• Tidak ada hasil yang ditemukan

MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR MATERI HAJI MELALUI MODEL DISCOVERY LEARNING SISWA SMPN 3 JARO

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR MATERI HAJI MELALUI MODEL DISCOVERY LEARNING SISWA SMPN 3 JARO"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR MATERI HAJI MELALUI MODEL DISCOVERY LEARNING

SISWA SMPN 3 JARO

ISMIYATUN1

Email: [email protected]

Abstract

Tujuan yang menjadi kajian peneliti yaitu : 1) Untuk mendeskripsikan peningkatan motivasi dan hasil belajar siswa melalui penerapan model discovery learning pada materi haji di kelas IXA SMPN 3 Jaro. 2) Untuk mengetahui implementasi model discovery learning dalam peningkatan motivasi dan hasil belajar siswa SMPN 3 Jaro pada materi haji. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilakukan melalui 2 siklus dengan tiap tahap siklusnya adalah perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Data penelitiaan diperoleh melalui observasi di kelas, instrument tes, kuesioner, dan dokumentasi hasil tindakan. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif.

Hasil penelitian menunjukkan : 1) Penerapan model discovery learning dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas IX A pada materi haji.

2) Implementasi model discovery learning dalam meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa SMPN 3 Jaro pada materi haji terlihat dari peningkatan standar nilai n-gain dari kategori cukup, menjadi kategori sangat baik yaitu 96%.

Kata Kunci : Motivasi, Hasil Belajar, Model Discovery Learning.

Pendahuluan

Hasil belajar PAI materi Haji masih rendah. Banyak faktor yang mempengaruhi motivasi dan hasil belajar. Faktor dari luar diri individu antara lain faktor guru dalam menerapkan model pembelajaran yang monoton (konvensional) yang mengakibatkan peserta didik merasa bosan. Sedangkan faktor dari dalam diri peserta didik berupa kurangnya motivasi dalam proses pembelajaran materi Haji, sehingga mempengaruhi dari hasil belajar mereka (Surawan : 2020). Model pembelajaran yang digunakan juga kurang variatif, guru lebih banyak mendominasi kelas atau teacher centered. Sedangkan keterlibatan peserta didik masih rendah, di mana ketika guru meminta peserta didik untuk membaca mereka kurang motivasinya. Mereka membaca sekedarnya saja tanpa memahami apa isi materi tersebut. Kendala yang dialami guru dalam proses pembelajaran di atas, berdampak pada kualitas proses dan hasil pembelajaran yang kurang optimal. Akibatnya pengetahuan materi Haji peserta didik tidak bisa maksimal. Padahal pembelajaran materi Haji merupakan

(2)

salah satu materi fiqih yang sulit untuk dikuasai. Untuk mengatasi hal tersebut, perlu diupayakan pembelajaran yang lebih memberdayakan peserta didik, yakni pembelajaran dengan menggunakan model Discovery Learning.

Penerapan model pembelajaran Discovery Learning dalam pembelajarannya lebih efektif untuk meningkatkan aktivitas peserta didik dalam bekerjasama melalui penemuan-penemuan konsep dan keterampilan peserta didik dalam memecahkan masalah materi pelajaran sehingga motivasi peserta didik meningkat yang diikuti hasil belajarnya pun demikian juga.

Motivasi atau dorongan memiliki peran yang sangat kuat dalam menentukan terwujudnya suatu perbuatan yang direncanakan. Menurut Robbin, (Wahjono,2012:76) motivasi adalah kemauan untuk mengerjakan sesuatu. Kemauan tersebut nampak pada usaha seseorang untuk mengerjakan sesuatu. Namun motivasi bukan sebuah perilaku. Motivasi merupakan proses internal yang kompleks yang tidak bisa diamati secara langsung melainkan bisa dipahami melalui kemauan kerasnya seseorang dalam mengerjakan sesuatu.

Metode Penelitian Jenis Penelitian

Penulis menggunakan metode penelitian PTK dengan jenis yang dicetuskan oleh Kurt Lewin dan metode yang penulis gunakan di dalam kelas adalah model discovery learning. Dirancang selama 2 siklus dan pada siklus I terdapat 2 kali pertemuan akan tetapi di siklus II cukup satu kali pertemuan saja.

Dan pada setiap siklus terdiri dari empat komponen kegiatan utama yang dilalui;

yaitu kegiatan perencanaan, kegiatan pelaksanaan, kegiatan pengamatan, dan refleksi.

Variabel Penelitian

1. Variabel input dalam penelitian ini adalah siswa, guru, bahan pelajaran, sumber belajar, prosedur evaluasi, dan lingkungan belajar.

