MAKALAH PENYAJIAN DATA DALAM BENNTUK DIAGRAM
DISUSUN OLEH :
Nama : YETINIA GULO Npm : 220.111.110.14 Semester : IV (Empat) Matkul : Ilmu statistik
Dosen pengampu : Sir. Boy Manurung, M.pd
PROGRAM STUDI ILMU PEMERINTAHAN UNIVERSITAS DHARMA AGUNG
2024
i
KATA PENGANTAR
Dengan mengucap puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala limpahan rahmat dan karunia-Nya sehingga kami bisa menyelesaikan sebuah makalah yang berjudul “Penyajian Data dalam Bentuk Diagram”
Adapun maksud dibuatnya makalah ini tidak lain adalah untuk memenuhi tugas mata kuliah Satatistik Penelitian Pendidikan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa semester 5.
Makalah ini disusun sebagai bentuk proses belajar mengembangkan kemampuan mahasiswa. Kami menyadari dalam pembuatan makalah ini masih banyak kekurangan dan kesalahan, oleh karena itu kami mengharap kritik dan saran yang membangun dari semua pihak agar bisa menjadi bekal dalam pembuatan makalah kami di kemudian hari dengan lebih baik lagi. Kami berharap semoga dengan selesainya makalah ini, dapat bermanfaat bagi pembaca dan tean- teman, khususnya dalam memperluas wawasan dan Ilmu Pengetahuan tentang“Penyajian Data dalam Bentuk Diagram”
Atas perhatiaannya kami ucapkan terima kasih. Mudah-mudahan makalah ini bermanfaat bagi pembaca, paling tidak sebagai studi banding dengan makalah yang lain. Aamiin
Medan, 08 April 2024
Yetinia Gulo
ii DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ………...………....…i
DAFTAR ISI... ...ii
BAB I PENDAHULUAN ………...1
A. Latar Belakang ... 1
B. Rumusan Masalah ... 1
C. Tujuan Pembuatan Makalah ... 1
BAB II KAJIAN TEORITIK ……… …..………...2
A. Penyajian Data Tidak Terkelompok dalam Bentuk Diagram ... 2
1. Diagram Batang ... 2
2. Diagram Lingkaran ... 4
3. Diagram Titik ... 6
4. DiagramGaris ... 7
5. Diagram Lambang ... 8
B. Penyajian Data Terkelompok dalam Bentuk Diagram ... 9
1. Histogram ... 9
2. Poligon Frekuensi ... 13
3. Ogive (Ozaiv)... 14
C. Diagram Peta (Kartogram) ... 16
BAB III PENUTUP ... 17
A. Kesimpulan ... 17
B. Saran ... 17
DAFTAR PUSTAKA ... 18
1 BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Dalam membuat karya ilmiah biasanya kita dituntut untuk dapat menyajikan data secara gamblang atau jelas. Data berupa angka-angka akan sangat sulit tentunya untuk disajikan dalam bentuk paragraf. Oleh karenannya kita perlu menggunakan fungsi tabel, grafik, ataupun diagram untuk mendapatkan data secara cepat dan akurat. Dan sebelum kita belajar menggunakannya alangkah lebih baiknya jika kita pelajari terlebih dahulu apa sih yang dimaksud tabel, diagram, dan grafik. Tabel adalah kumpulan data yang disusun berdasarkan baris dan kolom.Baris dan kolom ini berfungsi untuk menunjukkan data terkait keduanya.Dimana titik temu antara baris dan kolom adalah data yang dimaksud.Grafik adalah gambaran dinamika data yang ada (bisa naik, turun, atau naik turun.Awal yang harus kita lakukan dalam membaca data pada grafik adalah dengan melihat judul grafik kemudian baru melihat data yang ada.Ada banyak macam grafik diantaranya adalah grafik batang dan grafik garis.
