• Tidak ada hasil yang ditemukan

Materi Kelas X Agama Katolik : Mengembangkan potensi dalam diri (Talenta)

N/A
N/A
arnold aj

Academic year: 2024

Membagikan " Materi Kelas X Agama Katolik : Mengembangkan potensi dalam diri (Talenta)"

Copied!
23
0
0

Teks penuh

(1)

1.3.

Mengembangkan potensi dalam diri

(Talenta: Mat 25:14-30)

(2)

Apa Itu

POTENSI???.... Apa Itu

POTENSI???....

(3)

ARTI POTENSI...

Kata potensi berasal dari serapan dari bahasa Inggris, yaitu potencial.

Artinya ada dua kata, yaitu, (1) kesanggupan; tenaga (2) dan kekuatan; kemungkinan.

Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, definisi potensi adalah kemampuan, kekuatan, kesanggupan, daya yang mempunyai kemungkinan untuk dikembangkan.

Intinya, secara sederhana, potensi adalah sesuatu yang bisa kita kembangkan (Majdi, 2007:86).

Secara umum pengertian potensi adalah sebuah kemampuan dasar yang dimiliki manusia yang sangat mungkin untuk

dikembangkan, sehingga pada intinya potensi sendiri berarti suatu kemampuan yang masih bisa dikembangkan menjadi lebih baik lagi.

(4)

Setiap orang memiliki potensi (= kekuatan, kelebihan, kemampuan) untuk berhasil dalam hidup….

Kunci keberhasilan seseorang tergantung bagaimana ia

MENGEMBANGKAN / MEMBERDAYAKAN segala potensi dalam dirinya….

Selalu BERPIKIR POSITIF adalah JALAN menuju kesuksesan…..

YAKIN PADA DIRI SENDIRI adalah MODAL UTAMA untuk sukses….

PANTANG MENYERAH adalah JAMINAN keberhasilan seseorang....

(5)

Bagaimanakah sikap kita yang

tepat terhadap keberadaan kita

saat ini?

(6)

Mari kita renungkan

inspirasi kitab suci

(7)

PENDALAMAN FIRMAN TUHAN

1. Apa yang dilakukan hamba ke-1 setelah menerima talenta dari tuannya?

2. Apa yang dilakukan hamba ke-2 setelah menerima talenta dari tuannya?

3. Apa yang dilakukan hamba ke-3 setelah menerima talenta dari tuannya?

4. Bagaimana sikap tuannya terhadap ketiga hambanya sekembalinya?

5. Bagaimana sikap kita yang seharusnya terhadap bakat dan kemampuan yang kita miliki?

6. Apa hambatan anda selama ini dalam mengembangkan potensi (kemampuan) dalam diri anda? (sebutkan 5)

7. Bagaimana usaha kamu mengatasi segala hambatan dalam diri anda dalam mewujudkan impian anda?

(sebutkan 5)

(8)

Matius 25:14-30

"Sebab hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang yang mau bepergian ke luar negeri, yang memanggil

hamba-hambanya dan mempercayakan hartanya kepada mereka.

Yang seorang diberikannya lima talenta, yang seorang lagi dua dan yang seorang lain lagi satu, masing-masing menurut kesanggupannya, lalu ia

berangkat.

(9)

Segera pergilah hamba yang menerima lima talenta itu. Ia menjalankan uang itu lalu beroleh laba lima talenta. Hamba yang menerima dua talenta itupun

berbuat demikian juga dan berlaba dua talenta.

Tetapi hamba yang menerima satu talenta itu pergi dan menggali lobang di dalam tanah lalu

menyembunyikan uang tuannya. Lama sesudah itu pulanglah tuan hamba-hamba itu lalu mengadakan

perhitungan dengan mereka.

(10)

Hamba yang menerima lima talenta itu datang dan ia membawa laba lima talenta, katanya: Tuan, lima

talenta tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah beroleh laba lima talenta.

Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia;

engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam

kebahagiaan tuanmu.

(11)

Lalu datanglah hamba yang menerima dua talenta itu, katanya: Tuan, dua talenta tuan percayakan

kepadaku; lihat, aku telah beroleh laba dua talenta.) Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia,

engkau telah setia memikul tanggung jawab dalam perkara yang kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah

dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.

(12)

Kini datanglah juga hamba yang menerima satu talenta itu dan berkata: Tuan, aku tahu bahwa tuan adalah manusia yang kejam yang menuai di tempat di mana tuan tidak menabur dan

yang memungut dari tempat di mana tuan tidak menanam.

Karena itu aku takut dan pergi menyembunyikan talenta tuan itu di dalam tanah: Ini, terimalah kepunyaan tuan!

(13)

Maka jawab tuannya itu: Hai kamu, hamba yang jahat dan malas, jadi kamu sudah tahu, bahwa aku menuai di tempat di mana aku tidak menabur dan memungut dari tempat di mana aku tidak menanam? Karena itu sudahlah seharusnya uangku

itu kauberikan kepada orang yang menjalankan uang, supaya sekembaliku aku menerimanya serta dengan bunganya.

