• Tidak ada hasil yang ditemukan

MAKALAH KEWIRAUSAHAAN

N/A
N/A
Calvin

Academic year: 2025

Membagikan "MAKALAH KEWIRAUSAHAAN"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

PINJAMAN MODAL DALAM KEGIATAN USAHA

Makalah Ini Disusun untuk Memenuhi Tugas pada Mata Kuliah Kewirausahaan

Oleh : ISMAIL HALIM

90500120041

[email protected]

Dosen Pengajar : Dra. Hj. Nuraeni Gani, MM.

PERBANKAN SYARIAH

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM UIN ALAUDDIN MAKASSAR

TAHUN 2021

(2)

ii

ABSTRAK

Keadaan ekonomi yang semakin sulit yang terjadi di Indonesia, khususnya dialami oleh wirausahawan, baik usaha yang bersifat kecil, menengah, maupun usaha berskala besar.

Wirausahawan yang bergerak di sektor industri, perdagangan, pertanian mengalami kendala dengan keadaan ekonomi yang sulit tersebut. Kendala yang dialami oleh pelaku usaha di bidang ekonomi, yaitu permodalan bagi usaha kecil pada khususnya maupun penambahan modal pada kegiatan usaha yang sudah mapan. Kondisi demikian menyebabkan masyarakat umum dan wirausahaan sangat membutuhkan bantuan keuangan dengan kredit yang terjangkau untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat dengan naiknya daya beli. Para pedagang kecil merupakan salah satu bagian dari masyarakat golongan ekonomi lemah yang perlu mendapat uluran dari tangan pemerintah untuk meningkatkan taraf hidupnya. Permasalahan yang sering dihadapi pedagang kecil dalam meningkatkan usahanya ialah kesulitan dalam permodalan. Untuk meningkatkan usahanya dibutuhkan modal yang didapatkan adalah modal yang mempunyai suku bunga tinggi yang diperoleh dari para rentenir. Hal tersebut tetap berlangsung karena tidak ada jalan lain yang harus dilakukan. Peminjaman dana merupakan suatu alternatif dalam memulai usaha atau mengembangkan usaha, maka dari itu diperlukan modal khususnya dalam bentuk dana/uang. Namun ketika dana tidak mencukupi, maka diperlukannya sumber dana melalui lembaga keuangan untuk memulai serta menunjang kegiatan usaha bagi masyarakat luas khususnya UMKM.

Salah satu cara dalam meningkatkan dan menstabilkan perekonomian adalah dengan membangun serta mengembangkan sebuah usaha pada masyarakat utamanya pada usaha mikro kecil dan menengah yaitu dengan memberikan peminjaman modal. Pelaku usaha bisa mendapatkan pinjaman modal pada berbagai lembaga keuangan yang ada.

Ada begitu banyak lembaga keuangan atau jasa peminjaman yang menyediakan pinjaman modal, seperti bank, pegadaian, koperasi, dan leasing.

Kata kunci: Pinjaman, Usaha, Modal, Bisnis.

(3)

iii

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh

Puji dan syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat rahmat dan karunia-Nyalah hingga makalah yang berjudul “Pinjaman Modal Dalam Kegiatan Usaha” ini dapat saya selesaikan dengan cukup mudah dan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Tanpa pertolongan-Nya mungkin saya tidak akan mampu menyelesaikan tepat pada waktunya. Makalah ini saya buat untuk memenuhi tugas dari mata kuliah Kewirausahaan.

Saya mengucapkan terima kasih kepada Ibu Dra. Hj. Nuraeni Gani, MM. selaku Dosen Kewirausahaan program studi Perbankan Syariah. Yang telah memberikan arahan dalam menyusun makalah ini. Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada pembaca. Saya menyadari bahwa makalah ini masih kurang sempurna. Oleh karena itu, saya mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari para pembaca. Terima Kasih.

Wassalamu’alakum Warohmatullahi Wabarokatuh.

Gowa, 08 November 2021

Penulis

(4)

iv

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ... i

ABSTRAK ... ii

KATA PENGANTAR ... iii

DAFTAR ISI ... iv

BAB I PENDAHULUAN ... 1

A.

Latar Belakang ... 1

C.

Tujuan ... 2

BAB II PEMBAHASAN ... 3

A.

