• Tidak ada hasil yang ditemukan

MATHEMA Jurnal Pendidikan Matematika

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "MATHEMA Jurnal Pendidikan Matematika"

Copied!
69
0
0

Teks penuh

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang proses dan hasil pendidikan karakter di SMP N 1 Blangpidie kelas VIII-A. Integrasi pendidikan karakter di sekolah dapat dilakukan dengan memadukannya dengan kegiatan ekstrakurikuler, ko-kurikuler, dan intrakurikuler. Sebelumnya belum ada penelitian tentang penerapan pendidikan karakter pada matematika di SMP N 1 Blangpidie.

Teknik observasi dalam penelitian ini berupa metode partisipasi pasif dengan mengamati perilaku siswa selama proses pembelajaran dengan menggunakan pendekatan pendidikan karakter. Selama proses pembelajaran, guru menerapkan grade teaching dalam proses pembelajaran matematika dengan menggunakan metode diskusi dan model discovery learning.

Karakter Rasa Ingin Tahu

Upaya guru diwujudkan dengan melakukan penilaian terhadap hasil tugas siswa, dimana siswa sendiri yang akan menilai hasil tugas dari teman lain, seperti memberikan saran kepada teman. Upaya guru diwujudkan dengan tidak serta merta menyalahkan siswa atas pendapatnya, ketika siswa dengan sukarela mempresentasikan hasil tugasnya di depan mereka, guru mempersilakan siswa yang ingin unjuk diri di depan mereka. Upaya guru diungkapkan dengan meminta siswa untuk bertanya kepada teman dan berbagi pendapat dengan teman yang lain.Hal ini menunjukkan bahwa guru membimbing siswa agar siswa dapat aktif bertukar pikiran.

Upaya guru tercermin dalam membimbing siswa agar mengemukakan pendapat dan cara yang berbeda dalam memecahkan suatu masalah saat belajar.

KarakterTanggung jawab

Hasil wawancara tersebut menunjukkan bahwa kendala utama guru dalam pelaksanaan pendidikan karakter adalah karena setiap siswa memiliki latar belakang yang berbeda. Kendala yang dihadapi guru dalam mengimplementasikan pendidikan karakter dalam proses pembelajaran adalah karena setiap siswa memiliki latar belakang dan karakter yang berbeda. Solusi yang dilakukan guru untuk mengatasi kendala perbedaan latar belakang dan karakter adalah dengan melakukan pendekatan secara personal kepada setiap siswa.

Kajian Implementasi Pendidikan Karakter dalam Pembelajaran Matematika di Kelas Khusus Anak Berbakat (Cibi) SMP Negeri 2 Surakarta. Mengintegrasikan Pendidikan Isyarat dalam Pembelajaran Matematika pada Materi Aljabar VII. kelas di SMPN 2 Mayong Jepara pada tahun ajaran 2012/2013.

Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Matematika dan Aktivitas

Siswa

Dapat dilihat dari Tabel 7 bahwa hasil analisis data aktivitas siswa pada II. siklus untuk kategori tinggi dan sangat tinggi melebihi 75%. Selain itu, dalam II. peningkatan aktivitas siswa pada kategori tinggi dan sangat tinggi menjadi 87,10% dari sebelumnya 41,93% pada siklus I. Berdasarkan hasil tes akhir pada II.

Hasil observasi dalam penelitian ini menunjukkan bahwa aktivitas belajar siswa meningkat dari 41,93% pada siklus I menjadi 87,10% pada siklus II. Juga terjadi peningkatan aktivitas siswa yaitu 41,93% pada siklus I menjadi 87,10% pada siklus II yang termasuk dalam kategori tinggi dan sangat tinggi.

Tabel 1.  Pedoman Konversi Penilaian
Tabel 1. Pedoman Konversi Penilaian

Model Pembelajaran Interaktif SPLDV dengan Aplikasi Rumah Belajar

  • Icon Portal Rumah Belajar Kelas Digital
  • Sebagai Sumber Belajar
  • Sarana Pembelajaran Kelas Digital
  • Sosialisasi dan Percobaan Terhadap Siswa dengan Aplikasi Rumah Belajar

Aplikasi Rumah Belajar telah dibuat dan dikembangkan oleh Pustekkom Kemdikbud sejak tahun 2011 sebagai portal pembelajaran berbasis web yang memuat berbagai layanan pembelajaran (Utari, 2018). Dengan URL https://belajar.kemdikbud.go.id/ Anda dapat mengakses Rumah Belajar yang merupakan portal pembelajaran resmi milik Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Selain fitur utama, (Ai, 2018) menyatakan bahwa “konten dan media pembelajaran yang tersedia di Rumah Belajar dapat digunakan oleh pendidik, siswa dan masyarakat dalam pembelajaran”.

