MAKALAH Ketetapan Di Indonesia
Makalah ini ditujukan untuk memenuhi tugas Hukum Tata Pemerintahan
Disusun Oleh : Hambali E1031211080
Dosen Pengampu :
Dr. H. Agus Sikwan, SH.,M.Hum
Universitas Tanjungpura
Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Program Studi Ilmu Pemerintahan
2022
BAB I
LATAR BELAKANG
Ketetapan Tata Usaha Negara pertama kali diperkenalkan oleh seorang sarjana Jerman, Otto Meyer, dengan istilah verwaltungsakt. Istilah ini diperkenalkan di negeri Belanda dengan nama beschikking oleh Vollenhoven dan C.W. van der Pot, yang oleh beberapa penulis, seperti AM. Donner,H.D. van Wijk/Willemkonijnenbelt, dianggap sebagai“de vader van het modern beschikkingsbegrip,” (bapak dari konsep beschikking yang modern).
Di Indonesia istilah Beshikking diperkenalkan pertama kali oleh WF. Prins. Ada yang menerjemahkan istilah beshikking ini dengan “ketetapan”, seperti E.Utercht, Bagir Manan, Sjachran Basah, dan lain lain , dan dengan “keputusan” seperti WF. Prins dan SF. Marbun, dan lain lain.
Meskipun penggunaaan istilah keputusan dianggap lebih tepat, namun dalam buku Ridwan HR, akan digunakan istilah ketetapan dengan pertimbangan untuk membedakan dengan penerjemahan “besluit” (keputusan) yang sudah memiliki pengertian khusus, yaitu sebagai keputusan yang bersifat umum dan mengikat atau sebagai peraturan perundang-undangan.
Keputusan Administratif merupakan suatu pengertian yang sangat umum dan abstrak, yang dalam praktik tampak dalam bentuk keputusan-keputusan yang sangat berbeda.
Namun demikian keputusan administratif juga mengandung ciri-ciri yang sama, karena akhirnya dalam teori hanya ada satu pengertian “Keputusan Administratif”. Adalah penting untuk mempunyai pengertian yang mendalam tentang pengertian keputusan administratif, karena perlu untuk dapat mengenal dalam praktek keputusan- keputusan/tindakan-tindakan tertentu sebagai keputusan administrative. Dan hal itu diperlukan, karena hukum positif mengikatkan akibat-akibat hukum tertentu pada keputusan-keputusan tersebut, misalnya suatu penyelesaian hukum melalui hakim tertentu. Sifat norma hukum keputusan adalah individual-konkrit.
BAB II
RUMUSAN MASALAH Rumusan Masalah Pada Pembahasan Yang Terkait Antara Lain 1. Apa pengertian ketetapan ?
2. Apa saja syarat membuat ketetapan ? 3. Apa saja unsur – unsur ketetapan ? 4. Apa saja jenis – jenis ketetapan ?
BAB III TUJUAN 1. Mengetahui Pengertian Ketetapan
2. Mengetahui apa saja syarat dalam pembuatan ketetapan 3. Mengetahui Apa saja Unsur – Unsur dalam Ketetapan 4. Mengetahui Apa saja Jenis – Jenis Ketetapan
BAB IV PEMBAHASAN
A. Pengertian Ketetapan
ketetapan adalah suatu penetapan tertulis yang dikeluarkan oleh badan atau pejabat tata usaha negara yang berisi tindakan hukum tata usaha negara yang berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku, yang bersifat konkrit, individual, dan final yang menimbulkan akibat hukum bagi seseorang dan badan hukum perdata. (pasal 1 angka 3 uu no. 5 tahun 1986).
Menurut Ahli
a) WF Prins menyatakan ketetapan sebagai suatu tindakan hukum sepihak dalam lapangan pemerintahan yg dilakukan oleh alat pemerintahan berdasarkan wewenang yg ada pada alat atau organ itu.
b) Van der Por menyatakan ketetapan adalah perbuatan hk yg dilakukan oleh alat-alat pemerintahan, pernyataanpernyataan kehendak alat-alat pemerintahan itu dlm menyelenggarakan hak istimewa, dg maksud mengadakan perubahan dlm lapangan perhubungan-perhubungan hk.
c) E. Utrecht dlm bukunya Pengantar Hk Tata Usaha Neg Indonesia, menyatakan Ketetapan adalah suatu perbuatan hukum publik bersegi satu yg dilakukan oleh alat-alat perlengkapan pemerintahan berdasarkan suatu kekuasaan istimewa.
d) Prof. Dr. Muchsan, S.H., menyatakan Ketetapan adalah perbuatan hk yg dilakukan oleh alat-alat pemerintahan secara sepihak berdasarkan hk abstakto untuk menyelesaikan permasalahan inkronkreto.
