ANALISIS PENGARUH IKLAN DIGITAL MELALUI DESAIN GRAFIS TERHADAP MINAT BELI
PADA ANAMI COFFEE
PROPOSAL PENELITIAN
Diajukan oleh :
Aldy Rizki Ghiffari 021120235 [email protected]
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS PAKUAN
BOGOR 2024
1 LEMBAR PERSETUJUAN PROPOSAL PENELITIAN
ANALISIS PENGARUH IKLAN DIGITAL MELALUI DESAIN GRAFIS TERHADAP MINAT BELI PADA ANAMI COFFEE.
Proposal Penelitian Tanggal disetujui pada…
Aldy Rizki Ghiffari 021120235
Disetujui,
Diketahui,
Ketua Program Studi
(Prof. Dr. Yohanes Indrayono. Ak., MM., CA.)
Ketua Komisi Pembimbing (Ibu Dr. Sri Hidajati Ramdani, SE.,
MM.)
Anggota Komisi Pembimbing (Bapak Dr. Abel Ghandy, SPi., M.M.)
2
PRAKATA
Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT yang telah memberikan nikmat jasmani maupun rohani karena atas rahmat-Nya penulis masih diberikan kesempatan untuk menyelesaikan proposal penelitian ini yang merupakan salah satu syarat dalam mencapai gelar Sarjana Manajemen pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pakuan.
Adapun judul yang diambil penulis dalam penelitian ini adalah “Analisis Pengaruh Iklan Digital Melalui Desain Grafis Terhadap Minat Beli Anami Coffee”. Penulis menyadari bahwa penyusunan proposal penelitian ini tidak akan terwujud tanpa adanya bantuan, bimbingan, dan petunjuk dari berbagai pihak. Oleh karena itu pada kesempatan ini penulis mengucapkan terimakasih kepada :
1. Kepada Ibu Yuyuk Sukmawati dan Bapak Edwin Darwin tersayang yang selalu menjadi penyemangat, yang tiada hentinya selalu memberikan kasih sayang, doa, dan dukungan dengan penuh keikhlasan yang tak terhingga, serta kepada Kaka Alya Rysda beserta suami Rafa Syafiq yang selalu memberikan dukungan dalam menghibur saya selama mengerjakan skripsi ini. Semoga selalu diberikan kebahagiaan dan balasan dari Allah SWT yang setimpal.
2. Bapak Prof. Dr.rer.pol. Ir. Didik Notosudjono, M.Sc. Selaku Rektor Universitas Pakuan yang memberikan kesempatan kepada penulis untuk menimba ilmu di Universitas Pakuan.
3. Bapak Towaf Totok Irawan, SE., ME., Ph.D. Selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pakuan.
4. Ibu Dr. Retno Martanti Endah Lestari, S.E., M.Si., CMA., CAPM. Selaku Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemanusiaan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pakuan.
5. Bapak Asep Alipudin, S.E., M.Ak. Selaku Wakil Dekan Bidang Administrasi Keuangan dan Sumber Daya Manusia Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pakuan.
6. Ibu Tutus Rully, S.E., M.M. Selaku Asisten Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pakuan
7. Bapak Prof. Dr. Yohanes Indrayono, Ak., MM., CA. Selaku Ketua Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pakuan.
8. Ibu Ir. Yuary Farradia, M.Sc., PhD. Selaku Ketua Komisi Pembimbing yang telah memberikan bimbingan serta pengetahuan sehingga penulis dapat menyelesaikan proposal penelitian dengan baik.
9. Ibu Dr. Sri Hidajati Ramdani, SE., MM. Selaku Anggota Komisi Pembimbing yang telah meluangkan waktu dan idenya sehingga penulis dapat menyelesaikan proposal penelitian dengan baik.
10. Bapak Nizam M. Andrianto, S.P., M.M. Selaku Dosen Wali yang telah membantu mulai dari awal semester hingga saat ini.
3 11. Seluruh Dosen, Staff Tata Usaha dan Pegawai Perpustakaan Fakultas Ekonomi dan
Bisnis Universitas Pakuan.
12. Sobat UMAK yang selalu ada, walaupun semua berpencar di kota nya masing – masing namun masih tetap mendukung penulis agar cepat lulus. Semoga kita semua menggantikan 9 Naga kelak.
13. Teman – teman Obrolan yaitu Noris, Ajul, Emen, Humai, Reja, dan Zarhan yang sudah membantu mengerjakan penelitian ini.
14. Teman – teman Tongkrongan yaitu Alza, Ocan, Chesta, juga Bunga yang turut menyemangati penulis.
15. Teman – teman AMIGOS yang mendorong penulis untuk cepat lulus, juga memberikan kopi selama mengerjakan penelitian ini.
16. Teman – teman Badan Legislatif Mahsiswa dan juga Badan Eksekutif Mahasiswa periode 2023/2024 yang memotivasi saya dalam menyelesaikan penelitian ini.
17. Semua pihak yang membantu penulis baik langsung maupun tidak langsung dalam menyelesaikan proposal penelitian.
18. Yang terakhir, terimakasih untuk diri sendiri karena telah mampu bertahan atas kerja keras dan berjuang sejauh ini serta tidak pernah menyerah untuk menyelesaikan proposal penelitian.
Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan dan penyelesaian proposal penelitian ini masih banyak sekali kekurangan, terbatasnya pengalaman dan pengetahuan yang dimiliki.
Semoga kekurangan tersebut dapat menjadi pembelajaran bagi penulis.
Akhir kata dengan kerendahan hati kepada Allah SWT dan kepada pembaca, penulis memohon pertolongan dan petunjuk serta berharap semoga penelitian ini dapat bermanfaat bagi yang membacanya.
Bogor, September 2024 Penulis
Aldy Rizki Ghiffari
4 DAFTAR ISI
DAFTAR ISI ... 4
BAB I PENDAHULUAN ... 6
1.2 Identifikasi dan Perumusan Masalah ... 11
1.2.1 Identifikasi Masalah ... 11
1.2.2 Perumusan Masalah ... 11
1.3 Maksud dan Tujuan Penelitian ... 11
1.3.1 Maksud Penelitian ... 11
1.3.2 Tujuan Penelitian ... 11
1.4 Kegunaan Penelitian ... 11
1.4.1 Kegunaan Praktis ... 11
1.4.2 Kegunaan Akademis ... 11
BAB II TINJAUAN PUSTAKA ... 13
2.1 Bauran Pemasaran ... 13
2.2 Promosi ... 13
2.2.1 Bauran Promosi ... 14
2.3 Iklan ... 15
2.3.1 Bauran iklan ... 16
2.3.2 Tujuan iklan ... 16
2.3.3 Media Sosial Periklanan ... 20
2.4 Desain Grafis ... 20
2.4.1 Prinsip dalam Desain ... 20
2.5 Minat Beli ... 21
2.5.1 Faktor yang mempengaruhi Minat Beli ... 22
2.5.2 Indikator Minat Beli ... 22
2.6 Penelitian Terdahulu ... 22
2.7 Kerangka Pemikiran ... 26
2.8 Hipotesis Penelitian ... 28
BAB III METODE PENELITIAN ... 29
5
3.1 Jenis Penelitian ... 29
3.2 Objek, Unit Analisis, dan Lokasi Penelitian ... 29
3.3 Jenis Data dan Sumber data Penelitian ... 29
3.4 Operasionalisasi Variabel ... 29
3.5 Metode Penarikan Sampel ... 30
3.6 Metode Pengumpulan Data ... 31
3.7 Uji Validitas dan Uji Reabilitas ... 32
3.8 Metode Pengolahan/Analisis Data ... 32
DAFTAR PUSTAKA ... 33
6 BAB I
PENDAHULUAN Latar Belakang Penelitian
Di era digital saat ini, pemasaran melalui platform online semakin menjadi strategi utama bagi berbagai bisnis, termasuk coffeeshop. Pemasaran digital menawarkan kesempatan untuk menjangkau audiens yang lebih luas dan lebih spesifik dibandingkan dengan metode pemasaran tradisional. Pemasaran digital memungkinkan perusahaan untuk berinteraksi langsung dengan konsumen, memberikan pengalaman yang lebih personal dan relevan (Kotler & Keller, 2016). Hal ini sangat penting dalam industri makanan dan minuman, di mana preferensi konsumen dapat berubah dengan cepat. Media baru digital memiliki karakteristik dapat dimanipulasi yang bersifat jaringan atau internet. Teknologi dapat mempermudah manusia mendapatkan informasi secara cepat melalui perangkat smartphone. Media massa beralih ke media baru atau internet karena terjadi perubahan dalam cara informasi disampaikan, yaitu dari budaya penyampaian tradisional menuju yang lebih modern (Setiawan, 2017).
