• Tidak ada hasil yang ditemukan

MAKALAH PERILAKU BUDAYA & ORGANISASI PENGAMBILAN KEPUTUSAN

N/A
N/A
Dita Adetia

Academic year: 2024

Membagikan "MAKALAH PERILAKU BUDAYA & ORGANISASI PENGAMBILAN KEPUTUSAN "

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

MAKALAH

PERILAKU BUDAYA & ORGANISASI

PENGAMBILAN KEPUTUSAN

DOSEN PENGAMPU :

Kelompok 3 :

Alma Sakila (0220045) Damara Azzahra Hasanah (0220054) Dita Adetia (0220020) Eri Andiana (0220029) Muhammad Risalah Dagama (0220109) Muhammad Wildan Bastaman (0220118)

Ressa Komalasari (0220072)

PROGRAM STUDI MANAJEMEN

STIE PGRI SUKABUMI

(2)

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillah, senantiasa kita ucapkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang hingga saat ini masih memberikan kita nikmat iman dan kesehatan, sehingga kami diberi kesempatan yang luar biasa ini yaitu kesempatan untuk menyelesaikan tugas penulisan makalah tentang “Pengambilan keputusan”.Shalawat serta salam tidak lupa selalu kita curah limpahkan untuk junjungan nabi gung kita, yaitu Nabi Muhammad SAW yang telah menyampaikan petunjuk dari Allah SWT untuk kita semua, yang merupakan sebuah petunjuk yang paling benar yakni Syariah agama Islam yang sempurna dan merupakan satu-satunya karunia paling besar bagi seluruh alam semesta.

Kami tentu menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna dan masih banyak terdapat kesalahan serta kekurangan di dalamnya. Untuk itu, kami mengharapkan kritik serta saran dari pembaca untuk makalah ini, supaya makalah ini nantinya dapat menjadi makalah yang lebih baik lagi. Demikian, dan apabila terdapat banyak kesalahan pada makalah ini penulis mohon maaf yang sebesar-besarnya.

Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak khususnya

kepada Dosen Mata Kuliah Bapak Angga Pramadista Sudrajat S.E.,M.M. yang telah membimbing kami dalam menulis makalah ini.

Demikian, semoga makalah ini dapat bermanfaat. Terima kasih.

(3)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR...i

DAFTAR ISI...ii

BAB I...1

PENDAHULUAN...1

1.1 Latar Belakang Masalah...1

1.2 Rumusan Masalah...5

1.3 Tujuan Penelitian...5

1.4 Manfaat Penelitian...6

1.5 Metode Penelitian...6

BAB II...8

PEMBAHASAN...8

2.1 KajiaN...8

2.2 Tujuan ...9

2.3 Tinjauan Umum tentang ...11

(4)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1.2 Latar Belakang Masalah

(5)

1.2Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan di atas, dapat dirumuskan masalah dalam penelitian ini sebagai berikut:

1. Definisi pengambilan keputusan ?

2. Model model dalam pengambilan keputusan 3. Teori teori dalam pengambilan keputusan 4. Jenis – jenis pengambilan keputusan

5. tahap – tahap dalam pengambilan keputusan 6. factor – factor dalam pengambila keputusan

1.3Tujuan Penelitian

1. Mengetahui definisi pengambilan keputusan ?

2. Mengetahui Model model dalam pengambilan keputusan 3. Mengetahui Teori teori dalam pengambilan keputusan 4. Mengetahui Jenis – jenis pengambilan keputusan

5. Mengetahui tahap – tahap dalam pengambilan keputusan

6. Mengetahui factor – factor dalam pengambila keputusan

(6)

BAB II PEMBAHASAN

Definisi Pengambilan Keputusan

Pengambilan Keputusan, merupakan suatu tindakan yang dilakukan dalam menentukan hasil untuk memecahkan masalah dengan mencari suatu pemecahan masalah dalam tindakan di antara beberapa alternatif yang ada melalui suatu proses mental dan berfikir logis dan juga mempertimbangkan pemecahan masalah dan semua pilihan alternatif yang ada mempunyai dampak pengaruh negatif atau pun positif.

Pengambilan Keputusan Menurut Para Ahli, Sebagai Berikut:

1. Sondang P Siagian

Pengambilan keputusan adalah suatu pendekatan terhadap hakikat suatu masalah, pengumpulan fakta-fakta dan data, penentuan yang matang dari alternatif yang dihadapi dan pengambilan tindakan yang menurut perhitungan merupakan tindakan yang paling tepat.