Sebab itu ambillah talenta itu dari padanya dan berikanlah kepada orang yang mempunyai sepuluh talenta itu.

(14)

Karena setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan. Tetapi siapa yang tidak

mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya. Dan

campakkanlah hamba yang tidak berguna itu

ke dalam kegelapan yang paling gelap. Di

sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi."

(15)

Dalam perumpamaan yang disampaikan oleh Yesus untuk menjelaskan ajaran-Nya tentang Kerajaan

Allah diceritakan bahwa hamba pertama diberi kepercayaan 5 talenta, hamba kedua 2 talenta dan hamba ketiga 1 talenta. Atas pertimbangan apa tuan

itu memberikan talenta yang berbeda jumlahnya pada ketiga hambanya?

Dijelaskan bahwa mereka diberi talenta sesuai dengan kesanggupannya, atau

menurut kemampuannya.

(16)

Lalu bagaimana sikap ketiga hamba itu setelah menerima

talenta yang percayakan

tuannya?

(17)

Hamba pertama yg menerima 5 talenta segera pergi dan menjalankan uang itu lalu beroleh laba lima talenta.

Hamba kedua yg menerima 2 talenta juga berbuat seperti yang dilakukan hamba pertama, yaitu pergi dan menjalankan

uangnya kemudian ia memperoleh laba dua talenta.

Sedangkan hamba ketiga yg menerima 1 talenta, pergi dan menggali lobang di dalam tanah lalu menyembunyikan uang

tuannya.

(18)

Kemudian bagaimana sikap tuan pemilik talenta itu

terhadap ketiga hambanya?

(19)

Terhadap hamba pertama yang sudah menjalankan uangnya dan memperoleh laba 5 talenta tuannya…

Memuji perbuatannya dengan mengatakan bahwa hambanya setia dan baik karena tidak menyia-nyiakan

kepercayaannya…

Menyerahkan tanggungjawab yang lebih besar lagi kepada hambanya…

Mengikutsertakan hambanya dalam kebahagiannya…

(20)

Terhadap hamba kedua yang sudah menjalankan uangnya dan memperoleh laba 2 talenta tuannya….

Memuji perbuatannya dengan mengatakan bahwa hambanya setia dan baik karena tidak menyia-nyiakan

kepercayaannya

Menyerahkan tanggungjawab yang lebih besar lagi kepada hambaya

Mengikutsertakan hambanya dalam kebahagiannya

(21)

Sedangkan terhadap hamba ketiga tuanya menunjukkan…

sikap kecewa dan marah dengan mengatakan bahwa hambanya malas dan jahat karena ia

berpikir yang tidak baik dan tidak benar

terhadap tuannya (25:24-25)

(22)

Setiap orang diberikan potensi dan kemampuan (talenta) sesuai dengan kemampuan dan kesanggupannya.

Maka, hendaknya setiap orang MENYADARI dan MENERIMA talenta yang dianugerahkan kepadanya dengan sikap RENDAH HATI.

Setiap orang dituntut untuk TIDAK MENYIA-NYIAKAN potensi dan kemampuan yang ada dalam dirinya, tetapi BERUSAHA MEMANFAATKAN dan

MENGEMBANGKANNYA sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya.

Maka SIKAP kita yang SEHARUSNYA

terhadap TALENTA yang kita MILIKI:

(23)

SIMBOL DIRI

1.Buatlah simbol diri anda dalam

bentuk gambar apa saja yang ada di alam semesta ini/ sekitar

kamu!

2.Beri judul nama simbol diri kamu!

3.Jelaskan makna simbol diri kamu!

mengapa kamu memilih symbol tersebut, kamu mau jadi apa dan apa yang kamu harapkan dari

symbol itu?

 

Referensi

Dokumen terkait

Pengaruh Penilaian Autentik dalam Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti materi “Mujahadah An -Nafs, Hu snudzon dan Ukhuwah” Terhadap Perkembangan

Dari situasi tersebut maka penulis berusaha untuk menemukan peranan Pendidikan Agama Katolik di SMA Pangudi Luhur Yogyakarta dalam mengembangkan sikap solider

Data dari Analisis Peserta Didik ini yang selanjutnya akan digunakan untuk membuat aplikasi pembelajaran khususnya untuk mata pelajaran pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti

Kompetensi yang Diharapkan Setelah Siswa Memelajari Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti di Sekolah Menengah Atas (SMA)/Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Peserta didik

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrumen asesmen diri sebagai instrumen non-kognitif (non-tes) pada mata pelajaran Agama Katolik untuk mengukur kompetensi

Materi soal ini adalah untuk kelas X Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti tahun

Modul ajar kelas X SMA/SMK untuk mapel Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti dengan materi Keluhuran manusia sebagai citra

Capaian Pembelajaran Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti fase E kelas 10