Keunggulan Aplikasi Rumah Belajar sebagai media pembelajaran yang menyenangkan adalah memungkinkan adanya interaksi langsung antara guru, siswa dan sumber belajar (Nurul, 2019). Rumah belajar diharapkan dapat membantu siswa meningkatkan hasil belajar secara efektif dan aplikasi ini juga diharapkan dapat digunakan oleh siswa dalam menerima materi pembelajaran khususnya matematika. Peneliti melakukan penelitian untuk melihat seperti apa proses pembelajaran menggunakan aplikasi rumah belajar dan mengamati ARB dalam konsep belajar mengajar online atau e-learning.

Portal rumah belajar adalah media pembelajaran berbasis internet (online) yang dibuat khusus oleh pusat teknik, komunikasi, kementrian pendidikan dan kebudayaan. Rumah belajar hadir sebagai salah satu bentuk inovasi pembelajaran di Era Industri 4.0 yang dapat digunakan oleh siswa dan guru Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA) atau. Berdasarkan fungsi pada gambar 4, aplikasi rumah belajar ternyata memiliki banyak fungsi. Kami berharap guru dan siswa dapat mencoba menerapkannya pada lingkungan, sehingga mereka memahami media pembelajaran berbasis online 4.0, sehingga media pembelajaran dapat dikembangkan untuk kreativitas guru dan siswa sesuai dengan kebutuhan dan konten pembelajaran.

Rumahlearning merupakan portal pembelajaran yang diharapkan dapat membantu para pendidik dan siswa yang ingin menerima materi pembelajaran berbasis online, yang dapat dilihat pada Gambar 5. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran interaktif SPLDV dengan menggunakan aplikasi rumah belajar bagi siswa khususnya siswa Sekolah Menengah Atas (SMP) membuat pembelajaran lebih menarik untuk teknologi dan pendidikan siswa yang tertarik dengan teknologi dan pendidikan di rumah. Rumah belajar juga sangat layak untuk digunakan para siswa baik itu SD, SMP, SMA, karena rumah belajar bisa berbasis web dan bisa dilakukan di rumah.

Gambar 1. Pengguna Aplikasi Rumah Belajar.
Gambar 1. Pengguna Aplikasi Rumah Belajar.

Media Pembelajaran Menggunakan Video Atraktif pada Materi Garis Singgung Lingkaran

  • Studi Kasus dan Pengumpulan Data (Prelimenary Investigation)
  • Desain Produk (Design)
  • Pembuatan Produk dan Visualisasi (Construction and Visualisation)
  • Pengujian dan validasi produk
  • Implementasi dan Penafsiran Hasil

Yunus, Suyitno, dan Wahyudin (2013) juga mengungkapkan bahwa siswa sering mengalami kesulitan dalam mempelajari materi geometri khususnya garis singgung lingkaran. Penulis berasumsi bahwa salah satu cara untuk meningkatkan minat siswa terhadap materi singgung adalah dengan menggunakan media pembelajaran. Tidak hanya menggunakan video pembelajaran dalam proses pengajaran, pembelajaran yang efektif juga dapat meningkatkan minat belajar.

Berdasarkan uraian di atas, peneliti ingin mengembangkan media pembelajaran dengan menggunakan video pembelajaran mengenai konsep garis singgung lingkaran pada mata pelajaran kelas VIII SMP. Produk yang diharapkan dari penelitian ini adalah video pembelajaran materi lingkaran subbagian garis singgung lingkaran yang dirancang dengan menggunakan aplikasi PowerPoint dan diedit menggunakan aplikasi Windows Movie Maker versi 12. Desain produk ini adalah konten atau komponen video pembelajaran dan dibuat semenarik mungkin agar siswa tertarik untuk belajar.