Perubahan era digital ini juga berpengaruh pada pemasaran. Dengan kemunculan digital, maka terciptalah pemasaran digital atau digital marketing. Pemasaran digital merupakan kegiatan pemasaran atau promosi sebuah brand atau produk menggunakan media digital atau internet (Pangestika, 2022). Pemasaran sebuah brand atau produk pada media digital atau internet bisa dilakukan salah satunya dengan membuat iklan digital.
Dengan memanfaatkan media internet, pelaku bisnis dapat menjangkau konsumen secara lebih luas. Bisnis di setiap sektor sangat perlu dalam memanfaatkan kemanjuan teknologi untuk syarat bertahan hidup dan dalam kompetisi antar pembisnis lainnya (Halim et al., 2023).
Gambar 1.1 Nilai Belanja Iklan Global Berdasarkan Jenis Media (Sumber : Databoks.katadata.co.id)
7 Dari data diatas dapat dilihat bahwa media digital menguasai pangsa pasar iklan terbesar, dengan nilai US$394,4 miliar atau 55,3% dari total belanja global. Lalu, pada perigkat kedua dikuasai oleh media televisi dengan nilai US$182,4 miliar. Ketiga, media cetak dengan nilai US$51,3 miliar. Keempat, media iklan luar ruangan dengan nilai US$38,3 miliar. Terakhir, media radio dengan nilai terendah dari total belanja global yaitu US$35,6 miliar. Hal serupa juga terjadi di Indonesia, dimana angka belanja iklan digital di Indonesia menunjukkan tren pertumbuhan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
Pada tahun 2022, nilai belanja iklan di Indonesia mencapai US$19,2 miliar atau sekitar Rp 287,82 triliun, menjadikannya sebagai yang terbesar dibandingkan dengan pasar Asia lainnya (Annur, 2023). Fenomena ini menunjukkan bahwa iklan digital tidak hanya menjadi alternatif, tetapi juga menjadi bagian integral dari strategi pemasaran banyak perusahaan di Indonesia.
Meskipun iklan digital mengalami pertumbuhan yang sangat pesat dengan semakin banyaknya pemasar yang memanfaatkan iklan digital, persaingan untuk mendapatkan perhatian konsumen di ruang digital semakin ketat. Pemasar harus bersaing dengan berbagai konten dan iklan lain untuk mendapatkan visibilitas dan keterlibatan dari target audiens. Hal ini menuntut pemasar untuk terus berinovasi dan beradaptasi dengan cepat untuk mempertahankan keunggulan kompetitif (Chaffey & Ellis-Chadwick, 2019). Dengan pertumbuhan yang terus berlanjut, penting bagi pemasar untuk memahami dinamika dan efektivitas iklan digital dalam menjangkau audiens yang lebih luas.
Munculnya media sosial yang bisa diakses kapan saja, di mana saja, dan oleh siapa saja merupakan sebuah angin segar sekaligus tantangan bagi kegiatan pemasaran, promosi, pencitraan, pengembangan bisnis, serta pengembangan iklan (Tasruddin, 2017). Media sosial adalah medium di internet yang memungkinkan pengguna merepresentasikan dirinya maupun berinteraksi, bekerja sama, berbagi, dan berkomunikasi dengan pengguna lain membentuk ikatan sosial secara virtual (Nasrullah, 2015). Berdasarkan hasil riset dari Kementrian Komunikasi dan Informatika (2023), lebih dari 90% pengguna internet di Indonesia aktif di media sosial, menjadikannya sebagai platform utama untuk berkomunikasi, berbagi informasi, dan mempromosikan produk. Pada tahun 2024, pengguna media sosial aktif di Indonesia mencapai 167 juta dari total jumlah penduduk 276,4 juta. Media sosial yang banyak digunakan yaitu Whatsapp dengan jumlah 90,9%
dari jumlah populasi, lalu Instagram dengan jumlah 85,3% dari jumlah populasi (Riyanto, 2024).
Tingginya angka pengguna media sosial di Indonesia mendorong para pemasar untuk merancang strategi pemasaran melalui media sosial. Rencana strategi tersebut ditentukan oleh bauran kreatifitas tertentu dari bauran periklanan yang disusun oleh pengiklan (Hasan, 2013). Desain grafis berperan penting dalam menciptakan iklan yang menarik dan efektif dalam sosial media (Tjahyadi & Antonio, 2023). Peran desain grafis dalam membuat iklan digital juga meliputi penggunaan elemen visual untuk mengkomunikasikan nilai-nilai merek secara efektif, pemilihan warna yang tepat dapat membangkitkan emosi tertentu pada konsumen, sementara tipografi yang sesuai dapat
8 memperkuat pesan merek serta memahami target audiens dan menciptakan desain grafis yang memiliki identitas visual yang kuat (Haddad, 2024).
Desain grafis ialah bentuk komunikasi visual yang menggunakan gambar untuk menyampaikan informasi atau pesan dengan cara yang paling efektif (Tjahyadi & Antonio, 2023). Dengan desain grafis dapat menuangkan data dan ide pemikiran yang menggabungkan artikulasi dan sentimen yang diilustrasikan sebagai sebuah karya (Hartaroe et al., 2016). Dunia bisnis yang berskala kecil maupun besar sangat membutuhkan desain grafis dalam mempercantik penampilan dari produk ataupun asa yang ditawarkan kepada konsumen (Lazuarni et al., 2022). Pemasaran dengan memanfaatkan aspek desain grafis dapat berpengaruh juga dalam minat beli seseorang (Valentino, 2021). Desain menjadi salah satu hal yang dapat membantu meningkatkan minat beli konsumen (Ramadhina & Mugiono, 2022).
Dalam perancangan iklan, kelompok konsumen yang akan jadi sasaran pesan harus ditentukan secara jelas (Akbar, 2018). Umumnya orang akan jauh lebih sigap mendapat pesan pada wujud visual dibandingkan dengan wujud teks (Billa & Wardani, 2023).
Ditengah persaingan usaha, Anami Coffee harus mampu bersaing dengan banyaknya coffeeshop di Kota Bogor. Agar dapat bersaing secara kompetitif dengan para pesaingnya, salah satu cara yaitu dengan membuat desain yang yang menarik, informatif, serta inovatif (Huznuzharif & Khabibah, 2022).
Menurut data dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan bahwa ada 628 usaha restoran, rumah makan, dan café di Kota Bogor tahun 2022. Data tersebut menjadi acuan bahwa persaingan bisnis di Kota Bogor semakin ketat. Pemilik usaha harus memutar otak mencari inovasi terhadap produk yang dijual. Anami Coffee merupakan salah satu kedai kopi yang berada di Kota Bogor tepatnya di Jalan Ahmad Yani No. 15, Tanah Sareal. Kedai kopi yang berdiri tahun 2022 ini diminati oleh kalangan muda mudi dikarenakan kedai kopi ini buka selama 24 jam setiap hari. Sejak 2022 kedai kopi ini mengalami naik turun dalam mendapatkan pelanggan, karena beberapa hal seperti kurangnya promosi, harga yang terlalu tinggi, dan fasilitas yang minim. Sehingga pada bulan Desember tahun 2022 Anami Coffee melakukan pembangunan kembali yang ditandai dengan unggahan #StartUlang pada Instagram Anami Coffee. Anami Coffee saat ini memanfaatkan media sosial Instagram sebagai alat promosi mereka yaitu @anamicoffee. Jika dibandingan dengan kedai-kedai kopi lainnya, Anami Coffee sangat memaksimalkan fungsi media sosial sebagai alat promosi dalam mengiklankan produk mereka.
