• Tidak ada hasil yang ditemukan

Manusia dan Ketegangan Determinisme serta Kebebasan

N/A
N/A
Fitriana Tanjaya

Academic year: 2024

Membagikan "Manusia dan Ketegangan Determinisme serta Kebebasan"

Copied!
27
0
0

Teks penuh

(1)

Manusia dalam Tegangan Determinisme dan

Kebebasan

Kristoforus Sri R.K.N, M.Phil

(2)

Pertanyaan utama dalam pertemuan kali ini;

Apakah manusia bebas?

Bebaskah kita?

(3)

Buku Inspirasi;

Ilham Dilman,

Free Will: A Historical

and Philosophical Introduction,

London, Routledge, 1999.

(4)

Beragam jawaban atas pertanyaan di atas;

Banyak filsuf yang berpendapat, bahwa manusia tidak bebas.

Namun banyak juga yang berpendapat, bahwa

manusia bebas.

Masing-masing filsuf punya argumentasinya sendiri.

Kita akan mencoba untuk memahaminya.

(5)

Argumen umum Determinisme

Manusia ditentukan oleh faktor luar dirinya

Faktor luar manusia itu menguasai manusia

sepenuhnya sehingga manusia tidak berkuasa atas diri dan hidupnya

Manusia tidak menentukan dirinya sendiri

Manusia tidak bebas

Manusia tidak bisa dituntut pertanggungan jawab atas tindakannya karena ia bukan penentu

tindakannya

(6)

Argumen pendukung kebebasan

Seseorang pada dasarnya menentukan diri:

Kesadaran bahwa manusia membuat berbagai pertimbangan saat memutuskan

Kenyataan adanya godaan moral saat memutuskan sesuatu

Kenyataan bahwa orang sadar bertindak secara sengaja

Kita memang dipengaruhi oleh faktor luar, namun tidak ditentukan olehnya (sebagaimana argumen determinisme)

(7)

MANUSIA TIDAK BEBAS!

Determinisme yakni paham yang

berpendapat, bahwa manusia selalu

dipengaruhi oleh faktor-faktor di luar dirinya, seperti orang lain, masyarakat,

alam, dan Tuhan.

(8)

Argumen dari Sains (Ilmu

Pengetahuan)

Manusia dipengaruhi oleh hukum-hukum alam

(fisika).

Manusia dipengaruhi oleh perputaran ekonomi

(ekonomi)

Manusia dipengaruhi masyarakat (sosiologi)

Manusia dipengaruhi jiwa internalnya (psikologi)

Manusia dipengaruhi oleh budayanya (antropologi)

Manusia dipengaruhi aturan (hukum)

(9)

Argumen dari Agama dan Teologi

Agama adalah kepercayaan kepada Tuhan yang telah membuka dirinya di dalam suatu tradisi, dan kemudian diinstitusionalisasikan di dalam organisasi resmi.

Teologi adalah ilmu tentang Tuhan dengan berdasar

pada agama tertentu.

(10)

Mengapa Agama dan Teologi

membuat manusia menjadi tidak bebas?

Beberapa filsuf berpendapat bahwa jika Tuhan mengetahui takdir manusia (dan bahkan menentukan takdir manusia), maka manusia tidak bebas.

Jika Tuhan sudah tahu

semuanya, maka manusia tidak bebas, karena hidup manusia ditentukan oleh Tuhan.

Kebebasan tidak ada karena semuanya sudah ditentukan oleh Tuhan.

(11)

Argumen Sigmund Freud

Ia lahir 1856 dan meninggal 1939.

Ia lahir dan bekerja di Austria

Ia adalah seorang psikiater

Ia mendirikan aliran psikoanalisis

Baginya setiap pribadi manusia memiliki tiga aspek

(12)

Aspek Pribadi Pertama= ID

Id adalah dorongan liar

Nafsu dan hasrat yang tak terkendali ada di dalamnya

Id punya dorongan untuk meraih kenikmatan

Id tidak peduli aturan

(13)

Aspek pribadi kedua: EGO

Ego adalah inti diri manusia

Ego adalah elemen pembuat keputusan

Ego adalah

kesadaran manusia

(14)

Aspek pribadi ketiga; SUPER EGO

Super ego adalah

kumpulan ajaran sedari kita kecil

Ajaran orang tua

Ajaran sekolah

Ajaran agama

Ajaran masyarakat

Fungsinya adalah sebagai rem bagi tindakan

manusia

(15)

Apa hubungan ketiga konsep itu bagi manusia?

Manusia didikte oleh id-nya

Manusia didikte oleh super egonya

Ego (yang merupakan inti kesadaran manusia) harus

mengimbangi id dan super ego.

Faktanya manusia tidak pernah seimbang

Ia cenderung ke id atau ke super ego

(16)

Freud juga bilang:

Manusia memiliki

elemen sadar (ingat dan tahu)

Dan elemen tidak sadar (tidak ingat dan tidak tahu)

Elemen tidak sadar ini jauh lebih besar dan menentukan manusia.

