• Tidak ada hasil yang ditemukan

MAKALAH PERKEMBANGAN STUDI ISLAM DI DUNIA BARAT

N/A
N/A
Muhammad Ridwan

Academic year: 2023

Membagikan "MAKALAH PERKEMBANGAN STUDI ISLAM DI DUNIA BARAT"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

PERKEMBANGAN STUDI ISLAM DI DUNIA BARAT

Disusun guna memenuhi Tugas Mata Kuliah Metodologi Study Islam

Dosen Pengampu: Dr. Mulyadi, M.A

Disusun Oleh:

Imam Agus Faisal

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM (STAI) AL-AZHAR

PEKANBARU

2023

(2)

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI...ii

KATA PENGANTAR...iii

BAB I PENDAHULUAN...4

A. Latar Belakang...4

B. Rumusan Masalah...4

C. Tujuan Penulisan...4

BAB II PEMBAHASAN...5

A. Sejarah Perkembangan Studi Islam di Barat...5

B. Dampak Positif dan Negatif Perkembangan Studi Islam di Barat...6

C. Perkembangan Studi Islam di Negara-Negara Barat...8

D. Imperialisme Barat terhadap Dunia Islam...11

BAB III PENUTUP...13

A. Kesimpulan...13

B. Saran...13

C. Daftar Pustaka...13

(3)

KATA PENGANTAR

Dengan segala kerendahan dan keikhlasan hati, Penulis memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT. Karena dengan Rahmat-nya yang telah melimpahkan taufiq dan hidayah-nya serta segala kemudahan yang telah diberikan sehingga penyusunan makalah tentang “Perkembangan Study Islam di Dunia Barat” ini dapat diselesaikan dengan sebaik-baiknya.

Shalawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada sang pembawa risalah kebenaran yang semakin tgeruji kebenarannya yakni baginda Nabi Muhammad SAW, keluarga dan sahabat-sahabat serta para pengikutnya. Dan semoga syafa’atnya diberikan diakhirat kelak dan selalu menyertai kehidupan ini. Makalah ini berisi tentang Perkembangan Study Islam di Dunia Barat.

Dalam kesempatan ini, penulis juga ingin mengucapkan terima kasih kepada:

1. Bapak Dr. Mulyadi, M.A selaku Dosen mata kuliah Metodologi Study Islam yang telah membimbing penulis sehingga dapat menyelesaikan penulisan ini 2. Semua pihak yang telah memberi bantuan dan dukunga yang tidak dapat

disebutkan satu persatu.

Setitik harapan dari penulis, semoga makalah ini dapat bermanfaat serta bisa menjadi wacana yang berguna. Penulis menyadari keterbatasan penyusunan ini.

Untuk itu, penulis mengharapkan dan menerima segala kritik dan saran yang membangun demi perbaikan dan penyempurnaan makalah ini.

Pekanbaru, 02 Maret 2023

Penulis

(4)

BAB I

PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Islam merupakan agama Allah yang diturunkan melalui Nabi Muhammad SAW. Dengan Al-qur’an sebagai pedomannya untuk mengarahkan kepada seluruh umat manusia ke jalan yang sebenarnya yang di ridhoi oleh Allah SWT.

Islam mengajarkan kehidupanyang dinamis dan progresif, menghargai akal pikiran dalam pengenbangan ilmu pengetahuan dan teknologi, bersikap seimbang dalam memenuhi kebutuhan material dan spiritual, mengembangkan kepedulian social, menghargai waktu, bersikap terbuka, demokratis, berorientasi pada kualitas, mencintai kebersihan, mengutamakan persaudaraan, berakhlak mulia, dan sikap-sikap positif lainnya.

Beberapa alasan tersebut di ataslah yang mungkin menyebabkan orang- orang barat tertarik untuk mempelajari islam, baik budaya, maupun ilmu pengetahuannya. Sehingga kebudayaan islam di dunia berkembang menjadi pesat.

