• Tidak ada hasil yang ditemukan

MENGANALISIS PIUTANG DAGANG DALAM AKUNTANSI

N/A
N/A
nungga Tere

Academic year: 2023

Membagikan "MENGANALISIS PIUTANG DAGANG DALAM AKUNTANSI"

Copied!
24
0
0

Teks penuh

(1)

MENGANALISIS PIUTANG DAGANG DALAM AKUNTANSI

Disusun oleh:

Ariq Athallah Saleh 43123110061 Maryanah 43123110044

(2)

MENGANALISIS PIUTANG DAGANG DALAM AKUNTANSI

Dosen : Rona Tumiur Mauli Carolin Simorangkir, S.E., M.M.

Fakultas : Ekonomi & Bisnis. Prodi Manajemen

Ariq Athallah S.

43123110061

Disusun oleh:

Maryanah 43123110044

(3)

Daftar isi

Pendahuluan Kajian Teori

 pengakuan piutang dagang perusahaan

 Penilaian piutang dagang dan mencatat penyisihan piutang tak tertagih

 Perlakuan penilaian dan pelunasan piutang wesel

 Latar Belakang

 Rumusan Masalah

 Tujuan

Daftar Pustaka Penutup

 Penutup

 Kesimpulan

I. II.

III. IV.

(4)

Pendahulu an

BAB I

Latar Belakang, Rumusan Masalah, dan Tujuan

(5)

Latar Belakang

Piutang adalah sebuah tagihan dalam bentuk kas kepada perorangan, badan atau pihak tertagih lainnya. Piutang usaha pada sebuah perusahaan timbul karena terjadinya penjualan secara kredit. Penjualan secra kredit dilakukan perusahaan untuk menarik pelanggan agar mau membeli barang atau jasa yang dihasilkan oleh perusahaan agar perusahaan tersebut dapat mempertahankan kelangsungan hidupnya dan tetap dapat berkembang. Dalam melakukan penjualan kredit, perusahaan perlu mempertimbangkan resiko yang mungkin akan terjadi.

Piutang usaha merupakan salah satu akun yang sangat penting, karena akun piutang usaha ini berhubungan dengan laba yang akan diperoleh oleh perusahaan. Piutang usaha juga dapat menimbulkan resiko bagi perusahaan, semakin banyak piutang yang dapat tertagih, maka semakin banyak pula laba yang dapat diperoleh, apabila pelanggan tidak membayar tagihan sampai jatuh tempo, maka perusahaan akan mengalami kerugian piutang yang bisa berdampak fatal bagi kelangsungan perusahaan

(6)

Latar Belakang

Piutang tak tertagih adalah sejumlah piutang yang tidak dapat ditagih oleh perusahaan karena adanya kemungkinan pelanggan mengalami kebangkrutan atau pelanggan tersebut melarikan diri. Dalam praktiknya, tidak ada perusahaan yang menginginkan adanya pelanggan yang tidak melunasi hutang atau kewajibannya, walaupun dalam proses pemberian kreditnya perusahaan telah melakukan analisi secara teliti. Resiko piutang tak tertagih mungkin akan terjadi, oleh karena itu perusahaan membuat daftar piutang berdasarkan umurnnya untuk memudahkan perusahaan dalam melakukan perhitungan atas piutang dan cadangan atau penyisihan kerugian piutang yang akan dibebankan pada akhir peiode. Piutang tak tertagih akan berpengaruh terhadap laba operasional, di masa semakni besar biaya yang disisihkan maka semakin sedikit laba yang akan didapatkan. Adapun faktor-faktor yang menyebabkan piutang tak tertagih adalah faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal muncul dari pihak pemberi piutang yaitu perusahaan, sedangkan faktor ekstenal muncul dari pihak yang berhutang yaitu pelanggan

(7)

Rumusan Masalah

1) Apa Itu Pengakuan Piutang Dagang Perusahaan?

2) Bagaimana Penilaian Piutang Dagang dan Mencatat Penyisihan Piutang tak Tertagih?

3) Bagaimana Perlakuan Penilaian dan Pelunasan Piutang Wesel?

