• Tidak ada hasil yang ditemukan

MAKALAH TEKPON II

N/A
N/A
Asha Witri Sani

Academic year: 2025

Membagikan "MAKALAH TEKPON II"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

MAKALAH

“JENIS DAN FUNGSI PONDASI SERTA BAGAIMANA PENGAPLIKASIANNYA”

Makalah ini disusun guna memenuhi tugas Mata Kuliah Teknik Pondasi II

Dosen Pengampu : Risayanti, S.T.,M.T

Disususn Oleh : Asha Witri Sani (2410015211009)

PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL

FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN UNIVERSITAS BUNG HATTA

TAHUN 2024/2024

(2)

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmat dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan penulisan makalah ini dengan lancar.

Tidak lupa pula kami ucapkan terimakasih kepada Ibuk Risayanti, S.T.,M.T sebagai dosen pengampu matakuliah Teknik Pondasi II yang telah membimbing penulis sehingga dapat menyelesaikan makalah ini.

Makalah ini dibuat untuk memahami tentang Jenis-jenis dan Fungsi serta Bagaimana Pengaplikasiannya, sehingga pembaca bisa memahami seputar pembahasan yang penulis buat.

24 September 2024

(3)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR...i

DAFTAR ISI...ii

BAB I... 1

PENDAHULUAN... 1

BAB II...3

PEMBAHASAN...3

A. Pengertian dan Definisi Pondasi...3

B. Jenis-jenis Pondasi...3

1. Pondasi Dangkal... 4

2. Pondasi Dalam...4

C. Fungsi Pondasi... 5

1. Menahan beban bangunan...5

2. Mendistribusikan beban secara merata...5

3. Meningkatkan stabilitas struktur...5

4. Mendukung keamanan structural... 5

D. Pengaplikasian Pondasi... 6

1. Pondasi Telapak...6

a. Pondasi telapak sering digunakan dalam konstruksi dengan kondisi tanah yang memiliki daya dukung baik dan stabil, serta pada bangunan yang memiliki beban ringan hingga sedang... 6

b. Daerah berbatu atau tanah pada yang memiliki daya dukung tinggi karena menyediakan permukaan yang stabil untuk podasi telapak sehingga dapat menahan beban bangunan dengan baik... 6

c. Pada daerah denga tanah pasir padat atau campuran pasir dan kerikil, karena jenis tanah ini cukup stabil dan mampu menahan beban bangunan singan hingga sedang...6

d. Daerah dengan ketinggian air tanah yang rendah, dimana pondasi dapat digali tanpa resiko terkena air... 6

2. Pondasi Sumuran...7

a. Pengaplikasian jenis pondasi ini sering digunakan pada daerah dengan lapisan tanah bagian atasnya yang memiliki daya dukung rendah, tetapu pada kedalaman tertentu (biasanya 3-10 meter) ditemukan tanah yang leih stabil dan padat. Seperti daerah dengan tanah aluvial, liat lunak, atau gambut...7

b. Pada daerah dekat sungai atau lembah, karena memiliki lapisan tanah yang tidak stabil dan cenderung mengalami erosi karena umumnya tanah didaerah ini cenderung memiliki permukaan yang lunak...7

(4)

c. Daerah perbukitan dengan tanah yang tidak stabil karena guna memberikan stabilitas lebih bagi bangunan. Daerah perbukitan sering kali memiliki lapisan tanah gembur atau mudah longsor, pondasi sumuran digunakan untuk mencapai lapisan tanah yang lebih padat.

