• Tidak ada hasil yang ditemukan

Merancang Pembelajaran dan Asesmen di Indonesia

N/A
N/A
Rin Shaqueena

Academic year: 2024

Membagikan "Merancang Pembelajaran dan Asesmen di Indonesia"

Copied!
54
0
0

Teks penuh

(1)

Proses Berpikir dalam Merencanakan Pembelajaran dan Asesmen

dan asesmen

(2)

Merancang Pembelajaran dan Asesmen

(3)

CP

Kementerian Pendidikan,

Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia

Capaian Pembelajaran

(4)

Sumber: OECD (2018)

Definisi Capaian Pembelajaran:

q

Kompetensi Pembelajaran (pengetahuan, keterampilan, sikap) yang harus dicapai Peserta Didik pada setiap Fase untuk

setiap Mapel;

q

Memuat sekumpulan kompetensi dan lingkup materi;

q

Disusun secara komprehensif dalam bentuk narasi paragraph, bukan poin-poin;

q

CP selalu berpusat pada pencapaian kompetensi siswa, bukan

pada ketuntasan materi.

(5)

2

3

4

Komponen Dokumen CP

1 Rasional Mata Pelajaran

● Alasan mempelajari mapel tersebut

● Gabungan dari bbrp kompetensi yang harus dikuasai peserta didik pada program keahlian tertentu.

Membekali kompetensi pada mata pelajaran dalam kurun waktu tertentu

Tujuan Mata Pelajaran Kemampuan yang perlu dicapai pelajar setelah mempelajari mata pelajaran tersebut

Karakteristik Mata Pelajaran

● Deskripsi umum tentang apa yang dipelajari dalam mata pelajaran

● Elemen /domain mata pelajaran serta deskripsinya

Capaian dalam setiap fase secara keseluruhan Kompetensi pembelajaran yang harus dicapai peserta didik pada setiap fase. Dibuat dalam bentuk pernyataan yang disajikan dalam paragraf yang utuh.

Capaian setiap fase menurut elemen Dibuat dalam bentuk matriks. Setiap elemen dipetakan menurut perkembangan siswa

(6)

RASIONAL MATA PELAJARAN BAHASA INGGRIS

1.

Bahasa Inggris: salah satu bahasa yang dominan digunakan secara global;

2

. Mempelajari bahasa Inggris memberikan siswa kesempatan untuk

berkomunikasi dgn warga dunia dari latar belakang budaya yg berbeda;

3

. Memberikan siswa kemampuan untuk mendapatkan akses ke dunia luar dan memahami cara berpikir yang berbeda;

4

. Dengan memahami budaya lain dan interaksinya dgn budaya Indonesia, mereka mengembangkan pemahaman mendalam ttg budaya Indonesia,

memperkuat identitas dirinya, dan dapat menghargai perbedaan.

6

(7)

RASIONAL MATA PELAJARAN BAHASA INGGRIS

Pembelajaran bhs Inggris difokuskan pada penguatan

kemampuan menggunakan bahasa Inggris dalam 6 keterampilan berbahasa:

1. menyimak, 2. berbicara, 3. membaca, 4. memirsa,

5. menulis, dan

6. mempresentasikan

Disajikan secara terpadu, dalam berbagai jenis teks.

7

(8)

RASIONAL MATA PELAJARAN BAHASA INGGRIS

CP mengacu pd Common European Framework of Reference for Languages: Learning, Teaching, Assessment (CEFR) dan setara level B1 mencerminkan spesifikasi kemampuan siswa untuk:

- mempertahankan interaksi/komunikasi dan menyampaikan sesuatu yg diinginkan, dalam berbagai konteks dgn artikulasi jelas walau masih

terdapat jeda;

- mengungkapkan pokok pikiran utama secara komprehensif;

8

(9)

RASIONAL MATA PELAJARAN BAHASA INGGRIS

Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan berbasis teks (genre-based approach):

Pembelajaran difokuskan pada teks, dalam berbagai moda: lisan, tulisan, visual, audio, multimodal .

9

(10)

RASIONAL MATA PELAJARAN BAHASA INGGRIS

Pendekatan berbasis teks

:

1. Building Knowledge of the Field (BKOF): membangun pengetahuan dan konteks budaya siswa thd topik yg akan ditulis atau dibicarakan.