Tujuan

1) Pembaca Dapat Memahami Pengakuan Piutang Dagang Perusahaan

2) Pembaca Dapat Memahami Penilaian Piutang Dagang dan Mencatat Penyisihan Piutang tak Tertagih

3) Pembaca Dapat Memahami Perlakuan Penilaian dan Pelunasan Piutang Wesel

(8)

Kajian Teori

BAB

II

(9)

Piutang Dagang atau piutang Usaha

A. Piutang Dagang atau piutang Usaha

Piutang dagang terjadi karena adanya transaksi penjualan secara kredit kepada pihak lain atau perusahaan lain. Piutang dagang adalah tagihan kepada pelanggan yang sifatnya terbuka, dalam arti bahwa tagihan ini tidak disertai instrument kredit. Piiutang dagang berasal dari penjualan barang dagang dan jasa scara kredit dalam operasi usaha normal (Slamet sugiri, 2009: 43)

Hal - hal yang berkaitan dengan piutang dagang adalah:

• Pengakuan piutang dagang

• Penilaian piutang dagang

• Pengalihan piutang dagang

B. Pengakuan Piutang Dagang Perusahan

PIiutang dagang dapat diakui atau dicatat ketika perusahaan mendapatkan piutang dagang tersebut dengan cara melakukan transaksi penjualan kredit, terjadinya potongan harga dan retur, dan terdapat pelunasan piutang dagang oleh perusahaan

(10)

Piutang Dagang atau piutang Usaha

C. Metode Pencatatan Piutang Dagang Berikut metode pencatatan piutang dagang:

 Debitkan piutang dagang ketika mengirimkan faktur kepada pelanggan.

 Kreditkan piutang dagang ketika menerima pembayaran faktur dari pelanggan.

Pada saat perusahaan menjual barang atau jasa kepada pelanggan, segera buatkan faktur yang tertera nominal total harga barang atau jasa yang kita berika dan juga jangka waktu pembayaran yang telah disepakati dengan pelanggan (misal: 30 hari).

Ketika perusahaan memberikan faktur tersebut, maka nominal pembayaran didebitkan di piutang dagang (Account Receivable) dan dikreditkan pada persediaan (inventory).

Kemudiaan, pada saat pelanggan melakukan pembayaran tunai sebelum masa jatuh tempo kepada perusahaan, maka jumlah nominal didebitkan di kas (Cash) dan dikreditkan pada piutang dagang (Account Receivable). dengan pencatatn ini, maka perusahaan dapat melihat saldo piutang dagang untuk setiap pelanggan.

(11)

Piutang Dagang atau piutang Usaha

D. Pengalihan Piutang Dagang

Pengalihan piutang adalah ketika perusahaan mengalihkan piutang usaha yang ada kepada pihak lain seperti bank, lembaga keuangan dan pegadaian piutang yang tujuannya mempercepat penerimaan kas dari piutangnya. Terdapat beberapa alasan perusahaan untuk menjual atau mengalihkan piutangnya yakni:

• Kondisi atau keadaan perusahaan sedang mengalami kesulitan dalam mendapatkan pinjaman dan tingginya tingkat bunga menjadikan sebab perusahaan harus merubah piutang yang ada menjadi kas.

• Penagihan piutang pelanggan biasanya membutuhkan waktu yang dapat dibilang lama dan kadang juga memerlukan biaya, hal ini menjadikan perusahaan memilih menerima kas yang lebih kecil daripada kas yang sebenarnya.

(12)

Penilaian piutang dagang dan mencatat penyisihan piutang tak tertagih

A. Penilaian Piutang Dagang

Berdasarkan prinsip akuntansi Indonesia, piutang dagang harus tercatat dan dilaporkan pada neraca sebesar nilai kas bersih (neto) yang dapat diperoleh dengan jumlah piutang sesudah dikurangi cadangan kerugian piutang Tak tertagih.

Untuk tujuan pelaporan, piutang dinilai sebesar jumlah yang diharapkan sanggup diterima. Jumlah ini belum tentu sama dengan jumlah yang secara formal tercantum dalam piutang (mungkin saja piutang tersebut nanti tidak sanggup dibayar oleh pelanggan). Dan jikalau piutang yang diperkirakan tidak akan tertagih akan dicatat sebagai beban. Dengan dasar evaluasi ini, piutang dilaporkan sebesar uang yang diharapkan akan diterima dari piutang yang bersangkutan. Walaupun telah dinilai sebesar jumlah bersihnya (setelah dikurangi penyisihan piutang tak tertagih) namun biasanya jumlah kedua tersebut tetap disajikan.

