• Tidak ada hasil yang ditemukan

Macam-Macam Arduino, Aplikasi Kontrol, Hukum Kirchoff II

N/A
N/A
sajid yufi

Academic year: 2024

Membagikan "Macam-Macam Arduino, Aplikasi Kontrol, Hukum Kirchoff II"

Copied!
24
0
0

Teks penuh

(1)

MAKALAH

Macam – macam Arduino,Aplikasi Control,Hukum khirchof II

OLEH :

Ahmad Auzan 22072008

Dicki Wahyu Hidayat 22072014

Febrian Torry 22072030

Ivan Fauzan 22072036

Izzanul Rahman 22072037

Maulana Ahmad Alfarizi 22072045

Sajid Yufi 22072066

Yoga Fernandes 22072078

JURUSAN TEKNIK MESIN FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS NEGERI PADANG

(2)

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT yang masih memberikan nafas kehidupan sehingga penulis dapat menyelesaikan pembuatan makalah ini dengan judul “CARA KERJA ARDUINO UNO”.

Makalah ini dibuat untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah TEKNIK LISTRIK DAN ELEKTRONIKA DASAR di Semester II. Makalah ini membahas tentang macam – macam arduino,Aplikasi control,dan Hukum Khirchof II.

Akhirnya, penyusun ingin menyampaikan terima kasih atas perhatian pembaca terhadap makalah ini, penyusun berharap semoga makalah ini bermanfaat bagi diri penyusun sendiri dan khususnya pembaca pada umumnya.

“Tak ada gading yang tak retak, begitulah adanya makalah ini”

Dengan segala kerendahan hati, saran-saran dan kritik yang konstruktif sangat penyusun harapkan dari para pembaca guna peningkatan pembuatan makalah pada tugas yang lain dan pada waktu mendatang.

Padang , 20 Mei 2023

DAFTAR ISI

(3)

KATA PENGANTAR ...

BAB I PENDAHULUAN

A. Pengenalan Arduino ...

B. Pengenalan Aplikasi Control……….

C. Pengenalan Hukum Kirchoff………

BAB II PEMBAHASAN ...

1. Macam- macam Arduino……….

2. Apikasi Control……….

3. Hukum Khirchof II………..

BAB III PENUTUP ...

DAFTAR PUSTAKA ………..

BAB I

(4)

PENDAHULUAN

A. Pengenalan Arduino

Arduino merupakan sebuah perangkat elektronik yang bersifat open source dan sering digunakan untuk merancang dan membuat perangkat elektronik serta software yang mudah untuk digunakan. Arduino ini dirancang sedemikian rupa untuk mempermudah penggunaan perangkat elektronik di berbagai bidang.

Arduino ini memiliki beberapa komponen penting di dalamnya, seperti pin, mikrokontroler, dan konektor yang nanti akan dibahas lebih dalam selanjutnya. Selain itu, Arduino juga sudah menggunakan bahasa pemrograman Arduino Language yang sedikit mirip dengan bahasa pemrograman C++.Biasanya Arduino digunakan untuk mengembangkan beberapa sistem seperti pengatur suhu, sensor untuk bidang agrikultur, pengendali peralatan pintar, dan masih banyak lagi.

B. Pengenalan Aplikasi Control

Sistem kendali merupakan alat untuk mengendalikan, memerintah, dan mengatur keadaan dari suatu sistem. Istilah kendali dapat dipraktekan secara manual untuk mengendalikan sistem kontrol. sistem kendali atau sistem kontrol adalah suatu sistem yang menghasilkan nilai tertentu sebagai keluarannya melalui pengendalian ataupun pengubahan ketentuan dari masukan sistem.

