• Tidak ada hasil yang ditemukan

MEDIA PEMBELAJARAN 4 FIXX

N/A
N/A
124@Amalia Risqa Fadya

Academic year: 2025

Membagikan "MEDIA PEMBELAJARAN 4 FIXX"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

KRITERIA PEMILIHAN PRINSIP DAN MEDIA PEMBELAJARAN Dosen Pengampu : Fachrur Rozie, M.Pd.

Disusun oleh : Kelompok 4 Kelas 3D 1. Ahkmad Fahmi

2. Amalia Risqa Fadya 3. Novatul Hasanah 4. Nafiatul Adawiyah 5. Echa Rany Rafika Sari

(230611100119) (230611100124) (230611100131) (230611100137) (230611100140)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA 2024

(2)

ii

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan tugas kelompok makalah yang berjudul “Prinsip dan Kriteria Pemilihan Media Pembelajaran” ini tepat waktu.

Adapun tujuan dari makalah ini adalah untuk memenuhi tugas dosen pada mata kuliah Media Pembelajaran SD. Selain itu, makalah ini juga bertujuan untuk menambah wawasan tentang Prinsip dan Kriteria Pemilihan Media Pembelajaran bagi para pembaca dan juga bagi para penulis.

Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Rozie selaku dosen mata kuliah Media Pembelajaran SD yang telah memberikan tugas ini sehingga dapat menambah pengetahuan dan wawasan sesuai dengan bidang studi yang kami tekuni. Kami juga berterima kasih kepada diri kami sendiri karena telah berusaha keras untuk mengerjakan tugas ini dengan tepat waktu. Kami juga berterima kasih kepada semua pihak yang telah membagi sebagian pengetahuannya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini. Kami menyadari, makalah yang kami tulis ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun akan kami nantikan demi kesempurnaan makalah ini.

Bangkalan, 11 Oktober 2024

Kelompok 4

(3)

iii DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ... ii

DAFTAR ISI ... iii

BAB I ... 1

PENDAHULUAN ... 1

1.1 Latar Belakang ... 1

1.2 Rumusan Masalah ... 2

1.3 Tujuan ... 2

BAB II ... 3

PEMBAHASAN ... 3

2.1 Prinsip-Prinsip dalam Memilih Media Pembelajaran ... 3

1. Prinsip Efektivitas dan Efisiensi ... 3

2. PrinsipTaraf Berfikir Siswa ... 4

3. Prinsip Interaktivitas Media Pembelajaran ... 4

4. Ketersediaan Media Pembelajaran ... 5

5. Kemampuan Guru Menggunakan Media Pembelajaran ... 5

6. Alokasi Waktu ... 6

7. Fleksibelitas (Kelenturan) Media Pembelajaran ... 6

8. Keamanan Penggunaan Media Pembelajaran ... 6

2.2 Kriteria Pemilihan Media Pembelajaran ... 7

BAB III ... 12

PENUTUP ... 12

3.1. Kesimpulan ... 12

3.2. Saran ... 12

DAFTAR PUSTAKA ... 13

(4)

1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Memilih media yang tepat untuk digunakan dalam pembelajaran tidaklah mudah, selain memerlukan analisis mendalam dengan mempertimbangkan berbagai aspek juga di butuhkan prinsip – prinsip tertentu agar pemilihan media bisa lebih tepat. Pada bagian sebelumnya guru harus mempertimbangkan psikologis dan sosiologis dalam memilih dan menggunakan media pembelajaran. Setelah pemilihan dan penggunaan telah sesuai, pemilihan media juga perlu merujuk pada prinsip – prinsip tertentu.

Media pembelajaran sangat berperan untuk keberhasilan proses belajar mengajar. Peranan media pembelajaran terutama adalah untuk membantu penyampaian materi kepada siswa. Dalam hal ini bisa terlihat bahwa tingkat kualitas atau hasil belajar juga dipengaruhi oleh kualitas media pembelajaran yang digunakan.

