• Tidak ada hasil yang ditemukan

Materi makalah Studi Islam

N/A
N/A
ishaq

Academic year: 2023

Membagikan "Materi makalah Studi Islam"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

Materi makalah Studi Islam

Pembagian Hadits Secara Kuantitatif

Pada pembagian hadits secara kuantatif ini jika dilihat dari jumlah rawi yang diriwayatkan oleh Subhi Salih dibagi menjadi dua kelompok, yaitu:

Hadits Mutawatir

Secara etimologis mutawatir adalah isim fa’il dan akar kata “tawatara” artinya yang beriring-iringan, berturut-turut antara satu dengan lainnya. Sedangkan secara terminologis, ada beberapa tawaran definisi yang dikemukakan oleh para ilmuan hadits. Jadi hadits yang diriwayatkan banyak rawi dan bersambung serta tidak ada yang terputus sanadnya.

Dapat dikemukakan bahwa hadits mutawatir memiliki kriteria lain yaitu, Hadits tersebut diriwayatkan oleh sekelompok orang

Tidak mungkin terjadi kesepakatan untuk berdusta

Sanadnya harus berimbang di setiap tingkatan ( taqabah ) Pembagian hadits ini dibagi menjadi dua yaitu,

a . Mutawatir Lafzi adalah hadis yang secara tekstual diriwayatkan persis sama baik redaksi maupun bentuknya oleh sekelompok orang yang tidak mungkin mereka bersepakat untuk berdusta sejak dari awal sanad hingga akhir sanad.

Contohnya,

ُلوُسَر َلاَقٌ َةَرْى َرُه ىِبَأ ْنَع ِحِل اَص يِبَأ ْنَع شنْىصَح يِبَأ ْنَع ةَناَوَعوُبَأ انَثّدَح ّىِرَبغْلا ِدْىَبُع ُنْبُدَمَحُم اَنَثّدَح ملسم هاور) ِراّنلا َنِم ُهَدَعْفَم ْأّوُبَتَيْلَف اًدّمَعضتُم ّىَلَع َبَدَك ْنَم َمّلَسَو ِهْيَلَع ُا ىَلَص ِا)

Mutawatir Ma’nawi adalah hadits yang 21 diriwayatkan oleh sekelompok orang yang tidak mungkin sepakat berdusta dan secara maknawi memiliki konotatif makna yang sama meskipun secara redaksi berbeda. Contohnya, hadis

mengenai syafaat, keluarnya air dari jemari Nabi, anjuran mengangkat tangan ketika berdoa dan lainnya. Megenai hadis tersebut diperkirakan ada sekitar 100 riwayat hadis mengenai itu dengan redaksi yang berbeda-beda tetapi dengan satu tema central yang sama, yaitu tentang anjuran mengangkat tangan ketika berdoa. Berikut ini adalah contoh hadis mutawatir ma’nawi yang tertera di H.R Bukhori : 3301 dan H.R Muslim : 1490 yang memiliki makna yang sama yaitu

(2)

Rasulullah saw mengangkat kedua tangannya dalam doa hingga putih-putih kulit ketiak beliau tampak.

2). Hadits Ahad

Menurut ulama ushul fiqh, hadis ahad adalah h adis yang diriwayatkan oleh sejumlah otrang yang jumlah rawinya tidak mencapai tingkatan mutawatir.

Hadis ahad ini terdiri dari tiga jenis, yaitu:

Hadis Mahsyur adalah hadis yang memiliki jalur periwayatan lebih dari dua jalur, tetapi tidak mencapai tingkatan mutawatir. Sebagian ulama fiqh menyebut hadis jenis ini dengan istilah mustafid yang sebernarnya fada-yafidu-faidan berarti luber, karena mustafid sanadnya sama dari awal hingga akhir. Namun para muhaddisin lebih sering menggunakan istilah masyhur. Contohnya berkenaan dengan hadis yang diriwayatkan oleh 3 orang atau lebih. Seperti hadis berikut

ِهِدَيَو ِهِناَسِل ْنِم َن ْوُمْيِلْسُملا َمِلَس ْنَع ُمِلْسُم َلاَق َمّلَسَو ِهْيَلَع ُا ىَلَص ّيِبّنلا ْنَع.

