Studi Kasus_RIYANSAH
by [email protected] 1
Submission date: 23-Feb-2024 05:16PM (UTC+0530) Submission ID: 2302376120
File name: Studi_Kasus_RIYANSAH.pdf (492.19K) Word count: 846
Character count: 5833
1
5
7 11
12
16
3 4
6 8
9
10 13
15
17
1
2
14
19 %
SIMILARITY INDEX
16 %
INTERNET SOURCES
7 %
PUBLICATIONS
1 %
STUDENT PAPERS
1 2 %
2 1 %
3 1 %
4 1 %
5 1 %
6 1 %
7 1 %
8 1 %
9 1 %
Studi Kasus_RIYANSAH
ORIGINALITY REPORT
PRIMARY SOURCES
files1.simpkb.id
Internet Source
Submitted to Universitas Jember
Student Paper
ejournal.stitbima.ac.id
Internet Source
123dok.com
Internet Source
ejournal.alqolam.ac.id
Internet Source
eprints.uny.ac.id
Internet Source
jurnalmahasiswa.unesa.ac.id
Internet Source
poskita.co
Internet Source
eprints.stainkudus.ac.id
Internet Source
10 1 %
11 1 %
12 1 %
13 1 %
14 1 %
15 1 %
16 1 %
mafiadoc.com
Internet Source
Armita Rostia. "Peningkatan Hasil Belajar IPS Menggunakan Model Kooperatif Tipe Student Team Achievement Division (STAD) di Kelas V SDN 22 Batang Anai Kabupaten Padang
Pariaman", JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia), 2017
Publication
Tanthowi Jauhari, Abdul Haris Rosyidi, Amik Sunarlijah. "Pembelajaran dengan
Pendekatan TaRL untuk Meningkatkan Minat dan Hasil Belajar Matematika Peserta Didik", Jurnal PTK dan Pendidikan, 2023
Publication
edukatif.org
Internet Source
www.slideshare.net
Internet Source
www.umul-hidayah.com
Internet Source
Khilma Vita Nurmayasari, Aulya Nanda Prafiasari. "Implementasi Pembelajaran
Berdiferensiasi untuk Mewujudkan Student’s
Well Being pada Pembelajaran Biologi di SMA
17 1 %
Exclude quotes Off Exclude bibliography Off
Exclude matches Off
Negeri 1 Bangorejo", Jurnal Teknologi Pendidikan, 2024
Publication
Solehah Solehah, Riyanto Riyanto.
"Penerapan Metode Mind Mapping Dan Model Student Facilitator And Explaining (Sfae) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar
Peserta Didik Kelas VIII A Pada Materi Sistem Respirasi Di SMP Aisyiyah Muhammadiyah 3 Malang", Jurnal Edukasi Matematika dan Sains, 2017
Publication
Studi Kasus_RIYANSAH
PAGE 1 PAGE 2 PAGE 3 PAGE 4
LAPORAN STUDI KASUS
MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR BAHASA INDONESIA MATERI MENELAAH STRUKTUR DAN
KEBAHASAAN TEK PERSUASI DENGAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) BERBASIS TPACK PESERTA DIDIK KELAS VIII A SMP
NEGERI 1 CURUGKEMBAR
RIYANSAH NIM 039224053
PENDIDIKAN PROFESI GURU BAHASA INDONESIA DALAM JABATAN
UNIVERSITAS PAKUAN BOGOR 2024
A. Deskripsi Studi Kasus
Dalam melaksanakan pengalaman praktik pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas VIII matei menelaah struktur dan unsur kebahasaan teks persuasi saya menemukan masalah motivasi belajar peserta didik yang rendah, kurang fokus dalam mengikuti pembelajaran yang berlangsung, beberapa peserta didik sibuk memainkan gawai secara diam-diam, sedangkan peserta didiik yang lain mengobrol dengan yang lain di dalam kelas sehingga kegiatan pembelajaran menjadi tidak kondusif. Ketika diberikan pertanyaan mengenai materi yang sedang diberikan mereka cenderung diam tidak memberikan jawaban. Akhirnya saya menunjuk beberapa peserta didik untuk menjawab pertanyaan, sebagian peserta didik yang ditunjuk tidak bisa memberikan jawaban dengan tepat.
Alasan mengapa topik ini penting karena motivasi dalam pembelajaran adalah salah satu faktor yang dapat memengaruhi keberhasilan belajar peserta didik. Penyelesaian kasus rendahnya motivasi belajar peserta didik perlu ditinjau dari beberapa aspek diantaranya, membuat perangkat pembelajaran, media pembelajaran, menentukan model pembelajaran yang inovatif dan cara pengelolaan kelas yang relevan, sehingga peserta didik dapat menunjukkan perkembangan belajarnya.
