• Tidak ada hasil yang ditemukan

MAKALAH PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA

N/A
N/A
SMP Swasta Tarbiyatus Sibyan

Academic year: 2023

Membagikan "MAKALAH PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA"

Copied!
43
0
0

Teks penuh

Penulisan makalah ini selain untuk memenuhi tugas mata kuliah Sejarah Pendidikan Islam Multikultural juga bertujuan untuk menambah pengetahuan, wawasan dan pemahaman tentang “Pendidikan Islam di Indonesia” bagi para pembaca pada umumnya dan bagi kami para penulis khususnya. Tidak jelas cara pendidikannya, yang jelas dakwah Islam di Maluku menghadapi dua tantangan, yaitu dari masyarakat yang menganut animisme dan dari bangsa Portugis yang menganut agama Kristen penduduk maluku. Islam mulai berdiri setelah berdirinya kerajaan Islam di Bandar Masih dibawah pimpinan Sultan Suriansyah pada tahun 1540 Masehi.

Setelah Perang Aceh melawan Belanda berakhir, pendidikan Islam di Aceh mulai berkembang ditandai dengan berdirinya berbagai pesantren. Pendidikan Islam di Minangkabau berkembang pesat karena banyaknya buku-buku pelajaran agama Islam yang masuk ke sana. Susunan bahan ajar Islam di Minangkabau antara lain: Pembelajaran huruf Hijaiyah seperti di Aceh, Pengajian kitab yang terbagi dalam tiga tingkatan yaitu: Nahwu, Saraf dan Fiqih. Tauhid, Tafsir, Kajian Tasawuf, Mantiq dan Balaghah.

Pendidikan Islam yang sangat terkenal di Jawa Timur pada masa penjajahan Belanda adalah Tebuireng yaitu pesantren yang didirikannya. Madrasah Ibtidaiyah (durasi 6 tahun), Madrasah Tsanawiyah (3 tahun), Mualimin (5 tahun), Pondok Pesantren dengan sistem halaqah Pendidikan Islam di Jawa Timur pada masa penjajahan Belanda tidak terlepas dari pengaruh organisasi Nahdhatul Ulama yang pada saat itu didirikan 16 Rajab 1344 H (3 Januari 1926) di Surabaya. Selain itu ada juga Pondok Pesantren Persatuan Islam (Persis), pondok pesantren ini terdiri dari dua bagian yaitu Pondok Pesantren Besar (bagi santri yang sudah cukup umur untuk mengikuti pendidikan agama) dan Pondok Pesantren Kecil (bagi santri yang sudah cukup umur untuk mengikuti pendidikan agama) dan Pondok Pesantren Kecil (bagi santri yang sudah cukup umur untuk mengikuti pendidikan agama) anak-anak yang penampilannya di sore hari). 9 5) Pendidikan Islam di Batavia.

Madrasah tertua yang berperan besar dalam sejarah pendidikan Islam di Kalimantan pada masa penjajahan Belanda adalah madrasah Najah Wal Falah di Sei Bakau Besar Mempawah.

SEJARAH PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA PADA ZAMAN PENJAJAHAN JEPANG

11 Di Kalimantan pada masa penjajahan Jepang didirikan perkumpulan Madrasah Islam Amuntasi yang disingkat IMI. Jepang memberikan banyak tawaran kepada umat Islam, dengan tujuan untuk mendapatkan dukungan dalam upaya memenangkan perang Asia Timur Raya yang dipimpin Jepang. Akibatnya dunia pendidikan Islam di Indonesia terbengkalai, banyak madrasah yang dibubarkan karena murid-muridnya melarikan diri dari kekejaman Jepang.

Ada sedikit keberuntungan bagi madrasah di lingkungan pesantren karena bebas dari pengawasan Jepang. Pendidikan pada zaman Jepang disebut Hakko Ichiu, yaitu mengajak masyarakat Indonesia untuk bekerja sama mencapai kesejahteraan bersama Asia Raya. 12 Pada masa-masa awal, madrasah dibangun secara intensif sementara Jepang menyediakan udara segar.

Oleh karena itu, meski dunia pendidikan terbengkalai, madrasah di pesantren terbebas dari pengawasan langsung pemerintah Jepang. Sikap Jepang terhadap pendidikan Islam ternyata lebih lembut sehingga membuat ruang pendidikan Islam lebih leluasa dibandingkan era pemerintahan kolonial Belanda.

13 Dalam rangkuman temuan penelitian IAIN di Jakarta tahun 1983/1984 mengenai pendidikan Islam di Indonesia disebutkan bahwa “Penyebaran agama Islam erat kaitannya dengan pendidikan Islam. Sejarah pendidikan Islam dimulai ketika Islam masuk ke Indonesia, yaitu sekitar tahun abad ke 12 M. Menurut hemat penulis seperti yang disampaikan pada pendahuluan artikel ini, jika kita berbicara mengenai persoalan keberadaan pendidikan Islam di Indonesia sebenarnya tidak bisa dilepaskan dari proses masuknya agama Islam bahkan sampai ke zamannya. Indonesia.