Hadis Aziz adalah hadis yang hanya diriwayatkan oleh dua orang rijal al hadis disalah satu dari semua tingkatan sanad.

ِةَماَيِقلا َم ْوَي َن ْوُقِباّسلا َن ْوُرِاخلا ُن ْحَن : َمّلَسَو ِهْيَلَع ُا ىَلَص ِا ُلوُسَر َلاَق.

Hadis Garib adalah hadis yang diriwayatkan oleh satu orang rawi,tidak ada orang lain yang menceritakan selain dia. Hadis garib dibagi menjadi dua yaitu:

Hadis Garib Mutlaq adalah periwayat yang sendirian tersebut pada tingkatan sanad yang pertama, jika hadisnya marfu’ maka periwayat pertama yang

sendirian tersebut dalah sahabat. Jika hadisnya mauquf maka periwayat pertama yang sendirian tersebut adalah tabi’in. jika hadisnya maqtu’ maka periwayat pertama yang sendirian tersebut adalah tabi’ut tabi’in.

ِناَمْيِلا َنِم ٌةَبْعُش ُءاَيَحلاَو ًةَبْعُش َن ْوُعْبَسَو ٌع ْضِب ُناَمْيِلا َمّلَسَو ِهْيَلَع ُا ىَلَص ّيِبّنلا َلاَق.

Hadis Garib Nisbi adalah hadis yang diriwayatkan oleh satu orang rijal al-hadis di salah satu dari semua tingkatan sanad selain tingkatan sanad yang pertama ( sahabat ).

ُدْيِجَملا ُنآْرُقلاَو اَمِهْيِفُأَرْقَي َناَك َلاَقَف ِرْطِفْلاَو ىَحْضَلا يِف َمّلَسَو ِهْيَلَع ُا ىَلَص ِا ُلوُسَر ِهِبُأَرْقَي َناَك اَم

ُرَمَقلا ّقَشْناَو ُةَعاّسلا ِتَبَرَتْقلاَو.

(3)

Pembagian Hadits Secara Kualitatif

Secara kualitatif hadis ini dibagi menjadi tiga, yaitu:

Hadis Sahih secara etimologi berarti benar atau sah. Sedangkan secara

terminologi ada perbedaan pendapat diantara para ulama, tetapi secara umum pendapat mereka tidak ada perbedaan yang jauh. Jadi hadis sahih adalah hadis yang diriwayatkan oleh rawi yang adil, kuat hafalannya ( dabit ), sanadnya bersambung, tidak ganjil dan tidak cacat. Hadis Sahih ini dibagi menjadi dua, yaitu:

Hadis Sahih Lizatihi adalah hadis yang sanadnya bersambung diriwayatkan oleh rijal al-hadis yang adil dan sempurna ke-dabit-annya di setiap tingkatan sanad, tidak terdapat syaz, dan tidak ber-illat. Contohnya :

اَق ِهْيِب َأ ْنَع ٍمِعْطُم ِنْب ِرْيَبُج ِنْب ٍدّمَحُم ْنَع ٍب اَهِش ِنْب ا ِنَع ْكَل اَم اَن َرَبْاخَأ َل اَق َفُس ْوُي ِنْب ِل ا ُدْبَع اَنَث ّدَح : ي ر اخبل ا ه ا و ر) ِر ْوّطل اِب ِب ِرْغَمْل ا ىِف َأ َرَق َمّلَس َو ِهْيَلَع ُل ا ىّلَص ِل ا َل ْوُس َر ُتْعِمَس َل

327 )

Hadis Sahih Ligairihi adalah hadis hasan jika ada hadis yang sama dengan s anad yang berbeda yang bisa menguatkan dengan syarat derajat hadisnya sama atau lebih siqah. Dinamakan hadis sahih ligairihi karena hadis ini sebenarnya tidak sahih, tetapi naik derajat menjadi sahih karena ada hadis lain yang

menguatkannya. Urut-urutan derajat hadis sahih ligairihi adalah dibawah sahih lizatihi dan diatas hasan lizatihi. Contohnya:

ِنم ْح ّرل ا ِدْبَع ِنْب ِدْيَمُح ْنَع ٍب اَهِش ِنْب ِنَع ُكِل اَم اَنَث ّدَح َل اَق َرَمُع ِنْبِرّشَب اَنَث ّدَح َل اَق َي ْحَي ُنْب ُدّمَحُم َأَبْن َأ اِب ْمُهُت ْرَم َ َل ْيِتّم ُأ ىَلَع ّقُش َأ ْن َأ َل ْوَل َل اَق َمّلَس َو ِهْيَلَع ُل ا ىّلَص ِل ا َل ْوُس َر ّن َأ َة َرْي َرُه ْيِب َأ ْنَع

: يئ لسنل ا ه ا و ر ) .ٍء ْوُض ُو ّلُك َعَم ِك ا َوّسل

3403 )

2). Hadis Hasan

Secara etimologi, hasan berarti baik atau bagus. Secara terminology hadist hasan adalah yang diriwayatkan oleh rawi yang adil, kurang dabit, sanadnya bersambungan, selamat dari syaz dan illat yang tercela. Menurut pendapat al- Khitabi, hadist hasan adalah hadist yang diketahui sumbernya, periwayat – periwayatnya diterima oleh kebanyakan ulama’ dan matan hadistnya digunakan oleh umumnya ahli fiqih. Jenis hadist Hasan ada dua, yaitu:

Hadist hasan li Zatihi

Hadist hasan li zatihi adalah hadist yang sanadnya bersambung, diriwayatkan oleh rijal al-hadis yang adil, tetapi kurang sempurna ke-dabit-annya, tidak bertentangan dengan hadist yang diriwayatkan oleh rijal yang lebih siqih, serta tidak ada cacat yang samar yang menyebabkan turunnya derajat hadist. Hadis ini dalam kondisi tertentu bisa naik ke tingkat hadis sahih, maka ia dalam posisi

(4)

demikian diberikan nama hadis sahih li ghairihi. Contoh hadistnya sebagai berikut.

ا ىَس ْوُم يِب َأ ِنْب ِرْكَب يِب َأ ْنَع ّيِنْوَجْل ا َن ا َرْمِع يِب َأ ْنَع ّيِعّبّضل ا َن اَمْيلُس ُنْب ُرَفْعج اَنَث ّدَح ُةَبْيَتُق اَنَث ّدَح ا َب ا َوْب َأ ّن ِإ َمّلَس َو ِهْيَلَع ُ لل ا ىّلَص ِ لا ُل ْوُس َر َل اَق ُل ْوُقَي ّو ُدَعْل ا ِة َرْضَحِب يِب أ ُتْعِمَس َل اَق ّي ِرَعْش لْ

: ي ذم رتل ا ه ا و ر) . ِف ْوُيّسل ا َل َلَظ َت ْحَت ِةَنَجْل

1583 )

Artinya : telah memberitahukan kepada kami Qutaibah, telah memeberitahukan kepada kami ja’far bin sulaiman ad Dubba’I dari Abu Imran al-Jauni dari Abu Bakar bin Abu Musa al-Asy’ ari, berkata rasullah bersabda “Sesungguhnya pintu surge di bawah baying baying pedang” (H.R. at-Tirmizi: 1583)

Hadist ini hasan karena sanadnya bersambugan, tidak cact, tidak syaz, semua rijal-nya adil dan dabit. Hanya saja Ja’far bin Sulaiman Ad-Dubba’I lebih ringan ke-dabit-annya dibandingkan rijal al-hadis sahih.

Hadist hasan li Gairihi

Hadist hasanlio gairihi adalah hadist dai’if yang ringan ke da’if-annya juka ada hadist yang semakna dengan sanad yang berbeda, maka hadist da’if tersebut naik derajat menjadi hasan li Gairihi. Syarat-syarat hadist hasan li gairihi, yaitu sebagai berikut.