B. Rumusan Masalah

1. Bagaimana sejarah perkembangan studi Islam di Barat?

2. Apa dampak positif dan negatif perkembangan studi Islam di Barat?

3. Bagaimana perkembangan studi Islam di negara-negara Barat?

(5)

4. Bagaimana imperialisme Barat terhadap Dunia Islam?

C. Tujuan Penulisan

1. Untuk mengetahui sejarah perkembangan studi Islam di Barat

2. Untuk mengetahui dampak positif dan negatif perkembangan studi Islam di Barat

3. Untuk mengetahui perkembangan studi Islam di negara-negara Barat

4. Untuk mengetahui imperialisme Barat terhadap Dunia Islam.

BAB II PEMBAHASAN A. Sejarah Perkembangan Studi Islam di Barat

Kontak pertama antara dunia Barat dengan dunia muslim adalah lewat kontak perguruan tinggi. Bahwa sejumlah ilmuan dan tokoh-tokoh barat datang di perguruan tinggi muslim untuk memperdalam ilmu pengetahuan dan teknologi. Di dunia Islam belahan timur, perguruan tinggi tersebut berkedudukan di Baghdad dan di Kairo, sementara di belahan barat ada di Cordova. Bentuk lain dari kontak dunia muslim dengan dunia barat pada fase pertama adalah penyalinan manuskrip-manuskrip ke dalam bahasa latin sejak abad ke-13 M hingga bangkitnya zaman kebangunan (renaissance) di Eropa pada abad ke-14.

Berkat penyalinan karya-karya ilmiah dari manuskrip-manuskrip Arab itu, terbukalah jalan bagi perkembangan cabang-cabang ilmiah tersebut di Barat. Apalagi sesudah aliran empirisme yang dikumandangkan oleh Francis

(6)

Bacon menguasai alam pikiran di Barat dan berkembangnya observasi dan eksperimen.

Setelah ilmu-ilmu yang dahulunya dikembangkan muslim masuk ke Eropa dan dikembangkan oleh sarjana-sarjana Barat, dirasakan banyak tidak sejalan dengan Islam. Misalkan dirasakan dirasuki oleh paham sekuler dan sejenisnya. Karena itu, beberapa ilmuan melakukan usaha pembersihan.

Kemajuan peradaban barat dimulai pada Periode Pertengahan(1250- 1800 M), yang mana peradaban islam pada periode ini mengalami stagnasi.

Sedangkan peradaban barat mengalami perkembangan yang sangat pesat dari ilmu pengetahuan dan teknologi sampai sekarang ini. Sebenarnya perkembangan tersebut banyak dipengaruhi oleh ilmu pengetahuan islam.

Sebagaimana kita ketahui bahwa Andalusia (Spanyol) pada massa pemerintahan Bani Abbasiyah adalah merupakan salah satu tempat yang paling utama bagi Eropa dalam menyerap peradaban islam baik dalam bentuk hubungan politik, sosial, maupun perekonomian dan peradaban antar negara. Salah satu contoh yang kami ambil adalah pemikiran Ibnu Rusyd yang melepaskan belenggu taklid dan menganjurkan kebebasan berfikir.

Dari pemikiran Ibnu Rusyd inilah yang menarik minat orang-orang barat untuk belajar. Diantara pemuda Kristen Eropa yang belajar di Universitas- Universitas Islam di Andalusia, seperti Universitas Codova (pendirinya abd Al Rahman III), Seville, Malaga, Granada dan Salamanca. Selama mereka belajar di lembaga-lembaga tersebut, mereka aktif menterjemahkan buku-buku karya para ilmuan muslim. Pusat kegiatan terjemahan itu berada di Toledo. Setelah mereka kembali kenegara masing-masing, mereka mendirikan Sekolah-sekolah dan Universitas. Universitas yang pertama mereka dirikan di Eropa pada tahun 1231 Masehi.

(7)

Jadi sudah jelaslah menurut kami, bahwa latar belakang berkembanganya Studi Islam di Dunia Barat adalah disebabkan para pelajar barat yang datang ke Jazirah Arabiyah untuk belajar. Disamping itu juga mereka telah berhasil menterjemahkan karya-karya ilmuan muslim kedalam bahasa latin.

B. Dampak Positif dan Negatif Perkembangan Studi Islam di Barat

Setelah Studi Islam Berkembangan begitu pesatnya di dunia barat, maka mulai tampaklah kelihatan dampak-dampak yang ditimbulkannya mulai dari hal yang positif maupun negatif.

1. Dampak Positif

Kehadiran Islam di Eropa Spanyol membawa perubahan dalam berbagai segi kehidupan masyarakat, terutama dalam aspek peradaban dan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dari hal ini telah menimbulkan semangat orang barat dalam mempelajari ilmu pengetahuan yang dibawah oleh islam.