C. Pengenalan Hukum Kirchoff

Gustaf Robert Kirchoff adalah seorang fisikawan jerman yang berkontribusi pada pemahaman konsep dasar teori rangkaian listrik, spektroskopi, dan emisi radiasi benda hitam yang dihasilkan oleh benda-benda yang dipanaskan. Dalam kelistrikan, sumbangan utamanya adalah dua hukum dasar rangkaian, yang kita kenal sekarang dengan Hukum I dan Hukum II Kirchoff. Kedua hukum dasar rangkaian ini sangat bermanfaat untuk menganalisis rangkaian- rangkaian listrik majemuk yang cukup rumit. Akan tetapi sebagian orang menyebut kedua hukum ini dengan Aturan Kirchoff, karena dia terlahir dari hukum-hukum dasar yang sudah ada sebelumnya, yaitu hukum kekekalan energi dan hukum kekekalan muatan listrik. Untuk memecahkan persoalan-persoalan rangkaian yang rumit; yaitu rangkaian yang terdiri dari beberapa buah sumber tegangan atau sumber arus serta beberapa buahhambatan/beban maka dipergunakan hukum-hukum rangkaian, diantaranya hukum Kirchoff

(5)

BAB II PEMBAHASAN 1. MACAM - MACAM ARDUINO

1.1 Arduino Uno

Perlu kamu ketahui bahwa ternyata kata “Uno” itu diambil dari bahasa Italia yang artinya satu.

Nama ini menandai peluncuran Arduino versi 1.0 (pertama) dan akan terus berkembang ke macam macam Arduino Uno.

Jenis Arduino Uno merupakan produk papan sirkuit USB pertama yang dijadikan contoh model referensi untuk pengembangan platform Arduino kedepannya.

Sampai saat ini, jenis2 Arduino Uno yang biasa beredar di pasaran sudah sampai R3 (Revisi 3).

Kamu bisa membeli Arduino Uno beserta kabelnya disini.

Apa jenis dari mikrokontroler dari Arduino Uno?

Jenis mikrokontroler Arduino Uno adalah chip Atmega328P. Arduino uno ini sangat cocok untuk kamu yang masih pemula dan ingin belajar seputar alat Arduino.

Untuk sumber tegangan Arduino, kamu bisa menggunakan tiga cara yaitu:

 Menggunakan kabel USB

 Menggunakan adaptor AC ke DC

 Menggunakan baterai

Agar kamu semakin mengenalnya, berikut ini adalah tabel spek Arduino Uno:

Tabel Spesifikasi Arduino Uno R3

Jenis Mikrokontroller Atmega328P

Tegangan Operasi 5 Volt

Tegangan yang Direkomendasikan 7-12 Volt

Batas Tegangan 6-20 Volt

(6)

Pin Digital Input Output 14

Pin PWM yang Disediakan 6

Pin Input Analog 6

Maksimum Arus per Pin 20 mA

Maksimum Arus yang Dapat Ditarik pin 3,3 V 50 mA

Memori Flash 32 KB

SRAM 2 KB

EEPROM 1 KB

Clock Speed 16 MHz

Jumlah LED Terpasang 13

Panjang 6, 86 cm

Lebar 5, 34 mm

Berat 25 gram

Port USB Tipe A to Tipe B (persis USB Printer) 1.2 Arduino Mega 2560

Arduino Mega 2560 merupakan versi pengganti dari Arduino Mega. Dinamakan Arduino Mega 2560 karena jenis mikrokontroler yang digunakan adalah tipe Atmega2560 yang sebelumnya Atmega1280. Berikut ini adalah spesifikasi teknisnya:

Tabel Spesifikasi Arduino Mega 2560

Jenis Mikrokontroler Atmega2560

Tegangan Operasi 5 Volt

Tegangan yang Direkomendasikan 7-12 Volt

(7)

Batas Tegangan 6-20 Volt

Pin Digital Input Output 54

Pin PWM yang Disediakan 15

Pin Input Analog 16

Maksimum Arus per Pin 20 mA

Maksimum Arus yang Dapat Ditarik pin 3,3 V 50 mA

Memori Flash 256 KB (8 KB untuk bootloader)

