• Tidak ada hasil yang ditemukan

MODUL AJAR SAKU ROHMATUL UMMAH

N/A
N/A
rahma

Academic year: 2025

Membagikan "MODUL AJAR SAKU ROHMATUL UMMAH"

Copied!
23
0
0

Teks penuh

(1)

Dasar Keahlian Busana 2024/2025

INFORMASI UMUM A. Indentitas Modul

1. Nama Penyusun : Rohmatul Ummah 2. Institusi/Sekolah : SMK Negeri 1 Pogalan 3. Mata Pelajaran : Dasar Keahlian Busana 4. Program Keahlian : Busana

5. Kelas/Fase : X/E

6. Semester : Ganjil

7. Alokasi Waktu : 5 JP x 45’

8. Jumlah Pertemuan : 1 pertemuan

9. Elemen : Teknik Dasar Menjahit

10. Materi : Teknik menjahit sesuai jenis-jenis bahan

11. Sub Materi : Teknik menjahit Saku tempel dan saku dalam/ sisi

B. Kompetensi Awal : - Mampu mengoperasikan dan memperbaiki mesin jahit dan mesin penyelesaian

C. Profil Pelajar Pancasila : - Beriman bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlaq mulia

- Berkebinekaan global - Gotong royong - Kreatif

- Bernalar Kritis - Mandiri

D. Sarana dan Prasarana : - Sarana: Papan tulis, spidol, LCD Proyektor, Laptop, smartphone

- Prasarana: Handout kampuh buka dan kampuh tutup, Modul Ajar, Materi Pembelajaran (Youtube)

E. Target Peserta Didik : - Peserta didik reguler/tipikal tidak ada kesulitan dalam mencerna dan memahami materi ajar.

- Peserta didik tidak memiliki kesulitan belajar, disesuaikan dengan gaya belajar peserta didik, yaitu melalui visual (dengan pemberian handout)

F. Strategi Pembelajaran : - Observasi - Diskusi - Penugasan

(2)

G. Model Pembelajaran : Project Based Learning (PJBL)

H. Kode Modul : E.05

KOMPONEN INTI

I. Capaian Pembelajaran : Pada akhir fase E, peserta didik mampu menjelaskan cara mengoperasikan dan memperbaiki mesin jahit dan mesin penyelesaian, memahami teknik menjahit sesuai dengan jenis- jenis bahan, memahami standar kualitas dan finishing hasil jahitan dan menjahit busana sederhana dengan kreatif, baik

J. Tujuan Pembelajaran : 1) Peserta didik mampu mendeskripsikan pengertian saku 2) Peserta didik mampu menjelaskan jenis saku

3) Peserta didik mampu menyebutkan macam-macam saku 4) Peserta didik mampu membedakan saku tempel dan saku dalam 5) Peserta didik mampu Menjelaskan kebutuhan alat dan bahan

membuat saku tempel

K. Pemahaman Bermakna : 1) Peserta didik setelah mengikuti pembelajaran ini, akan memahami tentang pengertian saku, macam-macam saku dan fungsi saku.

2) Peserta didik setelah mengikuti pembelajaran ini, akan mampu membuat saku

L. Pertanyaan Pemantik : 1) Pernahkah kalian pernah perhatikan penerapan saku tempel atau saku samping di busana sebagai hiasan atau variasi ? 2) Apakah sama teknik pembuatan saku tempel dan samping ? 3) Apakah kalian tahu teknik menjahit saku tempel ?

M. Persiapan Pembelajaran : Mempersiapan bahan ajar dan sarana prasarana dalam Pembelajaran

N. Kegiatan Pembelajaran Pertemuan 1

Pendahuluan (15’) : 1) Guru memberi salam dan dijawab oleh peserta didik.

2) Guru dan peserta didik berdoa bersama 3) Menyanyikan lagu Indonesia Raya

4) Guru memeriksa kehadiran peserta didik dan menanyakan kondisi peserta didik (KSE : Kesadaran Diri)

5) Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai dan memberikan informasi tentang asesment

6) Guru menanyakan kepada peserta didik tentang kesepakatan pembelajaran (perilaku guru : membangun komunikasi positif dan penerapan disiplin positif)

(3)

7) Guru memberikan kesempatan untuk mengamati peta konsep yang berkaitan dengan materi untuk meningkatkan minat baca peserta didik.