Selain itu, kurangnya media pembelajaran juga menjadi salah satu faktor yang membuat rendahnya motivasi belajar siswa. Mengingat pentingnya media dalam memfasilitasi peserta didik melaksanakan aktivitas belajarnya, maka pemanfaatan media di dalam kegiatan pembelajaran haruslah disesuaikan dengan tujuan pembelajaran yang ditetapkan. Kehadiran media dalam proses pembelajaran sangat membantu peserta didik lebih memahami materi pelajaran yang dipelajari. Namun di lapangan masih banyak guru yang belum memahami konsep mengenai media, kriteria pemilihan media, prosedur dan proses pemilihan media, serta memanfaatkan media secara terpadu dan tepat di dalam kegiatan pembelajaran. Padahal guru dituntut untuk dapat memahami serta memanfaatkan media dalam pembelajaran, sehingga tujuan pembelajaran yang diinginkan dapat dengan lebih mudah tercapai. Pada akhirnya, pemanfaatan media akan menunjang efektivitas dan efisiensi serta daya tarik penyelenggaraan kegiatan pembelajaran.

Untuk mendapatkan kualitas media pembelajaran yang baik agar dapat memberikan pengaruh yang signifikan dalam proses belajar mengajar, maka

(5)

2

diperlukan pemilihan dan perencanaan penggunaan media pembelajaran yang baik dan tepat. Pemilihan media pembelajaran yang tepat ini menjadikan media pembelajaran efektif digunakan dan tidak sia-sia jika diterapkan.

1.2 Rumusan Masalah

1.2.1. Jelaskan Prinsip-Prinsip dalam memilih media pembelajaran?

1.2.2. Sebutkan kriteria pemilihan media pembelajaran?

1.3 Tujuan

1.3.1. Untuk mengetahui prinsip dalam memilih media pembelajaran.

1.3.2. Untuk mengetahui kriteria pemilihan media pembelajaran.

(6)

3 BAB II PEMBAHASAN

2.1 Prinsip-Prinsip dalam Memilih Media Pembelajaran

Prinsip-prinsip yang dapat diamati berupa tingkah laku. Jadi dapat dipahami bahwa yang dimaksud dengan prinsip-prinsip active learning adalah tingkah laku yang mendasar yang selalu nampak dan menggambarkan keterlibatan siswa dalam proses belajar mengajar baik keterlibatan mental, intelektual maupun emosional yang dalam banyak hal dapat diisyaratkan keterlibatan langsung dalam berbagai bentuk keaktifan fisik.4

Media dan metode yang sesuai karakteristik siswa untuk mengoptimalkan kepekaan sensori siswa dan hasil temuan tentang sebagian besar guru tidak tertarik dan tidak mau menggunakan penilaian autentik atau penilaian berbasis kinerja.5 Berikut ini beberapa prinsip yang harus diperhatikan saat guru memilih media untuk pembelajaran yang akan dilaksanakannya :

1. Prinsip Efektivitas dan Efisiensi

Dalam konsep pembelajaran, efektivitas adalah keberhasilan pembelajaran yang diukur dari tingkat ketercapaian tujuan setelah pembelajaran selesai dilaksanakan. Jika semua tujuan pembelajaran telah tercapai maka pembelajarandisebut efektif, sedangkan efisiensi adalah tujuan pencapaian tujuan pembelajaran dengan menggunakan media, waktu dan sumber daya lain seminimal mungkin.

Media yang telah memenuhi aspek efektivitas dan efisiensi ini tentunya akan meningkatkan ketertarikan siswa dalam belajar dan mendukung pencapaian dalam pembelajaran. Materi yang disampaikan melalui media ini juga akan lebih mudah diserap anak didik.

(7)

4 2. PrinsipTaraf Berfikir Siswa

Media hanya berfungsi sebagai alat bantu dalam kegiatan belajar, yakni berupa sarana yang dapat memberikan pengalaman visual kepada peserta didik dalam rangka memotivasi belajar, memperjelas, dan mempermudah konsep yang kompleks dan abstark menjadi lebih sederhana, konkrit, serta mudah dipahami.

Media pembelajaran juga harus dipilih berdasarkan prinsip taraf berfikir siswa. Benda-benda yang bersifat konkrit lebih baik digunakan sebagai media pembelajaran bila dibandingkan media yang lebih abstrak. Demikian pula media pembelajaran yang kompleks dari segi struktur atau tampilan akan lebih sulit dipahami disbanding media pembelajaran yang sederhana. Contoh media pembelajaran di SD untuk struktur organorgan dalam tubuh manusia haruslah tidak serumit media pembelajaran untuk siswa SMP dan SMA..

