KEPUTUSAN MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR KM 81 TAHUN 2022
TENTANG
RENCANA INDUK BANDAR UDARA RENDANI DI KABUPATEN MANOKWARI PROVINSI PAPUA BARAT
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA,
Menimbang : a. bahwa untuk meningkatkan pelayanan penumpang dan kargo serta memastikan keselamatan penerbangan di Bandar Udara Rendani perlu penetapan Rencana Induk Bandar Udara Rendani di Kabupaten Manokwari Provinsi Papua Barat;
b. bahwa berdasarkan hasil evaluasi terhadap studi Rencana Induk Bandar Udara Rendani di Kabupaten Manokwari Provinsi Papua Barat, telah memenuhi persyaratan administratif dan teknis;
c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b, perlu menetapkan Keputusan Mente ri Perhubungan tentang Rencana Induk Bandar Udara Rendani di Kabupaten Manokwari Provinsi Papua Barat;
Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 166, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4916);
2. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 1, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 4956);
3. Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2012 tentang Pembangunan dan Pelestarian Lingkungan Hidup Bandar Udara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 71, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Negara Nomor 5295);
4. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Bidang Penerbangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2021 Nomor 42, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Negara Nomor 6644);
5. Peraturan Presiden Nomor 68 Tahun 2019 tentang Organisasi Kementerian Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 203) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 32 Tahun 2021 tentang Perubahan atas Peraturan Presiden Nomor 68 Tahun 2019 tentang Organisasi Kementerian Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2021 Nomor 106);
6. Peraturan Presiden Nomor 23 Tahun 2022 tentang Kementerian Perhubungan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2022 Nomor 33);
7. Peraturan Daerah Provinsi Papua Barat Nomor 4 Tahun 2013 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Papua Barat Tahun 2013-2033;
8. Peraturan Daerah Kabupaten Manokwari Nomor 19 Tahun 2013 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Manokwari Tahun 2013-2033;
9. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 20 Tahun 2014 tentang Tata Cara dan Prosedur Penetapan Lokasi Bandar Udara (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 757) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 64 Tahun 2018 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri
Memperhatikan
Perhubungan Nomor PM 20 Tahun 2014 tentang Tata Cara dan Prosedur Penetapan Lokasi Bandar Udara (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2018 Nomor 842);
10. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 39 Tahun 2019 tentang Tatanan Kebandarudaraan Nasional (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 594);
11. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 32 Tahun 2021 tentang Standar Pembangunan Bandar Udara serta Tempat Pendaratan dan Lepas Landas Helikopter (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2021 Nomor 581);
12. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 67 Tahun 2021 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Perhubungan (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2021 Nomor 1756);
13. Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 166 Tahun 2019 tentang Tatanan Kebandarudaraan Nasional;
: 1. Surat Kepala Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara Kelas II Rendani Manokwari Nomor UM.002/466/IX/UU-2019 tanggal 19 September 2019 perihal Permohonan Penetapan Rencana Induk Bandar Udara Rendani;
2. Surat Rekomendasi Gubernur Papua Barat Nomor 553.2/ 173/GPB/2018 tanggal 11 Januari 2018 tentang Rencana Induk Unit Penyelenggara Bandar Udara Rendani Manokwari;
3. Surat Rekomendasi Bupati Manokwari Nomor 590/1446/2018 tanggal 18 Desember 2018 tentang Rekomendasi Penyediaan Lahan Perpanjangan Landasan Pacu Bandara Rendani;
4. Surat Kepala Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara Kelas II Rendani Manokwari Nomor UM.002/465/IX/UU-2019 tanggal 19 September 2019 perihal Pernyataan Kesesuaian Rencana
Bandar Udara Rendani dengan RTRW dan Tatrawil Provinsi Papua Barat serta RTRW dan Tatralok Kabupaten Manokwari;
5. Surat Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor HK.203/ 1/11 /DRJU.KUM-2022 tanggal 1 Maret 2022 tentang Rancangan Keputusan Menteri Perhubungan tentang Rencana Induk Bandar Udara Rendani di Kabupaten Manokwari Provinsi Papua Barat.
Menetapkan
MEMUTUSKAN:
: KEPUTUSAN MENTERI PERHUBUNGAN TENTANG RENCANA INDUK BANDAR UDARA RENDANI DI KABUPATEN MANOKWARI PROVINSI PAPUA BARAT.
PERTAMA : Menetapkan Rencana Induk Bandar Udara Rendani yang terletak di Kabupaten Manokwari Provinsi Papua Barat, dengan titik ujung landas pacu TH.35 terletak pada koordinat geografis 00° 54’ 03,527” Lintang Selatan (LS) 134°
02’ 56,816” Bujur Timur (BT) atau pada koordinat bandar udara X = 20.000 meter dan Y = 20.000 meter dimana sumbu X berhimpit dengan sumbu landas pacu yang mempunyai azimuth 358° 13’ 20,09” geografis dan sumbu Y melalui eksisting ujung landas pacu TH.35 tegak lurus sumbu X.
KEDUA : Lokasi dan titik ujung landas pacu bandar udara sebagaimana dimaksud dalam Diktum PERTAMA tercantum dalam Lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Keputusan Menteri ini.
RETI G A : Rencana Induk sebagaimana dimaksud dalam Diktum PERTAMA mempunyai titik referensi bandar udara/Aerodrome Reference Point (ARP) yaitu 00° 53’ 37,8”
Lintang Selatan (LS) 134° 03’ 00,8” Bujur Timur (BT).
KEEMPAT : Rencana Induk Bandar Udara Rendani di Kabupaten Manokwari Provinsi Papua Barat, sebagaimana dimaksud dalam Diktum PERTAMA tercantum dalam Lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Keputusan Menteri ini, terdiri atas:
a. prakiraan permintaan kebutuhan pelayanan penumpang dan kargo;
b. kebutuhan fasilitas;
c. tata letak fasilitas;
d. tahapan pelaksanaan pembangunan;
e. kebutuhan dan pemanfaatan lahan; dan f. kawasan keselamatan operasi penerbangan.
KELIMA : Bandar Udara Rendani di Kabupaten Manokwari Provinsi Papua Barat dibangun dan dikembangkan dengan luas lahan sebagaimana dimaksud dalam Diktum PERTAMA kurang lebih 151,13 Ha (Hektar) terdiri atas:
a. luas lahan eksisting seluas ± 129,80 Ha (Hektar);
b. luas lahan pengembangan seluas ± 21,33 Ha (Hektar).
KEENAM : Bandar Udara Rendani di Kabupaten Manokwari Provinsi Papua Barat sebagaimana dimaksud dalam Diktum PERTAMA merupakan bandar udara dengan hierarki pengumpan (spoke) yang direncanakan akan menjadi Bandar Udara dengan hierarki pengumpul (hub) skala pelayanan sekunder dan diselenggarakan oleh Unit Penyelenggara Bandar Udara Direktorat Jenderal Perhubungan Udara.
KETUJUH : Penyelenggara Bandar Udara Rendani di Kabupaten Manokwari Provinsi Papua Barat sebagaimana dimaksud dalam Diktum KEENAM, wajib memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan.
