PENDAHULUAN
Latar Belakang
Rumusan Masalah
Bagaimana penerapan manajemen kelas agar pembelajaran efektif pada siswa kelas IV di UPTD SD Negeri 77 Parepare. Apa saja faktor pendukung penerapan manajemen kelas dalam efektivitas pembelajaran siswa kelas IV di UPTD SD Negeri 77 Parepare.
Tujuan Penelitian
Kegunaan Penelitian
Hal ketiga yang saya lakukan ketika menerapkan manajemen kelas adalah mengatur posisi duduk siswa. 66 Rahma Dani R, Siswa Kelas IV UPTD SD Negeri 77 Parepare, Wawancara di Parepare, pada tanggal 24 Juni 2022. Faktor Pendukung Pengelolaan Kelas dalam Efektivitas Pembelajaran Siswa Kelas IV UPTD SD Negeri 77 Parepare.
Faktor pendukung pengelolaan kelas dalam mengefektifkan pembelajaran pada siswa Kelas IV di UPTD SD Negeri 77 Parepare adalah siswa itu sendiri. 67 Ashar, siswa Kelas IV UPTD SD Negeri 77 Parepare, Wawancara di Parepare, pada tanggal 24 Juni 2022. 68 Sardiyang, siswa Kelas IV UPTD SD Negeri 77 Parepare, Wawancara di Parepare, pada tanggal 24 Juni 2022.
Selain itu, faktor pendukung pengelolaan kelas agar pembelajaran efektif pada siswa kelas IV di UPTD SD Negeri 77 Parepare adalah sarana dan prasarana yang ada di dalam kelas. 73 Adelia, Siswa Kelas IV UPTD SD Negeri 77 Parepare, Wawancara di Parepare, pada tanggal 24 Juni 2022. Dengan perencanaan untuk mengefektifkan pembelajaran siswa kelas IV di UPTD SD Negeri 77 Parepare, terbukti dengan membuat alat peraga pembelajaran dapat belajar untuk berjalan dengan lancar.
Penerapan pengelolaan kelas agar pembelajaran siswa kelas IV lebih efektif di UPTD SD Negeri 77 Parepare, mulai dari perencanaan kelas yang meliputi penyiapan alat peraga (Silabus, RPP, Pedoman Kurikulum, Prota dan Promes). Faktor pendukung keberhasilan pengelolaan kelas untuk mengefektifkan pembelajaran pada siswa kelas IV di UPTD SD Negeri 77 Parepare adalah. Judul: Pengelolaan Kelas Agar Pembelajaran Efektif Bagi Siswa Kelas IV di UPTD SD Negeri 77 Parepare.
TINJAUAN PUSTAKA
Tinjauan Penelitian Relevan
Tinjauan Teori
- Manajemen Kelas
- Efektivitas Pembelajaran
Jadi dapat disimpulkan bahwa kelas adalah ruang tempat siswa belajar. Inilah kunci mencegah kebosanan siswa dan kunci pengelolaan kelas yang efektif. Guru menekankan perilaku siswa yang positif daripada mengkritik perilaku negatif.
Aktivitas di dalam kelas antara guru dan siswa yang kelangsungannya sangat dipengaruhi oleh situasi dan kondisi fisik lingkungan kelas. Menata fasilitas merupakan suatu kegiatan yang harus diselesaikan siswa agar semua siswa dapat dimudahkan dalam beraktivitas di kelas. Pada saat melaksanakan pembelajaran, siswa memerlukan tempat duduk, dimana tempat duduk mempunyai pengaruh yang besar terhadap belajar siswa.
Sedangkan belajar adalah suatu proses yang dapat mendorong dan mengembangkan siswa untuk melaksanakan proses belajar. Kegiatan pembelajaran yang baik sangat diperlukan untuk membantu mengembangkan cara berpikir siswa secara efektif. Oleh karena itu, guru mempunyai peranan yang sangat penting dalam menciptakan suasana belajar yang menarik bagi siswa.
Suasana belajar juga menentukan motivasi, aktivitas belajar dan keberhasilan belajar siswa di sekolah31. 3) Media dan sumber belajar. Siswa yang cerdas pada umumnya akan lebih kuat dalam belajar dibandingkan siswa yang kurang cerdas. Pembelajaran dinyatakan tuntas/berhasil apabila minimal 85% peserta didik mencapai daya serap KKM (Kriteria Ketuntasan Maksimal).
Intensif dapat dikatakan efektif apabila upaya guru dalam memotivasi siswa sudah maksimal dilihat dari kriteria intensif guru yang minimal. Waktu yang dimaksud adalah sejauh mana siswa diberikan waktu untuk mempelajari bahan ajar yang diajarkan oleh guru.
Tinjauan Konseptual
Kerangka Pikir
- Pendekatan dan Jenis Penelitian
- Lokasi dan Waktu Penelitian
- Jenis dan Sumber Data
- Fokus Penelitian
- Teknik Pengumpulan dan Pengolahan Data
- Uji Keabsahan Data
- Teknik Analisis Data
Selanjutnya langkah keempat yang dilakukan guru dalam pelaksanaan manajemen kelas adalah dengan menerapkan kedisiplinan pada siswa. Guru Wali Kelas IV UPTD SD Negeri 77 Parepare, dengan proses pembelajaran yang selalu menciptakan pembelajaran yang menyenangkan dan menciptakan kenyamanan bagi siswa, sehingga membuat siswa termotivasi untuk terus belajar hingga mencapai hasil/bermutu pembelajaran yang intensif dan efektif. Upaya untuk memeriksa aktivitas siswa selama kegiatan pembelajaran merupakan kewajiban guru kelas di UPTD SD Negeri 77 Parepare agar dapat mengetahui kemajuan siswa pada setiap kegiatan pembelajaran.
