Edisi 20 TH IV [2021]MAISONA
1
Pelindung
Direktur Jenderal Perumahan Penanggungjawab/
Pemimpin Redaksi M. Hidayat
Penanggungjawab Bidang/Dewan Redaksi
Direktur Sistem dan Strategi Penyelenggaraan Perumahan Direktur Rumah Umum dan Komersial
Direktur Rumah Swadaya Direktur Rumah Susun Direktur Rumah Khusus Direktur Kepatuhan Intern Redaktur Pelaksana Sigit Haryo Pamungkas (Ketua) Suharlin (Wakil)
Editor
Ristyan Mega Putra Junaidi
Penulis Erwin Alimudin Aditya Putra Sukmawati Anwar Iin Nur Salamah Desain Grafis Muhaimin Fotografer Achmad Muhaimin Astri Depitasari
Administrasi dan Distribusi Nurul Umi
Diterbitkan oleh:
Ditjen Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
Alamat Redaksi:
Gedung G, Lt.8 Ditjen Perumahan Jl. Pattimura No. 20 Kebayoran Baru Jakarta Selatan 11210 Email:
[email protected] www.Perumahan.pu.go.id
[ DAPUR REDAKSI ]
MEDIA INFORMASI & KOMUNIKASI DITJEN PERUMAHAN
MAISONA Mengenal
Rumah Khusus
S
alah satu program pembangunan hunian yang dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Perumahan adalah rumah khusus. Ya rumah khusus menjadi program unggulan di bidang perumahan bersama beberapa program lainnya seperti rumah susun, rumah swadaya dan penyaluran bantuan prasarana, sarana dan utilitas (PSU) untuk rumah bersubsidi pemerintah.Pelaksanaan pembangunan rumah khusus dilaksanakan oleh Direktorat Rumah Khusus yakni salah satu unit kerja Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR. Berdasarkan Peraturan Menteri PUPR Nomor 13/
PRT/M/2020 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian PUPR.
Rumah Khusus dapat didefinisikan sebagai rumah yang diselenggarakan untuk memenuhi kebutuhan khusus. Penyediaan rumah khusus yang dilaksanakan Kementerian PUPR dapat berupa pembangunan rumah berbentuk rumah tunggal, kopel serta rumah deret dengan tipologi berupa rumah tapak atau rumah panggung serta prasarana, sarana dan utilitas umum.
Target prioritas pembangunan rumah berdasarkan peraturan yang ada antara lain masyarakat yang terdampak bencana, terdampak program pembangunan pemerintah, masyarakat yang tinggal di daerah perbatasan dan pulau Terluar, daerah Terpencil serta Tertinggal (3T).
Selain menyajikan seluk beluk mengenai Program Rumah Khusus, Maisona edisi ini juga menyajikan berbagai ragam informasi tentang capaian Program Sejuta Rumah pasca lebaran yang angkanya sudah mencapai 280.490 unit di seluruh Indonesia. Semangat membangun hunian layak pun terus digaungkan oleh Direktorat Jenderal Perumahan bersama para pemangku kepentingan bidang perumahan di Indonesia.
Pembangunan Transit Oriented Development (TOD) di sekitar Stasiun Rawa Buntu, Tangerang Selatan, Banten serta kebijakan tentang Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) pun menjadi hal yang menarik untuk diulas. Hasil liputan awak Maisona lainnya juga tak kalah menarik seperti pelaksanaan Program Reformasi Birokrasi serta sejumlah kegiatan yang dilaksanakan oleh Direktorat Teknis serta Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (P2P) dari berbagai wilayah di Indonesia.
Di masa pandemi ini, kami pun mengingatkan agar para pembaca tidak lupa untuk tetap melakukan investasi yang tepat. Mari kita tetap berupaya menjaga kesehatan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan dan tetap berdoa agar pandemi ini bisa segera berakhir.
Selamat membaca!
MAISONA 20.indd 1
MAISONA 20.indd 1 7/16/2021 2:42:26 AM7/16/2021 2:42:26 AM
2
Edisi 20 TH IV [2021]MAISONA01 DAPUR REDAKSI 03 SERAMBI 04 JENDELA
IR. M. HIDAYAT
28 INFO BALAI 30 BERANDA
RUMAH KHUSUS
BAGI KEBUTUHAN KHUSUS
52 RUMAH ADAT
MENGENAL MACAM-MACAM RUMAH ADAT KALIMANTAN
32 JELAJAH
SEJARAH DAN MITOS TAMANSARI YOGYAKARTA
30 OPINI
KREDIT PEMILIKAN RUMAH DALAM PERSPEKTIF HUKUM
08 RUANG UTAMA
HUNIAN KHUSUS RELOKASI WARGA TERDAMPAK BENDUNGAN
12 BERANDA
PASCA LEBARAN PSR TEMBUS 280.490 UNIT
ACHAMD MUHAIMIN
26 SISI LAIN KEBIJAKAN PERUMAHAN
MAISONA 20.indd 2
MAISONA 20.indd 2 7/16/2021 2:42:27 AM7/16/2021 2:42:27 AM
Edisi 20 TH IV [2021]MAISONA
3
P
erumahan merupakan salah satu hak dasar manusia yang harus di penuhi. Namun demikian, dalam pelaksanaan di lapangan tentunya banyak kendala juga yang dihadapi untuk melaksanakan program perumahan tersebut.Pelaksanaan Program Sejuta Rumah (PSR) yang dilaksanakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bersama pemangku kepentingan bidang perumahan juga harus dibarengi pelayanan
publik yang prima. Untuk itu, koordinasi antar unit kerja, pelaksanaan standar opersional prosedur (SOP) serta inovasi pelayanan publik sangat diperlukan guna mempermudah akses informasi bidang perumahan di masa pandemi Covid-19 ini.
Untuk mendorong peningkatan pelayanan publik di bidang perumahan Sekretariat Direktorat Jenderal Perumahan melaksanakan kegiatan Rapat Koordinasi dan Evaluasi Pelayanan Publik Direktorat Jenderal Perumahan di Bogor, Senin (24/5/2021). Kegiatan tersebut diikuti olehg perwakilan unit kerja di Ditjen Perumahan. Sedangkan narasumber yang hadir adalah berasal dari Deputi Koordinasi Pelaksanaan Kegiatan dan Evaluasi Pelayanan Publik Wilayah II Deputi Bidang Pelayanan Publik Kementerian PANRB dan Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR.
Dalam kegiatan tersebut dilaksanakan pendataan serta evaluasi pelayanan publik bidang perumahan yang
Tingkatkan Pelayanan Publik
Desain Cover: Muhaimin Foto Cover: Dok. Ditjen Perumahan PUPR
dilaksanakan Ditjen Perumahan agar sesuai dengan kondisi dan kebutuhan informasi dari masyarakat saat ini.
Salah satu hal untuk mengetahui tingkat pelayanan publik yang dilaksanakan sudah berjalan dengan baik atau belum adalah melalui saluran pengaduan masyarakat. Ya, pengaduan masyarakat tidak boleh ditanggapi sebelah mata.
Hal itu dikarenakan penanganan pengaduan masyarakat akan berpengaruh pada tingkat pelayanan publik yang dilaksanakan oleh Kementerian PUPR.
Pelayanan publik Ditjen Perumahan ke depan harus lebih di tingkatkan dan dilaksanakan dengan baik tidak hanya untuk lingkup internal Ditjen Perumahan tapi juga harus dapat menjangkau masyarakat secara luas. Salah satunya dengan pemanfaatkan teknologi informasi maupun media sosial. Selain itu, Sumber Daya Manusia serta sarana prasarana juga harus dipenuhi untuk mendukung pelayanan publik Ditjen Perumahan kepada masyarakat dan perlu adanya Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Publik khusus di bidang perumahan.
Salah satu yang kami upayakan untuk mempermudah layanan kepada penerima manfaat untuk program perumahan adalah melalui pemanfaatan Sistem Informasi Bantuan Perumahan (SIBARU). Melalui sistem tersebut kini pemerintah daerah dapat mengusulkan bantuan perumahan baik rumah susun, rumah khusus, rumah swadaya dan bantuan prasarana, sarana dan utilitas (PSU) secara online. Direktorat Jenderal Perumahan juga memiliki berbagai saluran penyebaran informasi dan publikasi melalui website www.perumahan.pu.go.id serta media sosial seperti instagram @perumahan_pupr, youtube @perumahan_pupr dan twitter @perumahan_pupr.
Ke depan untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pelayanan publik, Direktorat Jenderal Perumahan harus mampu mengintegrasikan seluruh sistem informasi yang ada untuk mempermudah masyarakat dalam mengakses informasi dan memberikan pelayanan prima.
BAGIAN HUKUM DAN KOMUNIKASI PUBLIK DITJEN PERUMAHAN PUPR
[ SERAMBI ]
MAISONA 20.indd 3
MAISONA 20.indd 3 7/16/2021 2:42:28 AM7/16/2021 2:42:28 AM
4
Edisi 20 TH IV [2021]MAISONASaat ini program pembangunan
perumahan menjadi salah satu hal penting bagi masyarakat.
Rumah yang layak huni menjadi hal
yang mendasar agar masyarakat
tetap terjaga kesehatannya.
Adanya Program Sejuta Rumah selain membuat sektor industri bergerak, juga membuka lapangan pekerjaan bagi banyak orang. Masyarakat pun di libatkan secara aktif melalui program padat karya di bidang perumahan dengan menjadi pekerja bangunan maupun tukang sehingga mereka bisa memiliki penghasilan serta mewujudkan rumah yang layak huni dengan struktur bangunan yang baik.