Diagram adalah gambaran tentang suatu data yang lebih memntingkan hasil penelitian. Biasanya diagram diurutkan dari data sedikit ke banyak atau sebaliknya. Berbeda dengan grafik yang lebih mementingkan dinamika pada data yang disajikan.Diagram ini dapat berupa diagram lingkaran ataupun diagram batang.Data yang disajikan di dalam tabel, grafik dan diagram ini dapat kita sajikan atau kita rubah ke dalam bentuk kalimat atau paragraf dengan memperhatikan data yang ada. Berikut ini langkah- langkah untuk membaca tabel, grafik, dan diagram.dan di sini kita akan membahas tentang Grafik saja, dikarenakan makalah ini hanya menyajikan definisi serta penjelasan tentang grafik-grafik yang selalu kita butuhkan dalam penyajian data dalam karya ilmiah.
B. Rumusan Masalah
1. Apayang dimaksud penyajian data terkelompok?
2. Apa yang dimaksud penyajian data tidak terkelompok terkelompok?
3. Ada berapa macm-macam diagram?
C. Tujuan Pembuatan Makalah
1. Untuk mengetahui penyajian data terkelompok.
2. Untuk mengetahui penyajian data tidak terkelompok terkelompok.
3. Untuk mengetahui macm-macam diagram.
2 BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A. Penyajian Data Tidak Terkelompok dalam Bentuk Diagram
Data yang tidak terkelompok umumnya digunakan bagi data yang berasal dari ukuran yang kecil, dimana tanpa kita mengelompokannya, hal itu tidak akan menganggu teknik pengelolaan selanjutnya.
Misalnya data tentang banyaknya murid perempuan dan laki-laki ynag terdapat pada setiap kelas sebuah sekolah dasar tertentu. Teknik penyajian data dalam bentuk diagram berdasarkan data tidak terkelompok artinya data yang belum disusun dalam tabel distribusi frekuensi.
1. Digram Batang
Diagram batang adalah diagram yang berdasarkan data berbentuk kategori.Diagram batang pada umumnya digunakan untuk menggambarkan perkembangan nilai-nilai suatu objek penelitian dalam kurun waktu tertentu. Diagram batang menunjukan berbagai keterangan dengan batang-batang tegak ataupun mendatar dan sama lebar dengan batang-batang terrpisah.
1) Diagram batang tunggal
2) Diagram batang majemuk
Berikut ini adalah jumlah siswa di kota “X” berdasarkan tingkat pendidikannya tahun 2014
Jenjang Siswa
Jumlah Putra Putri
SD 2000 3000 5000
SMP 1000 1500 2500
0 2 4 6 8 10 12 14 16 18 20
40 kg 41 kg 42 kg 43 kg 44 kg
3
SMA 500 1000 1500
3) Diagram batang daun
Diagram batang daun (steam and leaf diagram) menyajikan penyebaran dari suatu data sehingga secara keseluruhan data individu-individu dapat terlihat apakah ada kecenderungan data tersebut menyebar atau memusat pada suatu nilai tertentu, atau nilai manakah yang paling sering muncul dan yang jarang muncul. Data kuantitatif (berbentuk angka) akan disajikan dengan menggunakan diagram batang daun serta ditata menjadi dua bagian. Angka pertama ditempatkan pada bagian diagram yang disebut batang, dan angka kedua dan seterusnya (kalau ada) ditempatkan pada bagian yang disebut daun. Jadi, suatu data yang merupakan suatu bilangan, misalnya 95, akan dipisahkan sebagai 9 dan 5, sedangkan 256 akan dipisahkan sebagai 2 dan 56 atau 25 dan 6. Untuk lebih memahami diagram batang daun, perhatikan contoh berikut.
Nilai ulangan umum fisika dari 36 siswa adalah sebagai berikut.
Jika datai ini tidak disusun dalam suatu diagram maka tidak segera terlihat kecenderungan penyebarannya. Gambar berikut ini menyajikan diagram batang daun untuk data yang tersedia.
