULUAN I
BAB II. TINJAUAN PUSTAKA
5BAB III. METODE PENELITIAN 56
BAB IV.IIASIL DAN PEMBAHASAN 63
BAts V. KESIMPULAN DAN SARAN 93
DATTAR PUSTAKA LAMPIRAN - LAMPIRAN
\t
DAFTAR GAMBAR
NO. Nomor Nama Bagan/Gambar Halaman
1. 2.1 Bagan
ditinjau dari Kajian Hukum Ekonomi
7
, 3.1. Bagan Alir Penelitian 56
\ tl
DAF-IARTABEL
NO. Nomor Nama Tabel Ifalaman
I 4.1 Jenis dagangan yang diperjualbel ikan
di Pasar Peterongan tahun 2015 dan 2016
79
) 4.2. Rata - rata tingkat Pendapatan di
Pasar Peterongan tahun
2015 dan 2016
80
3. 43 Tingkat Perkembangan Pasar Modem tahun 2015 dan2o16
8l
I
If
i
)\lI
BAB I
PENDAHULUAN
l. Later Belakeng
Sebagai landasan
dalam
menjalankan dernokrasiekonomi
sebagaimanater$rat di dalam
Pasal33 Ayar (4),
Pasal33 ayat (l) UUD NRI
1945 telah menggariskan secara tegas bahwa paham ekononomi yang harus dijalankan adalahpabam yang didasarkan pada asas kebersamaan rtan asas
kekeluargaan.Berdasarkan
paham tersebut maka kepentingan
masyarakatharuslah
menjadihmpuar
utama,tetapi
dalam perjalanan bangsa Indonesiake
depan pahamini
telah digantikan oleh paham liberal yang lebih mengutamakan kedaulatan pasar.
Sebagaima'ra yang terjadi, selama
kunrn
waktu 5 tahun terakhirini,
pasartradisonal
menjadikorban dari
perkembanganmini market
yangterjadi di
kota dandi
daerahpingglran
kota yang begitupesat
s€hinggaberakibat
menjadikan konsumen atau masyarakat beralih kepadamini martet
seperti indoman dan alfa bahkanindomart. Oleh
karenaitu banyak
berakibat pedagang pasar tradisional banyak yangjatuh
miskin, akibat adanya pasar bebas.Perkembangan
mini market yang
memberikan dampakbagi
masyarakatkecil
khususnya pedagang tradisional yangtidak dapat
berkembanglebih
maju.dalam
menjual
dagangannya" bahkanlebih jauh dalam
mempromosikan barangproduksinya. Maka kemakmuran suatu bangsa sangat ditentukan
oleh kemampuan menjalankan roda perekonomian yang dilakukan oleh para pedagang.Di
lndonesia para pedagangini
sering disebut sebagai pelaku usaha yang berdasar PasalI Ul
INo
5 tahun 1999 Tentang Larangan PraktikMonopoli
Dan persaingan Usahal'idak
Sehat(SusantiAdi
Nugroho.2001),
yang selanjutnya disebut sebagailiU
PersainganUsaha,
didetlnisikan sebagai sctiap orang atau badan usaha, baik1
yang berbentuk badan hukurn alau bukan badan hukurn yang didirikan
dan berkedudukan atau melakukan kegiatandalam wilayah hukum
negara Republiklndonesia, baik sendiri maupun bersama-sama melalui
perjanjian, meryelerggarakan berbagai kegiatan usaha dalam bidang ekonomi.Hilanpya m"kna keadilan ini terutama
dirasakanoleh
sebagian besar masyarakat lndonesia dengan semakin kuatnya arus globalisasidi
segala bidangterutama di bidang ekonomi. Melalui globalisasi
ekonomi/liberalisasi perdagangan/perdagangan bebas tercipta peluang maupun tantangan bagi negara- negaradi
dunia- Prosesgobalisasi
telah mengubah wajah dunia secara mendasar, yalngterutama
disebabkanoleh dtra faktor
pendorong,yaitu kebijakan
negara- negarauntuk saling
membukadiri satu
samalain
pada berbagai aspek, serta perkembanganteknologi
informasi. Globalisasi telah menjadi metafora baru bagikelompok
pendukungutopia
pasarabad sembilan
belas mengenai pandangan neoliberal mereka. Kredointi
dari neolibemlismemeliputi prioritas
pertumbuhanekonomi,
pentingnya perdagangan bebasunnrk
merangsang pertumbuhan, pasar bebasyang tidak
terbatas,pilihan individual,
pemangkasan regulasi pemerintahdan
dukungan padamodel
pembangunansosial yang
evolusioner sebagaimana yang telah ditcrapkandi
negara-negara barat.(Nanik'Irihastuti,
201 I )Banyak negara tclah menikmati manfaat positif dari
liberalisasi perdagangan,namun banyak pula yang justru terpinggirkan sebagai
akibat gagalnya mekanisme pasar karena pasar yangtidak
sempuma. Hal tersebut terjadikarena pelaku
usaha cenderunguntuk mencari jalan pintas dalam
penerapanprinsip
ekonomi,yaitu untuk
mencari kcuntungan yang sebesar-besamya dengan mengutamakanprinsip
efisiensi. Selainitu
dalam dunia usahajuga
sering terjadi adanya kecenderunganunluk berperilaku
sebagaipcmburu renle (rtnl
seekingbehavior) yakni
suatusifat
pelaku usahauntuk
memudahkan cara mernperoleh keuntungan dengan cara menggunakan modal yang menjadihak milik
oranglain
atauhak milik publik untuk
kepentingan dan keunttmgannyasendiri. (Didik
JRachbini,20t)2)
Berdasarkan lafar belakang
di
atas,kami tertarik
dan berkeinginan untuk mengusulkan permasalalmn tersebutdi
atas, untuk karni usulkan Penelitian Produk Terapan denganjudul penelitian "
Pengembangan Strategi Perlindrmgan Hukum Terhadap Pelaku UsahaKecil
Riteldi
Kota Semaftrng"
.lI.
PermasalahanPerkernbangan
ritel modem yang demikian agresif di wilayah
perkamprmgan
telah
menjadikaniritel tradisional yang
umumnya diusahakan oleh pelaku usahakecil
semakintidak
menjadipilihan
bagr masyarakat dalamberbelanja memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Persaingan bisnis
tidak seimbang antararitel modern dan tradisional terjadi
karenaritel
tradisional ditempatkan pada posisi yang lemah. Perbedaankarakteristik
yang berbandingterbalik
semakin memperlemah posisiritel
tradisional, regulasi yang tidak jelas berkenaan denganindustri ritel.
terutama menyangkut lokasi,jarak
antararitel tradisional
denganritel modcm
telah menambahberat
upayamelindungi ritel
tradisional yang adadi hdonesia
Guna mengupas problematik yang ada dalam masyarakat
danmemfokuskan kajian secara mendalam terhadap persoalan di atas,
maka dirumuskan pcrmasalahan sehagaiberikut. yakni
:,:)
l. Mengap prlindrmgan
hukum yangdiberikan
kepada pelaku usahakecil di
bidangritel
behmr dapat mewujudkan persaingan usaha yang berkeadilan?2.
Bagafunanakah pengembangan strategi perlindungan hukum terhadappelaku usaha kecil di bidang ritel delarn rangka
mewujudkan persaingan usaha yang berkeadilan?I
BAB
TITINJAUAN PUSTAXA
l.
