• Tidak ada hasil yang ditemukan

Macam-macam Asba>b al-Nuzu>l

Dalam dokumen 'ULU<M AL-QUR'A<N - repo uinsa (Halaman 121-128)

tentang hari kiamat, kapankah terjadinya? Siapakah engkau (sehingga) dapat menyebutkan (waktunya)?

Hanya kepada Tuhan dikembalikan kesudahannya (ke- tentuan waktunya).

dari H{afsh bin Maisarah: Pada suatu ketika seekor anak anjing masuk ke dalam rumah Nabi, kemudian tidur di bawah ranjang beliau dan mati. Karena itu, Jibril tidak turun menyampaikan wahyu selama beberapa hari kepada Nabi.

Setelah peristiwa itu, surat al-Dluh}a> ayat 1-3 turun.

Jika dianalis, meskipun hadis yang bercerita tantang an- jing populer sebagai sebab turunnya ayat, tapi peristiwa itu ghari>b. Selain itu, isna>d hadis tersebut terdapat orang yang tidak dikenal.20 Oleh karena itu, yang menjadi pegangan adalah hadis yang diriwayatkan oleh al-Bukha>ri> dan Muslim.

b. Kedua riwayat shah}i>h} dan salah satunya mempunya murajjih}, sedang yang lain tidak. Jika terdapat riwayat yang sama- sama shah}i>h}, tetapi terdapat murajjih} terhadap salah satunya, seperti kehadiran perawi dalam kisah peristiwa turunnya ayat atau salah satu dari riwayat lebih shah}i>h}, maka riwayat itu diutamakan. Misalnya, turunnya surat al-Isra>’ [17] ayat 85 yang diriwayatkan oleh al-Bukha>ri> berdasarkan riwayat Ibn Mas‘u>d: Pada suatu saat saya berjalan-jalan bersama Rasulullah di Madinah dan ketika kami lewat di hadapan sekelompok orang-orang Yahudi, tiba-tiba salah seorang di antara mereka berkata: “Coba kalian tanyakan tentang sesua tu kepada Muhammad.” Mendengar permintaan mere- ka, Rasulullah berdiri sejenak dan menengok ke atas. Surat al-Isra>’ [17] ayat 85 kemudian turun:

Dan mereka bertanya kepadamu tentang ru>h}. Ka- takanlah, ru>h} itu termasuk urusan Tuhanku, dan tiadalah kalian diberikan ilmu melainkan hanya sedikit.

20 al-Sha>lih}, Maba>h}its, 146. H{asan Ayyu>b, al-H{adi>ts fi> ‘Ulu>m al-Qur’a>n wa al-H{adi>ts (Kairo:

Da>r al-Sala>m, 2007), 48-49.

Di bagian lain terdapat riwayat dari al-Turmudzi>, ber- dasarkan riwayat dari Ibn ‘Abba>s: Orang-orang Quraisy berkata kepada orang-orang Yahudi, “berikanlah kami per- tanyaan untuk kami tanyakan kepada Muhammad.” Mereka kemudian berkata: “Tanyakan kepadanya tentang ru>h}.”

Orang-orang Quraisy lalu menanyakan hal itu kepada Rasu- lullah yang kemudian surat al-Isra>’ [17] ayat 85 turun.

Jika dianalisis, riwayat kedua memberikan kesan bahwa ayat tersebut turun di Mekah sebagai tempat domisili orang- orang Quraisy, sedang riwayat pertama mengandung penger- tian turunnya ayat tersebut di Madinah. Riwayat pertama dipandang lebih kuat dibanding riwayat kedua dengan dua alasan. Pertama, pada hadis pertama, Ibn Mas‘u>d menyaksikan sendiri secara langsung peristiwa turunnya ayat, sedang hadis kedua Ibn ‘Abba>s tidak demikian. Orang yang menyaksikan peristiwa secara langsung tentu mempunyai kekuatan lebih, baik dalam penerimaan maupun dalam periwayatan diban- dingkan dengan yang tidak menyaksikan. Karena itu, riwayat pertama lebih diutamakan daripada riwayat kedua. Kedua, hadis pertama diriwayatkan oleh al-Bukha>ri>, sedang hadis kedua diriwayatkan oleh al-Turmudzi>. Riwayat al-Bukha>ri>

umumnya lebih kuat daripada hadis riwayat yang lain.21 c. Kedua riwayat itu shah}i>h} tetapi sama-sama tidak mempu-

nyai murajjih} dan keduanya memungkinkan dikompromikan.