4
Jika kita hanya memperhatikan daftar nilai matematika yang belum disusun dalam suatu diagram maka tidak begitu jelas bagi kita untuk mengetahui nilai manakah yang paling banyak muncul. Namun secara kasar kita hanya dapat mengatakan bahwa nilai-nilai tersebut berkisar di antara 40 dan 90. Artinya ada nilai 40-an, 50-an, 60-an, 70-an, 80-an, dan 90-an. Untuk membuat suatu diagram batang daun untuk data nilai-nilai ulangan fisika yang masing-masing terdiri dari dua angka seperti pada situasi di atas, kita tetapkan angka puluhan sebagai bagian batang dan angka satuan sebagai bagian daun.
Setelah mengamati angka-angka puluhan itu, maka tempatkan angka-angka itu pada kolom khusus untuk batang dan angka-angka satuan pada kolom daun.Angka-angka puluhan dapat ditempatkan secara berurutan sejak awal, namun angka satuan (bagian daun) mungkin bisa diurutkan sejak awal tetapi kemudian dapat diatur agar angka-angka satuan pada bagian daun juga dapat tersusun seperti pada gambar di bawah.Berikut ini disajikan suatu diagram batang daun tentang nilai dari dua kali ulangan fisika.
2. Digram Lingkaran
Digaram Lingkaran diartikan sebagai cara penyajian sekumpulan data ke dalam lingkaran, lingkaran dibagi menjadi beberapa bagian sesuai dengan pengklasifikasian data. Untuk membuat
5
diagram lingkaran, maka lingkaran-lingkaran dibagi-dibagi menjadi beberapa sektor. Setiap sektor melukiskan kategori data yang terlebih dahulu diubah ke dalam derajat menggunakan busur derajat.
Berikut adalah cara membuat diagram lingkaran:
Ubahlah dahulu ke dalam bentuk persen.
Berat 40 kg = 6
60𝑥100% = 10%
Berat 41 kg = 12
60𝑥100% = 20%
Berat 42 kg = 15
60𝑥100 = 25%
Berat 43 kg = 18
60𝑥100% = 30%
Berat 44 kg = 9
60𝑥100% = 15%
Diagram lingkaran dalam derajat. Perhitungan banyaknya data ke dalam derajat:
Berat 40 kg = 6
60𝑥360 = 36° atau 10
100𝑥360 = 36°
Berat 41 kg = 12
60𝑥360 = 72° atau 20
100𝑥360 = 72°
Berat 42 kg = 15
60𝑥360 = 90° atau 25
100𝑥360 = 90°
Berat 43 kg = 18
60𝑥360 = 108° atau 30
100𝑥360 = 108°
Berat 44 kg = 9
60𝑥360 = 54° atau 15
100𝑥360 = 54°
15%
10%
20%
25%
30%
Hasil surve berat badan siswa
44 kg 40 kg 41 kg 42 kg 43 kg
6 3. Diagram Titik
Diagram titik dapat juga dikatakan sebagai diagram koordinat karena penyajian data melalui diagram ini hanya merupakan titik-titik koordinat yang memberikan gambaran antara data atau variabel yang terdapat di sumbu datar (horizontal) dengan yang terdapat di sumbu tegak (vertikal).
Langkah-langkah menggambarkannya tidak berbeda jauh dengan langkah-langkah seperti menggambar diagram batang, namun pada setiap kategori, yang terlihat bukan merupakan batang- batang, melainkan berupa titik-titik yang merupakan koordinat antara absis dan ordinat.
Untuk kumpulan data yang terdiri dari dua variabel, dengan nilai kuantitatif, diagramnya dapat dibuat dalam sistem sumbu koordinat dan gambarnya akan merupakan kumpulan titik-titik yang terpencar. Karenanya, diagram demikian dinamakan diagram pencar. Pada gambar diagram garis di atas, apabila garis penghubung antara titik-titik dihilangkan, terjadilah diagram pencar. Bentuk
tersebut merupakan diagram pencar sederhana.Contoh:
Gambar . Jumlah Mahasiswa Baru Pendidikan Biologi Universitas X Tahun 2010-2014
Dalam hal ini, antara tahun dengan jumlah siswa lainnya terpisah (disjoint). Oleh sebab itu. Kita tidak boleh menghubungkan garis antara dua titik yang berdekatan sehingga menjadi diagram garis.