2. Walgito

Menyebutkan bahwa pengambilan keputusan ditentukan hanya oleh seseorang, tapi juga dapat ditentukan oleh kelompok.

3. Horold dan Cyril O’Donnell

Mengatakan bahwa pengambilan keputusan adalah pemilihan diantara alternatif

mengenai suatu cara bertindak yang akan dilakukan terhadap keputusan yaitu inti dari

perencanaan, suatu rencana tidak dapat dikatakan tidak ada jika tidak ada keputusan,

suatu sumber yang dapat dipercaya, petunjuk atau reputasi yang telah dibuat.

(7)

MODEL PENGAMBILAN KEPUTUSAN

Model-model Pengambilan Keputusan Ada 3 (tiga) model yang biasa digunakan decision maker dalam proses pengambilan keputusan, yaitu :

1. Model Rasional (Rational Model)

Proses pengambilan keputusan yang terdiri dari serangkaian tahapan yang harus dilakukan oleh para decision maker (tim) guna memperoleh hasil yang logis dan akurat (optimal).

Tahapan pada proses pengambilan keputusan rasional adalah sebagai berikut:

• Mendefinisikan dan mendiagnosa masalah, untuk hal ini diperlukan 3 hal, yaitu : kepekaan (selalu memantau lingkungan eksternal dan internal serta mendeteksi yang mungkin akan menimbulkan persoalan), interpretasi (menggali dan menentukan faktor yang paling mungkin akan menjadi persoalan) dan integrasi (mengkaitkan hasil interpretasi dengan tujuan yang ingin dicapai).

• Menetapkan Tujuan-tujuan, yang lebih realistis untuk dicapai setelah mengidentifikasi persoalan yang mungkin muncul. 16

• Mencari Solusi-solusi Alternatif, melalui pencarian informasi tambahan, berfikir kreatif dan inovatif, dll untuk tetap dapat mencapai sasaran.

• Mengevaluasi dan Membandingkan Solusi, untuk mencari solusi dengan pencapaian hasil yang paling optimal (efisien, efektif).

• Memilih Solusi Terbaik, dengan mempertimbangkan antara pencapaian hasil optimal dengan semua sumber daya yang dimiliki.

• Mengimplementasikan Solusi yang Dipilih, secara benar dan terarah.

• Melakukan Tindak Lanjut dan Mengontrolnya, sehingga match antara solusi dan hasil yang diperoleh.

2. Model Rasionalitas Terbatas (Bounded Rationality Model)

Proses pengambilan keputusan yang memungkinkan para decision maker menempuh solusi yang berbeda meskipun persoalan yang dihadapi sama, mengingat setiap individu memiliki tingkat kemampuan dan personality yang berbeda. Tipe keputusan yang diambil diantaranya:

• Menempuh solusi yang lebih mudah (dapat dicapai dan diterima, tidak kontroversial dan 17 aman) tidak berorientasi memperoleh hasil yang terbaik.

(8)

• Menempuh solusi hanya dengan melakukan upaya secara terbatas (menggunakan waktu, energi dan upaya sesedikit mungkin).

• Menempuh solusi hanya dengan memiliki informasi yang tidak memadai (hasil yang diperoleh selain tidak optimal juga tidak akurat).

3. Model Politik (Political Model)

Proses pengambilan keputusan yang bertujuan untuk memenuhi kepentingan kekuasaan tertentu (stakeholders), sehingga keputusan yang diambil sangat sarat dengan intervensi.

Semua proses pengambilan keputusan, mulai dari identifikasi persoalan, menentukan sasaran, memilih solusi alternatif dan memutuskan tindakan solusi sangat tergantung dari pihak pemilik kekuasaan tersebut.

Teori pengambilan keputusan merupakan ilmu yang menelaah mengenai cara memilih alternatif yang tepat untuk dijadikan sebagai sebuah keputusan. Biasanya berkaitan dengan perilaku seseorang dalam memutuskan sesuatu.

Teori ini menyatakan bahwa seseorang memiliki keterbatasan pengetahuan dan bertindak hanya berdasarkan persepsinya terhadap situasi yang sedang dihadapinya. Hal ini disebabkan karena setiap orang memiliki pengetahuan yang berbeda.

Sehingga, akan berpengaruh pada pengambilan keputusan yang tidak dapat dipisahkan dari berbagai konteks sosial berupa tekanan-tekanan dan pengaruh pilitik ekonomi, dan sosial.

