• Tidak ada hasil yang ditemukan

MAKALAH HADITS DAKWAH KEL.12

N/A
N/A
Desvia AP

Academic year: 2025

Membagikan "MAKALAH HADITS DAKWAH KEL.12"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

MAKALAH

HADITS TENTANG PENGAJARAN DAN PENDIDIKAN PADA ANAK Disusun Guna Memenuhi Tugas Mata Kuliah Hadits Dakwah

Dosen Pengampu : Yuli Nur Khasanah, M.Hum.

Disusun oleh:

Niken Sofia Ernawati (23010560101) Desvia Anandita Putri (23010560104) Muhamad Hidayat Nur Wahid (23010560105) Muhammad Iqbal Ali (23010560111)

MANAJEMEN HAJI DAN UMRAH FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI WALISONGO SEMARANG 2024

(2)

1 BAB I PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Anak merupakan amanah yang dititipkan Allah kepda orang tua, yang tentu harus dijaga, dirawat, dan di berikan pendidikan untuk baik pendidikan tentang mengenal Allah S.W.T. yang telah menciptakan dan memberikannya kehidupan, mengenal Rasulullah sebagai manusia yang paling baik, paling mulia, dan yang paling baik akhlak-nya, juga mengenal sekitar dan sekelilingnya. Mendidik untuk bisa menjadi orang yang bertanggungjawab, mendidiknya menjadi orang yang bertakwa, berakhlak mulia, dan sebagai penerus Islam.

Dalam lingkungan keluarga sudah pasti menjadi pintu pertama dan paling utama dalam membentuk kepribadian seorang anak. Bagaimanapun keluarga merupakan kelompok sosial pertama bagi sang anak, sehingga para ornag tua selaku kepala anggota keluarga menjadi orang yang paling pertama dalam kehidupan sang anak pada masa peletakan dasar kepribadiannya. Karena itu peran penting orang tua perlu ditampilkan secara optimal untuk mencetak generasi yang memiliki pengetahuan luas dengan pribadi yang berkualitas baik.. Di sainilah urgensi pendidikan anak (tarbiyyah alaulâd) dalam Islam. Dengan pendidikan yang baik dan bekesinambungan, anak-anak sebagai generasi penerus dan pewaris kehidupan di muka bumi ini akan menjadi manusia yang baik dan berorientasi kepada kemaslahatan

B. RUMUSAN MASALAH

1. Apa pengertian pengajaran dan pendidikan pada anak?

2. Bagaimana metode pengajaran dan pendidikan pada anak yang baik menurut Rasulullah?

C. TUJUAN PEMBAHASAN

1. Untuk menjelaskan pengertian pendidikan dan pengajaran.

2. Untuk mengetahui cara memberikan pendidikan dan pengajaran yang baik pada anak.

(3)

2 BAB II PEMBAHASAN

A. Pengertian pengajaran dan pendidikan pada anak.

Anak merupakan amanah Allah SWT dan sebagai generasi penerus bangsa memiliki berbagai potensi yang perlu dikembangkan secara optimal dan maksimal.

Persoalan anak bukan hanya semata mata menjadi kepentingan keluarga yang bersangkutan, namun persoalan anak juga merupakan kepentingan dari negara bahkan kepentingan internasioanal seperti UNESCO, semua negara telah mengakui bahwa anak adalah masa depan bangsa dan negara, terkhusus pada indonesia yang telah ditunjukkan dalam kesepakatan ratifikasi konvensi hak anak pada pasal 28 ayat 1 yang berbunyi, ” Negara peserta mengakui hak anak atas pendidikan dan memperoleh kesempatan yang sama, termasuk mendapatkan pendidikan dasar secara Cuma Cuma”.

Hasil konvensi ini diperkuat oleh keikutsertaan pemerintah indonesia dalam menyepakati deklarasi dakkar pada tahun 2000 tentang program dan strategi education for all atau pendidikan untuk semua. Dikatan oleh khalayak ramai bahwasanya indonesia akan menjadi generasi emas 2045 maka dari itu tanggung jawab negara dalam bidang pendidikan sangatlah penting agar terciptanya generasi indonesia yang berkualitas.

Setiap orang tua pasti menginginkan anakanya yang lahir ke dunia ini menjadi anak yang baik dan berguna. Salah satu upaya untuk mewujudkan nya adalah dengan

adanya pengajaran dan pendidikan pada anak yang dapat dilakukan sejak dini.