KEDELAPAN : Penyelenggara bandar udara sebagaimana dimaksud dalam Diktum KEENAM dalam jangka waktu paling lama 3 (tiga) tahun melengkapi dokumen berupa:
KESEMBILAN
KESEPULUH
KESEBELAS
KEDUABELAS
a. daerah lingkungan kerja;
b. daerah lingkungan kepentingan; dan c. batas kawasan kebisingan.
: Rencana Induk Bandar Udara Rendani di Kabupaten Manokwari Provinsi Papua Barat sebagaimana dimaksud dalam Diktum KEEMPAT dengan ketentuan:
a. berlaku untuk jangka waktu 20 (dua puluh) tahun;
b. dapat ditinjau kembali setiap 5 (lima) tahun; dan
c. dalam hai terjadi perubahan kondisi lingkungan strategis, peninjauan kembali Rencana Induk Bandar Udara Rendani di Kabupaten Manokwari Provinsi Papua Barat dapat dilakukan lebih dari 1 (satu) kali dalam 5 (lima) tahun.
: Rencana penggunaan dan pemanfaatan lahan yang tidak sesuai dan belum diatur di dalam rencana induk sebagaimana dimaksud dalam Diktum KEEMPAT wajib memperoleh persetujuan Direktur Jenderal Perhubungan Udara.
: Pembiayaan yang timbul atas Rencana Induk Bandar Udara Rendani di Kabupaten Manokwari Provinsi Papua Barat dilakukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
: Direktur Jenderal Perhubungan Udara melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan Keputusan Menteri ini.
KETIGABELAS : Keputusan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.
Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 11 Mei 2022 MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA,
ttd.
BUDI KARYA SUMADI Salinan Keputusan Menteri ini disampaikan kepada:
1. Ketua Badan Pemeriksa Keuangan;
2. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian;
3. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi;
4. Menteri Sekretaris Negara;
5. Menteri Dalam Negeri;
6. Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia;
7. Menteri Keuangan;
8. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat;
9. Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional;
10. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala BAPPENAS;
11. Menteri Badan Usaha Milik Negara;
12. Sekretaris Jenderal, Inspektur Jenderal, Para Direktur Jenderal dan Para Kepala Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan;
13. Ketua DPRD Provinsi Papua Barat;
14. Gubernur Papua Barat;
15. Ketua DPRD Kabupaten Manokwari;
16. Bupati Manokwari;
17. Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Papua Barat;
18. Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Manokwari; dan
19. Kepala Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara Kelas II Rendani Manokwari.
RISWANTO
LAMPIRAN
KEPUTUSAN MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA
NOMOR KM 81 TAHUN 2022
TENTANG RENCANA INDUK BANDAR UDARA RENDANI DI KABUPATEN MANOKWARI PROVINSI PAPUA BARAT
RENCANA INDUK
I. Prakiraan Permintaan Kebutuhan Pelayanan Penumpang dan Kargo
Rencana pembangunan dan pengembangan fasilitas bandar udara untuk memenuhi kebutuhan operasi penerbangan dan pelayanan bandar udara dilakukan terutama berdasarkan perkembangan lalu lintas angkutan udara sebagaimana tercantum pada Tabel I.
Tabel I
PRAKIRAAN LALU LINTAS ANGKUTAN UDARA
BANDAR UDARA RENDANI DI KABUPATEN MANOKWARI PROVINSI PAPUA BARAT
NO U R A IA N
E K S IS T IN G 20 20
T A H A P I T A H A P II K E T E R A N G A N
1 P e r g e r a k a n P e n u m p a n g T a h u n a n
- D o m e s t ik 1 6 9 ,5 0 4 1 ,1 7 9 ,1 1 0 1 ,7 5 3 ,0 5 0 P e n u m p a n g - T o t a l 1 6 9 ,5 0 4 1 ,1 7 9 ,1 1 0 1 ,7 5 3 ,0 5 0 P e n u m p a n g 2 P e r g e r a k a n P e s a w a t T a h u n a n
- D o m e s t i k 2 ,3 0 1 1 1 ,2 5 0 1 5 ,9 7 0 P e r g e r a k a n
- T o t a l 2 ,3 0 1 1 1 ,2 5 0 1 5 ,9 7 0 P e r g e r a k a n
3 P e r g e r a k a n P e n u m p a n g H a r ia n
- D o m e s t i k 4 6 3 3 ,2 8 0 4 ,8 7 0 P e n u m p a n g
- T o t a l 4 6 3 3 ,2 8 0 4 ,8 7 0 P e n u m p a n g
4 P e r g e r a k a n P e s a w a t H a r ia n
- D o m e s t i k 6 31 4 4 P e r g e r a k a n
- T o t a l 6 31 4 4 P e r g e r a k a n
5 P e r g e r a k a n P e n u m p a n g J a m S ib u k
- D o m e s t ik 2 5 6 5 9 0 8 7 7 P e n u m p a n g
- T o t a l 2 5 6 5 9 0 8 7 7 P e n u m p a n g
6 P e r g e r a k a n p e s a w a t J a m S ib u k
NO U R A IA N
E K S IS T IN G 20 20
T A H A P I T A H A P II K E T E R A N G A N
6 P e r g e r a k a n p e s a w a t J a m S ib u k
- D o m e s t i k 4 16 18 P e r g e r a k a n
- t o t a l 4 16 18 P e r g e r a k a n
7 J u m l a h P e s a w a t J a m s ib u k
2 8 9 P e s a w a t
8 P e r g e r a k a n K a r g o
- D o m e s t i k 2 , 0 8 2 ,3 9 8 3 , 4 7 1 .1 8 0 4 ,0 4 2 , 7 2 0 K g / T a h u n - T o t a l 2 , 0 8 2 ,3 9 8 3 , 4 7 1 .1 8 0 4 , 0 4 2 , 7 2 0 K g / T a h u n 9 R u t e t e r ja u h J a k a r t a J a k a r t a J a k a r t a