Beberapa teori yang sering digunakan dalam mengambil keputusan yaitu:

1. Teori rasional komprehensif

Teori ini mempunyai beberapa unsur

a. Pembuatan keputusan dihadapkan pada suatu masalah tertentu yang dapat dibedakan dari masalah masalah lain atau setidaknya dinilai sebagai masalah masalah yang dapat diperbandingkan satu sama lain (dapat diurutkan menurut prioritas masalah)

b. Tujuan tujuan, nilai nilai atau sasaran yang menjadi pedoman pembuat keputusan sangat jelas dan dapat diurutkan prioritasnya atau kepentingannya.

c. Bermacam macam alterntif untuk memecahkan masalah diteliti secara sesakma.

d. Asas biaya manfaat atau sebab akibat digunakan untuk menentukan prioritas.

e. Setiap alternatif dan impilkasi yang menyertainya dipakai untuk membandingkan dengan alternatif lain.

f. Pembuat keputusan akan memilih alternative terbaik untuk mencapai tujuan, nilai, dan sasaran yang ditetapkan.

(9)

2. Teori inkremental

Teori ini dalam mengambil keputusan dengan cara menghindari banyak masalah yang harus dipertimbangkan dan merupakan madel yang sering ditempuh oleh pejabat pejabat pemerintah dalam mengambi keputusan. Teori ini memiliki pokok pokok pikiran sebagai berikut :

a. Pemilihan tujuan atau sasaran dan analisis tindakan empiris yang diperlukan untuk mencapainya merupkan hal yang saling terkait.

b. Pembuat keputusan dianggap hanya mempertimbangkan beberapa alternatif yang langsung berhubungan dengan pokok masalah, dan alternatif- alternatif ini hanya dipandang berbeda secara incremental atau marjinal.

c. Setiap alternatif hanya sebagian kecil saja yang dievaluasi mengenai sebab dan akibatnya.

d. Masalah yang dihadapi oleh pembuat keputusan redifinisikan secara teratur dan memberikan kemungkinan untuk mempertimbangkan dan menyesuaikan tujuan dan sarana sehingga dampak dari masalah lebih dapat ditanggulangi.

e. Tidak ada keputusan atau cara pemecahan masalah yang tepat bagi setiap masalah. Sehingga keputusan yang baik terletak pada berbagai analisis yang mendasari kesepkatan guna mengambil keputusan.

f. Pembuatan keputusan inkremental ini sifatnya dalam memperbaiki atau melengkapi keputusan yang telah dibuat sebelumnya guna mendapatkan penyempurnaan.

3. Teori pengamatan terpadu (mixed scaning theory)

Beberapa kelemahan tersebut menjadi dasar konsep baru itu seperti yang

dikemukakan oleh ahli sosiologi organisasi Aitai Etzioni yaitu pengamatan terpadu (mixed scaning) sebagai suatu pendekatan untuk mengambil keputusan baik yang bersifat fundamental maupun incremental. Keputusan-keputusan incremental memberikan arahan dasar dan melapangkan jalan bagi keputusan-keputusan fundamental sesudah keputusan-keputusan itu tercapai.

Jenis-jenis pengambilan keputusan dalam organisasi 1. Pengambilan keputusan berdasarkan intuisi

Keputusan yang diambil berdasarkan intuisi atau perasaan lebih bersifat subjektif yaitu mudah terkena sugesti, pengaruh luar, dan faktor kejiwaan lain.

Sifat subjektif dari keputusan intuitif ini terdapat beberapa keuntungan, yaitu : a. Pengambilan keputusan oleh satu pihak sehingga mudah untuk memutuskan b. Keputusan intuitif lebih tepat untuk masalah-masalah yang bersifat kemanusiaan

(10)

2. Pengambilan keputusan rasional

Keputusan yang bersifat rasional berkaitan dengan daya guna, masalah-masalah yang dihadapi merupakan masalah yang memerlukan pemecahan rasional. Keputusan yang dibuat berdasarkan pertimbangan rasional lebih bersifat objektif. Dalam masyarakat, keputusan yang rasional dapat diukur apabila kepuasan optimal masyarakat dapat terlaksana dalam batas-batas nilai masyarakat yang diakui saat Itu.

3. Pengambilan keputusan berdasarkan fakta

Ada yang berpendapat bahwa sebaiknya pengambilan keputusan didukung oleh sejumlah fakta yang memadai. Sebenarnya istilah fakta perlu dikaitkan dengan istilah data dan informasi.

Kumpulan fakta yang dikelompokan secara sistematis dinamakan data. Sedangkan informasi adalah basil pengolahan dari data. Dengan demikian, data harus diolah lebih dulu menjadi informasi yang kemudian dijadikan dasar pengambilan keputusan.