9 Gambar 1.2 Instagram Anami Coffee
(Sumber: Instagram @anamicoffee, 2024)
Pada instagram Anami Coffee terdapat unggahan iklan yang menunjukan produk barunya. Anami juga mempromosikan dirinya sebagai tempat yang cocok untuk melakukan pekerjaan sehingga menggunakan tagline WFA atau Work From Anami. Anami juga mempunyai julukan untuk para pengunjungnya yaitu “Anapeeps” atau Anami People yang berarti “Orang Anami”. Anami juga mengiklankan produknya dengan melakukan interaksi seperti “Tim Beef Teriyaki atau Tim Chicken Teriyaki”.
Gambar 1.3 Kolaborasi Seken Kuy Gambar 1.4 Kolaborasi Bidonesia (Sumber : Instagram @anamicoffee, 2024)
Anami juga merangkul beberapa komunitas seperti Seken Kuy dengan menjual produk dari Seken Kuy di toko Anami Coffee. Tidak hanya fashion, Anami juga bekerja sama dengan Bidonesia dalam membuat event “Pekan Sporty” yaitu bersepeda bareng dengan Anapeeps mengintari Kota Bogor.
Tabel 1.1 Penjualan Produk Anami Coffee Bulan Maret 2023 – Bulan Januari 2024
Tahun Bulan Jumlah
gelas terjual
Penjualan (Rp)
Kenaikan/
penurunan
Persentase
10 2023
Maret 6.101 183,030,000 - -
April 6.317 189,510,000 - 15,990,000 -8%
Mei 5.784 173,520,000 3,300,000 2%
Juni 5.894 176,820,000 -18,180,000 -9%
Juli 5.691 170,730,000 - 6,090,000 -3%
Agustus 5.271 158,130,000 - 12,600,000 -7%
September 4.654 139,620,000 - 18,510,000 -12%
Oktober 5.371 161,130,000 21,510,000 15%
November 5.569 167,070,000 5,940,000 4%
Desember 5.235 157,050,000 - 10,020,000 -6%
2024 Januari 5.379 161,370,000 4,320,000 3%
Sumber: Manajemen Keuangan Anami Coffee, 2024
Dari data penjualan Anami Coffee diatas dapat disimpulkan bahwa terjadinya fluktuatif disetiap bulannya. Kenaikan dan penurunan ini disebabkan karena banyaknya Coffee shop baru yang bermunculan di Kota Bogor. Maka, Anami Coffee dituntut untuk melakukan promosi yang lebih banyak dari sebelumnya. Penjualan tertinggi berada pada bulan Maret dan April karena pada bulan tersebut umat beragama islam sedang melakukan ibadah puasa. Anami melakukan promosi “Buka sampai Sahur di Anami” sehingga pelanggan masih bisa menikmati 24 jam Anami Coffee walaupun pada bulan Ramadhan.
Di lihat dari fenomena dan masalah yang ada, peneliti berfokus pada peran desain grafis sebagai instrumen dalam pembuatan periklanan untuk meningkatkan minat beli di Anami Coffee. Desain grafis yang di maksud adalah poster yang diunggah ke media sosial Instagram @anamicoffee. Dengan memanfaatkan desain grafis diharapkan dapat memberikan keuntungan dan keuntungan tersebut bukan hanya untuk konsumen saja, namun untuk pemilik usaha. Berdasarkan uraian di atas, maka penulis ingin meneliti
“Analisis Pengaruh Iklan Digital Melalui Desain Grafis Terhadap Minat Beli Pada Anami Coffee”. Sebagai judul skripsi yang diharapkan dapat memberikan informasi mengenai pengaruh strategi promosi dan upaya penulis dalam membantu perusahaan untuk memasarkan produknya dari hasil penelitian ini.
11 1.1 Identifikasi dan Perumusan Masalah
1.1.1 Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan, maka masalah yang teridentifikasi adalah sebagai berikut:
1. Ketatnya persaingan untuk mendapatkan perhatian konsumen yang disebabkan oleh pertumbuhan iklan digital dan banyaknya pemasar yang memanfaatkan iklan digital.
2. Banyaknya usaha restoran, rumah makan, dan café di Kota Bogor menyebabkan Anami Coffee mengalami fluktuatif dalam penjualannya.
3. Pemanfaatan desain grafis sebagai media pembuatan iklan digital dapat berpengaruh terhadap minat beli konsumen.
1.1.2 Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang dan berbagai permasalahan yang dapat diidentifikasi, maka dapat dirumuskan permasalahan ini sebagai berikut:
1. Bagaimana periklanan digital pada Anami Coffee?
2. Bagaimana desain grafis pada Anami Coffee?
3. Apakah periklanan digital melalui desain grafis berpengaruh terhadap minat beli pada anomi Coffee?
1.2 Maksud dan Tujuan Penelitian 1.2.1 Maksud Penelitian
Maksud dari penelitian ini adalah untuk mengumpulkan data dan informasi yang berkaitan juga menganalisis keterkaitan antara variabel penelitian yaitu iklan digital melalui desain grafis terhadap minat beli.
1.2.2 Tujuan Penelitian
Berdasarkan latar belakang dan perumusan masalah yang telah dijabarkan, maka tujuan dari penelitian ini adalah:
1. Menganalisis periklanan digital di Anami Coffee.
2. Menganalisis desain grafis pada Anami Coffee.
3. Menganalisis pengaruh iklan digital melalui desain grafis terhadap minat beli pada Anami Coffee.
1.3 Kegunaan Penelitian 1.3.1 Kegunaan Praktis
Kegunaan praktis dari penelitian ini yaitu diharapkan dapat menambah gagasan dan pemikiran baru dan menjadi masukan terhadap pengambilan keputusan pemilik Anami Coffee dalam membuat dan menjalankan pemasarannya yang lebih baik, efektif, serta efisien, sehingga bisa menumbuhkan kesan yang baik di benak konsumennya dan pada akhirnya mendapat citra positif di mata masyarakat.
1.3.2 Kegunaan Akademis
Penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai perbandingan dan pengembangkan yang jauh lebih baik untuk mengkaji ilmu pemasaran, terutama sebagai
12 acuan bagi studi ilmiah tentang bagaimana menganalisis pengaruh iklan digital melalui desain grafis terhadap minat beli pada suatu produk atau jasa. Selain itu, penelitian ini dapat digunakan sebagai sumber informasi dan bahan referensi bagi penulis yang hendak melakukan penelitian pada bidang yang sama.
13 BAB II
TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Bauran Pemasaran
Menurut Kotler & Keller (2016) ada 4 elemen pemasaran atau yang biasa disebut dengan Bauran pemasaran (marketing mix) merupakan ungkapan umum strategi yang digunakan dalam pemasaran untuk menentukan dan menawarkan produk atau jasa yang sering dikaitkan /cara . 4 elemen tersebut yaitu Price, Product, Promotion dan Place.
1. Product(produk) adalah segala sesuatu yang ditawarkan kepada masyarakat untuk dilihat,dipegang, dibeli atau dikonsumsi. Sesungguhnya pelanggan tidak membeli barang atau jasa, tetapi membeli manfaat dari sesuatu yang ditawarkan. Pengertian yang ditawarkan menunjukkan sejumlah manfaat yang didapat oleh konsumen, baik barang atau jasa maupun kombinasinya. Produk dapat terdiri dari product variety, quality, design, feature, brand name, packaging, sizes, services, warranties, and returns.
2. Price(harga) adalah sejumlah uang yang konsumen bayar untuk membeli produk ataumengganti hal milik produk. Harga meliputi last price, discount, allowance, payment period, credit terms, and retail price. Harga merupakan faktor utama penentu posisi dan harus diputuskan sesuai dengan pasar sasaran, bauran ragam produk, dan pelayanan, serta persaingan.