SRAM 8 KB

EEPROM 4 KB

Clock Speed 16 MHz

Panjang 10,1 cm

Lebar 5,3 cm

Berat 28 gram

1.3 Intel Galileo

Mikrokontroler Intel Galileo menggunakan prosesor tipe Intel Quark SoC X1000, yaitu prosesor 32 bit yang berarsitektur sama dengan Intel Pentium.Meskipun demikian, mikrokontroler jenis ini tetap kompatibel dengan software Arduino IDE untuk urusan program. Lihat spesifikasi teknis Intel Galileo berikut ini:

Tabel Spesifikasi Intel Galileo

Jenis Mikrokontroller SoC Quark X1000

Tegangan Operasi 3,3 Volt / 5 Volt

Tegangan yang Direkomendasikan 7-15 Volt

Batas Tegangan 6-20 Volt

(8)

Pin Digital Input Output 14

Pin PWM yang Disediakan 6

Pin Input Analog 6

Memori Flash 512 KB

SRAM 512 KB

EEPROM 8 KB

Clock Speed 400 MHz

Panjang 12,4 cm

Lebar 7,2 cm

1.4 Arduino Duemilanove

Kata “Duemilanove” dalam bahasa Italianya berarti 2019. Ini merupakan tahun peluncuran pertaman dari Arduino Duemilanove.Arduino yang juga biasa disebut sebagai Arduino Due ini menggunakan mikrokontroler Atmega168 atau Atmega328 dari Atmel SAM3X8E ARM Cortex- M3 CPU.Ini adalah jenis Arduino pertama yang menggunakan ARM inti 32-bit. Berikut ini spesifikasi teknis Arduino Duemilanove:

Tabel Spesifikasi Arduino Duemilanove

Jenis Mikrokontroler Atmega168

Tegangan Operasi 5 Volt

Tegangan yang Direkomendasikan 7-12 Volt

Batas Tegangan 6-20 Volt

Pin Digital Input Output 14

Pin PWM yang Disediakan 6

Pin Input Analog 6

(9)

Maksimum Arus per Pin 40 mA Maksimum Arus yang Dapat Ditarik pin 3,3 V 50 mA

Memori Flash 16 KB (2 KB untuk bootloader)

SRAM 1 KB

EEPROM 0,5 KB

Clock Speed 16 MHz

Panjang 6,8 cm

Lebar 5,3 cm

Berat 28 gram

1.5 Arduino Leonardo

Jenis yang kedua adalah Arduino Leonardo. Arduino jenis ini menggunakan mikrokontroler tipe Atmega32U4 yang memiliki fungsi komunikasi USB.Arduino Leonardo menggunakan micro USB untuk proses coding, telah built in USB komunikasi, dan tak butuh lagi prosesor sekunder.

Berikut ini adalah tabel spesifikasinya:

Tabel Spesifikasi Arduino Leonardo

Jenis Mikrokontroler Atmega32U4

Tegangan Operasi 5 Volt

Tegangan yang Direkomendasikan 7-12 Volt

Batas Tegangan 6-20 Volt

Pin Digital Input Output 20

Pin PWM yang Disediakan 7

Pin Input Analog 12

Maksimum Arus per Pin 40 mA

(10)

Maksimum Arus yang Dapat Ditarik pin 3,3 V 50 mA

Memori Flash 32 KB (4 KB untuk bootloader)

SRAM 2,5 KB

EEPROM 1 KB

Clock Speed 16 MHz

Jumlah LED Terpasang 13

Panjang 6,8 cm

Lebar 5,3 cm

Berat 28 gram

Port USB Micro USB

1.6 Arduino Lilypad

Diantara semua tipe Arduino, Lilypad inilah yang paling unik. Ini karena bentuknya yang menyerupai lingkaran.Bentuk ini didesain agar lebih fleksibel bila diaplikasikan pada perangkat yang memiliki bentuk melingkar.Pernah liat armor-nya Iron Man? Jika kamu ingin membuat project seperti itu, bagusnya menggunakan Arduino Lilypad. Berikut ini spesifikasi dari Arduino Lilypad:

Tabel Spesifikasi Arduino Lilypad

Jenis Mikrokontroller Atmega32U4

Tegangan Operasi 5 Volt

Tegangan yang Direkomendasikan 7-12 Volt

Batas Tegangan 6-20 Volt

Memori Flash 32 KB (4 KB untuk bootloader)

(11)

SRAM 2,5 KB

EEPROM 1 KB

Clock Speed 16 MHz

Panjang 16, 4 cm

Lebar 6 cm

Berat 53 gram

1.7 Arduino Fio

Arduino Fio menggunakan mikrokontroller Atmega328P dengan bentuk yang tak kalah uniknya dengan Lilypad.Meskipun jumlah pin input output digitalnya sama dengan Arduino Uno dan

Leonardo, tetapi Arduino Fio ini memiliki socket XBee.

Socket inilah yang memungkinkan Arduino Fio agar bisa dipakai untuk mengerjakan proyek yang berhubungan dengan wireless atau nirkabel.Tipe Arduino ini menggunakan mikrokontroler Atmega328P sebagai basis kontrolernya dan dibuat untuk penggunaan nirkabel. Cek spesifikasi Arduino Fio berikut ini.

Tabel Spesifikasi Arduino Fio

Jenis Mikrokontroller Atmega328P

Tegangan Operasi 3,3 Volt

Tegangan yang Direkomendasikan 3,3-12 Volt

Pin Digital Input Output 14

Pin PWM yang Disediakan 6

Pin Input Analog 8

Maksimum Arus per Pin 40 mA

Memori Flash 32 KB (2 KB untuk bootloader)

SRAM 2 KB

EEPROM 1 KB

Clock Speed 8 MHz

(12)

Panjang 6,5 cm

Lebar 2,8 cm

Tinggi 1,2 cm

1.8 Arduino BT (Bluetooth)

Arduino BT merupakan papan Arduino yang didalamnya sudah ada modul bluetooth. Jadi memang sangat cocok untuk mengerjakan proyek yang berhubungan dengan komunikasi nirkabel via bluetooth. Yuk lihat spesifikasi teknis dari Arduino BT berikut ini:

Tabel Spesifikasi Arduino BT (Bluetooth)

Jenis Mikrokontroller Atmega328P

Tegangan Operasi 5 Volt

Tegangan yang Direkomendasikan 2,5-12 Volt

Pin Digital Input Output 14

Pin PWM yang Disediakan 6

Pin Input Analog 6

Maksimum Arus per Pin 40 mA

Maksimum Arus yang Dapat Ditarik pin 3,3 V

500 mA

Memori Flash 32 KB (2 KB untuk bootloader)

SRAM 2 KB

EEPROM 1 KB

Clock Speed 16 MHz

(13)

1.9 Arduino Nano R3

Arduino Nano menggunakan mikrokontroler jenis Atmega328 atau Atmega168 dan dilengkapi FTDI untuk pemrograman melalui micro USB.Bentuk Arduino Nano yang kecil, lengkap, dan sederhana sehingga memungkinkannya ditempatkan pada breadboard. Perhatikan tabel spesifikasi teknis Arduino Nano R3 di bawah ini:

Tabel Spesifikasi Arduino Nano R3

Jenis Mikrokontroler Atmega328

Tegangan Operasi 5 Volt

Tegangan yang Direkomendasikan 7-12 Volt

Batas Tegangan 6-20 Volt

Pin Digital Input Output 14

Pin PWM yang Disediakan 6

Pin Input Analog 8

Maksimum Arus per Pin 40 mA

Memori Flash 32 KB (4 KB untuk bootloader)

SRAM 2 KB

EEPROM 1 KB

Clock Speed 16 MHz

Panjang 4, 5 cm

Lebar 1, 8 cm

Berat 7 gram

1.10Arduino Pro Mini

(14)

Arduino jenis ini sangat cocok untuk pengguna tingkat lanjut yang memerlukan fleksibilitas, biaya minim, dan ukuran yang kecil.Karena bentuknya yang mini, komponennya pun minim. Di Arduino ini tak ada on board USB atau pin header.