Landasan Teori ... 3

B.

Pembahasan ... 4

1. Pengertian Pinjaman Modal ... 4

2. Lembaga Keuangan Yang Menyediakan Pinjaman Modal ... 5

3. Proses atau Langkah-Langkah Mengajukan Pinjaman Modal ... 6

BAB III PENUTUP ... 9

A. Kesimpulan ... 9

B. Saran ... 9

DAFTAR PUSTAKA ... 10

(5)

1

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Perkembangan kehidupan masyarakat semakin hari semakin meningkat sejalan dengan laju pertumbuhan ilmu pengetahuan dan teknologi. Demikian pula dengan kebutuhan yang semakin bertambah dan membawa persoalan dalam pemenuhannya.

Kebutuhan akan menimbulkan suatu dorongan atau desakan alami untuk memuaskan kebutuhan tersebut dan adanya kecenderungan untuk mempertahankan hidup. Kebutuhan akan mudah terpenuhi bila sumber-sumber tersedia, tetapi apabila jumlahnya terbatas, maka manusia akan tertantang untuk memenuhi kebutuhan.

Keadaan ekonomi yang semakin sulit yang terjadi di Indonesia, khususnya dialami oleh wirausahawan, baik usaha yang bersifat kecil, menengah, maupun usaha berskala besar. Wirausahawan yang bergerak di sektor industri, perdagangan, pertanian mengalami kendala dengan keadaan ekonomi yang sulit tersebut. Kendala yang dialami oleh pelaku usaha di bidang ekonomi, yaitu permodalan bagi usaha kecil pada khususnya maupun penambahan modal pada kegiatan usaha yang sudah mapan. Kondisi demikian menyebabkan masyarakat umum dan wirausahaan sangat membutuhkan bantuan keuangan dengan kredit yang terjangkau untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat dengan naiknya daya beli. Para pedagang kecil merupakan salah satu bagian dari masyarakat golongan ekonomi lemah yang perlu mendapat uluran dari tangan pemerintah untuk meningkatkan taraf hidupnya. Permasalahan yang sering dihadapi pedagang kecil dalam meningkatkan usahanya ialah kesulitan dalam permodalan. Untuk meningkatkan usahanya dibutuhkan modal yang didapatkan adalah modal yang mempunyai suku bunga tinggi yang diperoleh dari para rentenir. Hal tersebut tetap berlangsung karena tidak ada jalan lain yang harus dilakukan.

Pada umumnya pedagang kecil tidak mempunyai pendidikan yang cukup untuk meningkatkan usahanya. Kurangnya pendidikan membuat mereka tidak menyadari pentingnya pengetahuan pasar untuk menganalisa faktor-faktor yang mempengaruhi usaha mereka untuk saat ini maupun masa yang akan datang. Selain itu kurangnya

(6)

2

perencaan juga menjadi masalah bagi pedagang kecil, usaha akan berjalan baik apabila dilaksanakan berdasarkan perencanaan yang bagus seperti beberapa persediaan barang yang harus dibeli dan bagaimana strategi yang diterapkan agar mencapai laba yang tinggi. Pada dasarnya pedagang kecil tidak mempunyai administrasi keuangan yang baik yang dapat memberikan gambaran dari waktu ke waktu. Sehingga pedagang tidak dapat mengetahui apakah usahanya dalam keadaan untung atau rugi karena antara modal dan keuangan rumah tangga tidak dapat dipisahkan.

Dengan cara melakukan peminjaman modal pada lembaga keuangan, maka setidaknya para pedagang kecil seperti UMKM mampu untuk mengembangkan usahanya.

B. Rumusan Masalah

1. Apa yang dimaksud dengan pinjaman modal ?

2. Lembaga keuangan apa saja yang menyediakan layanan peminjaman modal ? 3. Apa saja syarat-syarat dalam mengajukan peminjaman modal ?

C. Tujuan

1. Untuk mengetahui arti dari pinjaman modal.

2. Untuk mengetahui lembaga keuangan yang menyediakan layanan peminjaman modal.

3. Untuk mengetahui apa saja syarat-syarat dalam mengajukan peminjaman modal.

(7)

3

BAB II PEMBAHASAN

A. Landasan Teori

Modal adalah semua bentuk kekayaan yang dapat digunakan langsung maupun tidak langsung dalam proses produksi untuk menambah output. Dalam pengertian ekonomi, modal yaitu barang atau uang yang bersama dengan faktor-faktor produksi tanah dan tenaga kerja untuk menghasilkan barang dan jasa baru. Modal (uang) dan tenaga (keahlian) diperlukan untuk mendirikan atau menjalankan suatu usaha.

