Lebih lanjut menurut Aristoteles, keadilan dibedakan menjadi dua jenis keadilan, yaitu keadilan “distributif” dan keadilan “komutatif”. Menurut Aristoteles, keadilan distributif berfokus pada distribusi, kehormatan, kekayaan, dan barang-barang lainnya yang dapat diperoleh secara merata dalam masyarakat. Namun realitas sosial menunjukkan bahwa kebebasan tidak dapat terwujud sepenuhnya karena berbagai kondisi yang ada di masyarakat.
Jika ada kesetaraan, maka setiap orang seharusnya mempunyai kesempatan yang sama untuk memenuhi kepentingannya. Walaupun terdapat perbedaan, namun hal tersebut tidak menjadi masalah asalkan dicapai atas dasar kesepakatan dan titik tolak yang sama. Masyarakat tidak bisa lepas dari ikatan yang ada di antara mereka, jadi ini adalah kenyataan yang perlu.
Darwan Prinst berpendapat bahwa: “Saksi adalah orang yang memberikan keterangan/kesaksian di hadapan Pengadilan tentang apa yang diketahuinya, dilihatnya, didengarnya atau dialaminya, yang dengan keterangan itu akan memperjelas suatu perkara.” Pasal 1909 ayat (1) KUHPerdata menyatakan: “Setiap orang yang memenuhi syarat menjadi saksi wajib memberikan kesaksian di hadapan hakim.” Marbun, dimana beliau menetapkan bahwa: “Hak adalah kekuasaan atau wewenang yang dimiliki seseorang untuk memperoleh atau melakukan sesuatu.” 26.
Desy Anwar menyatakan bahwa: “Kewajiban adalah sesuatu yang harus diamalkan, dilaksanakan, suatu keharusan, suatu kewajiban, suatu tugas kerja, suatu perintah yang harus dilaksanakan.”
Syarat Formil Saksi dalam Hukum Acara Perdata
Pengertian Pertimbangan Hakim
Pertimbangan Hakim
Dasar Pertimbangan Hakim
Putusan Pengadilan
Arti Putusan Pengadilan
Sebelum pengumuman putusan, inilah tahap pembahasan Majelis untuk menentukan keputusan apa yang akan diberikannya kepada pihak yang berperkara. Dan sesungguhnya tujuan akhir dari proses peninjauan kembali suatu perkara di Pengadilan Agama adalah untuk memperoleh putusan hakim yang memuat penyelesaian perkara yang digugat. Setelah pertimbangan perkara yang meliputi gugatan penggugat, jawaban tergugat, keterangan penggugat, keterangan tergugat, bukti-bukti dan kesimpulan-kesimpulan yang diajukan baik oleh penggugat maupun tergugat, telah selesai dan para pihak dalam perkara tidak mempunyai apa-apa. lebih lanjutnya, hakimlah yang akan mengambil keputusan atas perkara tersebut.35.
Asas Putusan
Padahal, menurut Pasal 178 ayat (1) KUHP, hakim karena jabatan atau tugas kedinasannya wajib mengemukakan segala alasan hukum yang tidak dikemukakan oleh para pihak yang terlibat dalam perkara tersebut. Perbuatan hakim yang memberi lebih dari yang disyaratkan jelas-jelas melampaui batas kewenangan yang diberikan kepadanya berdasarkan pasal 178 ayat (3) KUHP, padahal menurut asas negara hukum tidak ada seorang pun yang berhak. diizinkan untuk melakukannya. Keputusan dan putusan diucapkan dalam sidang pengadilan terbuka atau umum, yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari asas peradilan yang adil.
Dengan demikian, asas peradilan terbuka untuk umum sejak awal persidangan hingga pembacaan putusan merupakan bagian dari asas peradilan yang adil. Asas publisitas dinilai dapat memberikan efek jera terhadap terciptanya proses hukum yang bersifat parsial atau diskriminatif, karena masyarakat dapat melihat dan mendengar proses persidangan dari awal hingga pembacaan putusan. Namun, jika perselisihan diselesaikan di pengadilan negara bagian atau pengadilan biasa, prinsip peninjauan publik harus dipatuhi.