Al hasil, maka banyaklah orang barat yang menguasai ilmu pengetahuan dari islam, seperti ilmu kimia, ilmu hitung, ilmu tambang (minerologi), meteorology (karya Al Khazini), dan sebagainya. Sedangkan dibidang teknologi adalah orang barat bisa membuat berbagai macam alat industri yang dihasilkan dari observasi atau penelitian. Sekitar abad ke-16 M telah ditemukan sebuah alat perajut kaos kaki.

Kemudian tahun 1733 M John Kay telah berhasil membuat alat tenun baru yang dapat bekerja lebih cepat dan menghasilkan tenunan yang baik.

Pada tahun 1765 M Hargreaves berhasil membuat alat pintal yang dapat memintal berpuluh-puluh gulung benang sekaligus. Kemudian sekitar tahun 1780 M terjadi revolusi industri di Inggris, seperti ditemukannya mesin uap

(8)

oleh James Watt pada tahun 1769 M dan alat tenun oleh Cartwright tahun 1785 M yang menyebabkan Inggris menjadi negara industri maju.

2. Dampak Negatif

Diatas telah di jelaskan, bagaimana dampak positif dari perkembangan studi Islam di dunia barat. Perlu diketahui disamping adanya dampak positif, ada juga dampak negatif yang ditimbulkannya.Adapun dampak negatif itu adalah dapat kami uraikan sebagai berikut:

a. Setelah bangsa barat menjadi bangsa yang maju dan telah mengalami revolusi dibidang industri. Maka mereka mendapati masalah kekurangan bahan baku dalam kegiatan industrinya. Kemudian untuk mencari jalan keluarnya mereka berlomba-lomba mencari di dunia Timur, yang kebanyakan dikuasai oleh pemerintahan muslim. Di samping itu, mereka juga memerlukan tempat pemasaran baru bagi hasil industrinya ke negara-negara Timur. Sebagai akibatnya, banyak negara-negara Barat datang kedunia Timur dan terjadilah Ekspansi besar-besaran dalam bidang social, politik, ekonomi dan sebagainya.

Di waktu itulah terjadi suatu massa kolonial dan imperial, yaitu massa dimana bangsa-bangsa Barat melakukan penjajahan terhadap dunia Timur, khususnya dunia muslim. Suasana seperti itu menyebabkan dunia Timur mengalami kemunduran dan Barat mencapai kemajuan pesat dari hasil kolonialisme dan imperialisme atas dunia Timur.

b. Orang-orang barat mengakui ilmu yang berkembang di dunia Barat berasal dari peradaban lain, bukan dari peradaban Islam. Ada seorang sarjana bernama Max Dimont menegakkan bahwa orang Barat itu menderita Narcisisme, yaitu mereka mengagumi diri mereka sendiri ,

(9)

dan kurang memiliki kesediaan untuk mengakui utang budinya kepada bangsa-bangsa lain. Mereka hanya mengatakan bahwa mereka dapatkan itu adalah warisan dari Yunani dan Romawi.

C. Perkembangan Studi Islam di Negara-Negara Barat

Usaha mempelajari agama Islam tidak hanya terbatas pada kalangan umat muslim semata, namun dilakukan pula oleh orang-orang diluar kalangan islam. Orang-orang inilah yang disebut dengan istilah kaum “Orientalist”.

Namun orientasi pembelajaran Islam oleh kedua kalangan ini tentunya berbeda.

Studi Islam yang dilakukan oleh kalangan umat muslim bermaksud untuk memahami dan mendalami serta membahas ajaran-ajaran islam yang kemudian dijadikan sebagai pegangan dan pedoman hidup (way of live). Sementara Studi Islam yang dilakukan oleh kalangan orientalist bermaksud untuk mempelajari seluk-beluk ajaran islam dan semata-mata menjadikannya sebagai Ilmu Pengetahuan (Muhaimin dkk : 1994). Hal ini yang membuat Islam lebih dikenal sebagai sains diduia barat (sains islam).