Setelah merancang dan memproduksi produk dengan menggunakan aplikasi Microsoft PowerPoint dan Windows Movie Maker Versi 12, dilakukan pengujian terhadap beberapa ahli untuk memastikan bahwa isi video pembelajaran telah sesuai dengan kompetensi dasar subbab materi dan kelayakan video untuk siswa. Cuplikan tampilan video pembelajaran materi lingkaran, sub bab garis singgung lingkaran, dapat dilihat pada Gambar 3. Selain itu, penulis telah melakukan wawancara dengan kelima siswa tersebut mengenai pendapat mereka tentang video pembelajaran tersebut.

Berdasarkan pernyataan kelima siswa tersebut, bahan ajar dengan menggunakan video dapat dijadikan salah satu alternatif dalam pembelajaran matematika materi yang berkaitan dengan lingkaran. Hasil dari penelitian ini adalah sebuah produk berupa video yang dapat digunakan siswa untuk mempelajari materi tentang lingkaran, pembagian garis singgung lingkaran. Eksperimen model pembelajaran kooperatif group investigation (GI) dan numbered heads together (NHT) pada materi garis singgung lingkaran ditinjau dari kecerdasan majemuk siswa kelas VIII SMP Negeri Madiun Tahun Pelajaran 2013/2014.

Gambar 1. Tahapan penelitian R&D model Plomp.
Gambar 1. Tahapan penelitian R&D model Plomp.

Diagnosis Kesalahan Siswa dalam Memahami Materi Faktorisasi Bentuk Aljabar pada Siswa Kelas VIII

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah kesalahan-kesalahan apa saja yang dilakukan siswa kelas VIII MTsN Unggul Susoh dalam memahami materi faktorisasi bentuk aljabar. Apa yang menyebabkan siswa kelas VIII MTsN Unggul Susoh melakukan kesalahan dalam memahami materi faktorisasi bentuk aljabar? Upaya apa yang dapat dilakukan untuk mengatasi kesalahan siswa dalam memahami materi faktorisasi bentuk aljabar pada siswa kelas VIII MTsN Unggul Susoh. Dalam menjawab soal-soal tentang faktorisasi bentuk aljabar, terdapat beberapa validitas pengecekan kesalahan yang dilakukan siswa melalui tes, yang dapat dilihat dari tabel di bawah ini.

Salah tentang konsep faktorisasi variabel bentuk aljabar yang digunakan untuk membangun model atau pernyataan matematika. Kesalahan penerapan aturan yang ada pada metode faktorisasi eliminasi dan substitusi bentuk aljabar. Kesalahan siswa VIII. kelas MTsN Unggul Susoh dalam memahami materi faktorisasi bentuk aljabar.

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan diperoleh hasil bahwa siswa mengalami kesalahan dalam memahami materi dekomposisi aljabar. Indikatornya adalah: - Salah tentang konsep faktorisasi variabel bentuk aljabar yang digunakan untuk membuat model atau kalimat matematika. Indikatornya adalah: - Salah tentang konsep faktorisasi variabel bentuk aljabar yang digunakan untuk membuat model atau kalimat matematika.

Indikator: Salah tentang konsep faktorisasi variabel bentuk aljabar yang digunakan untuk membuat model atau teorema matematika. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi kesalahan siswa dalam memahami materi faktorisasi aljabar pada Siswa Kelas VIII MTsN Unggul Susoh. Kesalahan konseptual mencapai 86,1% yaitu a) salah dalam menerjemahkan soal faktorisasi aljabar ke dalam kalimat matematika, b) salah dalam konsep variabel faktorisasi aljabar yang digunakan untuk membuat model atau kalimat matematika.

Kesalahan prosedural mencapai 38,8% yaitu a) salah dalam menggunakan aturan yang ada pada metode faktorisasi eliminasi dan substitusi bentuk aljabar, b) salah dalam menarik kesimpulan dalam menentukan jawaban akhir faktorisasi bentuk aljabar. Seorang guru boleh menggunakan bahasa yang sederhana atau bahasa yang mudah dipahami siswa dalam menjelaskan materi faktorisasi aljabar.