Semua keputusan kehakiman hanya sah dan mempunyai kuasa undang-undang apabila diumumkan dalam mesyuarat awam. 14 Tahun 1970 mensyaratkan bahawa pemeriksaan itu dijalankan dalam pendengaran terbuka kepada umum oleh sekurang-kurangnya tiga hakim, kecuali undang-undang menetapkan sebaliknya. Menurut Perkara 39(3) Undang-undang No. 1 Tahun 1974 tentang Perkahwinan, tatacara perceraian sebelum perbicaraan ditadbir oleh peruntukan undang-undangnya sendiri.
Sidang pengadilan yang dilakukan untuk meninjau perkara perceraian secara terbuka merupakan pelanggaran terhadap ketertiban umum sehingga mengakibatkan batalnya peninjauan kembali. Namun, meskipun peraturan perundang-undangan membolehkan perkara perceraian disidangkan secara tertutup, namun Pasal 34 Peraturan Pemerintah tersebut menyebutkan: putusan atas gugatan cerai diucapkan di pengadilan. Oleh karena itu, dalam hal proses pengumuman putusan tetap tunduk pada ketentuan Pasal 18 UU No.
Prinsip pemeriksaan dan pengucapan putusan yang terbuka untuk umum dilaksanakan di gedung pengadilan yang ditunjuk. Selain karena persidangan harus terbuka untuk umum, pemeriksaan dan penyampaian putusan hanya sah dan mempunyai kekuatan hukum jika dilakukan di sidang pengadilan. Praktek peradilan yang dilakukan di kantor hakim merupakan pelanggaran terhadap aturan acara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 121 ayat 1, HIR dan Pasal 18 UU No.
Namun dalam hal tertentu, pasal 158 ayat (1) KDNJ, pasal 1944 KUH Perdata, . memperbolehkan sidang pengambilan sumpah di rumah pihak yang diperintahkan untuk mengucapkannya. Radio dan televisi dapat menyiarkan persidangan langsung dari ruang sidang.Berdasarkan argumen, beberapa negara telah mengizinkan siaran dan siaran langsung dari ruang sidang.
Formulasi Putusan
Mencari dan Menemukan Hukum
Otonomi Kebebasan Hakim Menjatuhkan Putusan
Putusan ditinjau dari Berbagai Segi
Verstek
Pengertian Verstek
Sedangkan menurut Soepomo, verstek adalah pernyataan tidak hadirnya terdakwa, padahal harus hadir sesuai hukum acara.
Tujuan Verstek
Syarat-Syarat Verstek
Syarat yang dikemukakan Yahya Harahap selanjutnya menyatakan bahwa terdakwa diundang secara sah dan patut serta mensyaratkan ketidakhadiran terdakwa tanpa sebab yang masuk akal. hal tersebut tidak melanggar hukum dan gugatannya dapat dibenarkan.
Upaya Hukum Terhadap Putusan Verstek
Kerangka Pemikiran
Pernikahan terkadang menimbulkan permasalahan yang mengacu pada pertengkaran yang berujung pada perceraian antara suami dan istri. Padahal, hal inilah yang akan membuat kehidupan suami istri semakin dewasa dalam menghadapi setiap permasalahan. Dalam hal ini kita ingin melihat bagaimana hakim mendasarkan pertimbangannya dalam memutus perkara perceraian secara wanprestasi (tanpa kehadiran tergugat).
Serta kedudukan para saksi dalam persidangan, apakah mempengaruhi keputusan hakim dalam memutus perkara perceraian ini, dan apakah keterangan para saksi memenuhi syarat formil sebagai alat bukti. Hal ini juga mengacu pada keputusan hakim untuk bersikap adil, mendengarkan dan mempertimbangkan bukti-bukti yang diberikan para saksi. Dan benar-benar mendalami apa yang dijelaskan para saksi agar dapat mengambil keputusan secara adil dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Apalagi masyarakat dalam hal ini Penggugat juga menginginkan hal yang sama yaitu mendapatkan rasa keadilan dari putusan Majelis Hakim, karena apa yang dialami Penggugat selama tinggal bersama Tergugat paling tidak merugikan jiwa karena ada tidak ada rumah tangga yang baik dan harmonis. Oleh karena itu menarik untuk dilakukan penelitian atas judul tersebut, yaitu mengenai kedudukan Saksi dalam putusan yang diambil Verstek dalam perkara.
Hipotesis