• Tidak ada hasil yang ditemukan

Markisa Manis

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "Markisa Manis"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

2

TRUBUS - 619 Juni 2021/LII

buah

Markisa tumbuh liar di lereng Gunung Marapi, Sumatera Barat, merambati batang tusam. Cita

rasa buah manis.

Markisa Manis

dari Marapi

Sulur

markisa menjalar ke mana- mana di bawah rindang pohon tusam Pinus merkusii. Buah seukuran bola tenis menyembul di sela-sela daun. Warna kulit jingga amat kontras dengan hijaunya daun.

Markisa konyal Passiflora ligularis itu istimewa.

Bila buah berbobot 80 gram itu dibelah, tampak puluhan biji dan cairan putih yang manis.

Tingkat kemanisannya berkisar 16,5–17,7o Brix.

Bandingkan dengan tingkat kemanisan markisa konyal asal Alahanpanjang hanya 11-12 o Brix.

Masyarakat setempat menyebut buah anggota famili Passifloraceae itu markisa bukik batabuah. Harap mafhum, lokasi tumbuh di Nagari Bukik Batabuah, termasuk kawasan suaka alam (KSA) Marapi. Gunung aktif itu berketinggian 2.891 meter di atas permukaan laut (dpl) memisahkan Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanahdatar, Provinsi Sumatera Barat. Bukik Batabuah merupakan salah satu nagari yang berada di Kecamatan Canduang, Kabupaten Agam, berketinggian 950 meter di atas permukaan laut.

Tanaman produktif

Markisa konyal bukik batabuah berbuah sepanjang tahun, panen raya pada bulan Februari—April. Masyarakat mendatangi kawasan suaka alam itu untuk memetik markisa matang berkulit jingga. Saat muda buah berwarna ungu berbintik putih. Panjang buah 7,1 cm dan diameter 6,0 cm. Bentuk buah bervariasi dari bulat hingga agak lonjong.

Tanaman-tanaman itu memang tumbuh dengan sendirinya, tanpa dibudidayakan.

Tanaman tumbuh liar merambati cabang- cabang tusam hingga ketinggian 7 meter dari permukaan tanah. Pantas masyarakat tidak pernah memupuk atau perawatan lainnya.

(2)

3

TRUBUS - 619 Juni 2021/LII

buah

Lahan di sekitar Gunung Marapi subur karena merupakan tanah vulkanik. Belum ada penjelasan rinci sejak kapan markisa manis itu tumbuh dan berkembang di kawasan hutan.

Alah ado dari maso datuak kami’ (sudah ada dari zaman kakek kami, red),” kata masyarakat di sana.

Jika dibudidayakan sebagaimana di Kabupaten Solok, produktivitas markisa konyal rata-rata 100 kg per tanaman selama setahun.

Belum ada data pasti produktivitas markisa batabuah karena sulit memperkirakan total tanaman dan luas kawasan tumbuh markisa.

Pada saat panen raya, orang bisa memanjat hingga ke puncak tusam menggunakan batang- batang tanaman markisa yang saling membelit untuk memetik buah.

Masyarakat yang memanen markisa, biasanya menandai lokasi panen masing- masing. Panen dilakukan dengan cara memanjat atau menarik batangnya, memetik buah menggunakan pengait berkantong, dan memasukkan ke dalam karung mirip tas.

Mereka memanggul dan mengantarkan buah kepada pedagang pengumpul. Setiap orang bisa memetik hingga 30 kg per sekali panen.

Volume pemetikan makin besar ketika musim panen raya, mencapai 70 kg.

Konservasi

Markisa bukik batabuah ini jarang yang dijual ke pasar-pasar tradisional sekitar kabupaten Agam maupun Kota Bukittinggi. Harga jual di tingkat pedagang pengumpul Rp10.000 per kg terdiri atas 12 buah. Masyarakat membeli buah dan menikmatinya dengan cara membelah buah, menyendok biji dan cairannya, dan menambahkan es batu jika menginginkan sensasi dingin. Tanpa sirop pun, cita rasa markisa bukik batabuah sudah manis.