SistemPerekonomian Indonesia
danHukum Ekonomi Indonesia.
I.l.
SistcmPerekonomien Indonesia.
lruD NRI 1945 telah menggariskan dengan tegas
sistim perekonomian yang hanrs dijalankan oleh bangsa Indonesiake
depan yakniSistim
Ekonomi PancasilaSistim
ekonomi Pancasila adalah sistim ekonomiyang
didasarkanpada
keteotuan Pasal33 ayat (I) truD NRI 1945
yang berorientasi pada asas kebermmaan dan asas kekeluargaan. Berdasarkan pada ketentuan pasal terscbutm"ka
yang menjadi tujuan utama darijalannya
rodaperekonomian dalam mencapai
kesejahteraan adalah rakyat, bukan golongan atauindividu.
(Jimly Ashidiqie,2O08)Berdasarkan
pedoman seperti itu, Rewisond Baswir
berpendapat bahwatidak
berarti persaingan sama sekali dilarangdalam
sistem ekonomi Pancasila-Akan
tetapi, sesuai dengan panduan ayat pertama tersebut, dalam penyelenggaraansistim ekonomi
kerakyatan, kerjasamaharus tetap
lebihdiutamakan daripada persaingan.
Seandainyaterjadi persaingan
antara sesamapelaku ekonomi Indonesia, maka tujuan utama bukanlah
untukberlomba-lomba melipatgandakan keuntungan. apalagi untuk
saling meniadakan,tujuan utama
persaingandalam sistem ekonomi
kerakyatan harus tetapdiletallan dalam
kerangkauntuk
mengutamakan kemakmuran masyarakatdi
atas kemakmuran orang seorang-1.2. llukum l,kononri Indonesia
llukum Persaingan usaha sebagai bagian dari lrukum
ekonomi Indonesia mcrupakanhukum yang lahir
setelah bangsa Indonesia menikmatil
kemerdek""nnya selama
lebih dari
setengah abad dan setelah pendobrakan tatahukum kolonial menjadi tata hukum nasional, maka kedudukan
hukum persaingan usaha beradadi luar
sistemhukum
Indonesia yang sebagaian besarberasal dari peninggalan
pemerintahankolonial yang berlaku
berdasarkan kctentuan PasalII
Aturan PeralihanUtlD
1945.Sistem hukum di lndonesia tersebut selama ini dibagi
secarakonvensional dalam beberapa asas
hukum yakni Hukum Publik
yangmeliputi
HukumPidana
Hukum Tata Negaradan Hukum
Administrasi Negara, serta Hukum Privatyang meliputi
Hukum Perdata dan Hukum Dagang.Apabila
tetapberpijak
pada pembagianhukun
secara konvensionaltersebut maka pertumbuhan dan perkembangan ekonomi tidak
dapatterwadahi oleh hukum, hal ini akan dapat menyebabkan
terganggunya perekonomian nasional. Sebagaimana dikernukanoleir
pakarhukum
ekonomiSri Redjeki
Hartonoyang
berpendapat bahwa bidangkajian hukum
ekonomiadalah sangal luas, karena meliputi dua ruang lingkup sekaligus,yaitu: Pertama, pengaturan
usaha-usaha pembangunan ekonomidalam pcngertian peningkatan kehidupan ekonomi nasional
secara makro;Kedua.
pengaturan usaha-usaha pembagian hasil pembangunan ekonomi secara mcrata.Mengingat luasnya bidang kajian hukum ekonomi pada umumnya, maka hukum ekonomi dapat dikatakan mampu mengakomodasikan dua aspek hukum sekaligus sebagai suatu kajian yang komprehensif.
Adapun aspek hukum yang dimaksud
meliputi
baik aspek hukum publik maupun aspek hukum perdata, sehinggadari
kedua aspek tersebut mengandung6
I
I
Hukum ekonomi
berdasarkanuraian di
atas,memiliki dimensi
baikhukum publik
danhukum
perdata.Oleh
karenaitu hukum
persaingan usaha merupakanbagian dari hukum ekonomi maka dapat dikatakan pula
bahwahukum
persaingan usahajuga memiliki dimensi bidang hukrrm tata
negara (lembaga dan instansi resmi, pusat dan daerah, sep€rti eksistensi Departemendan Dinas
Perindustriandan
Perdagangan,dan
eksistensiKomisi
Pengawas Persaingan Usaha;bideng hukum
perdata(seperti
eksistensiperjanjian
dankontrak di ddam
kasusu-kasus persaingan usaha);dan
bidang pidana (sanksi pidana dalamUU
No.5Tahm
1999)-Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa dalam kerangka
sistemhukum
nasional, hukum persaingan usaha sebagai bagiandari
hukum ekonomitidak hanya berdimensi hukum
perdatasaja, tetzpi lebih h:as lagi
yaknimelingkupi
hukurnpublik.
s t
2.
PeranNegara dalem
Negara Kesejahteraan,Peran negara sebagai regulator sangat menenlukan
bagi
terselenggaranya negara kesejahteraan. Tanpa peran negara melalui regulasinva- maka pelaku usahakecil
khususnyabidang riteel akan tetap berposisi lemah dalam
pelaksanaan kegiatan ekonomi dibandingkan dengan pelaku usaha yang lehih besar.2.1 .
Kewajiban den
Tanggung Jawab NegaraDalam melindungi
PelakuUsaheKecil di
BidangRitel.
Dibentuknya suatu negara mempunyai
tujuan
yang secara garis besaradalah untuk melindungi seluruh pendrrduk agar lercapai rasa
aman.lercapainya kesejahteraan bcrsama serta meningkatkan derajat sebagai umat a
?
,
ma lsia Ildonesia sebagai
sebuah negaramemprmyai kewajiban
dan tanggmgjawab
yang serupa dengan apa yang disebutkandi
atas.Perkemhangan
peran
negamdalam
sejarah perjalanan negara pada urnrnnnyatelah terjadi
beberapakali
pergeseran pandqngan tentang negara sebagaiakibaf
kegagalandalarn
mencapaitujuan
bersama terutama dalamal6lingkatkan derajat sebagai umat maousia Kegagalan ini
telah mengakibatkanterjadinya
kelas-kelasdi dalam
masyarakat. Konsep negara hukumtidak lain
adalah suatu usaha rmtuk meningkatkan derajat kemanusiaan sertati.lak
adanyadiskrimirnsi
antarrsama umat
manusiasebagai
warga negara dari suatu negaraPerjalanan
sejarah negara dalam mengemban tanggungiawabnya terusberkembang
sejalan denganperkembangan
sejarah tersebut, secara garis besar dapat digarnbarkan sebagai berikutyakni
mutai daripemikiran
negarahukum liberal atau
yang lebihdikenal
sebagai negarapenjaga
malam (night watchnan
state)ke
negara hukumformal
kemu<iianmenjadi
negara hukummeteriil hingga
parlakonsepsi
negara kesejahteraan(welfare stale)
Negara kesejahleraanadalah suatu bentuk pemerintahan yang demokratis
yang menegaskan bahwa negara bertanggungjawab
terhadap kesejahteraan rakvaryang minimal. Dalam konteks ini pemerintah harus mengatur
pembagian kekayaan negara agartidak
ada rakyat yang kelaparan dantidak
ada rakyat yang menemui ajalnya karena tidak dapat membayar biaya rumahsakit.