4. Pengambilan keputusan berdasarkan pengalaman

Sering kali terjadi bahwa sebelum mengambil keputusan, pimpinan mengingat-ingat apakah sebelumnya kasus pernah terjadi. Pengingatan semacam itu biasanya ditelusuri melalui arsip-arsip pengambilan keputusan yang berupa dokumentasi pengalaman-pengalaman masa lampau. Jika ternyata permasalahan tersebut pernah terjadi sebelumnya, maka pimpinan tinggal melihat apakah permasalahan tersebut sama atau tidak dengan situasi dan kondisi saat ini. Jika masih Sama kemudian dapat menerapkan cara sebelumnya itu untuk mengatasi masalah yang timbul.

5. Pengambilan keputusan

Banyak sekali keputusan yang diambil karena wewenang (authority) yang dimiliki. Setiap orang yang menjadi pimpinan organisasi mempunyai tugas dan wewenang untuk mengambil keputusan dalam rangka menjalankan kegiatan demi tercapainya tujuan organisasi yang efektif dan efisien.

Keputusan yang berdasarkan wewenang memiliki beberapa keuntungan yaitu sbb : a. Banyak diterimanya oleh bawahan

b. Memiliki otentisitas (otentik), dan juga

c. Karena didasari wewenang yang resmi maka akan lebih permanen sifatnya

Keputusan yang berdasarkan pada wewenang semata maka akan menimbulkan sifat rutin

(11)

oleh pembuat keputusan sering melewati permasalahan yang seharusnya dipecahkan justru menjadi kabur atau kurang jelas.

Tahapan Pengambilan Keputusan

Proses pengambilan keputusan memiliki berapa tahapan : Tahap 1

Pemahaman dan Pemecahan Masalah. Para manager kerap kali menghadapi kenyataan bahwa masalah yang didapat sebenarnya sulit selesaikan atau bahkan sering hanya menyimpulkan masalah, bukan penyebab awal. Para manager dapat menyimpulkan dalam mengidentifikasi masalah dengan beberapa cara. Pertama, manager secara teori dapat menguji hubungan sebab-akibat. Kedua manager dapat mencari penyimpangan atau perubahan dari yang normal dan secara teoritis.

Tahap 2

Pengumpulan dan Analisis Data yang akurat. Setelah manajer menemukan dan merumuskan untuk memcahkan masalah, manajer harus memutuskan langkah-langkah selanjutnya. Manajer pertama kali harus menentukan data-data apa yang dibutuhkan untuk membuat keputusan yang akurat akan mendapatkan informasi tersebut.

Tahap 3

Pegembangan Alternatif-Alternatif. kebiasan untuk menerima alternatif keputusan pertama yang simpel sering mengesampingkan manager dari pencapaian penyelesaian yang terbaik untuk masalah manajer.Pengembangan sejumlah alternatif memungkinkan manajer menolak kehendak untuk membuat keputusan terlalu cepat dan melakukan keputusan yang benar.

Manager harus memilih suatu pendapat yang cukup baik, walaupun bukan pendapat yang sempurna atau baik.

Tahap 4

Evaluasi Alternatif-Alternatif. Setelah manajer mengumpulkan sekumpulan alternatif, mansger harus mengevaluasi sekumpulan alternatif, manager harus mengevaluasi untuk menilai efektifitas pada setiap alternatif

Tahap 5

Pemilihan Alternatif Terbaik. Pembuatan keputusan menggambarkan hasil evaluasi berbagai alternatif. Alternatif terpilih akan didasarkan pada jumlah informasi bagi manager dan ketidaksempurnaan kebijakan manajer.

(12)

Tahap 6

Implementasi Keputusan . Setelah alternatif terbaik telah dipilih, para manager harus membuat keputusan untuk melakukan berbagai permasalahan dan masalah yang mungkin akan terjadi dalam penggunaan keputusan. Dalam hal ini, manager perlu mengendalikan berbagai resiko dan ketidakpastian sebagai pengaruh dibuatnya suatu keputusan.

Disamping itu, pada tahapimplementasi keputusan manager juga perlu menentukan prosedur data kemajuaan berkala dan mengumpulkan tindakan korektif bila masalah baru muncul dalam pembuatan keputusan, serta merancang peringatan dini untuk menghadapi berbagai

kemungkinan.

