KAITAN BAHASA DENGAN EKONOMI
Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas kelompok pada mata kuliah Bahasa Indonesia
Dosen Pengampu : Thofa Nurkholis,S Pd.
Disusun oleh : Kelompok 5
1. Muhammad Ihsan Jusrin (20191200210068) 2. Yusuf Duwi Ramadhan (20191200210098) 3. Muhammad Rafeli Fakhlipi (20191200210072)
4. Feri Hermawan (20191200210029)
5. Faahim Al Haq (20191200210025)
PROGRAM STUDI BAHASA ARAB
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM ALI BIN ABI THALIB SURABAYA
2022
ii KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis ucapkan ke hadirat Allah ىلاعت و هناحبس karena atas rahmat dan karunia-Nya penulis dapat menyusun dan menyelesaikan makalah ini.
Sholawat serta salam semoga tetap tercurah kepada Nabi Besar Muhammad ﷺ. Tidak lupa pula penulis ucapkan terima kasih kepada Bapak Thofa Nurkholis, S.Pd. selaku dosen pengampu mata kuliah Bahasa Indonesia yang senantiasa membimbing penulis dalam menyelesaikan tugas makalah ini.
Makalah yang berjudul “KAITAN BAHASA DENGAN EKONOMI” ini disusun untuk memenuhi tugas kelompok pada mata kuliah Bahasa Indonesia.
Bilamana ada beberapa kesalahan yang terdapat dalam makalah ini, izinkan penulis menghaturkan permohonan maaf. Sebab, makalah ini tiada
sempurna dan masih memiliki banyak kelemahan. Penulis juga berharap pembaca makalah ini dapat memberikan kritik dan sarannya kepada penulis.
Semoga makalah ini bermanfaat bagi pembaca untuk menambah wawasan, ilmu pengetahuan, dan menjadi acuan untuk menulis makalah lainnya.
Surabaya, 15 Februari 2022
Penulis
iii DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL KATA
PENGANTAR
………..………………..ii
DAFTAR ISI ... Error! Bookmark not defined. BAB I PENDAHULUAN ... Error! Bookmark not defined. 1.1.Latar Belakang ... Error! Bookmark not defined. 1.2.Rumusan Masalah ... 1
1.3.Tujuan………... 1
BAB II PEMBAHASAN ... 2
2.1. Peran Bahasa dalam Perekonomian…………...………2
2.2.Kedudukan Bahasa dalam Perekonomian………..4
2.3. Hubungan Bahasa dan Ekonomi………. 5
BAB III PENUTUP ... 6
3.1.Kesimpulan… ... 6
3.2.Saran………. ... 6
DAFTAR PUSTAKA ... 6
1 BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Manusia merupakan mahkluk sosial yang harus berinteraksi dengan sesamanya dalam memenuhi berbagai kebutuhan hidup. Karena itu, manusia tidak mungkin bisa hidup sendiri tanpa berinteraksi dengan orang lain. Dan salah satu cara interaksi dengan orang lain ialah dengan suatu bahasa, dimana bahasa itu sendiiri merupakan alat komunikasi yang paling efektif untuk menyampaikan gagasan, pikiran, maksud dan tujuan kepada orang lain. Selain sebagai alat komunikasi bahasa juga merupakan saluran perumusan maksud, gagasan, pendapat, melahirkan perasaan dan memungkinkan untuk menciptakan kerja sama dengan sesama warga. Oleh karena itu, bahasa merupakan salah satu komponen penting dalam berkomunikasi, dan ekonomi akan bisa terlaksana dengan adanya komunikasi.
1.2 Rumusan masalah
1. Apa peran bahasa dalam perekonomian?
2. Apa kedudukan bahasa dalam perekonomian?
3. Mengapa bahasa dan ekonomi sangat berkaitan satu sama lain?
1.3 Tujuan Penulisan
Berdasarkan rumusan masalah diatas maka tujuan penulisan makalah ini adalah sebagai berikut :
1. Untuk mengetahui peran bahasa dalam perekonomian 2. Untuk mengetahui kedudukan bahasa dalam perekonomian 3. Untuk mengetahui hubungan bahasa dan ekonomi
2 BAB II
PEMBAHASAN 2.1 Peran Bahasa dalam Perekonomian
Bahasa Indonesia memilki peran yang sangat besar dalam perekonomian buktinya bahasa Indonesia dijadikan sebagai bahasa perdagangandi era MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN). Hal ini diutarakan pada akhir tahun 2010, Ketua Dewan perwakilanRakyat Indonesia secara terbuka mengusulkan agar bahasa Indonesia menjadi salahsatu bahasa resmi Asean. Setahun sebelumnya, delegasi DPR RI juga telah Indonesia dijadikan target sasaran utama investasi modal dalam hal ekonomi danperdagangan di era MEA.