Apabila riwayat itu sama-sama kuat, perlu dipadukan bila memungkinkan, seperti ayat yang turun setelah terjadi dua peristiwa atau lebih, karena jarak antara peristiwa yang satu dengan yang lain berdekatan. Misalnya, peristiwa turunnya surat al-Nu>r [24] ayat 6-9 yang diriwayatkan oleh al-Bukha>ri>

dari Ibn ‘Abba>s: Ayat tersebut turun berkenaan dengan kasus Hila>l bin Umayyah yang menuduh istrinya berbuat zina dengan

21 Ibid., 145-146.

Syuraik bin Sah}ma>’ di hadapan Rasulullah. Terhadap tuduhan Hila>l bin Umayyah, Rasulullah menyuruh memilih antara dua, yaitu menghadirkan saksi atau dicambuk. H{ila>l berkata: “Demi Dzat yang mengutusmu dengan kebenaran, saya memang benar- benar melihat.” Jibril kemudian menyampaikan wahyu dengan turunnya surat al-Nu>r [24] ayat 6-9:

Dan orang-orang yang menuduh istrinya (berzina), padahal tidak mempunyai saksi-saksi selain diri mereka sendiri, maka persaksian orang itu ialah empat kali bersumpah dengan nama Allah. Sesung- guhnya dia termasuk orang-orang yang benar. Dan (sumpah) yang kelima bahwa laknat Allah atasnya jika termasuk orang-orang yang berdusta. Istrinya itu dihindarkan dari hukuman oleh sumpahnya em- pat kali atas nama Allah, sesungguhnya suaminya termasuk orang-orang yang benar. Dan (sumpah) yang kelima bahwa laknat Allah atasnya jika suaminya itu termasuk orang-orang yang benar.

Hadis lain yang diriwayatkan oleh al-Bukha>ri> dan Muslim dari Sahl bin Sa‘d: Ayat tersebut diturunkan berkaitan dengan kedatangan ‘Uwaimir bin Nashr ke- pada Rasulullah untuk menanyakan seorang laki-laki lain. “Apakah ia harus membunuh orang laki-laki itu?”

Tanyanya kepada Rasulullah. Mendengar pertanyaan itu, Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya Allah telah menu- runkan al-Qur’a>n untuk menjawab masalah dirimu dan

temanmu.” Beliau kemudian membacakan al-Qur’a>n surat al-Nu>r [24] ayat 6-9.

d. Kedua riwayat tersebut sama-sama kuat dan masing-masing tidak mempunyai murajjih}. Selain itu, peristiwa itu hampir bersamaan terjadinya. Karena itu, riwayat tersebut dapat di- padukan bahwa peristiwa H{ila>l terjadi lebih awal dan secara kebetulan ‘Uwaimir mengalami kejadian yang sama. Dengan demikian, ayat tersebut berkenaan dengan peristiwa itu.22

Kedua riwayat itu shah}i>h} dan sama-sama tidak mem- punyai murajjih} serta tidak memungkinkan untuk dikom- promikan. Jika riwayat itu sama-sama shah}i>h} dan tidak dapat dikompromikan antara satu dengan yang lain karena jarak waktu yang jauh, maka hal itu dipandang sebagai ayat yang berulang-ulang. Misalnya, al-Bukha>ri> dan Muslim meriwayatkan dari Musayyab: Ketika Abu> Tha>lib sedang menghadapi sakara>t al-maut, Rasulullah datang menemuinya dan menyatakan: “Wahai paman, ucapkanlah kalimat la> ila>ha illa> Alla>h. Dengan kalimat itu, kelak saya akan membantumu di hadapan Allah.” Kebetulan di dekatnya ada Abu> Jahal dan ‘Abd Alla>h bin Abi> Umayyah. Pada akhirnya Rasulullah berjanji akan selalu memohonkan ampun buat pamannya.