Dalam bukunya yang berjudul Sejarah Pendidikan Islam, Zuhairini menjelaskan bahwa ada dua faktor yang mendukung minat Islam masuk ke Indonesia, termasuk pendidikan Islam, yaitu: Pertama, faktor letak geografis yang strategis. Seminar masuknya Islam ke Indonesia, termasuk pendidikan Islam di Indonesia pada tahun 1963 menyimpulkan beberapa kesimpulan sebagai berikut: Menurut sumber bukti terkini, Islam pertama kali masuk ke Indonesia pada abad ke 7 M/1 H. dibawa oleh para pedagang dan mubaligh. dari negara Arab. Dari kedua faktor yang mempengaruhi eksistensi pendidikan Islam di Indonesia sebelum kemerdekaan sebagaimana disebutkan di atas, merupakan cikal bakal Indonesia yang terkenal dan dapat memberikan minat bagi datangnya para pedagang, khususnya yang berasal dari India dan Arab, untuk datang ke Indonesia. datang untuk berdagang sekaligus menjalankan misi pendidikan. Islam ke Indonesia.

Respon penjajah, Belanda dan Jepang terhadap keberadaan pendidikan Islam di Indonesia sebelum kemerdekaan. A). Kedua hal tersebut mempengaruhi segala bentuk penjajahan Belanda dan kebijakan di Indonesia mengenai bidang pendidikan baik secara umum maupun mengenai pendidikan Islam secara khusus. Peraturan ini dikeluarkan karena adanya gerakan-gerakan organisasi pendidikan Islam yang berkembang, misalnya: Muhammadiyah, Partai Syariat Islam, Al-Irsyad, Nahdlatul Wathan dan lain-lain.

Di antara beberapa sikap/kebijakan pemerintah Belanda yang pada dasarnya selalu menjadikan pendidikan Islam di Indonesia sulit dan merugikan, menurut penulis hal ini terjadi antara lain karena pemerintah Belanda sangat menyadari bahwa sebenarnya pendidikan Islam mengajarkan hal itu dalam kehidupan. bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, senantiasa menghormati atau mengutamakan hak asasi manusia, hak asasi manusia, termasuk hak atas kemerdekaan/kemerdekaan untuk hidup. Oleh karena itu, penjajah Belanda selalu mengikuti gerakan pendidikan Islam yang jarang terjadi, agar keberadaannya tidak terhambat dalam menjalankan misi kolonialisme di nusantara ini. B). Sikap Penjajahan Jepang Terhadap Pendidikan Islam di Indonesia... Kehadiran Jepang di Indonesia berlangsung kurang lebih 3, ½ tahun, dengan awal kehadirannya di Indonesia pada tahun 1942 dengan slogan : Greater East Asia for Asia dan semboyan New Asia.

Akibatnya, pendidikan Islam secara umum terabaikan karena banyak siswanya yang melakukan pengabdian masyarakat setiap hari dan berbaris, yang pada akhirnya mengabdi pada kepentingan pemerintah Jepang. Dalam kajian permasalahan pendidikan Islam di Indonesia pasca kemerdekaan, penulis sengaja akan mengemukakan dua tema utama sebagai berikut: Pertama, pengaruh kondisi sosial politik terhadap pendidikan Islam di Indonesia pasca kemerdekaan, dan kedua; bentuk kebijakan pemerintah terhadap pendidikan Islam di Indonesia pasca kemerdekaan. Kedua hal tersebut, menurut penulis, setidaknya akan memberikan gambaran informatif tentang pendidikan Islam di Indonesia pasca kemerdekaan.

Mencermati fenomena di atas, maka dapat dikatakan bahwa pendidikan Islam menghadapi banyak kendala dalam perkembangannya saat itu. Pemberian bantuan materil yang diberikan pemerintah kepada madrasah, pesantren (dan sejenisnya) merupakan bukti besarnya perhatian pemerintah terhadap perkembangan pendidikan Islam di Indonesia.

UPAYA PENINGKATAN PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA Pendidikan termasuk dalam kolom pemberdayaan untuk menciptakan

Pertama, pendidikan Islam seringkali berkembang terlambat dalam menanggapi perubahan dan tren masyarakat saat ini dan masa depan. Kedua, sebagian besar sistem pendidikan Islam cenderung berfokus pada ilmu humaniora dan sosial dibandingkan ilmu eksakta seperti biologi, kimia, fisika, dan matematika modern. Ketiga, upaya reformasi pendidikan Islam seringkali terfragmentasi dan tidak lengkap sehingga gagal menghasilkan perubahan mendasar.