Kecuali sumbu horizontal merupakan “waktu”, dimana waktu tersebut merupakan variabel yang kontinu.
7 4. Diagram Garis
Diagram garis adalah diagram yang digambarkan berdasarkan data waktu. Biasanya waktu yang digunakan adalah tahun atau bulan lalu. Langkah-langkah dalam membuat diagram garis adalah sebagai berikut.
a. Buatlah dua buah sumbu, yaitu sumbu datar dan sumbu tegak . pada sumbu datar biasanya menunjukan waktu, sedangkan pada sumbu tegak menunjukan bilanganfrekuensinya. Dalam pembagian skkala pada masing-masing sumbu sebaiknya mengambil skala yang proporsional.
b. Sesuaikan data pada masing-masing sumbu, artinya data tahun pada sumbu datar dibuat garis bantu ke atas sehingga berpotongan dengan garis bantu dari sumbu tegak yang merupakan frekuensi kategori tersebut.
c. Jika semua data sudah disesuaikan pada masig-masing sumbu, maka akan tedapat sekumpulan titik-titik.
d. Hubungkan titik-titik tersebut sehingga akan diperoleh diagram garis.
e. Di bawah diagram diberi judul diagram dengan paragraf tengah (center). Judul diagram terdiri dari nomor, masalah apa, di mana masalah itu terjadi, dan kapan masalah itu terjadi. Nomor diagram dibuat agar lebih mudah dalam pencairan diagram.
Contoh : berikut ini diberikan data mengenai jumlah mobil yang terjual di sebuah showroom dari Tahun 1995 – 2004
Tahun 1995 mobil yang sudah terjual berjumlah 15
Tahun 1996 mobil yang sudah terjual berjumlah 17
Tahun 1997 mobil yang sudah terjual berjumlah 27
Tahun 1998 mobil yang sudah terjual berjumlah 27
Tahun 1999 mobil yang sudah terjual berjumlah 20
Tahun 2000 mobil yang sudah terjual berjumlah 30
Tahun 2001 mobil yang sudah terjual berjumlah 31
Tahun 2002 mobil yang sudah terjual berjumlah 20
Tahun 2003 mobil yang sudah terjual berjumlah 17
Tahun 2004 mobil yang sudah terjual berjumlah 15
8
Diagram garis dari mobil yang terjual dari tahun 1995 – 2004
Dari diagram tersebut, tampak penjualan mobil terbanyak pada tahun 2001. Dari tahun 1995–
1997, penjualan mobil cenderung mengalami kenaikan dan tahun 2002–2004 cenderung mengalami penurunan.
5. Diagram Lambang
Diagram lambang (Piktogram) adalah penyajian data dalam bentuk gambar-gambar yang mewakili nilai-nilai tertentu.Gambar-gambar yang digunakan biasanya adalah gambar-gambar yang relevan dengan permasalahan.Diagram lambang sangat cocok untuk menyajikan data kasar sesuatu hal dan sebagai alat visual bagi orang awam.Setiap satuan yang dijadikan lambing disesuaikan dengan macam datanya.Misalnya untuk data jumlah manusia yang dibuatkan gambar orang.Satu gambar orang menyatakan sekian jiwa tergantung kebutuhannya.Kelemahannya ialah jika data yang dilaporkan tidak penuh (bulat) sehingga lambangnya pun menjadi tidak utuh.
Diagram gambar atau piktogram adalah bagan yang menampilkan data dalam bentuk gambar.
