• Tidak ada hasil yang ditemukan

manajemen pendidik dan tenaga kependidikan profesional

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "manajemen pendidik dan tenaga kependidikan profesional"

Copied!
148
0
0

Teks penuh

(1)

TESIS

Oleh:

AHMAD KHOIRI NIM: 203206010007

PROGRAM STUDI MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM PASCASARJANA UNIVERSITAS ISLAM NEGERI

KIAI HAJI ACHMAD SIDDIQ JEMBER

JUNI 2022

(2)

TESIS

Diajukan kepada

Pascasarjana (S-2) Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

guna menyusun Tesis Dosen Pembimbing 1. Dr. Khotibul Umam, MA 2. Dr. Erma Fatmawati, S.Ag, M.Pd.I

Oleh:

AHMAD KHOIRI NIM: 203206010007

PROGRAM STUDI MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM PASCASARJANA UNIVERSITAS ISLAM NEGERI

KIAI HAJI ACHMAD SIDDIQ JEMBER

JUNI 2022

(3)

untuk diuji dalam forum sidang tesis.

Pembimbing 1

Nama : Dr. Khotibul Umam, MA NIP : 197506042007011025

Pembimbing 2

Nama : Dr. Erma Fatmawati, S.Ag, M.Pd.I NIP : 197107262006042019

(4)

Tahun 2021/2022” yang ditulis oleh Ahmad Khoiri ini, telah dipertahankan di depan dewan penguji tesis pascasarjana Universitas Islam Negri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember pada hari jumat tanggal 21 Juni 2022 dan diterima sebagai salah satu persyaratan untuk memperoleh gelar Magister Pendidikan (M.Pd.).

DEWAN PENGUJI

1. Ketua Penguji : Dr. H. Zainuddin Alhaj Zaini, M.Pd.I...

2. Anggota:

a. Penguji Utama : Dr. H. Sofyan Tsauri, MM...

b. Penguji I : Dr. Khotibul Umam, MA...

c. Penguji II : Dr. Erma Fatmawati, S.Ag, M.Pd.I...

Jember, 21 Juni 2022 Mengesahkan

Pascasarjana UIN KHAS Jember Direktur,

Prof. Dr.Moh Dahlan M.Ag.

NIP. 197803172009121007

(5)

2021/2022” Proposal Tesis. Program Studi Manajemen Pendidikan Islam Pascasarjana. Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember.

Pembimbing I: Dr. Khotibul Umam, M.Ag. Pembimbing II : Dr. Erma Fatmawati, S.A, M.Pd.I

Kata Kunci: Manajemen pendidik dan tenaga kependidikan profesional

Manajemen pendidik dan tenaga kependidikan merupakan suatu aktifitas yang menentukan kualitas pendidkan. Mulai dari perencanaan, rekrutmen, seleksi, pelatihan dan pengembangan. Perencanaan yang merencanakan tenaga kerja agar sesuai dengan kebutuhan lembaga dalam membantu terwujudnya tujuan. Rekrutmen dan seleksi yaitu serangkaian aktivitas mencari dan memikat pelamar kerja dengan kemampuan, keahlian dan pengetahuan serta persyaratan-persyaratan yang diperlukan guna menutupi kekurangan yang ada pada lembaga pendidikan.

Fokus Penelitian dalam penelitian ini yaitu 1) Bagaimana Perencanaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Profesional di SMP Plus Royatul Islam Mangaran Ajung Jember. 2) Bagaimana Rekrutmen dan Seleksi Pendidik dan Tenaga Kependidikan Profesional di SMP Plus Royatul Islam Mangaran Ajung Jember. 3) Bagaimana Pelatihan dan Pengembangan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Profesional di SMP Plus Royatul Islam Mangaran Ajung Jember.

Tujuan penelitian dalam penelitian ini adalah Untuk mendeskripsikan dan menganalisis. Bagaimana perencanaan, Bagaimana Rekrutmen dan Seleksi, dan Bagaimana Pelatihan dan Pengembangan Pendidik Dan Tenaga Kependidikan Profesional di SMP Plus Royatul Islam Mangaran Ajung Jember.

Pendekatan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dan jenis penelitian adalah penelitian lapangan (field research). Teknik pengumpulan data yang dipakai dalam tesis ini adalah metode observasi, interview, dan dokumenter. Dari data yang terkumpul selanjutnya dianalisis dengan menggunakan teknik analisis yang meliputi pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, penarikan atau verifikasi kesimpulan selanjutnya data diuji kebsahannya menggunakan teknik triangulasi sumber, triangulasi metode, member check dan focus group discussion.

Berdasarkan temuan penelitian, hasil penelitian dalam tesis ini yaitu 1) Perencanaan pendidik dan tenaga kependidikan profesional dalam menjadikan pendidik dan tenaga kependidkan menjadi profesional dengan melakukan a) analisis kebutuhan, b) analisis jabatan, c) analisis beban kerja dan dilakukan d) analisis kelebihan dan kekurangan pendidik dan tenaga kependidikan. 2) Rekrutmen dan Seleksi Pendidik dan Tenaga Kependidikan Profesional proses rekrutmennya melalui penyebaran informasi dengan surat resmi sekolah, mading, aplikasi WA, facebook dan MLM (multi level marketing) yakni dari mulut ke mulut dan seleksinya dibuat tim penguji yang mana setiap penguji sudah terbagi tugas untuk menguji peserta yang mendaftar di SMP Royatul Islam 3) Pelatihan dan pengembangan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Profesional diberikan sesuai dengan standar pendidik dan tenaga kependidikan yang ada di RKS SMP Royatul Islam bagi pendidik diberikan pelatihan pengembangan bahan ajar, pelatihan pengembangan pembelajaran berbasis IT dan bagi tenaga kependidikan diberikan pelatihan pengembangan kearsipan, pelatihan pengembangan tenaga perpustakaan dan pelatihan pengembangan laboratorium.

(6)

Advisor I: Dr. Khotibul Umam, M.Ag. Advisor II : Dr. Erma Fatmawati, S.A, M.Pd.I

Keywords: Management of educators and professional education personnel

Management of educators and education staff is a factor that will determine the quality of education. The quality of educators and education staff needed in this modern era is certainly not born in an instant, but requires a process in which an educational program is needed that leads to all managerial activities ranging from planning, recruitment, selection, training and development. Planning that plans the workforce to suit the needs of the institution in helping the realization of goals. Recruitment and selection is a series of activities to find and attract job applicants with the abilities, skills and knowledge as well as the requirements needed to cover the shortcomings that exist in educational institutions.

The research context in this study is 1) How to Plan for Professional Educators and Education Personnel at SMP Royatul Islam Jember. 2) How is the Recruitment and Selection of Professional Educators and Education Personnel at SMP Royatul Islam Jember. 3) How is the Training and Development of Professional Educators and Education Personnel at SMP Royatul Islam Jember.

The purpose of this research is to describe how planning is done, how is recruitment and selection, and how is the training and development of educators and professional education personnel at Royatul Islam Junior High School Jember.

The approach in this research is descriptive qualitative and the type of research is field research. The data collection technique used in this thesis is the method of observation, interview, and documentary. From the collected data, it is then analyzed using analytical techniques which include data collection, data condensation, data presentation, conclusion drawing or verification, then the data is tested for validity using source triangulation techniques, method triangulation, member checks and focus group discussions.

Based on the research findings, the results of the research in this thesis are 1) Planning of educators and professional education staff in making educators and education staff professional by conducting a) needs analysis, b) job analysis, c) workload analysis and carried out d) analysis of strengths and weaknesses. shortage of educators and education personnel. 2) Recruitment and Selection of Professional Educators and Education Personnel The recruitment process is through the dissemination of information with official school letters, wall magazines, WA, Facebook and MLM (multi-level marketing) applications, namely word of mouth and the selection is made by a team of examiners in which each examiner has been assigned tasks. to test participants who register at the Royatul Islam Junior High School 3) Training and development of Professional Educators and Education Personnel are provided in accordance with the standards of educators and education personnel in the Royatul Islam Middle School RKS for educators to be given training in the development of teaching materials, IT-based learning development training and for staff education is provided with archive development training, library staff development training and laboratory development training.

(7)

ةيساردلا ةنسلا ينفلأ

دحاوو نورشعو تاسردلابةيملاسلاا ةيبترلا ةرادلإا مسقل يملع ثبح .