Akun piutang tak tertagih merupakan akun kontra (contra account). Walaupun saldo normal akun ini ialah kredit tetapi disajikan sebagai pengurang atas akun aktiva yang bersangkutan. Di neraca piutang dagang disajikan secara terpisah dengan piutang lain-lain.

(13)

Penilaian piutang dagang dan mencatat penyisihan piutang tak tertagih

B. Penyisihan Piutang tak Tertagih

Terdapat dua cara untuk menaksir jumlah penyisihan untuk piutang tak tertagih yaitu: Berdasarkan saldo piutang dan menurut saldo penjualan.

1. Penyisihan atas Dasar Saldo Piutang

Penyisihan piutang tak tertagih yang didasarkan atas saldo piutang sanggup dilakukan dengan jalan tetapkan suatu persentase terhadap saldo piutang. Biasanya saldo yang digunakan ialah rata-rata antara saldo piutang awal dan selesai periode.

2. Penyisihan Atas Dasar Saldo Penjualan

Perhitungan penyisihan piutang tak tertagih dengan cara ini dilakukan dengan tetapkan suatu persentase tertentu terhadap penjualan. Sedapat mungkin angka penjualan yang digunakan ialah penjualan kredit. Akan tetapi, apabila untuk memperoleh angka tersebut dibutuhkan terlalu banyak waktu dan biaya maka persentase sanggup juga didasarkan atas total penjualan. Kalau perbandingan antara penjualan tunai dan penjualan kredit tidak banyak mengalami perubahan, hasil yang diperoleh akan cukup memuaskan.

(14)

Perhatikan contoh:

Penyisihan atas dasar saldo Penjualan:

(15)

Penilaian piutang dagang dan mencatat penyisihan piutang tak tertagih

C. Estimasi Piutang tak Tertagih

Estimasi besarnya piutang yang tidak dapat tertagih didasarkanpaa pengalaman perusahaan pasa masa lalu dan pekiraan perusahaan di masa yang akan datang. Menurut Agus (2017:56) tujuan menentukan estimasi besarnya piutang yang tidak dapat tertagih adalah untuk mengestimasi beban yang berkaitan dengan penjualan secara kredit dan untuk menyatakan nilai dari piutang usaha yang dapat direalisasikan pada masa yang akan datang.

Untuk menetapkan besarnya jumlah estimasi penyisihan piutang yang tidak dapat tertagih terdapat 3 dasar penetapan yang berbeda, diantaranya adalah sebagai berikut:

Metode presentase piutang, juga dikenal sebagai metode pendekatan neraca, menghitung estimasi piutang tak tertagih berdasarkan saldo piutang usaha pada akhir periode. Semakin besar jumlah piutang, semakin besar pencadangan piutang tak tertagih. Perhitungan melibatkan perkalian saldo piutang usaha dengan presentase estimasi ketidakmampuan tertagih, berdasarkan pengalaman masa lalu perusahaan. Hasilnya menekankan penyisihan piutang ragu-ragu untuk menentukan jumlah bersih piutang usaha, dengan penyesuaian terhadap cadangan sebelumnya pada nerac

(16)

Penilaian piutang dagang dan mencatat penyisihan piutang tak tertagih

C. Estimasi Piutang tak Tertagih

Metode presentase penjualan, atau metode pendekatan laba rugi, menentukan estimasi piutang tak tertagih berdasarkan saldo penjualan kredit dalam laporan laba rugi. Semakin besar penjualan kredit, semakin besar pencadangan piutang tak tertagih. Metode ini menghasilkan jumlah beban piutang ragu-ragu, berbeda dengan metode presentase piutang yang menghasilkan penyisihan piutang ragu-ragu. Tidak diperlukan penyesuaian dengan penyisihan sebelumnya pada neraca untuk metode pendekatan laba rugi.