Menyajikan data dalam bentuk piktogram merupakan cara yang paling sederhana. Pada dasarnya, penyajian data dalam bentuk piktogram memang menarik.Akan tetapi, penggunaan piktogram sangatlah terbatas.Salah satu contoh data menggunakan diagram lambing misalkan diketahui tabel yang menyatakan data jumlah siswa di kota “X” berdasarkan tingkat pendidikannya tahun 2007.
Tingkat Pendidikan Jumlah siswa
SD 1500
SMP 2500
SMA 2000
9
Bentuk piktogram dari data tersebut adalah sebagai berikut:
Tingkat Pendidikan Lambang Jumlah siswa
SD 1500
SMP 2500
SMA 2000
Keterangan: = 500 Contoh Soal Diagram Lambang
Penjualan bunga hias bulan mei “Toko Bunga Jaya”
Jenis Bunga Mawar Melati Kamboja
Jumlah (batang)
200 250 150
Jawaban
B. Penyajian Data Terkelompok dalam Bentuk Diagram 1. Histogram
Histogram merupakan tampilan bentuk grafis untuk menunjukkan distribusi data secara visual atau seberapa sering suatu nilai yang berbeda itu terjadi dalam suatu kumpulan data.Histogram juga merupakan salah satu alat dari 7 alat pengendalian kualitas (QC 7 Tools). Manfaat dari penggunaan Histogram adalah untuk memberikan informasi mengenai variasi dalam proses dan membantu
10
manajemen dalam membuat keputusan dalam upaya peningkatan proses yang berkesimbungan (Continous Process Improvement). Langkah-langkah Membuat Histogram:
1) Mengumpulkan data Pengukuran
Data yang untuk membuat Histogram adalah data pengukuran yang berbentuk Numerik.Sebagai contoh:
Seorang Engineer ingin mengumpulkan data pengukuran untuk panjangnya kaki komponen A seperti tabel dibawah ini :
2) Menentukan besarnya Range
Sebelum menentukan Besarnya nilai Range, kita perlu mengetahui Nilai terbesar dan Nilai Terkecil dari seluruh data pengukuran kita. Cara untuk menghitung Nilai Range (R) adalah : R = Xmaks – XminsatauRange = Nilai terbesar – Nilai terkecil
Catatan :
Jika anda menggunakan Excel , anda bisa memakai Function :
Mencari Nilai Terbesar : @MAX( nomor cell awal : nomor cell akhir)
Mencari Nilai Terkecil : @MIN(nomor cell awal : nomor cell akhir)
Untuk contoh diatas, Besarnya Nilai Range adalah 0.6 dengan perhitungan dibawah ini:
Range = 3.2 – 2.6 Range = 0.6
3) Menentukan Banyaknya Kelas Interval
Sebagai Pedoman, terdapat Tabel yang menentukan Kelas Interval-nya sesuai dengan banyaknya Jumlah Sample Unit pada Data Pengukuran.
11
Untuk contoh kasus diatas, banyaknya sampel data pengukuran adalah 50 data, maka kita memilih banyaknya kelas interval adalah 7 buah (menurut tabel adalah 6 sampai 10).
4) Menentukan Lebar Kelas Interval, Batas Kelas, dan Nilai Tengah Kelas
Menentukan Lebar Kelas Interval :
Yang menentukan Lebar setiap kelas Interval adalah pembagian Range (Langkah 2) dan Banyaknya Interval Kelas (Langkah 3).Kasus yang sama, untuk cara menghitung Lebar Kelas Interval adalah :
Lebar = Range / Kelas Interval Lebar = 0.6 / 7
Lebar = 0.1 (dibulatkan)
Menentukan Batas untuk setiap Kelas Interval :
Untuk menentukan Batas untuk setiap kelas Interval, kita memakai rumus : Nilai terendah – ½ x unit pengukuran
(dalam kasus ini kita memakai unit pengukuran 0.1) Batas Kelas Pertama :
Menentukan Batas bawah Kelas pertama :2.6 – ½ x 0.1= 2.55
Selanjutnya Batas Bawah kelas pertama ditambah dengan Lebar Kelas Interval untuk menentukan Batas atas kelas pertama :2.55 + 0.1 = 2.65
Batas Kelas Kedua :Menentukan Batas bawah Kelas Kedua : Batas Bawah Kedua adalah Batas Atas Kelas Pertama, yaitu : 2.65
Batas Atas Kedua adalah Batas Bawah Kedua ditambah dengan Lebar Kelas Interval yaitu : 2.65 + 0.1 = 2.75
Batas Kelas Ketiga dan seterusnya :
Dilanjutkan ke kelas ketiga dan seterusnya seperti cara untuk menentukan Batas Kelas Kedua.