لأا فرشلدا .برجم ةيموكلحا ةيملاسلاا ةعمالجا في ايلعلا ،،روولا نايفف لحا رووتدلا و

".،دوهسم لحا رووتدلا نياولا فرشلداو

.سردلدا فاترحا ،ةيوبترلا ةقاطلاو ينبرلدا ةرادإ ةلادلا ةملكلا ،ةسردلدا في ةيوبترلا ةقاطلاو ينبرملل ةيفاترحلاا ةءافكلا ينسحول ةجاح في ةيوبترلا ةقاطلاو ينبرلدا ةرادإ

ا يرفوت قيرطب يىو .ةلوهسب ةيميلعولا فادىلأا ققحوول ةيريوطولاو ةيبيردولا ضارعلأل اوملأ

ةرؤب في ةفترلمحا ةيوبترلا ةقاطلاو ينبرلدا يربدت ةييفيت ففو وى ويلا لصي نا ثحابلا ديري ،ذلا ثحبلا

ةيساردلا ةنسلل برجم هاواجنج ةيوناولا تيايمدلا ةسردلدا ينفلأ

دحاوو نورشعو .

ا اذى في هنلدا تانايبلا عجم تاينقت .نياديم ثبح وى ثحبلا عونو ،يعون يففو وى ثحبل

ليلتح موي ، اهعجم تم تيلا تانايبلا نمو .ةيقئاثولا قرطلاو ةلباقلداو ةظحلالدا يى ثحبلا هذى في ةمدخوسلدا بلا ضرع ،تانايبلا فيوكت ، تانايبلا عجم لمشت تيلا ليلحولا تاينقت مادخوساب ةعملمجا تانايبلا وأ مسر ،تاناي

ةقيرط ، ردصلدا ثيلوت تاينقت مادخوساب اهوحف نم دتأولل تانايبلا رابوخا موي ثم ،تاجاونوسلاا نم قيقحولا .زيتترلا ةعوملر ةشقانمو ءاضعلأا صحف ، ثيلوولا يى ةلاسرلا هذى في ةدراولا تاجاونوسلاا نإف ،ثحبلا ئاون لىإ اًدانوسا ١

ترلا ةقاطلاو ينبرلدا يربدت ) ةيوب

،ةبولطلدا ةفيظولل اًقفو ةجالحا دنع طقف ينيعولاو ، تاءارجإ عابتاب هذيفنت موي تيايمدلا ةيوناولا ةسردلدا في ةفترلمحا .لياوولا ىلع .ةفالخا متهلاالمج اًقفو بيسنولاو ٢

ةسردلدا في ةفترلمحا ةيوبترلا ةقاطلاو ينبرلدا ريوطت ذيفنت موي )

ةتراشلدا لاخ نم تيايمدلا ةسردلدا لبق نم اًيئاقلت اىذيفنت موي تيلا ةيمنولاو ةموكلحا لبق نم مدقلدا بيردولا في

.تيايمدلا ةيوناولا ةسردلدا في فورظلاو لماوعلا ضعب ببسب ٣

ةءافكلا ىلع ظافحلل بيردولا ذيفنت موي )

ماع في تيايمدلا ةيوناولا ةسردلدا في ةيوبترلا ةقاطلاو ينبرملل ةيفاترحلاا ينفلأ

دحاوو نورشعو اذى ذيفنت مويو ،

ةرادإ سيئر لبق نم ةرشابم اىؤارجإ موي تيلا ةيونسلاو ةيلصفلاو ةيرهشلاو ةيمويلا تامييقولا لاخ نم ويجوولا ةدولجا ةرادإ سيئرو ةيساردلا ىانلداو سرادلدا ذيفنت موي .ةسردلدا سيئر لبق نم مييقولا ةادأ ديدتح مويو ، ةدولجا هيلع فارشلإاو مدقت امنيب ،تيايمدلا ةيوناولا ةسردلدا في ةدولجا ةرادإ سيئرو مييقولا قيرف لبق نم رشابم لكشب ا

يسارد مانرب سيئر لكل ةيرهش ريراقت تيايمدلا ةيوناولا ةسردلدا في ةفترلمحا ةيوبترلا ةقاطلاو ينبرلدا عيجم تاضيوعت

خلدا اًضيأ كلذ عمو ، ةيرهشلا مهبتاور ةلجاعم نم ديزلد

.اىيرغو ، ةحصلاو ، تازاجلإاو ، ةيلكيلذا تاصص

(8)

“Manajemen Pendidik Dan Tenaga Kependidikan Profesional di SMP Plus Royatul Islam Mangaran Ajung Jember” ini dapat terselesaikan. Sholawat dan salam senantiasa tercurahkan kepada Rasulullah Muhammad SAW yang telah menuntun ummatnya menuju agama Allah sehingga tercerahkanlah kehidupan saat ini. Dalam penyusunan tesis ini, banyak pihak yang terlibat dalam membantu penyelesaiannya. Oleh karena itu patut diucapkan terima kasih teriring do‟a jazaakumullahu ahsanal jaza kepada mereka yang telah banyak membantu, membimbing, dan memberikan dukungan demi penulisan tesis ini.

1. 1. Prof. Dr. H. Babun Suharto, SE., MM. selaku Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) KH. Achmad Siddiq Jember yang telah memberikan ijin dan bimbingan yang bermanfaat.

2. Prof. Dr.Moh Dahlan M.Ag. selaku direktur Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) KH. Achmad Siddiq Jember yang telah memberikan motivasi sekaligus memberikan banyak ilmu dan bimbingan yang bermanfaat.

3. Dr. H. Zainuddin Al Haj Zaini, Lc, M.Pd.I. selaku Kaprodi Manajemen Pendidikan Islam Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) KH. Achmad Siddiq Jember atas motivasi, koreksi, dan kemudahan pelayanan selama masa studi.

4. Dr. Khotibul Umam, MA selaku Dosen Pembimbing I Tesis yang telah banyak memberikan bimbingan dan pengarahan sehingga penelitian berjalan dengan lancar sampai selesai.

5. Dr. Erma Fatmawati, S.Ag, M.Pd.I selaku Dosen Pembimbing II Tesis yang telah banyak memberikan bimbingan dan pengarahan sehingga penelitian berjalan dengan lancar sampai selesai.

6. Seluruh dosen Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) KH. Achmad Siddiq Jember yang telah banyak memberikan ilmu, mendidik, dan

(9)

di SMP Royatul Islam Mangaran Ajung Jember.

8. Para dewan guru SMP Royatul Islam Mangaran Ajung Jember yang telah berkenan untuk bekerja sama dan memberikan data serta informasi penelitian dalam penyusunan Tesis ini.

9. Orang tua tercinta bapak Madin dan ibu Hotija yang senantiasa berdoa dan bersabar dalam memberikan dukungan moril maupun materil.

Semoga penyusunan Tesis ini dapat bermanfaat bagi penulis pada khususnya dan pembaca pada umumnya.

Jember, Juni 2022

AHMAD KHOIRI 203206010007

(10)

HALAMAN PERSETUJUAN ... iii

HALAMAN PENGESAHAN ... iv

ABSTRAK ... v

KATA PENGANTAR ... viii

DAFTAR ISI ... x

PEDOMAN TRANSLITERASI ARAB-LATIN ... xii

BAB I PENDAHULUAN ... 1

A. Konteks Penelitian ... 1

B. Fokus Penelitian ... 11

C. Tujuan Penelitian ... 12

D. Manfaat Penelitian ... 12

E. Definisi Istilah ... 13

F. Sistematika Penulisan ... 15

BAB II KAJIAN PUSTAKA ... 17

A. Penelitian Terdahulu ... 17

B. Kajian Teori ... 33

C. Kerangka Konseptual ... 79

BAB III METODE PENELITIAN... 80

A. Pendekatan dan Jenis Penelitian ... 80

1. Lokasi Penelitian ... 81

2. Kehadiran Peneliti ... 81

3. Subjek Penelitian ... 82

4. Sumber Data ... 83

5. Teknik Pengumpulan Data ... 83

6. Analisis Data ... 85

7. Keabsahan Data ... 89

8. Tahapan-tahapan penelitian... 91

(11)

BAB V PEMBAHASAN ... 119

A. Bagaimana perencanaan pendidik dan tenaga kependidikan ... 119

B. Bagaimana rekrutmen dan seleksi pendidik dan tenaga kependidikan 120 C. Bagaimana pelatihan dan pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan ... 124

BAB VI PENUTUP ... 127

A. Kesimpulan ... 127

B. Saran ... 128

DAFTAR PUSTAKA ... 130 LAMPIRAN

(12)

Aksara Arab iAksara Latini

iSimbol iNama (Bunyi) iSimbol iNama (Bunyi)

ا

Alif tidak dilambangkan itidak dilambangkan

ب

Ba B iBe

ت

Ta T iTe

ث

Sa iEs dengan titik di atas

ج

Ja J Je

ح

Ha iHa dengan titik di bawah

خ

Kha Kh iKa dan Ha

د

Dal D De

ذ

Zal Ż iZet dengan titik di atas

ر

Ra R Er

ز

Zai Z Zeti

س

Sin S Esi

ش

Syin Sy iEs dan Ye

ص

Sad iEs dengan titik di bawah

ض

Dad iiDe dengan titik di ibawah

ط

Ta Te dengan titik di bawah

ظ

Za iZet dengan titik di ibawah

ع

‘Ain Apostrof terbalik

غ

Ga G Ge

ف

Fa iF iEf

ق

Qaf iQ iQi

ك

Kaf iK iKa

ل

Lam iL iEl

م

Mim iM Eim

ن

Nun iN iEn
(13)