Inti (135’) :

Aktivitas Guru Aktivitas Peserta Didik 1. Pertanyaan

mendasar

- Guru memberikan steatment tentang saku

- Guru menyampaikan materi tentang menjahit saku. Dan memberikan link video tentang teknik menjahit saku tempel

https://www.youtube.com/watch?

v=Bg6xhrs7DE0 Dan saku samping

https://www.youtube.com/watch?

v=QiYmZCxVnGE

agar peserta didik lebih memahaminya

- Peserta didik menyimak steatmen yang dijelaskan oleh guru

- Peserta didik menyimak materi yang disampaikan guru

2. Mendesain Perencanaan Produk

: - Guru membagi siswa menjadi 6 kelompok yang terdiri dari 5 peserta didik.

- Guru menyampaikan LKPD untuk menjelaskan projek yang akan dibuat.

- Guru mengarahkan peserta didik untuk melakukan diskusi bersama kelompoknya tentang proyek yang akan dibuat

- Guru memastikan peserta didik memilih dan mengetahui prosedur pembuatan proyek/produk yang akan dihasilkan (kampuh balik dan kampuh sarung) (perilaku guru : membangun kelompok yang fleksibel) (KSE Kesadaran Sosial)

- Peserta didik

berkumpul bersama kelompok yang telah ditentukan

- Peserta didik

memahami penjelasan tentang proyek yang akan dikerjakan

- Peserta didik

melakukan diskusi kelompok untuk membahas proyek yang akan dibuat

3. Menyusun jadwal pembuatan

: Guru membimbing peserta didik dalam kelompoknya untuk membuat jadwal pembuatan proyek yang meliputi jangka waktu pembuatan proyek, merencanakan peralatan dan bahan yang digunakan untuk pembuatan proyek, pembagian tugas masing-masing anggota kelompok, menentukan batas waktu pengumpulan proyek.

3. Memonitor keaktifan dan perkembangan proyek

- Guru mengarahkan dan bimbing peserta didik dan kelompoknya untuk berdiskusi dan mengerjakan proyek pada proses selanjutnya yaitu membuat serip (Ruang Kolaborasi) (perilaku guru :

- Peserta didik secara aktif mengerjakan proyek yang akan diciptakan dengan

target kerja

(4)

memfasilitasi murid yang bertanya sambil juga memanggil nama mereka dengan nama panggilan sesuai nama asli)

pembuatan

penyelesaian tepi serip selesai 100 % - Peserta didik secara

aktif bertanya dan meminta bimbingan guru jika mengalami kendala

4. Menguji hasil Guru memantau diskusi dan membimbing pembuatan laporan sehingga karya setiap peserta didik siap untuk dipresentasikan.

Kelompok melakukan diskusi untuk

menghasilkan solusi pemecahan masalah dan hasilnya

dipresentasikan/disajikan dalam bentuk karya 5. Evaluasi

pengalaman belajar

- Guru membimbing presentasi dan mendorong peserta didik lainnya memberikan tanggapan dan memberikan penghargaan kepada peserta didik yang presentasi (Demonstrasi kontekstual) (perilaku guru : mendorong semua

kelompok untuk berperan dalam kegiatan presentasi dengan cara bertanya dan menanggapi).

- Guru menanggapi hasil pemaparan kelompok

- Guru memberikan evaluasi dari hasil proyek yang telah dibuat oleh tiap-tiap kelompok.

- Guru memberikan kesimpulan dari materi yang telah dipelajari

- Peserta didik secara

aktif bersama

kelompok untuk mempresentasikan hasil proyeknya - Kelompok lain

menanggapi hasil pemaparan kelompok - Kelompok presentasi

melakukan refleksi dan memberikan kesimpulan dari hasil masukan.

Penutup (30’) - Peserta didik menanyakan hal-hal yang masih ragu maupun belum dipahami

- Guru menjelaskan hal-hal yang diragukan maupun yang belum dipahami, sehingga informasi yang diperoleh peserta didik lebih jelas dan tepat.