Jika tingkat kerumitan media pembelajaran tidak disesuaikan dengan taraf berfikir siswa maka bisa berakibat siswa bukannya semakin mudah memahami, akan menjadi semakin bingung dan tidak fokus pada tujuan dan materi pembalajaran hingga tidak dapat memperoleh hasil pembelajaran yang diharapkan.

3. Prinsip Interaktivitas Media Pembelajaran

Prinsip ketiga yang harus diperhatikan dalam pemilihan media dalam pembelajaran di kelas adalh interaktivitas. Sebeapa besar kemungkinan siswa dapat berinteraksi dengan media pembelajaran? Makin interaktif, makin bagus media pembelajaran itu karena lebih mendorong siswa untuk terlibat aktif dalam belajar. Misalnya, saat mengajar materi tentang operasi hitung bilangan bulat, contoh media dalam pelajaran SD yang dapat digunakan adalah video tentang bagaimana cara melakukan operasi hitung bilangan bulat atau guru dapat juga menggunakan media pembelajaran multimedia interaktif pembelajaran mandiri tentang operasi hitung bilangan bulat. Bila siswa diberikan tontonan video, tentunya interaksi yang terjadi antara siswa dengan media pembelajaran hanaya satu arah saja dari media ke siswa. Sedangkan bila

(8)

5

menggunakan media pembelajaran berbentuk multi media interaktif yang dapt dioperasikan pada sebuah computer, maka interaksi siswa dengan media lebih tinggi. Dalam hal ini, maka media yang paling cocok untuk dipilih adalah media pembelajaran dalam bentuk interaktif.

4. Ketersediaan Media Pembelajaran

Media untuk mencapai tujuan pembelajaran, sesuai dengan materi pelajaran , dan mempunyai interaktivitas yang tinggi, guru harus melihat ketersediaan media yang akan digunakan. Jika media tidak tersedia di sekolah maka semua yang telah di rencanakan akan sia-sia, dan tujuan tidak akan pernah tercapai.

Atau guru harus meminjam atau membuat sendiri media itu sendiri. Dengan menghitung berapa media yang akan di gunakan oleh siswa. Bila pembelajaran dilakukan secara berkelompok maka media yang tersedia harus mencukupi.

5. Kemampuan Guru Menggunakan Media Pembelajaran

Media pembelajaran merupakan salah satu komponen dalam lingkungan pembelajaran yang dapat merangsang peserta didik untuk belajar. Media pembelajaaran dapat dijadikan stimulus untuk meningkatkan kemauan peserta didik sehingga mengikuti proses belajar mengajar dengan baik.9 Media harus disesuaikan dengan kemampuan guru , baik dari pengayaan maupun penggunaan atau pengoperasian media. Akan lebih efektif lagi jika guru memiliki sendiri media yang akan digunakan seperti laptop, jika materi yang akan disampaikan berkaitan dengan pelajaran computer atau pelajaran yang lainnya jika membutuhkan media tersebut. Media pembelajaran juga dapat membantu agar tidak adanya kesimpangsiuran antara pesan yang ingin disampaikan oleh guru dengan pesan yang diterima oleh peserta didik.10

(9)

6 6. Alokasi Waktu

Isu ketersediaan waktu dalam pembelajaran memang sangat krusial. Guru selalu dikejar waktu untuk menyelesaikan tuntuntan kurikulum. Oleh karena itu, penggunaan media pembelajaran, yang notabene efektif untuk mencapai tujuan pembelajaran, mempunyai relevansi yang baik dengan materi pelajaran, dan berbagai kelebihan lainpun kadang-kadang terpaksa harus dikesampingkan bila alokasi waktu menjadi pertimbangan yang penting. Akan tetapi ketersediaan waktu seringkali bisa disiasati dengan berbagai cara berdasarkan pengalaman yang dimiliki oleh guru.

7. Fleksibelitas (Kelenturan) Media Pembelajaran

Media pembelajaran yang dipilih oleh guru untuk kegiatan belajar mengajar dikelas seharusnya memiliki fleksibelitas yang baik. Media pembelajaran itu dikatakan mempunyai fleksibelitas yang baik apabila dapat digunakan dalam berbagai situasi. Kadang kala, saat proses pembelajaran berlangsung terjadi perubahan situasi yang berakibat tidak dapat digunakannya suatu media pembelajaran. 11

8. Keamanan Penggunaan Media Pembelajaran

Kadang kala guru harus hati-hati memilih media pembelajaran. Ada media pembelajran yang kalau tidak hati-hati dalam penggunaannya dapat mengakibatkan kecelakaan atau siswa terluka. Media pembelajaran yang dipilh haruslah media pembelajaran yang aman bagi mereka sehingga hal-hal yang tidak diinginkan saat kegiatan pembelajaran sedang berlangsung tidak terjadi.