II. Kebutuhan Fasilitas
1. Fasilitas bandar udara yang direncanakan untuk dibangun dan dikembangkan sebagaimana tercantum pada Tabel II.
2. Pelaksanaan pembangunan dan pengembangan fasilitas bandar udara sebagaimana dimaksud pada angka 1, wajib didahului dengan Kajian Lingkungan serta berdasarkan standar yang ditetapkan oleh Menteri Perhubungan; dan
3. Pembangunan dan pengembangan fasilitas bandar udara dilaksanakan dengan mempertimbangkan prioritas kebutuhan dan kemampuan pendanaan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Tabel II
RENCANA PENGEMBANGAN DAN TAHAPAN PEMBANGUNAN FASILITAS BANDAR UDARA RENDANI DI KABUPATEN MANOKWARI
PRO VINSI PAPUA BARAT a. Fasilitas Sisi Udara
N O U R A IA N
E K S IS T IN G
2 0 2 0 T A H A P I T A H A P II K E T E R A N G A N
I P e s a w a t T e r b e s a r
S ejen is B 7 3 7 - 9 0 0 E R (terb atas)
S ejen is B 7 3 7 -9 0 0 E R
S ejen is B 7 3 7 - 9 0 0 E R
P es a w a t
II
A E R O D R O M E
R E F E R E N C E C O D E 4C 4C 4C
III K a te g o ri O p e ra s i L a n d a s Pacu
N on In s tru m e n t
In stru m en t N on P resisi
In s tru m e n t N on P resisi
NO U R A IA N
E K S IS T IN G 2 0 2 0
T A H A P I T A H A P II K E T E R A N G A N
IV F A S IL IT A S S IS I U D A R A 1 L a n d a s P a cu (R u n w a y)
a. R u n w a y 2 0 0 0 x 45 2 5 0 0 x 45 2 5 0 0 x 45 m 2
2 R u n w a y S trip
a. R u n w a y S trip 2 1 2 0 x 150 2 6 2 0 x 150 2 6 2 0 x 280 m 2 3 T u rn in g Pad
a. T h re s h o ld / T H 17 3 5 x 49 x 8 35 x 49 x 8 m ' b. T h re s h o ld / T H 35 35 x 49 x 8 3 5 x 49 x 8 m' 4 R E S A
a. T h re s h o ld / T H 17 150 x 73 9 0 x 9 0 9 0 x 90 m 2
b. T h re s h o ld / T H 35 1 4 0 x 9 0 9 0 x 90 9 0 x 9 0 m 2 5 T a k e O ff R u n A v a ila b le (TO R À )
T H 17 20 0 0 25 0 0 25 0 0 m '
T H 35 2 0 0 0 2 5 0 0 25 0 0 m'
6 T a k e O ff D ista n c e A v a ila b le (TO D A )
T H 17 21 5 0 25 6 0 2 5 6 0 m'
T H 35 2 1 5 0 25 6 0 25 6 0 m'
7 A c c e le ra te S to p D ista n c e A v a ila b le (ASD A)
T H 17 20 0 0 25 0 0 25 0 0 m'
T H 35 2 0 0 0 2 5 0 0 2 5 0 0 m'
8 L a n d in g D is ta n c e A v a ila b le (LD A)
T H 17 20 0 0 25 0 0 2 5 0 0 m'
T H 35 2 0 0 0 2 5 0 0 25 0 0 m'
9 T a x iw a y
D im e n s i T a x iw a y A lfa
87 x 15 87 x 15 8 7 x 15 m 2
D im e n s i T a x iw a y B ra vo
8 7 x 15 87 x 15 87 x 15 m 2
D im e n s i T a x iw a y C h a rlie
9 9 x 23 9 9 x 2 3 1 6 5 x 2 3 m 2
D im e n s i T a x iw a y
D elta 99 x 2 3 99 x 23 165 x 23 m 2
10 K a p a s ita s A p ro n - S e je n is B 7 3 7 -
8 0 0 / 9 0 0
1 1 1 P e s a w a t
- S e je n is A 3 2 0 1 2 2 P e s a w a t
- S e je n is B 7 3 7 - 3 0 0 / 5 0 0
1 3 4 P e s a w a t
- S ejen is A T R 72 2 2 2 P e s a w a t
- C a d a n g a n 1 1 1 P e s a w a t
- J u m la h P a rk ir
S ta n d 6 9 10 P e s a w a t
- L u a s A p ro n la m a 181 x 68 181 x 68 181 x 6 8 m 2
- L u a s A p ro n b a rn 3 23 x 85 3 2 3 x 85 3 62 x 85 m 2
11 H elip a d - 2 0 x 20 2 0 x 20 m 2
b. Fasilitas Sisi Darat
No. U R A IA N E K S IS T IN G
2 0 2 0
T A H A P I T A H A P II K E T E R A N G A N
V F A S IL IT A S S IS I D A R A T T e rm in a l
1
P e n u m p a n g
4 ,3 5 9 12,800 18,900 m 2, 2 la n ta i
2 T e rm in a l K a rg o 600 9 00 1,400 m 2
3 P a rk ir K en d a ra a n 13,325 11,800 17,600 m 2
4 P K P -P K
a. G e d u n g P K P -P K 4 8 5 700 7 00 m 2
b. K a te g o ri 6 7 7 C a teg o ri
A ir T ra ffic C o n tro l 5
T o w er
66 66 66 m 2
6 W o rk s h o p 2 97 3 00 3 00 m 2
K a n to r B a n d a ra dan 7
O p e ra s io n a l (K P2 U )
266 2 ,1 0 0 2 ,1 0 0 m 2
K a n to r O to rita s 8
B a n d a r U d a ra
1,986 1,300 1,900 m 2
9 P o lik lin ik - 2 50 250 m 2
10 K a n to r A irn a v - 3 00 300 m 2
11 P o w er H o u s e A irn a v - 100 100 m 2
12 M ain P o w e r S ta tio n 108 1,010 1,010 m 2
13 D P P U 2 ,0 2 5 15,000 15,000 m 2
14 G S E P a rk in g - 1,800 1,800 m 2
15 A p ro n M a in te n a n c e - 280 2 8 0 m 2
16 K a n to r K e a m a n a n - 200 2 00 m 2
P ela y a n a n P em erin ta h
3 00 1,200 1,200 m 2
18 K a n to r B M G 54 100 100 m 2
T a m a n M eteo/ B M G 19
Farm 4 00 4 0 0 m 2
2 0 A re a P u ja sera - 2 25 225 m 2
21 G ro u n d W a te r T a n k - 2 ,0 0 0 2 ,0 0 0 m 2
22 S a m p a h B3 - 500 500 m 2
S ew a g e T r e a tm e n t 2 3 Pian & W a s te
T r.P la n (W TP)
2 ,0 0 0 2 ,0 0 0 m 2
T e m p a t Pembuangan 2 4 S a m p a h S e m e n ta ra
(TPS)
250 2 5 0 m 2
25 J a s a B o ga - 2 ,3 0 0 2 ,3 0 0 m 2
26 P eru m a h a n
a. T y p e 70 9 4 4 U n it
b. T y p e 50 - 6 6 U n it
c. T y p e 45 - 4 4 U n it
d. T y p e 36 54 60 60 U n it
e. A s ra m a W a n ita
P erm a n en T y p e 36 - 5 6 U n it
No. U R A IA N E K S IS T IN G 2 0 2 0
T A H A P I T A H A P II K E T E R A N G A N
f. A s ra m a P ria
P erm a n er! T y p e 36 - 8 9 U n it
27 G a rd u J a g a @ 4m 2 T e rs e b a r
28 T e r m in a l V IP 120 120 120 m 2
29 C C R 450 2 00 200 m 2
30 W a re h o u s e - 728 728 m 2
31 D erm a g a - - 545 m 2 (lahan )
32 H otel - - 1000 m 2
33 G e d u n g E O C - 500 500 m 2
c. Fasilitas Alat Bantu Navigasi dan Sistem Komunikasi
No. U R A IA N
E K S IS T IN G
2 0 2 0 T A H A P I T A H A P II K E T E R A N G A N V I A L A T B A N T U N A V IG A S I V IS U A L
PA PI PA P I PA PI U n it
W in d s h o c k W in d s h o c k W in d s h o c k U n it L a n d in g
T ee
L a n d in g T ee L a n d in g T ee U n it
M a rk a M a rk a M a rk a U n it
A p ro n Flood L igh t
A p ro n Flood L igh t
A p ro n F lo o d L igh t
U n it
R u n w a y light, ta x iw a y
light, th resh old light, R T IL
R u n w a y ligh t, ta x iw a y
light, th resh o ld ligh t, R T IL
U n it
V II
A L A T B A N T U N A V IG A S I P E N E R B A N G A N
D M E , D V O R
D M E , D V O R D M E , D V O R U n it
V i li S IS T E M K O M U N IK A S I
V H F A G V H F A G V H F A G U n it
H F SSB H F SSB H F SSB U n it
R ec o rd er R ec ord er R e c o rd e r U n it
In te r T o w e r In te r T o w e r In te r T o w e r U n it A F T N
T e le p rin te r
A F T N T e le p rin te r
A F T N
T e le p rin te r U n it
III. Tata Letak Fasilitas dan Tahapan Pelaksanaan Pembangunan
1. Rencana penggunaan dan pemanfaatan lahan untuk keperluan peningkatan pengoperasian, pelayanan, pengelolaan dan pengusahaan serta pembangunan dan pengembangan bandar udara sebagaimana tercantum pada Lampiran Nomor 1 dan Lampiran Nomor 2 yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Keputusan Menteri ini.