ي

Ya iY iYe

B. Vokali

iAksara Arab iAksara Latin

Simbol Nama (Bunyi) Simbol Nama (Bunyi)

َ ا

Fathah A a

َ ا

Kasrah I i

َ ا

Dhammah U u

Aksara Arab Aksara Latin

Simbol Nama (Bunyi) Simbol Nama (Bunyi)

َ ي

fathah dan ya ai a dan i

َ و

kasrah dan waw au a dan u
(14)

BAB I

PENDAHULUAN A. Konteks Penelitian

Setiap organisasi memiliki aktifitas-aktifitas pekerjaan tertentu dalam rangka mencapai tujuan organisasi. Salah satu aktifitas tersebut adalah aktivitas manajemen. Sumber daya manusia mendapatkan peran yang semakin penting dalam mewujudkan organisasi kompetitif dalam era globalisasi yang sedang dan akan terus berlangsung. Tanpa sumber daya manusia yang memiliki kompetensi tinggi dalam pekerjaan dan tanggung jawabnya, organisasi akan gagal untuk mewujudkan tujuannya.1

Pendidikan di sekolah-sekolah bukan hanya tergantung pada sistem yang digunakan oleh lembaga yang bersangkutan, akan tetapi juga tergantung pada komponen-komponen pendidikan lain yang saling mendukung. Salah satunya adalah peran aktif dari seorang pendidik, pendidik merupakan faktor penentu dalam keberhasilan pendidikan. sebagaimana yang diungkapkan oleh Usman bahwa Tugas dan peran guru tidaklah terbatas di dalam masyarakat bahkan guru pada hakekatnya merupakan komponen strategis yang memilih peran yang penting dalam menentukan gerak maju kehidupan bangsa. bahkan guru merupakan faktor penting yang tidak mungkin dapat digantikan oleh komponen manapun.2

Peraturan Pemerintah nomor 17 Tahun 2019 Tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 Tentang Guru, disebutkan bahwa:

1 Sedarmayanti, Manajemen Sumber Daya Manusia, (Bandung, PT Refika Aditama, 2017) 19.

2 M. Uzer Usman, Menjadi Guru Profesional (Bandung: Rosdakarya, 2003), 74.

1

(15)

Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.3

Hal ini berarti bahwa guru sebagai tenaga fungsional pendidikan akan tercermin sebagai guru profesional dalam pelaksanaan pengabdian tugas-tugas yang ditandai dengan keahlian baik dalam penyampaian materi maupun metode pembelajaran yang dikembangkan secara kreatif oleh guru itu sendiri, memiliki tanggungjawab, mempunyai kepribadian yang baik, sosial, intelektual, moral, spiritual, dan kesejawatan, yaitu rasa kebersamaan antar sesama guru. Sementara itu, perwujudan unjuk kerja profesional guru ditunjang dengan jiwa profesionalisme yaitu sikap mental senantiasa mendorong untuk mewujudkan diri sebagai guru profesional.4

Oleh karena itu dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan, Bab VI, pasal 28 dinyatakan bahwa:

Pertama Pendidik harus memiliki kualifikasi akademik dan kompetensi sebagai agen pembelajaran, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Kedua Kualifikasi akademik sebagaimana dimaksud pada ayat 1 adalah tingkat pendidikan minimal yang harus dipenuhi oleh seorang pendidik yang dibuktikan dengan ijazah dan/atau sertifikat keahlian yang relevan sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Ketiga Kompetensi sebagai agen pembelajaran pada jenjang pendidikan dasar dan menengah serta pendidikan anak usia dini meliputi: Kompetensi pedagogik, Kompetensi kepribadian, Kompetensi professional, Kompetensi sosial. 5

3 Sekretariat Negara RI, PP 17 Tahun 2019 Tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 Tentang Guru.

4 St. Rodliyah, Supervisi Pendidikan Dan Pembelajaran (Jember: STAIN JEMBER PRESS, 2014), 67

5 Sekretariat Negara RI, Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan..

(16)

Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan pasal 31 ayat 2

Selain kualifikasi pendidik sebagaimana dimaksud, pendidik harus memiliki sertifikat kompetensi sesuai dengan tingkat dan bidang keahlian yang diajarkan yang dihasilkan oleh perguruan tinggi.6

Pendidik atau dalam lingkup pendidikan dasar dan menengah disebut sebagai guru paling tidak harus mampu mencetak manusia yang beriman dan bertakwa kepada tuhan yang maha esa, memiliki akhlak yang mulia, atau bagi orang islam pada umumnya dapat dikatakan sebagai berakhlakul karimah, memiliki ilmu pengetahuan, memiliki kemandirian sebagai dampak dari pendidikan yang telah dilaluinya serta mampu menjadi manusia yang bertanggung jawab.7

Sebutan guru dalam Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru mencakup: (1) guru itu sendiri, baik guru kelas, guru bidang studi, maupun guru bimbingan dan konseling atau guru bimbingan karir, (2) guru dengan tugas tambahan sebagai kepala sekolah, dan (3) guru dalam jabatan pengawas. 8

Peran dan fungsi guru berpengaruh terhadap pelaksanaan pendidikan dan pembelajaran. Secara khusus dalam pembelajaran guru mempunyai peran dan fungsi untuk mendorong, membimbing dan memfasilitas siswa untuk belajar.

Ki Hajar Dewantara menegaskan pentingnya peran dan fungsi dalam pendidikan dengan ungkapan: Ing ngarsa sung tulada berarti guru berada di depan memberi teladan, ing madya mangun karsa, berarti guru berada ditengah

6 Sekretariat Negara RI, Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005

7 Ambar Teguh Sulistiyani dan Rosidah, Manajemen Sumber Daya Manusia, 9.

8 Sekretariat Negara RI, Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru

(17)

menciptakan peluang untuk berprakarsa, dan tut wuri handayani berarti guru dari belakang memberikan dorongan dan arahan.9 Konsep yang dikemukakan oleh Ki Hajar Dewantara ini menjadi pedoman dalam melaksanakan pendidikan dan pembelajaran di Indonesia.

Tenaga kependidikan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan pasal 35 ayat 1 poin d disebutkan bahwa:

SMP/MTS atau bentuk lain yang sederajat sekurang kurangnya terdiri atas kepala sekolah/madrasah, tenaga administrasi, tenaga perpustakaan, tenaga laboratorium, dan tenaga kebersihan sekolah/madrasah.10

Tenaga kependidikan harus dikelola dengan baik agar mendapatkan produktifitas yang baik. Hal ini tentu saja harus ada manajemen terhadap Pendidik dan tenaga kependidikan tersebut sebagai alat untuk pengendali dan pengelolaan Pendidik dan tenaga kependidikan agar dapat berjalan dengan efektif dan efisien.

Sebagaimana firman Allah SWT dalam surat An-Nisa’ ayat 58, yaitu:

ْلاِب اوُمُكْحَت ْنَا ِساَّنلا َنْيَ ب ْمُتْمَكَح اَذِا َو اَهِلْهَا ىَلِا ِتَنَمَْلْا اوُّدَؤُ ت ْنَا ْمُكُرُمْأَي َللها َّنِا ِلْدَع

اًرْ يِصَب اًعْ يِمَس َناَك َللها َّنِا ِهِب ْمُكُظِعَي اَّمِعِن َللها َّنِا

Artinya: “Sungguh, Allah menyuruhmu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan apabila kamu menetapkan hukum diantara manusia hendaknya kamu menetapkannya denga adil. Sungguh, Allah sebaik-baik yang memberi pengajaran kepadamu. Sungguh, Allah Maha Mendengar, Maha Melihat”11.

9 Rusydi ananda, Profesi Pendidik Dan Tenaga Kependidikan (Medan: LPPPI, 2018) 21

10 Sekretariat Negara RI, Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005

11Departemen Agama RI, Al-Qur’an dan Terjemahnya (Surabaya: PT. Bina Ilmu, 2006), 87.

(18)

Ayat di atas menerangkan bahwa menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya bermaksud memberikan amanat kepada ahlinya, yaitu orang yang benar-benar mempunyai keahlian dibidang tersebut. Penempatan harus dilakukan dengan hati- hati agar tiap pekerja dapat bekerja sesuai dengan keahliannya dan mengerti bagaimana mengerjakan tugas-tugasnya.