2. Variabel proses dalam penelitian ini adalah KBM (Kegiatan Proses Belajar Mengajar); yaitu interaksi belajar- mengajar, ketrampilan bertanya, gaya mengajar guru, cara belajar siswa, serta yang paling penting adalah implementasi dari model Discovery Learning dalam KBM di kelas.

3. Variabel Output dalam penelitian ini adalah seperti rasa keingintahuan siswa, kemampuan siswa mengaplikasikan pengetahuan, motivasi siswa, hasil belajar siswa, sikap terhadap pengalaman belajar yang telah di gelar melalui tindakan perbaikan dan sebagainya.

Populasi dan Sampel

Populasi penelitian ini adalah siswa SMPN 3 Jaro Kecamatan Jaro Kabupaten Tabalong Tahun Pelajaran 2021/2022 Provinsi Kalimantan Selatan dengan jumlah sampel yang diambil adalah sebanyak 24 orang Kelas IXA.

Jenis, Sumber, dan Teknik Pengumpulan Data

(3)

Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini antara lain:

a. Tes tertulis ini berupa tes awal (pretes) dan tes akhir (postes). Tes awal (prestes) adalah tes yang dilaksanakan sebelum bahan pelajaran diberikan kepada peserta didik, karena butir-butir soalnya dibuat yang mudah-mudah. Sedangkan tes akhir (postes) adalah bahan-bahan pelajaran yang tergolong penting, yang telah di ajarkan kepada para peserta didik dan biasanya naskah tes akhir ini dibuat sama dengan naskah tes awal.

b. Instrumen Non Tes, berupa : lembar observasi, lembar wawancara, kuesioner, studi kepustakaan, dan dokumentasi.

Teknik Analisis atau Pengujian Hipotesis

Tahapan penelitian tindakan ini diawali dengan dilakukannya penelitian pendahuluan dan akan dilanjutkan dengan tindakan pertama yang berupa siklus yang terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi serta refleksi. Setelah melakukan refleksi pada tindakan I, penelitian akan dilanjutkan dengan tindakan II, jika hasil yang diinginkan tidak memenuhi target dalam pembelajaran materi Haji dengan menggunakan model discovery learning.

SIKLUS I

Tahap Kegiatan

Pendahuluan 1. Membuat instrument penelitian 2. Menyiapkan perlengkapan penelitian 3. Menentukan kelas subjek penelitian.

4. Mensosialisasikan pembelajaran materi Haji dengan menggunakan model pembelajaran discovery learning pada siswa subjek penelitian.

Perencanaan Siklus 1 1. Menyiapkan kelas penelitian.

2. Merencanakan pembelajaran yang akan diterapkan dengan model pembelajaran discovery learning.

3. Membuat scenario pembelajaran atau rencana pelaksanaan pembelajaran.

4. Menyiapkan sumber belajar.

5. Mendiskusikan kepada guru kolaborator.

6. Menyiapkan lembar observasi ( guru, wawancara, dan catatan lapangan serta keperluan observasi lainnya).

(4)

7. Menyiapkan lembar kerja siswa (LKS) pada setiap pertemuan.

8. Menyiapkan soal/ tes pada akhir siklus I 9. Mempersiapkan alat dokumentasi.

Pelaksanaan Siklus I 1. Melakukan kegiatan pembelajaran dengan diawali pemberian pretes, dan postes pada akhir siklus I.

2. Menyampaikan tujuan pembelajaran.

3. Melaksanakan pembelajaran materi Haji dengan metode Discovery Learning.

Pengamatan Siklus I 1. Mengamati jalannya proses pembelajaran 2. Mengamati aktivitas siswa dalam

pembelajaran.

3. Mendokumentasikan kegiatan siswa 4. Mengamati hasil tes siklus I

Refleksi Siklus I Tahap ini merupakan kegiatan untuk mengemukakan kembali apa yang sudah dilakukan. Hasil evaluasi dijadikan feedback dalam merencanakan perbaikan untuk

SIKLUS 2

Tahap Kegiatan

Perencanaan Siklus 2 1. Menyiapkan kelas penelitian

2. Merencanakan pembelajaran yang akan diterapkan dengan model pembelajaran Discovery Learning

3. Membuat scenario pembelajaran atau rencana pelaksanaan pembelajaran

4. Menyiapkan sumber belajar

5. Mendiskusikan kepada guru kolaborator 6. Menyiapkan lembar observasi (guru,

wawancara dan catatan lapangan serta keperluan observasi lainnya).