2. Modelling of the Text (MOT): memberikan model/contoh teks sbg acuan bagi siswa dalam menghasilkan karya, lisan & tulisan.

3. Joint Construction of the Text (JCOT): membimbing siswa & guru bersama-sama memproduksi teks.

4. Independent Construction of the Text (ICOT): siswa memproduksi teks lisan dan tulisan secara mandiri (Emilia, 2011).

10

(11)

RASIONAL MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA

Model utama: Pedagogi Genre dgn 4 tahapan:

1. Penjelasan untuk membangun konteks (explaining, building the context),

2. Pemodelan (modelling),

3. Pembimbingan (joint construction),

4. Pemandirian (independent construction)

11

(12)

Tujuan Mata Pelajaran Bahasa Inggris:

1. Mengembangkan kompetensi komunikatif dalam bahasa Inggris dgn berbagai teks multimodal (lisan, tulisan, visual, dan audiovisual).

2. Mengembangkan kompetensi interkultural untuk memahami &

menghargai perspektif, praktik, & produk budaya Indonesia dan budaya asing.

3. Mengembangkan kepercayaan diri untuk berekspresi sebagai individu yang mandiri dan bertanggung jawab.

4. Mengembangkan keterampilan bernalar kritis dan kreatif

12

(13)

KARAKTERISTIK PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS

1. Jenis teks beragam: narasi, deskripsi, eksposisi, prosedur,

argumentasi, diskusi, teks khusus (pesan singkat, iklan), & teks otentik.

Beragam teks disajikan dalam bentuk:

- teks tulisan, teks lisan (monolog atau dialog), teks visual, teks audio, dan teks multimodal (teks dgn aspek verbal, visual dan audio),

- otentik & teks yang dibuat untuk tujuan pengajaran, - tunggal & teks ganda,

- diproduksi dalam kertas & layar.

13

(14)

KARAKTERISTIK PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS

2.

Guru menentukan jenis teks sesuai dgn kondisi di kelas. Pembelajaran dimulai dari jenis teks dgn topik yg sudah dikenal oleh siswa utk membantu memahami isi teks &

mampu menghasilkan teks jenis tersebut dlm bentuk lisan & tulisan.

Guru memperkenalkan siswa dgn jenis teks yg baru diketahui, membantu membangun pemahaman thd jenis teks baru, shg mampu menghasilkan karya dalam jenis teks

tersebut: lisan & tulisan.

Pemilihan jenis teks disesuaikan dgn kondisi yang sering dialami oleh siswa dalam konteks sekolah & di rumah agar siswa memiliki kesempatan untuk mempelajari dan mempraktikkan teks tersebut dalam kehidupan nyata.

14

(15)

KARAKTERISTIK PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS

3. Proses belajar berfokus pada siswa (learner- centred):

Fokus pada upaya mengubah perilaku peserta didik (dari tidak mampu menjadi mampu) dalam menggunakan bahasa Inggris pada enam keterampilan berbahasa dalam berbagai jenis teks.

15

(16)

KARAKTERISTIK PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS

4. Pembelajaran difokuskan pd kemampuan berbahasa siswa sesuai dgn tahapan perkembangan kemampuan berbahasa.

Pembelajaran bahasa Inggris mencakup elemen:

a. keterampilan reseptif (menyimak, membaca, dan memirsa);

b. keterampilan produktif (berbicara, menulis, dan mempresentasikan).

16

(17)

• Fase E (kelas 10)

1. menggunakan teks lisan, tulisan dan visual dalam bahasa Inggris untuk berkomunikasi sesuai dengan situasi, tujuan, dan pemirsa/pembacanya.

2. Berbagai jenis teks: narasi, deskripsi, prosedur, eksposisi, recount, report, dan teks otentik menjadi rujukan utama dalam mempelajari bahasa Inggris.

3. Menggunakan bahasa Inggris untuk menyampaikan keinginan/perasaan dan berdiskusi mengenai topik yg dekat dgn keseharian mereka atau isu yang hangat sesuai usia siswa.