Program Sejuta Rumah akan tetap dilanjutkan pelaksanaannya oleh kementerian PUPR agar setiap warga negara Indonesia dapat memiliki dan tinggal di rumah yang layak huni. Apalagi di masa pandemi Covid-19 ini rumah menjadi salah satu hal penting bagi masyarakat agar bisa terhindar dari penularan Covid-19.
Program Sejuta Rumah akan tetap dilanjutkan karena rumah atau papan merupakan salah satu kebutuhan pokok masyarakat yang harus dipenuhi selain sandang dan pangan
Kementerian PUPR juga akan berusaha agar pembangunan fisik perumahan yang termasuk dalam Program Sejuta Rumah seperti rumah susun, rumah swadaya, rumah khusus dan prasarana sarana dan utilitas (PSU) seperti jalan lingkungan perumahan dapat tetap berjalan di lapangan.
Program sejuta rumah adalah program yang mengkolaborasi serta menggerakkan seluruh stakeholder baik pemerintah pusat,
PANDEMI COVID-19 DAN PERUMAHAN
Pandemi Covid-19 mulai melanda Indonesia sejak awal tahun 2020 lalu.
Kini Indonesia pun memasuki tahun ke dua masa pandemi dan belum ada tanda- tanda akan berakhir. Namun hal itu tentu jangan sampai menyurutkan semangat pegawai Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR untuk senantiasa melaksanakan tugas pembangunan rumah untuk masyarakat.
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Perumahan terus melaksanakan Program Sejuta Rumah (PSR). Program tersebut sebagai wujud nyata kehadiran pemerintah dalam upaya menyediakan hunian layak untuk seluruh masyarakat Indonesia.
Program Sejuta Rumah diyakini mampu membantu masyarakat di Indonesia dalam menghadapi pandemi Covid-19. Selain itu, pemerintah juga optimis sektor perumahan akan bangkit dan menjadi lokomotif pembangunan sekaligus mendukung pemulihan perekonomian nasional.
Meskipun saat ini Indonesia masih mengalami kondisi pandemi Covid-19, namun di lapangan pelaksanaan Program Sejuta Rumah terus berjalan.
Program perumahan dinilai dapat menjadi lokomotif pembangunan serta membantu pemulihan perekonomian secara nasional.
Sekretaris Direktorat Jenderal Perumahan
M. Hidayat
MAISONA 20.indd 4
MAISONA 20.indd 4 7/16/2021 2:42:29 AM7/16/2021 2:42:29 AM
Edisi 20 TH IV [2021]MAISONA
5
daerah, swasta, dan masyarakat untuk membangun rumah sebanyak banyaknya untuk masyarakat. Program tersebut merupakan upaya terobosan pemerintah untuk mengatasi masalah kekurangan kebutuhan (backlog) perumahan.
Berdasarkan data yang dimiliki Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, dalam pelaksanaan Program Sejuta Rumah pemerintah menargetkan sebanyak 70 persen pembangunan rumah untuk MBR dan 30 persen untuk rumah non MBR.
Adanya pandemi Covid -19 juga mendorong Kementerian PUPR untuk terus melaksanakan berbagai program pembangunan pro rakyat yakni Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah untuk masyarakat.
Adanya program tersebut selain dapat mewujudkan hunian yang layak huni juga mendorong laju perekonomian sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Program BSPS berdasarkan data yang dimiliki Kementerian PUPR diperkirakan dapat menyerap ratusan ribu orang tenaga kerja. Melalui
Program BSPS ini pemerintah ingin agar masyarakat dapat meningkatkan kualitas rumahnya sehingga lebih layak huni dan membuka lapangan kerja bagi masyarakat jelang pelaksanaan new normal Pandemi Covid-19.
Sebagai informasi, program pembangunan rumah secara swadaya merupakan salah satu program perumahan yang tengah di dorong oleh Kementerian PUPR untuk meningkatkan jumlah rumah layak huni untuk masyarakat di Indonesia.
Rumah swadaya berdasarkan Undang- Undang Nomor 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman dapat diartikan sebagai rumah yang dibangun atas prakarsa dan upaya masyarakat sendiri.
Sedangkan, Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) merupakan bantuan dari pemerintah bagi masyarakat berpenghasilan untuk mendorong dan meningkatkan keswadayaan dalam peningkatan kualitas rumah dan pembangunan baru rumah beserta prasarana, sarana dan utilitasnya.
Beberapa kriteria penerima BSPS antara lain Warga Negara Indonesia (WNI) sudah berkeluarga, memiliki tanah yang ditandai dengan bukti kepemilikan tanah yang sah, tinggal di rumah satu-satunya dalam kondisi tidak layak huni atau belum memiliki rumah, belum pernah mendapatkan BSPS atau bantuan sejenis, memiliki penghasilan maksimum sesuai upah minimum provinsi, dan bersedia melaksanakan dengan berswadaya, berkelompok, dan tanggung renteng untuk menyelesaikan pembangunan rumah.
Selain itu Direktorat Jenderal Perumahan juga ikut memberikan dukungan penuh terhadap program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dalam masa pandemi Covid-19.
Beberapa hal yang dilaksanakan antara lain dengan mempercepat pelaksanaan kegiatan dan juga penyerapan anggaran Ditjen
Perumahan dalam rangka mendorong realisasi belanja negara sebagai motor PEN khususnya dalam kegiatan padat karya dalam pembangunan perumahan swadaya.[M]
FOTO: DOK. DITJEN PERUMAHAN/MUHAIMIN
MAISONA 20.indd 5
MAISONA 20.indd 5 7/16/2021 2:42:30 AM7/16/2021 2:42:30 AM
6
Edisi 20 TH IV [2021]MAISONARUMAH KHUSUS
UNTUK HUNIAN KEBUTUHAN KHUSUS
MAISONA 20.indd 6
MAISONA 20.indd 6 7/16/2021 2:42:30 AM7/16/2021 2:42:30 AM
Edisi 20 TH IV [2021]MAISONA
7
[ RUANG UTAMA ]
Pembangunan infrastruktur secara tidak langsung juga akan berdampak pada hunian masyarakat di sekitarnya. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memiliki program pembangunan rumah khusus bagi masyarakat yang terdampak program pembangunan tersebut.
“Rumah khusus adalah program Kementerian PUPR yang dibangun untuk memenuhi kebutuhan khusus, seperti pemukiman kembali korban bencana/pengungsi, guru, tenaga medis dan petugas di daerah perbatasan dan pulau terpencil, termasuk pemukiman kembali masyarakat terdampak program pemerintah,”
kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.
Berdasarkan Surat Edaran Direktur Jenderal Perumahan Nomor 13/SE/Dr/2020 tentang Pedoman Perencanaan Teknis Pembangunan Rumah Khusus, terdapat beberapa kategori rumah khusus yang dibangun oleh Direktorat Jenderal Perumahan.
Kategori pertama adalah rumah khusus berkearifan lokal. Konsep pembangunan umah khusus ini mengambil desain rumah-rumah adat yang ada di daerah. Gaya arsitektur lokal yang khas tetap dipertahankan sehingga masih terlihat desain khas dari daerah tersebut. Penggunaan elemen-elemen bahan bangunan dari lingkungan sekitar serta pengaturan sirkulasi udara yang baik membuat rumah khusus ini lebih menonjolkan sisi trandisional
adat dari masing-masing daerah. Beberapa lokasi pembangunan rumah khusus berkearifan lokal telah dibangun Direktorat Jenderal Perumahan di wilayah Talaud, Belu, Kepulauan Aru dan Suku Anak Dalam di Jambi.
Selanjutnya adalah rumah tapak perumahan khusus berwawasan lingkungan. Beberapa perumahan khusus yang telah dibangun saat ini berada di daerah Bogor, Jawa Barat, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah dan di Donggala, Sulawesi Tengah.
Berdasarkan arahan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dan Peraturan Menteri PUPR Nomor 20 Tahun 2017 tentang Fokus Prioritas Pembangunan Rumah Khusus ke depan, terdapat beberapa prioritas utama pembangunan rumah khusus diantaranya pembangunan rumah khusus untuk masyarakat terdampak bencana. Sejumlah proyek pembangunan pun telah dilaksanakan untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana diantaranya pembangunan hunian tetap pasca bencana di Sulawesi Tengah.
Pada Tahun Anggaran 2021 Kementerian PUPR menargetkan untuk membangun 2.349 unit rumah khusus. Target ini meningkat dari Tahun Anggaran 2020 yakni 1.575 unit rumah khusus. Rumah Khusus merupakan bagian dari Program Sejuta Rumah yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo pada April 2015 lalu.
FOTO: DOK. DITJEN PERUMAHAN/MUHAIMIN
MAISONA 20.indd 7
MAISONA 20.indd 7 7/16/2021 2:42:31 AM7/16/2021 2:42:31 AM
8
Edisi 20 TH IV [2021]MAISONAPembangunan rumah khusus juga dilaksanakan untuk mendukung program strategis nasional seperti perencanaan dan pembangunan rumah jabatan pada Ibu Kota Negara serta pembangunan rumah barak dan rumah tapak guna mendukung Program Pengembangan Food Estate di Kalimantan Tengah.
Direktorat Jenderal Perumahan juga mendorong agar pembangunan rumah khusus tetap menjunjung tinggi konsep pembangunan berkearifan lokal dan berwawasan lingkungan.
Saat ini sudah ada sejumlah hasil pembangunan rumah khusus yang telah dibangun untuk masyarakat antara lain rumah khusus pasca bencana kerusuhan Wamena sebanyak 193 unit rumah tapak tipe 36 tunggal. Selain itu juga ada rumah khusus bagi korban tragedi Nduga yang dibangun sebanyak 23 unit.