7

d. Daerah rawa atau gambut, karena ponasi sumuran ini dapat digunakan untuk mengatasi

lapisan tanah yang lunak dipermukaan...7

3. Pondasi batu kali...7

a. Pada daerah dengan tanah berdaya dukung tinggi atau tanah keras, seperti tanah lempung padat atau tanah berpasir. Tanah keras memberikan dukungan yang cukup untuk bangunan dengan pondasi dangkal...7

b. Daerah perkotaan atau pedesaan, dimana bangunan yang dibangun umumnya bertingkat rendah seperti rumah tinggal satu lantaiatau dua lantaikarena tanah pada daerah ini biasanya cukup stabil...7

c. Daerah dengan curah hujan tidak rendah atau tidak rentan genangan air, karena pondasi ini lebih aman dari resiko penuruna atau pergerakan tanah akibat air...7

4. Pondasi bored pile...8

a. Daerah dengan tanah lunak atau tidak stabil, seperti tanah liat, gambut, dan alluvial karna bored pile dapat menembus lapisan tanah lunak dan mencapai lapisan tanah yang lebih stabil dan kuat... 8

b. Daerah perkotaan karena digunakan untuk konstruksi gedung bertingkat tinggi(apartemen, gedung pecakar langit) karena jenis pondasi ini meminimalkan gangguan pada lingkungan sekitar...8

c. Daerah dekat sungau atau laut, karena kondisi tanah bervariasi dan sering tidak stabil.8 5. Pondasi tiang pancang... 8

a. Pondasi ini pengaplikasiannya pada daerah tanah lunak seperti daerah rawa, pantai, atau dekat sungai karena daerah ini memiliki tanah tidak stabil...8

b. Bangunan tinggi dan berat, karena mampu mendukung bangunan bertingkat dan struktur dengan beban berat seperti gedung perakntoran, hotel atau pusat perbelajaan...8

c. Dearah berpotensi gempa, karena dapat memberikan stabilitas tambahan dan mengurangi resiko pergerakan struktur...8

6. Pondasi strauss pile...8

a. Sering pengaplikasiannya didaerah dengan tanah lunak sedang yang tidak terlalu ekstrem seperti tanah lempung, atau tanah berpasir yang tidak stabil dikedalaman sedang...8

b. Bangunan berukuran kecil hingga sedang, karena proses pengerjaannya ynag relatif lebih mudah seperti pembangunan komplek atau villa...8

c. Pada renovasi dan perluasan bangunan dimana pondasi tambahan diperlukan untuk menambah kekuatan struktur yang sudah ada, seperti perluasan rumah...8

BAB III... 9

PENUTUP... 9

A. kesimpulan... 9

(5)

DAFTAR REFERENSI...10 Pondasi: Pengertian, Tujuan, Fungsi, Jenisnya, Syaratnya, Dan Aspeknya. (2022)...10

(6)

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pondasi dalam suatu bangunan merupakan bagian paling bawah dan berhubungan langsung dengan tanah. Pada struktur bangunan, pondasi berfungsi untuk memikul beban bangunan yang ada diatasnya. Untuk menghasilkan bangunan yang kokoh, pondasi juga harus direncanakan dan dikerjakan dengan sangat hati-hati. Pondasi harus diperhitungkan sedemikian rupa baik dari segi dimensi maupun secara analitis mekanis.

Indonesia memiliki kondisi geografis yang bervariasi, mulai dari daerah dataran tinggi hingga daerah rawan gempa yang mana pemahaman tentang jenis- jenis pondasi dan fungsinya menjadi semakin penting. Kesalahan dalam pemilihan pondasi dapat menyebabkan masalah struktural seperti penurunan, keretakan pada dinding, atau bahkan runtuhnya suatu bangunan. Oleh karena itu pemahaman tentang jenis-jenis pondasi seperti pondasi dalam dan pondasi dangkal serta bagaimana pondasi bekerja dalam berbagai kondisi tanah sangat dibutuhkan.

Selain itu perkembangan teknologi dalam bidang konstruksi juga

memengaruhi teknik perencanaan dan pembangunan pada pondasi. Metode-metode baru seperti penggunaan tiang pancang pracetak dan pengeboran dalam semakin popular pada pelaksanaan proyek pembangunan, terutama didaerah perkotaan dengan lahan terbatas.