Sementara menurut berbagai pendapat, pendidikan Islam belum dikelola secara profesional, baik dari segi pelatihan guru maupun kurikulum. Kurangnya dana pendidikan Islam yang tersedia bagi seluruh konsumen pendidikan Islam juga ditentukan oleh organisasi yang menentukan kesempatan kerja, reputasi lembaga pendidikan Islam di masyarakat yang kurang menggembirakan, dan munculnya hambatan psikologis. Kami berharap kajian ini bermanfaat bagi masyarakat untuk memahami upaya program SDGs dalam meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia, khususnya pendidikan Islam.

Membangun Kepercayaan Masyarakat Terhadap Pendidikan Islam Lembaga pendidikan merupakan lembaga yang dibangun atas cita-cita masyarakat. Namun lembaga pendidikan Islam harus mampu meyakinkan masyarakat sebagai konsumen pendidikan dan menunjukkan bahwa lembaga pendidikan Islam berkualitas. Untuk itu lembaga pendidikan Islam harus mempunyai standar mutu dan program mutu yang ditawarkan kepada masyarakat bersama lembaga pendidikan tersebut.

Merancang kurikulum yang memenuhi kebutuhan masyarakat Kurikulum lembaga pendidikan Islam harus mencerminkan konsep bahwa tidak ada dualitas antara ilmu agama dan pengetahuan umum, tentang dunia dan akhirat. Memiliki sarana dan prasarana yang memadai serta meningkatkan daya saing berkat ilmu pengetahuan dan teknologi Lembaga pendidikan Islam harus memiliki sarana dan prasarana yang memenuhi standar nasional pendidikan. 36 pembelajaran, termasuk pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi.30 Selain itu, menciptakan kualitas dengan meningkatkan daya saing lembaga pendidikan Islam.

Berdasarkan peningkatan mutu yang berkesinambungan, lembaga pendidikan Islam yang beroperasi melalui penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi hendaknya berupaya memenuhi kebutuhan dan tuntutan seluruh masyarakat serta tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pada masa Kerajaan Indonesia, pendidikan Islam didasarkan pada pola pendidikan di pesantren, madrasah dan kajian kitab suci untuk memahami dan mengamalkan Islam yang baik dan benar, yang bersumber dari kitab-kitab ulama. tidak hanya diajarkan kepada santri saja, namun juga diajarkan kepada warga sebagai bentuk dakwahnya. Bentuk pola pendidikan Islam pada masa penjajahan bermacam-macam, terkadang Islam tidak bebas berkreasi, misalnya pada masa penjajahan Belanda ruang gerak ulama dan da’i pada masa ini sangat terbatas karena aturan yang diterapkan sangat ketat. bahwa penduduk asli jarang menerima pendidikan agama.

Sebaliknya pada masa penjajahan Jepang, Islam diperbolehkan mengamalkan apa yang diajarkannya, baik di sekolah umum maupun di sekolah lingkungan masyarakat, sehingga menjadikan corak pendidikan Islam pada masa penjajahan sebagai salah satu bentuk dakwah. Oleh karena itu, diperlukan upaya dan strategi khusus untuk meningkatkan kualitas pendidikan Islam di Indonesia guna mewujudkan SDGs, yaitu pendidikan berkualitas dan berkeadilan serta kesempatan belajar sepanjang hayat untuk segala usia.

Referensi

Dokumen terkait

Selaras dengan permasalahan dan kebutuhan yang ditemukan pada hasil wawancara ditambah dengan studi pustaka tentang materi dan media pembelajaran, maka perlu dilakukan

Dengan demikian, materi mata kuliah muatan lokal memiliki jumlah (93 jalinan fimgsional) dari 119 kuahtas dukungan yang dibutuhkan materi mata kuliah bti, maka dapat dikatakan

Oleh karena itu, untuk waktu yang akan datang, upaya-upaya untuk semakin memperkayamateri mata kuliah Hukum Islam perlu dilakukan, terutama dari sisi materi

Selama berlangsungnya ujian mahasiswa diharapkan dapat menunjukkan kemampuannya masing-masing di dalam menyerap dan memahami materi pengajaran/pembelajaran, dengan

Upaya belajar yang efektif pada mata pelajaran muatan lokal bordir yang harus dilakukan supaya pembelajaran mencapai tujuan belajar muatan lokal bordir, adalah: (1)

Pembelajaran bahasa Inggris sebagai pelajaran muatan lokal dititikberatkan pada penguasaan kosakata siswa sekolah dasar yang diajarkan pada pembelajaran

Oleh karena itu, untuk waktu yang akan datang, upaya-upaya untuk semakin memperkayamateri mata kuliah Hukum Islam perlu dilakukan, terutama dari sisi materi

Sistem pengarahan guru muatan lokal pada siswa dalam pembelajaran tahfidzul qur’an Cara-cara lain yang dilakukan oleh guru muatan lokal di Madrasah Aliyah Darussalam dalam upaya