PROGRAM KERJA
KKN TEMATIK FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS MULAWARMAN
KELOMPOK 25
STOP BULLYING
“STOP BULLYING”
DEFINISI BULLYING
JENIS JENIS BULLYING
LANGKAH PENCEGAHAN DAN PENYELESAIAN BULLYING
PERSPEKTIF PERATURAN PERUNDANG UNDANGAN
TERHADAP BULLYING
DEFINISI BULLYING
ETIMOLOGIS
Bullying berasal dari Bahasa Inggris, yaitu dari kata bull yang berarti banteng yang senang merunduk kesana kemari. Dalam Bahasa Indonesia, secara etimologi kata bully berarti penggertak, orang yang mengganggu orang lemah.
Sedangkan secara terminologi menurut Definisi, bullying adalah
“sebuah hasrat untuk menyakiti”.
TERMINOLOGIS
Menurut Olweus (1997) bullying adalah perilaku negatif yang mengakibatkan seseorang dalam keadaan tidak nyaman/terluka dan biasanya terjadi berulang-ulang yang ditandai dengan adanya ketidakseimbangan kekuasaan antara pelaku dan korban.
KELOMPOK KKN 25 FH UNMUL
JENIS JENIS BULLYING
VERBAL
KELOMPOK KKN 25 FH UNMUL
Bullying verbal merupakan bentuk perilaku yang menggunakan kata-kata untuk menyakiti, merendahkan, atau mengintimidasi seseorang. Contoh- contoh perilaku ini meliputi mengolok - olok, mengejek, mengancam, menuduh, memfitnah, mempermalukan di depan umum, menyebarkan rumor, berkata kasar, serta berkomentar negatif tentang penampilan fisik seseorang.
NON VERBAL
Bullying Non Verbal Merupakan Bentuk Perilaku yang menggunakan fisik untuk menyakiti dan mengintimidasi seseorang. Contoh perilaku ini meliputi memukul, menendang, bagian tubuh seseorang dengan tujuan untuk memberikan rasa sakit
PERSPEKTIF PERATURAN PERUNDANG UNDANGAN TERHADAP BULLYING
Undang Undang No. 35 Tahun
Pasal 76 Huruf C Undang Undang Nomor 35 Tahun 2014 yang mengatur bahwa
2014
setiap orang dilarang menempatkan, membiarkan, melakukan, menyuruh melakukan, atau turut serta melakukan kekerasan terhadap anak.
Korupsi tersebut bisa berdampak di internal instansi yang dipimpin maupun kepada masyarakat. Di internal, korupsi bisa terjadi dalam bentuk jual beli jabatan atau pada pengadaan barang dan jasa. Sedangkan dampaknya kepada masyarakat, akan terlahir regulasi yang tidak memihak mereka, pungutan liar, hingga pemotongan anggaran untuk kesejahteraan.
KELOMPOK KKN 25 FH UNMUL
PERSPEKTIF PERATURAN PERUNDANG UNDANGAN TERHADAP BULLYING
Pasal 351 KITAB UNDANG UNDANG HUKUM PIDANA
1) Penganiayaan diancam dengan pidana penjara paling lama 2 tahun 8 bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah.
(2) Jika perbuatan mengakibatkan luka-luka berat, yang bersalah diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun.
(3) Jika mengakibatkan mati, diancam dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun.
(4) Dengan penganiayaan disamakan sengaja merusak kesehatan.
(5) Percobaan untuk melakukan kejahatan ini tidak dipidana.
.
KELOMPOK KKN 25 FH UNMUL
LANGKAH PENCEGAHAN DAN PENYELESAIAN BULLYING
LANGKAH
PENCEGAHAN
KELOMPOK KKN 25 FH UNMUL
1. Waspada
2. Peduli dengan Murid 3. Jeli dan Peka
4. Menciptakan Ruang Kelas yang Aman
LANGKAH
PENYELESAIAN
1. Jangan ikut mem-bully
2. Laporkan kepada orang dewasa 3. Tegur pelaku bullying
4. Rangkul korban
5. Jangan musuhi pelaku bully