Arduino ini adalah pilihan terbaik untuk kamu yang mau meninggalkan board tertanam dalam proyek. Yuk simak spesifikasinya teknis dari Arduino Pro Mini berikut ini.

Tabel Spesifikasi Arduino Pro Mini

Jenis Mikrokontroler Atmega328

Tegangan Operasi 5 Volt

Tegangan yang Direkomendasikan 7-9 Volt

Batas Tegangan 6-20 Volt

Pin Digital Input Output 14

Pin PWM yang Disediakan 6

Pin Input Analog 8

Maksimum Arus per Pin 40 mA

Maksimum Arus yang Dapat Ditarik pin 3,3 V 50 mA

Memori Flash 32 KB (2 KB untuk bootloader)

SRAM 2 KB

EEPROM 1 KB

Clock Speed 16 MHz

Panjang 3 cm

Lebar 1, 8 cm

1.11Arduino Pro Micro AT

(15)

Arduino Pro Micro AT biasa juga disebut Arduino Mikro. Ini adalah jenis Arduino dengan mikrokontroler tipe Atmega32u4 yang telah built in USB komunikasi.Ukurannya lebih panjang dari Arduino Nano dan Mini. Cek spesifikasinya teknisnya berikut ini:

Tabel Spesifikasi Arduino Pro Micro AT

Jenis Mikrokontroler Atmega32U4

Tegangan Operasi 5 Volt

Tegangan yang Direkomendasikan 7-12 Volt

Batas Tegangan 6-20 Volt

Pin Digital Input Output 20

Pin PWM yang Disediakan 7

Pin Input Analog 12

Maksimum Arus per Pin 20 mA

Maksimum Arus yang Dapat Ditarik pin 3,3 V 50 mA

Memori Flash 32 KB (4 KB untuk bootloader)

SRAM 2,5 KB

EEPROM 1 KB

Clock Speed 16 MHz

Panjang 4,8 cm

Lebar 1,8 cm

Berat 1,3 gram

1.12Arduino Esplora

(16)

Arduino Esplora merupakan papan Arduino yang berasal dari Arduino Leonardo.

Keistimewaan Esplora dibandingkan jenis papan Arduino yang lainnya adalah sudah built in dengan beberapa jenis sensor siap pakai.Pada Arduino Esplora juga sudah ada sensor input, joystik, slider, sensor suhu, accelerometer, mikrofon, dan sensor cahaya.Sama halnya dengan Arduino Leonardo, Esplora juga menggunakan mikrokontroler AVR Atmega32U4, kristal osilator 16 MHz, dan koneksi USB mikro yang dapat berperan sebagai perangkat USB klien layaknya mouse dan keyboard.

Arduino jenis ini sangat recomended untuk kamu yang mau membuat gadget seperti smartphone, karena telah dilengkapi joystik, button, LED RGB dan sebagainya.

Jadi kamu hanya perlu menambahkan LCD agar Arduino Esplora ini lebih kelihatan keren. Berikut ini adalah spesifikasi teknisnya:

Tabel Spesifikasi Arduino Esplora

Jenis Mikrokontroller Atmega32U4

Tegangan Operasi 5 Volt

Tegangan yang Direkomendasikan 7-12 Volt

Batas Tegangan 6-20 Volt

Memori Flash 32 KB (4 KB untuk bootloader)

SRAM 2,5 KB

EEPROM 1 KB

Clock Speed 16 MHz

Panjang 16, 4 cm

Lebar 6 cm

Berat 53 gram

1.13Arduino Ethernet

Jenis Arduino yang satu ini bisa dibilang cukup unik karena telah memiliki fasilitas ethernet.