Manusia dijajah ketidaksadarannya sendiri

(17)

Kesimpulan pandangan Freud:

Ego manusia harus mengabdi dan

menyesuaikan diri

dengan nafsu liar (id) dan aturan-aturan

yang dimilikinya sejak kecil (super ego).

Manusia dijajah oleh ketidaksadarannya.

Manusia tidak bebas.

(18)

Pandangan Karl Marx (1818-1883, Jerman);

Manusia dijajah oleh struktur sosial ekonomi.

Budaya, pendidikan, seni, filsafat, dan hukum hanya merupakan budak dari

ekonomi.

Dapat juga dikatakan bahwa manusia adalah mahluk ekonomi

Manusia tidak bebas.

(19)

Pandangan Anthony Giddens (1938-, Inggris);

Manusia membentuk struktur sosial (bahasa, lalu lintas, hukum,

pendidikan).

Namun kini struktur sosial dominan dan menjajah manusia

Manusia tidak bebas dihadapan struktur

sosial yang dibentuknya sendiri.

(20)

Pandangan Pierre Bourdieu (1930-2002, Prancis);

Manusia dibentuk oleh kultur

Bentukan itu menciptakan habitus (kebiasaan)

manusia

Manusia tidak bisa lepas dari habitusnya sendiri

Manusia diperbudak oleh habitusnya

Manusia tidak bebas

(21)

Lalu bagaimana?

Apakah manusia bebas?

Bebaskah kita?

(22)

MANUSIA BEBAS!

Ada beberapa filsuf besar dalam sejarah yang berpendapat, bahwa manusia itu pada dasarnya bebas.

Pandangan mereka berada di level

abstraksi.

Coba kita pahami

pandangan-pandangan mereka.

(23)

Pandangan Rene Descartes (1596-1650, Prancis);

Aku berpikir maka aku ada.

Pikiran menentukan keberadaan manusia

Pikiran juga yang bisa mengetahui, bahwa manusia tidak bebas.

Pengetahuan bahwa kita tidak bebas menandakan, bahwa kita bebas.

Argumentasi Descartes berbau matematika dan logika.

(24)

Pandangan G.E Moore (1873-1958, Inggris)

Manusia bebas karena ia mampu bertindak lain.

Ia tidak mekanis seperti hewan.

Ia tidak dapat ditebak

(25)

Pandangan Jean-Paul Sartre (1905-1980, Prancis);

Manusia pada dasarnya bebas

Keberadaannya berbeda dengan keberadaan

hewan atau benda-benda

Keberadaan manusia terus menjadi

Manusia adalah suatu proyek yang belum jadi

Manusia adalah

kemungkinan yang tak terbatas

(26)

Kesimpulan;

Tidak bebas Bebas

SIGMUND FREUD ANTHONY

GIDDENS KARL MARX

PIERRE BOURDIEU

RENE DESCARTES G.E. MOORE

JEAN-PAUL SARTRE

VS

(27)

Untuk direnungkan;

Apakah pendapat anda tentang problem bebas atau tidaknya manusia?

Mengapa anda

menjawab seperti itu?

Referensi

Dokumen terkait

Menarik persoalan ini ke dunia masa kini dimana pertikaian demi pertikaian terjadi di bumi manusia ini tanpa pernah diketahui oleh siapa pun kapan akan berakhir, selayaknya

Selanjutnya ia mengatakan, sekalipun manusia merdeka tidak tunduk/serah terhadap dunia sekitarnya, manusia masih dan mesti tunduk kepada kebenaran,

Isu hak asasi manusia sering menjadi pertikaian dalam kalangan pelbagai pihak terutamanya apabila menyentuh perkara sensitif berkaitan dengan kebebasan

Determinisme teknologi ditambah simulacra menjadikan hyper ritualitas tak terbendung lagi, sayangnya pada agama Hindu Nusantara, konsep akan Mandala, Yantra dan Kala masih menjadi

Pembatasan yang dijinkan pada Kebebasan Eksternal: Kebebasan untuk menjalankan agama atau kepercayaan seseorang hanya dapat dibatasi oleh undang-undang, dan itupun semata-mata

Manusia sebagai individu yang paripurna, ketika menghadap Tuhan di kehidupan yang akan datang akan bertanggung jawab atas apa yang ia lakukan, dan oleh karena itu kebebasan

Berdasarkan UU RI No 39 Tahun 1999 Tentang Hak Asasi Manusia Bab 1 Pasal 1 menyebutkan bahwa Hak Asasi Manusia adalah seperangkat hak yang melekat pada hakikat dan keberadaan manusia

Kesimpulan Hak kebebasan berserikat merupakan hak asasi manusia yang kemudian dimasukkan dalam UUD NRI 1945, salah satu bentuk implementasi dari hak kebebasan berserikat, yaitu