- Guru memberikan tugas mencari informasi selanjutnya tentang serip

- Guru mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan pesan untuk tetap belajar

- Pembelajaran diakhiri dengan salam O. Assesmen

(5)

1. Asessmen Formatif

:

Tugas Individu :

1. Buatlah saku tempel dan saku samping dengan Teknik sesuai dengan prosedur !

Tugas Kelompok:

1. Diskusikan bersama kelompokmu apakah kegunaan dari pembuatan saku yang kalian praktekkan!

2. Amati dan analisislah langkah kerja pembuatan saku tempel dan samping yang kalian buat

3. Selama membuat saku tersebut apa saja kendala yang kalian hadapi dan bagiamana solusi untuk mengatasi kendala tersebut!

P. Pengayaan dan Remidial 1. Pengayaan

:

Pembelajaran pengayaan diberikan kepada peserta didik yang telah mencapai atau melampaui ketuntasan belajar, dilaksanakan sederhana dengan belajar mandiri, peserta didik diberi tugas pengayaan dikerjakan secara individu 2. Remidial

:

Pembelajaran remedial diberikan kepada peserta didik yang belum mencapai ketuntasan belajar, dilakssederhanaan dengan cara:

1. Memberikan pembelajaran ulang dengan strategi dan metode pembelajatan yang berbeda, disesuaikan dengan gaya belajar peserta didik

2. Membimbing secara individu/perorangan

3. Memberikan tugas-tugas atau latihan-latihan secara khusus sesuai dengan kemampuan peserta didik

4. Dengan menerapkan model pembelajaran tutor sebaya, peserta didik dibantu oleh teman sekelas yang telah mencapai ketuntasan belajar

Q. Refleksi Peserta Didik dan Guru Refleksi Peserta didik

No

. Pernyataan Ya Tidak

1.

Setelah mempelajari materi ini, saya memahami pembuatan saku tempel dan saku samping

(6)

2.

Setelah mempelajari materi ini, saya menyebutkan alat dan bahan untuk membuat saku tempel dan sakusamping

3.

Setelah mempelajari materi ini, Saya dapat menjelaskan penyelesaian saku tempel dan saku samping

4.

Setelah mempelajari materi ini, saya dapat membuat penyelesaian saku tempel dan saku samping

Refleksi Guru No

. Pernyataan Ya Tidak

1. Apakah saya sudah memahami cukup baik materi dan aktifitas pembelajaran ini?

2. Apakah materi ini sudah tersampaikan dengan baik kepada peserta didik?

3.

Apakah 100% peserta didik telah mencapai penguasaan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai?

Pogalan, 05 Oktober 2024

Mengetahui:

Pembimbing PLP Mahasiswa PLP

Dra. TRI YANTIN SAVITRI ROHMATUL UMMAH

NIP. 19670109 199512 2 001 NIM.19050404065

(7)

ASSESSMENT FORMATIF

LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik)

Nama Sekolah : SMKN 1 Pogalan

Mata Pelajaran : Dasar Keahlian Busana 3

Materi : Saku

Kelas/Fase : X/E

Semester : Ganjil

Tahun Pelajaran : 2024/2025 Alokasi Waktu : 5 X 45 menit Nama :

Kelas : No.Absen : A. Petunjuk:

1. Bacalah tahapan secara seksama

2. Pastikan identitasmu tertulis secara tepat dan lengkap

3. Lakukan pencarian informasi terkait proyek yang akan dibuat

4. Diskusikan dengan anggota kelompokmu terkait masalah / kendala yang kalian hadapi dalam mengerjakan proyek

5. Konsultasikan hasil pekerjaanmu secara berkala kepada guru B. Tujuan Pembelajaran

✔ Setelah menggali informasi peserta didik dapat menjelaskan fungsi penyelesaian saku tempel dan saku samping

✔ Setelah menggali informasi, peserta didik dapat menyebutkan alat dan bahan untuk membuat saku tempel dan saku samping

✔ Setelah menggali informasi, peserta didik dapat menjelaskan penyelesaian saku tempel dan saku samping

✔ Setelah menggali informasi, peserta didik dapat membuat penyelesaian saku tempel dan samping C. Tugas Projek