Pengajaran merupakan pemikiran tentang penerapan prinsip-prinsip umum mengajar tersebut didalam pelaksanaan tugas mengajar dalam suatu situasi interaksi pengajaran yang berlangsung didalam kelas maupun diluar kelas.1Sedangkan dalam istilah pendidikan yang sering digunakan dalam islam adalah ta’lim. Ta’lim atau pengajaran merupakan arahan dalam pencerdasan akal, ingatan, dan hafalan.

1 Abdul Latief,Perencanaan Sistem Pengajaran PendidikanIslam (Cet.I;Bandung: PT.PustakaBani Quraisy, 2006),h.6

(4)

3

اوُمِّ لَع ْمُكَد َلَ ْوَأ ْمُهَّنِّإَف

َنوُقوُلْخَم ناَم َزِّل

ِّرْيَغ ْمُكِّناَم َز

Artinya: “Ajarilah anak-anakmu, karena sesungguhnya mereka diciptakan untuk suatu masa selain masamu”. (HR. Abu Daud).

Hadits di atas menjelaskan bahwasannya anak merupakan generasi penerus perjuangan bangsa, maka sudah sewajarnya untuk anak-anak kita diberikan pengajaran dan dididik agar menjadi generasi yang mempunyai akhlak mulia, berpendidikan, dan bermanfaat bagi bangsa dan agamanya.

Adapun istilah pendidikan dalam konteks islam pada umumya mengacu pada term/ketentuan al-tarbiyah, al-ta’dib dan al-ta’lim. Dari ketiga istilah tersebut ketentuan yang popular digunakan dalam praktek pendidikan islam adalah ketentuan al-tarbiyah, sedangkan ketentuan lainya sangat jarang digunakan. Terlepas dari perdebatan makna dari ketiga ketentuan di atas, para ahli pendidikan islam telah mencoba memformulasikan pengertian pendidikan islam.2

a. Al-Syaibaniy mengemukakan bahwa pendidikan Islam adalah proses mengubah tingkah laku individu peserta didik pada kehidupan pribadi, masyarakat, dan alam sekitarnya. Proses tersebut dilakukan dengan cara pendidikan dan pengajaran sebagai suatu aktivitas asasi dan profesi di antara sekian banyak profesi asasi dalam masyarakat.

b. Muhammad Fadhil al-Jamaly mendefinisikan pendidikan Islam sebagai upaya mengembangkan, mendorong serta mengajak peserta didik hidup lebih dinamis dengan berdasarkan nilai-nilai yang tinggi dan kehidupan mulia. Dengan proses tersebut, diharapkan akan terbentuk pribadi peserta didik yang lebih sempurna, baik yang berkaitan dengan potensi akal, perasaan, maupun perbuatannya.

c. Ahmad Tafsir mendefinisikan pendidikan Islam sebagai bimbingan yang diberikan oleh seseorang agar ia berkembang secara maksimal sesuai dengan ajaran Islam.

Beberapa pengertian pendidikan Islam di atas, dapat disebutkan bahwa pendidikan Islam adalah suatu sistem yang memungkinkan seseorang (peserta didik) dapat mengarahkan kehidupannya sesuai dengan ideologi Islam. Hakikatnya pendidikan

2 Lis Yulianti Syafrida Siregar, ‘Pendidikan Anak Dalam Islam’, Bunayya : Jurnal Pendidikan Anak, 1.2 (2017), p. 16, doi:10.22373/bunayya.v1i2.2033.

(5)

4

Islam adalah usaha orang dewasa Muslim yang bertakwa secara sadar mengarahkan dan membimbing pertumbuhan serta perkembangan fitrah (kemampuan dasar) anak didik melalui ajaran Islam ke arah titik maksimal pertumbuhan dan perkembangannya.

Pendidikan secara teoritis mengandung pengertian "memberi makan"(opvoeding) kepada jiwa anak didik sehingga mendapatkan kepuasan rohaniah, juga sering diartikan dengan menumbuhkan kemampuan dasar manusia. Bila ingin diarahkan kepada pertumbuhan sesuai dengan ajaran Islam, maka harus berproses melalui sistem pendidikan Islam, baik melalui kelembagaan maupun melalui sistem kurikuler. Esensi daripada potensi dinamis dalam setiap diri manusia terletak pada keimanan/kenyakinan, ilmu pengetahuan, akhlak (moralitas) dan pengamalannya, yang keempatnya merupakan potensi esensial yang menjadi tujuan fungsional pendidikan Islam.