Metode analisis umur piutang membantu perusahaan menilai risiko piutang tak tertagih dengan

memperhatikan jatuh tempo pada setiap pelanggan. Piutang yang semakin lama beredar meningkatkan risiko ketidakmampuan tertagih. Identifikasi piutang berdasarkan kelompok umur dilakukan dengan merujuk pada tanggal faktur, tanggal jatuh tempo, dan tanggal neraca masing-masing pelanggan.

(17)

Perlakuan penilaian dan pelunasan piutang wesel

A. Pengertian Piutang Wesel

Piutang wesel adalah item neraca, yang mencatat nilai wesel bayar bahwa bisnis berutang dan harus menerima pembayaran. Surat promes tertulis memberikan hak kepada pemegang, atau pembawa, untuk menerima jumlah yang diuraikan dalam perjanjian hukum.

Surat promes adalah janji tertulis untuk membayar tunai kepada pihak lain pada atau sebelum tanggal tertentu di masa depan.

Jika wesel tagih jatuh tempo dalam satu tahun, maka itu diperlakukan sebagai aset lancar di neraca. Jika tidak jatuh tempo sampai tanggal yang lebih dari satu tahun di masa depan, maka itu diperlakukan sebagai aset tidak lancar di neraca.

Seringkali, sebuah bisnis akan mengizinkan pelanggan untuk mengubah akun mereka yang telah jatuh tempo (piutang bisnis) menjadi wesel tagih. Dengan melakukan itu, debitur biasanya diuntungkan dengan memiliki lebih banyak waktu untuk membayar.

(18)

Perlakuan penilaian dan pelunasan piutang wesel

B. Komponen Utama dari Piutang Wesel

 Nilai pokok: Nilai nominal wesel

 Pembuat: Orang yang membuat catatan dan oleh karena itu berjanji untuk membayar pemegang catatan.

Bagi pembuatnya, wesel tersebut diklasifikasikan sebagai wesel bayar.

 Penerima Pembayaran: Orang yang memegang wesel dan karena itu akan menerima pembayaran dari pembuatnya. Bagi penerima pembayaran, wesel tersebut diklasifikasikan sebagai wesel tagih

 Bunga yang dinyatakan: Wesel tagih biasanya mencakup tingkat bunga yang telah ditentukan sebelumnya;

pembuat wesel wajib membayar jumlah bunga yang jatuh tempo, selain jumlah pokok, pada saat yang sama mereka membayar jumlah pokok.

 Jangka waktu: Lamanya waktu pembayaran wesel. Piutang wesel biasanya tidak dikenakan denda pembayaran di muka, sehingga pembuat wesel bebas untuk melunasi wesel pada atau sebelum wesel jatuh tempo, atau jatuh tempo, tanggal.

(19)

Perlakuan penilaian dan pelunasan piutang wesel

C. Contoh Piutang Wesel

Perusahaan A menjual mesin ke Perusahaan B seharga $300.000, dengan pembayaran jatuh tempo dalam waktu 30 hari.

Setelah 45 hari tidak dibayar oleh Perusahaan B, kedua belah pihak setuju bahwa Perusahaan B akan menerbitkan wesel bayar untuk jumlah pokok $300.000, dengan tingkat bunga 10%, dan dengan pembayaran

$100.000 ditambah bunga jatuh tempo pada akhir setiap bulan selama tiga bulan ke depan.

Sebagai alternatif, wesel dapat menyatakan bahwa jumlah total bunga yang harus dibayar bersama dengan pembayaran pokok ketiga dan terakhir sebesar $100.000.

Dalam contoh ini, Perusahaan A mencatat jurnal piutang wesel di neracanya, sedangkan Perusahaan B mencatat jurnal wesel bayar di neracanya. Nilai pokok adalah $300.000, $100.000 harus dibayar setiap bulan.

Selain itu, tingkat bunga atas wesel yang disepakati adalah 10%.

(20)

Contoh:

(21)

Penutu p

BAB

III

Kesimpulan

(22)

Kesimpulan

1. Piutang usaha merupakan transaksi yang paling umum atas penjualan barang atau jasa secara kredit.

Piutang dapat timbul karena adanya transaksi yang dilakukan oleh perusahaan terhadap calon pembeli.