َةَعاَّسلا ْرِظَتْ ناَف ُةَناَمَْلْا ْتَعِّ يُض اَذِإ : َلاَق َةَرْ يَرُه ْيِبَا ْنَع ِهَّللا َلوُسَر اَي اَهُ تَعاَضِإ َفْيَك َلاَق

ِلْهَأ ِرْيَغ ىَلِإ ُرْمَْلْا َدِنْسُأ اَذِإ َلاَق َةَعاَّسلا ْرِظَتْ ناَف ِه

Artinya: Dari Abu Hurairah RA. Rasulullah saw. Bersabda, “Apabila suatu amanah di sia– siakan, maka tunggulah saat kehancurannya.” Abu Hurairah bertanya,”Bagaimana meletakkan amanah itu, ya Rasulullah ?”

Beliau menjawab, “ Apabila Suatu perkara diserahkan kepada orang yang bukan ahlinya, maka Tunggulah kehancurannya. (H.R. Bukhari).12

Hadis tersebut menerangkan bahwa suatu perkara yang diserahkan kepada yang bukan ahlinya maka tunggu kehancurannya. Maka, dalam setiap urusan muamalah manusia dianjurkan memelajari manajemen. Dengan ilmu manajemen, akan mengatur orang-orang sesuai dengan bidangnya. Dalam pemberian amanat maka harus dilakukan dengan sungguh-sungguh agar tujuan pendidikan dapat tercapai dengan baik dan sejalan dengan yang diharapkan, serta meminimalisir terjadinya perbuatan yang tidak perlu dilakukan yang memicu terjadinya down pada lembaga itu sendiri, dengan demikian pemberian jabatan haruslah dilakukan dengan benar-benar baik kepada tenaga yang memang memiliki ahli dalam bidangnya masing-masing.

12 Al Bukhari, al Jami’ah al Shahih al – Mukhtashar Jilid I, hlm.33

(19)

Pendidik dan tenaga kependidikan memiliki posisi sangat strategis dalam sebuah lembaga pendidikan, artinya unsur Pendidik dan tenaga kependidikan memegang peran penting dalam melakukan aktifitas untuk mencapai visi, misi, dan tujuan lembaga pendidikan. Untuk itulah maka eksistensi pendidik dan tenaga kependidikan dalam organisasi sangat kuat. Untuk mencapai kondisi yang lebih baik maka perlu adanya Manajemen terhadap pendidik dan tenaga kependidikan secara memadai sehingga terciptalah pendidik dan tenaga kependidikan yang berkualitas, loyal dan berprestasi. 13

Pendidik dan tenaga kependidikan harus dikelola dengan baik agar menghasilkan produktifitas yang baik dan mampu mencapai visi dan misi lembaga yang diharapkan. Hal ini tentu saja harus ada pengelolaan pendidik dan tenaga kependidikan yang baik sebagai alat untuk pengendali agar dapat berjalan sesuai visi dan misi yang diharapkan baik pengelolaan dari segi pengadaan, pengembangan dan pembinaan. Manajemen pendidik dan tenaga kependidikan ini sebagai suatu langkah peningkatan kualitas pendidikan, dengan adanya manajemen pendidik dan tenaga kependidikan yang baik hal ini juga akan berdampak pula terhadap pendidikan ke depannya.14

Dengan itu manajemen pendidik dan tenaga kependidikan berperan penting dalam suatu proses pemanfaatan potensi pendidik dan tenaga kependidikan untuk dikontribusikan pada lembaga agar tercapai tujuan yang telah ditentukan. Manajemen pendidik dan tenaga kependidikan ini merupakan bentuk pengakuan akan pentingnya anggota organisasi sebagai sumber daya

13Ambar Teguh Sulistiyani dan Rosidah, Manajemen Sumber Daya Manusia (Yogyakarta: Graha Ilmu, 2003), 10.

14 Ambar Teguh Sulistiyani dan Rosidah, Manajemen Sumber Daya Manusia, 12.

(20)

yang dapat mendukung tercapainya visi, misi, dan tujuan organisasi, pelaksanaan fungsi dan kegiatan-kegiatan untuk menjamin bahwa mereka dipergunakan secara efektif dan adil demi kepentingan organisasi, individu, dan masyarakat.15

Sekolah Menengah Pertama Plus Royatul Islam, sebagai salah satu sekolah Swasta yang berdiri dalam naungan Yayasan Pondok Pesantren Royatul Islam kabupaten Jember,16 lembaga pendidikan yang baru berdiri pada tahun 2015 dan telah mengalami perubahan yang sangat pesat bukan hanya dalam segi kuantitas peserta didiknya saja, namun juga dengan adanya sarana yang memadai dan pendidik serta tenaga kependidikan yang profesional dan sesuai kualifikasi mampu membawa nama lembaga sesuai dengan apa yang mereka harapkan.

Malalui event-event yang telah terselenggarakan, para siswa mampu meraih kejuaraan, lomba olimpiade bahsa inggris dan matematika tingkat kabupaten, hal ini tentu berawal dari kreativitas dari seorang pendidik dan tenaga kependidikan dibelakannya yang mendukung dan memfasilitasi perkembangan peserta didik tersebut untuk menjadi lebih baik sesuai minat dan bakat masing-masing peserta didik itu sendiri.17

Setiap pagi di SMP Plus Royatul Islam kegiatan pembelajaran diawali dengan program literasi dan sholat dhuha yang diadakan oleh lembaga untuk mengurangi kurangnya minat membaca siswa dan mengurangi kurangnya rasa syukur kepada sang penciptanya, lalu pada jam istirahat para peserta didik

15 Ambar Teguh Sulistiyani dan Rosidah, Manajemen Sumber Daya Manusia, 12-13.

16 Observasi, 26 November 2021.

17. Khobir, wawancara, 26 November 2021

(21)

dituntut sholat dhuhur berjamaah di masjid pondok pesantren. Dan kegiatan setiap minggunya yaitu istighosah bersama, peserta didik dan seluruh stakeholder yang ada.18 Hal tersebut tentu dilakukan dengan perhitungan yang matang, analisis, serta inovasi seorang manajer untuk menumbuh kembangkan tingkat membaca peserta didiknya, sehingga program tersebut dapat berjalan searah dengan tujuan.

Sekolah Menengah Pertama Plus Royatul Islam ini merupakan lembaga pendidikan formal dibawah naungan yayasan pendidikan Islam.

Bila dilihat dari berdirinya SMP Plus Royatul Islam sudah cukup lama berdiri kurang lebih sekitar 6 tahun, namun di usia tersebut lembaga SMP Plus Royatul Islam ini mengalami perkembangan yang relatif bagus, dari segi prasarana yang meningkat dan tata kelola pendidik dan tenaga kependidikan yang semnakin bagus. Hal ini dapat dilihat dari keprofesionalan pendidik dan tenaga kependidikannya yang baik, sarana dan prasarana yang baik dan dilihat dari akhlak siswanya cukup baik, baik dari siswa yang sudah lulus maupun siswa yang baru masuk.19 Kenyataan yang demikian cukup mempunyai arti tersendiri dalam perkembangan sekolah bagi masyarakat dan pemerintah, sehingga sekolah menjadi harapan masyarakat sekitarnya guna mendidik dan mengajar anak-anaknya untuk mencapai kedewasaan.

Dengan demikian, SMP Plus Royatul Islam tentunya memerlukan pengelolaan yang efektif dan efisien agar visi misi dan tujuannya berjalan tetap

18 Observasi, 27 November 2021.

19 Observasi peneliti, 29 November 2021.

(22)

searah. Salah satu pengelolaan yang dibutuhkan yaitu manajemen pendidik dan tenaga kependidikan, yang mana dalam hal ini Pendidik dan Tenaga kependidikan tersebut dituntut untuk dapat menjawab apa yang diharapkan pemangku kebutuhannya terhadap SMP Plus Royatul Islam. Maka dari itu kepala sekolah SMP Plus Royatul Islam setiap merekrut pendidik dan tenaga kependidikan sebagai stafnya diwajibkan para pelamar tersebut mempunyai sertifikat pendukung setidaknya satu sertifikat sebagai tanda bukti bahwasannya pelamar tersebut sudah pernah mengikuti pelatihan yang diinginkan di lembaga SMP Plus Royatul Islam, setelah pelamar tersebut diterima di lembaga SMP Plus Royatul Islam lalu diikutkan pelatihan-pelatihan yang difasilitasi oleh lembaga guna untuk mengembangkan pengetahuan- pengetahuan yang telah dimiliki pelamar tersebut agar bisa mencapai berbagai tujuan yang diinginkan oleh lembaga SMP Plus Royatul Islam.20

Dari hasil observasi di lapangan peneliti bahwa dalam pengembangan profesionalisme pendidik dan tenaga kependidikan di SMP Plus Royatul Islam ini yaitu memperbaiki dan meningkatkan pengetahuan, kemampuan, sikap dan sifat sifat kepribadian sebagai penyiapan individu untuk memikul tanggung jawab yang berbeda atau yang lebih tinggi. Karena perkembangan (karier) profesionalisme pendidik dan tenaga kependidikan sebagai perjalanan pekerjaan seorang pegawai di dalam organisasi, mulai ia diterima sebagai pegawai baru dan berakhir pada saat ia tidak bekerja lagi di dalam organisasi.21

20 Khobir, Wawancara, 29 Novemnber

21 Observasi peneliti, 29 November 2021.

(23)

Setiap pegawai tentu sangat menginginkan profesionalismennya meningkat. Peningkatan profesionalisme ditandai dengan peningkatan tanggung jawab terhadap suatu tugas dan diikuti peningkatan kompensasi yang di terimanya. Kompensasi yang dilaksanakan di SMP Plus Royatul Islam ini dilaksanakan setiap sebulan sekali, setiap guru diwajibkan untuk menyerahkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) untuk dapat mendapatkan kompensasinya dalam satu bulan. Jika guru tidak dapat menyerahkan RPP-nya dalam Sebulan maka kompensasinya akan ditangguhkan untuk bulan berikutnya dengan RPP yang sama dan ditambah RPP di bulan sebelumnya.