4. Membaca teks tulisan untuk mempelajari sesuatu/mendapatkan informasi.

5. Keterampilan inferensi tersirat ketika memahami informasi dlm bahasa Inggris mulai berkembang.

6. memproduksi teks tulisan dan visual yg lebih beragam, dengan kesadaran thd tujuan & target pembaca.

CAPAIAN PEMBELAJARAN

BAHASA INGGRIS

(18)

Fase F (kelas 11 & 12)

1. Menggunakan teks lisan, tulisan dan visual untuk berkomunikasi sesuai dgn situasi, tujuan, dan pemirsa/pembacanya.

2. Berbagai jenis teks seperti narasi, deskripsi, prosedur, eksposisi, recount, report, dan teks asli menjadi rujukan utama;

3. Berdiskusi dan menyampaikan keinginan/perasaan;

4. Mengeksplorasi teks dlm berbagai macam topic kontekstual;

5. Membaca teks tulisan untuk mempelajari sesuatu/mendapatkan informasi dan untuk kesenangan;

6. Semakin mengembangkan keterampilan inferensi tersirat ketika memahami informasi, dalam bahasa Inggris;.

7. Memproduksi teks lisan, tulisan dan visual fiksi dan non fiksi yang terstruktur dgn kosa kata yang lebih beragam dengan kesadaran terhadap tujuan dan target pembaca/pemirsa.

CAPAIAN PEMBELAJARAN

BAHASA INGGRIS

(19)

ELEMEN DALAM CP MAPEL BAHASA INGGRIS

1. Menyimak & Berbicara 2. Membaca & Memirsa

3. Menulis & Mempresentasikan

19

(20)

• MENYIMAK

ü Kemampuan memahami informasi yang didengar, memberikan apresiasi, tanggapan kepada lawan bicara secara relevan dan kontekstual.

Prosesnya mencakup kegiatan: mendengarkan, mengidentifikasi, memahami, menginterpretasi bunyi bahasa, lalu memahami makna.

ü Kemampuan komunikasi non-verbal yang mencakup seberapa baik seseorang menangkap makna (tersirat dan tersurat) pada sebuah paparan lisan dan

memahami ide pokok dan pendukung pada konten informasi maupun konteks yang melatari paparan tersebut.

DESKRIPSI ELEMEN

(21)

• BERBICARA

• Kemampuan menyampaikan gagasan,

pikiran, serta perasaan secara lisan dalam interaksi sosial dgn santun.

DESKRIPSI ELEMEN

(22)

• MEMPRESENTASIKAN

• Kemampuan memaparkan gagasan secara fasih, akurat, dapat dipertanggungjawabkan dgn cara yg komunikatif

melalui beragam media (visual, digital, dan audiovisual), dan dapat dipahami oleh pendengar.

• Penyampaian dalam berbicara dan mempresentasikan perlu disusun dan dikembangkan sesuai dengan kebutuhan atau karakteristik penyimak.

DESKRIPSI ELEMEN

(23)

• MENULIS

• Kemampuan menyampaikan, mengomunikasikan gagasan, mengekspresikan kreativitas & mencipta dalam berbagai genre teks tertulis, dgn cara yg

efektif & dapat dipahami, serta diminati oleh pembaca dgn struktur organisasi & unsur

kebahasaan yg tepat.

DESKRIPSI ELEMEN

(24)

• MEMBACA

• Kemampuan memahami, menggunakan, & merefleksi teks sesuai tujuan & kepentingannya, utk

mengembangkan sikap, pengetahuan, keterampilan,

& potensinya agar dapat berpartisipasi dgn masyarakat (OECD, 2000).

DESKRIPSI ELEMEN

(25)

• MEMIRSA

• Kemampuan memahami, memaknai,

mengintepretasi, menggunakan, dan merefleksi teks/sajian cetak, visual, audiovisual sesuai

tujuan dan kepentingannya.

DESKRIPSI ELEMEN

(26)

CP: Menyimak-Berbicara BHS INGGRIS - FASE F

1. Menggunakan bhs Inggris utk berkomunikasi dgn guru, teman sebaya & orang lain dalam berbagai macam situasi dan tujuan.

