MAKIYAH MADANIYAH
KELOMPOK 4
Muhammad Azaria Kanigara Persada (1223050108), Muhammad Humam Hikmah Nurwahid (1223050113), Nabil Siti Royani (1223050119), Naila Aulia Rahmah
Virhanida (1223050121)
E-Mail: [email protected] , [email protected] , [email protected] , [email protected]
UIN Sunan Gunung Djati Bandung abstrak
tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan perbedaan al qur’an menurut letak geografisnya
Kata kunci:
1. PENDAHULUAN
Al-Quran yang secara harfiah berarti “bacaan sempurna” merupakan suatu nama pilihan Allah yang sungguh tepat, karena tiada satu bacaan pun sejak menusia mengenali tulis-baca lima ribu tahun yang lalu yang dapat menandingi Al-Quran Al- Karim, bacaan sempurna lagi mulia itu. Tiada bacaan yang melebihi Al-Quran dalam perhatian yang diperolehnya, bukan saja sejarahnya secara umumtapi ayat demi ayat, baik dari segi masa, musim , maupun saat turunnya, sampai kepada, tesebab-sebab
serta waktu-waktu turunnya. Tiada bacaan seperti Al-Quran yang di pelajari bukan hanya susunan redaksi dan pemilihan kosakatanya, tetapi juga kandungan yang tersurat, tersirat bahkan sampai kepada kesan yang ditumbulkannya. Semua di tuangkan dalam jutaan buku, generasi demi generasi. Kemudian apa yang dituangkan dari sumber yang tak pernah kering itu, berbeda-beda dengan sesuai dengan perbedaan kemampuan dan kecenderungan mereka, namun semua mengandung kebenaran. Al-Quran layaknya sebuah permata yang memancarkan cahaya yang berbeda-beda sesuai dengan sudut pandang masing-masing. Lalu, di turunkannya Al- Quran ada yang saat malam hari, siang hari ada yang di iringi malaikat dan turun sendiri, makiyah dan madaniyah inilah tempat dimana di turunkannya Al-Quran.
Pertama, dan in yang paling terkenal, yaitu al-Makki adalah sesuatu (ayat atau surat) vang diturunkan sebelum hijrah dan al-Madani adalah sesuatu yang diturunkan setelah hijrah, baik yang turn di Makkah atau di Madinah, turn pada tahun futuh Makkah atau tahun (terjadinya) Haji Wada', atau dalam salah satu bepergian (Nabi saw.). Utsman bin Sa'id ad-Darimi mengeluarkan sebuah riwayat dengan sanadnya yang sampai pada Yahya bin Salam, ia berkata, "Apa yang diturunkan di Makkah dan apa yang diturunkan di perjalanan menuju ke Madinah sebelum Nabi saw. sampai di Madinah, maka hal itu termasuk al-Makki, dan apa yang diturunkan kepada Nabi saw. dalam perialanannya setelah sampai di Madinah maka itu termasuk al-Madani." Ini merupakan atsar (perkataan shahabat) yang baik, yang diambil kesimpulan darinya bahwa "apa yang diturunkan dalam perjalanan hijrah, secara istilah disebut Makki".
Kedua, al-Makki adalah sesuatu yang diturunkan di Makkah, meskipun setelah hijrah, dan al-Madani adalah sesuatu yang diturunkan di Madinah. Berdasarkan definisi ini maka ada posisi ayat atau surat yang di tengah, artinya bahwa apa yang diturunkan pada saat Nabi saw. bepergian (di luar Makkah dan Madinah) maka tidak dapat disebut Makki atau Madani. Imam ath-Thabrani mengeluarkan sebuah riwayat di dalam kitabnya al-Mu'jam al-Kabir melalui al-Walid bin Muslim, dari 'Ufair bin Mi'dan, dari Ibnu 'Amir, dari Abi Umamah, ia berkata bahwa Rasulullah saw.
bersabda, "Al-Qur'an diturunkan dalam tiga tempat: Makkah, Madinah, dan Syam."
Walid bin Muslim berkata, "(yang dimaksud dengan Syam) adalah Baitulmaqdis."