Hal ini bertujuan agar setiap guru mampu membuat dan mengolah perangkat pembelajarannya sendiri dengan baik, dengan demikian seluruh pendidik di SMP Royatul Islam dapat bekerja dengan profesional sesuai dengan bidangnya masing-masing.22

Selanjutnya diberlakukannya musyawaroh setiap sebulan sekali di rumah masing-masing guru secara bergantian untuk mengevaluasi kegiatan pembelajaran serta memelihara hubungan baik antar stakeholder agar semakin dekat. Pengembangan profesionalisme pendidik dan tenaga kependidikan dilakukan melalui dua jalur, yaitu; (1) pendidikan dan pelatihan, dan (2) nondiklat. Pengembangan melalui diklat misalnya dilakukan dengan mengikutsertakan pendidik dan tenaga kependidikan pada program-program lain seperti: MGMP, Seminar, bimtek, serta pelatihan dan pengembangan Pendidik Dan Tenaga Kependidikan lainnya yang sejalan dengan tujuan yang

22 Warda, wawancara, 29 November 2021.

(24)

di embannya. Sedangkan pengembangan profesionalisme yang melalui nondiklat, yaitu misalnya memberi penghargaan atas prestasi pegawai atau mempromosikan kejabatan yang lebih tinggi.23

Dari beberapa uraian yang telah disajikan di atas peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang bagaimana Bagaimana perencanaan, rekrutmen, seleksi, pelatihan dan pengembangan Pendidik Dan Tenaga Kependidikan.

Penelitian tersebut berjudul “Manajemen Pendidik Dan Tenaga Kependidikan Profesional di Sekolah Menengah Pertama Plus Royatul Islam Mangaran Ajung Jember Tahun 2021/2022.

B. Fokus Penelitian

Adapun fokus penelitian dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Bagaimana Perencaaan Manajemen Pendidik dan Tenaga Kependidikan Profesional di SMP Plus Royatul Islam Ajung Jember Tahun 2021/2022?

2. Bagaimana Rekrutmen dan Seleksi Manajemen Pendidik dan Tenaga Kependidikan Profesional di SMP Plus Royatul Islam Ajung Jember Tahun 2021/2022?

3. Bagaimana Pelatihan dan Pengembangan Manajemen Pendidik dan Tenaga Kependidikan Profesional di SMP Plus Royatul Islam Ajung Jember Tahun 2021/2022?

23 Khobir, wawancara, 1 desember 2021

(25)

C. Tujuan Penelitian

Adapun tujuan penelitian dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Untuk mendeskripsikan dan menganalisis Perencanaan Manajemen Pendidik dan Tenaga Kependidikan Profesional di SMP Plus Royatul Islam Jember Tahun 2021/2022.

2. Untuk mendeskripsikan dan menganalisis Perencanaan Manajemen Pendidik dan Tenaga Kependidikan Profesional di SMP Plus Royatul Islam Jember Tahun 2021/2022.

3. Untuk mendeskripsikan dan menganalisis Pelatihan dan Pengembangan Manajemen Pendidik dan Tenaga Kependidikan Profesional di SMP Plus Royatul Islam Jember Tahun 2021/2022.

D. Manfaat Penelitian

Manfaat penelitian berisi tentang kontribusi apa yang akan diberikan setelah selesai melakukan penelitian. Kegunaan dapat berupa kegunaan yang bersifat teoritis dan kegunaan praktis, seperti kegunaan bagi penulis, instansi dan masyarakat secara keseluruhan.

Adapun kegunaan atau manfaat dalam penelitian ini yaitu:

1. Manfaat Teoritis

Penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan dan perkembangan yang luas dalam meningkatkan mutu pendidikan Islam yang indikasinya dapat menciptakan proses mengelolaan manajemen kesiswaan yang baik, unggul dan kompetitif dalam meningkatkan mutu pendidikan dimasa sekarang dan yang akan datang.

(26)

2. Manfaat Praktis a. Bagi peneliti

Penelitian ini diharapkan sebagai salah satu bahan untuk menambah pengetahuan tentang penelitian dan penulisan karya ilmiah yang baik guna sebagai bekal penulisan karya ilmiah selanjutnya, serta memberi wawasan yang integral terhadap disiplin ilmu yang berhubungan dengan pendidikan.

b. Bagi Kampus Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

penelitian ini diupayakan memperkaya khasanah keilmuandalam bidang manajemen pendidik dan tenaga kependidikan profesional dan mengembangkan tradisi pemikiran di Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember.

c. Bagi SMP Plus Royatul Islam Mangaran Ajung Jember

Penelitian ini diharapkan mampu memberikan kontribusi yang positif, guna untuk terus mempertahankan eksistensinya dan sebagai bahan masukan yang konstruktif dalam meningkatkan kualitas manajemen pendidik dan tenaga kependidikan.

E. Definisi Istilah

1. Manajemen Pendidik

Manajemen Pendidik adalah suatu Proses perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan dalam mengelola Pendidik dalam hal ini pendidik yang di maksud adalah guru yang bertugas

(27)

merencanakan pembelajaran, melaksanakan proses pembelajaran dan menilai hasil pembelajaran.

2. Manajemen Tenaga Kependidikan

Manajemen Tenaga Kependidikan adalah Proses perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan dalam mengelola tenaga kependidikan dalam hal ini yang di maksud adalah staf atau karyawan yang bertugas melaksanakan administrasi, pengelolaan, pengembangan, pengawasan, dan pelayanan teknis untuk menunjang proses pendidikan pada satuan pendidikan

3. Profesionalisme

Profesionalisme adalah kemampuan seseorang untuk memasuki ajang kompetisi sebagai antisipasi menghadapi globalisasi, dalam hal ini profesionalme yang di maksud adalah kemampuan seseorang dalam mengerjakan tugas di lembaga pendidikan dalam menghadapi era globalisasi.

Berdasarkan definisi diatas dapat disimpulkan bahwasannya Manajemen pendidik dan tenaga kependidikan profesional adalah suatu aktifitas mulai dari perencanaan, rekrutmen, seleksi, pelatihan dan pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan dalam menghadapi era globalisasi. Perencanaan yang merencanakan tenaga kerja agar sesuai dengan kebutuhan lembaga dalam membantu terwujudnya tujuan. Rekrutmen dan seleksi yaitu serangkaian aktivitas mencari dan memikat pelamar kerja dengan kemampuan, keahlian dan pengetahuan serta persyaratan-persyaratan

(28)

yang diperlukan guna menutupi kekurangan yang ada pada lembaga pendidikan.

F. Sistematika Penulisan

Sistematika pembahasan berisi tentang deksripsi alur pembahasan tesis yang mulai dari bab pendahuluan hingga penutup. Format penulisan sistematika pembahasan adalah dalam bentuk deskriptif.

Bab satu pendahuluan yang membahas tentang konteks penelitian yaitu landasan penulis mengapa tertarik mengkaji topik dalam penelitian ini, fokus penelitian, yang berisi konteks penelitian, fokus penelitian, tujuan penelitian, manfaat penelitian, definisi istilah, sistematika penulisan.

Bab dua terdiri dari kajian kepustakaan, meliputi kajian terdahulu yang berisi tentang hasil rangkuman dan perbedaan dari penelitian-penelitian terdahulu dengan tema yang sama dengan penelitian yang dilakukan.

Selanjutnya ada penelitian terdahulu, kajian teori, yang berisi teori yang menjadi landasan peneliti dalam melakukan penelitian yang meliputi kajian teori tentang Manajemen Pendidik dan Tenaga Kependidikan profesional dan kerangka konseptual penelitian.