Tabel 1. Jenis-Jenis Kesalahan yang dilakukan Siswa   dalam Menyelesaikan Soal Matematika dan Indikatornya
Tabel 1. Jenis-Jenis Kesalahan yang dilakukan Siswa dalam Menyelesaikan Soal Matematika dan Indikatornya

Analisis Butir Soal Ujian Matematika Kelas VII Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2017/2018

Pembahasan

Soal yang memiliki validitas butir rendah dan sangat rendah sebaiknya tidak digunakan lagi dan sebaiknya direvisi atau diperbaiki lagi. Adapun soal-soal yang diujikan dalam kategori pilihan ganda, 5 butir soal termasuk dalam kategori sukar dengan nomor soal 2,3,4,13 dan 20, sedangkan sisanya dikategorikan soal mudah dan sedang. Berdasarkan Arikunto (2013), soal yang baik memiliki kriteria kesukaran yaitu tidak terlalu mudah dan tidak terlalu sukar.

Alasannya karena soal yang terlalu mudah tidak dapat dijadikan ukuran kemampuan siswa, karena tidak akan merangsang siswa untuk berpikir memecahkan masalah pada soal tersebut. Sebaliknya, soal yang terlalu sukar dapat membuat siswa putus asa dan cenderung tidak dijadikan alat ukur karena dapat diasumsikan bahwa kemampuan siswa berada di bawah tingkat kesukaran soal tersebut. Dengan kata lain, soal-soal tersebut tidak dapat digunakan atau direvisi, melainkan dengan menggantinya dengan soal-soal baru.

Untuk soal-soal yang memiliki daya pembeda tingkat rendah, disarankan untuk diganti, namun tetap ditinjau kembali. Sedangkan untuk kasus daya pembeda yang lemah, soal-soal tersebut tidak dapat dikembalikan atau digunakan, solusinya cukup dengan menggantinya dengan soal-soal baru. Soal-soal ujian yang digunakan dinyatakan tidak valid karena tingkat validitas soal sebagian besar masih relatif rendah bahkan ada yang sangat rendah. Kesimpulannya, soal-soal yang memiliki kriteria yang telah disebutkan sebelumnya tidak dapat digunakan atau direvisi terlebih dahulu.

Sebagian besar soal tes yang digunakan memiliki tingkat kesukaran sedang yang berarti tingkat kesukaran soal berada pada kategori baik. Hanya ada 12,5% atau maksimal 2 item yang tidak dapat digunakan karena memiliki tingkat diskriminasi yang buruk. Dalam menyusun soal tes, soal yang akan diujikan terlebih dahulu harus didasarkan pada kualitas soal berdasarkan validitas, reliabilitas, daya pembeda, tingkat kesukaran dan fungsi pengecohan.

Gambar

Gambar 1a. Contoh hasil tes siswa yang  salah memahami konsep Baris dan Deret
Gambar 1b. Contoh hasil tes siswa yang  memahami konsep Baris dan Deret dengan
Tabel 2. Statistik Deskriptif Hasil Tes Akhir Siklus I
Tabel 4. Interval dan Kategori Aktivitas Siswa Siklus I
+7

Referensi

Dokumen terkait

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematika pada materi faktorisasi suku aljabar berdasarkan langkah Gagne siswa kelas VIII SMP Negeri 2

matematika yang lebih baik daripada model pembelajaran langsung untuk pembelajaran pada materi Faktorisasi Suku Aljabar. Siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi

Analisis Tingkat Berpikir Kreatif Siswa Dalam Mata Pelajaran Matematika Materi Faktorisasi Suku Aljabar Pada Siswa Kelas VIII B MTs Negeri Bandung.. Tulungagung: Skripsi

Dengan pembelajaran inkuiri terbimbing dapat membantu mengatasi kesulitan siswa dalam memahami suatu konsep, hal ini sesuai dengan pendapat Gonzales & Stone (2007) bahwa siswa

Bedasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan model Reciprocal Teaching berpengaruh terhadap pemahaman konsep siswa pada materi pokok

Bagaimana peningkatan pemahaman konsep matematika siswa dengan menggunakan pendekatan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia pada materi prisma dan limas siswa kelas VIII B

ANALISIS KESULITAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA MATERI HIMPUNAN Buyung1 STKIP Singkawang, Singkawang, Indonesia1

Kesulitan pemahaman mantematika yang dialami siswa SMP Negeri 4 Takengon dalam memahami konsep matematika memperjelas bahwa siswa tidak terlalu paham dengan materi bangun ruang sisi