Dapatdikatakan bahwa
negara kesejahteraan mengandungunsur
sosialisme yang mementingkan keseiahter:randi bidang politik
maupundi bidang
ekonomi.Dapat
juga
dikatakan bahwa negara kesejahteraan mengandung asas kebebasan(libertv),
asas kesetaraan hak(ttluality)
maupun asas persahabatan (lraternit.v)I
atau kebersamaan
(mutuality)
yang dapat disamakan dengan asas kekeluargaan dan gotong royong.Negara huktrm
liberal
atau yang sering disebut sebagai negara hukumdalam arti sempit
adalah konsepsi yangdiberikaa oleh Imanuel Kan!
yangkemrmculannya bersamaan dengan lahimya faham liberalisme
yang menentang kekuasaanabsolut
dari para raja pada masaitu.
Faham liberalismemuncul
sebagaiantitesis dari faham mercontalisme yang pada
saatitu tumbuh subur di
Perancisdi
masa pemerintahanLodewijk XIV,
Spanyol danport4as.
Sementaradi
Jermand"n Australia
faham mercantalisme bemamakarnelis5snscffi.
Fahamini menghendaki
suatunegara perdagangan
yangpositif yang mana hal ini berpengaruh pada bentuk
negeradan
bentukpemerintahan yaitu monorchi absolule, di mana raja yang
menentukansebagala
kepentingan
rakyatnyatetapi
rakyat tidak-tidak
bolehikut
campurtangan. Faham liberalism berpendapat bahwa
justru
negara harus melepaskandir,nya dari campur tangan unrsan kepentingan rakyatnya. Hal ini
berpengaruh padabentuk
negaradan
bentukpemerintahan yang
kemudianmenjadi monarchi konstitusionul. yaitu
adanya pembatasan kekuasaan raja oleh konstitusi sebagai akibat dan perjanjian yang dilakukan dengan rakyatnya yang menentukan kedua belah pihak dalam kedudukan yang sama.OIeh karena
itu
tipe negara pada masaitu
adalah negara hukum litreral.Dalam negara
hukum liberal ini
terdapatjaminan
bahwa setiap warga negara mempunyai kedudukanyang
sama dantidak boleh diperlakukan
sewenang-wenang oleh
penguasa.Maka untuk mencapai tujuan ini. negara
harusmengadakan pemisahan kekuasaan yang masing-masing
mempunyai kedudukan yang samalinggi,
tidak boleh saling mempcngaruhi dan ridak bolehl0
campur tengan satu sama
lain
sehinggauntuk
dapatdisebut
sebagai negarahukum tipe ini
harusmemiliki 2
(dua)"nsur
pokokyaitu : (l)
Perlindrurgan terhadap hak asasi manusia; dan(2)
Pemisalnn kekuasaan dalam negara.(Moh.Koesnardi dan Bintan Saragih. 2009)
Dalam pe*embangan selanjutnya faham liberalisme ini
tidakdikehendaki
oleh masyaraka! sehingga negara terpaksaturut
campur tangan delqm ruusankepentingan
rakyat, hanya sajamasih
dalam batas-batas yang ditentukan.Sejak
itulah Iahir
negarahukum fonnil yakni
suatu negara yang didalamnya mengandrmguo$r-unsur: (l)
Perlindungantertradq hak
asasimanusi4
(2)Pemisahan
pembagian kekuasaan;(3) Setiap tindakan pemerintah
harusdidasarkan pada peraturan
perundang-undanganyang telah ada; dan
(4)Adanya peradilan Administrasi yang berdiri sendiri (Hasan
Zaini, l97l).
Dalam
persfektif
negarahukum formii ini,
negarahanya
dipandang e,bagai instrument ofpower
belaka.Akibat
pandangan yangdemikian
maka timbulah reaksi di dalam masyarakat yang berwujud pemikiran-pemikiran baru tentang sistem kenegaraan.yakni aliran-aliran
yangtidak
hernya memandang negara sebagaiiratrumenl of power
belaka tetapijustru
negara dipandangsebagai agency
of
service. Berdasarkan konsep yang demikizur maka lahirlahkonx,p
welafare s/a/e. Konsepl{el/itre
stateini
merupakanistilah lain
untuk menyebut negara hukummateriil,
yang sebenamya merupakan perkembangan lebih lanjut dari konsepsi negara hukumlbrmil.
Dalam konsepsi negara hukummateriil ini
tindakan pengua-sadalarn
keadaan mendesakdemi
kepentingan warg:mya dibenarkan bertindak menyimpang dari undang-undang.Tipe
negaralt
semakin luasnya peranan negara dalam kehidupan sosial,
ekonomi
dan budaya.lDalam
kosepsi negarahukum meteriil ini
kewenangan negara dalam penyelenggaraan kepentinganumum
sangatlahluas
sehinggaterjadi
banyak kecenderungan penyalahgrmaan kekuasaandalarn
pelaksananaannya. Guna menghindari hal yang demikian maka peradilan administrasi menjadi sangatlahurgen demi
mempertanggmgiawabkan adanya penyelewenganoleh
alat-alatnegara dal6p melaksanakan tugasnya Indonesia, sebagai negara
yang meneguhkandiri
sebagai negarahukum
sebagaimana ditetapkan dalamUUD 1945
sebelum amandement 5662rlal41 Pasal I Ayat (3) UUD NRI
1945dinyatakan bahwa
lndonesia adalah negara hukum.2.Jika dikaitkan
denganlmsur-unsur
negarahukum
makadapat ditemukan
beberapa elemen negara hukum dalamUtlD NRI
1945 sebagaiberikut:
l.
Perlindungan terhadapHAM.
2.
Pemisahar/pembagian kekuasaan.3.
Pemerintahanberdasarkanundang-undang.4.
Peradilan administrasi yangbcrdiri
sendiri.'
,S,re4ono So€kanto, Beheropci permasalohanhukun tlalam
kerangka pembangunan di lndonesie,Yayasan Penerbittjl.
lakula 19'15- hlm.54-55. pada sisi 1,ane lain ada vanr berpendapr konsep negara hukum modern merupakan penggabungan konsep negara hukum dari Julis stahl dan Av Dicey , Konsep negara hukum dari Julius Stahi mencakup empat elemen penting yakni perlindungan terhadap[IAM;
pembagian kekuasaan; p€merintahan berdasrkan UU; adanya peradilan tata usaha_Sedang konsep negara hukum menurut
Av
Dicey yang disebutnya The rule of lau,adalah sebagaiberikut supremacy
of low;
Eqaality before the law: due process of/an.
Bahkan lnternaio;al commision ofiuris, menambahkan prinsip peradilan yang bebas dan tidak memihak (independence arul impurtiulity ofludic ir.rry) sebagai prinsip konsep negara hukum yang demokratis.'
Jimly Asshidiqic. Menyahkan bahwa terdapat bcbcrdpa prinsip negara hukunr yaknil)
Asas legalitas, pembatasan kebeba-san wiuga negarir (oleh pemerintah) harus ditemukan dasamya dalam undang- undang yang merupakan peraturan umum. Kemauan undang-undang itu harus mcmbcrikan jaminan\(!!,,qsep ,tqisu iir;jiiri linii t;;;;:;aii (p;;iic;iiiiiit) ,,.i,{ ".*.i,..i,*-i,citoi,r. i..1.,,_ .1a,, i,.,l,.xd; ;eris tindakan yang tidak bcnar, pelaksanaan wewenang oleh organ pemerintah harus dikembalikan dasamla pada undang-undang tenulis, yakni undang-undang formal; 2)perlindungan hak asasi manusia 1HAMl;
l)
Keterikatan pemcrintah pada hukum:4) Monopoli paksaan pemerin.eh untuk menjamin penegakanhukum; dan
5)
pcngawasan oleh hakim yang rnerdcka dalamhal
organorgan
pemerintahmelaksanakan dan nrcnegakkan atumn-aruran hukum. (Jirnly Asshidiqie. Dento*ru.ti tlan \onokrasi . Prusurantt l4enuit lnthtncsiLt lJunt. Kupita Selcktd
lari
lluAum. f'H-tll. Jakana l0{)0-hllr
l4i-l;14)ri
a
a
Dalam
konsep negarahukum yang harus dijadikan panglima
dalam kehidupan kenegaraan adalahhukum,
bukanpolitik
ataupunekonomi.