Syekh Imaduddin bin Katsir berkata, "Tetapi ditafsirkan dengan Tabuk itu lebih baik." Saya (Imam Suyuthi) berkata,"Termasuk di
Makkah dan sekelilingnya, seperti yang diturunkan di Mina, Arafat, dan Hudaibiyah, dan termasuk di Madinah dan sekelilingnya apa yang diturunkan di Badar, Uhud, dan (Gunung) Sala'."
Metode penelitian Pendekatan dan analisis Pengumpulan dan sumber
Hasil dan pembahasan
Definisi makiyah dan madaniyah
Kata يكملا berasal dari ةكم
dan يندملا berasal dari kata ةنيدم.
Kedua kata tersebut telah dimasuki “ي
”nisbah sehingga menjadi “ يكملا
”.ةي ندم لا atau
يندملا dan ةيكملا atau
Dalam mendefinisikan Makki (Makkiyah) dan
Madani (Madaniyah) ada beberapa teori yang berbeda–beda.
Sedikitnya ada 4 teori dalam menentukan kreteria untuk memisahkan nama bagi ayat makiyah dan madaniyah, yaitu
1. Teori Geografi (Mulahadhotu Makan Annuzul)
Makiyah ialah ayat–ayat yang turun di mekah dan sekitarnya, baik sebelum atau sesudah hijrah. Sedangkan madaniyah ialah ayat–ayat yang turun di madinah dan sekitarnya.
2. Teori Subjektif (Mulahadhotu Mukhothobin)
Makiyah adalah ayat–ayat yang berisi khitab atau panggilan
kepada penduduk makkah dengan menggunakan kata-kata “yaa
ayyuhan nassu” dan lain–lain. Sedangkan madaiyah adalah
ayat-ayat yang berisi panggilan kepada orang–orang madinah
dengan menggunakan kata-kata “yaa ayyuhalladzi naamanu”.
3. Teori Historis (Mulahadhotu Zaman Annuzul)
Makiyah adalah ayat-ayat Al-Qur’an yang diturunkan sebelum hijrah Nabi Muhammad SAW ke madinah, meskipun turunnya ayat diluar kota makkah. Sedangkan madaniyah adalah ayat–
ayat Al-Qur’an yang turun setelah hijrahnya Nabi Muhammad SAW ke Madinah Meskipun turunya di makkah dan sekirarnya.
Konsep makkiyah dan madaniayah
Salah satu ulama alim bernama abu al-qasim al-nisabury berkata “ilmu ilmu al qur’an yang paling mulia adalah mengenai sababun nuzul dan pemabahasan makkiyah dan madaniyah”,abu al-qasim juga menuliskan lebih dari 20 permasalahn yang terkait dengan pebahsan makkiyah dan madaniyah.
Secara kronologis periode tuunnya al qur an itu dibagi menjadi 2 yaiu adalah : makkiyah dan madaniyah . ada seorang ulama bernama manna al qattan yang memberikan keterangan mengenai kronologisnya makkiyah dan madaniyah di dalam kitab yang bernama “mabahist fi ulumil qur’an”
menurut kitab tersebut ada 3 tingkatan:
1. Dari segi turunnya.
Segi turun-nya al-Qur‟an dimaknai pengkategorian Makkiyah adalah pemaknaan sebelum hijrahnya Nabi. Sedangkan Madaniyah dikategorikan sesudah hijrahnya Nabi;