Berdasarkan hal tersebut, makalah ini akan membahas tentang jenis-jenis pondasi yang digunalam dalam konstruksi, fungsi masing pondasi, serta bagaimana pengaplikasian suatu pondasi dalam mendukung pembangunan.

B. Rumusan Masalah

1. Apa pengertian dan definisi pondasi?

2. Jelaskan mengenai jenis-jenis pondasi!

3. Jelaskan apa fungsi dari pondasi!

4. Bagaimana cara pengaplikasian dari pondasi!

(7)

C. Tujuan Masalah

1. Untuk mengetahui definisi pondasi

2. Untuk mengetahui apa saja jenis-jenis dari pondasi.

3. Untuk mengetahui fungsi daripada pondasi.

4. Untuk mengetahui bagaimana saja bentuk dari pengaplikasian pondasi.

(8)

BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian dan Definisi Pondasi

Pondasi adalah bagian struktur yang berfungsi untuk menopang dan menyalurkan beban dari struktur atas ke tanah .Pondasi harus dirancang agar kuat dan stabil untuk menopang beban bangunan dan mencegah pergeseran atau penurunan yang dapat menyebabkan kerusakan.

Pada dasarnya pondasi harus mampu menyalurkan beban bangunan dari struktur atas bangunan, termasuk beban mati dan beban hidup ke tanah. Pondasi dapat mencegah penurunan yang berlebihan karena dapat mengakibatkan kerusakan pada struktur dan menjaga stabilitas bangunan agar tidak terjadi pergeseran yang disebabkan oleh gaya eksternal. Pondasi juga dirancang untuk menyebarkan beban bangunan secara merata ke tanah, menghindari konsentrasi tekanan yang dapat menyebabkan tanah longsor serta pondasi dapat membantu mengatasi perbebedaan daya dukung tanah di berbagai kondisi tanah, sehingga bangunan tetap berdiri kokoh meski tanah tidak seragam.

Selain itu, pondasi yang baik harus memiliki galian kedalaman yang cukup untuk mencapai lapisan tanah yang kuat dan stabil untuk menghindari perubahan kadar air pada tanah. Pemilihan jenis pondasi yang digunakan pada suatu bangunan juga harus tepat, dengan mengikuti kondisi tanah, jenis bangunan serta beban yang harus di topang pada pada bangunan tersebut.

B. Jenis-jenis Pondasi

Pada dasarnya pondasi pondasi memiliki beragam jenis yang disesuaikan dengan kondisi tanah yang ada di lokasi konstruksi dan beban yang akan di topang.

Secara umum pondasi dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu:

(9)

1. Pondasi Dangkal

Pondasi dangkal adalah jenis pondasi yang digunakan untuk mendukung beban struktur pada tanah yang memiliki daya dukung yang cukup pada

kedalaman yang dangkal. Pondasi dangkal biasanya digunakam untuk bangunan bertingkat rendah atau menengah. Pondasi dangkal terdiri dari beberapa jenis pondasi, yaitu:

a. Pondasi Telapak, pondasi yang terbuat dari beton bertulang yang diletakkan langsung diatas tanah.

b. Pondasi sumuran, merupakan silinder beton yang ditanam di dalam tanah dan diisi dengan beton atau tanah.

c. Pondasi Batu Kali, pondasi yang terbuat dari susunan batu alam yang disusun secara berlapis-lapis.

2. Pondasi Dalam

Jenis pondasi yang digunakan untuk menyalurkan beban dari struktur bangunan ke lapisan tanah yang jauh berada di bawah permukaan tanah, dimana tanah memiliki daya dukung yang lebih kuat dan stabil. Jenis pondasi ini

umumnya digunakan pada lapisan tanah yang dengan kondisi permukaan tanah yang tidak cukup kuat untuk menahan beban bangunan sehingga diperlukan transfer beban ke bagian tanah yang lebih dalam. Pondasi dalam terdiri dari beberapa jenis pondasi, yaitu

a. Pondasi Bored Pile

Pondasi ini dibuat dengan cara mengebor tanah hingga kedalaman tertentu, lalu diisi dengan beton bertulang. Jenis pondasi ini cocok untuk daerah padat penduduk karena lebih minim getaran dibandingkan tiang pancang.