Oleh karena ituistilah
yang digunakm dalam bahasa Inggris untuk menyebut prinsip negarahukum
adalah rule of law, notof
man.3Berdasarkan gambaran
di alas dapaf dijelaskan bahwa
negaraharus ikut
campur
tangan
dalam segala bidangyakni politik,
sosial dan terutama bidangekonomi. Negara harus
bertanggrmgiawabterhadap
kesejahteraan rakyatdengan cara memberi
pemahamanpada pelaku usaha besar agar
mau membatasidiri
dalam berusaha sesuai denganetika bimis yang
sehat s€rtatidak
melakukanpraktik
bisnis yang mengarah pada tindakanmonopoli
serta memberikan perlindungan padapelaku
usahakecil
agar dapat berkiprahdi
bidang ekonomi.
Dalam konsepsi negara kesejahteraan/kemakmuran
ini,
negara dituntutuntuk memperluAs tanggung jawabnya kepada
masalah-masalah sosialekonomi
yang dihadapi oleh rakyat banyak, peranindividu untuk
menguasai hajat hidup rakyat banyak ditiadakan. Perkcmbanganinilah
yang membcrikan legislasi bagi negara intervensionis pada abad ke-20.4 Negarajustru
perlu dan'
Jimly assidhiqie, Gagason Negara Hukum Inr*tnesia, pDF Created with desk pDFWriter
'Irialdiunduh 4 Nopember 201 I menyatakan bahwa *... dalam konsep negara hukum ini, diidealkan bahwa vang harus dijadikan panglima dalam dinamika kehidupan kenegaraan adalah hukum, bukan politik ataupun ekonomi- Karena itu jargon yang biasa digunakan dalam bahasa Inggris untuk menyebut prinsip negara hukum adalah 'the rule of law, not man'- Yang disebut p€merintah pada pokoknya adalah hukum sebagai sistem, bukan orang per orang yang hanya berrindak sebagui ..wayung,.
duri skenario yang mengaturnya. cagasan negara hukum itu dibangun dengan mengembangkan perangkat hukum itu sendiri sebagai salah satu sistem yang fungsional dan berkeadilan. dikembangkin den-qan menata supra struktur dan infi-a struktur kelembagaan. politik- ekonomi, dan sosial vang tertib dan la1:!ttI ian2,l;h;,r. ,J^-.a,r -',--rL.-,,,'n h,,r-.-. r,,,, l,n.r/r-..,^ r",,1,,,,-.,.no r. . ; ^ ,. ., r , t ^ - : ..,.1,i. -,.,,..ii. - . . - . . - . ..--r dalam kehidupan masvarakar, b,erbanssa dan bemegara. untuk itu sistem hukum perlu dibangun (1aw maling).
a Gunrher Teubner menyatakan bah*a negara keseiahteraan adalah negara vang suka meneintervensi (intervensionist str-rte,./. Scnada dengan Teubner. l,awrence Friedman menyatakan bahu.a negara kese'iahteraan adalah negara yang suka mengatur (rhe w.elafore regulatory J/d/c,/ sebagainana yang
din\alakannya thc stut.: in rther
'.rrdi
is {idnl nd(hine /i)t" ttekinp aru} applt ing ld$.lt
is (;innt11
)
I
t
, Ibahkan harus melakukan intervensi dalam berbagai masalah sosial
dan ekonomi rmtuk menjamin terciptanya kesejahteraan bersama dalam masyarakat Padasisi yang lain, Sri Redjeki Hartono
berpendapatbahwa
asas campur taogan negara tertadap kegiatan ekonomi merup,kan salah satu dari tiga asas penting yang dibutuhkan dalarn rangka pembinaancita hukum dari
asas-asas hukumnasional
ditinjau dari aspek hukum dagang dan ekonomi, Dua asas lainadalah
asas keseimbangandan
asas p€ngawasanpublik. Menurut
beliau, kegiatan ekonomi yang terjadi dalam masyarakat membutuhkan campur tangan negara, mengingattuj,'an
dasarekonomi itu sendiri
adalahuntuk
mencapai kermtrmgan. Sasaran tersebut mendorongterjadinya
berbagai penyimpangan bahkan kecurangan yang dapat menrgikan pihak-pihak tertentu, bahkan semuapihak. Oleh karena itu beliau
menegaskanbahwa campur tangan
negam terhadap kegiatan ekonomi secara umum dalam rangka hubungan hukum yang terjadi tetap dalam batas-batas keseimbangan kepentingan umum semua pihak.Campur tangan negara dalam hal ini adalah dalam rangka
menjagakeseimbangan kepentingan semua pihak dalam masyarakat,
melindungikepentingan konsumen dan produsen. sekaligus melindungi
kepentingan negara dan kepentingan umum terhadap kepentingan perusahaan atau pribadi.jDalam hubungannya dengan indusri ritel saat ini, yakni
atlanyaketidakseimbangan
dan ketidakadilan antara ritel modern dengan
riteltradsional,
konsumendan
pemasokyang terjadi
karena diserahkan kepada mekanisme pasar. Guna mengatasihal demikian
maka pengaturannya harusmachine of social conrrol, but social control which
k
exercised rhrough law.... The welfare state untl regulotory slale is a stqte commified to programs. Government is a problem solver, as well os the guardian oflow"-
( Gunther Tetbner.The Transformation of Lov, in The the llelafore Srare, dalam dilemmas of low in the welufare srare, Editor Gunther Teubner, walter de Gruter, Berlin 19g6. hlm.i.
r3,15. /.
tSri
Red.ieki Hartono- Koprta Selefua \lukum Ehonomi. Nlawl* Maiu. Bandung 2000. hlrn. lj-15.
