• Tidak ada hasil yang ditemukan

'ULU<M AL-QUR'A<N - repo uinsa

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "'ULU<M AL-QUR'A<N - repo uinsa"

Copied!
233
0
0

Teks penuh

Berdasarkan taufi>q dan hidayah Allah yang diberikan kepada penulis, maka buku 'Ulu>m al-Qur'a>n: Memahami Keaslian Al-Qur'a>n dapat terselesaikan. Penulis menyadari bahwa dalam buku 'Ulu>m al-Qur'a>n: Memahami Keaslian Al-Qur'a>n terdapat kesalahan yang perlu diperbaiki.

  • Ruang Lingkup ‘Ulu>m al-Qur’a>n
  • Urgensi ‘Ulu>m al-Qur’a>n
  • Metode ‘Ulu>m al-Qur’a>n
  • Tujuan dan Kegunaan ‘Ulu>m al-Qur’a>n

Penjelasan di atas juga menunjukkan bahwa terdapat dua unsur penting dalam pengertian 'ulu>m al-Qur'a>n. Menurut Kadar Yusuf19, 'ulu>m al-Qur'a>n secara garis besar dapat dibedakan menjadi dua jenis.

Nama-nama al-Qur’a>n

Bulan Ramadhan (adalah bulan) yang di dalamnya Kami turunkan Al-Qur'an (bacaan) sebagai petunjuk bagi umat manusia dan penjelasan tentang petunjuk itu serta pembeda (antara yang benar dan yang batil). Al-Qur'a>n disebut al-Furqa>n (pembeda) karena membedakan mana yang benar dan mana yang batil.

Keotentikan al-Qur’a>n

Sesungguhnya Kami (Allah) yang menurunkan Al-Quran dan sesungguhnya Kami (Allah) yang memeliharanya. Justeru, sikap amanah dan integriti mereka dalam menjaga kemurnian al-Quran tidak menjadi persoalan.

Bukti Kebenaran al-Qur’a>n

Pertama, menantang siapapun yang meragukannya untuk menyusun semacam Al-Quran secara utuh. Ketiga dimensi ini menunjukkan bahwa teks Al-Qur’an mempunyai kandungan yang sangat kaya.

Cara Penurunan Wahyu al-Qur’a>n

Artinya wahyu Al-Qur'an tentang Nabi menggambarkan perumpamaan antara wujud materi (fisik) yaitu Nabi Muhammad SAW dengan wujud non materi (spiritual) yaitu Jibril. Dan Allah tidak boleh berbicara kepadanya kecuali dengan wahyu, atau di balik tabir, atau dengan mengutus seorang rasul (malaikat) lalu dengan izin-Nya untuk mengungkapkan kepadanya apa yang Dia kehendaki. Beliau menjawab: “Wahai ayahku, lakukanlah apa yang diperintahkan kepadamu, Insya Allah kamu akan menemukan aku di antara orang-orang yang sabar.”

Maka Allah mengetahui apa yang tidak kamu ketahui dan Dia memberikan kemenangan sebelum itu.

Proses Wahyu al-Qur’a>n Turun

Turunnya Al-Qur'an secara bertahap merupakan respon terhadap orang-orang kafir yang menginginkan agar Al-Qur'an segera diturunkan. Al-Qur'an tidak hanya memberikan petunjuk bagi masyarakat di mana ia diturunkan, tetapi juga bagi masyarakat universal. Turunnya Al-Qur’an secara bertahap menguatkan hati Nabi dalam menghadapi sifat keras masyarakat Arab.

Melalui proses dan tahapan, masyarakat secara bertahap menjadi lebih mampu menerima hukum-hukum baru Al-Quran.

Fase Wahyu al-Qur’a>n Turun

Menurut beberapa ahli sejarah, termasuk Abu>Isha>q, Al-Qur'an diturunkan pada tanggal 17 bulan Ramadhan. Menurut sebagian ulama, menentukan turunnya Al-Qur'an pada malam tanggal 17 Ramadhan dianggap kurang tepat. Ketiga, Al-Qur'an diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW melalui perantaraan malaikat Jibril dari Bait al-'izzah.