Selanjutnya adalah rumah khusus bagi para atlet yang meraih prestasi di ajang Asian Games yakni untuk para atlet dayung (77 unit), atlet tenis (7 unit), peraih medali emas di luar dayung dan tenis (42 unit). Selain itu, para atlet yang meraih medali emas di ajang paragemas juga mendapatkan bantuan rumah khusus dari Kementerian PUPR sebanyak 40 unit.
Adanya bencana alam yang terjadi di daerah juga membuat Direktorat
Jenderal Perumahan terjun langsung ke lapangan untuk membantu penyediaan hunian masyarakat yang terdampak bencana.
Salah satu lokasinya adalah pembangunan rumah khusus pasca bencana gempa bumi di Banjarnegara, Jawa Tengah beberapa waktu lalu. Pembangunannya dilaksanakan secara dua tahap yakni tahap pertama di tahun 2019 sebanyak 87 unit dan tahap kedua tahun 2020 lalu sebanyak 151 unit. Selain itu, juga ada pembangunan rumah khusus bagi masyarakat yang terdampak gempa bumi, tsunami dan lukuifaksi di Sulawesi Tengah yakni di daerah Pombewe sebanyak 400 unit dan Duyu sebanyak 230 unit.
Masyarakat yang huniannya terdampak pembangunan proyek infrastruktur juga mendapatkan bantuan rumah khusus. Salah satunya berlokasi di sekitar Bendungan Kuningan. Jumlah hunian yang akan dibangun untuk masyarakat yang terkena relokasi akibat pembangunan bendungan kuningan sebanyak 419 unit.
Ada juga pembangunan hunian tetap untuk masyarakat terdampak bencana tanah longsor di Kabupaten Bogor yakni di Kampung Sigoong, Desa Sukaraksa, Kecamatan Cigudeg sebanyak 205 unit dan di Kampung Urug, Desa Urug, Kecamatan Sukajaya sebanyak 358 unit.
FOTO: DOK. DITJEN PERUMAHAN/MUHAIMIN
MAISONA 20.indd 8
MAISONA 20.indd 8 7/16/2021 2:42:31 AM7/16/2021 2:42:31 AM
Edisi 20 TH IV [2021]MAISONA
9
[ RUANG UTAMA ]
HUNIAN KHUSUS RELOKASI MASYARAKAT TERDAMPAK BENDUNGAN KUNINGAN
K
ementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Perumahan saat ini tengah membangun rumah khusus untuk merelokasi masyarakat yang terdampak pembangunan Bendungan Kuningan di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.Setidaknya terdapat 444 rumah tipe 36 yang tengah dalam proses pembangunan di lapangan dan diharapkan dapat segera selesai.
Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Khalawi Abdul Hamid pun langsung terjun ke lapangan guna memastikan rumah khusus untuk merelokasi masyarakat yang terdampak pembangunan Bendungan Kuningan di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat dapat digunakan untuk segera dihuni dalam waktu dekat.
“Kami terus mendorong Pembangunan Rumah Khusus untuk Relokasi Masyarakat yang terdampak pembangunan Bendungan Kuningan ini. Nantinya mereka akan dipindahkan ke lokasi ini sehingga bisa menempati rumah beserta keluarganya,”
ujar Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Khalawi Abdul Hamid saat melakukan kunjungan kerja ke lokasi pembangunan rumah khusus di Kuningan, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.
Khalawi menerangkan, rumah khusus tersebut dibangun oleh Satuan Kerja Penyediaan Perumahan Provinsi Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan Jawa II di Desa Sukarapih, Kecamatan Cibereum, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat sekitar 4 kilometer dari lokasi Bendungan Kuningan.
Pada kegiatan itu, Dirjen Perumahan bersama rombongan mengecek rumah yang sedang dibangun serta melakukan dialog dengan pihak pelaksana
pembangunan untuk mengetahui progress serta kendala pembangunan di lapangan.
Khalawi menerangkan, rumah khusus yang dibangun di Desa Sukarapih, Kecamatan Cibereum, Kabupaten Kuningan, Jawa
Barat sudah dalam proses finishing dan penyelesaian Prasarana Sarana dan Utilitas (PSU).
Pada kegiatan ini, Dirjen Perumahan beserta rombongan memastikan seluruh rumah yang dibangun layak dan dapat segera digunakan. Dalam kegiatan kunjungannya Dirjen Perumahan juga melakukan dialog dengan pihak pelaksana pembangunan serta Bupati Kuningan untuk mengetahui progres serta kendala pembangunan di lapangan.
“Saat ini progress pembangunan 419 rumah yang terbagi dalam 4 tahap ini sudah mencapai 90 persen. Pekerjaan pembangunan yang saat ini dilaksakan adalah pekerjaan pengecatan, instalasi jaringan listrik dan air bersih yang akan segera rampung dalam waktu kurang dari 15 hari. Pekerjaan instalasi listrik dan air bersih akan dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah dan dibantu Direktorat Jenderal Sumber Daya Air” katanya.
Bupati Kuningan Acep Purnama yang juga ikut mendampingi kunjungan Direktur Jenderal Perumahan pun menyatakan siap mendukung pelaksanaan pembangunan rumah khusus tersebut. Pemerintah Daerah pastikan jaringan listrik dan air bersih akan segera masuk dalam perumahan ini. Adapun luas lahan untuk lokasi pembangunan Rumah Khusus ini sekitar 7,2 hektar.
“Besok tiang-tiang listrik dari PLN sudah mulai masuk beserta dengan gardu listriknya. Dan untuk jaringan air bersih akan segera diusakan dari PDAM setempat untuk segera menyiapkan jalurnya,” ujarnya.
- Khalawi AH -
Dirjen Perumahan PUPR
“ Nantinya mereka akan pindah ke lokasi ini bersama keluarganya,
tentu saja dengan kondisi rumah yang
lebih baik”
FOTO: DOK. DITJEN PERUMAHAN/ADITYA PUTRA
MAISONA 20.indd 9
MAISONA 20.indd 9 7/16/2021 2:42:31 AM7/16/2021 2:42:31 AM
10
Edisi 20 TH IV [2021]MAISONAS
ebanyak 2.588 unit rumah khusus dibangun Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk merelokasi masyarakat yang terdampak bencana alam banjir bandang di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).Direktur Rumah Khusus Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Yusniewati menerangkan, bantuan rumah khusus tersebut nantinya diperuntukkan bagi masyarakat yang terdampak bencana alam yakni banjir bandang yang terjadi beberapa waktu lalu.
“Jumlah anggaran untuk pembangunan rumah khusus di NTT dan NTB yang akan disalurkan senilai Rp 338,05 Milyar,” ujar Yusniewati.
Pembangunan rumah khusus dilaksanakan di dua kabupaten yakni Kabupaten Bima sebanyak 185 unit senilai Rp 25,25 Milyar dan Kabupaten Dompu sebanyak 107 unit senilai Rp 13,3 Milyar. Sedangkan pembangunan rumah khusus di NTT dilaksanakan di enam kabupaten / kota antara lain Kabupaten Kupang (14 unit), Kabupaten Flores Timur (300 unit), Kabupaten Lembata (700 unit), Kota Kupang (530 unit), Kabupaten Alor (599 unit) dan kabupaten Rote Ndao (153 unit)
KORBAN BENCANA DI NTB DAN NTT
SIAP DIBANGUNKAN RUMAH
FOTO: DOK. DITJEN PERUMAHAN/ADITYA PUTRA
MAISONA 20.indd 10
MAISONA 20.indd 10 7/16/2021 2:42:33 AM7/16/2021 2:42:33 AM
Edisi 20 TH IV [2021]MAISONA
11
[ RUANG UTAMA ]
“Kami targetkan seluruh proses pembangunan rumah khusus rampung bulan Desember tahun ini. Pembangunan rumah khusus akan menggunakan teknologi Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA),” terangnya.
Pembangunan rumah khusus ini, imbuhnya, merupakan bentuk nyata dan komitmen bersama antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan juga pemerintah kabupaten untuk hadir bersama membantu masyarakat yang terdampak bencana alam.
Rumah Khusus yang akan dibangun di Kabupaten Dompu sebanyak 107 rumah dengan tipe 36. Rumah tersebut dibangun di atas tanah milik pemerintah daerah seluas 28,670 meter persegi. Direktorat Rumah Khusus pun telah melaksanakan proses peletakan batu pertama sebagai tanda dimulainya pembangunan rumah khusus tersebut.
Tempat tinggal pada dasarnya merupakan kebutuhan dasar masyarakat untuk meningkatkan harkat dan martabat sebagai manusia. Sesuai moto Kementerian PUPR, bekerja keras, bekerja cerdas bergerak dan bertindak cepat untuk menanggulanginya dan semoga rumah ini selesai sesuai target agar masyarakat dapat menghuni rumah dan lingkungan yang nyaman.
Kegiatan groundbreaking ini didahului dengan doa dan ditandai
dengan dengan melakukan peletakan batu pertama oleh Bupati Dompu, Kader Jaelani bersama Ketua Satgas Penanggulangan Bencana NTT dan NTB dari Kementerian PUPR, Widiarto, Direktur Rumah Khusus Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Yusniewati, Sekretaris Jenderal Perumahan M. Hidayat, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat, Ridwansyah.
Turut hadir di lokasi Kepala balai pelaksana penyediaan perumahan nusa tenggara I, Rini Dyah Mawarty, Kepala balai prasarana pemukiman wilayah provinsi NTB, Ika Sri Rejeki, dan tampak beberapa masyarakat yang mendapatkan bantuan rumah khusus.
Bupati Dompu, Kader Jaelani, mewakili masyarakat mengucapkan terima kasih pada pemerintah yang sudah membantu teralisasinya rumah khusus relokasi bagi masyarakat yang terdampak bencana.