Pada dasarnya Studi Islam dan Sains Islam ada perbedaan dan persamaan. Persamaan studi dan sains terletak pada objek kajiannya. Yakni ilmu pengetahuan. Sedangkan perbedaannya, Studi Islam adalah suatu ilmu pengetahuan yang dirumuskan dari ajaran islam yang dipraktekkan dalam sejarah dan kehidupan manusia. Sedangkan Sains Islam adalah suatu ilmu pengetahuan yang mencakup berbagai pengetahuan modern seperti kedokteran, astronomi, matematika, fisika, dan sebagainya yang dibangun atas arahan nilai- nilai islami. Sains Islam sebagaimana dikemukakan Hussein Nasr adalah sains yang dikembangkan oleh kaum muslimin sejak abad islam ke-2, yang keadaannya sudah tentu merupakan salah satu pencapaian besar dalam peradaban islam. Selama kurang lebih 700 tahun, sejak abad ke-2 hingga ke-9 Masehi, peradaban islam mungkin merupakan peradaban yang paling produktif dibandingkan peradaban manapun juga.

(10)

Dari Sains Islam inilah membuat orang barat tertarik untuk mempelajari ilmu pengetahuan islam yang sampai terkenal di Eropa. Al hasil, menurut Harun Nasution; salah satu contoh kemajuan orang barat adalah ketika Napoleon melakukan Ekspedisi ke Mesir dengan memperkenalkan ilmu pengetahuan dengan membawa 167 ahli dalam berbagai cabang ilmu. Diapun membawa dua set alat percetakan huruf Latin, Arab, dan Yunani. Ekspedisi itu datang bukan hanya untuk kepentingan militer, tetapi juga untuk kepentingan ilmiah. Untuk kepentingan ilmiah, Napoleon membentuk lembaga ilmiah yang disebut dengan Institut d ‘Egypte yang mempunyai empat bidang ilmu kajian, yaitu ilmu pasti, ilmu kalam, ilmu ekonomi dan politik, serta ilmu sastra dan seni.

Pada akhir tahun 1801 Masehi dalam perkembangan studi Islam di dunia Barat, obyek pengkajian dapat digolongkan menjadi dua. Pertama, pengkajian bahasa arab. Studi Islam mensyaratkan kajian intensif mengenai bahasa arab yang berkembang sejak permulaan abad 19, dan melahirkan pakar- pakar bahasa arab di barat seperti A.I. Sylvestre de Sacy (Prancis) dan Johan Jakob Reiske (Jerman). Kedua, pengkajian teks. Kajian teks hanya dapat dilakukan oleh kalangan-kalangan yang memiliki pengetahuan solid mengenai bahasa arab.

Studi islam di barat berkembang dengan bervariasi diantaranya:

1) Chicago university: disini studi islam menekankan padapemikiran Islam yakni bahasa arab, dan non- arab,serta naskah klasik.

2) Amerika : studi islam menekankan pada sejarah islam, bahasa selain arab, sastra dan ilmu sosial.

(11)

3) UCLA( University of California Los Angles) : studi islam dibagi 4 komponen yaitu :

a) Mengenai doktrin dan sejarah islam

b) Tentang bahasa Arab

c) Tentang bahasa non-arab misalnya: turki, urdu, dan Persia,

d) Tentang ilmu sosial, sejarah, bahasa arab, bahasa islam, sosiologi dan lainya.

4) London Inggris : studi islam digabungkan dalam school of oriental and African studies yakni fakultas mengenai studi ketimuran dan Afrika.

5) Kanada : studi islam bertujuan untuk menekuni kebudayaan dan peradaban islam memahami dan mempelajari ajaran dan bahasa muslim diseluruh dunia.

6) Belanda : studi islam menekankan pada kajian islam di Indonesia dan daerah –daerah tertentu. Namun, kurang menekankan pada sejarah islam itu sendiri. Sebagian besar penduduk kerajaan nusantara telah memeluk ajaran islam, hal inilah yang menjadi alasan pemerintah belanda mempelajari islam secara ilmiah untuk menguasai Indonesia dengan cara mengetahui sisi kelemahan Indonesia itu sendiri. Studi islam di belanda dilakukan dibeberapa universitas tertentu dengan mempelajari dalam kerangka berbagai disiplin ilmu. Studi islam dibelanda menarik dosen IAIN untuk melakukan penelitian yakni dari aspek sejarah, pemikiran, organisasi, pengamalan agama, dan gerakan islam.

(12)

Studi islam dibarat dilakukan sejak abad 19 hingga sekarang yang ditandai dengan tiga model pendekatan:

1) Pendekatan filologis dengan kelebihannya mampu membongkar khazanah pemikiran islam klasik, kekuranganya dalam memhami islam terbatas pada informasi teks atau naskah.

2) Pendekatan ilmiah yaitu menggunakan metode ilmiah yang dipelopori oleh kalangan ilmuwan sosial.