Ada sanad lain satu atau lebih yang sederajat atau lebih kuat.

Sebab ke-da’if-annya adalah bukan karena Al-kazibu (bukan karena bohong)

Muttahimun bi al-kazibi (dianggap bohong)

Munkaru al-hadis (bertentangan dengan riwayat yang lebih siqih)

Fahsyu al-galat ( sering melakukan kesalahan yang fatal saat meriwayatkan hadist)

Sebab ke-da’if-annya karena Su’u al-hifzi (buruk hafalannya)

Mastur, majhul, mubham, di antara rijal al-hadis-nya yang meriwayatkan tidak dikenali identitasnnya

Mudallis yaitu terdapat rijal al-hadis yang menyamarkan sand, seperti

menyamarkan nama gurunya atau membuang rijal al-hadis yang da’if di antara dua taqabah yang siqih

(5)

Munqati’ (rentetan rijal al-hadis-nya ada yang putus) Contohnya seperti berikut:

ْنَع ُةَبْعُش اَنَث ّدَح ا ْوُل اَق ٍرَفْعَج ُدضلمَحُم َو ّي ِدْهَم ُنْب ِنمْح ّرل ا ٍدْيِعَس ُنْب َيْحَي اَنَث ّدَح ٍر اّثَب ُنْب ُدّمَحُم اَنَث ّدَح : ي ذم رتل ا ه ا و ر) … ُتْعِمَس َل اَق ل ا ِدْيَبُع ِنب ِمِص اَع

1301 )

3). Hadist Da’if

Hadis yang salah satu syarat atau lebih dari persyaratan – persyaratan hadis sahih atau hadis hasan tidak terpenuhi. Hadist da’if dibagi menjadi dua sebab, yaitu sebab putusnya sanad dan sebab cacat/ gugurnya periwayat. Pembagian ini bias dilihat dalam skema sebagai berikut.

Da’if Sebab Putusnya Sanad

Macam – macam hadist da’if yang disebabkan karena putusnya sanad adalah sebagai berikut.

Hadist Mursal

Menurut bahasa mursal artinya bebas dari ikatan. Menurut istilah hadist mursal adalah yang diriwayatkan oleh tabi’in langsung dari Nabi. Menurut sebagian muhaddisin, hadist mursal adalah hadist yang putus sanadnya di akhir sanad yaitu setelah tabi’in (sahabat). Hadist mursal ada tiga yaitu sebagai berikut:

Mursal sahabi adalah seorang sahabat yang masih kecil meriwayatkan hadist dari nabi, padahal tidak menerima langsung dari nabi.

Hadist ini adalah hadist mursal sebab Ibnu Abbas ketika terjadi penaklukan Kota Mekkah ia masih kecil dan tidak mengikuti nabi dalam peristiwa tesebut.

Mursal Tabi’i (Mursal Jali) yaitu tabi’in meriwayatkan hadist langsung dari Nabi saw.

Mursal Khafi adalah seorang rijil meriwayatkan hadist dari syekh yang pernah dijumpainya, tetapi dia tidak pernah menerima hadist satupun dari syekh tersebut dalam bentuk tahammul, tetapi seakan dia menerima hadist itu.

Hadist ini mursal khafi karena Umar hanya pernah bertemu Uqbah dan tidak pernah mendapatkan hadist dari Uqbah sam sekali termasuk hadist ini

sebenarnya tidak diterimanya dari Uqbah.

Hadist Mu’allaq

(6)

Hadist mu’allaq adalah hadist yang terputus diawal sanad (gurunya pentakhrij hadist) satu atau lebih berturut – turut. Contohnya hadist sebagai berikut.