Modal dalam bentuk uang diperlukan untuk membiayai semua keperluan usaha, mulai dari biaya pra investasi, pengurusan izin, biaya investasi untuk pembelian aktiva tetap, sampai dengan modal kerja. Sementara itu, modal keahlian adalah keahlian dan kemampuan seseorang untuk mengelola atau menjalankan suatu usaha (Saragih & Nasution, 2015).

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia modal kerja ialah bagian modal yang beredar dl jangka waktu pendek, yaitu beredar dari uang menjadi persediaan barang piutang dan menjadi uang kembali. Sedangkan modal dalam arti uang yang dipakai sebagai pokok (induk) untuk berdagang,harta benda (uang, barang, dan sebagainya) yang dapat dipergunakan untuk menghasilkan sesuatu yang menambah. Menurut Sawir (2003) modal kerja adalah keseluruhan aktiva lancar yang dimiliki perusahaan,atau dapat pula dimaksudkan sebagai dana yang harus tersedia untuk membiayai kegiatan operasi perusahaan sehari-hari.

Peminjaman dana merupakan suatu alternatif dalam memulai usaha atau mengembangkan usaha, maka dari itu diperlukan modal khususnya dalam bentuk dana/uang. Namun ketika dana tidak mencukupi, maka diperlukannya sumber dana melalui lembaga keuangan untuk memulai serta menunjang kegiatan usaha bagi masyarakat luas khususnya UMKM (Nasyuha, 2019).

Pada dasarnya modal berasal dari dua sumber yaitu dari dalam perusahaan (internal) dan dari luar perusahaan (eksternal). Internal, sumber modal yang berasal dari setiap aktivitas atau pun kegiatan usaha yang dijalankan oleh perusahaan yang menghasilkan keuntungan. Sedangkan eksternal, berbeda dengan sumber modal internal yang cenderung terbatas (yaitu hanya dari hasil aktivitas usahanya saja),

(8)

4

sumber modal eksternal berasal dari pihak-pihak luar yang mau bekerja sama dengan perusahaan untuk mendapatkan modal yaitu bank, koperasi, kreditur, supplier, dan juga pasar modal. Modal pada dasarnya berasal dari 2 sumber yaitu dari dalam perusahaan (internal) dan dari luar perusahaan (eksternal). Internal, sumber modal yang berasal dari setiap aktivitas atau pun kegiatan usaha yang dijalankan oleh perusahaan yang menghasilkan keuntungan. Sedangkan eksternal, berbeda dengan sumber modal internal yang cenderung terbatas (yaitu hanya dari hasil aktivitas usahanya saja), sumber modal eksternal berasal dari pihakpihak luar yang mau bekerja sama dengan perusahaan untuk mendapatkan modal yaitu bank, koperasi, kreditur, supplier, dan juga pasar modal (Saragih & Nasution, 2015).

B. Pembahasan

1. Pengertian Pinjaman Modal

Modal pinjam adalah yang diperoleh dari pihak luar perusahaan dan biasanya dari pinjaman. Penggunaan modal pinjaman untuk membiayai suatu usaha akan menimbulkan beban biaya bunga, biaya administrasi, serta komisi yang besarnya relatif. Penggunaan modal pinjaman mewajibkan pengembalian pinjaman setelah jangka waktu tertentu. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2013 tentang pelaksanaan UU Nomor 20 Tahun 2008 tentang usaha mikro, kecil, dan menengah pasal 1 disebutkan bahwa pembiayaan adalah penyediaan dana oleh Pemerintah, Pemerintah Daerah, Dunia Usaha, dan masyarakat melalui bank, koperasi, dan lembaga keuangan bukan bank, untuk mengembangkan dan memperkuat permodalan usaha mikro, kecil, dan menengah. Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2013 tentang pelaksanaan UU Nomor 20 Tahun 2008 tentang usaha mikro, kecil, dan menengah pasal 6 disebutkan bahwa pemerintah dan pemerintah daerah memprioritaskan usaha mikro, kecil dan menengah salah satunya dengan cara melalui penyediaan pembiayaan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang- undangan. Berdasarkan peraturan tersebut dapat diketahui bahwa setiap pelaku usaha mikro, kecil dan menengah memiliki hak untuk mendapatkan modal pinjaman untuk mengembangkan usahanya (Yunus, 2021).