3) Pendekatan fenomologi interpretative

Kelebihan melakukan studi islam di barat menurut Yudian W. Amin adalah menjadikan mahasiswa berfikir kritis, akurat, serta bertanggung jawab dalam menggali sumber-sumber kajian islam yang lain.

Beberapa kritikan yang ditujukan kepada mahasiswa yang melanjutkan studinya ke barat:

a. Studi islam dibarat bersifat Esensialis

b. Kajian islam bertujuan untuk kepentingan politik

c. Hanya bertujuan untuk mengutamakan kebenaran atas nama intelektual dan akademis.

Dalam perkembangan studi islam di Negara-Negara Barat, dalam bagian tertentu dapat dibedakan sebagai berikut:

(13)

a. Studi Islam mensyaratkan kajian intensif tentang bahasa Arab sebagai bahasa. Diantara pemula pakar bahasa Arab dari Jerman adalah Johann Jokab Reiske (1716-1774). Kajian-kajian bahasa Arab berkembang secara luas di Eropa sejak permulaan abad ke-19. salah satu dari ahli-ahli dalam bidang ini adalah seorang sarjana Perancis A.I. sylvestre de Sacy (1758- 1838).

b. Studi teks hanya dapat dilakukan berdasarkan pada pengetahuan yang solid tentang bahasa Arab dan bahasa Islam yang lain, seperti bahasa Persia, Turki, Urdu dan melayu termasuk di dalamnya kritik teks dan sejarah kesusastraan. Dengan demikian edisi-edisi dari teks-teks tersebut dianggap sebagai pra-syarat dalam kajian-kajian tekstual.

c. Keahlian dalam kajian teks, pada gilirannya, merupakan pra-syarat dalam kajian sejarah. Termasuk didalamnya berbagai kajian terhadap para sejarawan muslim. Sebagian besar Studi Islam saat ini di Negara-negara Barat lebih bisa dipahami dengan latar belakang perkembangan histories.

Dari tiga penjelasan tersebut dapat kami simpulkan bahwa dalam mengkaji studi islam dapat melalui kajian intensif dalam bahasa, teks, dan yang terakhir dari sudut pandang historis yang pada akirnya studi islam itu sendiri dapat di pahami dan di kembangkan di dunia barat.

D. Imperialisme Barat terhadap Dunia Islam

1. Kemajuan Dunia Barat dalam Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

Kemajuan yang telah dicapai bangsa-bangsa Barat pada periode ini sebenarnya memiliki korelasi yang erat dengan perkembangan peradaban dunia Islam, baik ketika Islam mencapai puncak kemajuannya di Eropa

(14)

ataupun kemajuan yang dicapai dunia Islam di Baghdad. Bangsa Barat banyak berutang budi kepada para ilmuwan muslim yang telah berhasil mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Spanyol (Andalusia) merupakan tempat paling utama bagi bangsa Barat dalam menyerap peradaban Islam, baik dalam bentuk hubungan politik, sosial, maupun perekonomian dan peradaban antar bangsa. Bangsa Barat menyaksikan realitas bahwa ketika Andalusia berada di bawah kekuasaan umat Islam, negeri ini telah terlalu jauh meninggalkan negara- negara tetangganya di Eropa, terutama dalam bidang pemikiran dan sains di samping perkembangan dan kemajuan bangunan fisik.

Dari kerja keras dan tingginya kreativitas bangsa Barat dalam mempelajari ilmu pengetahuan yang telah dihasilkan oleh umat Islam, menyebabkan bangsa Barat menemukan masa kemajuan dan kejayaannya.

2. Imperialisme Barat terhadap Dunia Islam

Kelemahan dan kemunduran dunia Islam dimanfaatkan oleh bangsa- bangsa Barat untuk bangkit dan bergerak menuju ke arah negara-negara Islam serta menguasai dan menjajahnya. Motivasi mereka datang ke negara-negara Islam adalah motivasi ekonomi, politik, dan agama. Hal tersebut dapat terlihat dari cara-cara mereka datang untuk pertama kali ke negara-negara Islam.

Mereka datang dengan dalih untuk berdagang atau mencari rempah-rempah di Timur.

Pada saat yang sama, dunia Islam sedang terus dilanda kemunduran dan kelemahan dalam berbagai bidang, sehingga negara-negara Islam tidak mampu bersaing dengan bangsa Barat yang didukung oleh kekuatan politik

(15)

militer yang tangguh. Saat itulah dunia Islam berada dalam kekuasaan kaum imperialisme Barat.

