• Tidak ada hasil yang ditemukan

Metode Ekstraksi

N/A
N/A
Odes Manda

Academic year: 2024

Membagikan "Metode Ekstraksi"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

Metode Ekstraksi

• Ekstraksi adalah proses penyarian/penarikan zat-zat berkhasiat atau zat-zat aktif dan bagian tumbuhan obat, hewan dan

beberapa jenis ikan termasuk biota laut.

• Tujuan utama ekstraksi

Untuk mendapatkan/memisahkan sebanyak mungkin zat – zat yang memiliki khasiat untuk pengobatan

• Penarikan ( extractio)

Extractio berasal dari perkataan “ extrahere, “to draw out’’ ,

menarik sari, yaitu suatu cara untuk menarik satu atau lebih zat

dari bahan asal. Umumnya zat berkhasiat tersebut dapat ditarik,

namun khasiatnya tidak berubah.

(2)

Ekstraksi Dengan Pelarut

• Cara Dingin o Maserasi o Perkolasi

• Cara Panas o refluk

o Soxhletasi o digesti

o infus o dekok

• Cara Dingin o Maserasi o Perkolasi

• Cara Panas o refluk

o Soxhletasi o digesti

o infus

o dekok

(3)

EKSTRAK

Adalah sediaan kering, kental atau cair dengan menyari simplisia nabati atau hewani menurut cara yang cocok, diluar pengaruh cahaya langsung.

Cara Penarikan

1. Maserasi

Istilah maserasi berasal dari bahasa latin macerare, yang artinya

“Merendam,mengairi,melunakkan”. Maserasi merupakan cara penyarian yang sederhana. Maserasi dilakukan dengan cara merendam serbuk

simplisia dalam cairan penyari. Bahan simplisia yang dihaluskan sesuai dengan syarat farmakope (umumnya terpotong - terpotong atau

berupa serbuk kasar ) disatukan dengan bahan pengekstraksi

(4)

Prinsip : Prinsip :

ketika simplisia yang akan di maserasi direndam dalam pelarut yang

dipilih, maka ketika direndam, cairan penyari akan menembus dinding sel dan masuk ke dalam sel yang penuh dengan zat aktif dan karena ada

pertemuan antara zat aktif dan penyari itu terjadi proses pelarutan (zat aktifnya larut dalam penyari) sehingga penyari yang masuk ke dalam sel tersebut akhirnya akan mengandung zat aktif, katakan 100%, sementara penyari yang berada di luar sel belum terisi zat aktif (nol%) akibat adanya perbedaan konsentrasi zat aktif di dalam dan di luar sel ini akan muncul gaya difusi, larutan yang terpekat akan didesak menuju keluar berusaha mencapai keseimbangan konsentrasi antara zat aktif di dalam dan di luar sel. Proses keseimbangan ini akan berhenti, setelah terjadi keseimbangan konsentrasi (istilahnya “jenuh”).

ketika simplisia yang akan di maserasi direndam dalam pelarut yang

dipilih, maka ketika direndam, cairan penyari akan menembus dinding sel dan masuk ke dalam sel yang penuh dengan zat aktif dan karena ada

pertemuan antara zat aktif dan penyari itu terjadi proses pelarutan (zat aktifnya larut dalam penyari) sehingga penyari yang masuk ke dalam sel tersebut akhirnya akan mengandung zat aktif, katakan 100%, sementara penyari yang berada di luar sel belum terisi zat aktif (nol%) akibat adanya perbedaan konsentrasi zat aktif di dalam dan di luar sel ini akan muncul gaya difusi, larutan yang terpekat akan didesak menuju keluar berusaha mencapai keseimbangan konsentrasi antara zat aktif di dalam dan di luar sel. Proses keseimbangan ini akan berhenti, setelah terjadi keseimbangan konsentrasi (istilahnya “jenuh”).

(5)

Keuntungan

1. Unit alat yang dipakai sederhana, hanya

dibutuhkan bejana perendam

2. Biaya operasionalnya relatif rendah

3.Tanpa pemanasan

1. Unit alat yang dipakai sederhana, hanya

dibutuhkan bejana perendam

2. Biaya operasionalnya relatif rendah

3.Tanpa pemanasan

Kerugian

• waktu yang diperlukan

untuk mengekstraksi sampel cukup lama, cairan penyari yang digunakan lebih

banyak, tidak dapat

digunakan untuk bahan- bahan yang mempunyai tekstur keras seperti

benzoin, lilin.