(9)

5

2. Lembaga Keuangan Yang Menyediakan Pinjaman Modal a. Bank

Bank selama ini memang menjadi lembaga resmi simpan pinjam yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk menyimpan dana, berinvestasi maupun meminjam dana. Bagi Anda yang butuh modal usaha, bank bisa menjadi salah satu lembaga keuangan tepercaya untuk meminjam sejumlah dana. Namun, untuk meminjam dana di bank, Anda tentu harus punya aset berharga untuk dijaminkan. Besaran bunga pinjaman tiap bank bisa berbeda antar bank, tergantung kebijakan masing-masing bank meskipun semuanya mengacu pada kisaran suku bunga Bank Indonesia (BI). Hampir setiap bank juga memiliki program khusus bagi para pengusaha atau calon pengusaha yang ingin mendapatkan suntikan dana dari mereka. Biasanya, bunga yang ditawarkan untuk pinjaman modal usaha lebih ringan dibanding bunga pinjaman reguler (Madian, 2018).

b. Koperasi

Selain bank, lembaga simpan pinjam lainnya yang cukup dikenal masyarakat adalah koperasi. Bedanya dengan bank, untuk bisa melakukan penyimpanan atau peminjanan di koperasi, Anda harus menjadi anggota koperasi terlebih dulu. Selain itu, di koperasi Anda bisa mendapatkan sisa hasil usaha (SHU). Biasanya, jika pinjaman cukup tinggi maka SHU yang didapat juga lebih besar dibanding anggota koperasi yang tidak melakukan peminjaman. Mengenai bunga yang diterapkan untuk penyimpanan maupun peminjaman, setiap koperasi memiliki besaran yang berbeda tergantung pada kebijakan masing- masing. Kebijakan ini biasanya diambil pada Rapat Anggota Tahunan (RAT) yang diadakan setiap satu tahun sekali. Selain usaha simpan pinjam, banyak koperasi yang melebarkan sayap bisnisnya dengan mendirikan minimarket atau fotocopy untuk meningkatkan kesejahteraan para anggotanya (Madian, 2018).

(10)

6 c. Pegadaian

Pegadaian merupakan lembaga keuangan lain yang dapat membantu Anda mendapatkan modal usaha. Namun, untuk mendapatkan pinjaman dana dari pegadaian, Anda harus membawa barang berharga milik Anda untuk digadaikan. Jenis barang yang dijaminkan untuk peminjaman dana pada lembaga ini jauh lebih variatif dibanding dengan peminjaman pada bank. Beberapa barang yang biasanya tidak bisa dijaminkan di bank, ternyata bisa “diuangkan” di pegadaian seperti: kamera, laptop, perhiasan emas, sepeda motor, dan benda berharga lainnya. Semakin besar taksiran nilai barang maka semakin besar pula dana yang bisa diperoleh. Namun, jika hingga tanggal jatuh tempo pinjaman tidak dilunasi maka barang jaminan akan diambil hak miliknya oleh pegadaian (Madian, 2018).

d. Leasing

Leasing atau sewa guna usaha merupakan kegiatan pembiayaan dalam bentuk pinjaman modal dengan kesepakatan atau perjanjian di awal. Perusahaan yang membutuhkan barang modal tambahan untuk melebarkan bisnisnya bisa mendapatkan bantuan melalui leasing. Setelah proses leasing selesai, perusahaan dapat mengembalikan atau membeli barang modal tersebut (Madian, 2018).