Bab tiga membahas metode penelitian, berisikan pendekatan dan jenis penelitian yang dipilih dalam melakukan penelitian. Jenis penelitian menjelaskan jenis penelitian yang dipilih dan alasan memilih jenis penelitian tersebut. Lokasi penelitian menjelaskan dimana penelitian dilakukan dan alasan memilih lokasi tersebut. Selanjutnya subjek penelitian menjelaskan teknik penentuan subjek penelitian dan subjek yang diteliti. Teknik

(29)

pengumpulan data menguraikan teknik pengumpulan data yang digunakan dan data yang diperoleh. Selanjutnya diuraikan tentang analisis data yang dilakukan, teknik pengujian keabsahan data yang digunakan, dan tahap-tahap penelitian yang dilakukan.

Bab empat berisi tentang paparan data dan analisis. Pada bab ini dijelaskan tentang gambaran umum obyek penelitian, penyajian data dan analisis data serta membahas tentang temuan dari penelitian lapangan.

Bab lima berisi tentang pembahasan. Pada bab ini peneliti mengintegrasikan temuan penelitian di lapangan dengan teori yang sudah ada dan disajikan secara eksplisit.

Bab enam penutup meliputi kesimpulan dan saran, pada bab ini berisi kesimpulan dari pembahasan empiris (laporan hasil penelitian) yang merupakan jawaban dari fokus penelitian serta ditambah dengan beberapa saran yang diharapkan memiliki manfaat untuk pengembangan bagian akademik. Bab ini berfungsi untuk memperoleh suatu gambaran dari hasil penelitian berupa kesimpulan.

(30)

BAB II

KAJIAN PUSTAKA A. Penelitian Terdahulu

Kajian terdahulu adalah upaya peneliti untuk mencari perbandingan dan selanjutnya untuk menemukan inspirasi baru untuk penelitian selanjutnya. Di samping itu kajian terdahulu membantu peneliti dalam memposisikan peneliti serta menunjukkan orsinalitas dari peneliti. Dalam hal ini peneliti mengambil tesis dan jurnal yang telah disetujui dan dipublikasikan. Tesis dan jurnal tersebut berhubungan dengan manajemen pendidik dan tenaga kependidikan.

Pertama, Tesis Moh. Munawir, 2013, dengan judul “Peran Kepala Madrasah Dalam Meningkatkan Profesionalisme Tenaga Pendidikan dan Tenaga Kependidikan di Madrasah Ibtidaiyah Al Hikmah Podomasan Kecamatan Jombang Kabupaten Jember tahun pelajaran 2012/2013.24

Hasil penelitian Moh. Munawir disebutkan bahwa ada beberapa temuan yang meliputi 1) peran kepala madrasah sebagai administrator memiliki tanggungjawab sebagai pemimpin di bidang pengajaran, pengembangan kurikulum, administrasi kesiswaan, administrassi personalia staf, hubungan masyarakat, administrasi school plan, dan perlengkapan serta organisasi madrasah. 2) peran kepala madrasah sebagai leader, menumbuh suburkan kreativitas sekaligus dapat mendorong terhadapa peningkatan profesionalisme tenaga pendidik dan tenaga kependidikan di madrasah ibtidaiyah al hikmah yaitu berorientasi pada tugas dan kepemimpinan. 3) peran kepala madrasah

24 Moh. Munawir, Tesis, Peran Kepala Madrasah Dalam Meningkatkan Profesionalisme Tenaga Pendidikan Dan Tenaga Kependidikan Di Madrasah Ibtidaiyah Al Hikmah Podomasan Kecamatan Jombang Kabupaten Jember Tahun Pelajaran 2012/2013, (IAIN Jember: Jember)

17

(31)

sebagai supervisor, dilakukan dengan mensupervisi pekerjaan yang dilakukan oleh tenaga kependidikan.

Persamaan penelitian tersebut dengan penelitian yang dilakukan sekarang adalah sama-sama meneliti tentang pendidik dan tenaga kependidikan, metode penelitian yang digunakan sama-sama menggunakan metode penelitian kualitatif.

Sedangkan perbedaanya ialah, jika dalam penelitian tersebut meneliti tentang peran kepala sekolah, maka dalam penelitian ini ialah lebih ke pengelolaan pendidik dan tenaga kependidikannya, lokasi penelitian, dan fokus penelitian.

Kedua, Tesis Mahpud, 2010, dengan judul “Implementasi Manajemen Berbasis Sekolah Dalam Bidang Tenaga Pendidik dan Kependidikan di Madrasah Tsanawiyah Islamiyah wongsorejo banyuwangi.25

Hasil penelitian Mahpud menyebutkan bahwa: 1) perencanaan tenaga penddiik dan kependidikan di MTs Islamiyah Wongsorejo Banyuwangi telah mengikuti prosedur manajemen berbasis sekolah dengan tahapan analisis kebutuhan sampai pada tindakan-tindakan yang mempertimbangkan hasil analisis kebutuhan, 2) implementasi manajemen tenaga pendidik dan kependidikan yang dilakukan di MTs Islamiyah Wongsorejo meliputi rekrutmen tenaga pendidik dan kependidikan, seleksi penempatan, serta pengembangan dan pelatihan yang melibatkan tidak hanya internal lembaga MTs Islamiyah Wongsorejo Banyuwangi. dan 3) monitoring dan evaluasi

25 Mahpud, Tesis, Implementasi manajemen berbasis sekolah dalam bidang tenaga pendidik dan kependidikan di madrasah tsanawiyah islamiyah wongsorejo banyuwangi, (IAIN JEMBER:

Jember, 2010)

(32)

tenaga pendidik dan kependidikan dilakukan secara simultan oleh internal lembaga MTs Islamiyah Wongsorejo dan pihak ekseternal yang terkait dan kompeten di bidang monitoring dan evaluasi seperti pengawas departemen agama.

Persamaan penelitian tersebut dengan penelitian yang dilakukan sekarang adalah sama-sama meneliti tentang pendidik dan tenaga kependidikan, metode penelitian yang digunakan sama-sama menggunakan metode penelitian kualitatif. Sedangkan perbedaanya ialah, jika dalam penelitian tersebut meneliti tentang implementasi manajemen berbasis sekolah, maka dalam penelitian ini ialah manajemen pendidik dan tenaga kependidikan, lokasi penelitian, dan fokus penelitian

Ketiga, Jurnal Jauharotul Muniroh, Muhyadi, Manajemen Pendidik dan Tenaga Kependidikan di Madrasah Aliyah Negeri Kota Yogyakarta.26

Hasil penelitian tersebut ialah: 1) manajemen pendidik dan tenaga kependidikan honorer di MAN Kota Yogyakarta, terkait dalam melakukan perencanaan pendidik dan tenaga kependidikan honorer yang berkualitas dengan cara mengusulkan dari bottom-up yaitu dari madrasah ke Kantor Wilayah Kementrian Agama. 2) Dalam melakukan perekrutan pendidik honorer dengan mempertimbangkan kualifikasi penerimaan sehingga mampu memperoleh pendidik yang berkompeten sesuai dengan mata pelajaran yang diampu; kualifikasi pendidik honorer tersebut meliputi:

kualifikasi pendidik minimal jenjang S1, pendidik memenuhi tingkat

26 Jauharotul Muniroh, Muhyadi, Jurnal, Manajemen Pendidik Dan Tenaga Kependidikan Di Madrasah Aliyah Negeri Kota Yogyakarta. (Universitas Negeri Yogyakarta: Yogyakarta, 2017)

(33)

kewenangan dan kesesuaian berdasarkan sertifikat pendidik, pendidik memiliki sertifikat kompetensi, pendidik mampu menggunakan ICT dalam PBM dengan berbasis internet dan model Blogger, memiliki pengetahuan dan pengalaman yang dibutuhkan. 3) dalam mencapai tujuan madrasah yang diharapkan, MAN Kota memperhatikan penempatan pendidik meliputi: pendidik berkisar 90 % sudah sesuai latar belakang pendidikan dengan mata pelajaran yang diampu, Pendidik berstatus PNS berkisar 89%, sedangkan Honorer 11%, 4) dalam kegiatan pengembangan MAN Kota Yogyakarta secara maksimal dalam meningkatkan kualitas pendidik sehingga visi misi madrasah tercapai, adapun pengembangan yang secara garis besar sebagai berikut: pertemuaan guru dalam rumpun mata pelajaran (MGMP), pelatihan PTK dan peningkatan kualitas guru IPS, IPA, Bahasa dan Agama, workshop penelitian ilmiah dan peningkatan pembelajaran guru, pelaksanaan pengembangan diri dalam MGMP Kemenag dan Dikbud, pendidikan dan pelatihan multimedia, pendampingan PTK dari LPMP dan PT, pelatihan Spiritual Quantum Learning (SQL), pelatihan strategi pembelajaran elearning, studi lanjut, kegiatan K3MA (Sosialisasi, Bimbingan teknis, kegiatan kompetisi madrasah, seminar/lokakarya).