3. Place(tempat) adalah berbagai kegiatan perusahaan untuk membuat produk yang dihasilkan/dijual terjangkau dan tersedia bagi pasar sasaran. Tempat meliputi antara lain channels, coverage, assortments, locations, inventory, and transport. Lokasi yang strategis akan menjadi salah satu keuntungan bagi perusahaan karena mudah terjangkau oleh konsumen, namun sekaligus juga menjadikan biaya rental atau investasi tempat menjadi semakin mahal.
4. Promotion(promosi) adalah berbagai kegiatan perusahaan untuk mengkomunikasikan danmemperkenalkan produk pada pasar sasaran.
Variabel promosi meliputi antara lain sales promotion, advertising, sales force, public relation, and direct marketing.
2.2 Promosi
Menurut Hasan, (2013), promosi merupakan fungsi pemasaran yang focus untuk mengkomunikasikan program – program pemasaran secara persuasif kepada target pelanggan atau calon pelanggan untuk mendorong terciptanya transaksi – pertukaran antara perusahaan dan pelanggan.
Menurut Saleh & Said (2019), Promosi merupakan kegiatan terpenting yang berperan aktif dalam memperkenalkan, memberitahukan dan mengingatkan Kembali manfaat suatu produk agar memotivasi pembeli untuk berbelanja barang yang diiklankan.
14 Menurut Kotler & Keller (2016), promosi adalah elemen yang digunakan untuk memberi tahu pasar tentang produk atau jasa baru yang ditawarkan oleh perusahaan melalui iklan, penjualan pribadi, promosi penjualan, dan publikasi. Dalam kasus ini, promosi diharapkan membuat pasar tertarik untuk membeli, menerima, atau tetap setia terhadap produk yang ditawarkan oleh penyedia barang atau jasa perseorangan, grosir.
Pada prinsipnya, meskipun promosi ini biasanya dilakukan oleh penjual atau produsen, pembeli atau calon pembeli kadang-kadang secara tidak sadar juga melakukan promosi misalnya, setelah membeli suatu produk berupa barang atau jasa dan merasa puas dalam menggunakannya, pembeli tersebut kemudian menceritakan kebaikan atau kelebihan barang atau jasa tersebut kepada orang lain. Promosi melibatkan memberi tahu, mempengaruhi, dan membujuk pelanggan sasaran serta mengingatkan mereka tentang perusahaan dan bauran pemasarannya.
Menurut Kotler & Keller (2016), ada tiga tujuan untuk kegiatan promosi. Ketiga tujuan tersebut diantaranya yaitu:
1. Menginformasikan
menginformasikan pasar tentang produk baru, mengemukakan manfaat baru sebuah produk, menginformasikan pasar tentang perubahan harga, menjelaskan bagaimana produk bekerja, menggambarkan jasa yang tersedia, memperbaiki kesan yang salah, mengurangi ketakutan pembeli, membangun citra preusahan. 2. Membujuk
Mengubah presepsi mengenai atribut produk agar diterima pembeli.
3. Mengingatkan
Agar produk tetap diingat pembeli sepanjang masa, mempertahankan kesadaran akan produk yang paling mendapatkan perhatian. Setelah diadakan promosi diharapkan audiens, yaitu adanya pembelian dan kepuasan yang tinggi.
2.2.1 Bauran Promosi
Menurut Kotler (2016), mendefinisikan bauran promosi (promotion mix) sebagai perpaduan spesifik alat-alat promosi yang digunakan perusahaan untuk 13 mengkomunikasikan value ke customer secara persuasif dan membangun customer relationships.
Menurut Adebisi & Bayode (2011), Kombinasi instrumen promosi (bauran promosi) umumnya terdiri dari periklanan (advertising), penjualan personal (personal selling), promosi penjualan (sales promotion), hubugan Masyarakat (public relations), pemasaran langsung (direct marketing), dan online marketing.
Kotler (2016) menambahkan 2 instrumen bauran promosi yaitu Acara dan pengalaman (Event and Experience) serta pemasaran dari mulut ke mulut (Word of Mouth Marketing), dengan penjelasan sebagai berikut :
1. Iklan (Advertising)
merupakan semua bentuk terbayar dari persentasi nonpersonal dan promosi ide, barang atau jasa melalui sponsor yang jelas melalui media cetak (koran dan majalah), media penyiaran (radio dan televisi), media jaringan (telepon, kabel, satellite, wireless), dan media elektronik (rekaman suara, rekaman video, CD-
15 ROM, halaman website), dan media pameran (billboard, papan petunjuk, brosur, dan poster).
2. Promosi Penjualan (Sales Promotion)
merupakan berbagai insentif jangka pendek untuk mendorong percobaan atau pembelian produk atau jasa termasuk promosi konsumen (seperti sampel, kupon, dan premi), promosi perdagangan (iklan dan tunjangan), dan bisnis dan promosi tenaga penjualan (kontes untuk reputasi penjualan).
3. Acara dan Pengalaman (Even and Experiences)
merupakan kegiatan dan program yang disponsori perusahaan yang dirancang untuk menciptakan interaksi harian atau merek khusus-terkait interaksi dengan konsumen, termasuk seni olahraga, hiburan, dan menyebabkan acara atau kegiatan menjadi kurang formal.
4. Hubungan Masyarakat dan Publisitas (Public Relations and Publicity)
merupakan berbagai program yang diarahkan secara internal kepada karyawan dari perusahaan atau konsumen luar, perusahaan lain, pemerintah, 14 dan media untuk mempromosikan , membangun hubungan antar perusahaan dengan publik , melindungi dan membangun citra perusahaan atau produk komunikasi individu yang positif.
5. Penjualan Personal (Personal Selling)
merupakan interaksi tatap muka yang dilakukan oleh tenaga penjualan perusahaan dengan satu atau lebih pembeli prospektif untuk tujuan melakukan pertemuan penjualan, presentasi pribadi, menjawab pertanyaan, pengadaan pesanan, membuat penjualan, dan hubungan pelanggan.
6. Pemasaran Langsung (Direct Marketing)
merupakan penggunaan surat, telepon, facsimile, e-mail, atau internet untuk berkomunikasi atau berhubungan secara langsung dengan meminta respon atau tanggapan dan melakukan dialog dari pelanggan dan prospek tertentu.
7. Pemasaran Interaktif (Interactive Online Marketing)
adalah kegiatan dan program online yang dirancang untuk melibatkan pelanggan atau prospek dan secara langsung atau tidak langsung meningkatkan kesadaran memperbaiki citra, atau menciptakan penjualan produk dan jasa.
8. Pemasaran dari mulut ke mulut (Word of Mouth Marketing)
merupakan komunikasi lisan, tertulis, dan elektronik antar masyarakat yang berhubungan dengan keunggulan atau pengalaman membeli atau menggunakan produk atau jasa.
2.3 Iklan
Menurut Durmaz (2011), iklan didefinisikan sebagai upaya Perusahaan menyajikan atau menyampaikan pesan promosi non-personal untuk memegaruhi konsumen untuk membeli produk (ide, barang atau jasa) yang dibayar oleh sponsor yag telah diidentifikasi.
Menurut Hasan (2013), iklan disebut sebagai penjualan non-personal untuk menginformasikan, membujuk, dan mengingatkan pelanggan mengenai produk, jasa, dan pelayanannya.
16 Menurut Priansa (2017), iklan merupakan informasi yang diberikan kepada pelanggan secara terus menerus sehingga memampukan mereka memahami produk dan membandingkannya dengan produk lain atau produk competitor.
Berdasarkan beberapa definisi diatas maka peneliti menyimpulkan bahwa iklan merupakan penyampaian informasi yang dilakukan oleh Perusahaan untuk mempromosikan secara non-personal yang bertujuan untuk membentuk kesadaran konsumen akan produk, jasa, maupun pelayanannya.