Karenanya, dalam strategi pendidikan Islam, keempat potensi dinamis yang esensial tersebut menjadi titik pusat dari lingkaran proses pendidikan Islam sampai kepada tercapainya tujuan akhir pendidikan Islam, yakni terbentuknya manusia dewasa yang mukmin/Muslim, muhsin, muchlisin dan muttaqin.

ُبَلَط ِّمْلِّعْلا ةَضْي ِّرَف ىَلَع

ِّلُك مِّلْسُم

Artinya: "Menuntut ilmu itu wajib atas setiap Muslim" (HR. Ibnu Majah no. 224, dari sahabat Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu, dishahihkan Al Albani dalam Shahiih al- Jaami'ish Shaghiir no. 3913)

Hadits di atas menjelaskan betapa pentingnya untuk menuntut ilmu. Menuntut ilmu hukumnya fardhu 'ain (wajib) dalam hal aqidah, beribadah kepada Allah, halal haram, akhlak, dan muamalah. Sedangkan untuk menuntut ilmu dalam sosial kemasyarakatan hukumnya fardhu kifayah, seperti ilmu kedokteran, perbengkelan, tata boga, dan lain-lain.

B. Metode pengajaran dan pendidikan pada anak menurut Rasulullah

Adapun dibawah ini beberapa metode yang dapat dilakukan orang tua kepada anak sejak usia dini dalam mengajar dan mendidik anaknya menurut Rasulullah:

1. Kasih Sayang

Cinta kasih dan perhatian adalah hal yang paling utama dalam memahami setiap orang-orang yang ada di sekitarnya terutama anak-anaknya. Semakin dicintai, anak

(6)

5

semakin percaya diri dan tumbuh dalam jiwanya, rasa cinta kepada orang kepada orang lain. Sebaliknya, anak yang tidak mendapatkan cinta kasih pada tahun-tahun pertama, dia akan keluar di tengah-tengah masyarakat dengan penuh kedengkian, kebengisan, dan permusuhan. Itu merupakan awal penyimpangan. Rasulullah bersabda:

ِنْبا ْنَع ٍحي ِجَن يِبَأ ِنْبا ْنَع ُناَيْفُس اَنَثَّدَح َلَاَق ِح ْرَّسلا ُنْبا َو َةَبْيَش يِبَأ ُنْب ِرْكَب وُبَأ اَنَثَّدَح ْنَع ٍرِماَع

ِهيِو ْرَي و ٍرْمَع ِنْب ِ َّاللَّ ِدْبَع ْمَح ْرَي ْمَل ْنَم َلاَق َمَّلَس َو ِهْيَلَع ُ َّاللَّ ىَّلَص ِ يِبَّنلا ْنَع ِح ْرَّسلا ُنْبا َل اَق

اَّن ِم َسْيَلَف اَن ِريِبَك َّقَح ْف ِرْعَي َو اَن َريِغَص

Artinya : Telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abu Syaibah bin Ibnu As-Sarh keduanya berkata: telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Ibnu Amir dari Abdullah bin Amru ia meriwayatkan: Ibnu As-Sarh berkata: dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Siapa yang tidak menyayangi orang yang kecil di antara kami dan tidak mengerti hak orang yang lebih besar di antara kami, maka ia bukan dari golongan kami. (Hr. Abu Dawud).

Hadits di atas menjelaskan untuk saling mengasihi satu sama lain baik itu orang tua maupun anak, terutama orang tua kepada anak-anaknya karena hal tersebut merupakan barometer untuk kelangsungan hidup anak, oleh karena itu sesibuk apapun orang tua harus bisa meluangkan waktunya untuk memberikan kasih sayang seutuhnya untuk anak dengan memberikan dukungan-dukungan yang positif agar anak dapat berkembang sesuai tuntunan Al-Qur’an dan Sunah Rasul, cukup banyak orang tua tidak bisa memberikan kasih sayangnya kepada anakanaknya karena sibuk dengan pekerjaannya, karena menganggap kebutuhan materi anak yang harus dahulu terpenuhi. Sesungguhnya kasih sayang terhadap keluarga tidak lain adalah curahan cinta dan kesetiaan yang tulus terhadap mereka. Terus menerus memberikan kebahagiian, selalu sabar dan menghindari kekerasan terutama saat mereka masih kecil. Inilah nasihat Rasulullah kepada kita agar selalu memberikan cinta kasih seutuhnya untuk anak-anak.3

3 Enalya. "Hadits-Hadits Tentang Metode Pendidikan." Journal of Creative (Enalya, 2024) Student Research 2.2 (2024). Hal. 49.