Menentukan Nilai Tengah setiap Kelas Interval :
12 Nilai Tengah Kelas Pertama :
Nilai Tengah Kelas Pertama = batas atas + batas bawah kelas Pertama / 2
= 2.55 + 2.65 / 2
= 2.6
Nilai Tengah Kelas kedua dan seterusnya mempergunakan.cara yang sama seperti menghitung Nilai Tengah Kelas Pertama.
5) Menentukan Frekuensi dari Setiap Kelas Interval
Untuk mempermudah perhitungan, pakailah tanda “Tally” pengelompokkan 5 (lima) untuk menghitung satu per satu jumlah frekuensi yang jatuh dalam kelas Interval.Masih kasusyang sama, berikut ini tabel hasil perhitungannya
6) Membuat Grafik Histogram
Membuat Garis Horizontal dengan menggunakan skala berdasarkan pada unit pengukuran data
Membuat Garis Vertikal dengan menggunakan skala frekuensi
Menggambarkan Grafik Batang, tingginya sesuai dengan Frekuensi setiap Kelas Interval
Jika terdapat batasan Spesifikasi yang ditentukan oleh Customer (Pelanggan) maka tariklah garis vertikal sesuai dengan spesifikasi tersebut.
13 2. Poligon Frekuensi
Poligon Frekuensi merupakan grafik garis yang menghubungkan nilai tengah tiap sisi atas yang berdekatan dengan nilai tengah jarak frekuensi mutlak masing-masing.Perbedaan antara histogram dengan poligon frekuensi adalah Histogram menggunakan batas kelas sedangkan poligon menggunakan titik tengah.Grafik histogram berwujud segiempat atau menyerupai diagram batang, sedangkan poligon berwujud garis atau kurva yang saling berhubungan satu sama lain.Langkah- langkah membuat polygon frekuensi
Buat titik tengah kelas dengan cara : (nilai ujung bawah kelas + nilai ujung atas kelas) x ½
Buat tabel distribusi frekuensi yang mutlak disertai dengan kolom tambahan berupa kolom titik tengah kelas tsb.
Buat grafik poligon frekuensi dengan melihat data pada tabel distribusi frekuensi mutlak a. Buat titik tengah kelas
Titik tengah kelas ke-1 : (45 + 51) x ½ = 48
Titik tengah kelas ke-2 : (52 + 58) x ½ = 55
Titik tengah kelas ke-3 : (59 + 65) x ½ = 62
Titik tengah kelas ke-4 : (66 + 72) x ½ = 69
Titik tengah kelas ke-5 : (73 + 79) x ½ = 76
Titik tengah kelas ke-6 : (80 + 86) x ½ = 83
14
b. Buat Tabel Distribusi Frekuensi Mutlak dengan menambah kolom titik tengah kelas
c. Buat grafik poligon frekuensi
3. Ogive (Ozaiv)
Grafik ogive dibuat dari daftar sebaran “frekuensi kumulatif kurang dari” dan “frekuensi lebih dari”.
