• Tidak ada hasil yang ditemukan

MAKALAH JUDUL HUKUM KELUARGA ISLAM

N/A
N/A
Muzemmil Art

Academic year: 2025

Membagikan "MAKALAH JUDUL HUKUM KELUARGA ISLAM"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

Nama : Muzemmil Mata Kuliah : Filsafat Hukum Islam

Prodi : HKI Dosen Pengampuh : Nur Kamilia, M.H

Tugas : Pengantar Filsafat Hukum Islam

Filsafat hukum Islam adalah kajian yang berusaha memahami hakikat, sumber, tujuan, dan fungsi hukum Islam dari perspektif filosofis. Ia tidak sekadar membahas aturan-aturan fikih secara normatif, tetapi menggali makna yang lebih dalam tentang mengapa hukum itu ada, bagaimana hukum terbentuk, serta apa nilai-nilai dasar yang melandasinya. Dalam Islam, hukum bukan hanya sebagai produk sosial atau hasil konsensus masyarakat, tetapi merupakan bagian dari sistem nilai yang berasal dari wahyu, yakni Al-Qur’an dan sunnah, yang dipadukan dengan rasionalitas manusia melalui ijtihad.

Perbedaan utama antara filsafat hukum Islam dan filsafat hukum Barat terletak pada fondasi teologisnya. Dalam Islam, hukum memiliki dimensi transenden—ia tidak hanya dirancang untuk menata kehidupan sosial, tetapi juga sebagai bentuk pengabdian kepada Tuhan. Oleh karena itu, pemahaman terhadap hukum Islam menuntut kesadaran spiritual, selain kecakapan intelektual. Filsafat hukum Islam mengajukan pertanyaan seperti: Apa hubungan antara keadilan dan hukum dalam Islam? Sejauh mana akal manusia dapat digunakan untuk memahami kehendak Tuhan? Apakah hukum Islam bersifat tetap atau dapat berubah sesuai konteks zaman dan tempat?

Melalui pendekatan filsafat, hukum Islam tidak hanya dilihat sebagai kumpulan fatwa atau yurisprudensi, tetapi sebagai sistem nilai yang hidup, dinamis, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Hal ini penting mengingat umat Islam kini hidup dalam masyarakat global yang kompleks dan plural, yang menuntut penyesuaian hukum Islam dengan tetap menjaga substansi ajarannya. Dengan demikian, studi filsafat hukum Islam menjadi sangat relevan, tidak hanya bagi para ahli hukum dan teolog, tetapi juga bagi siapa pun yang ingin memahami bagaimana Islam memandang keadilan, kemanusiaan, dan tata kehidupan yang ideal.

(2)

Filsafat hukum Islam adalah kajian mendalam yang mencoba memahami dasar pemikiran di balik lahirnya hukum-hukum dalam Islam. Ia tidak hanya menelaah isi hukum itu sendiri, tetapi juga menyelidiki prinsip-prinsip filosofis yang melandasinya, seperti keadilan, hikmah (kebijaksanaan), dan kemaslahatan. Dalam tradisi Islam, hukum (syariah) dianggap sebagai cerminan dari kehendak Allah SWT, yang diturunkan untuk menuntun manusia menuju kehidupan yang seimbang antara aspek spiritual dan sosial.

Studi filsafat hukum Islam tidak terlepas dari dialog antara teks wahyu (nash) dan rasionalitas manusia. Di sinilah letak keunikan hukum Islam—ia terbuka untuk penalaran kritis (ijtihad) dalam batas-batas tertentu, namun tetap berpijak pada sumber ilahiah. Dengan menggali filsafat di balik hukum, kita dapat memahami bahwa hukum Islam tidak bersifat kaku, melainkan adaptif terhadap konteks ruang dan waktu, selama tidak keluar dari nilai-nilai dasarnya.

Pemahaman ini sangat penting, terutama di era modern di mana umat Islam dihadapkan pada berbagai tantangan hukum kontemporer yang kompleks. Filsafat hukum Islam memberi ruang untuk refleksi kritis terhadap bagaimana syariat dapat diterapkan secara relevan, adil, dan berkelanjutan di tengah masyarakat yang terus berubah.

Referensi

Dokumen terkait

Menjadi Program Studi yang Unggul dan Kompetitif dalam bidang Pengembangan Hukum Keluarga Islam di Indonesia Tahun

mengoreksi skripsi yang bersangkutan dengan judul “Putusnya Hak Ahli Waris dengan Lipas menurut adat Mandar Majene ( Telaah Hukum Waris Islam) ” memandang

kontrak. Filsafat hukum Islam bertugas mempertanyakan paradigma yang telah mapan dalam hukum ekonomi Islam, dan mempersatukan cabang- cabangnya dalam kesatuan sistem hukum.

Mata kuliah Filsafat Hukum Islam ini merupakan mata kuliah pengembangan dari matakuliah metodologi hukum Islam (Ushul Fikih dan Kaidah fiqh) yang secara spesifik mengkaji aspek

Terobosan dalam hukum kewarisan seperti sepanjang ada anak maka saudara dan paman menjadi terdinding, adanya ahli waris Pengganti tanpa memandang keturunan dari anak laki-laki

“Ahli waris ialah orang yang pada saat meninggal dunia mempunyai hubungan darah atau hubungan perkawinan dengan pewaris, beragama Islam dan tidak terhalang karena hukum untuk

Karakteristik hukum Islam di Indonesia pada zaman penjajahan Belanda adalah para ahli sejarah hukum membaginya menjadi dua periode: pertama, periode penerimaan hukum Islam

Menurutnya hukum Islam menghimpun segala sudut dan segi yang berbeda-beda di dalam suatu kesatuan karenanya hukum Islam tidak menghendaki adanya pertentangan antara Ushul dengan Furu',