2.3.1 Bauran iklan
Menurut Hasan (2013), Agar iklan bekerja maksimal maka diperlukan elemen – elemen yang saling melengkapi satu sama lain. Elemen tersebut adalah bauran – mixing yang disebut bauran periklanan atau advertising mix yang terdiri atas kreatif dan media, yang keduanya sebagai elemen penentu bagi iklan untuk menjangkau dan menyerang konsumen sasaran.
Menurut Hasan (2013), Iklan memiliki fungsi utama untuk menginformasikan, memengaruhi, dan menciptakan suasana yang menyenangkan. Kualitas iklan ditentukan oleh kemampuannya sebagai :
1. Public presentation
Setiap orang menerima pesan yang sama tentang produk yang diiklankan.
2. Pervasiveness message
Pesan iklan yang sama dapat diulang – ulang untuk memantapkan penerimaan informasi dan karenanya dapat membangun citra produk/perusahaan/merek jangka Panjang.
3. Amplified expressiveness
Iklan mampu mendramatisasi Perusahaan dan produknya melalui gambar dan suara untuk menggugah dan memengaruhi khalayak.
4. Impersonality communication
Iklan tidak bersifat memaksa khalayak untuk memerhatikan dan menanggapinya, karena merupakan komunikasi yang monolog (satu arah).
2.3.2 Tujuan iklan
Menurut Hasan (2013), banyak pendekatan dalam merumuskan tujuan periklanan sehingga dibatasi pada inventory approach, attitudinal approach, dan hierarchy approach.
a. Inventory Approach
Menurut Mooij & Hofstede (2010) dalam Hasan (2013), Tujuan iklan dengan pendekatan Inventory Approach adalah sebagai berikut :
Tabel 2. 1 Pendekatan Inventory Approach dalam merumuskan tujuan periklanan
Jenis Uraian
1 Informative Pioneering Advertising : To Create
Awarness and knowledge of new product or new features of existing products.
Membentuk kesadaran dan pengetahuan tentang produk baru atau
menginformasikan keistimewaan baru dari produk yang sudah ada.
Membantu agar sebuah produk dikenal Membantu menanamkan citra atau ciri –
17
Jenis Uraian
ciri tertentu terhadap suatu produk Mendorong tumbuhnya pandangan yang positif terhadap produk
Berupaya menciptakan permintaan awal (primary demand)
Menjadi senjata ampuh dalam peluncuran produk baru ke pasar 2 Persuasive Advertising : to
create liking, preference, conviction, and purchase of a product or service.
Membentuk rasa senang, refrensi, keyakinan, dan pembelian produk atau jasa.
Membantu memosisikan produk dalam segmen dan mengidentifikasi produk dengan segmen tersebut.
Mengembangkan pilihan pada merek tertentu dengan menunjukkan
keunggulan produk merek tertentu dibanding produk merek pesaing.
Membuat konsumen tertarik pada produk yang ditawarkan.
Menjadi jembatan antara produk dan penjualan, menimbulkan keungan untuk meminta informasi penjualan, sampel, atau harga.
Membantu memperkuat distributor pasar lokal.
a. Penjualan jangka pendek Menciptakan kesadaran adanya sebuah produk atau merek.
Menciptakan kecenderungan perasaan senang terhadap merek tersebut.
Menanamkan informasi atau perilaku yang mengacu pada keuntungan superior dari merek tersebut.
Memerangi klaim kompetitif.
Memperbaiki pemaknaan yang salah, informasi yang disampaikan dengan tidak benar, serta rintangan lain bagi penjualan.
Membangun kebiasaan yang mudah mengenali merek.
b. Penjualan langsung Melaksanakan fungsi penjualan menyeluruh.
Menutup penjualan dari sebagai periklanan di masa lalu.
Iklankan alasan khusus bagi pembelian saat ini.
Ingatkan prospek untuk membeli.
18
Jenis Uraian
c. Peningkatan penjualan Memertahankan pelanggan yang ada terhadap serangan keras dari pesaing.
Mengusahakan peralihan pemakai dari pesaing pada merek yang diiklankan.
Menciptakan pelanggan tetap dari pelanggan yang tersebar.
Mendorong frekuensi penggunaan yang lebih banyak.
d. Pembentukan image Membentuk kualitas produk dan pelayanan yang unggul.
Membentuk kemiripan produk yang bervariasi dengan kualitas unggul.
e. Kepercayaan pelanggan jangka Panjang
Membentuk kepercayaan pelanggan dan pelanggan potensial.
Membentuk kepercayaan perdagangan.
Membentuk kepercayaan pekerja dan calon pekerja potensial.
Membentuk kepercayaan pada jaringan komunitas finansial.
Membentuk kepercayaan Masyarakat umum.
3 Reminder Advertising : to stimulate repeat purchase of product and services.
Mengupayakan iklan dapat melekatkan nama atau merek produk tertentu di benak konsumen.
Merangsang pembelian ulang atas produk atau jasa.
Membantu Perusahaan memantapkan diri secara terus – menerus,
menerangkan, memperbaiki posisi, memperkuat hubungan dengan relasi lama atau membangun relasi – relasi baru.
Iklan yang sederhana dapat
memudahkan orang mengingat Kembali produk Perusahaan tertentu.
4 Reinforcement Advertising : to convince current purchasers that they made the right chose.
Meyakinkan pembeli dan calon pembeli bahwa produk yang sekarang adalah pilihan terbaik.
Meyakinkan atau memantapkan pilihan pembeli.
Mendorong untuk memenangkan persraingan.
Memperkuat perbedaan produk sehingga bersentuhan dengan emosi, gaya, dan status pelanggan.
Membantu menjangkau pelanggan.
19 b. Attitudinal Approach
Pendekatan ini menyarankan tujuan periklanan adalah memengaruhi struktur sikap.
Dengan dirumuskan sebagai berikut :
a. Memengaruhi kekuatan yang paling berpengaruh dalam pemilihan kriteria mengevaluasi merek dari kelas produk.
b. Menambahkan karakteristik pada hal – hal yang dianggap menonjol pada kelas produk.
c. Meningkatkan atau menurunkan peringkat karakteristik kelas produk yang menonjol
d. Mengubah persepsi terhadap merek Perusahaan pada beberapa karakteristik produk tertentu yang menonjol atau penting.
e. Mengubah persepsi terhadap merek – merek yang bersaing pada beberapa karakteristik produk tertentu yang menonjol atau penting.
c. Hierarchy Approach
Pendekatan ini menjelaskan bahwa terjadinya pembelian terjadi dimulai dari Think – Feel – Do. Dengan penjelasan sebagai berikut :
Tabel 2. 2 Think-Feel-Do Model
Think Awareness Membangun kesadaran
dengan mengenalkan nama produk melalui pesan sederhana yang terus menerus mengulang nama produk.
Knowledge Mendorong target pasar mempunyai pengetahuan lebih banyak tentang produk dengan cara menyampaikan informasi tentang produk.
Feel Liking Mengembangkan
kampanye iklan untuk mendorong target audiens memiliki perasaan suka terhadap produk.
Preference Membangun preferensi
target audiens dengan memprosikan mutu, nilai, kinerja dan kistimewaan lainnya pada produk.
Do Conviction Membangun keyakinan
target audiens bahwa produk merupakan pilihan yang terbaik bagi mereka.
Purchase – Re Purchase Mengarahkan target audiens agar melakukan
20 pembelian dengan cara (diantaranya) menawarkan harga rendah, premi, memberi kesempatan mencoba yang diharapkan
akan melalkukan
pembelian ulang.
2.3.3 Media Sosial Periklanan
Menurut Carr & Hayes (2015), Media sosial merupakan media berbasis internet yang memungkinkan Pengguna berkesempatan untuk berinteraksi dan mempresentasikan diri, baik secara seketika ataupun tertunda, dengan khalayak luas maupun tidak yang mendorong nilai dari user-generated content dan persepsi interaksi dengan orang lain.
Menurut Kotler & Keller (2016), Media sosial merupakan jalan Tengah bagi konsumen untuk berbagi informasi dalam bentuk tulisan, gambar, audio, dan video dengan sesame Pengguna atau dengan Perusahaan.