(7)

6 2. Penanaman Sifat Malu Kepada Anak

Metode yang kedua ialah menumbuhkan sikap rasa malu kepada anak. Malu merupakan sifat yang mendorong seseorang untuk menjauhi hal yang buruk dan menghalanginya untuk mengambil hak orang lain “Imam Bukhari dalam shahihnya, meriwayatkan pada suatu hari Rasulullah SAW melihat seseorang menasehati saudaranya tentang malu. Maka Rasulullah SAW bersabda:

اَنَثَّدَح ُدْبَع ِّالل ُنْب ُفُسوُي َلاَق اَن َرَبْخَأ ُكِّلاَم ُنْب سَنَأ ْنَع ِّنْبا باَهِّش ْنَع مِّلاَس ِّنْب ِّدْبَع َِّّاللّ

ْنَع

ِّهْيِّبَأ َّنَأ َلوُس َر َِّّاللّ

ىَّلَص ُالل ِّهْيَلَع مَّلَس َو َّرَم ىَلَع لُج َر َن ِّم ِّراَصْنَلأا َوُه َو

ُظِّعَي ُهاَخَأ يِّف

ِّءاَيَحْلا َلاَقَف ُل ْوُس َر ِّالل ىَّلَص َُّاللّ

هْيَلَع َمَّلَس َو ُهْعَد َّنِّإَف َءاَيَحْلا َن ِّم ِّناَمْيِّ ْلْا

Artinya: Telah menceritakan kepada kami, Abdullah Bin Yusuf, mengabarkan kepada kami Malik bin Anas dari Ibn Syihab dari Salim bin Abdullah dari ayahnya, ketika itu Rasulullah SAW sedang berjalan melewati seorang laki-laki Anshor, dia sedang menasehati saudaranya tentang malu, Rasulullah SAW bersabda: tinggallah dia maka sesungguhnya malu adalah bagian dari iman. (HR. Shahih Bukhari).

Dengan demikian jelaslah bahwa sifat malu merupakan sifat terpuji dan disunahkan. Sedangkan orang yang tidak memiliki sifat malu tidak memilki sifat kemanusiaan. Oleh sebab itu orang yang bisa melaksanakan dan membudayakan sifat tersebut akan menumbuhkan tabiat, menghormati tamu, menunaikan amanat, memenuhi janji, menutup aurat, dan menahan diri dari perbuatan keji.4

Untuk menumbuhkan rasa malu anak, mulailah pada usia anak mencapai 4 bulan. Perasaan itu akan tampak jelas ketika anak berusia genap satu tahun. Apabila anak telah menunjukkan rasa malu dan kesopanannya kepada orang di sekitarnya, maka tugas orang tua adalah memupuk sikap tersebut hingga benar-benar tumbuh pada diri anak, sehingga dengan begitu anak akan terbiasa hingga mereka dewasa.

3. Mengajarkan Adab Makan Kepada Anak

Metode yang ketiga diajarkan anak untuk berakhlak yang baik, Islam menganjurkan pengajaran adab-adab Islam kepada anak sedini mungkin, seperti halnya persoalan adab makan, makan merupakan hal yang biasa kita hadapi dalam kehidupan sehari-hari, karena itu makan merupakan kebutuhan kelangsungan hidup

4 Maryani. "Pengajaran Anak dalam Perspektif Hadits (Implementasi Rasulullah dalam Mendidik Anak)." Jurnal Literasiologi 1.1 (2018). (Maryani, 2018)

(8)

7

seseorang, akan tetapi dari hal yang bisa kita laksanakan kita akan lupa pentingnya keutamaan-keutamaan yang diajarkan Rasulullah SAW terutama bagi anak-anak.

