A. INFORMASI UMUM
Komponen Keterangan
Nama Penyusun [Nama Anda sebagai Guru]
Institusi SMK [Nama Sekolah Anda]
Tahun Penyusunan 2025
Jenjang Sekolah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)
Kelas X (Sepuluh)
Alokasi Waktu 1 Pertemuan (2 Jam Pelajaran / 2 x 45 Menit)
Kompetensi Awal Peserta didik secara visual dapat membedakan beberapa bentuk komponen dasar seperti resistor dan kapasitor, namun belum mampu mengidentifikasi nilainya.
Profil Pelajar Pancasila Bernalar Kritis, Mandiri, dan Kreatif.
Profil Pelajar Pancasila yang ingin dicapai adalah
1. Bernalar Kritis: Menganalisis masalah dan menerapkan logika pembacaan kode warna dan angka untuk menentukan nilai komponen secara akurat.
2. Mandiri: Menunjukkan inisiatif dalam mencoba membaca nilai komponen dan memecahkan masalah yang diberikan.
3. Kreatif: Menemukan atau menggunakan jembatan keledai (mnemonik) untuk menghafal urutan kode warna resistor.
Profil pelajar yang dicapai adalah
Peserta didik yang mampu berpikir kritis, mandiri, dan kreatif dalam mengidentifikasi nilai komponen elektronika sebagai dasar perakitan dan perbaikan.
Sarana & Prasarana 1. Alat & Bahan: Berbagai macam resistor dengan kode 4 gelang, berbagai macam kapasitor keramik/mylar, Papan Sirkuit Cetak (PCB) bekas (opsional), Papan Tulis/Whiteboard.
2. Media: Proyektor/LCD, Laptop, Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), Tabel Kode Warna Resistor.
3. Sumber Belajar: Buku paket, bahan ajar (terlampir), internet.
Target Peserta Didik Peserta didik reguler/tipikal.
Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Export to Sheets
B. KOMPETENSI INTI
Komponen Keterangan
Tujuan Pembelajaran
1. Melalui studi kasus dan penyelidikan, peserta didik dapat
menerapkan prosedur pembacaan kode warna pada resistor 4 gelang untuk menentukan nilai hambatannya.
2. Melalui diskusi dan praktik, peserta didik dapat menentukan nilai kapasitansi berdasarkan kode angka yang tertera pada badan
kapasitor keramik.
Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP)
1. Peserta didik mampu mengidentifikasi urutan gelang ke-1, ke-2, gelang pengali (multiplier), dan gelang toleransi pada resistor 4 gelang.
2. Peserta didik mampu menghitung nilai resistansi dan toleransinya dengan benar (contoh: Coklat-Hitam-Merah-Emas = 10 x 10² = 1000 Ω atau 1 kΩ ±5%).
3. Peserta didik mampu membaca kode angka pada kapasitor
(contoh: "104" dibaca sebagai 100.000 pF atau 100 nF).
Asesmen 1. Asesmen Diagnostik (Awal): Menunjukkan gambar resistor dan kapasitor, lalu bertanya: "Komponen apa ini? Menurut kalian, bagaimana cara mengetahui nilai dari komponen sekecil ini?"
2. Asesmen Formatif (Proses):
- Observasi: Penilaian sikap (Bernalar Kritis, Kreatif) selama proses penyelidikan kelompok.
- Performa: Penilaian keterampilan saat mendemonstrasikan cara membaca kode warna/angka pada komponen.
- Tertulis: Penilaian hasil pengerjaan dan analisis pada Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD).
Pemahaman
Bermakna Memahami cara membaca kode pada komponen elektronika adalah seperti belajar "alfabet" dalam dunia elektronika. Tanpa kemampuan ini, kita tidak dapat merakit, memperbaiki, atau merancang sebuah rangkaian dengan benar, karena setiap komponen memiliki nilai spesifik yang menentukan fungsinya.
Pertanyaan Pemantik
1. "Lihatlah papan sirkuit (PCB) pada sebuah remot atau radio.
Mengapa ada begitu banyak komponen kecil dengan garis-garis warna-warni? Apakah warnanya hanya hiasan?"
2. "Apa yang akan terjadi jika seorang teknisi salah memasang komponen karena tidak bisa membaca nilainya dengan benar?"
Kegiatan Pembelajaran
Alokasi Waktu: 90 Menit Pendahuluan (15 Menit)
1. Guru membuka pelajaran (salam, doa, presensi).
2. Apersepsi: Guru menampilkan gambar PCB yang kompleks dan mengajukan pertanyaan pemantik untuk membangkitkan rasa ingin tahu siswa tentang fungsi kode-kode pada komponen.
3. Motivasi: Guru menyampaikan, "Hari ini kalian akan belajar menjadi 'penerjemah' bahasa rahasia komponen elektronika.
Kemampuan ini adalah fondasi utama jika kalian ingin menjadi teknisi yang andal."
4. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran, KKTP, dan alur kegiatan pembelajaran berbasis masalah (PBL).
Kegiatan Inti (60 Menit)
Sintaks 1: Orientasi Siswa pada Masalah (10 Menit)
▪ Guru menyajikan skenario masalah:
"Rina, seorang siswa SMK, sedang mengerjakan proyek membuat lampu LED berkedip. Berdasarkan skema rangkaian dari internet, ia membutuhkan sebuah resistor dengan nilai 470 Ω dan toleransi 5%.
Rina kemudian membuka kotak komponennya yang berisi ratusan resistor dengan gelang warna yang bermacam-macam. Ia merasa bingung. Bantulah Rina menemukan satu resistor yang tepat dari tumpukan komponen tersebut!"
▪ Guru bertanya: "Apa masalah utama Rina? Apa yang harus kita ketahui agar bisa membantunya?"
Sintaks 2: Mengorganisir Siswa untuk Belajar (5 Menit)
▪ Guru membagi peserta didik ke dalam kelompok (3-4 orang).
▪ Setiap kelompok diberikan "kotak komponen Rina" (kantong berisi berbagai macam resistor), sebuah tabel kode warna, dan LKPD.
▪ Instruksi Guru: "Tugas kalian adalah memecahkan kode warna ini untuk menemukan resistor yang dibutuhkan Rina. Diskusikan caranya dalam kelompok, gunakan tabel sebagai panduan, dan catat prosesnya di LKPD."
Sintaks 3: Membimbing Penyelidikan (25 Menit)
▪ Peserta didik dalam kelompok mulai berdiskusi dan melakukan penyelidikan.
▪ Proses:
1. Memahami tabel kode warna: arti warna pada setiap posisi gelang.
2. Mencoba membaca nilai beberapa resistor secara acak sebagai latihan (dipandu LKPD).
3. Menerapkan pengetahuan tersebut untuk mencari resistor target:
470 Ω ±5%. Mereka harus menerjemahkannya menjadi urutan warna (Kuning - Ungu - Coklat - Emas).
4. Setelah menemukan resistor, mereka juga mencoba membaca kode angka pada kapasitor yang disediakan.
▪ Guru berkeliling, memfasilitasi, dan memastikan semua siswa terlibat. Guru bisa bertanya, "Bagaimana kalian menentukan gelang nomor satu? Apa arti warna coklat jika ada di gelang ketiga?"
Sintaks 4: Mengembangkan dan Menyajikan Hasil (15 Menit)
▪ Setiap kelompok menyiapkan presentasi singkat tentang bagaimana mereka memecahkan masalah Rina.
▪ Guru menunjuk perwakilan kelompok untuk maju.
▪ Presentasi Kelompok: "Kami berhasil membantu Rina. Untuk mencari resistor 470 Ω 5%, kami menerjemahkannya menjadi kode warna: 4 adalah Kuning, 7 adalah Ungu, pengali x10 adalah Coklat, dan toleransi 5% adalah Emas. Setelah mencari, kami menemukan resistor ini (sambil menunjukkannya). Kami juga belajar membaca kapasitor 104 yang artinya 100nF."
▪ Kelompok lain diberi kesempatan bertanya.
Kegiatan Penutup (15 Menit)
Sintaks 5: Menganalisis dan Mengevaluasi Proses Pemecahan Masalah (10 Menit)
▪ Guru memimpin diskusi kelas untuk menyimpulkan dan memberikan penguatan.
▪ Guru mengenalkan jembatan keledai (mnemonik) untuk menghafal urutan warna: Hi-Co-Me-Ji-Ku-Hi-Bi-U (Hitam, Coklat, Merah, Jingga, Kuning, Hijau, Biru, Ungu).
▪ Guru menekankan kembali kesalahan umum: membaca dari arah yang salah atau salah mengartikan gelang pengali.
▪ Guru memberikan apresiasi atas kerja keras semua kelompok.
Refleksi Peserta Didik dan Pendidik (5 Menit)
▪ Refleksi Peserta Didik: Siswa menjawab pertanyaan: "Bagian mana dari 'penerjemahan' kode ini yang paling sulit? Apa cara yang kamu temukan agar lebih mudah mengingat urutan warnanya?"
▪ Refleksi Pendidik: Guru merefleksikan: "Apakah skenario masalah cukup menantang? Apakah tabel kode warna cukup jelas? Bagaimana meningkatkan partisipasi siswa yang pasif?"
▪ Guru memberikan pratinjau materi selanjutnya: "Minggu depan, kita akan buktikan hasil bacaan kita dengan mengukurnya langsung
menggunakan Ohmmeter."
▪ Guru menutup pelajaran dengan doa dan salam.
Export to Sheets
C. LAMPIRAN
1. Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)
Judul: Misi Mencari Komponen yang Tepat Kelompok: ... Anggota:
1. ...
2. ...