2. Menggunakan dan merespon pertanyaan terbuka dan menggunakan strategi utk memulai, mempertahankan & menyimpulkan percakapan & diskusi.

3. Memahami & mengidentifikasi ide utama dan detail relevan dari diskusi/ presentasi ttg berbagai macam topik.

4. Menggunakan bhs Inggris utk menyampaikan opini thd isu sosial dan utk membahas minat, perilaku dan nilai lintas konteks budaya yg dekat dgn kehidupan pemuda.

5. Memberikan & mempertahankan pendapatnya, membuat perbandingan dan mengevaluasi perspektifnya.

6. Menggunakan strategi koreksi & perbaikan diri, menggunakan elemen non-

verbal:bahasa tubuh, kecepatan bicara dan nada suara untuk dapat dipahami dalam sebagian besar konteks.

(27)

CP: MEMBACA - MEMIRSA BHS INGGRIS – FASE F

1. Membaca dan merespon berbagai macam teks: narasi, deskripsi, eksposisi, prosedur, argumentasi, dan diskusi secara mandiri.

2. Membaca untuk mempelajari sesuatu dan membaca untuk kesenangan.

3. Mencari, membuat sintesis dan mengevaluasi detil spesifik dan inti dari berbagai jenis teks berbentuk cetak, digital, teks visual, multimodal atau interaktif.

4. Menunjukkan pemahaman thd ide pokok, isu-isu atau pengembangan plot dalam berbagai teks.

5. Mengidentifikasi tujuan penulis dan melakukan inferensi untuk memahami informasi tersirat dalam teks.

(28)

CP: MENULIS-MEMPRESENTASIKAN

BHS INGGRIS - FASE F

1. menulis berbagai jenis teks fiksi dan faktual secara mandiri, menunjukkan kesadaran siswa thd tujuan dan target pembaca.

2. membuat perencanaan, menulis, mengulas dan menulis ulang berbagai tipe teks dgn menunjukkan strategi koreksi diri: tanda baca, huruf besar, dan tata bahasa.

3. menyampaikan ide kompleks dan menggunakan berbagai kosakata dan tata bahasa

4. menuliskan kalimat utama dlm paragraf & menggunakan penunjuk waktu utk urutan, konjungsi, kata penghubung & kata ganti orang ketiga utk menghubungkan/

membedakan ide antar & di dalam paragraf.

5. menyajikan informasi menggunakan berbagai mode presentasi untuk menyesuaikan dgn pemirsa & untuk mencapai tujuan yang berbeda-beda, dlm bentuk cetak & digital.

(29)

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

Merumuskan Tujuan Pembelajaran:

1. Disusun per fase

2. TP: tujuan yg lebih umum (goals) & bukan tujuan pembelajaran harian (objectives)

3. Setiap TP mengandung Kompetensi & Lingkup Materi 4. Taksonomi Bloom digunakan untuk susun TP

5. Seluruh TP diurutkan secara logis & sistematis sampai

akhir fase

(30)

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

Taksonomi Bloom:

Anderson &

Krathwohl, 2001)

(31)
(32)
(33)

TIM PENGEMBANG KURIKULUM SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN PROVINSI JAWA BARAT

Tujuan Pembelajaran (TP), terdiri dari:

Kompetensi Kemampuan (sikap, pengetahuan, dan

keterampilan) yang dapat didemonstrasikan peserta didik

Konten ilmu pengetahuan inti/konsep utama/lingkup

materi yang perlu dipahami pada akhir satu unit

pembelajaran.

(34)

MODUL

AJAR

(35)

TIM PENGEMBANG KURIKULUM SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN PROVINSI JAWA BARAT

RPP MODUL AJAR

Tujuan pembelajaran (salah satu dari tujuan dalam alur tujuan pembelajaran).

Langkah-langkah atau kegiatan pembelajaran.

Biasanya untuk satu atau lebih pertemuan.

Asesmen pembelajaran:

Rencana asesmen untuk di awal pembelajaran dan rencana asesmen di akhir pembelajaran untuk mengecek ketercapaian tujuan pembelajaran.

Tujuan pembelajaran (salah satu dari tujuan dalam alur tujuan pembelajaran).