1. Siapkan alat dan bahan untuk membuat serip sebagai berikut:

a) Mesin jahit.

b) Gunting bahan.

c) Gunting Benang.

d) Benang jahit.

e) Bahan utama dan bahan unruk saku (kain polos)

(8)

f) viselin

g) Pola bentuk saku

Das 151

h) Kain yang telah dipotong sesuai pola (masing-masing memerlukan 2 potong kain sesuai ukuran pola)

2. Buatlah penyelesaian menjahit saku sesuai dengan prosedur !

3. Tugas Kelompok

1. Diskusikan bersama kelompokmu apakah kegunaan dari menjahit saku yang kalian praktekkan!

2. Amati dan analisislah langkah kerja pembuatan saku yang kalian buat

3. Selama membuat saku tersebut apa saja kendala yang kalian hadapi dan bagiamana solusi untuk mengatasi kendala tersebut!

4. Presentasikan hasil diskusi kalian

N0 Penyelesaian menjahit saku Hasil jadi menjahit saku

1

2

(9)

RUBRIK PENILAIAN TES FORMATIF

MATA PELAJARAN : Dasar Keahlian Busana Element : Teknik dasar menjahit

TOPIK : Teknik menjahit (saku) sesuai jenis-jenis bahan KELAS/SEMESTER : X DPB 2 / 1

NO.

NOMOR PESERTA 1 2 3 4 5 6

ASPEK YANG DINILAI SKALA Persiapan Kerja

1. Menyiapkan alat dan bahan untuk membuat kampuh

1 2 3 4 2. Tempat kerja harus memperhatikan K3 1 2 3 4 Proses Kerja

1. Bekerja dengan sikap yang baik dengan memperhatikan K3

1 2 3 4 2. Mengatur tegangan benang sesuai dengan

spesifikasi bahan

1 2 3 4 3. Mengatur jarak setikan sesuai dengan

spesifikasi bahan

1 2 3 4 4. Memasang jarum jahit sesuai prosedur 1 2 3 4 5. Memasang benang jahit bagian atas dan 1

(10)

2 3 4

6. Mencoba setikan pada kain perca 1

2 3 4 7. Menjahit kampuh sesuai prosedur (langkah

kerja)

1 2 3 4 Hasil Akhir

1. Tampilan keseluruhan 1

2 3 4

2. Kebersihan dan kerapian 1

2 3 4 3. Ketepatan waktu dalam membuat kampuh 1 2 3 4 Berkemas

1. Kebersihan lingkungan kerja 1

2 3 4 Jumlah skor

NILAI AKHIR

(11)

Indikator Penilaian Praktik Persiapan Kerja

1. Menyiapkan alat dan bahan untuk membuat saku

a. Peralatan disiapkan dengan lengkap, siap pakai, bersih dan digunakan sesauai dengan fungsinya (skor 4) b. Peralatan disiapkan dengan lengkap, siap pakai, bersih (skor 3)

c. Peralatan disiapkan dengan lengkap, siap pakai (skor 2) d. Peralatan disiapkan kurang lengkap (skor 1)

2. Tempat kerja disiapkan dengan memperhatikan K3

a. Tempat kerja disiapkan dengan lengkap, siap pakai, bersih dan tidak licin serta cukup cahaya dan ventilasi (skor 4)

b. Tempat kerja disiapkan dengan lengkap, siap pakai, bersih dan tidak licin (skor 3) c. Tempat kerja disiapkan dengan lengkap dan siap pakai (skor 2)

d. Tempat kerja disiapkan kurang lengkap (skor 1) Proses kerja

1. Sikap kerja disesuaikan dengan memperhatikan K3

a. Pada saat menjahit posisi duduk tegak , tenang dan serius, memakai celemek, pandangan mata tidak terhalang oleh rambut dan mengenakan alas kaki (skor 4)

b. Pada saat menjahit posisi duduk tegak, tenang dan serius, memakai celemek, pandangan mata terhalang oleh rambut dan tidak mengenakan alas kaki (skor 3)

c. Pada saat menjahit posisi duduk sedikit membungkuk, tenang dan serius, memakai celemek, pandangan mata terhalang oleh rambut dan tidak mengenakan alas kaki (skor 2)

d. Pada saat menjahit posisi badan membungkuk, tenang dan serius, tidak memakai celemek pandangan mata terhalang oleh rambut dan tidak mengenakan alas kaki (skor 1)