Tahap 7

Evaluasi Hasil-Hasil. Keputusan. Implementasi keputusan harus selalu di perhatikan Manajer harus dapat memecahkan masalah apakah implementasi dilakukan dengan baik dan keputusan memberikan hasil yang diinginkan

Faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan Yang berasal dari luar atau ekternal

1. Kedudukan

Jabatan atau kedudukan seseorang dapat dilihat berdasarkan

pangkaatnya apakah sebagai pimpinan atau bawahan, sehingga dapat ditentukan pantas atau tidaknya mengambil suatu keputusan. Karea jika pimpinan yang mengambil tentu ia telah berpengalaman dalam

mengambil suatu keputusan jika sebaliknya seperti bawahan tentu mereka belum berpengalaman dan belum lihai dalam mengambil suatu keputusan sehingga jabatan atau kedudukan ini sangat berperan penting dalam mengambil suatu keputuan.

2. Masalah

Adalah hal yang menjadi penghalang untuk tercapainya tujuan yang

(13)

3. Situasi

Adalah keseluruhan faktor dalam keadaan yang berkaitan satu sama lain dan secara bersama sama memencarkan pengaruh terhadap kita dan apa yang akan hendak kita perbuat.

4. Pengaruh dari kelompok lain

Kelompok lain juga dapat berpengaruh terhadap suatu keputusan

dikarenakan kelompok lain atau organisasi mempunyai keputusan yang dapat dipertimbangkan oleh pemimpin organisasi lain dalam menyikapi masalah dan pengaruh kelompok lain ini juga dapat menjatuhkan organisasi serta mementingkan kelompok tersebut.

Gaya manajer dalam mengambil suatu keputusan juga sangat berpengaruh dalam mengambil suatu keputusan karena gaya manajer ini akan banyak di latarbelakangi oleh latar belakang pengetahuan, perilaku, pengalaman dan sejenisnya. Para pemimpin biasanya memiliki gaya dalam mengambil suatu keputusannya yaitu dengan cara menghindari masalah,mengabaikan informasi yang menunjuk sebuah masalah, yang kedua penyelesaian masalah dan yang ketiga pencari masalah. Jadi dapat dikatan gaya dari pemimpin juga sangat mempengaruhi dalam pengambilan suatu keputusan karena dapat dilihat sendri bahawasannya gaya yang ia miliki masing masing beragam dalam mengambil suatu keputusan.

Faktor Internal yang mempengaruhi pengambilan keputusan meliputi : 1. Kepribadian

Tingkah laku atau karakter seseorang dalam pengambilan suatu

keputusan juga sangat mempengaruhi dimana sifat manusia ini beragam ada

(14)

yang tergesa gesa dan dan juga yang berhati hati dalam menetapka suatu pilihan sehingga kepribadian ini juga sangat berpengaruh terhadap pemgambilan suatu keputusan. Dan juga dalam hal ini yang dibutuhkan adalah kebijaksanaan dan ketegassan seseorang dalam mengambil suatu keputusan.

2. Faktor pengalaman

Semakin banyak nya seseorang tersebut mengambil keputusan maka ia akan berani dalam mengambil keputusan dan hal ini juga berkaitan denga keahlian yang dimiliki oleh pemimpin atau skill yang ia miliki karena pengalaman yang pernah dialaminya

(15)

5. Tujuan

(16)

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan

3.2 Saran

(17)

DAFTAR PUSTAKA

Referensi

Dokumen terkait

Kreativitas pengambilan keputusan dapat diterapkan pada individu atau kelompok karena pengambilan keputusan individu membantu pengambilan keputusan dalam organisasi saat ini,

Berdasarkan latar belakang masalah tersebut, maka perumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : “Bagaimana pengambilan keputusan berdasarkan sistem

Dalam perspektif psikologis, gaya pengambilan keputusan tersebut dapat dikemukakan dalam empat gaya, yakni (1) A rational style (gaya rasional) ditandai dengan pencarian

Menurut Sondang P Siagian pengambilan keputusan adalah suatu pendekatan terhadap hakikat suatu masalah, pengumpulan fakta-fakta dan data, penentuan yang matang dari

Pengambilan keputusan yang dilakukan oleh pemimpin disesuaikan dengan gaya dan model pengambilan keputusan yang diselaraskan dengan tahapan pengambilan keputusan

Dalam Metode ini, sebuah keputusan akan diambil atau disetujui jika didalam proses pengambilan keputusan telah disepakati oleh semua anggota organisasi, secara transparan

Menunjukkan pendekatan rasional yang dapat diterapkan pada bisnis untuk mencapai keputusan dalam organisasi Dengan demikian, pengambilan keputusan klasik memiliki permasalahan yang

Rasional Pada pengambilan keputusan yg berdasarkan rasional, keputusan yg dihasilkan bersifat objektif, logis, lebih transparan, konsisten untuk memaksimumkan hasil atau nilai dalam