BAB III PENUTUP A. Kesimpulan

1. Kemajuan peradaban barat dimulai pada Periode Pertengahan(1250-1800 M), yang mana peradaban islam pada periode ini mengalami stagnasi. Sedangkan peradaban barat mengalami perkembangan yang sangat pesat dari ilmu pengetahuan dan teknologi sampai sekarang ini.

2. a. Dampak Positif, Kehadiran Islam di Eropa Spanyol membawa perubahan dalam berbagai segi kehidupan masyarakat, terutama dalam aspek peradaban dan ilmu pengetahuan dan teknologi.

b. Dampak Negatif, Orang-orang barat mengakui ilmu yang berkembang di dunia Barat berasal dari peradaban lain, bukan dari peradaban Islam.

3. Studi Islam yang dilakukan oleh kalangan umat muslim bermaksud untuk memahami dan mendalami serta membahas ajaran-ajaran islam yang kemudian dijadikan sebagai pegangan dan pedoman hidup (way of live).

(16)

4. Pada saat yang sama, dunia Islam sedang terus dilanda kemunduran dan kelemahan dalam berbagai bidang, sehingga negara-negara Islam tidak mampu bersaing dengan bangsa Barat yang didukung oleh kekuatan politik militer yang tangguh. Saat itulah dunia Islam berada dalam kekuasaan kaum imperialisme Barat.

B. Saran

Setelah membaca makalah mengenai Perkembangan Studi Islam di Barat, diharapkan untuk tidak pernah puas terhadap makalah yang telah di buat, karena Studi Islam memiliki cakupan yang sangat luas, untuk itu pembaca hendak mencari sumber lain.

C. Daftar Pustaka

Murodi. Sejarah Kebudayaan Islam; Madrasah Aliyah Kelas Tiga. 2003. Jakarta:

Karya Toha Putra Semarang. Hal:65.

Bella Ahmad. “Perkembangan Studi Islam di Dunia Barat” di akses dari https://bellaahmad70.wordpress.com/perkembangan-study-islam-di- dunia-barat/. Pada tanggal 2 Maret 2023. Pukul: 21:38 WIB.

Ana Ulfa. “Studi Islam di Barat” di akses

dari http://anaulfa1016.blogspot.co.id/2015/10/studi-islam-di-barat-dan timur.html. Pada tanggal 2 Maret 2023. Pukul: 22:12 WIB.

Azim Nanji. Peta Studi Islam; Orientalisme dan Arah Baru Kajian Islam di Barat.

2003. Yogyakarta: Fajar Pustaka Baru. Hal: 3-5.

(17)

Samsul Munir Amin. Sejarah Peradaban Islam. 2016. Jakarta: Amzah. Hal: 345- 346.

Referensi

Dokumen terkait

Peran Kerajaan Terhadap Perkembangan Islam di Indonesia Dalam penyabaran Islam di Indonesia, kerajaan Islam memiliki peran yang sangat besar dalam penyebaran agama

  Ensiklopedi  Tematis 

Perkembangan suatu ilmu akan kian berkembang dengan seiringinnya perkembangan zaman, termasuk ilmu keagamaan. Studi Islam merupakan bagian dari ilmu pengetahuan

Studi Islam secara etimologis merupakan terjemahan dari Bahasa Arab Dirasah Islamiyah. Sedangkan Studi Islam di barat dikenal dengan istilah Islamic Studies. Maka studi Islam

Kontribusi Islam Terhadap Dunia Barat Perkembangan ilmu pengetahuan yang dihasilkan oleh para ilmuan muslim telah melahirkan karya besar di berbagai bidang keilmuan yang menjadi

Namun demikian, pada masa ini tidak menutup kemungkinan adanya transfer budaya dan juga akulturasi budaya antara dunia Islam dan Barat yang menjadikan rakyat dari dinasti ini tidak

Kontribusi Intelektual Islam Terhadap Dunia Barat Perkembangan ilmu pengetahuan yang dihasilkan oleh para ilmuan muslim telah melahirkan karya besar di berbagai bidang keilmuan yang

Makalah tentang Etika Bisnis Islam yang membahas prinsip dan aspek moral dalam dunia bisnis sesuai syariat Islam, disusun untuk tugas mata kuliah Ekonomi dan Bisnis