b. Pondasi Tiang Pancang (Pile Foundation)

Pondasi ini terdiri dari tiang-tiang panjang yang ditancapkan ke dalam tanah hingga mencapai lapisan yang kuat.

c. Pondasi Strauss Pile

Pondasi dalam yang digunakan untuk menyalurkan beban bangunan ke

(10)

Bored Pile namun dilakukan secara manual menggunakan alat bor tangan. Digunakan untuk bangunan kecil dan beban ringan.

C. Fungsi Pondasi

Pondasi merupakan bagian paling bawah dari struktur bangunan yang memiliki fungsi sangat penting dalam mendukung dan menyalurkan beban

bangunan ke tanah. Perencanaan saat memilih pondasi suatu bangunan ditentukan berdasarkan jenis tanah, kekuatan dan daya dukung tanah serta beban pada bangunan itu sendiri, jika tanahnya tidak stabil dan memilliki daya dukung yang jelek, maka pondasi juga harus ditentukan dengan lebih teliti. Berikut adalah penjelasan mengenai fungsi pondasi:

1. Menahan beban bangunan

Pondasi memiliki fungsi utama untuk menahan beban dan mendistribusikan seluruh beban bangunan ke tanah.

2. Mendistribusikan beban secara merata

Pondasi dirancang untuk memastikan bahwa beban bangunan di distribusikan secara merata ke tanah diabawahnya. Hal ini penting karena bertujuan agar tidak terjadi konsentrasi beban di satu titik yang bisa menyebabkan keruntuhan total atau penurunan sebagian daru bangunan.

3. Meningkatkan stabilitas struktur

Pondasi memberikan stabilitas pada bangunan dengan memperkuat hubungan antara bangunan dan tanah. Dengan pondasi yang kuat, maka bangunan akan lebih tahan terhadap berbagai gaya luar seperti gaya gempa, angin, dan getaran.

4. Mendukung keamanan structural

Pondasi yang dirancang dengan baik berperan penting dalam menjaga keamanan structural bangunan. Hal ini melibatkan pemilihan hjenis pondasi yang sesuai dengan kondisi tanah dan beban structural yang diantisipasi.

(11)

D. Pengaplikasian Pondasi

Pada dasarnya pembuatan pondasi yang kuat dan tahan lama melibatkan beberapa langkah penting. Mulai dari survey tanah yang bertujuan untuk

mengetahui jenis pondasi yang sesuai untuk kondisi tanah, Perencanaan desain pondasi yang sesuai dengan hasil survey tanah, Pembuatan bekisting untuk membentuk pondasi, Pengecoran beton agar pondasi memiliki kekuatan dan ketahanan hingga pengujian inspeksi setelah pembangunan pondasi selesai guna memastikan pondasi memenuhi standard yang sesuai.

Selain itu, pengaplikasian pondasi bisa berbeda-beda sesuai dengan jenis pondasi yang digunakan, berikut pengaplikasian dari beberapa jenis pondasi:

1. Pondasi Telapak

a. Pondasi telapak sering digunakan dalam konstruksi dengan kondisi tanah yang memiliki daya dukung baik dan stabil, serta pada bangunan yang memiliki beban ringan hingga sedang.

b. Daerah berbatu atau tanah pada yang memiliki daya dukung tinggi karena menyediakan permukaan yang stabil untuk podasi telapak sehingga dapat menahan beban bangunan dengan baik.

c. Pada daerah denga tanah pasir padat atau campuran pasir dan kerikil, karena jenis tanah ini cukup stabil dan mampu menahan beban bangunan singan hingga sedang.

d. Daerah dengan ketinggian air tanah yang rendah, dimana pondasi dapat digali tanpa resiko terkena air.