Pernjualan barang atau jasa yang dilakukan secara kredit dapat memberikan keuntungan bagi calon pembeli dan menyebebakan peningkatan calon pembeli. Dari setiap pembelian yang dilakukan secara kredit tidak menutup kemungkinan perusahaan dapat mengalami kerugian sepertipiutang yang tidak dapat tertagih

2. Penagihan oiutang sangat penting karena bisa menjadi perputaran modal untuk perusahaan tersebut, piutang merupakan salah satu sumber kas yang potensial. Mengelola piutang merupakan hal penting karenadengan mengelola piutang yang baik dapat membantu manejemen dalam menyediakan kas bagi perusahaan. Piutang dapat timbul karena adanya transaksi yang dilakukan oleh perusahan kepada calon pembeli. Piutang dikatakan lancar apabila pembayaran piutang dilakukan waktu lebih dari enam puluh hari.

3. Piutang wesel juga dikenal sebaai wesel bayar. Ketika Wesel jatuh tempo dalam waktu kurang dari satu tahun, itu dianggap sebagai aset lancar di neraca perusahaan wesel tersebut berhutang. Jika jatuh tempo lebih dari satu tahun kedepan, itu dianggap sebagai aset tidak lancar. Pendapatan bunga atas wesel tagih diakui pada laporan laba rugi. Oleh karena itu, ketika pembayaran dilakukan atas wesel tagih, baik neraca maupun laporan laba tugi terpengaruh

(23)

DAFTAR PUSTAKA

- Mochammad Fadhil - 26 May 2022. mengenal Piutang Dagang beserta Cara Menghitungnya.

https://klikpajak.id/blog/piutang-dagang/

- Khaula Senastri - 23 November 2020. Piutang Wesel : Pengertian, Komponen dan Contohnya dalam Akuntansi.

https://accurate.id/akuntansi/pengertian-piutang-wesel-dalam-akuntansi/

 

- Aghis Iffa Rushana - 19 September 2020. Perlakuan Akuntansi Terhadap Piutang Usaha https://repository.unair.ac.id/99230/4/4.%20BAB%201%20PENDAHULUAN.pdf

 

- Windows User - 21 Juli 2018. Kesimpulan

https://repository.unair.ac.id/79266/1/abstrak%20kkb%20kk-2%20fv.mp%2057-18%20San%20s-min.pdf

(24)

CREDITS: This presentation template was created by Slidesgo, including icons by Flaticon, infographics & images by Freepik

Terima kasih

Apakah ada pertanyaan?

Hubungi:

+62895331129232 (Ariq) +62878517203810 (Marry)

Please keep this slide for attribution

Referensi

Dokumen terkait

piutang yang tidak diatur dalam undang-undang tersendiri dan kebijakan penyisihan piutang tidak tertagih telah diatur oleh Pemerintah. Terhadap saldo piutang dalam valuta asing

Tujuan Tugas Tujuan tugas adalah agar mahasiswa dapat membuat jurnal transaksi piutang dagang, piutang usaha, piutang wesel, dan penyisihan piutang tidak tertagih, serta

Pada halaman melihat laporan analisis umur piutang, dapat digunakan untuk menyimpan estimasi piutang tak tertagih yang dapat dilakukan pada akhir tahun, dan menghapus piutang

usaha.Rekening CKP dilaporkan dalam neraca sebagai pengurang Piutang Dagang bagai pengurang Piutang Dagang Jika suatu saat pitang yang telah dicadangkan tidak tertagih tsb.. Jika

Presentase Kerugian Piutang pada PT. Piutang Tak Tertagih di Seluruh Sektor PT. 6 menunjukkan bahwa jumlah piutang tak tertagih pelanggan pada PT. PLN WS2JB UP3 mengalami

tertagih akan berdampak pada besarnya pendapatan yang merupakan indikator keberhasilan perusahaan. Keberhasilan perusahaan dalam pengendalian piutang tak tertagih

Usaha tersebut adalah dengan menyisihkan sebagian dari total piutang yang dimiliki. oleh perusahaan sebagai penyisihan piutang

penyesuaian yang perlu dibuat oleh perusahaan untuk mencatat besarnya estimasi atas beban kredit macet adalah sebagai berikut : Beban piutang yang tidak dapat ditagih xxx Cadangan