Persamaan penelitian tersebut dengan penelitian yang dilakukan sekarang adalah sama-sama meneliti tentang Manajemen Pendidik Dan Tenaga Kependidikan, metode penelitian yang digunakan sama-sama menggunakan metode penelitian kualitatif. Sedangkan perbedaanya ialah, jika dalam penelitian tersebut meneliti tentang Manajemen Pendidik Dan

(34)

Tenaga Kependidikan, maka dalam penelitian ini ialah manajemen pendidik dan tenaga kependidikan profesional, lokasi penelitian, dan fokus penelitian, serta jenis penelitian tersebut menggunakan fenomenologi.

Keempat, Jurnal Nurlindah, 2020, dengan judul “Manajemen Pendidik dan Tenaga Kependidikan dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan di MTs Al-Mansur Biangloe Kabupaten Bantaeng.27

Hasil penelitian Nurlindah menyebutkan bahwa: hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan pengadaan pendidik dan tenaga kependidikan di MTs Al-Mansur Biangloe Kabupaten Bantaeng merupakan kegiatan yang dilakukan oleh kepala madrasah sebelum merekrut pendidik dan tenaga kependidikan yaitu dengan melihat latar belakang pendidikan pelamar dan kebutuhan madrasah. Perencanaan pendidik dan tenaga kependidikan merupakan kegiatan untuk menentukan kebutuhan tenaga kependidikan, baik secara kuantitatif maupun kualitatif untuk sekarang dan masa depan.

Persamaan penelitian tersebut dengan penelitian yang dilakukan sekarang adalah sama-sama meneliti tentang pendidik dan tenaga kependidikan, metode penelitian yang digunakan sama-sama menggunakan metode penelitian kualitatif. Sedangkan perbedaanya ialah, dalam penelitian tersebut meneliti tentang manajemen pendidik dan tenaga kependidikan dalam meningkatkan mutu pendidikan, maka dalam

27 Nurliyah, Jurnal, Manajemen pendidik dan tenaga kependidikan dalam meningkatkan mutu pendidikan di MTs Al-Mansur Biangloe Kabupaten Bantaeng, (Universitas Negeri Bandung:

Bandung, 2020)

(35)

penelitian ini ialah manajemen pendidik dan tenaga kependidikan profesional, lokasi penelitian, dan fokus penelitian.

Kelima, Tesis, Ahmad Shopi, Implementasi Manajemen Tenaga Kependidikan dalam Meningkatkan Kinerja Tata Usaha Di SMAN 1 Batusangkar.28

Hasil penelitian tersebut ialah: (1) Perencanaan untuk meningkatkan kinerja tenaga kependidikan di SMAN 1 Batusangkar dengan membuat dan menyusun program kerja tenaga kependidikan, kemudian membagi tugas masing-masing tenaga kependidikan tersebut sesuai dengan kemampuan yang mereka miliki. (2) Pelaksanaan manajemen tenaga kependidikan dilakukan dengan cara menetapkan tenaga kependidikan pada setiap bidang pekerjaan sesuai dengan kemampuan yang mereka miliki, akan tetapi masih banyak tenaga kependidikan yang belum menguasai pekerjaan mereka di karenakan kurangnya skill dan kemampuan mereka terutama dalam penggunaan komputer. (3) Pengawasan tenaga kependidikan dilakukan oleh kepala sekolah dan dilakukan setiap hari kerja.

Persamaan penelitian tersebut dengan penelitian yang dilakukan sekarang adalah sama-sama meneliti tentang Manajemen Pendidik Dan Tenaga Kependidikan, metode penelitian yang digunakan sama-sama menggunakan metode penelitian kualitatif. Sedangkan perbedaanya ialah, dalam penelitian tersebut meneliti tentang implementasi manajemen

28 Ahmad Shopi, Tesis, Implementasi Manajemen Tenaga Kependidikan Dalam meningkatkan Kinerja Tata Usaha Di Sman 1 Batusangkar. (Universitas Negeri Yogyakarta:Batusangkara, 2017)

(36)

tenaga kependidikan dalam meningkatkan kinerja tata usaha di Sman 1 Batusangkar, namun dalam penelitian yang dilakukan peneliti ini ialah manajemen pendidik dan tenaga kependidikan profesional, lokasi penelitian, dan fokus penelitian, serta jenis penelitian tersebut menggunakan fenomenologi.

Keenam, Tesis, Dahliah, Manajemen Tenaga Pendidik Madrasah Ibtidaiyah Plus Ja-Alhaq Kota Bengkulu.29

Hasil penelitian tersebut ialah: Pertama, perencanaan tenaga pendidik Madrasah Ibtidaiyah Plus Ja-alhaq Kota Bengkulu berjalan dengan baik yakni merekrut tenaga pendidik di Madrasah Ibtidaiyah Plus Ja-alhaq Kota Bengkulu dengan menyeleksi administrasi berkas lamaran pekerjaan dan tes kemampuan baca al-Qur’an serta tes micro teaching.Kedua, pelaksananaan tenaga pendidik di Madrasah Ibtidaiyah Plus Ja-alhaq Kota Bengkulu melalui pembinaan dari yayasan dua kali sebulan, pelatihan kurikulum 2013 dan seminar pengembangan mutu guru.

Ketiga, kepala sekolah mengontrol tenaga pendidik dengan cara berkeliling ke ruang belajar selama proses pembelajaran berlangsung, memeriksa absensi tenaga pendidik melalui finger print, dan jurnal pembelajaran di dalam kelas.

Persamaan penelitian tersebut dengan penelitian yang dilakukan sekarang adalah sama-sama meneliti tentang Manajemen tenaga Pendidik, metode penelitian yang digunakan sama-sama menggunakan metode

29 Dahliah, Tesis, Manajemen Tenaga Pendidik Madrasah Ibtidaiyah Plus Ja-Alhaq Kota Bengkulu. (Universitas Bengkulu: Bengkulu, 2020)

(37)

penelitian kualitatif. Sedangkan perbedaanya ialah, dalam penelitian tersebut meneliti tentang Implementasi Manajemen Tenaga Pendidik, namun dalam penelitian yang dilakukan peneliti ini ialah manajemen pendidik dan tenaga kependidikan profesional.

Ketujuh, Tesis, Neti Karnati tentang Implementasi Manajemen Pendidik dan Tenaga Kependidikan Berbasis Sekolah dalam Meningkatkan Mutu Sekolah Dasar di Kota Bekasi.

Hasil penelitian; (1) Perencanaan Implementasi Manajemen Pendidik dan Tenaga Kependidikan Berbasis Sekolah dalam Meningkatkan Mutu Sekolah Dasar dengan membuat dan menyusun program kerja tenaga kependidikan, kemudian membagi tugas masing-masing tenaga kependidikan tersebut sesuai dengan kemampuan yang mereka miliki. (2) Pelaksanaan manajemen tenaga kependidikan dilakukan dengan cara menetapkan tenaga kependidikan pada setiap bidang pekerjaan sesuai dengan kemampuan yang mereka miliki, akan tetapi masih banyak tenaga kependidikan yang belum menguasai pekerjaan mereka di karenakan kurangnya skill dan kemampuan mereka terutama dalam penggunaan komputer.

Persamaan penelitian tersebut dengan penelitian yang dilakukan sekarang adalah sama-sama meneliti tentang Manajemen Pendidik Dan Tenaga Kependidikan, metode penelitian yang digunakan sama-sama menggunakan metode penelitian kualitatif. Sedangkan perbedaanya ialah, dalam penelitian tersebut meneliti tentang Implementasi Manajemen

(38)

Pendidik dan Tenaga Kependidikan Berbasis Sekolah dalam Meningkatkan Mutu Sekolah Dasar, namun dalam penelitian yang dilakukan peneliti ini ialah manajemen pendidik dan tenaga kependidikan profesional.

Kedelapan, Tesis, Penelitian yang dilakukan oleh Cyndy Liasna Ginting tentang Implementasi Manajemen Tenaga Kependidikan di Madrasah Tsanawiyah Hifzil Qur’an UIN Sumatera Utara Medan.30

Dari hasil penelitian ini ada beberapa persamaan dengan penelitian yang akan peneliti lakukan di SMAN 1 Batusangkar yaitu sama-sama membahas tentang Tenaga Kependidikan, akan tetapi pada penelitian yang dilakukan oleh Cyndy ini mengarah kepada Manajemen Tenaga Pendidik (Guru), Pengangkatan Tenaga Kependidikan, dan penelitian ini bertempat di Madrasah Tsanawiyah. Sedangkan penelitian yang akan peneliti lakukan di SMP Royatul Islam membahas tentang Perencanaan, Rekrutmen, Seleksi, Pelatihan dan Pengembangan.