B. Syarat – Syarat Pembuatan Ketetapan 1. Syarat-Syarat Materiil
a. Dibuat oleh Pejabat yg berwenang b. Tidak Mengalami kekurangan yuridis
c. Isi dan tujuan ketetapan sesuai dg isi dan tujuan peraturan dasarnya (doelmatig) 2. Syarat- Syarat Formil
a. Bentuk ketetapan sesuai dengan ketentuan yg menjadi dasarnya
b. Prosedur pembuatan ketetapan harus sesuai dengan prosedur yang diharuskan dlm ketentuan dasarnya
c. Pembertahuan kepada yg bersangkutan dan pihak ketiga yang berkepentingan harus sesuai dengan ketentuan yg mendasarinya.
C. Unsur – Unsur Dalam Pembuatan Ketetapan Unsur unsur nya :
a.Penetapan tertulis
Syarat tertulis dari suatu penetapan tidak ditujukan pada bentuk formalnya, tetapi ditujukan pada isi atau sustansi dari keputusan tersebut. Persyaratan tertulis ini dimaksudkan untuk mempermudah dalam perbuktian apabila terjadi sengketa antara pemerintah dengan rakyatnya sebagai akibat dikeluarkannya suatu keputusan.
b. Dikeluarkan oleh badan atau pejabat tata usaha negara
Yang dimaksud dengan badan atau pejabat tata usaha negara adalah badan atau pejabat di pusat dan daerah yang melaksanakan kegiatan yang bersifar eksekutif.
c.Berisi tindakan hukum tata usaha nerara
Tindakan hukum tata usaha negara adalah perbuatan hukum badan atau pejabat tun yang bersumber pada suatu ketentuan hukum tata usaha negara yang dapat menimbulkan hak dan kewajiban kepada orang lain.
d. Berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku
Artinya bahwa keputusan itu harus didasarkan pada kewenangan dari pejabat tata usaha negara ,sedangkan kewenangan pejabat tersebut tentunya bersumber pada peraturan perundang undangan yang berlaku. Atau dengan kata lain bahwa keputusan itu berfungsi untuk melaksanakan peraturan yang bersifat umum. Jadi harus ada peraturan yang menjadi dasarnya.
e. Bersifat konkrit, individual dan final
Konkrit artinya objek yang diputuskan dalam ktun tidak abstrk, tetapi berwujud tertentu atau dapat ditentukan, seperti imb, siup, dll. Individual artinya tidak ditujukan untuk umum, tetapi tertentu baik alamat maupun yang dituju, jika lebih dari seorang harus disebutkan satu persatu dalam keputusan. Final artimya keputusan tersebut sudah definitif dan karenanya menimbulkan akibat hukum.
f. Menibulkan akibat hukum bagi seseorang atau badan hukum perdata
Akibat hukum dalam hal ini adalah menimbulkan hak dan kewajiban kepada seseorang atau badan hukum perdata yang terkena keputusan tersebut.
D. Jenis – Jenis Ketetapan
Serta Jenis – Jenis Ketetapan berdasarkan Sifat , Waktu , yang dituju dan subjeknya a. Berdasarkan sifatnya, ketetapan dapat dibedakan :
1. Ketetapan deklaratur 2. Ketetapan konstitutif
b. Berdasarkan Waktu berlakunya, ketetapan dapat dibedakan : 1. Ketetapan yanag berlakunya sementara
2. Ketetapan yang berlakunya selamanya
c. Berdasarkan akibat ketetapan terhadap orang yg dituju, ketetapan dpt dibedakan:
1. ketetapan yang melarang (contoh: perizinan)
2. ketetapan yang menyediakan sejumlah uang (subsidi)
3. ketetapan yang membebankan kewajiban(contoh : Ketetapan pajak)
4. ketetapan yang memberi suatu kedudukan (contoh : pengangkatan pegawai) 5. ketetapan penyitaan dsb.
d. Keputusan yang bersifat perorangan dan yg bersifat kebendaan e. Ketetapan Menurut Para Ahli
Dalam buku-buku hukum administrasi berbahasa Indonesia, dapat dibaca beberapa pengelompokan keputusan. E.Utrecht menyebutnya “ketetapan”, sedangkan Prajudi Atmosudirjo menyebutnya “penetapan”. Pengelompokkan tersebut antara lain oleh:
E.Utrecht dan Prajudi Atmosudirjo.