2. Mengatur tegangan benang sesuai dengan spesifikasi bahan

a. Tegangan kedua benang atas dan bawah harus seimbang, kekuatan ukuran harus sama kuat atau tidak longgar dan benang atas dan bawah tepat bersilangan di tengah-tengah lapisan kain(skor4)

b. Tegangan kedua benang atas dan bawah harus seimbang, kekuatan ukuran harus sama kuat atau tidak longgar dan benang atas dan bawah kurang tepat bersilangan di tengah-tengah lapisan kain (skor 3) c. Tegangan kedua benang atas dan bawah harus seimbang, kekuatan ukuran agak longgar dan benang atas

dan bawah kurang tepat bersilangan di tengah-tengah lapisan kain (skor 2)

d. Tegangan kedua benang atas dan bawah harus seimbang, kekuatan ukuran longgar dan benang atas dan bawah tidak tepat bersilangan di tengah-tengah lapisan kain (skor 1)

3. Mengatur jarak setikan sesuai dengan spesifikasi bahan

a. Hasil setikan tidak terlalu rapat (kecil-kecil) dan tidak terlalu lebar (skor 4) b. Hasil setikan rapat dan lebar (skor 3)

c. Hasil setikan sangat rapat dan sangat lebar (skor 2) d. Hasil setikan sangat renggang dan sangat lebar (skor 1) 4. Memasang jarum jahit sesuai prosedur

a. Jarum tidak tumpul, lurus (tidak bengkok), tidak berkarat dan memasukkan jarum dengan benar (skor 4) b. Jarum tidak tumpul, lurus (tidak bengkok), tidak berkarat dan memasukkan jarum dengan kurang benar

(skor 3)

c. Jarum tidak tumpul, lurus (tidak bengkok), tidak berkarat dan memasukkan jarum dengan tidak benar (skor 2)

d. Jarum tumpul,lurus (tidak bengkok), berkarat dan memasukkan jarum dengan tidak benar(skor1) 5. Memasang benang jahit bagian atas dan bagian bawah sesuai prosedur

(12)

a. Memasang benang jahit bagian atas sesuai dengan langkah-langkah pemasangan benang atas dan bawah (skor 4)

b. Memasang benang jahit bagian atas kurang sesuai langkah-langkah pemasangan benang atas dan bawah (skor 3)

c. Memasang benang jahit bagian atas tidak sesuai langkah-langkah pemasangan benang atas (skor 2) d. Memasang benang jahit bagian atas sangat tidak sesuai langkah-langkah pemasangan benang atas (skor

1)

6. Mencoba setikan pada kain perca

a. Hasil setikan mesin pada kain perca terlihat rapi, tidak berkerut/tertarik dan tarikan benang atas dan bawah seimbang (skor 4)

b. Hasil setikan mesin pada kain perca terlihat kurang rapi, sedikit berkerut/tertarik dan tarikan benang atas dan bawah kurang seimbang (skor 3)

c. Hasil setikan mesin pada kain perca terlihat tidak rapi, berkerut/tertarik dan tarikan benang atas dan bawah tidak seimbang (skor 2)

d. Hasil setikan mesin pada kain perca terlihat sangat tidak rapi, berkerut/tertarik dan tarikan benang atas dan bawah tidak seimbang (skor 1)

7. Menjahit saku sesuai prosedur

a. saku dijahit sesuai dengan langkah kerja/prosedur (skor 4)

b. saku dijahit kurang sesuai dengan langkah kerja/prosedur (skor 3) c. saku dijahit tidak sesuai dengan langkah kerja/prosedur (skor 2)

d. saku dijahit sangat tidak sesuai dengan langkah kerja/prosedur (skor 1) Hasil Akhir