“Terima kasih kepada Kementerian PUPR yang telah berupaya keras dengan aksi cepatnya untuk menghadirkan rumah hunian tetap serta Prasarana, sarana dan utilitas (PSU) untuk masyarakat Dompu pasca bencana banjir bandang, dan dengan adanya peletakan baru bertama ini diharapkan akan disusul pengerjaan lainnya agar masyarakat dapat segera pindah dari pengungsian” terangnya.
FOTO: DOK. DITJEN PERUMAHAN/ADITYA PUTRA
MAISONA 20.indd 11
MAISONA 20.indd 11 7/16/2021 2:42:35 AM7/16/2021 2:42:35 AM
12
Edisi 20 TH IV [2021]MAISONAP
enyediaan RUMAH khusus dilaksanakan Kementerian PUPR berdasarkan Undang-undang Nomor 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman.Adapun turunan pelaksanaannya adalah Peraturan Menteri PUPR Nomor 20/
PRT/M/2017 tentang Penyediaan Rumah Khusus.
Rumah Khusus dapat didefinisikan sebagai rumah yang diselenggarakan untuk memenuhi kebutuhan khusus. Penyediaan rumah khusus yang dilaksanakan Kementerian PUPR dapat berupa
pembangunan rumah berbentuk rumah tunggal, kopel serta rumah deret dengan tipologi berupa rumah tapak atau rumah panggung serta prasarana, sarana dan utilitas umum.
Target prioritas pembangunan rumah berdasarkan peraturan yang ada antara lain masyarakat yang terdampak bencana, terdampak program pembangunan pemerintah, masyarakat yang tinggal di daerah perbatasan dan pulau Terluar, daerah Terpencil serta Tertinggal (3T).
Untuk mendapatkan bantuan rumah
khusus, setidaknya ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh calon penerima bantuan. Pertama adalah lokasi pembangunan sudah sesuai dengan Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW).
Kedua, lahan tersebut merupakan miliki pemerintah daerah atau kementerian/
lembaga terkait.
Kedua, lahan tersebut merupakan miliki pemerintah daerah atau kementerian/
lembaga terkait.
Syarat ketiga adalah lahan yang
disedaiakan adalah lahan yang matang dan
Mengenal Lebih Dekat
apa itu Rumah Khusus
FOTO: DOK. DITJEN PERUMAHAN
MAISONA 20.indd 12
MAISONA 20.indd 12 7/16/2021 2:42:35 AM7/16/2021 2:42:35 AM
Edisi 20 TH IV [2021]MAISONA
13
[ RUANG UTAMA ]
berada di luar zonasi bencana. Dan syarat terakhir adalah tersedia sumber air bersih, listrik dan terdapat akses ke kawasan rumah khusus tersebut.
Pelaksanaan pembangunan rumah khusus dilaksanakan oleh Direktorat Rumah Khusus yakni salah satu unit kerja Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR.
Berdasarkan Peraturan Menteri PUPR Nomor 13/PRT/M/2020 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian PUPR, tugas dari Direktorat Rumah Khusus adalah melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan pelaksanaan di bidang pembianaan penyediaan rumah khusus, penyusunan program dan anggaran perencanaan teknis, penyusunan standard an pedoman, pemberian bimbingan teknis dan supervisi, pengelolaan serta pemantauan dan evaluasi di bidang penyediaan rumah khusus.
Adapun fungsi dari Direktorat Rumah Khusus antara lain :
1. Penyiapan perumusan kebijakan di bidang penyediaan rumah khusus 2. Pelaksanaan kebijakan di bidang
pembinaan penyelenggaraan rumah khusus
3. Penyiapan penyusunan program dan anggaran bidang penyediaan rumah khusus
4. Penyiapan perencanaan teknis di bidang penyediaan rumah khusus 5. Penyiapan penyusunan standar dan
pedoman bidang penyediaan rumah khusus
6. Pemberian bimbingan teknis dan supervisi penyediaan rumah khusus.
7. Pelaksaanan fasilitasi pengelolaan rumah khusus
8. Pelaksanaan pemantauan dan evaluasi rumah khusus 9. Pelaksanaan urusan tata usaha
Direktorat Rumah Khusus.
BENCANA - DAMPAK PROGRAM – PERBATASAN - 3T
Mengacu pada Permen PUPR No. 20 thn 2017 dan Arahan MPU
SUMBER : DIREKTORAT RUMAH KHUSUS DITJEN PERUMAHAN
MAISONA 20.indd 13
MAISONA 20.indd 13 7/16/2021 2:42:37 AM7/16/2021 2:42:37 AM
14
Edisi 20 TH IV [2021]MAISONAR
umah Susun Tingkat Tinggi Pasar Rumput di Jakarta Selatan sebagai alternatif tempat isolasi mandiri bagi pasien Covid-19 di Ibu Kota Jakarta. Saat ini, Kementerian PUPR tengah melakukan koordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terkait pemanfaatan Rusun tersebut serta pengadaan meubelair di dalam unit hunian.“Berdasarkan arahan Menteri PUPR kepada kami, Rusun Tingkat Tinggi Pasar Rumput akan disiapkan sebagai tempat isolasi karena jumlah pasien Covid - 19
terus meningkat,” ujar Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Khalawi Abdul Hamid di Jakarta, Sabtu (26/6/2021).
Khalawi menerangkan, Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Perumahan telah menerjunkan tim yakni dari Direktorat Rumah Susun dan Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (P2P) Jawa I untuk mempersiapkan sejumlah fasilitas d pendukung di dalam Rusun tersebut. Dengan demikian, para pasien Covid-19 bisa menempati Rusun tersebut dengan baik sehingga mereka bisa merasa nyaman dan dapat meningkatkan imun tubuhnya.
Perwakilan Direktorat Jenderal Perumahan, imbuhnya, telah melaksanakan peninjauan serta persiapan di Rumah Susun Tingkat Tinggi Pasar Rumput pada hari Kamis tanggal 24 Juni 2021 lalu. Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Kepala Badan Pengelolaan Aset Daerah (BPAD), Direktur Teknis PD. Pasar Jaya, Direktur Rumah Susun, Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan Jawa I, Kepala Satker Penyediaan Perumahan Provinsi DKI Jakarta, dan PPK Rumah Susun dan Rumah Khusus Satker Penyediaan Perumahan Provinsi DKI Jakarta.
“Kami harap proses persiapan Rusun
SIAPKAN ALTERNATIF
TEMPAT ISOLASI MANDIRI
FOTO: DOK. DITJEN PERUMAHAN/RISTYAN MP
MAISONA 20.indd 14
MAISONA 20.indd 14 7/16/2021 2:42:37 AM7/16/2021 2:42:37 AM
Edisi 20 TH IV [2021]MAISONA
15
Pasar Rumput sebagai tempat isolasi pasien Covid - 19 bisa segera diselesaikan dalam waktu dekat. Sebab ketersediaan tempat isolasi dan perawatan pasien Covid-19 di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet dan rumah sakit rujukan yang hampir penuh membuat pemerintah harus menyediakan alternatif tempat isolasi karena jumlah pasien yang terus meningkat,” terangnya.
Sebagai informasi, Kementerian PUPR bekerjasama dengan pemerintah daerah juga telah memanfaatkan Rusun diberbagai wilayah Indonesia untuk digunakan sebagai tempat isolasi pasien Covid-19.
Rumah Susun Tingkat Tinggi Pasar Rumput terdiri dari tiga tower dengan total kapasitas 1.984 unit satuan rumah susun. Rencana pemanfaatan rumah susun sebagai alternatif tempat isolasi mandiri menggunakan tiga tower rumah susun dengan pengoperasian tahap pertama menggunakan Tower 1 dengan kapasitas 689 unit satuan rumah susun, dimulai dari lantai 4 hingga lantai 25 dengan akses masuk ke tempat isolasi menggunakan lift yang terpisah.
“Pemanfaatan rumah susun tahap pertama di Tower 1 direncanakan pada hari akhir bulan Juni mendatang. Sedangkan
pemanfaatan Tower 2 dan Tower 3 direncanakan setelah Tower 1 sudah terisi penuh,” tandasnya.
Lebih lanjut, Khalawi menambahkan, sejumlah fasilitas umum pada Rumah Susun Tingkat Tinggi Pasar Rumput yang saat ini sudah berjalan akan dipindahkan sementara ke lokasi lain. Sedangkan untuk akses masuk ke Tower 1 melalui lantai tiga akan dipisah dan ditambahkan sekat atau pembatas agar tidak mengganggu aktivitas fasilitas sosial dan fasilitas umum yang berada di dua tower lainnya. (R)
Bagian Hukum dan Komunikasi Publik Ditjen Perumahan Kementerian PUPR
Penyejuk udara atau air conditioner (AC) di setiap unit satuan Rumah Susun (Rusun) Tingkat Tinggi Pasar Rumput yang akan digunakan sebagai tempat isolasi mandiri pasien Covid-19 yang dirawat menjadi lebih nyaman sehingga mereka bisa lebih cepat sehat kembali.
“Saat ini kami tengah melaksanakan pemasangan penyejuk udara atau air conditioner (AC) serta kipas angin pada unit satuan rumah susun Pasar Rumput,”
ujar Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Khalawi Abdul Hamid saat meninjau lokasi Rusun Pasar Rumput di Jakarta, Minggu (27/6/2021).
Pada kesempatan itu, Dirjen Perumahan juga menerima kunjungan kerja dari Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo, dan Kepala BNPB Ganip Warsito yang datang guna meninjau persiapan Rumah Susun Pasar Rumput sebagai tempat isolasi pasien Covid-19.