Langkah-langkah atau kegiatan pembelajaran. Biasanya untuk satu tujuan pembelajaran yang dicapai dalam satu atau lebih pertemuan.

Rencana asesmen untuk di awal pembelajaran beserta instrumen dan cara penilaiannya.

Rencana asesmen di akhir pembelajaran untuk mengecek ketercapaian tujuan pembelajaran beserta instrumen dan cara penilaiannya.

Media pembelajaran yang digunakan, termasuk, misalnya bahan bacaan yang digunakan, lembar kegiatan, video, atau tautan situs web yang perlu dipelajari peserta didik.

KOMPONEN MINIMUM DALAM RPP DAN MODUL AJAR

(36)

Komponen Modul Ajar

Penulisan modul ajar bertujuan untuk memandu pendidik untuk melaksanakan proses pembelajaran.

Komponen dalam modul ajar ditentukan oleh pendidik berdasarkan kebutuhannya. Secara umum modul ajar memiliki komponen sebagai berikut:

Informasi umum Komponen inti Lampiran

Identitas penulis modul

Kompetensi awal

Profil Pelajar Pancasila

Sarana dan prasarana

Target peserta didik

Model pembelajaran yang digunakan

Tujuan pembelajaran

Asesmen

Pemahaman bermakna

Pertanyaan pemantik

Kegiatan pembelajaran

Refleksi peserta didik dan pendidik

Lembar kerja peserta didik

Pengayaan dan remedial

Bahan bacaan pendidik dan peserta didik

Glossarium

Daftar pustaka

Tidak semua komponen di atas wajib tercantum dalam modul ajar yang dikembangkan oleh pendidik.

Pendidik di satuan pendidikan diberi kebebasan untuk mengembangkan komponen dalam modul ajar sesuai

dengan konteks lingkungan dan kebutuhan belajar peserta didik. 36

(37)

1

INFORMASI UMUM

A. IDENTITAS MODUL

Nama penyusun, institusi, dan tahun disusunnya Modul Ajar.

Jenjang sekolah (SMK/MAK)

Kelas

Alokasi waktu

(38)

1

INFORMASI UMUM

B. KOMPETENSI AWAL

q

Pengetahuan dan keterampilan yang perlu dimiliki siswa sebelum mempelajari topik tertentu.

q

Kompetensi awal merupakan ukuran seberapa

dalam modul ajar dirancang.

(39)

1

INFORMASI UMUM

C. PROFIL PELAJAR PANCASILA

q

Merupakan tujuan akhir dari suatu kegiatan pembelajaran yang berkaitan dg pembentukan karakter peserta didik. Tercermin dalam konten, metode pembelajaran & asesmen.

q

Di dalam modul pembelajaran, tidak perlu mencantumkan P5 seluruhnya, namun dapat memilih Profil yang sesuai dengan kegiatan pembelajaran.

q Profil Pelajar Pancasila: berakhlak mulia, berkebinekaan global, mandiri, bergotong royong, bernalar kritis, dan kreatif.

(40)

Dimensi dan elemen

Profil Pelajar Pancasila

Beriman, bertakwa kepada

Tuhan YME, dan berakhlak mulia

Berkebinekaan

Global

Bergotong royong

Mandiri Bernalar Kritis

Kreatif

Akhlak beragama Akhlak pribadi Akhlak kepada manusia

Akhlak kepada alam

Akhlak bernegara

Mengenal dan menghargai budaya bangsa Indonesia dan dunia

Komunikasi dan interaksi antar budaya

Refleksi dan tanggung jawab terhadap

pengalaman kebinekaan

Berkeadilan sosial

Kolaborasi Kepedulian Berbagi

Pemahaman diri dan situasi

Regulasi diri

Memperoleh dan memproses

informasi dan gagasan

Menganalisis dan mengevaluasi penalaran

Merefleksi dan mengevaluasi pemikirannya sendiri

Menghasilkan gagasan yang orisinal

Menghasilkan karya dan tindakan yang orisinal

Memiliki keluwesan berpikir dalam mencari alternatif solusi

permasalahan

(41)

1

INFORMASI UMUM

D. SARANA DAN PRASARANA

q

Merupakan fasilitas dan bahan yang dibutuhkan untuk menunjang kegiatan pembelajaran.

q

Sarana merujuk pada alat dan bahan yang digunakan,

q

prasarana di dalamnya termasuk materi

dan sumber bahan ajar lain yang

relevan

.
(42)

1

INFORMASI UMUM

E. TARGET PESERTA DIDIK

Peserta didik yang menjadi target yaitu;

Peserta didik reguler/tipikal: umum, tidak ada kesulitan dalam mencerna dan memahami materi ajar.