Fasilitas ini memungkinkan kamu untuk membuat proyek yang berhubungan dengan jaringan LAN.Adapun untuk jumlah pin digital dan analognya sama dengan Arduino Uno. Berikut ini spesifikasi teknis dari Arduino ethernet:

Tabel Spesifikasi Arduino Ethernet

(17)

Jenis Mikrokontroller Atmega328

(18)

Tegangan Operasi 5 Volt

Tegangan yang Direkomendasikan 7-12 Volt

Batas Tegangan 6-20 Volt

Pin Digital Input Output 14

Pin PWM yang Disediakan 4

Pin Input Analog 6

Maksimum Arus per Pin 40 mA

Maksimum Arus yang Dapat Ditarik pin 3,3 V 50 mA

Memori Flash 32 KB (0,5 KB untuk bootloader)

SRAM 2 KB

EEPROM 1 KB

Clock Speed 16 MHz

Panjang 6, 8 cm

Lebar 5, 3 cm

Berat 28 gram

2. APLIKASICONTROL 2.1 Pengertian Aplikasi Kontrol

Aplikasi control adalah pengendalian terkait dengan perangkat lunak(software) tertentu yang berkaitan dengan pekerjaan-pekerjaan tertentu yang dilakukan dalam pengolahan data. Semua pengendalian akan ditempatkan pada masing-masing sistem atau aplikasi, dan dapat merupakan pengendalian yang sifatnya manual maupun diprogramkan ke dalam sistem itu sendiri. Aplikasi control merupakan lingkup dari general control, sehingga apabila terjadi kelemahan dalam general control maka dapat berdampak terhadap berbagai jenis aplikasi yang telah dirancang.

2.2 Pengendalian Atas Masukkan (Input)

Mengapa diperlukan pengendalian input ? Karena input merupakan salah satu tahap dalam sistem komputerisasi yang paling krusial dan mengandung resiko.

Resiko yang dihadapi misalnya ialah:

 Data transaksi yang ditulis oleh pelaku transaksi salah.

 Kesalahan pengisian dengan kesengajaan disalahkan.

 Penulisan tidak jelas sehingga dibaca salah oleh orang lain (misalnya petugas yang harus meng-entry data tersebut ke komputer), khususnya bila yang diolah bukan dokumen aslinya, melainkan tembusan.

2.3 Pengendalian Atas Pengolahan (Processing )

(19)

Pengendalian proses (processing controls) ialah pengendalian intern untuk mendeteksi jangan sampai data (khususnya data yang sesungguhnya sudah valid) menjadi error karena adanya kesalahan proses.

Kemungkinan yang paling besar untuk menimbulkan terjadinya error adalah kesalahan logika program, salah rumus, salah urutan program, ketidakterpaduan antar subsistem atupun kesalahan teknis lainnya.

2.4 Pengendalian Atas Keluaran (Output )

Pengendalian keluaran (output controls) ialah pengendalian intern untuk mendeteksi jangan sampai informasi yang disajikan tidak akurat, tidak lengkap, tidak mutakhir datanya, atau didistribusikan kepada orang- orang yang tidak berhak. Kemungkinan resiko yang dihadapi yang terkait dengan keluaran ialah seperti telah disebutkan di atas:

laporan tidak akurat, tidak lengkap, terlambat atau data tidak uptodate, banyak item data yang tidak relevan, bias, dibaca oleh pihak yang tidak berhak. Dalam sistem yang sudah lebih terbuka (menggunakan jaringan komuni-kasi publik) potensi akses oleh hacker, cracker atau orang yang tidak berwenang lainnya menjadi makin tinggi.

2.5 Macam macam aplikasi control 1. Numerical Control (NC) Machine.

Mesin Numerical Control (NC) adalah mesin perkakas dengan bentuk otomasi terprogram yang prosesnya dikontrol dengan huruf dan simbol. Program mesin Numerical Control (NC) untuk setiap produk harus mencerminkan urutan langkah proses yang benar dengan hasil produk yang berkualitas dan kompetitif.

Pemrograman dalam mesin Numerical Control (NC) dapat dilaksanakan dalam 3 cara, yaitu:

 Pemrograman manual yang dilakukan pada mesin NC (on line, manual, NC data input).

