Mitos dan Fakta Kesuburan pria 1. Mitos: Pria perokok kualitas spermanya tidak bagus.
Fakta: Merokok merupakan faktor risiko potensial yang diketahui untuk penurunan kesuburan pria. Merokok dikaitkan dengan leukositospermia, sumber utama spesies oksigen reaktif (ROS) endogen. Selain itu, asap tembakau mengandung ROS pada tingkat yang dapat mengalahkan pertahanan antioksidan endogen. Meningkatnya kadar ROS pada sperma perokok membuat spermatozoa terpapar stres oksidatif , akibatnya mengganggu fungsi sperma dan akhirnya membahayakan kesuburan pria.
2. Mitos: Pria yang sudah usia Andropause/usia lanjat tidak bisa menghasilkan sperma lagi.
Fakta: Pria yang mengalami andropause tidak akan kehilangan kemampuan untuk menghasilkan sperma. Andropause adalah kondisi di mana kadar hormon testosteron menurun, tetapi ini tidak berarti bahwa produksi sperma akan berhenti. Pria masih dapat menghasilkan sperma yang sehat hingga usia tua, meskipun kemampuan reproduksinya mungkin menurun karena penurunan testosteron.
3. Mitos : Semua pria dapat membuat wanita hamil dengan mudah
Fakta : Kualitas sperma sangat penting dalam proses fertilisasi. Penelitian yang di publikasi di Fertility and Srerility menunjukkan bahwa faktor-faktor seperti usia, gaya hidup, dan kesehatan mempengaruhi kualitas sperma dan kemampuan fertilitas.
Referensi:
Durairajanayagam, D. (2018). Lifestyle causes of male infertility. Arab journal of urology, 16(1), 10-20.
https://hellosehat.com/pria/penyakit-pria/andropause-adalah-masa-menopause-pria/