Jika terjumpa ayat-ayat al-Quran yang sukar difahami, mereka segera bertanya kepada Rasulullah.

Penulisan Mushaf ‘Utsma>ni>

Khalifah 'Uthma>n bin 'Affa>n kemudian mengambil langkah menyeragamkan penulisan al-Quran demi menjaga keseragaman bacaan al-Quran dan menjadi masyarakat Islam. Dalam hal ini, 'Uthman>n meletakkan asas 'ilm rasm al-Qur'a>n (ilmu penulisan al-Qur'a>n) atau Menurut Ah}}mad bin H{anbal, menyalin al - Al-Qur'an yang mengungkapkan pola 'Uthma>ni> dalam tulisan wau, alif dan ya>'.

Selain itu, tidak ada petunjuk dalam teks Al-Qur'an, hadis dan ijma>' yang mewajibkan penulisan rasm 'Utsma>ni>.

Penulisan Mushaf Pasca ‘Utsma>n

Dalam satu riwayat, al-H{ajja>j bin Yu>suf membetulkan ejaan al-Quran di sebelas tempat. Abu> al-Aswad al-Duwali> dengan tekun dan teliti membaca al-Quran. Fungsi titik sebenarnya bukanlah tambahan kepada al-Quran, tetapi hanya sebagai tanda petunjuk untuk memudahkan membaca al-Quran.

Dalam al-Qur'a>n, kata nuzu>l misalnya terdapat dalam surat al-Isra>' [17] ayat 105: (Kami telah menurunkan al-Qur'an dengan kebenaran dan al-Qur'an. 'a > n turun dengan kebenaran).

Cara Mengetahui Asba>b al-Nuzu>l

Sesiapa yang berkata dalam (tafsir) al-Quran tanpa dasar ilmu, tempatnya ialah Neraka. Bagi menjaga kesesatan dalam pentafsiran ayat-ayat al-Quran, ulama membataskan cara mengetahui asba>b al-nuzu>l kepada riwayat yang sahih. Riwayat-riwayat yang bersumber dari ta>bi'n yang tidak merujuk kepada Rasulullah dan para sahabatnya dianggap lemah (dla'i>f).

Mengenai asba>b al-nuzu>l dari ta>bi'i>n, ada empat syarat yang harus dipenuhi.

Bentuk-bentuk Asba>b al-Nuzu>l

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu shalat dalam keadaan mabuk, agar kamu mengerti apa yang kamu ucapkan. Aku pernah bersabda kepada Rasulullah: “Sesungguhnya kamu para wanita, orang-orang baik dan orang-orang jahat datanglah kepada mereka. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah Nabi kecuali kamu dibolehkan makan, tanpa menunggu waktu memasak.” (dari makanan), tetapi jika.

Pertama, persoalan-persoalan yang berkaitan dengan peristiwa lampau, seperti soalan-soalan yang diajukan oleh kaum Quraisy tentang Askha>b al-Kahfi dan Dzu>al-Qarnain.

Macam-macam Asba>b al-Nuzu>l

Dan (sumpah) yang kelima bahawa laknat Allah menimpanya jika suaminya termasuk orang-orang yang saleh. Hadis lain yang diriwayatkan oleh al-Bukha>ri> dan Muslim daripada Sahl bin Sa'd: Ayat itu diturunkan berkaitan dengan kedatangan 'Uwaimir bin Nashr kepada Rasulullah untuk bertanya tentang lelaki lain. Hadis yang diriwayatkan oleh al-Turmudi> dari 'Ali bin Abi> Tha>lib, dia melaporkan kepada Rasulullah tentang seorang lelaki yang memohon keampunan untuk kedua orang tuanya yang masih musyrik.

Sesungguhnya orang Islam lelaki dan perempuan, lelaki dan perempuan yang beriman, lelaki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya.