7. Menyiapkan lembar kerja siswa (LKS) pada setiap pertemuan.

8. Menyiapkan soal/tes pada akhir siklus II.

9. Mempersiapkan alat dokumentasi.

(5)

Pelaksanaan Siklus 2 1. Melakukan kegiatan pembelajaran dengan diawali pemberian pretes, dan postes pada akhir siklus II.

2. Menyampaikan tujuan pembelajaran 3. Melaksanakan pembelajaran materi Haji

dengan metode Discovery Learning.

Pengamatan Siklus 2 1. Mengamati jalannya proses pembelajaran 2. Mengamati aktivitas siswa dalam

pembelajaran

3. Mendokumentasikan kegiatan siswa 4. Mengamati hasil tes siklus II.

Refleksi Siklus 2 Tahap ini merupakan kegiatan untuk mengemukakan kembali apa yang sudah dilakukan. Hasil evaluasi dijadikan feedback dalam merencanakan perbaikan untuk pelaksanaan tindakan selanjutnya.

Hasil Penelitian dan Pembahasan Tahap Pembelajaran Siklus 1 Tahap Perencanaan

Dalam tahap perencanaan ini yang peneliti lakukan adalah Menyiapkan kelas penelitian, Merencanakan pembelajaran yang akan diterapkan dengan model pembelajaran discovery learning, Membuat skenario pembelajaran atau rencana pelaksanaan pembelajaran, Menyiapkan sumber belajar, Mendiskusikan kepada guru pamong, Menyiapkan lembar observasi (guru, wawancara dan catatan lapangan serta keperluan observasi lainnya). Menyiapkan lembar kerja siswa (LKS) pada setiap pertemuan., Menyiapkan soal/tes pada akhir siklus 1 serta Mempersiapkan alat dokumentasi.

Tahap Pelaksanaan

Dalam menerapkan model discovery learning peneliti mengawalinya dengan penyampaian tujuan pembelajaran oleh guru sebagai acuan dalam pembelajaran.

Tahap stimulus : pemutaran video pembelajaran yang berkaitan dengan materi.

Tahap problem statement : penentuan topik yang dipelajari secara induktif oleh peserta didik.

Tahap data collecting : peserta didik mempresentasikan di depan kelas mengenai materi yang didiskusikan bersama.

Tahap data processing : peneliti mengomentari, mengkonfirmasi, dan mengklarifikasi terkait permasalahan yang didiskusikan oleh setiap kelompok.

(6)

Tahap verification : secara bersama-sama antara guru dan peserta didik memberikan kesimpulan.

Tahap Pengamatan

Pada tahap ini peneliti melakukan observasi untuk mengetahui bagaimana proses pembelajaran berlangsung di kelas berlangsung bersamaan dengan tindakan penelitian. Sehingga pengamatan terjadi pada 2 aspek; aktivitas guru dan juga aktivitas peserta didik.

Hasil belajar pada siklus I masih harus ditingkatkan karena masih banyak nilai siswa yang berada di bawah rata-rata. Serta siswa N-gainnya tergolong rendah dengan persentase 41,6% sebanyak 10 orang, 11 siswa N- gainnya tergolong sedang dengan persentase 45,8 % dan 3 orang N-gainnya tergolong tinggi dengan persentase 12,5%. Selain itu rata-rata nilai pretes yaitu 70 dan rata-rata nilai posttest 79,79. Dari target kelulusan yang ingin dicapai penulis yaitu 85% siswa, ternyata hanya mencapai 65% siswa yang memperoleh nilai diatas KKM. Oleh karena itu ketuntasan belajar siswa secara klasikal untuk siklus I belum tercapai. Proses pembelajaran metode discovery learning dilanjutkan ke siklus II dengan tujuan meningkatkan hasil belajar fiqih siswa karena masih ada 35% siswa yang mendapat nilai dibawah KKM.

Tahap Refleksi (reflection)

Berdasarkan hasil analisis dan evaluasi data pada siklus I ini, diperoleh deskripsi bahwa:

a. Terdapat beberapa kelemahan pada guru dalam proses KBM.

b. Terdapat kelemahan pada siswa, seperti keberadaan motivasi sebelum belajar dimulai.

Tahap Pembelajaran Siklus II.

Tahap perencanaan

Pada siklus II ini akan dilakukan perbaikan dari siklus sebelumnya, supaya lebih efektif dalam mengelola waktu pembelajaran, mengkondisikan kelas dengan baik, menyampaikan materi pembelajaran dengan diawali KD dan

0 10 20 30 40 50

RENDAH SEDANG TINGGI

Persentase perolehan nilai pada siklus 1

(7)

tujuan pembelajarannya terlebih dahulu, dan menutup kegiatan dengan menyimpulkan materi secara jelas.