Contoh:
Perhatikan daftar distribusi frekuensi berikut ini:
Berat Frekuensi
40 – 44 45 – 49 50 – 54 55 – 59 60 – 64 65 – 69
4 6 10 20 7 3
Jumlah 50
Untuk membuat ogive dari data di atas, diperlukan bantuan sebagai berikut:
15
Berat (batas bawah) Fkum < Fkum >
39,5 44,5 49,5 54,5 59,5 64,5 69,5
0 4 10 20 40 47 50
50 46 40 30 10 3 0 Grafiknya sebagai berikut:
Frekuensi kumulatif “kurang dari” pada distribusi frekuensi berat badan 50 siswa.
Frekuensi kumulatif “lebih dari” pada distribusi frekuensi berat badan 50 siswa.
Ogive merupakan bentuk penyajian data dalam grafik berdasarkan data yang sudah disusun dalam bentuk tabel distribusi frekuensi kumulatif.Ogive sering disebut sebagai grafik frekuensi meningkat. Hal ini dikarenakan cara pembuatannya dengan menjumlahkan pada setiap kelas sebelumnya atau setelahnya. Bentuk ogive seperti poligon, sehingga sering disebut juga sebagai poligon distribusi frekuensi kumulatif.Terdapat dua jenis ogive, yaitu ogive positif dan negatif.
0 10 20 30 40 50 60
39.5 44.5 49.5 54.5 59.5 64.5 69.5
Fkum<
Fkum<
0 10 20 30 40 50 60
39.5 44.5 49.5 54.5 59.5 64.5 69.5
fkum>
fkum>
16 C. Diagram Peta (Kartogram)
Diagram katogram atau diagram peta yaitu diagram yang melukiskan fenomena atau keadaan dihubungkan dengan tempat kejadian itu berada.Teknik pembuatannya digunakan peta geografis sebagai dasar untuk menerangkan data dan fakta yang terjadi.Salah satu contoh ketika kita melihat peta bumi yang terdapat peta daerah/pulau dengan mencantumkan gambar-gambar kelapa, jagung, kuda, sapi, dan lain-lain.
17 BAB III PENUTUP A. Kesimpulan
Menurut Sudijono (2008: 61) grafik atau diagram adalah alat penyajian statistik yang tertuang dalam bentuk lukisan, baik lukisan grafik, lukisan gambar, maupun lambang. Dan menurut Riduwan (2003:83) diagram adalah gambaran untuk memperlihatkan atau menerangkan sesuatu data yang akan disajikan.Jadi diagram atau grafik adalah alat penyajian data statistik yang berupa lukisan baik lukisan garis, gambar,
atupun lambang.
kegunaan diagram atau grafik antara lain untuk :
Mempertegas dan memperjelas penyajian data,
Mempercepat pengertian
Mengurangi kejenuhan melihat angka,
Menunjukkan arti secara menyeluruh.
B. Saran
Dari pembahasan di atasdapat diketahui bahwa penyajian data dalam bentuk diagram sangat berguna, sala satunya bagi yang bergelut dalam bidang pendidikan. oleh karena itu, disarankan agar setiap guru ataupun para calon guru dapat menguasai dan memahami penyajian data dalam bentuk diagram demi menunjang profesi kita sebagai para pendidik dan calon pendidik.
18
DAFTAR PUSTAKA
Heryanto, Nar, 2014. Statistika Pendidikan. Tangerang: Universitas Terbuka.
Sudjono, A, 2008.Pengantar Statistik Pendidikan. IJakarta: Raja Grafindo Persada.
Bustam, Ama, Metode penyajian data statistika..
https://www.slideshare.net/AmaBustam/metoda-statistika-penyajian-data Pendidikan, 2016. Mcam-macam Jenis Diagram beserta Penyajiannya
https://www.berpendidikan.com/2016/09/pengertian-dan-macam-macam-jenis-diagram-beserta-cara-
penyajian-data-dalam-bentuk-diagram-dan-contoh-soalnya.html. Diunduh pada 1 September 2019 pukul 20.00 W.I.B
Susanto, Hendra, 2016. Pengertian dan Macam-macam Jenis Diagram.
http://hendrasusanto1992.blogspot.com, Diunduh pada 1 September 2019 pukul 20.00 W.I.B