Menurut Prihatiningsih (2017), Media sosial merupakan alat yang biasa digunakan untuk promosi bisnis yang efektif karena bisa dijangkau dan diakses oleh siapa saja sehingga promosi dijangkau secara luas.
Berdasarkan beberapa definisi di atas, peneliti menyimpulkan bahwa media sosial merupakan sebuah media yang berbasis internet untuk berbagi informasi ataupun mempresentasikan diri, serta menjadi sarana promosi yang efektif karena dapat dijangkau dan diakses oleh khalayak luas.
2.4 Desain Grafis
Menurut Suyanto (2004), Desain grafis didefinisikan sebagai aplikasi dari keterampilan seni dan komunikasi untuk kebutuhan bisnis dan industry, aplikasi – aplikasi ini dapat meliputi periklanan dan penjualan produk, menciptakan identitas visual untuk institusi, produk dan perusahaan, lingkungan grafis, desain informasi, dan secara visual menyempurnakan pesan dalam publikasi.
Menurut Enterprise (2018), Desain grafis adalah salah satu bentuk komunikasi yang memanfaatkan elemen visual seperti bentuk, foto, tulisan, dan elemen lainnya dengan tujuan untuk menyampaikan ide atau gagasan ke orang lain menggunakan elemen – elemen tersebut.
Menurut Casofa & Isa (2013), Desain grafis adalah suatu bentuk komunikasi visual yang menggunakan gambar untuk menyampaikan informasi atau pesan seefektif mungkin.
Dalam desain grafis, teks juga dianggap gambar. Alasannya, teks juga merupakan hasil abstraksi simbol – simbol yang bisa dibunyikan.
Berdasarkan beberapa definisi diatas, peneliti menyimpulkan bahwa desain grafis merupakan seni dalam berkomunikasi dengan memanfaatkan elemen visual seperti bentuk, foto, maupun tulisan untuk menyempurnakan penyampaian pesan atau informasi dengan seefektif mungkin.
2.4.1 Prinsip dalam Desain
21 Menurut Budiarto et al. (2012), Prinsip-prinsip desain membantu menentukan bagaimana menggunakan elemen desain. Ada empat prinsip desain yaitu keseimbangan, penekanan, irama, dan kesatuan.
1. Keseimbangan
Setiap Elemen pada gambar telah ditentukan ukuran dasarnya, seperti : kegelapan atau keringanan, dan ketebalan dari baris. Warna, nilai, ukuran, bentuk dan tekstur dapat digunakan sebagai unsur balancing. Ada dua pendekatan dasar untuk menyeimbangkannya :
a. Keseimbangan simetris
Merupakan susunan dari elemen agar merata ke kiri dan ke kanan dari pusat.
Keseimbangan Simetris bisa menjadi kekuatan dan stabilitas publikasi, presentasi dan situs web.
b. Keseimbangan asimetris
Merupakan pengaturan yang berbeda dengan berat benda yang sama di setiap sisi halaman. Keseimbangan Asimetris dapat menyiratkan kontras, berbagai gerakan dan lain-lain. Hal ini cocok diaplikasinya untuk publikasi hiburan, presentasi dan situs web.
2. Rhythm / Irama
Pola berulang yang dibuat oleh unsur-unsur yang berbeda-beda. Pengulangan (mengulangi unsur serupa dalam cara yang konsisten) dan variasi (perubahan dalam bentuk, ukuran, posisi atau elemen) adalah kunci untuk visual ritme. Menempatkan elemen dalam sebuah layout secara berkala membuat halus, dan bahkan ritme yang tenang dan santai. Perubahan yang tiba-tiba pada ukuran dan jarak antara unsur membuat ritme hidup dan suasana hati yang menyenangkan.
3. Penekanan
Penekanan adalah sesuatu yang mendapat perhatian utama. Tata letak setiap kebutuhan penting untuk menarik perhatian pembaca. Terlalu banyak fokus menyebabkan tujuan utama penekanan tidak tercapai. Umumnya, yang penting dibuat suatu unsur yang berbeda dari yang lain.
4. Kesatuan
Kesatuan membantu semua elemen menjadi satu. Bentuk merupakan salah satu unit-teks, headline, foto, gambar, dan keterangan. Menyatukan elemen-elemen oleh kelompok yang saling berdekatan sehingga elemen-elemen tersebut terlihat satu kesatuan. Mengulangi warna, bentuk, dan tekstur untuk menyatukan gambar.
Dengan menggunakan kotak (struktur halaman) untuk membuat kerangka margin, kolom, jarak, dan proporsi.
2.5 Minat Beli
Menurut Kotler (2016), Minat beli konsumen adalah sesuatu yang timbul setelah menerima rangsangan dari produk yang dilihatnya, dari sana timbul ketertarikan untuk mencoba produk tersebut sampai pada akhirnya timbul keinginan untuk membeli agar dapat memilikinya.
22 Menurut Suyono & Sukmawati (2012), Minat beli adalah tahap dimana konsumen membentuk pilihan mereka diantara beberapa merek yang tergabung dalam perangkat pilihan. Kemudian pada akhirnya melakukan suatu pembelian pada suatu alternatif yang paling disukainya atau proses yang dilalui konsumen untuk membeli suatu barang atau jasa yang didasari oleh bermacam pertimbangan.
Menurut Ferdinand (2016), Minat beli konsumen dapat diartikan sebagai minat beli yang mencerminkan Hasrat dan keinginan konsumen untuk membeli suatu produk.
Berdasarkan beberapa definisi diatas, peneliti menyimpulkan bahwa minat beli merupakan proses timbulnya keinginan konsumen untuk membeli suatu barang atau jasa berdasarkan pilihan mereka diantara beberapa merek yang menjadi pilihannya.
2.5.1 Faktor yang mempengaruhi Minat Beli
Menurut Lidyawatie (2008), terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi minat beli konsumen, yaitu:
1. Perbedaan Pekerjaan
Adanya perbedaan pekarjaaan seseorang dapat diperkirakan minat terhadap tingkat pekerjaan yang ingin dicapainya, aktivitas yang dilakukan, penggunaan waktu senggangnya, dan lain-lain
2. Perbedaan Sosial Ekonomi
Pada perbedaan sosial ekonomi dapat diartikan bahwa seseorang yang mempunyai sosial ekonomi yang tinggi akan lebih mudah mencapai apa yang diinginkan daripada yang mempunyai sosial ekonomi yang rendah.
2.5.2 Indikator Minat Beli
Adapun indikator dari minat beli menurut Tjiptono (2015), yaitu sebagai berikut:
1. Minat Transaksional
Kecenderungan seorang konsumen untuk membeli produk. Konsumen telah memiliki minat terhadap produk tertentu untuk melakukan pembelian.
2. Minat Refrensial
Kecenderungan untuk merujuk dan menyarankan produk tertentu kepada orang lain untuk dibeli.
3. Minal Preferensial
Minat yang menggambarkan perilaku seorang konsumen yang menjadikan produk sebagai pilihan utama. Preferensi dapat diganti ketika terjadi sesuatu dengan produk tersebut.
4. Minat Eksploratif
Perilaku seorang konsumen yang selalu mencari informasi dan hal-hal positif mengenai produk tertentu.
2.6 Penelitian Terdahulu
Tabel 2. 3 Penelitian Terdahulu No. Nama peneliti, Tahun
& Judul Penelitian
Variabel Yang Diteliti
Indikator Metode Analisis Hasil Penelitian
23 No. Nama peneliti, Tahun
& Judul Penelitian
Variabel Yang Diteliti
Indikator Metode Analisis Hasil Penelitian
1. (Fauzi Akbar, 2017)
“Pengaruh Desain Grafis Sebagai Media Promosi terhadap Minat Beli pada Toko Buku Jelita di Belawan.”
Desain grafis (X)
1. Jangkauan 2. Frekuensi 3. Kontinuitas 4. Ukuran 5. Warna
Metode korelasional Didapatkan hasil sebesar 0.52. berdasarkan kriteria pedoman kuat lemahnya tingakat atau derata keratan antara variabel desain grafis sebagai media promosi dan variabel minat beli didapatkan hubungan dalam tingkatan sedang.