Dikisahkan oleh Amru bin Salamah berkata: “Dulu semasa kecil aku hidup dalam asuhan Rasulullah SAW, suatu ketika tanganku berkeliaran di atas nampan.5 Kemudian Rasulullah SAW bersabda:

اَنَثَّدَح يِّلَع ُنْب ُدْبَع َِّّاللّ

اَن َرَبْخَأ ُناَيْفُس َلاَق ُديِّل َولا ُنْب ريِّثَك يِّن َرَبْخَأ ُهَّنَأ

َعِّمَس َبْه َو َنْب َناَسْيَك ُهَّنَأ

َعِّمَس َرَمُع َنْب يِّبَأ َةَمَلَس ُل ْوُقَي ُتْنُك اًم َلَُغ رْجَح يِّف

ِّل ْوُس َر ِّالل ىَّلَص ُالل ِّهْيَلَع َمَّلَس َو ْتَناَك َو

يَدَي ُسِّطَت ِّةَحْفَّصلا يِّف

َلاَقَف يِّل ِّلوُس َر ِّالل ىَّلَص ُالل ِّهْيَلَع َمَّلَس َو اَي ُم َلَُغ ِّ مَس َالل ْلُك َو

َكِّنِّمَيِّب ْلُك َو اَّمِّم َكْيِّلَي اَمَف ْتَلا َز َكْلِّت اَمَف ْتَلا َز َكْلِّت ُدْعَب يِّتَمْعِّط 15

Artinya: Telah menceritakan kepada Aly bin Abdillah mengabarkan kepada kami Sufyan mengatakan Al-Walid bin Kasir mengabarkan bahwa dia mendengarkan Wahbi bin Kaisan, dia mendengarkan Umar bin Abi Salamah, ketika saya masih kecil dalam naungan Rasulullah SAW bersabda: “Hai anak, bacalah Bismillah, gunakan tangan kananmu, dan makanlah yang ada di dekatmu, maka setelah itu dia selalu makan apa yang ada di dekatnya. (HR. Al-Bukhari).

Rasulullah SAW mengajari adab makan pada anak kecil di mulai dari membaca basmalah, menggunakan tangan kanan, dan makan yang ada di dekatnya. Dengan begitu anak tidak akan sembarangan untuk mengambil makanan, dan anak akan terbiasa makan sesuai dengan adab Islami sampai dia dewasa tetap komitmen dalam menjalankannya.

4. Membiasakan Anak untuk Shalat

Metode yang keempat diajarkannya anak untuk shalat karena shalat merupakan sarana paling penting untuk menanamkan keimanan kepada Allah dan perasaan selalu diawasinya dan menganggap adanya keberadaan Allah. Shalat merupakan sarana yang tepat untuk menyucikan diri dan pembinaan akhlak yang mulia.

Rasulullah SAW menyerukan pada umatnya untuk membiasakan anak-anaknya untuk diajarkan shalat sejak berumur tujuh tahun, melalui sabdanya:

5 Maryani. "Pengajaran Anak dalam Perspektif Hadits (Implementasi Rasulullah dalam Mendidik Anak)." Jurnal Literasiologi 1.1 (2018).

(9)

8

او ُرُم

،َنيِّنِّسِّعْبَسُءاَنْبَأْمُه َوِّةلاَّصلاِّبْمُكَدلا ْوَأ اَهْيَلَعْمُهوُب ِّرْضا َو

، رْشَعُءاَنْبَأْمُه َو اوُق ِّ رَف َو

يِّفْمُهَنْيَب ع ِّجاَضَمْلا

Rasulullah SAW bersabda: “Perintahkan anak-anakmu melaksanakan sholat sedang mereka berusia tujuh tahun dan pukullah mereka karena tinggal sholat sedang mereka berusia 10 tahun dan pisahkan antara mereka di tempat tidurnya.”

(HR. Abu Daud)

Hadits tersebut dapat dipahami bahwa, shalat harus diajarkan kepada anak oleh orang tua ketika anak beranjak usia 7 tahun. Orang tua dapat memberikan hukuman ketika anak tidak melaksanakan shalat atau meninggalkannya menginjak usia 10 tahun. Dianjurkan bagi setiap ayah dan ibu untuk membiasakan anak mendirikan shalat lima waktu sejak usia tujuh tahun. Jika sampai usia sepuluh tahun masih belum disiplin menunaikannya maka orang tua diperbolehkan memukul tidak sampai mencederai tentunya, agar anak mau disiplin mendirikannya. Meskipun dalam usia tersebut anak belum baligh dan tidak berdosa jika meninggalkan sholatnya, akan tetapi kebiasaan yang diterapkan sejak usia dini akan mempermudah anak untuk melatih dirinya untuk membiasakan shalat hingga mereka mencapai usia baligh.6