2. Pelaksanaan pentahapan pembangunan fasilitas bandar udara mengacu ketersediaan lahan pengembangan.
IV. Kebutuhan dan Pemanfaatan Lahan
1. Untuk menyelenggarakan kegiatan pengoperasian, pelayanan, pengelolaan dan pengusahaan serta pengembangan bandar udara sesuai rencana induk, dibutuhkan lahan seluas kurang lebih 151,13 Ha (Hektar), dengan rincian sebagai berikut:
a. luas lahan eksisting yang telah bersertifikat 129, 80 Ha (Hektar);
b. luas lahan pengembangan 21,33 Ha (Hektar).
2. Batas kebutuhan lahan sebagaimana dimaksud pada sub bagian IV angka 1, dinyatakan dalam sistem koordinat bandar udara yang posisinya ditentukan terhadap titik referensi sistem koordinat bandar udara (perpotongan sumbu X dan sumbu Y) yang terletak pada koordinat geografis 00° 54’ 03,527” Lintang Selatan (LS); 134° 02’ 56,816” Bujur Timur (BT) atau pada koordinat Bandar Udara X= 20.000 meter dan Y=
20.000 meter dimana sumbu X berimpit dengan sumbu landasan yang mempunyai azimuth 358° 13’ 20,09” geografis dan sumbu Y melalui ujung landas pacu TH.35 tegak lurus sumbu X, sebagaimana tercantum pada Tabel III.
3. Kebutuhan luas lahan sebagaimana yang dimaksud pada sub bagian IV angka 1 sebagaimana tercantum pada Lampiran Nomor 3 yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Keputusan Menteri ini.
Tabel III
DAFTAR SISTEM KOORDINAT BATAS LAHAN
BANDAR UDARA RENDANI DI KABUPATEN MANOKWARI PROVINSI PAPUA BARAT
a. Koordinat Batas Lahan Eksisting
T IT IK
K O O R D IN A T A C S K O O R D IN A T U TM K O O R D IN A T G E O G R A F IS
X
(m)
Y
(m)
T im u r
(m)
U tara
(m )
L IN T A N G S E L A T A N
B U J U R T IM U R
0 1 " 0 ' "
A l 2 0 ,1 8 0 .9 9 8 19,7 2 2 .0 4 5 3 9 3 ,9 2 6 .2 5 5 9 ,9 0 0 ,2 1 1 .2 5 3 0 54 0 9 .6 9 7 134 02 4 8 .0 0 8 A2 2 0 ,0 0 2 .7 3 4 19,7 2 7 .1 5 2 3 9 3 ,9 2 5 .8 3 0 9 ,9 0 0 ,3 8 9 .5 9 0 0 54 0 3 .8 8 9 134 02 4 7 .9 9 5 A3 19,878.4 73 19,7 2 9 .7 3 2 3 9 3 ,9 2 4 .5 5 3 9 ,9 0 0 ,5 1 3 .8 7 2 0 53 59.8 4 2 134 02 4 7 .9 5 5 A4 19,662.301 19,761.9 91 3 9 3 ,9 5 0 .0 9 0 9 ,9 0 0 ,7 3 0 .9 3 9 0 53 5 2 .7 7 3 134 02 4 8 .7 8 3 A5 19,573.1 48 1 9 ,7 7 0 .7 2 0 3 9 3 ,9 5 6 .0 4 9 9 ,9 0 0 ,8 2 0 .3 2 0 0 53 4 9 .8 6 2 134 02 4 8 .9 7 7 A6 19,258.959 1 9 ,8 0 0 .4 8 5 3 9 3 ,9 7 6 .0 5 3 9,9 0 1 ,1 3 5 .2 8 1 0 53 3 9 .6 0 6 134 02 4 9 .6 2 6 A7 1 9 ,214.7 95 19,804.4 11 3 9 3 ,9 7 8 .6 0 7 9 ,9 0 1 ,1 7 9 .5 4 6 0 53 3 8 .1 6 4 134 02 4 9 .7 0 9 A8 19,117.6 94 19,8 0 4 .0 1 8 3 9 3 ,9 7 5 .2 0 2 9 ,9 0 1 ,2 7 6 .5 8 8 0 53 3 5 .0 0 4 134 02 4 9 .6 0 0 A9 18,969.4 77 19,8 0 3 .0 8 3 3 9 3 ,9 6 9 .6 6 9 9 ,9 0 1 ,4 2 4 .7 0 5 0 53 3 0 .1 8 0 134 02 49.4 2 2 A IO 18,660.692 1 9 ,8 0 1 .1 6 9 3 9 3 ,9 5 8 .1 7 7 9 ,9 0 1 ,7 3 3 .2 8 2 0 53 20.131 134 02 4 9 .0 5 3 A l l 18,530.329 1 9 ,7 9 9 .2 5 4 3 9 3 ,9 5 2 .2 1 8 9 ,9 0 1 ,8 6 3 .5 2 3 0 53 15.890 134 02 48.861 A 12 1 8,184.5 20 1 9 ,7 9 8 .0 6 4 3 9 3 ,9 4 0 .3 0 1 9 ,9 0 2 ,2 0 9 .1 2 9 0 53 0 4 .6 3 5 134 02 4 8 .4 7 9 A 1 3 1 8,006.4 97 19,7 9 7 .2 0 2 3 9 3 ,9 3 3 .9 1 7 9 ,9 0 2 ,3 8 7 .0 3 9 0 52 58.841 134 02 4 8 .2 7 4 A 14 17,762.4 55 19,7 9 5 .8 3 4 3 9 3 ,9 2 4 .9 7 8 9,9 0 2 ,6 3 0 .9 2 1 0 52 5 0 .8 9 9 134 02 4 7 .9 8 7 A 1 5 17,761.5 86 1 9 ,9 9 3 .3 2 4 3 9 4 ,1 2 2 .3 4 7 9 ,9 0 2 ,6 3 7 .9 1 7 0 52 5 0 .6 7 2 134 02 54.372 A 1 6 17,763.101 2 0 ,0 0 8 .7 2 8 3 9 4 ,1 3 7 .7 9 0 9 ,9 0 2 ,6 3 6 .8 8 0 0 52 5 0 .7 0 6 134 02 54.871 A 17 17,821.071 19,997.181 3 9 4 ,1 2 8 .0 4 7 9 ,9 0 2 ,5 7 8 .5 8 0 0 52 5 2 .6 0 5 134 02 54.5 5 6 A 1 8 17,844.9 84 2 0 ,0 1 0 .0 3 9 3 9 4 ,1 4 1 .6 4 1 9 ,9 0 2 ,5 5 5 .0 7 7 0 52 5 3 .3 7 0 134 02 54 .9 9 5 A 1 9 17,897.8 97 2 0 ,0 4 3 .7 2 0 3 9 4 ,1 7 6 .9 4 7 9 ,9 0 2 ,5 0 3 .2 3 4 0 52 5 5 .0 5 9 134 02 56 .1 3 7 A 20 17,958.4 14 2 0 ,1 0 0 .1 8 0 3 9 4 ,2 3 5 .2 5 8 9 ,9 0 2 ,4 4 4 .4 9 8 0 52 56.9 7 2 134 02 58 .0 2 3 A21 17,937.6 52 2 0 ,1 4 4 .6 8 5 3 9 4 ,2 7 9 .0 9 7 9,9 0 2 ,4 6 6 .6 3 1 0 52 56.2 5 2 134 02 59 .4 4 2 A 22 1 7 ,995.4 17 2 0 ,1 3 9 .9 1 1 3 9 4 ,2 7 6 .1 1 8 9 ,9 0 2 ,4 0 8 .7 4 6 0 52 5 8 .1 3 7 134 02 59.3 4 5 A 23 18,043.9 08 2 0 ,1 6 5 .6 5 9 3 9 4 ,3 0 3 .3 5 7 9 ,9 0 2 ,3 6 1 .0 7 6 0 52 5 9 .6 8 9 134 03 0 0 .2 2 6 A 2 4 18,100.8 40 2 0 ,2 0 2 .6 4 3 3 9 4 ,3 4 2 .0 8 9 9 ,9 0 2 ,3 0 5 .3 2 0 0 53 0 1 .5 0 6 134 03 0 1 .4 7 8 A 2 5 18,169.921 2 0 ,2 4 6 .9 1 4 3 9 4 ,3 8 8 .4 8 2 9 ,9 0 2 ,2 3 7 .6 4 5 0 53 0 3 .7 1 0 134 03 0 2 .9 7 8 A 26 18,313.1 84 2 0 ,3 4 8 .9 2 4 3 9 4 ,4 9 4 .8 8 8 9 ,9 0 2 ,0 9 7 .6 1 5 0 53 08.271 134 03 0 6 .4 2 0 A 27 18,414.251 2 0 ,3 9 4 .7 5 8 3 9 4 ,5 4 3 .8 3 5 9 ,9 0 1 ,9 9 8 .0 2 0 0 53 11.515 134 03 08.0 0 2 A 2 8 18,550.4 99 2 0 ,4 7 6 .5 4 6 3 9 4 ,6 2 9 .8 1 0 9 ,9 0 1 ,8 6 4 .3 7 4 0 53 15.868 134 03 10.783 A 2 9 18,739.7 69 2 0 ,5 3 7 .9 5 3 3 9 4 ,6 9 7 .0 5 9 9 ,9 0 1 ,6 7 7 .1 0 0 0 53 2 1 .9 6 7 134 03 12.957 A 30 18,900.2 42 2 0 ,5 4 9 .5 7 9 3 9 4 ,7 1 3 .6 5 8 9 ,9 0 1 ,5 1 7 .0 6 5 0 53 2 7 .1 7 9 134 03 13.492 A31 19,011.382 2 0 ,5 4 9 .5 3 6 3 9 4 ,7 1 7 .0 6 3 9 ,9 0 1 ,4 0 5 .9 7 8 0 53 3 0 .7 9 6 134 03 13.602 A 32 19,146.3 08 2 0 ,5 3 3 .8 5 1 3 9 4 ,7 0 5 .5 7 1 9 ,9 0 1 ,2 7 0 .6 3 0 0 53 3 5 .2 0 4 134 03 13.229 A3 3 19,239.8 90 2 0 ,5 1 6 .8 9 4 3 9 4 ,6 9 1 .5 2 6 9 ,9 0 1 ,1 7 6 .5 6 7 0 53 3 8 .2 6 7 134 03 12.774 A 34 19,405.4 39 2 0 ,4 7 2 .5 8 0 3 9 4 ,6 5 2 .3 6 9 9 ,9 0 1 ,0 0 9 .7 2 3 0 53 4 3 .7 0 0 134 03 11.505 A 3 5 19,530.439 2 0 ,4 3 8 .8 9 2 3 9 4 ,6 2 2 .5 7 5 9 ,9 0 0 ,8 8 3 .7 3 8 0 53 4 7 .8 0 3 134 03 10.540 A 36 1 9,566.1 98 2 0 ,3 8 3 .7 0 2 3 9 4 ,5 6 8 .5 2 1 9 ,9 0 0 ,8 4 6 .2 8 3 0 53 4 9 .0 2 2 134 03 08.791
T IT IK
K O O R D IN A T A C S K O O R D IN A T U TM K O O R D IN A T G E O G R A F IS
X
(m)
Y
(m)
T in n ir
(m)
U tara
(m)
L IN T A N G S E L A T A N
B U J U R T IM U R
0 • " 0 ' n
A 37 19,299.521 2 0 ,4 2 1 .3 6 1 3 9 4 ,5 9 7 .8 8 9 9 ,9 0 1 ,1 1 4 .0 0 0 0 53 4 0 .3 0 4 134 03 09.7 4 4 A 3 8 19,297.4 29 2 0 ,3 8 1 .3 9 8 3 9 4 ,5 5 7 .8 8 0 9 ,9 0 1 ,1 1 4 .8 5 1 0 53 4 0 .2 7 6 134 03 08.4 4 9 A 39 1 9 ,475.5 36 2 0 ,3 0 2 .6 2 8 3 9 4 ,4 8 4 .6 7 3 9 ,9 0 0 ,9 3 4 .3 8 7 0 53 4 6 .1 5 2 134 03 06 .0 8 0 A 4 0 1 9 ,600.2 10 2 0 ,2 9 9 .6 1 0 3 9 4 ,4 8 5 .5 2 4 9 ,9 0 0 ,8 0 9 .6 8 0 0 53 5 0 .2 1 3 134 03 06 .1 0 6 A41 19,795.8 99 2 0 ,1 8 3 .6 7 3 3 9 4 ,3 7 5 .7 1 3 9 ,9 0 0 ,6 1 0 .4 8 8 0 53 5 6 .6 9 9 134 03 02 .5 5 2 A 4 2 1 9 ,988.6 10 2 0 ,0 6 7 .8 2 8 3 9 4 ,2 6 5 .9 0 3 9 ,9 0 0 ,4 1 4 .2 7 6 0 54 0 3 .0 8 8 134 02 58.9 9 8 A 4 3 20,1 0 7 .9 4 1 2 0 ,0 5 7 .3 1 1 3 9 4 ,2 5 9 .0 9 3 9 ,9 0 0 ,2 9 4 .6 7 6 0 54 0 6 .9 8 3 134 02 58.776 A 4 4 20,1 6 3 .5 0 1 19,9 8 1 .4 9 2 3 9 4 ,1 8 5 .0 3 4 9 ,9 0 0 ,2 3 6 .7 9 1 0 54 0 8 .8 6 7 134 02 56.3 8 0 A4 5 2 0 ,2 0 0 .0 7 0 1 9 ,8 7 0 .0 6 8 3 9 4 ,0 7 4 .7 9 8 9 ,9 0 0 ,1 9 6 .7 8 2 0 54 10.169 134 02 52.813 A 46 2 0 ,1 9 7 .4 7 9 1 9 ,8 0 0 .3 1 2 3 9 4 ,0 0 4 .9 9 6 9 ,9 0 0 ,1 9 7 .2 0 8 0 54 10.155 134 02 50.5 5 5 A 47 2 0,188.4 81 19,7 2 9 .9 0 4 3 9 3 ,9 3 4 .3 4 2 9 ,9 0 0 ,2 0 4 .0 1 8 0 54 0 9 .9 3 3 134 02 4 8 .2 6 9
b. Koordinat Batas Lahan Pengembangan
T IT IK
K O O R D IN A T A C S K O O R D IN A T U TM K O O R D IN A T G E O G R A F IS
X
(m)
Y
(m)
T im u r
(m)
U ta ra
(m)
L IN T A N G S E L A T A N
