Nama: Laily Khalia Hafid NPM: 4120210046
Mata Kuliah: Pengantar Perancangan Kota Dosen: Ashri Prawesti D, ST., M.Sip
KOTA TRADISIONAL
Arti kota tradisional secara umum sering diartikan adalah kota pusat kerajaan-kerajaan awal di Nusantara atau ibukota kerajaan yang ada hingga datangnya kekuatan Barat atau tepatnya sebelum pengaruh dan kekuasaan kolonial berlangsung. Umumnya kota-kota tradisional itu adalah pusat kerajaan-kerajaan di masa lalu. Banyak diantara kota tersebut yang dibangun dengan pertimbangan magis-religius atau makrokosmos dan kepercayaan setempat.
Kompleks Keraton
Denah Keraton Yogyakarta
Sumber: https://www.kratonjogja.id/tata-rakiting-wewangunan/4/tata-ruang-dan-bangunan-kawasan-inti-keraton-yogyakarta
Denah tata ruang inti Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat
Sumber: https://destinasiwisatadomestik.blogspot.com/2016/05/kompleks-keraton-jogjakarta.html
Kota tradisional ditandai dengan pembagian spatial yang jelas berdasarkan status sosial dan dekatnya kedudukan pemukim dengan istana. Pembagian pemukiman sudah sangat jelas nampak dalam kota-kota tradisional, demikian juga pemolaan secara kultural. Dalam kota tradisional terdapat simbol-simbol dari kekuasaan raja, diwujudkan dalam bangunan fisik, upacara-upacara, dan hak-hak istimewa lainnya.
Kraton atau istana merupakan perwujudan dari birokrasi tradisional yang mengatur kekuasaan ekonomi dan sosial, tempat surplus produksi dibagikan kepada pembantu-pembantu raja.