Peserta didik dengan kesulitan belajar: memiliki gaya belajar yang terbatas hanya satu gaya misalnya dengan audio. Memiliki kesulitan dgn Bahasa dan pemahaman materi ajar, kurang percaya diri, kesulitan berkonsentrasi jangka panjang, dsb.

Peserta didik dengan pencapaian tinggi: mencerna dan memahami dengan cepat, mampu mencapai keterampilan berfikir aras tinggi (HOTS), dan memiliki keterampilan memimpin.

(43)

1

INFORMASI UMUM

F. MODEL PEMBELAJARAN

q

Merupakan model atau kerangka pembelajaran yang memberikan gambaran sistematis pelaksanaan pembelajaran.

q

Model pembelajaran dapat berupa

model pembelajaran tatap muka, (PJJ

Daring), PJJ luar jaringan (PJJ Luring),

dan blended learning (happening).

(44)

l PROBLEM BASED LEARNING

• (Bransford and Stein)

• Mengidentifikasi masalah;

• Menetapkan masalah melalui berpikir tentang

masalah dan menyeleksi informasi-informasi yang relevan;

• Mengembangkan solusi melalui pengidentifikasian alternatif, tukar-pikiran dan mengecek perbedaan pandang;

• Melakukan tindakan strategis, dan

• Melihat ulang dan mengevaluasi pengaruh dari

solusi yang dilakukan

(45)

l PROJECT BASED LEARNING

• Penentuan pertanyaan mendasar (Start with the Essential Question);

• Mendesain perencanaan proyek;

• Menyusun jadwal (Create a Schedule);

• Memonitor peserta didik dan kemajuan proyek (Monitor the Students and the Progress of the Project);

• Menguji hasil (Assess the Outcome), dan

• Mengevaluasi pengalaman (Evaluate the

Experience).

(46)

l Model Pembelajaran dalam Pembelajaran Bahasa

• Text based Learning

12 kinds of texts:

1. Procedure (procedure, explanation)

2. Information teks (description, report, news item, review)

3. Story teks (narrative, spoof, recount)

4. Persuasive teks (analytical exposition, hortatory

exposition, discussion)

(47)

2

KOMPONEN INTI

A. TUJUAN PEMBELAJARAN

Tujuan pembelajaran harus mencerminkan hal-hal penting dari pembelajaran dan harus bisa diuji dengan berbagai bentuk asesmen sebagai bentuk dari unjuk pemahaman.

Tujuan pembelajaran menentukan kegiatan belajar, sumber daya yang digunakan, kesesuaian dengan keberagaman murid, dan metode asesmen yang digunakan.

Tujuan pembelajaran bisa dari berbagai bentuk:

pengetahuan yang berupa fakta dan informasi, dan juga prosedural, pemahaman konseptual, pemikiran dan penalaran keterampilan, dan kolaboratif dan strategi komunikasi.

(48)

2

KOMPONEN INTI

B. PEMAHAMAN BERMAKNA

q

Pemahaman bermakna: informasi tentang manfaat yang akan peserta didik peroleh setelah mengikuti proses pembelajaran.

q

Manfaat tersebut nantinya dapat peserta didik terapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Contoh kalimat pemahaman bermakna :

Manusia berorganisasi untuk memecahkan masalah dan mencapai suatu tujuan.

Makhluk hidup beradaptasi dengan perubahan habitat.

(49)

2

KOMPONEN INTI

C. PERTANYAAN PEMANTIK

q

Pertanyaan pemantik untuk:

q

menumbuhkan rasa ingin tahu dan kemampuan berpikir kritis siswa

q

memandu siswa untuk

memperoleh pemahaman

bermakna sesuai dengan

tujuan pembelajaran.