 Pemrograman dengan bantuan komputer.

 Pemrograman terintegrasi dalam sistem CAD/CAM yang memanfaatkan basis data geometrik yang dihasilkan oleh perancang produk dengan sistem CAD.

2. Computer Numerical Control (CNC) Machine

Mesin Computer Numerical Control (CNC) adalah salah satu sistem numerical control (NC) yang mampu menyimpan program komputer untuk memenuhi beberapa atau keseluruhan fungsi-fungsi dasar numerical control (NC).

Mesin Computer Numerical Control (CNC) menggunakan minicomputer sebagai unit pengontrol.

(20)

3. Direct Numerical Control (DNC) Machine

Mesin Direct Numerical Control (DNC) adalah sistem manufacturing di mana beberapa mesin dikontrol dengan komputer secara langsung. Satu komputer dapat dipakai untuk mengontrol lebih dari 100 mesin (mampu sampai 256 mesin).

4. Flexible Manufacturing System (FMS) Machine

Mesin Flexible Manufacturing System (FMS) adalah suatu set CNC machine tools dan stasiun kerja penunjang yang dihubungkan oleh sustu sistem penanganan material terotomasi dan dikontrol oleh satu komputer pusat. Elemen dari mesin Flexible Manufacturing System (FMS) adalah: 1) Automatically reprogrammable machines 2) Automated tool delivery & changing 3) Automated material handling.

3. HUKUM KIRCHOFF II

3.1 Pengertian Hukum Khirchof II

Hukum ini berlaku pada rangkaian yang tidak bercabang yang digunakan untuk menganalisis beda potensial (tegangan) pada suatu rangkaian tertutup. Hukum II Kirchhoff biasa disebut Hukum Tegangan Kirchhoff atau Kirchhoff’s Voltage Law (KVL). Bunyi Hukum II Kirchhoff adalah:

(21)

“ Jumlah aljabar beda potensial (tegangan) pada suatu rangkaian tertutup adalah sama dengan nol. ”

Versi lain Hukum II Kirchhoff, yaitu pada rangkaian tertutup, berbunyi: jumlah aljabar GGL (ε) dan jumlah penurunan tegangan (IR) sama dengan nol. Secara matematis dapat dirumuskan sebagai: Σ ε+Σ IR = 0.

3.2 Aturna Hukum Kirchoff

1. Untuk setiap lintasan tertutup, Grameds harus memilih loop dengan arah tertentu.

Kamu bebas menentukan arah loop-nya (apakah mau searah jarum jam atau berlawanan), namun lebih baik gunakan arah yang searah dengan arusnya

2. Pada suatu cabang, jika arah loop sama dengan arah arus maka penurunan tegangan (IR) bertanda positif, jika berlawanan arah maka penurunan tegangan (IR) bertanda negatif. Contohnya gini. Kalo misalkan arah loop searah jarum jam terus arah arusnya juga searah jarum jam, maka nanti penurunan tegangan (IR) positif karena sama-sama searah jarum jam

Kalo misalkan nanti loopnya berlawanan arah jarum jam tapi arusnya searah jarum jam maka IR-nya bertanda negatif.

3. Jika saat mengikuti arah loop, kutub sumber tegangan yang lebih dulu dijumpai adalah kutub positif maka GGL bertanda positif.

(22)

Sebaliknya, jika kutub yang lebih dahulu dijumpai adalah kutub negatif maka GGL bertanda negatif.

3.3 Rumus Hukum kirchof II

Hukum Kirchoff 2 menyatakan bahwa di dalam suatu rangkaian tertutup, jumlah aljabar gaya listrik dan penurunan tegangan sama dengan nol. Penurunan tegangan sama dengan nol berarti tidak ada energi listrik yang hilang dalam rangkaian tersebut.