Yang artinya desain grafis sebagai media promosi memberikan pengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian produk pada Toko Buku Jelita.
Minat Beli (Y)
1. Attention 2. Interest 3. Desire 4. Action 5. Satisfaction 6. Perbedaan
hobi 7. Perbedaan
jenis kelamin 8. Perbedaan
usia 2. (Hartaroe et al., 2016).
“Pengaruh Instagram Ads , desain Grafis dan Promosi Penjualan terhadap Minat Beli Konsumen di PT.
Sayur Box”
Instagram Ads (X.1)
1. Hastag 2. Komentar 3. Mention 1.
Metode penelitian kuantitatif
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara bersamaan iklan instagram, desain grafis dan promosi mempunyai pengaruh positif dan berpengaruh signifikan terhadap minat beli pada pengguna SayurBox.
Sedangkan sebagian Iklan Instagram
berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli, desain grafis berpengaruh negatif dan signifikan
tidak signifikan terhadap minat beli dan promosi berpengaruh positif dan signifikan
berpengaruh terhadap minat beli pada pengguna SayurBox.
Desain Grafis (X.2),
1. Brand Name 2. Warna 3. Gambar Promosi
Penjualan (X.3)
1. Pesan Promosi 2. Media
promosi 3. Waktu
Promosi
Minat Beli (Y)
1. Minat Eksploratif 2. Minat
Preferensial 3. Minat
Transaksional
3. (Ramadhina &
Mugiono, 2022)
“Pengaruh Desain Kemasan, Variasi Produk dan Kualitas
Desain Kemasan (X.1)
1. Visibilitas 2. Informasi 3. Daya Tarik
Emosional 4. Daya
Kemampua
Jenis penelitian yang digunakan adalah Explanatory
Research yang bertujuan untuk mempelajari
Hasil penelitian ini menunjukkan desain kemasan, variasi produk dan kualitas produk berpengaruh signifikan terhadap Minat Beli
24 No. Nama peneliti, Tahun
& Judul Penelitian
Variabel Yang Diteliti
Indikator Metode Analisis Hasil Penelitian
Produk Terhadap Minat Beli Konsumen”
untuk Bekerja hubungan antara dua variabel atau lebih yang mencoba menjelaskan alasan terjadinya suatu fenomena.
secara simultan dan parsial. Variasi Produk berpengaruh paling dominan karena memiliki nilai koefisien beta dan t hitung paling besar.
Bluder Cokro telah berhasil membuat calon konsumen memilih Bluder Cokro dibanding dengan merek lain.
Variasi Produk (X.2)
1. Ukuran 2. Harga 3. Tampilan 4. Komposisi Kualitas
Produk (X.3)
1. Kemampuan Produk 2. Ketahanan
Produk 3. Kemampuan
Layanan 4. Kualitas yang
dirasakan 5. Kehandalan
Fitur.
Minat Beli Konsumen (Y).
1. Minat Eksploratif 2. Minat
Preferensial 3. Minat
Transaksional 4. (Huznuzharif &
Khabibah, 2022)
“Pembuatan Media Promosi dalam Bentuk Desain Kemasan dengan Menggunakan Corel Draw untuk Meningkatkan Minat Beli Konsumen di Ayam Geprek Seuhah Malang”
Desain Kemasan (X)
1. Emphaty 2. Persuation 3. Impact 4. Communicati
on
Penelitian ini merupakan jenis penelitian tindakan (action research) dan melibatkan 15 responden. Penelitian ini menggunakan aplikasi Corel Draw sebagai aplikasi pembuat desain kemasan, sedangkan metode
pengumpulan data pada penelitian ini yang digunakan ada 4 yaitu observasi, kuesioner,
wawancara, dan dokumentasi.
Metode analisa data dilakukan
berdasarkan EPIC
Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain kemasan ini masuk dalam kategori sangat efektif digunakan sebagai media promosi dan meningkatkan minat beli konsumen di Ayam Geprek Seuhah Malang. Hal ini dapat dibuktikan dengan hasil analisa data dapat diketahui bahwa skor rata rata EPIC Rate sebesar 4,46 dan AIDA Rate sebesar 81,6%.
Minat Beli (Y)
1. Interest 2. Desire 3. Action
25 No. Nama peneliti, Tahun
& Judul Penelitian
Variabel Yang Diteliti
Indikator Metode Analisis Hasil Penelitian
Model.
5. (Billa et al., 2023)
”Promosi Melalui Katalog Menggunakan
Canva untuk
Meningkatkan Minat Beli di Cookye Cookies Malang”
Promosi (X) Promosi:
1. Empati 2. Persuasi 3. Dampak 4. Komunikasi
Kajian ini memakai metode Penelitian Tindakan atau Action Research. Penelitian Tindakan
merupakan penelitian terkait perkara yang adadi masyarakat atau kelompok tujuan, serta perolehannya
langsung bisa dikarenakan
terhadap masyarakat yang terkait.
hasil kajianini, dapat disimpulkan bahwa desain katalog dikatakan efektif dan layak digunakan untuk membantu promosi.
Cookye Cookies
Malang bisa
memakaikatalog yang sudah diciptakan guna memperomosikan usaha yang menunjang kegiatan pemasaran. Fungsi lain dari katalog produk adalah membantu Cookye Cookies Malang memberitahukan
informasi produk yang disediakan.
Minat Beli (Y)
Minat Beli:
1. Perhatian 2. Mengetahui 3. Kesadaran 4. Tertarik
(Sumber : Data Sekunder, 2024)
Penelitian terdahulu yang telah dipaparkan di atas memiliki persamaan dan perbedaan dengan penelitian yang akan di teliti oleh penulis. Pada penelitian terdahulu yang ditulis oleh Fauzi Akbar (2017) dengan judul “Pengaruh Desain Grafis Sebagai Media Promosi terhadap Minat Beli pada Toko Buku Jelita di Belawan.” Memiliki persamaan dari segi variabel independen yaitu Desain Grafis dan variabel dependen Minat beli. Selain itu persamaannya terletak pada metode penelitian yang menggunakan motode kolerasi yang sama-sama berujuan untuk melihat pengaruh antara variabel independen dan variabel dependen. Namun perbedaan pada penelitian ini terletak pada objek penelitian yang dimana pada penelitian terdahulu menggunakan toko Buku Jelita sebagai objek penelitian, sedangkan penulis menggunakan Anami Coffee sebagai objek penelitian.
Pada penelitian terdahulu yang ditulis oleh Hartaroe, et.al (2016) yang berjudul
“Pengaruh Instagram Ads , desain Grafis dan Promosi Penjualan terhadap Minat Beli Konsumen di PT. Sayur Box” memiliki persamaan dari salah satu varibel independen yakni Desain Grafis, dan menggunakan minat beli sebagai variabel dependen, serta sama- sama menggunakan metode yang tujuannya melihat pengaruh antar variabel. Namun pada penelitian ini ada perbedaan dari segi objek penelitian yang menggunakan PT. Sayur Box.
Penelitian terdahulu yang ditulis oleh Ramadhina & Mugiono (2022) yang berjudul
“Pengaruh Desain Kemasan, Variasi Produk dan Kualitas Produk Terhadap Minat Beli
26 Konsumen” memiliki persamaan yaitu dengan memasukan variabel desain, minat beli, dan sama-sama menggunakan metode penelitian yang tujuanna untuk melihat pengaru antar variabel. Namun pada penelitian ini memiliki perbedaan yaitu dari segi objek.