Kesembilan, Tesis, Anggraeini, Penelitian yang dilakukan oleh Anggraini, tentang Implementasi Manajemen SDM Tenaga Kependidikan di MAN 2 Bandar Lampung.31

Dari hasil penelitian ini ada beberapa persamaan dengan penelitian yang akan peneliti lakukan di MAN 2 Bandar Lampung yaitu sama-sama membahas tentang manajemen tenaga kependidikan, namun ada beberapa

30 Cyndy Liasna Ginting, Tesis, Implementasi Manajemen Tenaga Kependidikan di Madrasah Tsanawiyah Hifzil Qur’an UIN Sumatera Utara Medan (Universitas Sumatera: Sumatera, 2017)

31 Anggraeini, Tesis, Implementasi Manajemen SDM Tenaga Kependidikan di MAN 2 Bandar Lampung. (Universitas Lampung: Lampung, 2018)

(39)

perbedaan yaitu penelitian yang dilakukan oleh Anggraini ini membahas tentang Etos Kerja, Kerja Sama Tim dan Pendidikan dan Pelatihan.

Sedangkan penelitian yang akan peneliti lakukan di SMP Royatul Islam membahas tentang Perencanaan, Rekrutmen, Seleksi, Pelatihan dan Pengembangan.

Kesepuluh, Tesis, Hamzah Nur dengan judul Pendidik dan Tenaga Pendidikan di MAN 2 Bandung.32

Dari hasil penelitian ini Pendidik dan tenaga kependidikan bisa menerapkan budaya akademik, mentransformasi budaya belajar, dan mengarahkan peserta didik untuk dapat melestarikan dan mengkritisi budaya sebagai identitas bangsa.Perhatian dan pengembangan kualitas pendidik dan tenaga kependidikan hendaknya dilaksanakan secara sungguh-sungguh. Selama pemerintah tidak sungguh-sungguh mewujudkan pandangan-pandangan dalam pengembangan kualitas pendidik dan tenaga kependidikan, bisa dipastikan bahwa mutu pendidikan stagnan dan bahkan menurun.

Persamaan dalam penelitian ini adalah sama-sama membahas tentang pengelolaan tenaga pendidik. Sedangkan perbedaanya penelitian yang akan dilakukan tidak hanya membahas tentang tenaga pendidik (Tenaga Pendidik) namun juga mengkaji tenaga kependidikan (TU sekolah) dalam mengelola admnistrasi sekolah. Sebab tenaga kependidikan merupakan salah satu komponen yang menjadi perhatian

32 Hamzah, Tesis, Pendidik dan Tenaga Pendidikan (Universitas Yogyakarta: Yogyakarta, 2019)

(40)

bagi sekolah untuk ditingkatkan keprofesionalannya dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya.33

Berdasarkan deskripsi penelitian terdahulu di atas, maka lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut;

Tabel 2.1

Persamaan dan perbedaan penelitian No Nama dan judul

penelitian

Persamaan Perbedaan Orisionalitas 1 Moh. Munawir,

2013, dengan judul “Peran Kepala Madrasah Dalam

Meningkatkan Profesionalisme Tenaga

Pendidikan dan Tenaga

Kependidikan di Madrasah Ibtidaiyah Al Hikmah Podomasan Kecamatan Jombang Kabupaten Jember tahun pelajaran 2012/2013.

.

sama-sama meneliti tentang pendidik dan tenaga

kependidikan, metode

penelitian yang digunakan sama-sama menggunakan metode penelitian kualitatif.

penelitian yang dilakukan sekarang adalah sama-sama meneliti tentang pendidik dan tenaga

kependidikan, metode

penelitian yang digunakan sama-sama menggunakan metode penelitian kualitatif.

dalam penelitian tersebut meneliti tentang peran kepala sekolah, maka dalam penelitian ini ialah lebih ke pengelolaan pendidik dan tenaga

kependidikann ya, lokasi penelitian, dan fokus

penelitian.

peran kepala madrasah sebagai administrator memiliki tanggungjawab sebagai

pemimpin di bidang pengajaran, pengembangan kurikulum, administrasi kesiswaan, administrassi personalia staf, hubungan masyarakat, administrasi school plan, dan perlengkapan serta organisasi madrasah

33 Mahpud, Tesis, Implementasi manajemen berbasis sekolah dalam bidang tenaga pendidik dan kependidikan di madrasah tsanawiyah islamiyah wongsorejo banyuwangi, (IAIN JEMBER:

Jember, 2010)

(41)

2 Mahpud, 2010, dengan judul

“Implementasi Manajemen Berbasis Sekolah Dalam Bidang Tenaga Pendidik dan

Kependidikan di Madrasah Tsanawiyah Islamiyah wongsorejo banyuwangi

sama-sama meneliti tentang pendidik dan tenaga

kependidikan, metode

penelitian yang digunakan sama-sama menggunakan metode penelitian kualitatif.

dalam penelitian tersebut meneliti tentang implementasi manajemen berbasis sekolah, maka dalam

penelitian ini ialah

manajemen pendidik dan tenaga

kependidikan, lokasi

penelitian, dan fokus

penelitian

perencanaan tenaga penddiik dan

kependidikan di MTs Islamiyah Wongsorejo Banyuwangi telah mengikuti prosedur manajemen berbasis sekolah dengan tahapan analisis

kebutuhan sampai pada tindakan- tindakan yang mempertimbang kan hasil analisis kebutuhan 3 Muniroh,

Muhyadi, Manajemen Pendidik dan Tenaga

Kependidikan di Madrasah Aliyah Negeri Kota Yogyakarta.

sama-sama meneliti tentang Manajemen Pendidik Dan Tenaga

Kependidikan, metode

penelitian yang digunakan sama-sama menggunakan metode penelitian kualitatif.

dalam penelitian tersebut meneliti tentang Manajemen Pendidik Dan Tenaga

Kependidikan, maka dalam penelitian ini ialah

manajemen pendidik dan tenaga kependidikan profesional, lokasi

penelitian, dan fokus

penelitian, serta jenis penelitian tersebut menggunakan

manajemen pendidik dan tenaga kependidikan honorer di MAN Kota Yogyakarta, terkait dalam melakukan perencanaan pendidik dan tenaga kependidikan honorer yang berkualitas dengan cara mengusulkan dari bottom-up yaitu dari madrasah ke Kantor Wilayah Kementrian Agama.

(42)

fenomenologi 4 Nurlindah, 2020,

dengan judul

“Manajemen Pendidik dan Tenaga Kependidikan dalam

Meningkatkan Mutu Pendidikan di MTs Al- Mansur Biangloe Kabupaten Bantaeng

sama-sama meneliti tentang pendidik dan tenaga

kependidikan, metode

penelitian yang digunakan sama-sama menggunakan metode penelitian kualitatif.

penelitian tersebut meneliti tentang manajemen pendidik dan tenaga kependidikan dalam

meningkatkan mutu

pendidikan, maka dalam penelitian ini ialah

manajemen pendidik dan tenaga kependidikan profesional, lokasi

penelitian, dan fokus

penelitian.

hasil penelitian menunjukkan

Gambar

Gambar 1.1 : Analisis Model Miles dan Huberman  Langkah-langkah analisis data dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
Tabel 4.1  Temuan penelitian

Referensi

Dokumen terkait

Pemberhentian tenaga kependidikan merupakan proses yang membuat seseorang tenaga kependidikan tidak dapat lagi melaksanakan tugas pekerjaan atau fungsi jabatannya

Sehingga kepada pendidik dan tenaga kependidikan pihak PAUD IT Alhamdulillah memberikan standar berupa minimal lulusan dan mengiikutsertakan guru dalam melakukan

Untuk meningkatkan mutu tenaga kependidikan, implementasi dari rangkaian proses manajemen tenaga kependidikan seperti, pengadaan tenaga kependidikan, pengangkatan dan penempatan

Di MTs Al-Mansur Biangloe Kabupaten Bantaeng dalam hal peningkatan mutu pendidikan melalui manajemen pendidik dan tenaga kependidikan, ditemukan berbagai upaya yang

menelaah berbagai kasus yang terkait dengan pengelolaan T enaga Administrasi Sekolah.. Pengelolaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan | 17 Setelah mengikuti pembelajaran

Pendidik adalah tenaga kependidikan yang berkualifikasi sebagai dosen yang sesuai dengan kekhususannya, dan berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikan.. Tenaga

Jadi, Manajemen sumber daya manusia pada dasarnya me- rupakan integrasi keputusan yang mem- bentuk hubungan antar tenaga kerja (pen- didik dan tenaga kependidikan)

Panduan langkah demi langkah untuk mengajukan NUPTK bagi pendidik dan tenaga kependidikan di satuan pendidikan diniyah formal melalui laman Verval