Dengan demikian, energi listrik bisa digunakan atau diserap seluruhnya. Secara matematis, rumus Hukum Kirchoff 2 adalah sebagai berikut:

3.4 Penerapan hukum kirchof II dalam kehidupan sehari – hari

Secara kasat mata penerapan Hukum Kirchoff susah dilihat karena implementasinya berbentuk sebuah rumusan dalam menjalankan rangkaian listrik. Apa yang dapat kita lihat hanyalah komponen listrik menggunakan rangkaian paralel ataupun seri.

Dalam penerapan Hukum Kirchoff, kalau kamu menggunakan rangkaian seri pada lampu di rumahmu, maka lampu yang berada dekat dengan sumber listrik akan menyala lebih terang dari pada lampu yang berada jauh dari sumber listrik.

Namun, kalau kamu menyusun lampu dengan dengan rangkaian paralel, seluruh lampu yang terpasang akan punya tingkat keterangan yang sama, tidak bergantung pada jarak dengan sumber listrik.

(23)

BAB III PENUTUP

Arduino merupakan pengendali mikro single-board yang bersifat open-source, diturunkan dari Wiring platform, dirancang untuk memudahkan penggunaan elektronik dalam berbagai bidang.

Hardwarenya memiliki prosesor Atmel AVR dan softwarenya memiliki bahasa pemrograman sendiri.

Hardware Arduino diprogram menggunakan bahasa pemrograman C/C++, yang sudah disederhanakan dan dimodifikasi. Arduino mengikuti pola pemrograman Wiring (syntax dan library).

Sementara untuk editor pemrograman nya (IDE – Intergrated Development Enviroment) dikembangkan dari Processing.

Hukum kirchof II bebunyi “ Jumlah aljabar beda potensial (tegangan) pada suatu rangkaian tertutup adalah sama dengan nol. ” : jumlah aljabar GGL (ε) dan jumlah penurunan tegangan (IR) sama dengan nol. Secara matematis dapat dirumuskan sebagai: Σ ε+Σ IR = 0.

(24)

DAFTAR PUSTAKA

Arduino, http://www.arduino.cc

Banzi, Massimo. “Gettting Started with Arduino”. O’Reilly. 2008 Physical computing , http://en.wikipedia.org/wiki/Physical_computing http://arduino.cc/en/Main/ArduinoBoardUno/

https://www.kompas.com/skola/read/2022/06/27/150000669/

https://www.quipper.com/id/blog/mapel/fisika/hukum-kirchoff/

Gambar

Tabel Spesifikasi Arduino Uno R3
Tabel Spesifikasi Arduino Mega 2560
Tabel Spesifikasi Intel Galileo
Tabel Spesifikasi Arduino Duemilanove
+7

Referensi

Dokumen terkait

 Percobaan membuktikan hukum kirchoff 1 “arus yang masuk sama dengan arus yang keluar” meskipun pada data tidak benar benar menghasilkan angka yang sempurna

Abstrak--Makalah ini berisi tentang aplikasi algoritma greedy untuk pemilihan misi pada permainan Assassin’s Creed : Revelations. Pemilihan misi dalam permainan

Teori Hukum Dalam Aplikasi Diversi untuk Memberikan Jaminan Perlindungan Hukum Terhadap Anak yang Berhadapan dengan Hukum dalam Sistem Peradilan Pidana Anak

Makalah ini berisi informasi dasar aplikasi aljabar vektor bagi pengembang game atau game developer yang dapat membantu Anda untuk memahami penggunaan vektor di dalam

Setelah melakukan kegiatan pengamatan dan simulasi peserta didik dapat menentukan nilai kuat arus listrik dalam suatu rangkaian berdasarkan konsep Hukum Kirchoff dengan

ILMU HUKUM DAN PENELITIAN HUKUM makalah nov

Hukum Mendel II Pada Hukum Mendel II atau yang juga dikenal sebagai Hukum Independent Assortment atau Hukum Pengelompokan Gen Secara Bebas, menyatakan bahwa ‘bila dua individu berbeda

Makalah mengenai Tujuan Hukum dan Teori Tujuan