Contoh media pembelajaran yang mudah terbakar, tajam , panas, atau bahan- bahan kimia yang bersifat korosif.

(10)

7 2.2 Kriteria Pemilihan Media Pembelajaran

1. Kriteria dan Cara Pemilihan Media By Utilization

Dalam menentukan pihhan media jenis by utilization (dimanfaatkan) karena sudah tersedia di pasaran bebas ada beberapa kriteria yang dipakai untuk memilihnya dalam bentuk model checklist yang dikembangkan oleh Erickson dan Curl (1972):

− Apakah materinya penting dan berguna bagi siswa?

− Apakah dapat menarik minat siswa untuk belajar?

− Apakah ada kaftan yang mengena dan langsung dengan tujuan khusus yang hendak dicapai?

− Apakah format sajiannya dapat diatur dan memenuhi urutan dapat belajar?

− Apakah materi yang disajikan mutakhir dan otentik?

− Apakah konsep dan faktanya terjamin kecermatannya?

− Apakah ide dan presentasinya memenuhi standar?

− Bila tidak, apakah ada keseimbangan kontroversial?

− Apakah pandangannya abjektif dan tidak mengandung unsur propaganda dan sebagainya?

− Apakah memenuhi standar kualitas teknis (gambar, narasi, efek, warna, dB)?

− Apakah struktur materinya direncanakan dengan baik?

− Apakah sudah dimantapkan melalui proses uji coba atau vandasi? Oleh siapa, bagaimana kondisinya, karakteristik sasarannya dan sejauh mana hal tersebut berhasil?

Setelah melewati berbagai tahap dengan proses pengguguran mulai dari usulan/permintaan film sampai pada suatu kesimpulan membeli atau tidak.

Pada tahap evaluasi semua kriteria atau persyaratan sudah tercantum dalam format evaluasi.

(11)

8 2. Kriteria Pemilihan Media By Design

Sebelum ditetapkan kriteria dan cara pemilihan media pada jenis media by designe ini, perlu dikelompokkan terlebih dahulu jenis media pembelajaran ini, yaitu meliputi media sebagai alat bantu pembelajaran (alat bantu), media sebagai komponen pembelajaran (media pembelajaran), media sebagai pembelajaran individual (media pembelajaran individual). Anderson (1987) dalam hal ini mengelompokkan menjadi media informasi, media alat bantu yang hanya menunjang kegiatan dalam mengajar, media pembelajaran yang fungsinya menunjang kegiatan belajar tanpa adanya kehadiran guru (media pembelajaran individual) . Pada pembahasan ini pedoman yang dipakai bukan dari pembagian menurut Anderson. Dalam menentukan kriteria dan cara pemilihan media pembelajaran dalam pola jenis media by design ini terdapat beberapa pilihan yang menekankan maksud dan tujuan dari pemilihannya dan pilihan model, cara pemilihan media yang digunakan.

Dilihat dari maksud dan tujuan dari pemilihan terdapat cara dan kriteria pemilihan, menekankan pada pencapaian tujuan, tingkat kesulitan, pengendalian oleh pemakai, rangsangan belajar yang diberikan, penggunaan pembelajaran yang mandiri, dan masih banyak pilihan lain.

Begitu juga model cara pemllihannya apakah menggunakan matriks atau flowchart. Kriteria dan cara pemilihan media untuk pencapaian tujuan dengan menggunakan matriks yang dikembangkan oleh Allen dengan melihat bahwa setiap media tertentu mempunyai kelebihan tertentu dalam kemampuannya untuk mencapai tujuan pembelajaran dibanding dengan media lainnya seperti pada matriks tersebut di atas. Kriteria dan cara pemilihan media menurut kontrol pemakai yang dikembangkan Schramn (1977) dengan menggunakan matriks.