B U J U R T IM U R
0 1 " 0 *
N I 17,762.311 1 9 ,8 5 0 .0 0 0 3 9 3 ,9 7 9 .1 1 4 9 ,9 0 2 ,6 3 2 .7 4 5 0 52 5 0 .8 4 0 134 02 4 9 .7 3 8 N2 1 7,292.0 00 1 9 ,8 5 0 .0 0 0 3 9 3 ,9 6 4 .5 2 4 9 ,9 0 3 ,1 0 2 .8 3 0 0 52 35.531 134 02 4 9 .2 7 0 N3 1 7 ,292.0 00 2 0 ,1 7 6 .0 0 0 3 9 4 ,2 9 0 .3 6 7 9 ,9 0 3 ,1 1 2 .9 4 4 0 52 3 5 .2 0 4 134 02 59.811 N4 18,059.8 27 2 0 ,1 7 6 .0 0 0 3 9 4 ,3 1 4 .1 8 7 9 ,9 0 2 ,3 4 5 .4 8 6 0 53 0 0 .1 9 7 134 03 0 0 .5 7 6 A 23 1 8 ,043.9 08 2 0 ,1 6 5 .6 5 9 3 9 4 ,3 0 3 .3 5 7 9 ,9 0 2 ,3 6 1 .0 7 6 0 52 5 9 .6 8 9 134 03 0 0 .2 2 6 A 22 1 7 ,995.4 17 2 0 ,1 3 9 .9 1 1 3 9 4 ,2 7 6 .1 1 8 9 ,9 0 2 ,4 0 8 .7 4 6 0 52 5 8 .1 3 7 134 02 59.3 4 5 A21 17,937.6 52 2 0 ,1 4 4 .6 8 5 3 9 4 ,2 7 9 .0 9 7 9 ,9 0 2 ,4 6 6 .6 3 1 0 52 5 6 .2 5 2 134 02 59.442 A 20 1 7 ,958.4 14 2 0 ,1 0 0 .1 8 0 3 9 4 ,2 3 5 .2 5 8 9 ,9 0 2 ,4 4 4 .4 9 8 0 52 5 6 .9 7 2 134 02 58.0 2 3 A 19 1 7 ,897.8 97 2 0 ,0 4 3 .7 2 0 3 9 4 ,1 7 6 .9 4 7 9 ,9 0 2 ,5 0 3 .2 3 4 0 52 5 5 .0 5 9 134 02 5 6 .1 3 7 A 1 8 1 7 ,844.9 84 2 0 ,0 1 0 .0 3 9 3 9 4 ,1 4 1 .6 4 1 9 ,9 0 2 ,5 5 5 .0 7 7 0 52 5 3 .3 7 0 134 02 54 .9 9 5 A 1 7 17,821.071 19,997.1 81 3 9 4 ,1 2 8 .0 4 7 9 ,9 0 2 ,5 7 8 .5 8 0 0 52 5 2 .6 0 5 134 02 54 .5 5 6 A 16 17,763.101 2 0 ,0 0 8 .7 2 8 3 9 4 ,1 3 7 .7 9 0 9 ,9 0 2 ,6 3 6 .8 8 0 0 52 5 0 .7 0 6 134 02 54.871 A 15 1 7,761.5 86 19,9 9 3 .3 2 4 3 9 4 ,1 2 2 .3 4 7 9 ,9 0 2 ,6 3 7 .9 1 7 0 52 50.6 7 2 134 02 54.372 S I 19,811.6 04 2 0 ,1 6 9 .9 0 0 3 9 4 ,3 6 2 .4 3 4 9 ,9 0 0 ,5 9 4 .3 6 3 0 53 5 7 .2 2 4 134 03 02 .1 2 2 S2 2 0 ,1 6 5 .8 0 0 2 0 ,1 6 9 .9 0 0 3 9 4 ,3 7 3 .4 2 2 9 ,9 0 0 ,2 4 0 .3 3 8 0 54 0 8 .7 5 3 134 03 0 2 .4 7 5 S3 2 0 ,1 6 5 .8 0 0 1 9 ,9 7 1 .5 2 6 3 9 4 ,1 7 5 .1 4 4 9 ,9 0 0 ,2 3 4 .1 8 4 0 54 0 8 .9 5 2 134 02 5 6 .0 6 0 A 4 4 2 0 ,163.5 01 19,9 8 1 .4 9 2 3 9 4 ,1 8 5 .0 3 4 9 ,9 0 0,23 6.791 0 54 0 8 .8 6 7 134 02 5 6 .3 8 0 A 4 3 20,1 0 7 .9 4 1 2 0 ,0 5 7 .3 1 1 3 9 4 ,2 5 9 .0 9 3 9 ,9 0 0 ,2 9 4 .6 7 6 0 54 0 6 .9 8 3 134 02 58.7 7 6 A 4 2 1 9 ,988.6 10 2 0 ,0 6 7 .8 2 8 3 9 4 ,2 6 5 .9 0 3 9 ,9 0 0 ,4 1 4 .2 7 6 0 54 0 3 .0 8 8 134 02 5 8 .9 9 8
V. Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan
1. Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan terdiri atas:
a. Kawasan Ancangan Pendaratan dan Lepas Landas pada Landas Pacu 35 batas-batas ketinggian ditentukan dengan kemiringan dan jarak melalui perpanjangan sumbu landas pacu sebagai berikut:
1) Bagian pertama dengan kemiringan sebesar 2% (dua persen) arah ke atas dan ke luar dimulai ujung Permukaan Utama sampai jarak mendatar 2.300 m pada ketinggian + 46 m di atas ambang Landas Pacu 35;
2) Bagian kedua dengan kemiringan 0 % (noi persen) sampai jarak mendatar tambahan 1.700 m pada ketinggian + 46 m di atas ambang Landas Pacu 35;
3) Bagian ketiga dengan kemiringan 5% (lima persen) arah ke atas dan ke luar sampai jarak mendatar tambahan 1.133,3 m pada ketinggian +102,7 m di atas ambang Landas Pacu 35;
4) Bagian keempat pada bagian tengah dengan kemiringan 2%
(dua persen) arah ke atas dan ke luar sampai jarak mendatar tambahan 2.366,7 m pada ketinggian +150 m di atas ambang Landas Pacu 35, pada bagian tepi dengan kemiringan pertama 5% (lima persen) sampai jarak mendatar tambahan 426,7 m, kemiringan kedua 2,5% (dua setengah persen) sampai jarak mendatar tambahan 1.040 m serta kemiringan ketiga 0% (noi persen) sampai jarak mendatar tambahan 900 m;
5) Bagian kelima (terakhir) kemiringan 0% (noi persen) sampai jarak mendatar tambahan 7.500 m pada ketinggian +150 m di
atas ambang Landas Pacu 35.