• waktu yang diperlukan

untuk mengekstraksi sampel cukup lama, cairan penyari yang digunakan lebih

banyak, tidak dapat

digunakan untuk bahan- bahan yang mempunyai tekstur keras seperti

benzoin, lilin.

(6)

Maserasi dapat dilakukan modifikasi misalnya:

Maserasi dapat dilakukan modifikasi misalnya:

Digesti

Digesti adalah cara maserasi dengan

menggunakan pemanasan lemah, yaitu pada suhu 40–50°C. Cara maserasi ini hanya dapat dilakukan untuk simplisia yang zat aktifnya tahan terhadap pemanasan.

Maserasi dengan Mesin Pengaduk

Penggunaan mesin pengaduk yang berputar terus-menerus, waktu proses maserasi dapat dipersingkat menjadi 6 sampai 24 jam

Digesti

Digesti adalah cara maserasi dengan

menggunakan pemanasan lemah, yaitu pada suhu 40–50°C. Cara maserasi ini hanya dapat dilakukan untuk simplisia yang zat aktifnya tahan terhadap pemanasan.

Maserasi dengan Mesin Pengaduk

Penggunaan mesin pengaduk yang berputar

terus-menerus, waktu proses maserasi dapat

dipersingkat menjadi 6 sampai 24 jam

(7)

Remaserasi

Cairan penyari dibagi menjadi, Seluruh serbuk simplisia di maserasi dengan cairan penyari

pertama, sesudah diendapkan, tuangkan dan diperas, ampas dimaserasi lagi dengan cairan penyari yang kedua.

Maserasi Melingkar

Maserasi dapat diperbaiki dengan

mengusahakan agar cairan penyari selalu

bergerak dan menyebar. Dengan cara ini penyari selalu mengalir kembali secara

berkesinambungan melalui serbuk simplisia dan

melarutkan zat aktifnya.

(8)

Maserasi Melingkar Bertingkat

Pada maserasi melingkar, penyarian tidak

dapat dilaksanakan secara sempurna, karena pemindahan massa akan berhenti bila

keseimbangan telah terjadi masalah ini dapat

diatasi dengan maserasi melingkar bertingkat

(M.M.B)

(9)

Perkolasi Perkolasi

• proses penyarian

simplisia dengan jalan melewatkan pelarut yang sesuai secara

lambat pada simplisia dalam suatu percolator

• Prinsip :

• serbuk simplisia

ditempatkan dalam suatu bejana silinder, yang

bagian bawahnya diberi sekat berpori. Cairan

penyari dialirkan dari atas

ke bawah melalui serbuk

tersebut, cairan penyari

akan melarutkan zat aktif

sel-sel yang dilalui sampai

mencapai keadaan jenuh

(10)

• Proses perkolasi :

• –Pengembangan bahan

• –Tahap maserasi antara

• –Tahap perkolasi sebenarnya (penetasan/penampungan ekstrak

• Keuntungan :

Tidak terjadi kejenuhan

Pengaliran meningkatkan difusi (dengan dialiri cairan

penyari sehingga zat seperti terdorong u/ keluar dari sel)

• Kerugian :

–Cairan penyari lebih banyak

–Resiko cemaran mikroba u/ penyari air karena dilakukan secara terbuka

• Proses perkolasi :

• –Pengembangan bahan

• –Tahap maserasi antara

• –Tahap perkolasi sebenarnya (penetasan/penampungan ekstrak

• Keuntungan :

Tidak terjadi kejenuhan

Pengaliran meningkatkan difusi (dengan dialiri cairan

penyari sehingga zat seperti terdorong u/ keluar dari sel)

• Kerugian :

–Cairan penyari lebih banyak

–Resiko cemaran mikroba u/ penyari air karena dilakukan

secara terbuka

(11)

• Sebelum perkolator diisi simplisia dilembabkan/dibasahi dulu dengan cairan penyari dan dibiarkan membengkak. Untuk memudahkan penetrasi bahan pengekstraksi ke dalam kelompok sel selama perkolasi.