Sesuai dengan pembagian tugas dalam penanganan Covid-19 di Ibu Kota Jakarta, Kementerian PUPR menyediakan AC di Pasar Rumput dan diupayakan bisa selesai dalam waktu dekat. Sedangkan pengadaan meubelair
sementara yang akan digunakan oleh pasien Covid-19 akan difasilitasi oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
“Jumlah AC yang akan dipasang sebanyak 689 unit dan kipas angin sebanyak 1.378 unit yang akan dipasang di Tower 1,” terangnya.
Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan, sejumlah petugas terlihat juga sedang memasang penyekat serta pembatas di sejumlah titik pintu masuk menuju lift serta ruangan yang ada di tower satu. Petugas kebersihan juga
membersihkan unit hunian serta lorong di Rusun tersebut dan di pintu gerbang utama Rusun Pasar Rumput juga terlihat sejumlah petugas keamanan berjaga baik dari unsur TNI maupun Polri.
Rencana pengoperasian tahap pertama menggunakan Tower 1 dengan kapasitas 689 unit satuan rumah susun, dimulai dari lantai 4 hingga lantai 25. Sedangkan pemanfaatan Tower 2 dan Tower 3 direncanakan setelah Tower 1 sudah terisi penuh. Adapun akses masuk ke lantai 4 sampai dengan 25 menggunakan lift yang berada di Tower 1 maupun menggunakan tangga menuju lantai 3, dilanjutkan dengan menggunakan lift di Tower 1.
rusun pasar rumput kebut persiapan penanganan covid-19
FOTO: DOK. DITJEN PERUMAHAN/RISTYAN MP
MAISONA 20.indd 15
MAISONA 20.indd 15 7/16/2021 2:42:37 AM7/16/2021 2:42:37 AM
16
Edisi 20 TH IV [2021]MAISONAP
rogram Sejuta Rumah di lapangan terus dilaksanakan Kementerian PUPR untuk membantu masyarakat untuk memiliki hunian yang layak. Di bulan Ramadhan lalu pembangunan rumah terus kami dorong dan dari data yangkami miliki jelang Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah lalu tepatnya 11 Mei 2021 lalu capaiannya menembus angka 280.490 unit.
Pemerintah terus mendorong
pelaksanaan pembangunan rumah layak
huni melalui Program Sejuta Rumah.
Program strategis nasional yang pro rakyat tersebut terus dilaksanakan meskipun di tengah pandemi Covid – 19.
“Berdasarkan data pada pertengahan Mei 2021 jumlahnya telah menembus
PASCA LEBARAN,
PSR TEMBUS 280.490 UNIT
FOTO: DOK. DITJEN PERUMAHAN/MUHAIMIN
MAISONA 20.indd 16
MAISONA 20.indd 16 7/16/2021 2:42:38 AM7/16/2021 2:42:38 AM
Edisi 20 TH IV [2021]MAISONA
17
angka 280.490 unit,” ujar Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Khalawi Abdul Hamid di Kementerian PUPR, Jakarta, Selasa (18/5/2021).
Khalawi menerangkan, berdasarkan arahan Menteri PUPR Program Sejuta Rumah harus terus dilaksanakan mengingat kekurangan kebutuhan atau backlog perumahan di Indonesia ters meningkat. Apalagi di masa pandemi ini, rumah yang layak huni menjadi salah satu kebutuhan dasar masyarakat yang harus terpenuhi untuk menjaga imunitas masyarakat sehingga terhindar dari penyebaran virus Covid-19.
Pembangunan hunian dalam Program Sejuta Rumah, imbuh Khalawi, tidak dapat dilaksanakan oleh Kementerian PUPR sendiri. Akan tetapi membutuhkan dukungan serta peran aktif dari para pemangku kepentingan bidang perumahan baik dari pemerintah daerah, kementerian/
lembaga terkait, sektor swasta, perbankan dan masyarakat sebagai penerima manfaat hasil pembangunan.
“Program Sejuta Rumah pada dasarnya
adalah upaya pemerintah untuk menggerakkan berbagai pemangku kepentingan bidang perumahan untuk membangun rumah layak huni untuk masyarakat sebanyak-banyaknya. Bentuk pembangunannya tidak hanya rumah tapak saja, tapi juga bisa berupa hunian vertikal dan targetnya sebanyak 70 persen untuk rumah masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan 30 persen untuk rumah non MBR,” terangnya.
Berdasarkan data yang dimiliki Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, capaian Program Sejuta Rumah status per tanggal 11 Mei 2021 lalu jumlahnya telah mencapai angka 280.490 unit. Capaian tersebut sebanyak 91 persen merupakan rumah MBR dan sebanyak 9 persen rumah non MBR.
Capaian pembangunan rumah tersebut terdiri dari hasil pembangunan yang dilaksanakan oleh Kementerian PUPR sebanyak 78.007 unit. Jumlah pembangunan tersebut berasal dari pembangunan Rumah susun sebanyak 1.989 unit, rumah khusus 3939 unit, rumah swadaya 74.979 unit dan Dana
Alokasi Khusus (DAK) perumahan 646 unit. Selain itu, pembangunan rumah juga dilaksanakan oleh peningkatan kualitas rumah tidak layak huni masyarakat agar lebih layak huni sebanyak 23.853 unit, pembangunan yang dilaksanakan oleh pengembang perumahan sebanyak 149.936 unit dan pembangunan mandiri oleh masyarakat sebanyak 3.343 unit.
Sedangkan pembangunan rumah non MBR yang ada berasal dari pembangunan rumah oleh pengembang perumahan yakni rumah tapak sebanyak 6.087 unit dan rumah susun 10.215 unit. Selain itu masyarakat juga berkontribusi dengan membangun rumah sebanyak 9.049 unit.
“Total rumah MBR yang berhasil
dibangunsebanyak 255.139 unit dan rumah non MBR sebanyak 25.351 unit. Kami tetap optimis jumlahnya akan terus meningkat hingga akhir tahun 2021 mendatang,”
harapnya. (R)
Bagian Hukum dan Komunikasi Publik Ditjen Perumahan Kementerian PUPR
FOTO: DOK. DITJEN PERUMAHAN/MUHAIMIN
MAISONA 20.indd 17
MAISONA 20.indd 17 7/16/2021 2:42:40 AM7/16/2021 2:42:40 AM
18
Edisi 20 TH IV [2021]MAISONABELI RUMAH
BISA DAPAT KERETA API
TOPPING OFF RUSUN TOD RAWA BUNTU
MAISONA 20.indd 18
MAISONA 20.indd 18 7/16/2021 2:42:40 AM7/16/2021 2:42:40 AM
Edisi 20 TH IV [2021]MAISONA
19
BELI RUMAH
BISA DAPAT KERETA API
M
enteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyatakan masyarakat kini bisa mendapatkan pilihan hunian alternatif selain rumah tapak yakni hunian vertikal berbasis transportasi atau Transit Oriented Development (TOD) yang dibangun Perum Perumnas di kawasan Stasiun Rawa Buntu Serpong, Tangerang Selatan.Salah satu keuntungan dengan tinggal di TOD adalah selain mendapatkan hunian yang layak, masyarakat juga akan lebih mudah melakukan mobilisasi dengan menggunakan sarana transportasi seperti kereta api komuter.
“Saya selalu promosikan ke teman- teman bahwa jika anda membeli TOD, selain membeli rumah juga dapat kereta api,”
ujar Menteri PUPR Basuki Hadimuljono saat memberikan sambutan pada Topping Off atau Pengecoran tahap akhir Ceremony Tower Cattleya Rusun Samesta Mahata Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Sabtu (17/4/2021).
Tampak hadir dalam kegiatan tersebut Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir didampingi Walikota Tangerang Selatan terpilih Benyamin Davnie. Selain itu juga Sekretaris Jenderal Kementerian PUPR Mohammad Zainal Fatah, Direktur Jenderal Perumahan Khalawi Abdul Hamid, Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Eko D.
Heripoerwanto, Direktur Utama PT. KAI Didiek Hartantyo, dan Direktur Utama PT.
Adhi Karya Entus Asnawi Mukhson.
Menurut Menteri PUPR, dengan memilih tinggal di TOD, maka masyarakat secara tidak langsung bisa menghemat pengeluaran untuk biaya transportasi.
Apalagi ada jaminan dari jadwal sarana tranportasi seperti kereta api atau KRL.
FOTO: DOK. DITJEN PERUMAHAN/MUHAIMIN
MAISONA 20.indd 19
MAISONA 20.indd 19 7/16/2021 2:42:41 AM7/16/2021 2:42:41 AM
20
Edisi 20 TH IV [2021]MAISONAFOTO: DOK. DITJEN PERUMAHAN/MUHAIMIN FOTO: DOK. PERUMNAS
Apalagi sekarang servis PT KAI semakin baik kepada masyarakat.
“Salah satu keuntungan tinggal di TOD masyarakat bisa diantar jemput kereta api. Masyarakat lebih mudah melakukan mobilisasi dengan terintegrasinya hunian dengan transportasi massal,” terangnya.
Pada kesempatan itu, Menteri PUPR juga meminta agar sinergi antar kementerian seperti Kementerian PUPR dengan Kementerian BUMN bisa lebih ditingkatkan lagi. Apalagi masih banyak aset-aset PT KAI yang juga bisa dimanfaatkan sebagai TOD sehingga secara tidak langsung bisa mendukung program penyediaan hunian layak bagi masyarakat seperti Program Sejuta Rumah.
Selain itu, Menteri PUPR juga meminta
agar di bulan Ramadhan ini seluruh tamu undangan yang hadir untuk berdoa bersama agar Perum Perumnas bisa kembali ke khittahnya agar bisa lebih berperan untuk menyediakan hunian layak bagi masyarakat. Dirinya juga memimpin langsung doa bersama tersebut dengan membacakan surat Al Fatihah dan doa khusus bagi Perum Perumnas.
