Manusia dalam Tegangan Determinisme dan
Kebebasan
Kristoforus Sri R.K.N, M.Phil
Pertanyaan utama dalam pertemuan kali ini;
Apakah manusia bebas?
Bebaskah kita?
Buku Inspirasi;
Ilham Dilman,
Free Will: A Historical
and Philosophical Introduction,
London, Routledge, 1999.
Beragam jawaban atas pertanyaan di atas;
Banyak filsuf yang berpendapat, bahwa manusia tidak bebas.
Namun banyak juga yang berpendapat, bahwa
manusia bebas.
Masing-masing filsuf punya argumentasinya sendiri.
Kita akan mencoba untuk memahaminya.
Argumen umum Determinisme
Manusia ditentukan oleh faktor luar dirinya
Faktor luar manusia itu menguasai manusia
sepenuhnya sehingga manusia tidak berkuasa atas diri dan hidupnya
Manusia tidak menentukan dirinya sendiri
Manusia tidak bebas
Manusia tidak bisa dituntut pertanggungan jawab atas tindakannya karena ia bukan penentu
tindakannya
Argumen pendukung kebebasan
Seseorang pada dasarnya menentukan diri:
Kesadaran bahwa manusia membuat berbagai pertimbangan saat memutuskan
Kenyataan adanya godaan moral saat memutuskan sesuatu
Kenyataan bahwa orang sadar bertindak secara sengaja
Kita memang dipengaruhi oleh faktor luar, namun tidak ditentukan olehnya (sebagaimana argumen determinisme)
MANUSIA TIDAK BEBAS!
Determinisme yakni paham yang
berpendapat, bahwa manusia selalu
dipengaruhi oleh faktor-faktor di luar dirinya, seperti orang lain, masyarakat,
alam, dan Tuhan.
Argumen dari Sains (Ilmu
Pengetahuan)
Manusia dipengaruhi oleh hukum-hukum alam(fisika).
Manusia dipengaruhi oleh perputaran ekonomi
(ekonomi)
Manusia dipengaruhi masyarakat (sosiologi)
Manusia dipengaruhi jiwa internalnya (psikologi)
Manusia dipengaruhi oleh budayanya (antropologi)
Manusia dipengaruhi aturan (hukum)
Argumen dari Agama dan Teologi
Agama adalah kepercayaan kepada Tuhan yang telah membuka dirinya di dalam suatu tradisi, dan kemudian diinstitusionalisasikan di dalam organisasi resmi.
Teologi adalah ilmu tentang Tuhan dengan berdasar
pada agama tertentu.
Mengapa Agama dan Teologi
membuat manusia menjadi tidak bebas?
Beberapa filsuf berpendapat bahwa jika Tuhan mengetahui takdir manusia (dan bahkan menentukan takdir manusia), maka manusia tidak bebas.
Jika Tuhan sudah tahu
semuanya, maka manusia tidak bebas, karena hidup manusia ditentukan oleh Tuhan.
Kebebasan tidak ada karena semuanya sudah ditentukan oleh Tuhan.
Argumen Sigmund Freud
Ia lahir 1856 dan meninggal 1939.
Ia lahir dan bekerja di Austria
Ia adalah seorang psikiater
Ia mendirikan aliran psikoanalisis
Baginya setiap pribadi manusia memiliki tiga aspek
Aspek Pribadi Pertama= ID
Id adalah dorongan liar
Nafsu dan hasrat yang tak terkendali ada di dalamnya
Id punya dorongan untuk meraih kenikmatan
Id tidak peduli aturan
Aspek pribadi kedua: EGO
Ego adalah inti diri manusia
Ego adalah elemen pembuat keputusan
Ego adalah
kesadaran manusia
Aspek pribadi ketiga; SUPER EGO
Super ego adalah
kumpulan ajaran sedari kita kecil
Ajaran orang tua
Ajaran sekolah
Ajaran agama
Ajaran masyarakat
Fungsinya adalah sebagai rem bagi tindakan
manusia
Apa hubungan ketiga konsep itu bagi manusia?
Manusia didikte oleh id-nya
Manusia didikte oleh super egonya
Ego (yang merupakan inti kesadaran manusia) harus
mengimbangi id dan super ego.
Faktanya manusia tidak pernah seimbang
Ia cenderung ke id atau ke super ego
Freud juga bilang:
Manusia memiliki
elemen sadar (ingat dan tahu)
Dan elemen tidak sadar (tidak ingat dan tidak tahu)
Elemen tidak sadar ini jauh lebih besar dan menentukan manusia.
Manusia dijajah ketidaksadarannya sendiri
Kesimpulan pandangan Freud:
Ego manusia harus mengabdi dan
menyesuaikan diri
dengan nafsu liar (id) dan aturan-aturan
yang dimilikinya sejak kecil (super ego).
Manusia dijajah oleh ketidaksadarannya.
Manusia tidak bebas.
Pandangan Karl Marx (1818-1883, Jerman);
Manusia dijajah oleh struktur sosial ekonomi.
Budaya, pendidikan, seni, filsafat, dan hukum hanya merupakan budak dari
ekonomi.
Dapat juga dikatakan bahwa manusia adalah mahluk ekonomi
Manusia tidak bebas.
Pandangan Anthony Giddens (1938-, Inggris);
Manusia membentuk struktur sosial (bahasa, lalu lintas, hukum,
pendidikan).
Namun kini struktur sosial dominan dan menjajah manusia
Manusia tidak bebas dihadapan struktur
sosial yang dibentuknya sendiri.
Pandangan Pierre Bourdieu (1930-2002, Prancis);
Manusia dibentuk oleh kultur
Bentukan itu menciptakan habitus (kebiasaan)
manusia
Manusia tidak bisa lepas dari habitusnya sendiri
Manusia diperbudak oleh habitusnya
Manusia tidak bebas
Lalu bagaimana?
Apakah manusia bebas?
Bebaskah kita?
MANUSIA BEBAS!
Ada beberapa filsuf besar dalam sejarah yang berpendapat, bahwa manusia itu pada dasarnya bebas.
Pandangan mereka berada di level
abstraksi.
Coba kita pahami
pandangan-pandangan mereka.
Pandangan Rene Descartes (1596-1650, Prancis);
Aku berpikir maka aku ada.
Pikiran menentukan keberadaan manusia
Pikiran juga yang bisa mengetahui, bahwa manusia tidak bebas.
Pengetahuan bahwa kita tidak bebas menandakan, bahwa kita bebas.
Argumentasi Descartes berbau matematika dan logika.
Pandangan G.E Moore (1873-1958, Inggris)
Manusia bebas karena ia mampu bertindak lain.
Ia tidak mekanis seperti hewan.
Ia tidak dapat ditebak
Pandangan Jean-Paul Sartre (1905-1980, Prancis);
Manusia pada dasarnya bebas
Keberadaannya berbeda dengan keberadaan
hewan atau benda-benda
Keberadaan manusia terus menjadi
Manusia adalah suatu proyek yang belum jadi
Manusia adalah
kemungkinan yang tak terbatas
Kesimpulan;
Tidak bebas Bebas
SIGMUND FREUD ANTHONY
GIDDENS KARL MARX
PIERRE BOURDIEU
RENE DESCARTES G.E. MOORE
JEAN-PAUL SARTRE
VS
Untuk direnungkan;
Apakah pendapat anda tentang problem bebas atau tidaknya manusia?
Mengapa anda
menjawab seperti itu?