• Macam – macam perkolasi :

• Perkolasi biasa

• Perkolasi Bertingkat

• Perkolasi Bertekanan

• Perkolasi sinambung

• Sebelum perkolator diisi simplisia dilembabkan/dibasahi dulu dengan cairan penyari dan dibiarkan membengkak. Untuk memudahkan penetrasi bahan pengekstraksi ke dalam kelompok sel selama perkolasi.

• Macam – macam perkolasi :

• Perkolasi biasa

• Perkolasi Bertingkat

• Perkolasi Bertekanan

• Perkolasi sinambung

(12)

INFUS/INFUSA INFUS/INFUSA

• Menurut FI edisi IV

Adalah sediaan cair yang dibuat dengan

mengekstraksi simplisia nabati dengan air pada suhu 90 C selma 15 mnit

• Refluks

• ekstraksi dengan pelarut pada temperatur titik didihnya, selama waktu tertentu dan jumlah

pelarut yang relatif

konstan dengan adanya pendingin balik

• Ekstraksi refluks digunakan untuk mengektraksi bahan- bahan yang tahan

terhadap pemanasan

• Refluks

• ekstraksi dengan pelarut pada temperatur titik didihnya, selama waktu tertentu dan jumlah

pelarut yang relatif

konstan dengan adanya pendingin balik

• Ekstraksi refluks digunakan untuk mengektraksi bahan- bahan yang tahan

terhadap pemanasan

(13)

Refluks Refluks

• Keuntungan digunakan  untuk mengekstraksi sampel2 yang memiliki tekstur kasar

• •Kerugian butuh 

volume total pelarut yang besar dan

sejumlah manipulasi operator

• Keuntungan digunakan  untuk mengekstraksi sampel2 yang memiliki tekstur kasar

• •Kerugian butuh 

volume total pelarut yang besar dan

sejumlah manipulasi

operator

(14)

Prinsip :

• Penarikan komponen kimia yang dilakukan dengan cara sampel dimasukkan ke dalam labu alas bulat bersama-sama dengan cairan penyari lalu dipanaskan, uap-uap cairan penyari terkondensasi

pada kondensor bola menjadi molekul-molekul cairan penyari yang akan turun kembali menuju labu alas bulat, akan menyari kembali sampel yang berada pada labu alas bulat, demikian seterusnya berlangsung secara berkesinambungan sampai

penyarian sempurna, penggantian pelarut dilakukan sebanyak 3 kali setiap 3-4 jam. Filtrat yang diperoleh dikumpulkan dan

dipekatkan.

Referensi

Dokumen terkait

Uji toksisitas dimaksudkan untuk mendapatkan kadar suatu zat toksik yang menyebabkan kematian 50% biota uji (hewan/tumbuhan/mikroorganisme) dalam durasi perlakuan 48 jam (LC 50

diperlukan waktu ekstraksi yang tepat agar diperoleh zat aktif dengan rendemen yang besar dan mempunyai aktivitas yang baik untuk menghentikan pertumbuhan bakteri

Terumbu karang tersusun dari hewan, kerang, tumbuhan laut dan biota laut lainnya yang hidup secara bersimbiosis dalam kondisi lingkungan yang sangat baik dan

Tujuan ekstraksi adalah untuk menarik komponen – komponen kimia yang terdapat dalam bahan alam baik dari tumbuhan, hewan dengan pelarut organik tertentu.. Proses

diperlukan waktu ekstraksi yang tepat agar diperoleh zat aktif dengan rendemen yang besar dan mempunyai aktivitas yang baik untuk menghentikan pertumbuhan bakteri

Ekstraksi adalah pengolahan dengan pemisahan suatu zat dari campurannya dengan pembagian sebuah zat terlarut antara dua pelarut yang tidak campurannya dengan pembagian sebuah

menarik semua zat aktif yang ada di dalamnya. Metode ekstraksi dilakukan dengan cara panas menggunakan alat soklet, eks- traksi dilakukan secara kontinyu dengan

Tujuan ekstraksi adalah untuk menarik komponen – komponen kimia yang terdapat dalam bahan alam baik dari tumbuhan, hewan dengan pelarut organik tertentu.. Proses