“Di TOD Rawa Buntu ini selain untuk Rusun komersil juga ada dua Rusun untuk MBR dan Kementerian PUPR siap bersinergi dengan Kementerian BUMN agar lebih banyak lagi TOD yang dibangun. Kepada Perumnas saya harap bisa kembali ke khittahnya,” harapnya.
Sementara itu, Menteri BUMN Erick Thohir menjelaskan, Rusun Samesta
Mahata Serpong merupakan salah satu hasil pembangunan penyediaan hunian di kawasan perkotaan yang merupakan hasil sinergi antar BUMN seperti Perum Perumnas, PT KAI dan PT Adhi Karya.
Pembangunan Rusun TOD merupakan sinergi transportasi umum dan pemenuhan kebutuhan perumahan. Pembangunan Rusun berbasis TOD merupakan salah satu langkah Perumnas memperbaiki bisnis modelnya melalui sinergitas dengan BUMN lainnya, bahkan ke depan Perumnas juga didorong untuk melaksanakan kerja sama dengan swasta.
“Di masa pandemi Covid-19 suka tidak suka pemerintah harus mengantisipasi kebutuhan masyarakat seperti penyediaan hunian TOD ini yang juga cocok untuk generasi milenial. Tinggal di TOD tidak hanya mengurangi beban lalu lintas seperti kemacetan dan emisi gas buang kendaraan juga berkurang sehingga lingkungan bisa terjaga. Fasilitas di TOD juga memadai seperti taman bermain, sarana olahraga, ruang komersial sehingga penghuninya lebih nyaman tinggal di sini,” terangnya.
Direktur Utama Perum Perumnas, Budi Saddewa Soediro dalam laporannya mengatakan, Rusun TOD Rawa Buntu merupakan proyek sinergi BUMN, dimana penyediaan lahan dari PT. KAI dan pembangunannya oleh Perumnas dengan kontraktor PT. Adhi Karya.
Sebagai informasi, pembangunan Rusun TOD di Stasiun Rawa Buntu, Serpong, Tangerang Selatan dilakukan oleh Perum Perumnas di atas lahan seluas 24.626 m2 sebanyak 6 tower dengan total hunian sebanyak 3.632 unit. Pada tahap pertama dibangun sebanyak 3 tower terdiri dari 1.816 unit terbagi menjadi 330 hunian subsidi dan 1.486 hunian non subsidi.
“Topping off ini dilaksanakan di lantai 35 Rusun Samesta Mahata Serpong. Kami juga akan melakukan revitalisasi hunian di kawasan perkotaan seperti di Kemayoran, Jakarta dan Medan. Kami juga komitmen untuk menyediakan hunian untuk MBR dan generasi milenial dengan segala fasilitas pendukungnya,” katanya.
MAISONA 20.indd 20
MAISONA 20.indd 20 7/16/2021 2:42:43 AM7/16/2021 2:42:43 AM
Edisi 20 TH IV [2021]MAISONA
21
K
omisi V DPR RI mengapresiasi sinergi antara Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Perumahan, dengan Kementerian Perhubungan dan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terkait konsep pembangunan Rumah Susun berbasis Transit Oriented Development (TOD) Rusun Samesta Mahata Serpong di Stasiun Rawa Buntu, Kota Tangerang Selatan, Banten.“Kami sangat mengapresiasi
pembangunan TOD ini karena memang masyarakat sangat membutuhan hunian yang dekat dengan sarana transportasi,”
ujar Anggota Komisi V DPR RI Sri Rahayu saat melaksanakan kunjunga kerja bersama sejumlah anggota Komisi V DPR RI ke Rusun TOD di Rawa Buntu, Tangerang Selatan, Banten, Kamis (27/5/2021).
Tampak hadir dalam kegiatan tersebut para anggota Komisi V DPR RI, Wakil Walikota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan, Direktur Utama Perum Perumnas, Budi Saddewa Soediro,
Direktur Rumah Umum dan Komersial Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Fitrah Nur, Direktur Operasi II PT Adhi Karya Pundjung Setya Brata, dan perwakilan manajemen PT Kereta Api Indonesia (KAI).
Menurut Sri, TOD merupakan hunian alternatif selain rumah tapak yang dapat menjadi pilihan tempat tingal masyarakat. Untuk itu, sinergi antara Kementerian/ Lembaga pemerintah dengan BUMN sangat dibutuhkan.
Direktur Utama Perum Perumnas, Budi Saddewa Soediro dalam laporannya mengatakan, Rusun TOD Rawa Buntu merupakan proyek sinergi BUMN dimana penyediaan lahan dari PT. KAI dan pembangunannya oleh Perumnas dengan kontraktor PT. Adhi Karya.
Sebagai informasi, Rumah Susun berkonsep Transit Oriented Development (TOD) Rusun Samesta Mahata Serpong dibangun oleh Perum Perumnas di kawasan Stasiun Rawa Buntu Serpong, Tangerang Selatan. Rusun tersebut berada diatas lahan seluas 24.626 meter
persegi dan dibangun sebanyak enam tower dengan total hunian sebanyak 3.632 unit.
“Pada tahap pertama dibangun sebanyak tiga tower terdiri dari 1.816 unit terbagi menjadi 330 hunian subsidi dan 1.486 hunian non subsidi,” katanya.
Sementara itu, Direktur Rumah Umum dan Komersial Direktorat Jenderal Perumahan, Kementerian PUPR, Fitrah Nur mengungkapkan, konsep hunian berbasis TOD merupakan upaya pengembangan perkotaan yang menuntut keterpaduan antar pola dan struktur ruang wilayah mulai dari perumahan, komersial, dan ruang rekreasi dengan saran transportasi umum yang dapat dijangkau masyarakat dengan berjalan kaki.
“Salah satu keuntungan tinggal di TOD masyarakat adalah mereka bisa diantar jemput kereta api saat melakukan mobilisasi dari tempat tinggal ke tempat kerja. Jadi ada integrasi antara hunian dengan transportasi massa misalnya Commuter Line,” terangnya.
Pada kesempatan itu, Fitrah Nur juga mengatakan selain Rusun Samesta Mahata Serpong, saat ini juga ada beberapa Rusun berkonsep TOD yang juga sedang dalam proses pembangunan yaitu Rusun TOD di Stasiun Tanjung Barat, Stasiun Pondok Cina dan Stasiun MRT Lebak Bulus.
Ada juga keuntungan lain yang dapat diperoleh masyarakat jika nantinya memilih tinggal di rumah susun TOD. Beberapa keuntungannya adalah tersedianya hunian layak, transportasi murah dan mudah dan yang paling penting bisa ikut serta dalam mengurangi polusi udara karena penggunaan kendaraan pribadi bisa berkurang.
“Konsep hunian berbasis TOD ini bisa dikembangkan di daerah lain untuk mengurangi polusi di Indonesia,”
harapnya.
FOTO: DOK. DITJEN PERUMAHAN/MUHAIMIN
DAPAT APRESIASI KOMISI V DPR RI
MAISONA 20.indd 21
MAISONA 20.indd 21 7/16/2021 2:42:44 AM7/16/2021 2:42:44 AM
22
Edisi 20 TH IV [2021]MAISONAK
ementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melakukan serah terima aset Barang Milik negara (BMN) berupa rumah susun (Rusun) dan rumah khusus (Rusus) senilai Rp 65,83 Milyar kepada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham).Aset Rusun dan Rusus tersebut nantinya dapat dimanfaatkan para pegawai Kemenkumham yang bertugas di sejumlah kantor imigrasi di Batam dan Atambua serta Lembaga Pemasyarakatan di Jawa Tengah, Bali dan Sumatera Utara.
“Adanya sinergi antar kementerian dalam penyediaan rumah bagi para pegawai sangat diperlukan. Hari ini kami serahterimakan Rusun dan Rusus untuk kepada Kemenkumham untuk dikelola dengan baik,” ujar Sekretaris Jenderal
Kementerian PUPR, Mohammad Zainal Fatah saat Serah Terima Aset BMN Bidang Perumahan di kantor Kemenkumham, Jakarta, Jum’at (18/6/2021).
ASET BMN BIDANG PERUMAHAN HARUS SEGERA DIMANFAATKAN
Serah terima aset ditandai dengan Penandatanganan Berita Acara Serah terima Alih Status Penggunaan BMN antara Sekretaris Jenderal Kementerian PUPR, Mohammad Zainal Fatah dengan Sekretaris Jenderal Kemenkumham, Komjen Pol Andap Budhi Revianto, S.I.K, M.H. Kegiatan tersebut juga dilaksanakan dengan aplikasi zoom dan mengacu pada protokol kesehatan yang berlaku.
Tampak hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Khalawi Abdul Hamid dan Kepala Biro Pengelolaan BMN Kemenkumham, Iwan Santoso, Sekretaris Ditjen Perumahan M. Hidayat, Direktur Kepatuhan Intern Ditjen Perumahan M Yusuf Hariagung, Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kemenkumham Reynhard Silitonga, Kepala Bagian Keuangan, Pengelolaan BMN, Bina Penataan Bangunan dan Barang Persediaan Bencana Direktorat Jenderal Perumahan, Sumadiyono, dan Kepala Biro BMN Kementerian
FOTO: DOK. DITJEN PERUMAHAN/RISTYAN MP
MAISONA 20.indd 22
MAISONA 20.indd 22 7/16/2021 2:42:44 AM7/16/2021 2:42:44 AM
Edisi 20 TH IV [2021]MAISONA
23
FOTO: DOK. DITJEN PERUMAHAN/RISTYAN MP
PUPR Tri Agustiningsih serta Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (P2P) Jawa I, Bisma Staniarto.