(50)

2

KOMPONEN INTI

D. KEGIATAN PEMBELAJARAN

q

Urutan kegiatan pembelajaran inti dalam bentuk langkah kegiatan pembelajaran

q

dituangkan secara konkret,

q

disertakan opsi/pembelajaran alternatif dan

q

langkah untuk menyesuaikan dgn kebutuhan belajar siswa.

q

Langkah kegiatan pembelajaran:

q

a. pendahuluan,

q

b. inti, dan

q

c. penutup

q

berbasis metode pembelajaran aktif.

(51)

2

KOMPONEN INTI

E. ASESMEN

Asesmen digunakan untuk mengukur capaian pembelajaran di akhir kegiatan.

Kriteria pencapaian harus ditentukan dengan jelas sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ditetapkan.

Jenis asesmen:

•Asesmen sebelum pembelajaran (diagnostik , Kognitif, dan non kognitif)

• Asesmen selama proses pembelajaran (formatif)

•Asesmen pada akhir proses pembelajaran

(sumatif).

(52)

2

KOMPONEN INTI

F. PENGAYAAN DAN REMEDIAL

Pengayaan: kegiatan pembelajaran yg diberikan pd peserta didik dgn capaian tinggi agar mereka dapat mengembangkan potensinya secara optimal.

Remedial diberikan kpd peserta didik yg membutuhkan bimbingan utk memahami materi atau pembelajaran mengulang.

Saat merancang kegiatan pengayaan, perlu diperhatikan mengenai diferensiasi.

Contohnya lembar belajar/kegiatan yang berbeda

dengan kelas.

(53)

3

LAMPIRAN

A. LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK

Lembar kerja siswa untuk peserta didik (bukan guru) dapat diperbanyak untuk diberikan kpd peserta didik termasuk peserta didik nonreguler.

B. BAHAN BACAAN GURU &

PESERTA DIDIK

Bahan bacaan guru dan peserta didik digunakan sebagai:

a. pemantik sebelum kegiatan dimulai atau

b. memperdalam pemahaman materi pada saat atau akhir kegiatan pembelajaran.

(54)

3

LAMPIRAN

C. GLOSARIUM

q Glosarium: kumpulan istilah dalam suatu bidang secara alfabetikal dilengkapi dengan definisi dan artinya.

q Glosarium diperlukan utk kata atau istilah yg memerlukan penjelasan lebih mendalam.

D. DAFTAR PUSTAKA

q Daftar pustaka: sumber-sumber referensi yang digunakan dalam pengembangan modul ajar.

q Referensi: semua sumber belajar (buku siswa, buku referensi, majalah, koran, situs internet, lingkungan sekitar, narasumber, dsb.)

Referensi

Dokumen terkait

Asesmen merupakan bagian terpadu dari proses pembelajaran, memfasilitasi pembelajaran, menyediakan informasi sebagai umpan balik untuk guru, peserta didik, dan orang tua..

Paparan di atas, menunjukkan bahwa asesmen kinerja merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari proses pembelajaran, oleh karena itu, agar asesmen kinerja dapat tercapai dengan

Pembahasan akan bermuara pada asesmen otentik yang merupakan kegiatan terpadu dengan proses pembelajaran (on-going assessnent) untuk membantu siswa belajar dalam

Dokumen ini menyediakan panduan bagi guru dan kepala sekolah untuk melakukan asesmen format alternatif dalam proses pembelajaran di tingkat SMP, SMA/SMK, dan Paket

Dokumen ini membahas proses rekapitulasi data yang diperlukan untuk merancang Standar Operasional Prosedur (SOP) di PT Multistrada Arah Sarana, Tbk

Dokumen ini membahas tentang implementasi asesmen pada kurikulum independen untuk meningkatkan penilaian

Dokumen ini membahas tentang teori konstruktivistik dan implikasinya dalam pembelajaran di

Asesmen Informal • Asesmen autentik adalah proses pengumpulan informasi oleh guru tentang perkembangan dan pencapaian pembelajaran yang dilakukan peserta didik melalui berbagai