(12)

9 Tujuan

belajar

Info Faktual

Pengenalan Visual

Prinsip&

Konsep

Prose- durr

Keterampilan Sikap

Media visual diam

Sedang Tinggi Sedang Sedang Rendah Rendah

Film Sedang Tinggi Tinggi Tinggi Sedang Sedang Televisi Sedang Sedang Tinngi Sedang Rendah Sedang Objek 3D Rendah Tinggi Rendah Rendah Rendah Rendah Rekaman

Audio

Sedang Rendah Rendah Sedang Rendah Sedang

Pembahasan Terprogram

Sedang Sedang Sedang Tinggi Rendah Sedang

Demonstrasi Rendah Sedang Rendah Tinggi Sedang Sedang

Buku Tulis Sedang Rendah Sedang Sedang Rendah Sedang Tiruan Sedang Rendah Sedang Sedang Rendah Sedang

Tabel 1: Pemilihan media menurut tujuan belajar

3. Contoh Pemilihan Media Pembelajaran

Dalam proses pemilihan media, penting untuk membedakan seberapa besar keputusan pemilihan di tingkat kelas mempengaruhi keseluruhan sistem pendidikan, meskipun pada tingkat kelas biasanya memiliki dampak kecil. Namun, pada tingkat kelas tertentu, keputusan tersebut dapat membuat perbedaan yang signifikan.

Sebelum memulai proses pemilihannya sendiri, hal-hal berikut harus dipertimbangkan:

Harus memperhatikan dengan memperhitungkan tentang pengaruh dan biaya suatu media yang akan dipilih dibandingkan dengan media pembelajaran yang lain.

− Keputusan yang diambil dalam pemilihan dan penentuan media pembelajaran harus diperhitungkan secara bljaksana dan rasional, bukan karena atas kesenangan atau paksaan.

(13)

10

− Sebelum memutuskan pemilihan dan penentuan media hares berdasarkan informasi yang lengkap tentang kemampuan dan efektivitasnya.

− Pengambilan keputusan pemilihan dan penentuan media pembelajaran pads tingkat manapun harus berdasarkan alas prinsip teknologi pembelajaran berkenaan dengan diharapkan dari media tertentu.

− Pengambil keputusan mempelajari basil penelitian yang meyakinkan berhubungan dengan media yang dipilih dan ditentukan dibanding dengan media yang lain.

− Pengambil keputusan telah memiliki pengalaman atau berusaha mengetahui penggunaan berbagai media dalam berbagai proyek.

− Jika perkiraan biaya merupakan unsur penting, maka hal itu dipertimbangkannya, balk berkenaan dengan sumber kemanusiaan dan teknik maupun sumber keuangan, dibandingkan berdasarkan somber yang tersedia dan bermacam-macam kebutuhan yang berlomba-komba untuk dipenuhi

− Sebelum memutuskan pemilihan dan penentuan media hares berdasarkan informasi yang lengkap tentang kemampuan dan efektivitasnya.

− Pengambilan keputusan pemilihan dan penentuan media pembelajaran pad tingkat manapun harus berdasarkan alas prinsip teknologi pembelajaran berkenaan dengan diharapkan dari media tertentu.

− Pengambil keputusan mempelajari basil penelitian yang meyakinkan berhubungan dengan media yang dipilih dan ditentukan dibanding dengan media yang lain.

Pertimbangan ini berlaku untuk memilih media pada berbagai tingkat, apakah tingkat kelas merupakan tingkat sasaran yang lebih luas atau tingkat yang berkaitan dengan keseluruhan sistem pendidikan di suatu negara. Di sisi lain, dalam hal pemilihan media pada tingkat kelas atau tingkat sasaran yang lebih luas, selain beberapa hal yang telah diperhatikan di atas, media pembelajaran merupakan bagian dari keseluruhan sistem pembelajaran, yang memungkinkan seseorang untuk mempelajari sesuatu dengan cara yang lebih Berbagai model desain atau pengembangan sistem pembelajaran telah dikenal dalam perencanaan pembelajaran, termasuk model Briggs, Dick dan Carey,

(14)

11

IDI, Banathy, PPSI, dan lainnya. Ini berarti merencanakan media yang akan dipilih dan dipilih sesuai dengan rencana model desain yang digunakan.

setiap Berbagai model desain atau pengembangan sistem pembelajaran telah dikenal dalam perencanaan pembelajaran.