Redaksi Asba>b al-Nuzu>l

Mufassir tidak menyebutkan alasan turunnya wahyu dengan mengucapkan sabab al-nuzu>l dan tidak menggunakan fa>' ta'qi>bi>yah. Namun Sabab al-nuzu>l dipahami melalui konteks dan alur cerita, seperti wahyu surat al-Isra>' [17] ayat 85 tentang ruh}. Sabab al-nuzu>l tidak disebutkan secara jelas dan tidak menggunakan fa>' ta'qi>bi>yah yang menunjukkan penyebabnya, juga bukan jawaban berdasarkan pertanyaan.

Saya tidak menyangka ayat ini diturunkan melainkan untuk masalah ini: “Maka demi Tuhanmu, mereka tidak beriman pada hakikatnya sehingga mereka menjadikan kamu hakim dalam perkara yang menimbulkan perselisihan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap keputusan yang kamu berikan dan mereka pun menerima sepenuhnya keputusan itu") [al-Nisa>': 65].

Pandangan Ulama tentang Asba>b al-Nuzu>l 118

Menurut penulis, pandangan al-'ibrah bi khushu>sh sabab dalam kajian asba>b al-nuzu>l sangat kontekstual. Dalam konteks hukum potong tangan pada ayat 38 surat al-Ma>idah [5], menurut penulis hukum tersebut masih ditegakkan secara umum dan tidak berdasarkan sabab al-nuzu>l. Oleh karena itu Sabab al-nuzu>l tetap berkaitan dengan ketentuan hukum yang berlaku pada saat itu.

Dalam kondisi seperti ini, sabab al-nuzu>l dalam penerapannya juga disesuaikan dengan penerapan hukum pada saat itu.

Urgensi Mengetahui Asba>b al-Nuzu>l

Menurut Ibnu Daqi>q al-'Il merupakan cara yang paling tepat untuk memahami makna Al-Qur'an. Dua contoh di atas memberikan gambaran bahwa memahami Al-Quran tanpa ilmu asba>b al-nuz>l sangatlah berbahaya. Selain itu, kedua contoh tersebut memberikan gambaran bahwa asba>b al-nuzu>l sangat urgen dalam memahami ayat tersebut.

Karena pentingnya asba>b al-nuzu>l, para ulama selalu memberikan kontribusi yang besar dalam konteks penafsiran.

Fungsi Mengatahui Asba>b al-Nuzu>l

Orang-orang yang dahulu memuja Mana>t merasa keberatan jika melakukan sa'i di antara kedua tempat tersebut. Mengetahui asba>b al-nuzu>l dapat menangkap hikmah dan rahasia diundangkannya suatu undang-undang untuk kepentingan umum. Orang-orang di antara kamu yang berzihar kepada isterinya, (menganggap isterinya adalah ibunya, padahal) isterinya bukanlah ibunya.

Jika kita mengetahui asba>b al-nuzu>l, kita dapat mengidentifikasi pelaku yang menyebabkan jatuhnya ayat-ayat Al-Qur'an.

  • Objek dan Metode Studi Muna>sabah
  • Macam-macam Muna>sabah
  • Kedudukan Muna>sabah dalam Tafsir
  • Kegunaan Mempelajari Muna>sabah

Terkait pembahasan ini, Muna>Sabah dapat diolah dengan metode tafsi>r bi al-ra'y dalam konsep vah}dah meudlu>'i>yah (kesatuan tematik). Sebagai metode memahami dan menafsirkan Al-Qur'an, muna>sabah dapat dilihat dari dua aspek. Ada pula yang kurang antusias memperhatikan Muna>sabah karena turunnya ayat Al-Qur'an.

Dari kerangka berpikir tersebut dapat ditarik pemahaman bahwa kedudukan muna>sabah dalam penafsiran adalah sebagai penafsiran dan hermeneutika Al-Qur'an.

Ciri-ciri Makki>yah dan Madani>yah

Pengkategorian ciri-ciri ayat Makki>yah dan Madani>yah tidak bersifat definitif dan tidak dapat direkonstruksi. Diantara ciri-ciri Makki>yah dan Madani>yah adalah setiap huruf yang di dalamnya disebutkan kata sajdah (kelelahan). Setiap istilah pasti Makki>yah kecuali surat al-Nisa>' [4] dan al-Baqarah [2] karena keduanya Madani>yah.