(12)

2. Pondasi Sumuran

a. Pengaplikasian jenis pondasi ini sering digunakan pada daerah dengan lapisan tanah bagian atasnya yang memiliki daya dukung rendah, tetapu pada kedalaman tertentu (biasanya 3-10 meter) ditemukan tanah yang leih stabil dan padat. Seperti daerah dengan tanah aluvial, liat lunak, atau gambut.

b. Pada daerah dekat sungai atau lembah, karena memiliki lapisan tanah yang tidak stabil dan cenderung mengalami erosi karena umumnya tanah didaerah ini cenderung memiliki permukaan yang lunak.

c. Daerah perbukitan dengan tanah yang tidak stabil karena guna

memberikan stabilitas lebih bagi bangunan. Daerah perbukitan sering kali memiliki lapisan tanah gembur atau mudah longsor, pondasi sumuran digunakan untuk mencapai lapisan tanah yang lebih padat.

d. Daerah rawa atau gambut, karena ponasi sumuran ini dapat digunakan untuk mengatasi lapisan tanah yang lunak dipermukaan.

3. Pondasi batu kali

a. Pada daerah dengan tanah berdaya dukung tinggi atau tanah keras, seperti tanah lempung padat atau tanah berpasir. Tanah keras memberikan dukungan yang cukup untuk bangunan dengan pondasi dangkal b. Daerah perkotaan atau pedesaan, dimana bangunan yang dibangun

umumnya bertingkat rendah seperti rumah tinggal satu lantaiatau dua lantaikarena tanah pada daerah ini biasanya cukup stabil.

c. Daerah dengan curah hujan tidak rendah atau tidak rentan genangan air, karena pondasi ini lebih aman dari resiko penuruna atau pergerakan tanah akibat air.

(13)

4. Pondasi bored pile

a. Daerah dengan tanah lunak atau tidak stabil, seperti tanah liat, gambut, dan alluvial karna bored pile dapat menembus lapisan tanah lunak dan

mencapai lapisan tanah yang lebih stabil dan kuat.

b. Daerah perkotaan karena digunakan untuk konstruksi gedung bertingkat tinggi(apartemen, gedung pecakar langit) karena jenis pondasi ini meminimalkan gangguan pada lingkungan sekitar.

c. Daerah dekat sungau atau laut, karena kondisi tanah bervariasi dan sering tidak stabil.

5. Pondasi tiang pancang

a. Pondasi ini pengaplikasiannya pada daerah tanah lunak seperti daerah rawa, pantai, atau dekat sungai karena daerah ini memiliki tanah tidak stabil.

b. Bangunan tinggi dan berat, karena mampu mendukung bangunan bertingkat dan struktur dengan beban berat seperti gedung perakntoran, hotel atau pusat perbelajaan.

c. Dearah berpotensi gempa, karena dapat memberikan stabilitas tambahan dan mengurangi resiko pergerakan struktur.

6. Pondasi strauss pile

a. Sering pengaplikasiannya didaerah dengan tanah lunak sedang yang tidak terlalu ekstrem seperti tanah lempung, atau tanah berpasir yang tidak stabil dikedalaman sedang.

b. Bangunan berukuran kecil hingga sedang, karena proses pengerjaannya ynag relatif lebih mudah seperti pembangunan komplek atau villa.

c. Pada renovasi dan perluasan bangunan dimana pondasi tambahan diperlukan untuk menambah kekuatan struktur yang sudah ada, seperti perluasan rumah.

(14)

BAB III

PENUTUP

A. kesimpulan

Pondasi merupakan bagian paling bawah dari suatu konstruksi bangunan.

Fungsi pondasi adalah meneruskan beban konstruksi atas ke lapisan tanah yang berada di bawah pondasi.

Pondasi memiliki fungsi penting pada suatu konstruksi yang mana mampu menahan beban bangunan kemudian mendistribusikannya ke tanah. Pondasi juga berfungsi untuk mendukung keamanan struktural yang mana sangat penting untuk melibatkan pemilihan jenis-jenis pondasi yang sesuai dengan kondisi tanah.