6 Heryanto, Budi, et al. "Metode Rasulullah Dalam Mendidik Anak: Studi Hadits Sammillah Wakul Biyaminik Wa Mimma Yalik (Ucapkan Bismillah Dan Makan Menggunakan Tangan Kanan Dan Memakan Makanan Yang Ada Disekitar)." Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam 11.03 (2022). Hal. 826.

(10)

9 BAB III PENUTUP Kesimpulan

Anak merupakan sebuah amanah dari Allah SWT yang harus dijaga oleh kedua orang tuanya, dengan cara mereka memberikan pengajaran dan pendidikan yang baik. Adapun beberapa cara pengajaran dan pendidikan pada anak yang dapat dilakukan kedua orang tua dengan cara yang sama menurut Rasulullah Saw antara lain, dengan mmberikan rasa kasih sayang yang tulus, penanaman sifat malu , mengajarkan adab kepada anak, membiasakan anak untuk selalu beribadah dan berbuat baik. Dengan diberikan pengajaran dan pendidikan yang baik pada anak, semoga dapat membentuk kepribadian yang baik sejak dini dan dapat membanggakan kedua orangtuanya, bangsa, dan agama.

(11)

10

DAFTAR PUSTAKA

Asrori. (2017). Pendidikan Dalam Perspektif Islam. Jurnal Hikmah, 164.

Enalya. (2024). Hadits-Hadits Tentang Metode Pendidikan. Journal of Creative Student Research 2.2, 49.

Heryanto, B. (2022). Metode Rasulullah Dalam Mendidik Anak: Studi Hadits Sammillah Wakul Biyaminik Wa Mimma Yalik (Ucapkan Bismillah Dan Makan Menggunakan Tangan Kanan Dan Memakan Makanan Yang Ada Disekitar). Pendidikan Islam, 826.

Latief, A. (2006). Perencanaan Sistem Pengajaran PendidikanIslam. Bandung: PT.PustakaBani Quraisy.

Maryani. (2018). Pengajaran Anak dalam Perspektif Hadits (Implementasi Rasulullah dalam Mendidik Anak. Literasiologi.

Setiawan, A. (2015). Konsep Pendidikan Anak dalam Hadis Nabi SAW (Kajian Ma’anil Hadis Sunan Ibn Majah No.3661). An-nur, 8.

Syafrida Siregar, L. Y. (2017). Pendidikan Anak Dalam Islam. Jurnal Pendidikan Anak, 16.

Referensi

Dokumen terkait

Bagi orang tua agar lebih meningkatkan dalam menanamkan sikap keberagamaan anak agar anaknya menjadi baik menurut ajaran agama Islam, karena anak adalah infestasi yang sangat

Orang tua terutama ibu adalah pendidik pertama dan utama untuk anak-anaknya sehingga ibu harus selalu belajar mencari cara yang baik dalam mendidik sesuai dengan kondisi

perhatian yang dapat diberikan orang tua kepada anaknya agar anaknya dapat predikat yang baik adalah: perhatian orang tua dalam menyediakan fasilitas belajar anak, perhatian orang

Komunikasi orang tua dan anak harus dibangun secara harmonis untuk menanamkan pendidikan yang baik pada anak.. Orang tua senantiasa dapat mengikuti perkembangan anaknya

Orang tua dengan pendidikan yang baik dapat lebih menerima segala informasi dari luar terutama tentang cara mengasuh anak, bagaimana menjaga kesehatan anaknya,

Setiap orang tua mempunyai keinginan untuk membina anak-anaknya agar menjadi anak yang baik, begitu halnya dengan orang tua yang ada di desa Tanjunganom, mereka juga

Pada pola asuh ini Muallifah menjelaskan orang tua suka memaksakan anak-anaknya untuk patuh terhadap aturan-aturan yang sudah ditetapkan oleh orang tua, berusaha

Kepada Orang Tua Orang tua yaitu mampu untuk membentuk arah keyakinan anak-anak mereka serta sebagai teladan bagi anak-anaknya tentu memberikan didikan dengan baik terhadap anak