3. Proses atau Langkah-Langkah Mengajukan Pinjaman Modal a. Siapkan Berkas-Berkas Mengenai Identitas Diri

Persyaratan umum dan wajib dipenuhi ketika ingin mengajukan pinjaman adalah fotokopi KTP atau Kartu Tanda Penduduk. Hal ini dibutuhkan untuk melengkapi persyaratan dalam bentuk pengajuan apa pun, termasuk meminjam dana di bank. Identitas diri ini harus sesuai dengan alamat tinggal saat ini. Jika berbeda, Anda harus mencatumkan surat keterangan dari pihak kelurahan yang ada di wilayah Anda. Jika sudah menikah, perlu cantumkan KTP Anda beserta istri/suami sehingga

(11)

7

nantinya pihak bank mengetahui jika pengajuan tersebut memang diketahui kedua belah pihak (Sari, 2018).

b. Akta Nikah (Jika Sudah Menikah)

Jika Anda sudah menikah, wajib untuk mencatumkan fotokopi akta nikah yang membuktikan jika harta tersebut milik bersama. Tentu saja harta bersama ini harus diketahui kedua belah pihak, yaitu suami dan istri. Hal ini dikarenakan jika terdapat masalah yang berkaitan dengan pinjaman dana bank, nantinya konfimasi dapat berjalan dengan lancar (Sari, 2018).

c. Fotokopi KK atau Kartu Keluarga

Persyaratan lainnya yang perlu dilengkapi adalah fotokopi kartu keluarga (KK). Syarat ini diperlukan pihak bank untuk mengetahui seberapa banyak beban atau anggota keluarga yang menjadi tanggungan Anda. Dengan adanya fotokopi KK, pihak bank bisa memperkirakan kesanggupan Anda dalam membayar tagihan bulanan. Jika anggota keluarga Anda terlampau banyak, pihak bank bisa saja ragu untuk memberikan pinjaman dana karena kemungkinan Anda bisa keberatan saat melunasi tagihan pinjaman ke bank (Sari, 2018).

d. Fotokopi Buku Tabungan

Buku tabungan ini nantinya akan memperlihatkan kondisi finansial Anda. Biasanya yang diperlukan adalah mutasi buku tabungan dalam jangka waktu tiga bulan terakhir. Dengan begitu, nantinya kemampuan finansial Anda dapat terlihat dengan jelas. Besaran saldo yang ada dalam rekening tabungan nantinya dapat menandakan kesanggupan Anda dalam mengganti pinjaman yang sudah dianjukan ke pihak bank. Hal ini merupakan persyaratan yang harus dipenuhi saat akan mengajukan pinjaman modal usaha di bank. Karena itu, pastikan jika saldo tabungan yang Anda miliki lebih dari cukup untuk dapat meminjam dana ke bank (Sari, 2018).

(12)

8 e. Slip Gaji

Persyaratan yang satu ini sangat dipertimbangkan pihak bank kepada Anda sebagai calon peminjam dana. Adanya slip gaji ini nantinya akan mempermudah pihak bank untuk bisa memberikan keputusan mengenai pinjaman dana yang Anda ajukan. Jika Anda mengajukan pinjaman dana yang cukup besar, tapi nominal pendapatan Anda sedang-sedang saja, kemungkinan pengajuan pinjaman dana tersebut diterima sangat kecil (Sari, 2018).

f. Bukti Memiliki Tanggungan dan Cicilan

Pengajuan pinjaman dana ke pihak bank pastinya akan mudah diterima bank jika Anda telah lolos persyaratan-persyaratan yang diberikan pihak bank tanpa adanya cicilan di luar pinjaman yang sudah Anda ajukan. Berbeda jika Anda masih memiliki cicilan, tagihan, utang kredit, atau lainnya yang belum selesai, hal ini mungkin mempersulit Anda dalam mengajukan pinjaman. Karena itu, sebelum mengajukan pinjaman, akan lebih baik kalau Anda menyelesaikan permasalahan tagihan yang dimiliki terlebih dahulu. Pihak bank tentunya tidak akan mengambil risiko untuk meminjamkan dana kepada Anda jika Anda masih memiliki tagihan-tagihan yang belum selesai (Sari, 2018).