b. Kawasan Ancangan Pendaratan dan Lepas Landas pada Landas Pacu 17 batas-batas ketinggian ditentukan dengan kemiringan dan jarak melalui perpanjangan sumbu landas pacu sebagai berikut:
1) Bagian pertama dengan kemiringan sebesar 2% (dua persen) arah ke atas dan ke luar dimulai ujung Permukaan Utama sampai jarak mendatar 2.175 m pada ketinggian + 46 m di atas ambang Landas Pacu 35;
2) Bagian kedua dengan kemiringan 0 % (noi persen) sampai jarak mendatar tambahan 1.825 m pada ketinggian + 46 m di atas ambang Landas Pacu 35;
3) Bagian ketiga dengan kemiringan 5 % (lima persen) arah keatas dan keluar sampai jarak mendatar tambahan 1.216,7 m pada ketinggian +106,8 m di atas ambang Landas Pacu 35;
4) Bagian keempat pada bagian tengah dengan kemiringan 2%
(dua persen) arah ke atas dan keluar sampai jarak mendatar tambahan 2.208,3 m pada ketinggian +151 m di atas ambang Landas Pacu 35, pada bagian tepi dengan kemiringan pertama 5% (lima persen) sampai jarak mendatar tambahan 443,3 m, kemiringan kedua 2,5% (dua se tengah persen) sampai jarak mendatar tambahan 880 m serta kemiringan ketiga 0% (noi persen) sampai jarak mendatar tambahan 885 m;
5) Bagian kelima (terakhir) kemiringan 0% (noi persen) sampai jarak mendatar tambahan 7.575 m pada ketinggian +151 m di
atas ambang Landas Pacu 35.
c. Kawasan Kemungkinan Bahaya Kecelakaan, batas-batas ketinggian ditentukan oleh ketinggian kemiringan 2% (dua persen) arah ke atas dan ke luar dimulai ujung Permukaan Utama pada ketinggian masing-masing ambang Landas Pacu sampai dengan ketinggian +46 m di atas ambang Landas Pacu 35 sepanjang jarak mendatar 3.000 m melalui perpanjangan sumbu Landas Pacu;
d. Kawasan Di bawah Permukaan Transisi, batas-batas ketinggian ditentukan oleh kemiringan 14,3% (empat belas koma tiga persen) arah ke atas dan ke luar, dimulai sisi panjang dan pada ketinggian yang sama seperti Permukaan Utama serta Permukaan Ancangan Pendaratan dan Lepas Landas menerus sampai memotong Permukaan Horizontal Dalam pada ketinggian +46 m di atas ketinggian ambang Landas Pacu 35 atau pada jarak mendatar 315 m dari sisi panjang permukaan utama;
e. Kawasan Di bawah Permukaan Horizontal Dalam, batas-batas ketinggian ditentukan +46 m di atas ketinggian ambang Landas Pacu 35;
f. Kawasan Di bawah Permukaan Kerucut, batas-batas ketinggian ditentukan oleh kemiringan 5% (lima persen) arah ke atas dan ke luar, dimulai tepi luar Kawasan di bawah Permukaan Horizontal Dalam pada ketinggian +46 m sampai memotong Permukaan Horizontal Luar pada ketinggian +146 m di atas ketinggian ambang landas pacu 35;
g. Kawasan di bawah Permukaan Horizontal Luar, batas-batas ketinggian ditentukan +151 m di atas ketinggian ambang landas pacu 35;
h. Titik Koordinat Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan sebagaimana dimaksud pada sub bagian V angka 1 sebagaimana tercantum pada Tabel IV.
Tabel IV
TITIK KOORDINAT KAWASAN KESELAMATAN OPERASI PENERBANGAN BANDAR UDARA RENDANI DI KABUPATEN MANOKWARI
PROVINSI PAPUA BARAT
A. KAWASAN ANCANGAN PENDARATAN DAN LEPAS LANDAS PADA LANDAS PACU 17
K O O R D IN A T K O O R D IN A T G E O G R A F IS
NO. T IT IK B A N D A R U D A R A
L IN T A N G S E L A T A N
B U J U R T IM U R
X ( M ) Y ( M ) O 1 " O ' il
1. A. 1.1. 1 7 ,4 4 0 .0 0 0 2 0 ,1 4 0 .0 0 0 0 52 4 0 .0 5 8 134 02 5 8 .7 9 5
2. A . 1.2. 1 7 ,4 4 0 .0 0 0 19,8 6 0 .0 0 0 0 52 4 0 .3 3 8 134 02 49.741
3. A . 1.3. 2 ,4 4 0 .0 0 0 1 7 ,6 1 0 .0 0 0 0 44 34.341 134 01 2 2 .0 4 7
4. A . 1.4. 2 ,4 4 0 .0 0 0 2 2 ,3 9 0 .0 0 0 0 44 2 9 .5 4 6 134 03 56 .6 0 9
B. KAWASAN ANCANGAN PENDARATAN DAN LEPAS LANDAS PADA LANDAS PACU 35
K O O R D IN A T K O O R D IN A T G E O G R A F IS
NO. T IT IK B A N D A R U D A R A
L IN T A N G S E L A T A N
B U J U R T IM U R
X ( M ) Y (M ) O 1 II O l II
1. A .2.1. 2 0 ,0 6 0 .0 0 0 2 0 ,1 4 0 .0 0 0 0 54 0 5 .3 4 0 134 03 0 1 .4 0 2
2. A .2 .2 . 3 5 ,0 6 0 .0 0 0 2 2 ,3 9 0 .0 0 0 1 02 11.344 134 04 29.0 8 2