(15)

12 BAB III PENUTUP 3.1. Kesimpulan

Pemilihan prinsip dan media pembelajaran merupakan aspek penting dala proses pendidikan yamg efektif. Dalam menentukan media pembelajaran, beberapa kriteria harus diperhatikan, di antaranya adalah relevansi dengan tujuan pembelajaran, karakteristik peserta didik, kesesuaian dengan materi, serta efektivitas dan efisiensi dalam penggunaannya.

Prinsip – prinsip pembelajaran yang baik harus mendorong keterlibatan aktif peserta didik, memberikan kesempatan untuk eksplorasi mandiri, dan mendukung perkembangan kognitif serta afektif siswa. Media yang dipilih, baik visual, audio, maupun digital, harus mampu meningkatkan pemahaman dan menarik minat siswa. Selain itu, perlu adanya pertimbangan akan ketersediaan sumber daya, keterjangkauan serta kemudahan dalam penggunaannya saat memilih media.

3.2. Saran

Di era digital saat ini, penggunaan teknologi sebagai media pembelajaran harus dioptimalkan. Namun, penting bagi guru untuk tetap mempertimbangkan faktor kesesuaian teknologi dengan konteks lokal, termasuk ketersediaan perangkat dan infrastruktur di sekolah. Guru harus memastikan bahwa media berbasis teknologi dapat diakses oleh seluruh siswa tanpa terkecuali.

Diharapkan guru terus mengembangkan kompetensinya dalam memilih media pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik siswa dan tujuan pembelajaran. Pelatihan atau workshop terkait teknologi pendidikan dan media pembelajaran perlu ditingkatkan agar guru mampu memanfaatkan berbagai media secara efektif.

(16)

13

DAFTAR PUSTAKA

Abidin, Z. (2016). Penerapan pemilihan media

pembelajaran. Edcomtech, 1(1), 9-20.

Afidah, V. N. (2015). Prinsip-Prinsip Teori Beban Kognitif Dalam Merancang Media Pembelajaran Matematika. JP2M (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika), 1(2), 72-79.

Chotib, S. H. (2018). Prinsip Dasar Pertimbangan Pemilihan Media Pembelajaran. Awwaliyah: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, 1(2), 109-115.

Hasan, M., Milawati, M., Darodjat, D., Harahap, T. K., Tahrim, T., Anwari, A. M., ... & Indra, I. (2021). Media pembelajaran.

Ramadani, F., Melisa, F., & Putri, D. A. E. (2023). Penerapan media pembelajaran terhadap motivasi siswa. Jurnal Binagogik, 10(2), 99-106.

Saleh, M. S., Syahruddin, S., Saleh, M. S., Azis, I., & Sahabuddin, S.

(2023). Media pembelajaran.

Yudianto, A. (2017). Penerapan video sebagai media pembelajaran.

Referensi

Dokumen terkait

Pada LK memuat evaluasi yang harus dikerjakan oleh siswa. Dari evaluasi ini guru akan mengetahui seberapa jauh materi yang dipelajari terserap dan dipahami oleh siswa. Pada

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu tidak hanya ilmu bias juga dari tingkah laku dan dari pengalaman.. Jadi pada dasarnya

Tujuan pembelajaran dapat menggambarkan tingkah laku yang menunjukkan adanya perubahan sikap yang dimiliki sekarang ke arah sikap yang diinginkan, (2) susun dan sajikan bahan

Jadi, prestasi belajar adalah hasil yang dicapai seseorang ketika mengerjakan tugas atau kegiatan tertentu untuk memperoleh perubahan tingkah laku, sebagai hasil

Jadi partisipasi yang peneliti maksud adalah partisipasi siswa yang merupakan wujud tingkah laku siswa secara nyata dalam kegiatan pembelajaran yang merupakan totalitas dari

Jadi dapat disimpulkan bahwa hasil belajar pada mata pelajaran BTA di sini maksudnya adalah perubahan tingkah laku berupa pengetahuan dan keterampilan dalam

Peranan guru ini akan senantiasa menggambarkan pola tingkah laku yang diharapkan dalam berbagai interaksinya, baik dengan siswa (yang terutama), sesama guru, maupun dengan

Hasil Belajar Menurut Hamalik 2001:159 bahwa “hasil belajar menunjukkan kepada prestasi belajar, sedangkan prestasi belajar itu merupakan indikator adanya derajat perubahan tingkah