Skenario Masalah: Bantulah Rina yang sedang kebingungan mencari resistor 470 Ω (toleransi 5%) dari tumpukan komponen untuk proyek lampu kedipnya!
Langkah Penyelidikan:
Bagian 1: Latihan Membaca Kode Warna Resistor Ambil 3 resistor acak dari kantong.
Identifikasi warnanya dan hitung nilainya!
Resisto r
Gelang 1
Gelang 2
Gelang 3 (Pengali)
Gelang 4 (Toleransi)
Nilai Resistansi
Contoh Coklat Hitam Merah Emas 10 x 100 = 1.000 Ω / 1 kΩ ±5%
1 2 3
Export to Sheets
Bagian 2: Memecahkan Masalah Utama
1. Terjemahkan nilai yang dibutuhkan Rina (470 Ω ±5%) menjadi urutan warna:
o Angka Pertama (4) -> Warna: ...
o Angka Kedua (7) -> Warna: ...
o Pengali (x10) -> Warna: ...
o Toleransi (5%) -> Warna: ...
2. Carilah resistor dengan urutan warna tersebut di dalam kantong komponen. Jika sudah ketemu, tempelkan di sini dengan selotip!
(Kotak untuk menempel resistor)
Bagian 3: Latihan Membaca Kode Angka Kapasitor Ambil sebuah kapasitor keramik.
Amati kode angka yang tertera dan hitung nilainya!
Kode Angka: ...
Cara Menghitung: ...
Nilai Kapasitansi: ... pF = ... nF = ... µF
2. Pengayaan dan Remedial
Pengayaan: Peserta didik yang selesai lebih awal diberikan tantangan: "Ambil resistor dengan 5 gelang warna. Cari tahu bagaimana cara membacanya menggunakan tabel lengkap! Lalu, hitung rentang nilai minimum dan maksimum dari resistor 470 Ω
±5% yang tadi kalian temukan."
Remedial: Guru memberikan bimbingan personal kepada peserta didik yang
kesulitan. Latihan membaca kode warna dilakukan langkah demi langkah dengan satu resistor, sambil terus menunjuk ke tabel kode warna hingga siswa paham hubungan antara warna, posisi, dan nilai.
3. Bahan Bacaan Pendidik dan Peserta Didik (Handout berisi tabel kode warna dan cara baca) Tabel Kode Warna Resistor (4 Gelang)
Warna Gelang 1 (Digit 1) Gelang 2 (Digit 2) Gelang 3 (Pengali) Gelang 4 (Toleransi)
Hitam 0 0 x 1 (10 )⁰ -
Coklat 1 1 x 10 (10¹) ± 1%
Merah 2 2 x 100 (10²) ± 2%
Jingga 3 3 x 1k (10³) -
Kuning 4 4 x 10k (10⁴) -
Hijau 5 5 x 100k (10⁵) ± 0.5%
Biru 6 6 x 1M (10⁶) ± 0.25%
Ungu 7 7 x 10M (10⁷) ± 0.1%
Abu-abu 8 8 - -
Putih 9 9 - -
Emas - - x 0.1 ± 5%
Perak - - x 0.01 ± 10%
Export to Sheets
Cara Membaca Kode Angka Kapasitor Keramik Biasanya menggunakan 3 digit angka (Contoh: 104).
Digit ke-1: Angka pertama ( 1 )
Digit ke-2: Angka kedua ( 0 )
Digit ke-3: Jumlah nol / faktor pengali ( 4 -> artinya 0000)
Jadi, 104 = 10 diikuti 0000 = 100.000 pF (pikoFarad).
Konversi: 100.000 pF = 100 nF (nanoFarad) = 0.1 µF (mikroFarad).
4. Glosarium
Resistor: Komponen elektronika pasif yang berfungsi untuk menghambat dan mengatur arus listrik.
Kapasitor: Komponen elektronika pasif yang dapat menyimpan energi atau muatan listrik dalam sementara waktu.
Komponen Pasif: Komponen elektronika yang tidak memerlukan sumber energi eksternal untuk beroperasi (Contoh: Resistor, Kapasitor, Induktor).
Komponen Aktif: Komponen elektronika yang memerlukan sumber energi eksternal untuk beroperasi (Contoh: Transistor, Dioda, IC).
Toleransi: Batas penyimpangan nilai (naik atau turun) dari nilai nominal sebuah komponen yang masih diizinkan oleh pabrik.
Kode Warna: Sistem standar untuk menandai nilai resistansi, toleransi, dan parameter lain pada badan resistor.
5. Daftar Pustaka
Malvino, A., & Bates, D. J. (2016). Electronic Principles (8th ed.). McGraw-Hill Education.
Floyd, T. L. (2014). Electronic Devices (10th ed.). Pearson Education.
Prasetyo, D., dkk. (2021). Dasar-Dasar Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi SMK Kelas X. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Kemendikbudristek.
Sumbogo, W. (2008). Elektronika Dasar. Jakarta: Kawan Pustaka.