Pada penelitian yang ditulis oleh Huznuzharif & Khabibah (2022) yang berjudul
“Pembuatan Media Promosi dalam Bentuk Desain Kemasan dengan Menggunakan Corel Draw untuk Meningkatkan Minat Beli Konsumen di Ayam Geprek Seuhah Malang”
memiliki persamaan dari variabel Y yaitu minat beli, namun penelitain tersebut memiliki perbedaan diantaranya adalah dari variebel independen yang digunakan, indikator variabel dependen, objek penelitian, dan metode analisis data yang digunakan. Pada penelitian lainnya yang ditulis oleh Billa et al (2023) yang berjudul ”Promosi Melalui Katalog Menggunakan Canva untuk Meningkatkan Minat Beli di Cookye Cookies Malang”, memiliki persamaan yaitu pada variabel independen promosi dan variabel dependen minat beli, namun ada perbedaan yang dilihat dari objek penelitian yang penelitian terdahulu gunakan yaitu Cookye Cookis Malang dan metode penelitian yang menggunakan metode tindakan atau Action Research
2.7 Kerangka Pemikiran
Menurut Hasan (2013), Agar iklan bekerja maksimal maka diperlukan elemen – elemen yang saling melengkapi satu sama lain. Elemen tersebut adalah bauran – mixing yang disebut bauran periklanan atau advertising mix yang terdiri atas kreatif dan media, yang keduanya sebagai elemen penentu bagi iklan untuk menjangkau dan menyerang konsumen sasaran.
Menurut Mooij & Hofstede (2010) dalam Hasan (2013), Tujuan iklan dengan pendekatan Inventory Approach adalah sebagai berikut :
a. Informative Advertising yaitu membentuk kesadaran dan pengetahuan tentang produk baru atau menginformasikan keistimewaan baru dari produk yang sudah ada.
b. Persuasive Advertising yaitu membentuk rasa senang, refrensi, keyakinan, dan pembelian produk atau jasa.
c. Reminder Advertising yaitu merangsang pembelian ulang atas produk atau jasa.
d. Reinforcement Advertising yaitu meyakinkan pembeli dan calon pembeli bahwa produk yang sekarang adalah pilihan terbaik.
Menurut Enterprise (2018), Desain grafis adalah salah satu bentuk komunikasi yang memanfaatkan elemen visual seperti bentuk, foto, toluisan, dan elemen lainnya dengan tujuan untuk menyampaikan ide atau gagasan ke orang lain menggunakan elemen – elemen tersebut. Menurut Budiarto et al. (2012), Prinsip-prinsip desain membantu menentukan bagaimana menggunakan elemen desain. Ada empat prinsip desain yaitu keseimbangan, penekanan, irama, dan kesatuan.
1. Keseimbangan
Setiap Elemen pada gambar telah ditentukan ukuran dasarnya, seperti : kegelapan atau keringanan, dan ketebalan dari baris. Warna, nilai, ukuran, bentuk dan tekstur dapat digunakan sebagai unsur balancing. Ada dua pendekatan dasar untuk menyeimbangkannya :
27 a. Keseimbangan simetris
Merupakan susunan dari elemen agar merata ke kiri dan ke kanan dari pusat.
Keseimbangan Simetris bisa menjadi kekuatan dan stabilitas publikasi, presentasi dan situs web.
b. Keseimbangan asimetris
Merupakan pengaturan yang berbeda dengan berat benda yang sama di setiap sisi halaman. Keseimbangan Asimetris dapat menyiratkan kontras, berbagai gerakan dan lain-lain. Hal ini cocok diaplikasinya untuk publikasi hiburan, presentasi dan situs web.
2. Rhythm / Irama
Pola berulang yang dibuat oleh unsur-unsur yang berbeda-beda. Pengulangan (mengulangi unsur serupa dalam cara yang konsisten) dan variasi (perubahan dalam bentuk, ukuran, posisi atau elemen) adalah kunci untuk visual ritme. Menempatkan elemen dalam sebuah layout secara berkala membuat halus, dan bahkan ritme yang tenang dan santai. Perubahan yang tiba-tiba pada ukuran dan jarak antara unsur membuat ritme hidup dan suasana hati yang menyenangkan.
3. Penekanan
Penekanan adalah sesuatu yang mendapat perhatian utama. Tata letak setiap kebutuhan penting untuk menarik perhatian pembaca. Terlalu banyak fokus menyebabkan tujuan utama penekanan tidak tercapai. Umumnya, yang penting dibuat suatu unsur yang berbeda dari yang lain.
4. Kesatuan
Kesatuan membantu semua elemen menjadi satu. Bentuk merupakan salah satu unit-teks, headline, foto, gambar, dan keterangan. Menyatukan elemen-elemen oleh kelompok yang saling berdekatan sehingga elemen-elemen tersebut terlihat satu kesatuan. Mengulangi warna, bentuk, dan tekstur untuk menyatukan gambar.
Dengan menggunakan kotak (struktur halaman) untuk membuat kerangka margin, kolom, jarak, dan proporsi.
Menurut Kotler (2016), Minat beli konsumen adalah sesuatu yang timbul setelah menerima rangsangan dari produk yang dilihatnya, dari sana timbul ketertarikan untuk mencoba produk tersebut sampai pada akhirnya timbul keinginan untuk membeli agar dapat memilikinya. Menurut Suyono & Sukmawati (2012), Minat beli adalah tahap dimana konsumen membentuk pilihan mereka diantara beberapa merek yang tergabung dalam perangkat pilihan. Kemudian pada akhirnya melakukan suatu pembelian pada suatu alternatif yang paling disukainya atau proses yang dilalui konsumen untuk membeli suatu barang atau jasa yang didasari oleh bermacam pertimbangan. Menurut Ferdinand (2016), Minat beli konsumen dapat diartikan sebagai minat beli yang mencerminkan Hasrat dan keinginan konsumen untuk membeli suatu produk.
Adapun indikator dari minat beli menurut Tjiptono (2015), yaitu sebagai berikut:
1. Minat Transaksional
Kecenderungan seorang konsumen untuk membeli produk. Konsumen telah memiliki minat terhadap produk tertentu untuk melakukan pembelian.
28 2. Minat Refrensial
Kecenderungan untuk merujuk dan menyarankan produk tertentu kepada orang lain untuk dibeli.
3. Minal Preferensial
Minat yang menggambarkan perilaku seorang konsumen yang menjadikan produk sebagai pilihan utama. Preferensi dapat diganti ketika terjadi sesuatu dengan produk tersebut.
4. Minat Eksploratif
Perilaku seorang konsumen yang selalu mencari informasi dan hal-hal positif mengenai produk tertentu.
Beberapa permasalahan mulai dari persaingan bisnis yang semakin ketat, permasalahan startegi pemasaran dalam kaitannya pada peningkatan penjualan produk, menarik minat beli konsumen terhadap suatu pengambilan keputusan yang dilakukan oleh konsumen, serta mengoptimalkan penjualan produk. Salah satu cara mengatasi masalah tersebut dengan membuat iklan menggunakan desain grafis. Hal tersebut sesuai dengan hasil penelitian dari Fauzi Akbar (2017), Hartaroe, et.al (2016), Ramadhina & Mugiono (2022), Huznuzharif & Khabibah (2022), Billa et al (2023) yang menunjukkan bahwa Pengoptimalisasian Bauran Periklanan melalui Desain Grafis berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli.
Maka konstelasi pemikiran pada penelitian ini dapat digambarkan sebagai berikut:
Gambar 2.2 Kerangka Pemikiran 2.8 Hipotesis Penelitian
Hipotesis disusun berdasarkan teori dan kerangka pemikiran yang telah diuraikan di atas. Maka dapat beberapa hipotesis sebagai berikut:
H0 : Desain grafis yang digunakan dalam periklanan digital Anami Coffee
berpengaruh terhadap minat beli konsumen.
H1: Desain grafis yang digunakan dalam periklanan digital Anami Coffee tidak berpengaruh terhadap minat beli konsumen.
Desain Grafis 1. Keseimbangan 2. Irama
3. Penekanan 4. Kesatuan Bauran Periklanan
• Informative Pioneering Advertising
• Persuasive Advertising
• Reminder Advertising
• Reinforcement Adversiting
Minat Beli 1. Minat
Transaksional 2. Minat Refrensial 3. Minat Preferensial 4. Minat Eksploratif