Agar pembelajaran berlangsung maksimal, kegiatan pembelajaran pada siklus II lebih memfokuskan peningkatan motivasi siswa melalui upaya perhatian, relevansi, keyakinan, dan kepuasan. Juga tak kalah pentingnya adalah peningkatan pada penguasaan hasil belajar baik di ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik melalui pemberian tes di awal pelajaran (pretest) dan tes di akhir pembelajaran (postest).

Tahap Pengamatan

Pada tindakan siklus ke II ini terlihat bahwa adanya perubahan dan aktivitas guru ke arah yang lebih baik, nilai rata-rata yang diperoleh pada siklus ini adalah 63, sedangkan nilai keseluruhannya adalah 65. Hal ini menunjukkan adanya perubahan dari siklus pertama.

Persentase Perolehan N-Gain pada Siklus II

Hasil belajar pada siklus II menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pada hasil belajar siswa. Sebanyak 1 siswa N-gainnya tergolong rendah dengan persentase 4%, 5 siswa N-gainnya tergolong sedang dengan persentase 21%, dan 18 siswa N-gainnya tergolong tinggi dengan persentase 75%. Sehingga bila dipersentasekan kelulusan N-gainnya mencapai 96%. Nilai rata-rata nilai pretest 66,7 dan rata-rata nilai posttest 89,16. Proses pembelajaran model discovery learning berhenti sampai di siklus II ini. Karena jika dilihat dari hasil belajar ada sebanyak 23 siswa yang memperoleh nilai di atas KKM dengan lebih dari 75%

nya nilai tertinggi di kelasnya.

Tabel 4.11 Nilai Rata-rata siklus I dan siklus II

0 10 20 30 40 50 60 70 80

RENDAH SEDANG TINGGI

(8)

No N. Pretest Nilai N.Postest Nilai N-gain Nilai 1. Pretest I 70 Postest I 79,79 N-gain I 0,310 2. Pretest II 66,7 Postest II 89,16 N-gain II 0,695

Jumlah siswa yang tuntas dan tidak tuntas belajar pada siklus I

Kriteria Jumlah Siswa Persentase

Tuntas 14 65%

Tidak Tuntas 10 35%

Jumlah 24 100%

Jumlah siswa yang tuntas dan tidak tuntas belajar pada siklus II

Kriteria Jumlah Siswa Persentase

Tuntas 23 96 %

Tidak Tuntas 1 4 %

Jumlah 24 100 %

Perbandingan Nilai Hasil Belajar Siswa Kelas IXA dari Pre-Tes, dengan Siklus I, dan Siklus II

No Nama L/P Pretes Siklus I Siklus II

1 Ahmad Habibi L 70 80 90

2 Anisa Rahima P 70 85 90

3 Fadia Erlina P 75 85 95

4 Fitria Maulida P 60 75 90

5 Gita Mariani P 65 70 80

6 Ihsanul Amin L 75 85 90

7 Ikma Ramadhani P 80 80 90

8 Irma Maini P 75 80 85

9 Mariatul Askia P 70 75 75

10 M. Effendi Maulana L 75 85 100

11 M.Fadil L 75 80 90

12 M. Alwi L 80 80 90

(9)

13 M. Fikri L 70 70 75

14 M. Khairil A AlHakim L 80 75 80

15 M. Mahdian L 60 70 90

16 M. Ongko Rolasnov L 65 80 95

17 M. Raffi L 60 90 95

18 Nor Nabila Ainun P 70 85 95

19 Nurul Huda P 75 95 100

20 Rauna P 70 90 95

21 Risma Endriani P 65 80 95

22 Sabrina P 70 80 85

23 Salimah P 70 80 95

24 Shifa Riani P 55 60 80

JUMLAH 1680 1915 2140

Tahap Refleksi

Setelah mengidentifikasi dan menganalisis kegiatan refleksi pada tindakan siklus II, maka solusi untuk tindakan selanjutnya yaitu mempertahankan dan terus memperbaiki pembelajaran dengan model pembelajaran discovery learning.

Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan yaitu tentang upaya meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas IX A SMPN 3 Jaro, maka dapat disimpulkan sebagai berikut :

1. Penerapan model Discovery Learning dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas IX A pada materi Haji.

Berupa peningkatan di tiap siklusnya. Pada siklus I motivasi dan hasil belajar siswa masih rendah, hanya 65 % saja ketuntasan belajarnya. dan ketika masuk siklus II ada perbaikan hasil menjadi 96% ketuntasan.