Lebih lanjut, Zainal Fatah mengatakan, hingga saat ini kebutuhan rumah bagi para pegawai di Kementerian masih cukup tinggi.
Untuk itu, dirinya berharap BMN yang diserahterimakan ini dapat memberikan manfaat dan menambah semangat kerja dari para pegawai yang bertugas di lapangan.
“Semoga adanya BMN Rusun dan Rusus ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh Kemenkumham untuk meningkatkan kesejahteraan pegawai dan pelayanan kepada masyarakat,” terangnya.
Berdasarkan data yang ada, aset BMN yang diserahterimakan dibangun oleh Satuan Kerja Pengembangan Perumahan Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR sejak tahun 2018 lalu. Adapun Aset yang diserahterimakan berupa Rusun dan Rusus yang dibangun disejumlah daerah di Indonesia.
Rusun yang dihibahkan sebanyak tiga tower Rusun yakni satu tower di Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam Kepulauan Riau dengan jumlah hunian 42 kamar tipe 36. Selanjutnya dua tower Rusun di Lapas Kelas I Batu, Nusakambangan, Jawa Tengah yang memiliki 42 kamar tipe 36 dan 50 kamar tipe 24.
Selain itu, juga diserahterimakan aset rumah khusus sebanyak 28 unit di Kelas I Batu, Nusakambangan, Jawa Tengah, 7 unit rumah khusus di Kantor Imigrasi II TPI Atambua, NTT, 10 unit rumah khusus di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Kerobokan, Bali dan 10 unit rumah khusus di Lasa Kelas I Medan, Tanjung Gusta Sumatera Utara. Total nilai aset ketiga rusun yang dibangun pada
2018 tersebut sebesar Rp 55,69 miliar.
Selain Rusun dan Rusus, aset BMN lain yang diserahterimakan pada acara tersebut berupa Prasarana, Sarana dan Utilitas (PSU) rumah khusus (jalan khusus komplek) seluas 226 meter persegi yang dibangun Ditjen Perumahan Kementerian PUPR pada tahun 2018 senilai Rp139 juta. Penyerahan aset dari Kementerian PUPR ke Kemenkumham selanjutnya berupa meubelair rusus sebanyak 308 unit yang diadakan pada tahun 2018 dengan total nilai aset sebesar Rp675 juta.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kemenkumham, Komjen Pol Andap Budhi Revianto, S.I.K, M.H. mengatakan, dirinya mewakili Kemenkumham mengucapkan terimakasih atas bantuan perumahan berupa Rusun dan Rusus dari Kementerian PUPR.
Menuritnya, para pegawai yang bertugas membutuhkan hunian yang layak sehingga adanya fasilitas Rusun dan Rusus lengkap dengan meubelair dan prasarana, sarana serta utilitas (PSU) membuat mereka lebih nyaman dalam bekerja.
“Kami akan segera mencatat aset yang diserahterimakan ke dalam Sistem Informasi Manajemen dan Akuntansi Barang Milik Negara (SIMAK BMN). Kami juga berharap para pegawai yang tinggal di Rusun dan Rusus ini dapat merawat dan memelihara aset yang ada seperti milik sendiri sehingga terjaga dengan baik,” katanya.
Bagian Hukum dan Komunikasi Publik Ditjen Perumahan Kementerian PUPR
MAISONA 20.indd 23
MAISONA 20.indd 23 7/16/2021 2:42:44 AM7/16/2021 2:42:44 AM
24
Edisi 20 TH IV [2021]MAISONAG
una meningkatkan kekompakan serta jalinan kekeluargaan antara pimpinan dan pegawai pasca Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah, Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR menggelar Silaturahmi Virtual di Creative Room di Lantai Basement Gedung G Ditjen Perumahan, Senin (17/5/2021).“Kegiatan Silaturahmi Virtual ini dilaksanakan dalam rangka mempererat tali silaturahmi keluarga besar Ditjen Perumahan pada Idul Fitri 1442 Hijriah,” ujar Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Khalawi Abdul Hamid saat memberikan sambutan pengarahan pada kegiatan Silaturahmi Virtual Ditjen Perumahan di Kementerian PUPR, Jakarta, Senin (17/5/2021).
Kegiatan Siaturahmi Virtual tersebut
diikuti oleh seluruh pimpinan dan pegawai di lingkungan Ditjen Perumahan baik di pusat maupun Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan di seluruh wilayah Indonesia.
Kegiatan dilaksanakan secara daring melalui daring lewat aplikasi zoom dan secara langsung di Ruang Creative Room Ditjen Perumahan. Dalam kegiatan tersebut dilaksanakan tausiah dan doa bersama oleh Dr. M syafi’I Antonio.
Tema yang diangkat dalam kegiatan tauisah tersebut adalah New Born Personality dimana setiap pegawai Ditjen Perumahan harus dapat menjaga dan menumbuhkan benih baik yang sudah dilaksanakan selama bulan Ramadhan lalu.
Dalam kegiatan tersebut Dirjen Perumahan para Direktur juga melakukan sapa pegawai dengan melakukan Dialog langsung bersama Kepala Balai P2P
“Keluarga besar Ditjen Perumahan harus tetap menjaga kekompakan dan kekeluargaan dalam melaksanakan tugas pembangunan infrastruktur perumahan di Indonesia. P Para pegawai Ditjen Perumahan juga harus tetap melaksanakan protokol kesehatan dalam melaksanakan kegiatan di dalam ruang kerja maupun saat melakukan kunjungan lapangan,” harapnya.
Bagian Hukum dan Komunikasi Publik Ditjen Perumahan Kementerian PUPR
JALIN KEKOMPAKAN
LEWAT SILATURAHMI VIRTUAL
FOTO: DOK. DITJEN PERUMAHAN/MUHAIMIN
MAISONA 20.indd 24
MAISONA 20.indd 24 7/16/2021 2:42:45 AM7/16/2021 2:42:45 AM
Edisi 20 TH IV [2021]MAISONA
25
J
AKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyerahkan sebanyak 158 unit rumah khusus untuk nelayan kepada Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar.Adanya rumah khusus tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesejateraan serta mewujudkan hunian layak bagi para nelayan beserta keluarganya.
“Kami mendukung adanya pembangunan rumah khusus bagi para nelayan di seluruh Indonesia. Pembangunan rumah khusus ini diperuntukkan agar terciptanya kualitas bangunan serta sarana dan prasarana hunian nelayan yang sehat dan nyaman,”
ujar Sekretaris Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Ir. M.
Hidayat saat menerima kunjungan kerja Bupati Kepulauan Selayar H. Muh. Basli Ali di Jakarta, Selasa (6/4/2021).
Proses serah terima aset rumah khusus
tersebut dinadai dengan penandatanganan Berita Acara Serah Terima Barang Milik Negara (BMN). Selaku pihak pertama adalah Direktur Jenderal Perumahan yang diwakili oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Perumahan sedangkan pihak kedua atau penerima manfaat adalah Bupati Kepulauan Selayar H. Muh. Basli Ali.
“Rumah khusus tersebut diperuntukkan bagi nelayan berpenghasilan rendah di Kabupaten Kepulauan Selayar,” tandasnya.
Berdasarkan data yang ada, Rumah khusus tersebut dibangun oleh Direktorat Jenderal Perumahan berlokasi di Desa Lowa Kecamatan Bontosikuyu, dan Desa Majapahit, Kecamatan Pasimarannu, Kabupaten Kepulauan Selayar Provinsi Sulawesi Selatan. Jumlah rumah khusus yang diserahterimakan berjumlah 64 unit rumah khusus tahun perolehan 2017 dan
44 unit rumah khusus yang juga tahun peroleh 2017 masing-masing berlokasi di Pattumbukang Desa Lowa Kecamatan Bontosikuyu. Sedangkan 50 unit rumah khusus dengan tahun perolehan 2018 berlokasi di Dusun Ero Wali Kecamatan Pasimarannu.
Bupati Kepulauan Selayar H. Muh. Basli Ali sangat megapresiasi kolaborasi kerjasama yang baik antar pemerintah daerah dengan pemerintah pusat melalui Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR ini.
“Kami berharap kedepan semakin baiknya pemukiman masyarakat yang dibangun di Kabupaten Kepulauan Selayar. Kami siap menjaga dan merawatnya rumah khusus ini agar dapat dihuni dengan baik,” harapnya.
Bagian Hukum dan Komunikasi Publik Ditjen Perumahan Kementerian PUPR
PUPR SERAHKAN 158 RUMAH KHUSUS NELAYAN KE PEMKAB
KEPULAUAN SELAYAR
FOTO: DOK. DITJEN PERUMAHAN
MAISONA 20.indd 25
MAISONA 20.indd 25 7/16/2021 2:42:46 AM7/16/2021 2:42:46 AM
26
Edisi 20 TH IV [2021]MAISONADUKUNG INISIASI
PERUMAHAN TAPERA
KERJASAMA BP TAPERA - BANK BTN - PERUMNAS
MAISONA 20.indd 26
MAISONA 20.indd 26 7/16/2021 2:42:46 AM7/16/2021 2:42:46 AM
Edisi 20 TH IV [2021]MAISONA
27
A
danya kerjasama antara BP Tapera, Perumnas dan Bank BTN sangat bagus dan luar biasa karena meningkatkan kolaborasi antar pemangku kepentingan bidang perumahan. Kementerian pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyambut baik adanya inisiasi perumahan inisiasi perumahan program Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera).Adanya inisiasi perumahan Tapera tersebut diharapkan dapat mendukung sekaligus memberikan semangat baru bagi pemangku kepentingan bidang perumahan dalam pelaksanaan Program Sejuta Rumah (PSR) di Indonesia.