t5
diambil alih oleh
negara(pemerintah) melalui peran aktif negar4
yang didasarkanpada kombinasi
antarateori
kebebasan pasardari adam
Smithdengan teori difierence principle dari John Rawls. Sebagai solusi
atasketidakadilan distribusi ekonomi oleh pasar, maka disamping
menjaga kebebasan yangsama bagi
sernua negaradituntut
untuk mengarnbil langkahdan kebijakan khusus tertentu yang
serc,rrakhusus dimaksudkan
untuk membantu keadaansosial
dan ekonomi kelompok yang secaraobyektif
tidakbermtung
bukan karena kesalaharmya sendiri, dan mereka tirtak mampu untukmemperbaiki kon disi ekonomi dan
sosialnya sebagaiakibat struktur
sosialyang ada Indusfi ritel modern maupun tradisional
sangatlah dibutuhkan;dengan
demikian
keberadaannyatidak
bolehsaling
memtaikan. Keberadaan pasarritel
modem hanrs ditata agar tidak menghilangkan atau mematikanritel fadisional di pasar tradisional maupun di
kampung-kampung.Untuk itu pemerintah harus mengambil tindakan sebagai untuk meiindungi
dan mengembangkanperitel tradisional
yangmeliputi produk,
produsen maupungerai (outlet). 6
Negara disatu sisi merupakan pusat pengambilan keputusan
yang penting dan kekuasaan administrasi, sedangtandi
sisilain
merupakan sumberuntuk
membatasi tindakannyasendiri
dzrntindakan warga
negaranya_ Oleh sebabitu berdasarkan "Power of
EconomicRegulation"
yangdimiliki
oleh p€merintah untukmengatur pasar, pemerintah harus mengambil tindakan tegas kepada siapa saja yang merugikan maupun yang melindungi pihak-pihak yang melanggar hukum. Pemerintah tidak boleh mengeluarkan peraturan perundang- undangan yang hanya akan menguntungkan atau melindungi pelaku ekonomi5 Nanik Trihastuti- Perkembongon lnt*tstri Ritel cli lntknesirt ukum BisnisVol
3l
No. 5 Tahun 2011. h1m.522.Sualu Koii.rn Socio /egal dalam Jurnal
l6
tertentu. Keputusan
apapm
yang dikeluarkan oleh pemerintah haruslah tetapberada dalam ranah keadilan sosial, yaitu dalam rangka
mewujudkan kesejahteraan bagi wargurya'
22.
Peren Negaradallm Mekenisme
Pesar.Secara
umum peran negara di dalam pasar tergantung pada
sistim perekonomian yang dianut oleh sebuah negara Sistim perekonomian yang dianut oleh sebuah negara secara garis besar dapat digolongkan ke dalam beberapa sistim :l. Sistem ekonomi liberalafau yang oleh Gregory rlan
Stuar.t disebutsebagai sistem ekonomi kapitalis.(Gregory dan Stuart,
1992)pada sistemekonomi ini
pasar mempunyai peran utama. Peran pemerintah dibuat seminimalmungkin
dan mernaksirnalkan peran swasta/individu dalam kegiatan ekonomi. Sistem ekonomiini
menghendaki pasar bebasuntuk
menyelesaikan permasalahanekonomi, mulai dari
produksi,konsumsi sampai distribusi..
2.
Sistem ekonomi sosialis. Sistem ekonomiini
muncul sebagai jawabanatas sistem ekonomi liberal yang
mengeksploitasimanusia.
peran negaradalam sistem ekonomi sosialis ini
sangatdominan
sehinggaperan individu sangatlah terbatas/ tidak ada kebebasan
dalam menjalankan aktivitas ekonomi.Untuk itu
negara harus berperan secara signilrkan tmtuk mewujudkanequilibrium
dan keadilan ekonomi dalam pasar. Dalamsistinr ekonomi
sosialisini.
harga-harga ditetapkan olchpemerintah, penyaluran barang dikendalikan oleh negara.
sehingga7 Narik -Irihasruti.
lbil
l1
tidak terdapat
kebebasanpasar. Seluruh kegiatan ekonomi
atauproduksi
harus diusahakanbersama Tidak
ada usaha swasta" semua perusahaan adalah usahanegara
Semua didasarkan pada perancanaanpemerintah pusat dan diusahakan langsung oleh negara.
Secara akademik sistim sosialisini
dapatdibagi menjadi 2 yalni : l.
sosialis pasar (marketsocialism) dan sosialis
terencana Qtlanned socialism).Ciri dari
sistem sosialisme pasar adalah kepemilikanfaktor
produksioleh negara
danatau kepemilikan
secarakolektif oleh publik.
Apa yang harus diproduksi berdasarkan perencanzxm pusal dan para pelakuekonomi
terikat untuk melaksanakan apa yang telah direncanakan oleh pusat tersebut.Motivasi
para pelaku ekonomi adalahinsentif
material dan moral.(Adi
Sulistoyono, 2010)3. Sistem ekonomi
campruan.Sistem ekonomi ini
memadukan antarasistem ekonomi liberalis dan sistem ekonomi sosialisme.
Dimananegara turut serta.campur tangan dalam kegiatan ekonomi
guna mewujudkan keadilandistribusi
pendapatan dan hasil produksi kepada seluruh masyarakat.4.
Sistem ekonomi Islam.Sistim ekonomi
Islam hadirjauh lebih
dahuludari
sistim ekonomiliberal/kapitalis
(abadke t7)
dan sistim ekonomi sosialis(
abadke l8).
Dalamsistim
ekonomi Islam, pasar, negara danindividu
beradadalam
keseimbangan,tidak boleh
adasub
ordinat, sehingga salah satunya menjadi dominandari
yanglain.
pasardijamin
kebebasannyadalam lslam. Negara mempunvai peran vang
sama dengan pasar.Konsep
mekanisme pasardalam lslam dapat dirujuk dalam lladist Rasullullah SAW
sebagaimana disampaikanoleh
Anasr8
bahwa Rasullullah
tidak
menentukanharg4
namun diserahkan kepadamekanisme pasar karena hal ini merupakan kehendak Allah
(sunatullah)."
Harga-hargamelambung
padlazanan
RasulullahSAW.
Orang-orangketika itu mengajukan
sarankepada beliau
dengan berkata.. ya Rasulullah hendaklah engkau menenhrkan harga ..
Rsasulullahberkata "Sesungguhnya Allahlah yang menentukan harg4
yang menahan danmelapangkan
dan memberirizki. Sangat
aku harapkan bahwakelak aku menemui Allah dalam
keadaantidak
seorangprm darikamu
menuntutku tentangkezaliman
dalam darah harta ..5.
Sistemekonomi
Pancasila.(Adi Sulistoyono, 2010)
Sistem ekonomi Pancasila merupakan sebuah sistimekonomi
yangtidak ditemui
dalamliteratur
Barat, namun sisrimini
merupakansistim ekonomi ciri
khasbangsa Indonesia yang didasarkan pada kepentingan
rakyat sebagaimanadisebutkan dalam
PenjelasanPasal 33 UUD 1945 * .Dalam demokrasi ekonomi kemakmuran masyarakatlah
yang diutanrakan bukan kemakmuran orang seorang.". lnilah ciri
sosialistik Pasal 33UUD
1945 yangjuga
merupakandoktrin
demokrasi ekonomi.Selanjutnya guna menjamin posisi rakyat yang substansial
dan kemakmuran rakyat yang diutamakan makadisusunlah Ayat (2)
pasal33
UUD
1945 yang berbunyi"
Cabang-cabang produksi yang pentingbagi
negaradan
menguasaihajat hidup orang
banyakdikuasai
oleh negara'- Secaragaris
besarsitim ekonomi
Pancasila pusatnya adalahl9
kemakmuran rakyat-t Hal mana berafti kemakmuran
rakyatdidahulukan
danhal
tersebut dibangun secara berencanahal-hal
danfidang-biclang dari
kehidupanrakyat.
Sistemekonomi
pancsila oleh sebagianekonom
dimasukkanpula dalam kategori sitem
ekonomiqlmpuftm.