2. Implementasi dari model Discovery Learning dalam meningkatkan motivasi dan hasil belajar pada materi haji siswa kelas IX A tampak dari semakin meningkatnya motivasi dan hasil belajar siswa. Ditandai dari beberapa aspek motivasi dari kategori cukup menjadi kategori sangat baik di akhir siklus II.

Dari yang semula nilai n-gain nya persentase hanya 69% menjadi 96%. Ini berarti indicator keberhasilan penelitian sudah tercapai sesuai standar N-Gain.

(10)

Daftar Pustaka

Arikunto, Suharsimi, dkk. 2006. Penelitian Tindakan Kelas, Jakarta: Bumi Aksara Asrori, 2001. Pengaruh metode Discovery Learning terhadap hasil belajar fisika siswa

pada konsep suhu dan kalor di SMA Negri 4 Pandeglang, Jakarta: UIN.

Budiningsih. 2005. Belajar dan Pembelajaran, Jakarta: Rineka Cipta.

Cahyo, Agus N. 2019. Panduan Aplikasi Teori-Teori Belajar Mengajar Teraktual dan Terpopuler, Yogyakarta: Diva Press.

Darmadi. 2017.Pengembangan Model Metode Pembelajaran Dalam Dinamika Belajar Siswa, Jakart: Depublish.

Dimyati, & Mudjiono. 2009. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta.

Djaali. 2008. Psikologi Pendidikan, Jakarta: Pedoman Ilmu Jaya.

Djamarah, Syaiful Bahri. 2012. Prestasi Belajar dan Kompetensi Guru. Surabaya:

Usaha Nasional,

Hosnan, M. 2014. Pendekatan Saintifik dan Kontekstual Dalam Pembelajaran Abad 21. Bogor: Ghalia Indonesia.

Kallaf, Abdul Wahab. 2009. Ilmu Ushul Fiqih, Bandung: Gema Risalah Press, 1996.Trianto, Mendesain Model Pembelajaran Inovativ-Progresif, Jakarta:

KencanaPrenada Media Group.

Mulyasa,E. 2013.Uji Kompetensi dan Penilaian Kinerja Guru. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Raisyah Nisfafera. 2012. “Penerapan Metode Kolaboratif Murder dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Sosiologi” Jakarta:

UIN.

Sardiman. 2004. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Sudijono, Anas. 2005. Pengantar Evaluasi Pendidikan, Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Surawan. (2020). Dinamika Dalam Belajar : Sebuah Kajian Psikologi Penelitian.

Yogyakarta : K-Media.

Usman, M. Basyiruddin. 2002.Metode Pembelajaran Agama Islam, Jakarta: Ciputat Pers.

Uno, Hamzah B, 2007. Model Pembelajaran Menciptakan Proses Belajar Mengajar Kreatif dan Efektif, Jakarta: Bumi Aksara.

Uno, Hamzah B, 2015. Teori Motivasi dan Pengukurannya. Jakarta:Bumi Aksara.

Wiriaatmaadja, Rochiati. 2005. Metode Penelitian Tindakan Kelas,(Bandung:

Remaja Rosdakarya.

(11)

Referensi

Dokumen terkait

1. Tahap Perencanaan Tindakan.. Pada tahap perencanaan ini guru harus merencanakan program pembelajaran, Peneliti membuat sekenario pembelajaran yang sesuai dengan PERMENDIKNAS NOMOR

Berdasarkan masalah di atas perlu adanya penelitian tindakan kelas tentang Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Kimia Materi Atom melalui Model Pembelajaran Discovery

Kegiatan yang telah dilakukan pada tahap perencanaan tindakan di siklus 1 yaitu berupa penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), menetapkan model yang tepat

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang diperoleh dari siklus I dengan siklus II, dapat peneliti simpulkan bahwa dengan penerapan model pembelajaran

Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Tahap penelitian melalui siklus yang terdiri dari perencanaan, tindakan, pengamatan, dan

Kemudian dalam kegiatan siklus II, terjadi peningkatan hasil belajar peserta didik dalam mata pelajaran IPAS materi wujud zat dan perubahnnya yang peneliti lakukan pada siswa kelas IV

Penelitian ini dilakukan dengan melaksanakan penelitian tidakan kelas yang terdiri dari dua siklus, dan dalam siklus-siklus tersebut terdapat kegiatan diantaranya: perencanaan planning,

Siklus dalam Penelitian Tindakan Kelas PTK, pada penelitian ini dengan dua siklus, yang diawali dengan adanya prasiklus terlebih dahulu HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Hasil