Peran Bahasa Indonesia Saat ini
Melihat fenomena-fenomena yang ada yang dimulai dari Negara-negara Asean yangmulai memasukkan pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah- sekolah. Hal ini mulaimenunjukkan eksistensi bahasa Indonesia yang dianggap penting dan patut dipelajarike depannya. Selain itu, jumlah orang asing yang belajar Bahasa Indonesia mulaimeningkat. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya lembaga dan instansi yangmengadakan pelatihan bahasa Indonesia pentur asing (BIPA). Balai bahasa juga mengadakan pengiriman pengajar BIPA ke luar negeri berjumlah 80 orang setiaptahunnya. Hal ini membuktikan kebutuhan pengajar BIPA di luar negeri sangat besarkarena jumlah peminat pembelajar bahasa Indonesia yang besar pula.
Selanjutnya, fenomena jumlah pekerja asing yang telah masuk ke Indonesiadari waktu ke waktu kian bertambah. Seharusnya mereka menguasai bahasa Indonesia,hal ini berbanding terbalik di mana pemerintah merevisi
peraturan perundangundangan di mana warga negara asing harus menguasi bahasa Indonesia, tetapi tidakdemikian. Seharusnya pemerintah menguatkan peraturan tersebut dengan mewajibkanpekerja asing untuk bisa berbahasa Indonesia, bahkan mereka harus melalui tes UjiKemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) sesuai dengan standar minimal yang harusmereka tempuh sebagai tahapan awal untuk bekerja di Indonesia. Hal ini untukmenjaga kewibawaan bahasa Indonesia dan menjadikan bahasa Indonesia sebagaibahasa perdagangan dapat tercapai.
Dengan diberlakukannya uji keterampilan berbahasa Indonesia bagi pekerjaasing dapat memberikan dan menumbuhkembangkan marwah bahasa Indonesia.Selain itu, pekerja asing yang ingin bekerja atau menanamkan modalnya di Indonesiadipaksa untuk mampu berbahasa Indonesia dan
mempelajari bahasa Indonesia.Menurut Nurhayatin dkk (2014:309) “Penguasaan bahasa Indonesia banyakmemberikan manfaat untuk peningkatan kompetensi seseorang.” Jika hal iniditerapkan dengan baik, keyakinan akan bahasa Indonesia menjadi bahasa Indonesiasemakin tinggi. Dengan kata lain, bahasa Indonesia juga
3 mampu bersaing denganbahasa Inggris dalam kedudukannya baik sebagai bahasa nasional, negara, atauinternasional.
Kemerosotan akan marwah bahasa Indonesia sayangnya dilakukan oleh penduduk Indonesia itu sendiri. Hal ini disebabkan pengaruh budaya eropa yang sudahmenjamur dan dianggap popoler di Indonesia. Banyak yang beranggapan bahwamereka akan bangga dan merasa percaya diri jika menggunakan produk luar negeriyang notabenennya berbahasa Inggris dibanding dengan produk dalam negeri yangberbahasa Indonesia. Namun keadaan ini berbanding terbalik
walaupun kualitasproduknya belum tentu lebih baik daripada produk Indonesia.
Hal ini disebabkankarena pola pikirnya sudah terbentuk sehingga berpikir untuk menggunakan produkyang menggunakan bahasa Inggris daripada bahasa
Indonesia. Selain itu, adanyafenomena peningkatan status sosial ketika menggunakan produk menggunakan bahasaInggris daripada menggunakan produk berbahasa Indonesia. Seakan membuktikanbahwa bahasa Indonesia bukanlah sesuatu yang luar biasa walaupun dari manfaatnyajauh lebih besar.
Menurut Kontjaraningrat (dalam Aziz, 2014) bahasa Indonesia lebih dikesampingkan dari bahasa asing disebabkan akan penduduk Indonesia itu sendiri.Masyarakat Indonesia lebih percaya diri dalam segi mental jika ketika berkomunikasimenggunakan bahasa asing. Mereka akan merasa memiliki kredibilitas disaatberkomunikasi dengan menggunakan bahasa asing. Hal ini disebabkan bahwamasyarakat Indonesia telah terkontaminasi atas penjajahan Belanda sehingga munculperasaan diskriminasi terhadap budaya dan bahasa sendiri, yakni budaya dan bahasaasing jauh lebih baik dari bahasa sendiri. Selain itu, Listriyani (2012:304)menyampaikan penegasannya terkesampingnya bahasa Indonesia saat ini kerenamelemahnya karakter masyarakat Indonesia.