Faktor utama dalam pemilihan jenis pondasi yang akan digunakan adalah perlunya mengetahui kondisi tanah terlebih dahulu. Setelah mengetahui kondisi tanah maka dapat disimpulkan jenis pondasi apa yang akan digunakan. Pondasi secara umum dibedakan menjdi 2 yaitu, pondasi dangkal dan pondasi dalam.

Selanjutnya sangat penting untuk mengetahui pengaplikasian pondasi terlebih dengan factor yang dapat memengaruhi pondasi seperti jenis tanah, cuaca

hinggajenis bangunan apa yang akan dibangun. Dengan mengetahui pengaplikasian pada pondasi maka akan relevan antara bangunan dan pondasi yang akan digunakan guna untuk menciptakana bangunan yang aman dari factor-fator luar yang akan memengaruhi kekuatan dari pondasi itu sendiri.

(15)

DAFTAR REFERENSI

Pondasi: Pengertian, Tujuan, Fungsi, Jenisnya, Syaratnya, Dan Aspeknya. (2022).

Bcpkontraktor. https://bcpkontraktor.com/detail-blog/Pondasi:-Pengertian,-Tujuan,- Fungsi,-Jenisnya,-Syaratnya,-Dan-Aspeknya

Pondasi (Pengertian,Aspek, Jenis-jenis dan Pembebanan. (4 Januari 2023).

Kajian pustaka. https://www.kajianpustaka.com/2020/11/pondasi.html Pondasi: Pengertian, Jenis dan Cara Membuatnya. (7 Agustus 2023).

Tekoscaff. https://teknoscaff.com/articles/pondasi-pengertian-jenis-dan-cara-membuatnya/

Mengenal Apa Itu Pondasi Telapak Beserta Kelebihan dan Kekurangannya. (11 may 2024). Eticon.co.id. https://eticon.co.id/pondasi-tapak/

Khairul Fajri. (10 Juni 2020). Mengenal Jenis dan Macam-macam Pondasi “Dalam dan Dangkal”. Dataarsitek. https://www.dataarsitek.com/2016/12/jenis-dan-macam-macam- pondasi-dangkal-dalam.html

Admin. Apa Fungsi dari Pondasi : Dasar Kuat untuk Bangunan yang Kokoh. Dinaka Struktur. https://strukturbangunan.com/apa-fungsi-dari-pondasi/

Referensi

Dokumen terkait

Pondasi dangkal pada umumnya cukup memadai untuk konstruksi beban ringan dengan lapisan tanah yang cukup baik, sedangkan untuk pondasi dalam dapat dikategorikan

Fungsi lapisan ini adalah sebagai bagian dari perkerasan yang menahan gaya lintang dari beban roda sekaligus sebagai lapis peresapan untuk lapis pondasi bawah... Lapis

Pondasi adalah suatu bagian dari konstruksi bangunan yang berfungsi untuk menempatkan bangunan dan meneruskan beban yang disalurkan dari struktur atas ke tanah dasar pondasi

Pondasi merupakan suatu konstruksi pada bagian dasar bangunan yang berfungsi meneruskan beban dari bagian atas struktur bangunan ke lapisan tanah yang berada di

Pondasi adalah suatu bagian dari konstruksi bangunan yang berfungsi untuk menempatkan bangunan dan menerima penyaluran beban dari struktur atas ke tanah dasar pondasi yang

Dengan terdisipasinya air pori pada lapisan tanah tersebut maka akan meningkatkan kuat geser tanah dan kohesi tanah, sehingga lapisan tanah tersebut dapat memikul beban yang besar

Pondasi adalah elemen bangunan yang berada dibawah permukaan tanah, sebagai konstruksi yang berfungsi memikul beban diatasnya dan meneruskan ke tanah

Pondasi Dalam Pondasi dalam adalah pondasi yang meneruskan beban bangunan ke tanah keras atau batu yang terletak jauh dari permukaan, seperti : 1 Pondasi sumuran Pier Foundation yaitu