B. Analisis Situasi
Sebelum memulai kegiatan pembelajaran, terlebih dahulu saya harus memahami kebutuhan belajar peserta didik, karena ini sangat penting agar dapat membuat rencana pembelajaran, memilih media pembelajaran dan menentukan asesmen yang tepat sesuai dengan kebutuhan belajar peserta didik. Dalam hal ini saya berkolaborasi dan berkomunikasi dengan rekan sejawat untuk menemukan kebutuhan dan karakteristik peserta didik. Selain berkolaborasi dan berkomunikasi, sangatlah penting juga untuk melakukan tes diagnostik sebelum pembelajaran dimulai. Data hasil tes asesmen diagnostik yang diperoleh digunakan sebagai bahan pertimbangan saat membuat rancangan pembelajaran yang efektif. Dengan menggunakan rancangan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik peserta didik dapat meningkatkan motivasinya untuk belajar, sehingga pembelajaran dapat dilakukan sepenuhnya.
Salah satu peran yang saya lakukan adalah membuat dan mengkonfirmasi instrumen tes diagnostik mengenai kebutuhan belajar peserta didik berdasarkan gaya belajar peserta didik untuk menemukan penyebab dan solusi masalah.
Dalam merancang dan mengevaluasi pembelajaran, saya memanfaatkan bantuan dari berbagai sumber, yaitu dari rekan sejawat saya yang memberikan informasi tentang sinkronisasi hasil diagnostik pada aspek kognitif, guru bimbingan konseling dan wali kelas yang memberikan informasi tentang sinkronisasi hasil diagnostik pada aspek non-kognitif.
Salah satu tantangan dan hambatan yang dihadapi yang saya rasakan di lapangan adalah perlunya memahami kebutuhan dan karakteristik belajar peserta didik dalam waktu yang sangat singkat dan menumbuhkan semangat
berkolaborasi dalam proses pembelajaran pada peserta didik tanpa meninggalkan ranah Tecnological Pedagogical Content Knowledge (TPACK).
C. Alternatif Solusi
Berdasarkan hasil analisis situasi, ada beberapa langkah bagi guru untuk memecahkan masalah mengenai cara meningkatkan motivasi belajar peserta didik di antaranya :
1. Mengenali dan memahami karakteristik peserta didik.
Merancang pembelajaran dan melakukan evaluasi berdasarkan kesiapan, minat dan gaya belajar dengan melaksanakan asesmen diagnostik.
2. Rencanakan pembelajaran yang menarik dan bermakna.
Merencanakan pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik atau kebutuhan belajar peserta didik dan mampu menarik minat belajar peserta didik . Hal ini dilakukan dari menentukan tujuan pembelajaran yang sesuai, menggunakan berbagai metode dan media pembelajaran yang variatif agar peserta didik tidak mudah bosan ketika pembelajaran berlangsung.
3. Menciptakan pembelajaran yang aktif dan berpusat pada peserta didik.
Untuk memastikan peserta didik terlibat dalam setiap aktivitas pembelajaran, pembelajaran harus berpusat pada peserta didik.
Pembelajaran yang aktif yang saya lakukan adalah dengan penggunaan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL).
4. Memanfaatkan media pembelajaran secara optimal.
Media pembelajaran disesuaikan dengan situasi saat ini, diantaranya pemanfaatan teknologi yaitu penggunaan gawai dan laptop dalam proses pembelajaran, tanpa menghilangkan esensi TPACK, maka LKPD dan bahan ajar yang disajikan perlu berbasis digital. Pengembangan yang saya lakukan adalah pemanfaatan Microsoft Office Power Point dalam penyediaan konten, Platform Canva dalam pembuatan LKPD dan aplikasi Google Form dalam penilaian.
5. Berikan motivasi dan dukungan
Motivasi dan dukungan dari guru dan orang tua sangatlah dibutuhkan.
Motivasi diberikan dengan berbagai cara, misalnya orang tua memberikan perhatian penuh, guru memberikan pujian, penghargaan, atau apresiasi atas hasil belajar peserta didik.
6. Evaluasi pembelajaran secara berkala
Melakukan evaluasi pembelajaran secara berkala untuk mengetahui hasil belajar peserta didik dan mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi motivasi belajar dan digunakan sebagai bahan umpan balik bagi guru untuk melakukan perbaikan dan penyesuaian dalam pembelajaran selanjutnya.
Dengan melakukan langkah-langkah nyata tersebut, diharapkan motivasi belajar peserta didik dapat meningkat dan hasil belajar peserta didik dapat lebih optimal.
D. Evaluasi
Dampak dari aksi terhadap langkah-langkah nyata yang telah dilakukan yaitu pembelajaran menelaah struktur dan kaidah kebahasaan teks persuasi dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) yang disesuaikan dengan gaya belajar peserta didik dengan pemanfaatan TPACK (Microsoft Office Power Point, Flatform canva dan Google Form), saya dapat melihat peserta didik sangat antusias, dan bersemangat, serta berinteraksi dengan percaya diri, lebih tertarik dalam memahami materi pembelajaran.
Selain motivasi peserta didik yang meningkat, hasil evaluasi pembelajaran juga meningkat, dapat dilihat dari lembar kerja peserta didik (LKPD) dan hasil post tes dalam menganalisis struktuk dan kaidah kebahasaan teks persuasi peserta didik mampu menjawab pemahaman-pemahaman materi dengan baik.
Dengan melakukan langkah-langkah nyata yang tepat dan sesuai, peserta didik memiliki motivasi belajar yang tinggi dan merasa lebih senang dan bermakna dalam proses pembelajaran.