(13)

9

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan

Perkembangan zaman dan teknologi yang saat ini semakin pesat dan menyeluruh, merupakan tantangan tersendiri bagi negara berkembang seperti indonesia. Negara berkembang dituntut agar lebih kreatif dan inovatif agar dapat mengimbangi negara maju yang telah lebih dulu bertahan dengan adanya perkembangan teknologi. Salah satu faktor yang menentukan keberhasilan negara berkembang adalah perekonomian di negara tersebut. Suatu negara dikatakan kreatif dan inovatif jika negara tersebut dapat menstabilkan perekonomiannya

Salah satu cara dalam meningkatkan dan menstabilkan perekonomian adalah dengan membangun serta mengembangkan sebuah usaha pada masyarakat utamanya pada usaha mikro kecil dan menengah yaitu dengan memberikan peminjaman modal. Pelaku usaha bisa mendapatkan pinjaman modal pada berbagai lembaga keuangan yang ada. Ada begitu banyak lembaga keuangan atau jasa peminjaman yang menyediakan pinjaman modal, seperti bank, pegadaian, koperasi, dan leasing.

Untuk mengajukan peminjaman modal pun ada syarat-syarat yang perlu dipenuhi seperti menyiapkan Berkas Identitas Diri, Akta Nikah (jika sudah menikah), Kartu Keluarga (KK), Buku Tabungan, Slip Gaji, dan Bukti Memiliki Tanggungan dan Cicilan.

B. Saran

Saya tahu bahwa banyak sekali kekurangan dan kelemahan saya dalam mempersiapkan makalah ini, baik dari segi tutur kata maupun kalimat dalam pembahasan yang saya buat ini, jadi saya mengharapkan saran dan masukan dari kawan-kawan dan terlebih-lebih kepada ibu dosen pembibing mata kuliah Kewirausahaan agar makalah ini bisa sempurna dan berguna untuk diteladani pada pembuatan makalah selanjutnya.

(14)

10

DAFTAR PUSTAKA

Madian, A. (2018, Januari 01). Akseleren Blog. Dipetik November 08, 2021, dari Akseleren Blog: https://www.akseleran.co.id/blog/butuh-modal-usaha-daftar-penyedia- modal/

Nasyuha, A. H. (2019). Sistem Pendukung Keputusan Menentukan Pemberian Pinjaman Modal Dengan Metode Multi Attribute Utility Theory. Jurnal Media Informatika Budidarma , 3 (2), 117-125.

Saragih, I. P., & Nasution, S. H. (2015). Analisis Pengaruh Modal Sendiri Dan Modal Pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR) Terhadap Pendapatan Pengusaha UMKM Kabupaten Toba Samosir (Studi Kasus; PT Bank Sumut Cabang Balige). Jurnal Ekonomi Keuangan , 3 (6), 393-407.

Sari, F. M. (2018, Februari 03). Liputan6.com. Dipetik November 08, 2021, dari Liputan6.com: https://www.liputan6.com/bisnis/read/3251386/6-syarat-jika-ingin- ajukan-kredit-modal-usaha-di-bank

Yunus, Y. A. (2021). Pengaruh Modal Sendiri Dan Modal Pinjaman Terhadap Peningkatan Pendapatan Usaha Mikro Kecil Dan Menengah. Journal Of Management , 4 (2), 231-238.

Referensi

Dokumen terkait

eksternal dan sumber internal. Sumber eksternal didapat dari luar organisasi seperti lamaran yang masuk serta menyebarluaskan pemberitahuan lowongan di website BPRS

Untuk membelanjai kebutuhan dana tersebut, manajer keuangan dapat memenuhinya dari sumber yang berasal dari luar perusahaan dan dapat juga yang berasal dari dalam perusahaan..

Wirartha Utama tersebut cenderung disebabkan oleh nasabah yaitu Faktor-faktor ini berasal dari sudut eksternal maupun internal, faktor yang bersifat eksternal tersebut adalah

Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari sumber internal dan eksternal.Internal yakni berasal dari Prima Food Industry.Sedangkan sumber eksternal

Semakin tinggi modal yang dimiliki oleh perusahaan maka struktur modal yang berasal dari eksternal akan berkurang sehingga perusahaan cenderung untuk menggunakan

dan eksternal. Sumber internal yang peneliti maksudkan adalah sumber-sumber data yang berasal dari hasil wawancara dengan informan kunci, dan mungkin juga hasil wawancara

Hasil penelitiannya factor-faktor penyebab remaja cenderung mengikuti pola hidup modern berasal dari faktor internal dan faktor eksternal yang berdampak mungkin memiliki dampak negative

Hasil penelitiannya factor-faktor penyebab remaja cenderung mengikuti pola hidup modern berasal dari faktor internal dan faktor eksternal yang berdampak mungkin memiliki dampak negative