Dengan demikian, Madani>yah merupakan fase keimanan, sedangkan Makki>yah merupakan fase Islam.

Klasifikasi Makki>yah dan Madani>yah

Surat Mekki>jah berisi ayat Medani>jah, yaitu surat yang sebagian besar berisi ayat Mekki>jah tetapi ada juga yang memuat ayat Madani>yah. Surat Medani>jah yang memuat ayat-ayat mekki>jah, yaitu surat-surat yang sebagian besar ayatnya adalah Medani>jah.

Teori Penetapan Makki>yah dan Madani>yah 175

Sebenarnya Rasulullah tidak menjelaskan tentang surat atau ayat Makkiyah dan Madaniyah, sehingga mungkin para sahabatnya sudah mengetahui masalah tersebut. Jika ditemukan ciri-ciri teristik Madani>yah, maka ayat atau surat tersebut disebut Madani>yah. Jika ditemukan ciri-ciri Makki>yah, maka ayat atau huruf tersebut disebut Makki>yah.

Untuk mengenali kaedah dengan cara ijhtiha>d kija>si> perlu dilihat ciri-ciri pembezaan ayat Meki>yeh dan Medani>yeh di atas.

Fungsi Mengetahui Makki>yah dan Madani>yah

Dengan mengenal Makki dan Medani maka kita akan mengetahui lambat laun diundangkannya undang-undang tersebut dan kita akan mengetahui alasan undang-undang tersebut diundangkan. Tahapan dakwah Islam yang dijelaskan dalam ayat Mekkah berbeda dengan isi dan ajaran ayat Medaniyeh. Ayat dalam surat Mekiyah berbeda dengan ayat dalam surat Medanije.

Jika kita mengetahui Makkah dan Madaniyah, maka kita dapat mengetahui kedudukan dan keadaan masyarakat di Makkah dan Madinah, khususnya pada masa turunnya ayat-ayat Al-Qur'an.40.

Pandangan Ulama terhadap Ayat

Penyebab Adanya Ayat Muh}kam dan

Hikmah Adanya Ayat Muh}kam dan

Referensi

Dokumen terkait

Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa metode-metode pendidikan dalam surat An-Naḥl ayat 125 dan Al-Aḥzāb ayat 21 menurut tafsir Al Misbah ialah; keteladanan, mendidik

Merujuk pada apa yang dijelaskan dalam surat al-baqarah ayat 168 dan surat al- A‟raf ayat 31, ada dua hal yang harus dipenuhi oleh konsumen agar konsumsi yang diterima

Oleh karena itu, penulis tertarik untuk mengkomparasikan penafsiran kata dukha&gt;n dalam surat Fus}s}ilat ayat 11 antara al- Ra&gt;zi&gt; dan T}ant}a&gt;wi&gt; Jawhari&gt;

Dari ayat di atas penulis dapat mengambil kesimpulan bahwa Allah telah menganugerahi sifat sosial dan pendidikan yang tinggi kepada hamba-Nya, sehingga mereka

Dalam penelitian ini, data primer adalah karya Mahjiddin Jusuf, yaitu Al- Qur’an Al-Karim dan Terjemahan Bebas Bersajak dalam Bahasa Aceh, dan yang menjadi data

Dari latar belakang masalah di atas, terlihat adanya hal menarik dari penafsiran Syekh Muhammad Ali al-S{abuni terhadap ayat-ayat al-Qur‟a&gt;n yang berkaitan dengan Jin

Sayyid Qut}b tentang Nafs dalam al-Qur’a&gt;n surat at}-T}ariq ayat 4 berupa konsistensi penafsiran, sumber-sumber pengetahuan, hal-hal yang mempengaruhi dalam

Berdasarkan hal tersebut, ilmu al-mubhamat ini yang tidak dijelaskan dalam al-Qur’an, dan tidak pula dirincikan penjelasannya sedikitpun (kecuali yang dijelaskan al-Qur’an pada