Pertama-tama disini diketengahkan dulu pengelompokkan E.Utrecht membedakan keputusan atas:
1. Ketetapan Positif dan Negatif
Ketetapan positif menimbulkan hak atau kewajiban bagi yang dikenai ketetapan. Sedangkan ketetapan negatif tidak menimbulkan perubahan dalam keadaan hukum yang telah ada.
Ketetapan negatif dapat berbentuk: pernyataan tidak berkuasa, pernyataan tidak diterima atau suatu penolakan.
2. Ketetapan Deklaratur dan ketetapan konstitutif
Ketetapan deklaratur hanya menyatakan bahwa hukumnya demikian. Ketetapan konstitutif adalah membuat hukum.
3. Ketetapan Kilat dan Ketetapan yang Tetap
Menurut Prins, ada empat macam ketetapan kilat: ketetapan yang bermaksud mengubah redaksi ketetapan lama.
1. Suatu ketetapan negatif.
2. Penarikan atau pembatalan suatu ketetapan.
3. Suatu pernyataan pelaksanaan. Dispensasi, izin, Lisensi dan konsesi
Prof. van der Pot mengadakan pembagian dalam tiga pengertian : dispensasi-izin-konsesi.
Yang dimaksud dengan “dispensasi” adalah keputusan administrasi negara yang membebaskan suatu perbuatan dari kekuasaan peraturan yang menolak perbuatan itu.
Bilamana pembuat peraturan tidak umumnya melarang suatu perbuatan, tetapi masih juga memperkenankannya asalsaja diadakan secara yang ditentukan masing-masing hal konkrit maka keputusan administrasi negara yang memperkenankan perbuatan tersebut bersifat suatu izin (vergunning).
Kadang-kadang pembuat peraturan beranggapan bahwa suatu perbuatan yang penting bagi umum, sebaik-baiknya dapat diadakan oleh suatu subjek hukum partikelir, tetapi dengan turut campur dari pihak pemerintah. Suatu keputusan administrasi negara yang memperkenankan yang bersangkutan mengadakan perbuatan tersebut, membuat suatu konsensi ( concessive). Sedangkan Prajudi Atmosudirdjo membedakan dua macam penetapan yaitu penetapan negatif (penolakan) dan penetapan positif (permintaan dikabulkan). Penetapan negatif hanya berlaku satu kali saja, sehingga permintaannya boleh diulangi lagi.
Penetapan positif terdiri atas lima golongan yaitu:
1. Yang menciptakan keadaan hukum baru pada umumnya.
2. Yang menciptakan keadaan hukum baru hanya terhadap suatu objek saja 3. Yang membentuk atau membubarkan suatu badan hukum
4. Yang memberikan beban (kewajiban)
5. Yang memberikan keuntungan. Penetapan yang memberikan keuntungan adalah:
dispensasi, izin, lisensi dan konsesi.
BAB V PENUTUP A. Kesimpulan
Ketetapan atau Keputusan Tata Usaha Negara adalah suatu penetapan tertulis yang dikeluarkan oleh badan atau pejabat Tata Usaha Negara yang berisi tindakan Hukum Tata Usaha Negara berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku yang bersifat konkrit, individual dan final yang menimbulkan akibat hukum bagi seseorang atau badan hukum perdata. Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi untuk membuat ketetapan diantaranya syarat formil maupun materil. Unsur-unsur dari sebuah ketetapan antara lain adalah Penetapan tersebut tertulis dan dikeluarkan oleh Badan atau Pejabat Tata Usaha Negara. Berisi tindakan hukum dalam bidang Tata Usaha Negara.
B. Saran
Saya mengharapkan kritikan jika adala kesalahan dalam penulisan ini untuk
membangun agar kedepannya lebih baik lagi serta berharap makalah ini dapat berguna buat pembaca
DAFTAR PUSTAKA
https://bantuanhukum-sbm.com/artikel-definisi-keputusan-dan-ketetapan-tata-usaha- negara
https://jdih.mkri.id/keputusan_penetapan_all.php#:~:text=Keputusan%2Fpenetapan
%2Fketetapan%20adalah%20suatu,akibat%20hukum%20bagi%20seseorang%20dan https://law.ugm.ac.id/wp-content/uploads/sites/1043/2020/03/PERBUATAN-
PEMERINTA