Dalam praktek
sehari-hari, sistemekonomi
Pancasilae banyakdisimpangi dan lebih berpihak pada sistem
ekonomiliberaVkapitalismero -Yoshihara Kmio menyebutnya
sebagai kapitalisme*mu
"ersatzcapitalism"
dan selanjutnya melahirkanrezl seeking befuwiour- yang kemudian berevolusi menjadi
neoliberalismell
yang memungkinkan negara melakukan intervensi atasE Sumantoro, Hubtm Ekonomi, UI Press, Jakarta I9E6, hlm. 258. pada sisi yang lain ada juga yang berpendapat bahwa sisitim ekonomi Pancasila merupakan bagian dari sistim ekonomi campuran'dan dis€hx juga dengan demokrasi
ekonomi
Bung Hatta mengemukakan bahwa demokrasi ekonomi Indonesia didasari atas tiga pdnsip, yakni Etika Sosial yang tertuang sila-sila Pancasila, Rasionalitas ekonomi yang diwujudkan dalam perencanaan ekonomi serta organisasi ekonomi berdasarkan asas kebersamaaq keswadayaan. ( soewito, Reformosi strategi lndustri dzlan yoserwan, Huktn Ekonomi lndonesia Delom Era Reformasi dan Globaiisasi, Andalas universiry press, padang 2006. hlm. 100)'ciri-ciri
sistim ekonomi pancasila adalah sebagai berikur : 1t). [oda kegiatan -ekonomidigeraklan oleh rangsangan-rangsangan ekonomi, sosiai dan moral; (2). Ada tekat kuat seluruh bangia untuk mewuju<ikan kemerataan sosial; (3)-Ada nasionalisme ekonomi; (4) Koperasi merupakan sokoguru ekonomi nasional; (5) Ada keseimbangan yang selaras, serasi dan seimbang dari perencanaan ekonomi d"engan pelaksanaannya di daerah-daerah. (Mubyarto, .snrrn Ekonomi Nasiona!- Konrpas 5 Juli 1997)
''
. Halini
terbukti semakin banyaknya perusahaan negara yang diprivatisasi dan terpinggirkannya kehidupan ekonomi rakyat kecil dengan banyak tumbuhnya rit;l m"odern/ntel asing dan bennodal besarserta
semakin tergantungnya negara pada asing dalam pemenuhan sembilan bahan pokok. oleh beberapa pakar dikatakan bahwa Indonesia selama ini menganut sistim ekonomi kapitalis :malu-malu"dalam arti pemerintah malu mengakui bahwa Indonesia menerapkan sistim ekonomi kapitalis, sehingga peraturan perundang-undangar bidang ekonomi lebih banyak yang mengabdi pada konglomerasi dibanding pada rakyat kecil, Selanjutnya baca Adi Sulistyono. Op.Cit, hlm.23
Penyimpangan praktek perekonomian
di
Indonesia dan Asia Tenggara pada umumnya menurut YoshiharaKunio
merupakan Kapitalisme sem., (ercatz k pitalisn) bukan kapitalisme mumi. Erual, terjadi karena para pengusaha besar (kapitalis) tidak mampu berdiri sendiri dan bersaing dengan kompetitomya tanpa bantuan pemerintah, Kebanyakan mereka adalah pemburu rente (reni seekzrs) yang mencoba mencari keuntungan melalui jalinan/kerjasama&ongkalingkong dengan penguasa pemerintahan, Mereka mencari peluang menerima rente dengan memanfaatkan proteisi.lisensi bisnis atau monopoii kegiatan bisnis tcrtentu dengan pemerintah Mereka antara lainanggota
^cluarga Picsi.i;ir- kri,;ri
l'i""i.ici,
aiir.ir l,ir.,L;ai didu iljiio,d taiisl,.,riii,. ..ii, j..ii
1,",,g.""ii.'.,i,
para politisi. Sedangkan para kapitalisme mumi sangal mengandalkan persaingan,&ornpetisi dan inovasi reknologi sepeni
di
Jepang misalnya- (Kapitalisme Semu:
penguasa dan pengusaha <ii Indonesia C.iunduh l6 Sepremberl0li
iam 13.00 WIB)"
Dengan tok.h utarnan_ra Alexander Rustow dan Wilhelm Roepke yang pada iahun 1932 telah rnerumuskan riasar dasar dari neo liberalism- 1,ang menggarisbawahi betapa penti.gnya suatu sisterlr perekonomian rang bebas dan hqlus didukung olch suaru pemerintahaa tang kuat Ullpf melindungin\ a20
terhadap inlerest qro,,p (kelompok-kelompok yang memiliki kepentingan tertentu dalair perekonomian.
Neo libelisme beranggapan bahwa adalah suatu kesalahan besar yang dibuat oleh liberaiism ekonomi klasik terutarna adalah karena pelaksanaan proses ekonomi diserahkan pada pihak swasta dan telah meminggirkan peranan pemerinrah (negara). Baca prof. Rudiger Fun\ Op.Cir.,hlm_ g.
''
Berkaitan dengan ini Sri Edi Swasono menyatakan bahwa membangun ekonomi rakyat memang memerlukan 'premihakan', suatu sikap ideologis yang memihak untuk memuliakan kedaulatan rakyat_Pembangunan ekonomi ralryat memang merupakan suatu sh?tegi yang tepat untuk mengembanglan perekonomian nasional- yaitu suatu strategi meningkatkan produktivitas rakyat (rakyat nmenjadi asset nasional) dan utilisasi efektif sumber-sumber daya yang tersedia. Lebih dari itu. membangun ekonomi .a-kyat mempakan salah satu ujud mendasar prelaksanaan pendekatan partisipatori dan emansipasipatori vang 'rt.-r-.r.-!.-- dituntut oleh paham demokrasi ..{.)..t-.-ekonomi. Baca Adi Sulistiyono, Op.Cit, hlm_ 23.
UiIrii d rr!idrd udrdrir u!,!^r,l(Il,dii nrempunyai dua macam peranan yakni sebagai rcgulat'or a"^ ,"U"g"i
".',-o;.
,!r- izi;;k;;il;
peranan negara sebagai aktor yang berupa BUMN. Peranan negara sebagai regulator tidak dijelaskan dalam rumusan yans ada- kecuali istilah "dikuasai" diinterprstasikan :ebasai "diatur''- tetapi vang diatur disini adalah sumber daya alam yang diarahkan sebesar-besar kemakmuran rakyar, M. Darvarn raharrljo.
Evaluasi don Dampak Amandemen {JL'D tt)lirerhodap perekonontiun lndonesitt.
t',\,lslA,
No.19/"0ir'1i t.,)003
pasar mengingat adanya banyak ketimpangan
yang ditimbulkan
olehsistim
liberalisme yang salah satrmya adalah terjadinya eksploitasi atas manusia dantidak
meratanya pembagian pendapatan dalam masyarakatrhingga
menimbulkanjurang
pemisahyang
semakinlebar
antara si kaya dan simiskin.
Dimanasi
kaya semakin kaya dansi miskin
akansemakin terpuruk di bidang perekonomian
karenaketidakmampuan/tidak memiliki kemampuan untuk
berkompetisi.Karena tidak adaoya kesamaan kemampuan individu
didalammasyarakat inilah yang
mengharuskannegara untuk ikut
campur tangan/intervensidi
dalam pasar.l2 Campur tangan negara dalam pasarbukanlah
suatubal yang dilarang namun campur tangan ini
harusdibatasi agar tidak memarikan kreativitas individu,/swasta
yang diidentikkan dengan pasar dalam berbagaisisilim
perekonomian.Peran negara
di
dalam pasarwajib
ada mengingat negara kita menganut sistem negara kesejahteraan atau negarapenguus
menurut pendapat proklamator negara Indonesia,Moh.