Oleh sebab itu, kita perlu mengembalikan marwah bahasa Indonesia dan mulaimembanggakan bahasa Indonesia dengan negara atau pekerja asing yang ada diIndonesia. Hal ini dipertegas Sugono (2010) karakter dan jati diri bangsa Indonesiasaat ini berada dalam tatanan kehidupan modern dan perlu
dikembangkan dan dikuatkan marwahnya melalui bahasa Indonesia dalam memasuki kehidupan global.Salah satu sarana dalam kehidupan masyarakat modern adalah bahasa yang mampumemenuhi tuntutan keperluan komunikasi seluruh anggota masyarakatnya. Maka,berbagai langkah sebagaimana
digambarkan dalam paparan di atas merupakan upayamenjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa modern. Pengembangan bahasa menuju
bahasa modern tersebut diharapkan akan mampu menjadikan bahasa Indonesia sebagaikarakter bangsa yang menggerakkan seluruh kehidupan kebangsaan.
4 Berbagai perubahan bahasa dan masyarakat pendukungnya menuju
kehidupanmodern tersebut merupakan dinamika yang dapat memacu
perkembangan bahasa dansastra Indonesia dalam memenuhi tuntutan kebutuhan masyarakat pendukungnya.Dengan demikian, bahasa Indonesia akan mampu menjadi bahasa pengantarperdagangan bebas di bumi Indonesia pada era globalisasi. Upaya perluasanpenggunaan bahasa Indonesia ke luar masyarakat Indonesia merupakan langkahmemperbaiki citra Indonesia di dunia internasional melalui peningkatan mutupengajaran bahasa Indonesia untuk penutur asing (BIPA), yang pada gilirannya akanmenjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa perhubungan luas di dunia internasional.
Melalui pernyataan Sugono, ada secercah harapan dimana bahasa Indonesiaakan mampu menjadi bahasa pengantar perdagangan bebas di bumi Indonesia pada eraglobalisasi. Hal ini membuktikan bahwa bahasa Indonesia mampu bersaing terutamadijadikan bahasa dalam perdagangan jika kita mampu menjadikan bahasa Indonesiasebagai jiwa dan citra bangsa Indonesia maka bahasa Indonesia akan menjadi bahasamodern.
Sebagai warga Negara Indonesia harusnya kita menjunjung tinggi bahasa Indonesia. Karena bahasa Indonesia merupakan identitas kita sebagai orang Indonesia,jangan sampai luntur dan pudar akibat pengaruh dari bahasa asing.
Kesan masyarakatyang seakan menganggap bahasa Indonesia kuno sangatlah salah. Terbukti bahasaIndonesia dipelajari bahkan dijadikan bahasa perioritas kedua setelah bahasa asingInggris di negera-negara lain. Kita harus menjunjung semboyan “Utamakan bahasaIndonesia, Kuasai bahasa Asing, dan Lestarikan bahasa Daerah” agar identitas bahasakita dapat terjaga dan berwibawa.
2.2 Kedudukan Bahasa dalam Perekonomian Bahasa Indonesia sebagai alat transaksi dan promosi
Bahasa Indonesia sebagai bahasa perdagangan berarti sebagai alat transaksi dan promosi. Transaksi dan promosi berupa produk barang dan jasa seharusnya menggunakan bahasa Indonesia. Kita sebagai negara ASEAN harus memiliki kepercayaan diri untuk memperkenalkan bahasa Indonesia jauh lebih luas. Ketika kita ingin memperkenalkan bangsa Indonesia dapat melalui penjualan promosi melalui iklan produk barang dan jasa menggunakan bahasa Indonesia. Jika kita
5 ingin bahasa Indonesia menjadi bahasa perdagangan, kita harus mennjunjung dan mencintai bahasa Indonesia terlebih dahulu dengan penggunamaan label atau nama produk menggunakan bahasa Indonesia.
2.3 Hubungan Bahasa dan Ekonomi Satu Sama Lain
Roda perekonomian tidak akan berjalan dengan baik tanpa adanya interaksi antara pembeli dan penjual antara satu dengan lainnya. Dalam hal ini, alat komunikasi yang digunakan dalam sebuah transaksi adalah “bahasa”.
Sehingga bahasa memiliki hubungan yang sangat penting terhadap ekonomi.
6 BAB III
PENUTUP 1.1 Kesimpulan
Berdasarkan pemaparan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa Bahasa memiliki hubungan serta keterkaitan yang sangat erat dengan ekonomi sebagai alat komunikasi antara penjual dan pembeli.
1.2 Saran
Demikianlah makalah ini ditulis. Semoga apa yang telah penulis uraikan diatas mengenai “ Hubungan Bahasa dengan Ekonomi “ dapat bermanfaat bagi pembaca yang budiman.
Diharapkan melalui makalah presentasi ini, para pembaca khususnya mahasiswa dapat memahami peran dan kedudukan bahasa dalam perekonomian. Sehingga dapat mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari hari.
7 DAFTAR PUSTAKA
Zulfadhli Muhammad, Asnawi, Hardani Maisuri. " Peran Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Perdagangan di Era MEA." : Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia, FKIP Universitas Islam Riau.