Surat al-Taubah [9] ayat 113 kemudian turun.

Tidak sepatutnya bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampun (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik, walaupun orang-orang musyrik itu kaum kerabatnya sesudah jelas bagi mereka bahwa orang-orang musyrik itu adalah penghuni neraka Jahanam.

22 Ayyu>b, al-H{adi>ts, 50-51.

Hadis yang diriwayatkan oleh al-Turmudzi> dari ‘Ali bin Abi> Tha>lib, dia melaporkan kepada Rasulullah tentang seorang laki-laki yang memintakan ampun untuk kedua orang tuanya yang masih musyrik. Surat al-Taubah [9] ayat 113 kemudian turun.

Riwayat lain yang dikemukakan oleh al-H{a>kim, dari Ibn Mas‘u>d: Pada suatu hari Rasulullah pergi ke kuburan, kemudian duduk di dekat salah satu makam. Beliau berdoa cukup lama, lalu menangis dengan mengatakan, “makam yang berada di sisiku adalah makam ibuku. Saya memohon izin kepada Tu- hanku untuk memohonkan doa, tetapi tidak memperkenankan.”

Surat al-Taubah [9] ayat 113 kemudian turun.

Beberapa riwayat tersebut dapat dipadukan dengan dikompromikan bahwa ayat tersebut turun berulang-ulang sesuai dengen beberapa peristiwa yang terjadi.23

2. Ta‘addud al-na>zil wa al-sabab wa>h}id (ayat yang turun banyak, sedang sebab turunnya adalah satu). Misalnya, satu peristiwa yang menyebabkan turunnya tiga ayat, yang inti kandungannya lebih dari satu dan berbeda pesan yang dikandung adalah hadis yang diriwayatkan oleh al-Turmudzi>, Ibn Jari>r, Ibn Mundzir Ibn Abi> H{a>tim, al-Thabra>ni>, dan al-H{a>kim. Berdasarkan riwayat dari Umm Salamah, ia berkata: “Wahai Rasulullah, saya belum pernah mendengar Allah menyebutkan perempuan dalam berhijrah.” Atas dasar keluhan Umm Salamah itu, surat A<li ‘Imra>n [3] ayat 195, al-Nisa>’ [4] ayat 32, dan surat al-Ah}za>b [33] ayat 35 turun:24

23 Ibid., 51. al-Qaththa>n, Maba>h}its, 88-90. al-Zarkasyi>, al-Burha>n, juz 1, 23-31. Abu> al-H{asan

‘Ali> bin Ah}mad al-Wa>h}idi>, Asba>b al-Nuzu>l (Kairo: al-H{alabi, 1968), 150, 168, 180, 256.

24 al-Zarqa>ni>, Mana>hil, jilid 1, 122. al-Wa>h}idi>, Asbab, 80. al-Sha>lih}, Maba>h}its, 147-148.

Maka Tuhan mereka memperkenankan permohonan- nya (dengan berfirman): “Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan perbuatan orang yang beramal di antara kalian, baik laki-laki atau perempuan, (kare- na) sebagian kalian adalah turunan dari sebagian yang lain. Maka orang-orang yang berhijrah, yang diusir dari kampung halamannya, yang disakiti di jalanKu, yang berperang dan yang dibunuh, pasti akan Kuhapuskan kesalahan-kesalahan mereka dan pasti Aku masukkan mereka ke dalam sorga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya sebagai pahala di sisi Allah. Allah pada sisiNya pahala yang baik.

Janganlah kalian berangan-angan dan iri hati atas kelebihan yang dikaruniakan Allah kepada sebagian kalian melebihi sebagian yang lain. Karena bagi laki- laki ada bagian dari apa yang mereka usahakan dan bagi perempuan ada bagian dari apa yang mereka usahakan. Memohonlah kepada Allah karuniaNya.

Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala se- suatu.

Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang mus- lim, laki-laki dan perempuan yang mukmin, laki- laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya,

laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusuk, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mere- ka ampunan dan pahala yang besar.

Dalam dokumen 'ULU<M AL-QUR'A<N - repo uinsa (Halaman 121-128)