Hatta. Selain merupakan kewajiban imperatif
berdasarkanUUD l945rr.
campur tangan negara)1 t
I
juga
merupakan suatuhal
yang lumrah dalam bidang ekonomi karena negara mernainkanperan
sebagaimana yang dikemukanakanoleh
W.Friedman yakni ada empat frrngsi
negarayakni
sebagai penjaminQtrovider) Kesejahteraan rakya!
pengatur(regulato), pengusaha (
enttepreuner),
d2nwasil (unpire)
untuk merumuskan standar-standar yang adil dalarn sektor ekonomi. la3. Makne Perlindungan Hukum
Hukum
sangatdibunrhkan
sebagaialat perlindrmgan individu
dalam berinteraksi di masyarakat agar tercapai ketertiban ,lan terhindar dari konJlik dalam memenuhi kebutuhanekonominya
Secaraumum
pengertian perlindungan dapatdiketahui dari Kamus Besar Bahasa Indonesia yang menyatakan
bahwa perlindrmgan berasaldari
katalindrmg
yangmemilik arti
mengayomi, mencegah, mempertahankan, dan memberrt€ngi. Padasisi
yanglain
perlindunganjuga
dapatdiartikan
sebagai konservasi, pemeliharaan, penjagaarLasilum,
danbunker.
Oleh karenaitu Perlindungan
sangatlah dibutuhkan olehindividu
sebagai obyek hukum dalam berinleraksidi
masyarakat karenainteraksi
akanselalu menimbulkan
hak dan kewajiban. Selainitu masing-masing anggota msyarakat
tentu mempunyaihubungan kepentingan y;rng berbeda-beda dan saling
berhadapan atau berlawanan untuk mengurangi ketegangan dankonflik.
Makaperlindungan
yangdemikian akan bersilat mengatur dan melindungi
kepentingan tersebut. Itulah yang dinamakan Perlindungal HukurnBerdasarkan
sedikit
gambarandi
atas dapatdiartikan
bahrva perlindungan hukumadalah
suatu pcrlindungan yang diberikan terhadap subyekhukum
dalam22
!'
WolfuangFriedm an- fhe State ond The Rule of l.uw in mked eutnomy, Steven and Sons, l.ondon 1971. hlm, 3.
bentuk perangkat hukum baik yang bersifat preventif maupun yang
bersifatrepresil baik
yangtertulis
maupuntidak tertulis.
Dengan katalain
perlindunganhukum
sebagai suatu gambarandari fungsi hukum. yaitu
konsep dimana hukumdapat memberikan suatu keadilan, ketertiban, kepastian, kemanfaatan
dan kedamaian.Terdapat beberapa pengertian/makna perlindungan hukum yang disampaikan oleh para ahti, antara lain :
I. Satjipto Raharjo mendefifi5ikan perlindungan hukum artatah
memberikanpengayoman kepada hak asasi manusia yang dirugikan orang lain
danperlindrmgan tersebut diberikan kepada masyarakat agar mereka
dapat menikmati semua hak-hak yang diberikan oleh hukum.2. Philipus M. Hadjon berpendapat bahwa perlindungan hukum
adalah perlindtmgan akan harkat dan martabat, serta pengakuan terhadap hak-hak asasi manusia yangdimiliki oleh
subyekhukum
berdasarkan ketentuanhukum
dari kesewenangan.Pada sisi yanglain Philipus M. Hadon juga
berpendapat bahwa perlindungan hukum adalah sebagai kumpulan peraturan atau kaidah yang akandapat melindungi suatu hal dari hal lainnya. Berkaitan
dengan konsumen.berarti hukum memberikan perlindungan terhadap hak-hak pelanggan
dari sesuatu yang mengakibatkan tidak terpenuhinya hak-hak tersebut.3. CST Kansil
berpendapat bahwaperlindungan hukum
adalah berbagai upayahukum yang
harusdiberikan oleh
aparat penegakhukum untuk
memberikanr:rsa arnan, baik
secarapikiran maupun fisik dari
gangguandan
berbagai anc,unan dari pihak manapun.4. Muktie, A.
Fadjar menyatakan bahwa perlindungan hukum adalah penyempiranarti dari
perlindungan.dalam hal ini hanya
perlindunganoleh hukum
saja.I
I
Perlindrmgan yang diberikan oleh hukum,
terkait
pula dengan adanya hak dankewajibaq
dalamhal ini
yangdimiliki oleh
manusia sebagai subyek hukumdalam interaksinya dengan
sesarnamanusia setu lingkungannya.
Sebagai subyekhukum
manusiamemiliki hak
dankewajiban untuk
melakukan suatu tindakan hukum.4. Teori Perlindungan Hukum
4.1. Konsep NegaraHukum.
Pemahaman
Negara hukum selalu diawali dan berpusat
antarapemerintah dengan yang diperintah. Secara umum negara hukum
dapatdipahami
bahwa kekuasaan negara harusdijalankan
atas dasarhukum
yangadil
dan baik. Secara garis besar dalam negara hukum terdapat dua unsur, yangWrlama hubrmgan antara yang memerintah dan yang diperintah
tidak berdasarkan kekuasaan,melainkan
berdasarkan suatunorma objektill
yangjuga mengikat pihak
yang memerintah,dan yang kedua
normaobjektif itu
harus memenuhi syarat bahwatidak
hanya secaraformal, melainkan
dapat dipertahankan berhadapan denganidea hukum. I)i sisi lain
dapat dikatakan bahwa perkembangan konsep negarahukum
merupakan produkdari
sejarah.Oleh karena itu untuk
memahami pengertian negarahukum
harus terlebihdahulu memahami
gambaransejarah pemikiran politik dan hukum,
yang mendoronglahir
dan berkembangnya konsepsi negara hukum.1S.F. Marbun.1997)
Ditinjau dari pcrspektil historis
perkembanganpemikiran
fllsalarhukum dan
kenegaraan gagasan mengsnai negara hukum sudah berkembang semenjak 1800S-M. Akar tcrjauh mcngcnai
perkcmbangana*al
pcmikirannegara
hukum
adalah pada masaYunani kuno.Is Menurut Jimly Asiddiqie
gagasankedaulatan rakyat tumbuh
dan berkembangdari tradisi
Romawi, sedangkanAadisi Yunani Kuno menjadi s',mber dari
gagasan kedaulatan hukum.Konsep Negara Hukum
di
Eropa kontinental dikembangkan antaralain oleh
ImmanuelKail,
Paul Laband, Julius Stahl, Fichte, danlain-lain
denganmenggunakan istilah Jerman, yaitu
"rechtsstaal". Menurut Julius
Stahl,konsep Negara Hukrm yang disebutnya dengan istilah 'rechtsstaat" itrt
mencakup empat elemen penting, yaitu:
I.
Perlindungan hak asasi manusia-2-
Pembagian kekuasaan,3.
Pemerintahan berdasarkan undang-undang.4.