3. A .2.3 . 3 5 ,0 6 0 .0 0 0 1 7 ,610.0 00 1 02 16.126 134 01 54.5 0 7
4. A .2.4 . 2 0 ,0 6 0 .0 0 0 19,8 6 0 .0 0 0 0 54 0 5 .6 2 0 134 02 5 2 .3 4 8
C. KAWASAN KEMUNGKINAN BAHAYA KECELAKAAN
K O O R D IN A T K O O R D IN A T G E O G R A F IS
NO. T IT IK B A N D A R U D A R A
L IN T A N G S E L A T A N
B U J U R T IM U R
X (M ) Y ( M ) O 1 " O l II
1. A. 1.1. 1 7 ,4 4 0 .0 0 0 2 0 ,1 4 0 .0 0 0 0 52 4 0 .0 5 8 134 02 5 8 .7 9 5
2. A . 1.2. 1 7 ,4 4 0 .0 0 0 1 9 ,860.0 00 0 52 4 0 .3 3 8 134 02 49.741
3. A. 1.5. 14,4 3 9 .7 5 4 1 9 ,410.0 00 0 51 0 3 .1 3 0 134 02 32.201
4. A . 1.6. 1 4 ,4 4 0 .0 0 0 2 0 ,5 9 0 .0 0 0 0 51 0 1 .9 5 6 134 03 10.359
5. A .2.1. 2 0 ,0 6 0 .0 0 0 2 0 ,1 4 0 .0 0 0 0 54 0 5 .3 4 0 134 03 0 1 .4 0 2
6. A .2.5 . 2 3 ,0 6 0 .0 0 0 2 0 ,5 9 0 .0 0 0 0 55 4 2 .5 4 0 134 03 18.939
7. A .2.6 . 2 3 ,0 6 0 .0 0 0 19,4 1 0 .0 0 0 0 55 4 3 .7 2 2 134 02 40.7 8 2
8. A .2.4. 2 0 ,0 6 0 .0 0 0 19,8 6 0 .0 0 0 0 54 0 5 .6 2 0 134 02 5 2 .3 4 8
D. KAWASAN DI BAWAH PERMUKAAN TRANSISI
K O O R D IN A T K O O R D IN A T G E O G R A F IS
NO. T IT IK B A N D A R U D A R A
L IN T A N G S E L A T A N
B U J U R T IM U R
X ( M ) Y ( M ) O 1 il o l ”
1. A. 1.1. 17,4 4 0 .0 0 0 2 0 ,1 4 0 .0 0 0 0 52 4 0 .0 5 8 134 02 5 8 .7 9 5
2. B . l . l . 1 5 ,3 4 0 .0 0 0 2 0 ,4 5 5 .0 0 0 0 51 3 1 .3 8 6 134 03 0 6 .8 9 0
3. B .1.2. 2 2 ,1 6 0 .0 0 0 2 0 ,4 5 5 .0 0 0 0 55 13.380 134 03 13.678
4. A .2.1. 2 0 ,0 6 0 .0 0 0 2 0 ,1 4 0 .0 0 0 0 54 0 5 .3 4 0 134 03 0 1 .4 0 2
5. A . 1.2. 1 7 ,4 4 0 .0 0 0 19,8 6 0 .0 0 0 0 52 4 0 .3 3 8 134 02 49.741
6. A .2.4 . 2 0 ,0 6 0 .0 0 0 19,8 6 0 .0 0 0 0 54 0 5 .6 2 0 134 02 5 2 .3 4 8
7. B .2.2. 2 2 ,1 6 0 .0 0 0 19,5 4 5 .0 0 0 0 55 14.291 134 02 4 4 .2 5 2
8. B .2.1. 1 5 ,3 4 0 .0 0 0 19,5 4 5 .0 0 0 0 51 3 2 .2 9 8 134 02 3 7 .4 6 4
E. KAWASAN DI BAWAH PERMUKAAN HORIZONTAL DALAM
K O O R D IN A T K O O R D IN A T G E O G R A F IS
NO. TIT1K B A N D A R U D A R A
L IN T A N G S E L A T A N
B U J U R T IM U R
X ( M ) Y (M ) O ' II » 1 "
1 B . l . l . 1 5 ,3 4 0 .0 0 0 2 0 ,4 5 5 .0 0 0 0 51 3 1 .3 8 6 134 03 0 6 .8 9 0
2 C . l . l . 13,5 0 7 .1 6 3 2 0 ,7 2 9 .9 2 6 0 50 31.451 134 03 13.955
3 C .1.2. 1 7 ,4 4 0 .0 0 0 2 4 ,0 0 0 .0 0 0 0 52 3 6 .1 8 9 134 05 0 3 .6 1 3
4 C .1.3. 2 0 ,0 6 0 .0 0 0 2 4 ,0 0 0 .0 0 0 0 54 0 1 .4 7 2 134 05 06.2 2 2
5 C. 1.4. 2 3 ,9 9 2 .8 3 7 2 0 ,7 2 9 .9 2 6 0 56 12.764 134 03 2 4 .3 9 2
6 B .1.2. 2 2 ,1 6 0 .0 0 0 2 0 ,4 5 5 .0 0 0 0 55 13.380 134 03 13.678
7 B .2.1. 1 5 ,3 4 0 .0 0 0 19,5 4 5 .0 0 0 0 51 3 2 .2 9 8 134 02 37 .4 6 4
8 B .2.2. 2 2 ,1 6 0 .0 0 0 19,5 4 5 .0 0 0 0 55 14.291 134 02 4 4 .2 5 2
9 C .2.2. 2 3 ,9 9 2 .8 3 7 1 9 ,270.0 74 0 56 14.226 134 02 3 7 .1 8 5
10 C .2.3. 2 0 ,0 6 0 .0 0 0 16,0 0 0 .0 0 0 0 54 0 9 .4 8 6 134 00 4 7 .5 3 0
11 C .2.4. 1 7 ,4 4 0 .0 0 0 16,0 0 0 .0 0 0 0 52 4 4 .2 0 5 134 00 4 4 .9 2 3
12 C .2.1. 1 3 ,5 0 7 .1 6 3 1 9,270.0 74 0 50 3 2 .9 1 5 134 02 2 6 .7 4 9
F. KAWASAN DI BAWAH PERMUKAAN KERUCUT
K O O R D IN A T K O O R D IN A T G E O G R A F IS
NO. T IT IK B A N D A R U D A R A L IN T A N G
S E L A T A N
B U J U R T IM U R
X ( M ) Y (M ) » - il O l "
1 C . l . l . 1 3 ,5 0 7 .1 6 3 2 0 ,7 2 9 .9 2 6 0 50 31.451 134 03 13.955
2 D . l . l . 1 1 ,5 2 8 .5 0 0 2 1 ,0 2 6 .7 2 5 0 49 2 6 .7 4 8 134 03 21.5 8 2
3 D .1.2. 1 7 ,4 4 0 .0 0 0 2 6 ,0 0 0 .0 0 0 0 52 3 4 .1 8 5 134 06 0 8 .2 8 7
4 D .1.3. 2 0 ,0 6 4 .7 3 6 2 6 ,0 0 0 .0 0 0 0 53 59.6 2 2 134 06 10.900
5 D .1.4. 2 5 ,9 2 1 .7 3 1 2 1 ,0 1 9 .2 6 0 0 57 15.261 134 03 3 5 .6 6 7
6 C .1.4. 2 3 ,9 9 2 .8 3 7 2 0 ,7 2 9 .9 2 6 0 56 12.764 134 03 2 4 .3 9 2
7 C .1.3. 2 0 ,0 6 0 .0 0 0 2 4 ,0 0 0 .0 0 0 0 54 0 1 .4 7 2 134 05 06.2 2 2
8 C .1.2. 1 7 ,4 4 0 .0 0 0 2 4 ,0 0 0 .0 0 0 0 52 3 6 .1 8 9 134 05 0 3 .6 1 3
9 C .2.1. 1 3 ,5 0 7 .1 6 3 19,270.0 74 0 50 3 2 .9 1 5 134 02 2 6 .7 4 9
10 C .2.4. 1 7 ,4 4 0 .0 0 0 1 6 ,000.0 00 0 52 4 4 .2 0 5 134 00 4 4 .9 2 3