ُهَنَأ ُهَرَبْاخَأ ّيِرْدُخْلا ِدْيِعَس اَبَأ ّنَأ ُهَرَبْاخَأ ٍراَسَي ِنْبَءاَطَع ّنَأ َمَلْسَأ ُنْبُدْيَز ْيِنَرَبْاخَأ ٌكِلاَم َلاَق -…- ىِراَخُبلا َلاَق اَهَفَلَز َناَك ٍةَئّيَس ّلُك ُهْنَع ُا ُرّفَكُي ُهُم َلْسِإ َنُسَحَف ُدْبَعلا َمَلْسَأ اَذِإ ُلْوُقَي َمّلَسَو ِهْيَلَع ُا ىَلَص ِا ُلوُسَر َعِمَس ُا َزَواَجَتَي ْنَأ ّلِإ اَهِلْثِمِب ُةَعِيّسلاَو ٍفْغِض ِةَئاِم ِعْبَس ىَلِإ اَهِلاَثْمأ ِرْشَعِب ُةَنَسَحْلا ُصاَصِقلا َكِلاذ َدْعَب َناَكَو يراخبلا هاور) .اَهْنَع)

Antara Imam Al-Bukhori dan Malik adalah putus sanadnya karena Malik wafat 179 H) Al-bukhori belum lahir (194H)

Hadist Mu’dal

Hadist Mu’dal adalah hadist yang sanadnya terputus dua atau lebih berturut – turut. Contoh hadistnya sebagai berikut.

َمّلَسَو ِهْيَلَع ُا ىَلَص ِا ُلوُسَر َلَق َلَق َةَرىَرُه اَبَأ ُهَغَلَب ُهًلنَأ ِكِلَم ِنَع -…-…- ىِبَنعَقْلا ِنَع ُمِكاَجلْا ُهاَوَر اَم

ُهثتَوْسكَو ُهُماَعَط ِكْوُلْمَمْلِل

Imam Hakim mengomentari hadist ini bahwa hadist ini mu’dal dari Malik.

Hadist Munaqati

Hadist Munaqati adalah hadist yang putus sanadnya satu atau lebih tidak berturut – turut selain sahabi. Cotoh hadistnya sebagai berikut.

َةَفْيَذُح ْنَع ٍعْيَثُي ِنْب ِدْيَز ْنَع َقاَحْسِإ يِبَأ … ْنَع يِرْوّثلا ِناَيْفُس ْنَع ِةَبْيَش يِبَأ ِنْب ِناَمْعّنلا ِنَع ُمِكاَحلا َلاَق يِف ٌبِغاَر اَيْنّدلا يِف ْدِهاَزَف ِرْكَب اَبَأ اَهْوُمُتْيّلَو ْنِإ َمّلَسَو ِهْيَلَع ُا ىَلَص ِا ُلوُسَر َلاَق َلاَق ُهْنَع ُا َيِضَر

ٌنْيِمَأ ّيِوَقَف َرَمُع اَهْوُمُتْيّلَو ْنِإَو ٌفْعُض ِهِمْسِج يِفَو ِةَرِاخلا.

Hadist ini putus karena as-Sauri tidak menerima langsung dari Abu Ishaq.

Hadist Mudallas

Hadist Mudallas menurut bahasa artinya menyembunyikan cacatnya sanad.

Menurut istilah, mudallas yaitu menyembunyikan cacat dalam sanad dan

(7)

menampakkan periwayatan yang baik. Tadlis ada tiga macam, yaitu sebagai berikut.

Tadlis Ismad

Tadlis Ismad yaitu yaitu seorang periwayat meriwayatkan suatu hadist yang ia tidak mendengarnya dari seseorang syekh yang pernah ditemuinya dengan cara yang menumbulkan dugaan bahwa ia mendengarkan langsung.

Tadlis at-Taswiyah

Tadlis at-Taswiyah yaitu periwayat menggugurkan syekh yang dai’if di antara dua orang syekh siqah yang saling bertemu.

Tadlis Syuyukh

Tadlis syuyukh yaitu periwayat menerima hadist dari syekh kemudian memberi nama syekh tersebut dengan nama julukan atau nama bangsa yang tidak dikenal.

Hadis Rawinya Tidak Adil

Hadis ini dibagi menjadi dua, sebagai berikut:

Hadis Matruk hadis yang diriwayatkan oleh seorang rawi yang tertuduh

berdusta atas apa yang diriwayatkannya atau Nampak kefasikannya, baik pada perbuatan atau pada perkataannya, atau orang tersebut banyak sekali lupa.