Peradilan tata usaha Negara-'r Pada masa Yunani Kuno pemikiran tentang Negara Hukum dikembangkan oleh filsuf besar seperti Plato (429-347 SM) dalam bukunya Politikos yang dihasilkan dalam penghujung hidupnya, Plato menguraikan bentuk- bentuk pemerintahan yang dapat diselenggarakan pemerintalr yang dibentuk melalui
jalan
hukum dan pemerintahan yang rerbentuk ridak melalui jalan hukum. Bandingkan pula dalam Budiono Kusumohamidjojo, Filsafat Hukum : Problematika Ketertiban yang Adil, Crasindo, Jakarta, 2004, him. 36-37, yang menjelaskan Konsep Negara hukum menurut Ariesloteles (J84-322s-M) adalah negara yang berdiri di atashukum yang menjamin keadilan kepada warga oegaranyr- Keadilan merupakan syarat bagi
tercrpailya kebahagiaan hidup untuk warga negaranya, dan sebagai dasar dari prda keadilan itu perlu dajarkan rasa susila k€pada s€tiap manusia agar ia menjadi warga negara yang baik;
dan bagi Aristol€s yang Deoerintah dalam negara bukan manusia seb€narnya, melainkan fikiran yang adil, sedangkan petrguasa sebenarnl'a hanya pemegang hukum dan keseimbangan.
Lihat
juga dalam
Notohamidjojo,Mrkna
Negara Hukum Bagi Pembaharuan Negara dan Wibawa Hukum Bagi Pembaharua[ masyarakrtdi
lndonesia, Badan Penerbit Kristen, 1970,him. 21.
Pada mrsa abad pertengahan pemikirau teDtang Negara hukumlahir
sebagai pcrjuangan melawan kekuasastr absolule para raja- Menurut Paul Scholten dalam bukunya:l/erzamel Geschrifien, deel - Tahun 1949, him 383, dalam pcmbicaraan Over den Reschtaot. istilah Ncgart lrukuot bcrasal rlari abat XIX, letapi gagasal lcrltarrg NcBara llukunr
ilu
tulrrbul r-liEropa sudah hidup dalam abad tuiuh belas. Gagasan itu tumbuh
di
Inqgris dan merupakan larar belakan.q dari Glorious Re"-olution I68E M- gagasan itu timbul sebagai reakri terhadap kerajaan r:: -: :!:.--,!:::. r::: i!!.!:-:!,r.:: J!ur|'s! r,.xBritiinl,
yaog berisi hak dan keebasan rlari pada kawula Negara serta peratura[ p€ngganti raja di Inggris.r5
Di
dalam tradisiAnglo Amerika
konsep negara hukurn dikembangkan olehA.V. Dicey
dengan sebutan,,The Rule oflaw".
Dalam halini A.V.
Dicey adanyatiga ciri penting dalam setiap Negara Hukum
yang disebntnya denganistilah
,,The Ruleof
Law,,,yutu:
l-
Supremacyof
l^ow.2-
Equality
before the law.3. Due Process
of
Low-Keempat
pdtttsip"rechtsstoot,, yang
dikembangkanoteh Julius
Stahl tersebutdi
atas pada pokoknya dapat digabungkan dengan ketigaprinsip ?a/e of Low'yang
dikembangkan olehA.V. Dicey
untuk menandaiciri_ciri
NegaraHukum modem di zarnan sekarang. Bahkan, oleh ,,The International Commission of Jurist", prinsipprinsip Negara Hukum itu ditambah
lagidengan prinsip peradilan bebas dan tidak memihak
(independence andimpartiality
ofjudiciary) yang di
zaman sekarangmakin
dirasakan mutlakdlperlukan dalam setiap
negarademokrasi. prinsip-prinsip yang
dianggapmenjadi ciri
penting NegaraHukum
menurut "TheInternorional
CommissionofJurists"
itu adalah :l.
Negara harus tunduk pada hukum.2. Pemerinlah menghormati hak-hak
individu.
3. Peradilan yang bebas dan tidak memihak.
Dalam kontek ke Indonesiaan pemahaman terhadap konsep negara hukum dapat
dijumpai dalam
penjelasanUUD
1945. Setelah amandemenke
empat tahnn 2002 secara tegas konsepsi negarahukum
atau,,Ret:h:itut..dirumuskan
dalam PasalI
ayat(3) UUD NRI I945
yang menyatakan. ,'Ncgara Indonesia adalah NegaraHukunr." I)alam
konsep NegaraIIukum ini.
triidearkan bahr.ia26
I
yang
harusdijadikan
panglima dalam kehidupan kenegaraan adalah hukum, bukanpolitik
atauprm ekonomi. Karena itu,istlah
yang biasa digrmakan dalam bahasaInggris
trntuk menyebut prinsip negaraHukum
adalah'therule of
low,not of mon\
Sedangkanyang disebut
pemerintahanpada pokoknya
adalah hukum sebagai sister4 bukan orang-perorang yang berkuasa dan sistem adalah yang mengaturnya-Di
Indonesia negara hukum, sering diterjemahkan dari rechstaat atau therule of low.
Pahamrechstaat
pada dasamyabetumpu pada hukum
Eropa kontinental-Ide
tentang rechstaatsmulai
popularmulai
pada abadke XVII
sebagai
akibat dari situasi
sosialpolitik
Eropadi dominir oleh
absolutisme ra1ar6. Paham rechstaats dikembangkanoleh ahli-ahli hukum Eropa
BaratKontinental, seperti Immanuel Kalrt (1724-1804) dan Frederich
Julius StahlrT. Faham therule of krw mulai
dikenal setelahAlbert Venn Dcey
padatahun
1885 yang menerbitkanbuku
Introductionto
Studyof
TheLaw of
TheConslitulion.
Pahamthe rule of law
bertumpu pada sistem huktm Anglo Saxonatat
CommonInw
sy.stemts. Konsepsi Negara hukum menurut
Immanuel Kant.dalam bukunya Methophysiche Ansfanggrunde der
Rechtslehr.mengemukakan
mengenai konsep negara hukum liberal. Immanuel
Kant mengemukakan paharn ncgara hukrrmdalam arti
sempit,yang
menempatkanfwgsi
recht pada staat, hanya sebagai alat perlindungan hak-hakindividual
dan kekuasaan negaradiartikan
secarapasif,
yang bertugas sebagai pemeliharatu Padmo Wahjono- Pembangunan Hukum
tli
Indonesia, Ind-Hill Co.. Jakarra- 1989, him. 30, bandingkan dengan Philiphus M. Hajon, Perlindungan Hukum Bagi Rakyardi
Indonesia: SebuahStudi tentang Pinsip- orinsipnva- Penerapannya oleh t,engadilan Dalam Lingkungan peradilan Umum dan Pembentul{an Peradilan Administrasi Negara. Bina Ilmu- Surabava. 1972-
It Miriam Brrdrhardl,t. ltasar-dusar ll,nu l',,lttik. Crarnedie Pustaka Ularna. jirkanr lqe8, hlm 57
18 lbid. hlm. ,")
#
27
,
I
ketertiban dan keanranan masyarakal Paham knmanuel Kant ini terkenal dengan
*blrr'r:rt nachwachkerstaat
s
atat nac hw ac ht erst oal s- t9 .Frederich Yulius St'hl
(sarjana Jerman)dalam karyanya :
Staat and RechtslehreII,
1978him.
137, mengartikan pengertian NegaraHukum
sebagaiberikut:
Negara hanrs menjadi
negarahukum, itulah
semboyannya dan sebenamyajuga
daya pendorong daripada perkembangan pada zaman baruini.
Negara hanrs menennrkan secermat-cermatny4jalan-jalan dan
batas-batas kegialannya
bagaimanalingkrmgan
(suasana) kebebasanitu
tanpadapat ditembus. Negara harus mewujudkan atau
memaksakan gagasanakhlak dari segi
negara"juga
secara langsrmg,tidak lebih jauh
daripadaseharusnya menurut