Secara keseluruhan faktor pendukung keberhasilan pengelolaan kelas dalam pembelajaran siswa yang efektif adalah IV. kelas di UPTD SD Negeri 77 Parepare bahwa siswa sendiri merasa puas dengan mata pelajaran yang diajarkan oleh guru mata pelajaran tersebut. Berdasarkan data yang diperoleh di lapangan, penerapan manajemen kelas dalam pembelajaran efektif siswa IV. kelas UPTD SD Negeri 77 Parepare melalui aspek perencanaan yaitu guru mulai menyiapkan perangkat pembelajaran berupa program tahunan, program semester, dan RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) berdasarkan kurikulum. Upaya pengendalian aktivitas siswa selama kegiatan pembelajaran merupakan kewajiban guru kelas di UPTD SD Negeri 77 Parepare agar dapat mengetahui kemajuan siswa pada setiap kegiatan pembelajaran.
Faktor pendukung keberhasilan pengelolaan kelas dalam pembelajaran siswa yang efektif IV. kelas di UPTD SD Negeri 77 Parepare adalah siswa sendiri merasa puas dengan mata pelajaran yang diajarkan oleh guru mata pelajaran tersebut.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Hasil Penelitian
Pembahasan
Hasil observasi dan wawancara yang dilakukan di UPTD SD Negeri 77 Parepare, sarana dan prasarana di UPTD SD Negeri 77 Parepare cukup memadai, mulai dari perpustakaan, musala, lapangan olah raga, perlengkapan ruangan yang lengkap seperti meja kursi, lemari, buku paket pembelajaran lengkap, bahkan melebihi jumlah siswa sehingga proses pembelajaran dapat berjalan dengan baik. Kaitannya dengan kelas, pengorganisasian berkaitan dengan, menjamin kegiatan dan sumber daya yang dibutuhkan, mengorganisir kelompok belajar dengan kemampuan yang berbeda-beda, memberikan tanggung jawab berupa tugas kepada siswa, memberikan wewenang pengelolaan kelas kepada siswa. Penataan ruang kelas dengan mengatur posisi tempat duduk siswa dengan tingkat kemampuan dan pengaturan tempat duduk yang berbeda.
Hal ini dilakukan untuk mengukur seberapa besar pengetahuan yang diperoleh siswa dan untuk mengetahui apakah kegiatan pembelajaran yang dilakukan guru berhasil atau tidak. Audit kelas memerlukan evaluasi untuk mengetahui sejauh mana pemahaman siswa terhadap materi. Sejauh mana penyajian informasi menjamin siswa mempelajari materi pelajaran dengan mudah, sebagaimana tercermin dalam proses pembelajaran dan hasil belajar.
Dalam proses belajar mengajar, kesiapan individu sebagai siswa akan menentukan kualitas dan hasil belajarnya. Hamalik mengatakan kesiapan adalah suatu keadaan kemampuan yang ada pada diri siswa sehubungan dengan tujuan pembelajaran tertentu.78 Sedangkan menurut Djamarah, kesiapan belajar adalah suatu keadaan siap untuk melakukan suatu kegiatan. Pemberian perawatan intensif berpengaruh sangat positif dan signifikan terhadap produktivitas kerja pedagogik guru, dan motivasi belajar juga berpengaruh positif terhadap siswa.
Faktor pembelajar adalah ketika siswa merasa senang mengikuti mata pelajaran yang diajarkan oleh gurunya, maka pembelajaran dapat menjadi lebih efektif. Pengorganisasian yang meliputi penyiapan bahan, penjadwalan siswa melalui wali kelas dan sekretaris, penjadwalan kelas dengan alokasi tempat duduk peserta, penjadwalan siswa, pengorganisasian waktu sebaik-baiknya. Kepala sekolah selaku kepala sekolah diharapkan selalu memantau atau mengawasi kedisiplinan guru dan siswa agar proses pembelajaran dapat berjalan dengan lancar.
Di sisi lain, perlu adanya pendekatan terhadap siswa secara mendalam baik di dalam kelas maupun di luar kelas agar lebih mudah mengenal karakternya. Siswa juga diharapkan dapat menjaga berbagai fasilitas yang tersedia di sekolah agar dapat dimanfaatkan untuk menunjang kegiatan pembelajaran.
PENUTUP
Kesimpulan
Pengelola kelas memberikan arahan, mampu menjadi teladan, memotivasi, memberi arahan dan memberikan kenyamanan di dalam kelas. Berdasarkan hasil yang telah diperoleh maka penerapan pengelolaan kelas di kelas IV UPTD SD Negeri 77 Parepare mulai dari perencanaan kelas, pengorganisasian kelas, pengelolaan kelas dan pengendalian kelas dapat menjadikan pembelajaran menjadi efektif, terukur atau dibuktikan dari indikator keefektifan pembelajaran yaitu mutu. pembelajaran, tingkat pengajarannya tepat, intensif dan tepat waktu.
Saran
Manajemen kelas dalam meningkatkan efektivitas proses pembelajaran di Yayasan Mts Islamiyah Medan.” Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, 2020. Efektivitas pembelajaran pendidikan agama Islam secara daring pada masa pandemi Covid-19 di Smkn 1 Al-Mubarkeya ingin dirayakan Aceh Besar.". “Penerapan Manajemen Kelas Dalam Meningkatkan Efektivitas Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMA Romly Tamim Kenjeran Surabaya.”