Hadis Munkar adalah hadis yang diriwayatkan oleh rawi yang lemah yang isinya bertentangan dengan rawi lain yang kualitasnya terpercaya.

Da’if Karena Lemahnya Hafalan

Hadis Mudraj adalah hadis yang memunculkan redaksi tambahan yang sebenarnya bukan bagian dari hadis itu.

Hadis Muqtarib adalah hadis yang diriwayatkan dalam bentuk yang berbeda- beda padahal bersumber dari satu rawi yang sama dan mengenai persoalan yang sama.

Hadis Maqlub adalah hadis yang redaksi matanya tertukar. Artinya yang mesti disebut kemudian, namun disebut diawal demikian pula sebaliknya, yang mestinya disebut diawal justru disebutkan belakangan.

Da’if Karena Kejanggalan (syaz) dan Kecacatan ( ‘illah )

(8)

Ada dua bentuk jenis dalam da’if ini, yaitu:

Hadis Syaz adalah hadis yang sebenarnya diriwayatkan oleh orang yang maqbul ( diterima ) namun riwayatnya bertentangan dengan rawi lain yang kualitasnya lebih baik dan jumlahnya lebih banyak. Karena kalah kualitas, maka jelas riwayat dari orang yang maqbul tersebut harus dikalahkan.

Hadis Mu’allal adalah hadis yang secara lahiriah terlihat bagus, namun setelah penelitian dikemudian hari terungkap adanya kecacatan di dalamnya.

Da’if Karena Sandarannya

Ada dua jenis hadis da’if ini, yaitu:

Hadis Mauquf adalah hadis yang diriwayatkan dari para sahabat baik berupa perkataan, perbuatan dan ketetapan baik periwayatnya bersambung atau tidak atau disebut juga dengan perkataan, perbuatan dan ketetapan sahabat nabi.

Hadis Maqtu’ adalah hadis yang diriwayatkan dari tabi’in dan disandarkan kepada mereka baik perkataan maupun perbuatan atau disebut juga dengan

perkataan dan perbuatan tabi’in.

Referensi

Dokumen terkait

dapat diketahui melalui penerapan prinsip- prinsip kritik matan, yaitu: 1) suatu hadis tidak boleh bertentangan dengan hadis - hadis lain dalam masalah yang sama, yang diterima

Dalam Islam, jenis perkawinan LGBT tidak dapat dibenarkan (haram) karena bertentangan dengan pedoman hidup berkeluarga yang tercermin dalam wahyu transendental (al-Qur’an dan

hukum rajam(jenis hukuman dalam bentuk dilempar dengan batu sampai mati) baik dilakukan oleh muhshan maupun ghairu muhshan ).Hal ini sesuai dengan hadis yang diriwayatkan oleh

Terjadinya kerancuan pada periwayatan dikarenakan adanya perlawanan antara suatu hadis yang diriwayatkan oleh perawi yang maqbul (yang dapat diterima periwayatannya)

Dalam rangka memperkuat pendapat mazhab ini, Imam al- Bayhaqi, menafsiri Hadis yang diriwayatkan oleh Ibn ‘Abbas (Hadis ketiga dan keempat), menurutnya Hadis

J: 1) Keterangan atau pendapat dari ulama ahli hadis bahwa seorang rawi tidak bertemu dengan orang diakui sebagai gurunya. 2) Pengakuan dari rawi tersebut bahwa ia tidak

Penyelesaian dari kedua hadis tersebut yakni menggunakan metode al-jam‘u wa al-taufiq, yaitu berusaha untuk mengkompromikan dua hadis yang terlihat bertentangan, maka hadis Ṣahih

Perbedaan menonjol antara kitab musnad Abu Ya’la dengan lainnya, yaitu pertama pembukaan yang digunakan pada awal musnad tertulis silsilah rawi yang meriwayatkan hadis tersebut dari Abu