2. Dari segi tempat turunya.
Makkiyah dimaknai kota Makkah dan sekitarnya, sedangkan Madaniyah dimaknai kota Madinah dan sekitarnya
3. Dari segi sasarannya. Makkiyah ditujukan pada penduduk Makkah, sedangkan Madaniyah ditujukan pada penduduk Madinah (Manna‟
Al Qattan, 2019: 70-71)
Setelah penjelasan kronologis, pemetaan (mapping) Perbedaan antara Makkiyyah dan Madaniyah juga tidak kalah pentingnya. alasanya karena untuk menuju pemahaman yang komprehensif tentang konsep Makkiyah dan Madaniyah, kronologis dan pemetaan merupakan hal yang penting
untuk meraih jawaban yang tepat Ada sejenis"isyarat-isyarat" yang dapat digunakan dalam pemetaanAntara Makkiyah dan Madaniyah diantaranya adalah:
1. Pemetaan Makkiyah:
terdapat kata kalla (di sebagian ayat atau keseluruhan ayat), terdapat sujud tilawah di sebagian ayat atau keseluruhan ayat, diawali huruf tahajji (qaf), (nun), atau (hamim), memuat kisah Adam dan iblis (kecuali surat al- Baqarah), memuat kisah Nabi dan umat-umat terdahulu, di dalam ayat ada seruan (ya ayyuhan nass), menyeru dengan kalimat anak Adam, isinyamemberi penekanan pada masalah akidah, dan ayatnya pendek- pendek. (2) pemetaan Madaniyah: terdapat kalimat “orang-orang beriman”
pada ayat-ayatnya, terdapat hukum-hukum faraidh, hudud, qishash, dan jihad di dalamnya, menyebut “orang-orang munafik” (kecuali surat
al-Ankabut), memuat bantahan terhadap al-Kitab (Yahudi dan Nasrani), memuat hukum syara‟ (ibadah, mu‟amalah, Al-akhwal Al-syakhsiyah), dan ayatnya panjang-panjang (Acep Hermawan, 2016: 67-68). Nabi dan umat terdahulu, ayat tersebut memiliki tanda seru (ya ayyuhan nass), seru dalam kalimat anak adam, isinya menyoroti masalah Iman, dan ayatnya pendek.
2. Pemetaan Madaniyah:
adalah sebuah kalimat
“Orang beriman” dalam ayat adalah Faraidin, Hududin,qishash, dan jihad di dalamnya, menyebutkan "Yang Disepuh" (kecuali Suratal-Ankabut), berisi keberatan terhadap al-Kitab (Yahudi dan Nasrani), berisiHukum syariah (ibadah, mu'amalah, al-akhwal al-syakhsiyah) dan ayat-ayatnya Panjang.
CIRI CIRI MAKKIYAH DAN MADANIYAH 1.Ciri Ciri Makiyyah
A. Surat dan ayatnya yang pendek dan susunannya yang jelas.
B. Makiyyah banyak mengandung qasam (sumpah),tasybih (penyerupaan), dan amtsal (perumpamaan).
C. Gaya Bahasa yang terkandung di surat al-Makiyyah jarang bersifat konkret, realistis atau materialistis terutama saat membicarakan tentang kiamat.
D. Surah-surah al-Makkiyah mengandung lafadz kalla, yaitu di dalam alquran sendiri berulang sebanyak 33 kali dalam 15 surah.
E. Pembahasan dalam surat al-Makiyyah mengajak kepada tauhid dan beribadah hanya kepada allah, dan juga pembuktian mengenai kebenaran risalah, kiamat, hari kebangkitan dan hari pembalasan juga terdapat di dalam surat al makiyyah.
F. Adapula peletakan dasar-dasar umum bagi perundang-undangan dan akhlak mulia yang menjadi landasan terbentuknya masyarakat, dan juga penyingkapan dosa orang yang musyrik dalam penumpahan darah, memakan harta anak yatim secara zhalim ada juga tentang penguburan hidup-hidup bayi peremuan dan tradisi-tradisi buruk lainnya.
Ciri-Ciri Surah Madaniyyah
A. Surah-surahnya berisi tentang hukum hukum yang mengatur tentang pidana, warisan, dan hak-hak perdata dan peraturannya yang berhubungan dengan perdata serta kemasyarakatan dan kenegaraan.
B. Surah-surahnya mengandung izin untuk melaksanakan jihad, urusan-urusan perang, hukum-hukumnya, perdamaian dan perjanjian.
C. Setiap surat yang menjelaskan hal ihwal orang munafik termasuk Madaniyyah, kecuali surat Al-Ankabut yang di nuzulkannya di mekah hanya sebelas ayat pertama saja yang termasuk Madaniyyah.
D. Memaparkan perihal hukum-hukum amaliyah dalam masalah peribadatan seperti muamalah, haji, qisas, zakat, puasa, talak, jua-beli, riba dan lain-lain.
E. Sebagian dari surat dan ayat ayatnya Panjang tetapi gaya bahasanya cukup jelas dalam menjelaskan hukum-hukum agama.