Markisa konyal batabuah salah satu keanekaragaman hayati Sumatera Barat.

Namun, hingga kini belum ada upaya konservasi atau pembudidayaan. Saat ini markisa ungu batabuah mulai sulit ditemui, berbeda dengan kondisi 2018. Saat itu relatif mudah mendapatkan markisa konyal batabuah. Jika eksploitasi berlebihan dan terus-menerus tanpa upaya konservasi, plasma nutfah berkurang dan bahkan bisa hilang.

Sementara itu ketinggian tempat menjadi pembatas untuk budidaya markisa dataran tinggi itu. Areal pertanian di sekitar lereng Gunung Marapi merupakan sentra produksi tanaman sayuran. Sementara itu Nagari Bukik Batabuah menjadi sentra tebu penghasil gula merah berkualitas tinggi. Oleh karena itu, konservasi menjadi sebuah keharusan agar spesies yang tumbuh liar itu tidak punah.

Selain markisa konyal yang memiliki cita rasa manis, kawasan hutan lereng Marapi juga menyimpan markisa berkulit ungu Passiflora edulis. Penampilan markisa ini mirip dengan markisa ungu yang ditemui di Nagari Bukik Sileh, Kabupaten Solok yang juga berketinggian 1.500 mdpl. Masyarakat setempat memanfaatkannya sebagai campuran obat. Mereka meminumnya bersama kocokan telur dan madu.

Paduan itu berkhasiat untuk menyembuhkan meriang dan meningkatkan imunitas. Markisa ungu memiliki citarasa masam dengan aroma kuat sehingga cocok untuk dijadikan sirop atau kordial. Sayangnya belum ada masyarakat Bukik Batabuah yang memanfaatkan dan mengolah markisa masam jenis ini menjadi sirop sebagaimana di Brastagi, provinsi Sumatera Utara. (Dr. P.K. Dewi Hayati, dosen Agroteknologi Universitas Andalas)

Hasil panen buah markisa dijual kepada pedagang pengumpul. Rata-rata pedagang pengumpul menerima sekitar 300 kg buah per hari. Pada saat panen raya pasokan meningkat hingga 500—600 kg per hari. Hal itu menunjukkan relatif besarnya potensi produksi markisa bukik batabuah. Pedagang pengumpul mengirim dan menjual buah markisa ke Jakarta dan Pekanbaru, Provinsi Riau.

Referensi

Dokumen terkait

Adanya kandungan formalin dalam ikan pindang yang dijual di pasar tradisional Kota Semarang dapat disebabkan oleh rendahnya pengetahuan pedagang mengenai keberadaan

Sampel pada penelitian ini adalah tepung terigu yang dijual oleh pedagang di kios dan los yang terdapat di 6 UPTD Pasar Tradisional Kota Semarang yang memenuhi

Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa hanya 33% pedagang daging ayam broiler yang dijual di pasar tradisional Lakessi Kota Parepare memiliki total bakteri

Berdasarkan hasil penelitian ini dapat dinyatakan bahwa es daluman yang di jual di Kota Denpasar baik pada warung makan, pasar tradisional, dan pedagang keliling mengandung

Dari tabel 10 dapat diinterpretasikan pengaruh variabel harga beli pedagang, biaya penjualan, dan keuntungan terhadap jumlah penawaran jeruk manis di pasar tradisional

Penetapan harga beli dan harga jual pedagang pedagang kebutuhan pokok di pasar tradisional Kota Medan pada umumnya di pengaruhi oleh pasokan komoditas kebutuhan pokok

Fungsi Pertukaran yang dilakukan oleh pedagang pengecer lokal adalah pembelian dari pengumpul desa dan penjualan gula aren batok kepada konsumen pasar tradisional Kabupaten

Pedagang yang memproduksi sendiri cabe merah giling untuk dijual di beberapa pasar tradisional Kota Medan seharusnya dapat mempertahankan warna alami cabe merah giling yaitu dengan