“Kementerian PUPR sangat menyambut baik adanya inisiasi perumahan Tapera,”
ujar Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Khalawi Abdul Hamid usai menyaksikan kegiatan Penandatanganan Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerjasama tentang Inisiasi Perumahan Tapera di Aula Serba Guna 6 Menara Bank BTN, Jakarta, Kamis (20/5/2021).
Kegiatan dihadiri dihadiri oleh Komisioner Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera), Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Kementerian PUPR, perwakilan Kementerian Keuangan, Kementerian Tenaga Kerja, Kementerian Dalam Negeri dan Otoritas Jasa Keuangan.
Dalam kegiatan ini dilaksanakan penandatanganan Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerjasama antara Bank BTN dengan BP Tapera dan Perumnas yang dilaksanakan oleh Komisioner BP Tapera Adi Setianto, Direktur Utama PT.
Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, Haru Koesmahargyo dan Direktur Utama Perumnas, Budi Saddewa Soediro.
Khalawi menerangkan, meskipun target penyaluran inisiasi perumahan Tapera untuk tahap pertama hanya sekitar
11.000 masyarakat berpenghasilan rendah, namun pihaknya optimis pada tahap penyaluran selanjutnya jumlahnya akan dapat ditingkatkan lagi. Hal itu dikarenakan kebutuhan rumah masyarakat di lapangan masih cukup besar.
“Kerjasama antara BP Tapera, Perumnas dan Bank BTN sangat bagus dan luar biasa karena ada kolaborasi antar pemangku kepentingan bidang perumahan. Jadi masyarakat akan sangat terbantu dengan Tapera ini. Meskipun jumlahnya belum maskimal kami yakin pada tahap kedua dan tahap-tahap selanjutnya jumlahnya akan semakin meningkat,” harapnya.
Sebagai informasi, BP Tapera akan terus menghimpun dan menyediakan dana murah jangka panjang untuk pembiayaan perumahan rumah pertama yang layak bagi MBR. Dalam perjanjian kerjasama tersebut untuk tahap pertama nantinya ke tiga pihak akan saling mendukung projek inisiasi penyaluran pembiayaan perumahan dengan target 11.000 peserta. Adapun lokasi projek perdana penyaluran bantuan akan dilaksanakan di Provinsi Lampung yakni di proyek pembangunan Perumnas yakni Perumahan Samesta Pesawaran Residence.
Dari data yang dimiliki Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, capaian PSR status tanggal 11 Mei 2021 lalu telah menembus angka 280.490 unit. Program strategis nasional yang pro rakyat tersebut terus dilaksanakan meskipun di tengah pandemi Covid – 19 dan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat melalui Program Padat Karya Perumahan.
Apalagi di masa pandemi ini, rumah yang layak huni menjadi salah satu kebutuhan dasar masyarakat yang harus terpenuhi untuk menjaga imunitas masyarakat sehingga terhindar dari penyebaran virus Covid-19. (R)
Bagian Hukum dan Komunikasi Publik Ditjen Perumahan Kementerian PUPR
FOTO: DOK. DITJEN PERUMAHAN/RISTYAN MP
MAISONA 20.indd 27
MAISONA 20.indd 27 7/16/2021 2:42:47 AM7/16/2021 2:42:47 AM
28
Edisi 20 TH IV [2021]MAISONAS
ejak awal diinisiasi oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Republik Indonesia dengan dukungan Bank Dunia, pelaksanaan kegiatan National Affordable Housing Program (NAHP) berfokus pada peningkatan akses ke perumahan terjangkau dan layak huni bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di 33 provinsi.Adapun komponen kegiatan NAHP, meliputi Komponen 1: Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT), Komponen 2: Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), dan Komponen 3: Technical Assistance (TA) for Strengthening Housing Sector
TIGA BANTUAN TEKNIS
UNTUK REFORMASI
KEBIJAKAN PERUMAHAN
Management atau Bantuan Teknis untuk Reformasi Kebijakan Perumahan.
Pelaksanaan ketiga komponen tersebut merupakan tanggung jawab Komite Pengelola Proyek (Project Management Committee/PMC) dan Unit Pelaksana Proyek (Project Implementation Unit/PIU) NAHP yang keanggotaannya telah ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri PUPR Nomor 1394 Tahun 2020 tentang Perubahan ke- empat atas Keputusan Menteri PUPR Nomor 918 Tahun 2017.
Penyelenggaraan Komponen 3: Bantuan Teknis untuk Reformasi Kebijakan Perumahan bertujuan untuk mendukung reformasi
FOTO: DOK. DITJEN PERUMAHAN/MUHAIMIN
MAISONA 20.indd 28
MAISONA 20.indd 28 7/16/2021 2:42:48 AM7/16/2021 2:42:48 AM
Edisi 20 TH IV [2021]MAISONA
29
kebijakan, peningkatan tata kelola, dan peningkatan kapasitas di sektor perumahan. Secara umum dukungan yang diberikan di sektor perumahan dikelompokkan menjadi dukungan di sisi demand dan supply perumahan.
Di sisi demand, Bantuan Teknis diarahkan untuk memperluas akses terhadap pembiayaan perumahan. Sementara di sisi supply, Bantuan Teknis diarahkan untuk menangani penyediaan perumahan umum dan bagi kelompok MBR.
Spesifik terkait Komponen 3, terdiri dari beberapa bentuk paket kegiatan konsultan, yaitu Grand Design Housing and Real Estate Information System (HREIS); Capacity Development and Reform Regulation of Secondary Mortgage Facility (SMF); Private Public Partnership (PPP) Framework and Financing Development for Affordable Housing; Housing Policy Recommendation in Preparation for Housing Grand Design 2020-2045; serta Affordable Supply-Side Housing Provisioning Study (ASSHPS) Strengthening the Role of National Housing Corporation, Policy Strengthening and Local Goverment Capacity Building (PS-LGCB) on Housing and Human Settlement.
Lebih jelasnya, masing-masing bentuk paket kegiatan konsultan tersebut, sebagai berikut:
- HREIS yaitu sistem terintegrasi yang menyangkut aspek pengembangan sistem, baik sistem informasi, teknologi informasi, maupun kelembagaan dan sumber daya manusianya menuju upaya penyelenggaraan perumahan dan real estate yang terencana, terpadu dan terkoordinasi dengan menerapkan tata kelola dan
manajemen Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) guna mewujudkan Satu Data Perumahan dan Real Estate Indonesia.
- SMF berfokus pada pengembangan kapasitas dan reformasi kebijakan pembiayaan sekunder perumahan yang berkolaborasi dengan grup pengembangan produk SMF. Dua tujuan kegiatan ini, yaitu pertama, terbangunnya penguatan pengaturan penyediaan likuiditas pembiayaan perumahan, dan kedua, beroperasinya sistem Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) dengan efektif.
- PPP yakni jalinan kemitraan antara Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) untuk perumahan terjangkau. Kegiatannya, yaitu mendukung pengembangan proyek percontohan perumahan terjangkau serta mengembangkan kerangka model, standar, pedoman, dan tolok ukur untuk skala perumahan terjangkau; juga mengembangkan pengetahuan teknis dan tata kelola kelembagaan pemangku kepentingan utama.
- Housing Grand Design 2020-2045 bertujuan mengembangkan rencana Pembangunan Jangka Panjang bidang Perumahan dan Kawasan Permukiman serta membentuk rekomendasi untuk Kebijakan dan Strategi Nasional Perumahan dan Permukiman 2020-2045. Maksud dari pengembangan kebijakan bidang perumahan jangka panjang dan strategi bidang perumahan dan kawasan permukiman ini untuk menjamin akses masyarakat terhadap perumahan yang terjangkau, aman dan memadai.
- ASSHPS yaitu studi penyediaan perumahan terjangkau dalam rangka penguatan peran Perumnas sesuai Peraturan Pemerintah (PP) No. 83 Tahun 2015 tentang Perusahaan Umum Perum Pembangunan Perumahan Nasional. Sejalan dengan itu, dilaksanakan kegiatan riset pasar dan analisis terhadap distribusi dan preferensi kebutuhan perumahan dan dukungan informasi bagi pemenuhan kebijakan pemerintah.
- PS-LGCB bermaksud memperkuat daerah dalam melakukan perencanaan penyelenggaraan perumahan dan penyusunan kebijakan terkait. Kegiatan PS LGCB NAHP meliputi: peningkatan kapasitas Pemda urusan Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), sinkronisasi perencanaan PKP, dan peningkatan alokasi anggaran PKP dalam Dokumen Rencana Daerah (Dokrenda).
Sejalan dengan itu, juga dilakukan pendampingan Pemda dalam Penyusunan Profil PKP dan Rencana Pembangunan dan Pengembangan Perumahan dan Kawasan Permukiman (RP3KP) Provinsi/Kabupaten/Kota serta Dukungan Teknis dalam kebijakan penyederhanaan.
Lalu, bagaimana Bantuan Teknis ini akan dilaksanakan? Tentu saja bukan semata Kementerian PUPR, melainkan ada sinkronisasi dan koordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri. Dengan demikian, kemampuan/kapasitas Pemerintah Daerah dalam melaksanakan urusan bidang perumahan dapat dibangun/diperkuat dan ditingkatkan secara secara lebih efektif dan efisien. [M]
MAISONA 20.indd 29
MAISONA 20.indd 29 7/16/2021 2:42:48 AM7/16/2021 2:42:48 AM
30
Edisi 20 TH IV [2021]MAISONAK
erja sama Pemerintah dengan Badan Usaha atau KPBU bukanlah hal baru. Sejak era Orde Baru, sebenarnya kolaborasi dengan swasta telah dijalin, antara lain pengerjaan jalan tol dan ketenagalistrikan. Namun KPBU baru dikembangkan pada 1998 pasca krisis moneter. Hingga akhirnya disahkan m