1. Tampilan keseluruhan

a. Hasil jahitan saku sangat baik dan sangat sesuai dengan standar kualitas serta tampilan amat baik (skor 4) b. Hasil jahitan saku baik dan sesuai dengan standar kualitas serta tampilan baik (skor 3)

c. Hasil jahitan saku kurang baik dan kurang sesuai dengan standar kualitas serta tampilan kurang baik (skor 2)

d. Hasil jahitan saku tidak baik dan tidak sesuai dengan standar kualitas serta tampilan tidak baik (skor 1) 2. Kebersihan dan kerapian dalam menjahit kampuh

a. Hasil jahitan saku sangat bersih dan sangat rapi tidak ada sisa-sisa benang (skor 4) b. Hasil jahitan saku bersih dan rapi tidak ada sisa-sisa benang (skor 3)

c. Hasil jahitan saku kurang bersih dan kurang rapi masih ada sisa-sisa benang (skor 2) d. Hasil jahitan saku tidak bersih dan tidak rapi banyak sisa-sisa benang (skor 1) 3. Ketepatan waktu dalam menjahit kampuh

a. Waktu yang digunakan lebih cepat dari waktu yang telah ditentukan (skor 4) b. Waktu yang digunakan tepat waktu dari yang telah ditentukan (skor 3)

c. Waktu yang digunakan lebih 5 menit dari waktu yang telah ditentukan (skor 2) d. Waktu yang digunakan lebih 10 menit dari waktu yang telah ditentukan (skor 1) Berkemas

1. Kebersihan lingkungan kerja

a. Sangat bersih apabila siswa dapat menjaga kebersihan lingkungan dengan benar dan tidak adanya perca- perca, sisa benang serta alat-alat tersimpan ditempatnya (skor 4)

b. Bersih apabila siswa dapat menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak adanya perca-perca, sisa benang serta alat-alat tersimpan ditempatnya (skor 3)

(13)

c. Kurang bersih apabila siswa kurang dapat menjaga kebersihan lingkungan dengan masih adanya perca- perca, sisa benang serta alat-alat kurang tersimpan ditempatnya (skor 2)

d. Tidak bersih apabila siswa tidak dapat menjaga kebersihan lingkungan dengan masih banyak adanya perca-perca, sisa benang serta alat-alat kurang tersimpan ditempatnya (skor 1)

Jumlah skor yang diperoleh

Nilai = X 100 = Jumlah skor maksimal

(14)

Rubrik penilaian diskusi / presentasi

MATA PELAJARAN : Dasar Keahlian Busana Element : Teknik Dasar Menjahit

TOPIK : Teknik menjahit Saku sesuai jenis-jenis bahan KELAS/SEMESTER : X DPB 2 / 1

Indikator Skor Kriteria

Sikap

4 Sangat aktif

3 Aktif

2 Kurang aktif 1 Tidak aktif

Keaktifan

4 Sangat aktif

3 Aktif

2 Kurang aktif

1 Tidak berperan aktif dalam pelaksanaan diskusi.

Wawasan

4 Jelas dan menjawab sesuai dengan yang ditanyakan oleh penanya.

3 Jelas dan menjawab sesuai dengan yang ditanyakan oleh penanya, tetapi tidak lengkap.

2 Tidak mampu menjawab, tetapi mencari di buku.

1 Tidak mampu menjawab dan tidak mau berusaha mencari jawaban.

Kemampuan mengemukakan pendapat

4 Sebagai penyaji

3 Aktif menjawab pertanyaan 2 Membantu menjawab pertanyaan 1 Tidak pernah mengemukakan pendapat

(15)

Kerja sama

4 Sangat aktif

3 Aktif

2 Kurang aktif

1 Tidak bisa bekerja sama Jumlah skor yang diperoleh

Nilai = X 100 = Jumlah skor maksimal

4. Bahan Bacaan Guru dan Peserta Didik

KEGIATAN BELAJAR

Teknik menjahit Saku sesuai jenis-jenis bahan

Saku adalah salah satu bagian dari busana. Menjahit saku adalah membuat saku pada busana yang berfungsi sebagai pelengkap dan juga hiasan. Jenis saku ini lebih banyak diterapkan pada busana anak sebagai hiasan namun tidak menutup kemungkinan digunakan pada busana orang dewasa seperti kemeja, blus, celana. Saku tempel dibuat dengan cara menempelkan bahan di atas bahan utama. Bahan saku dapat dengan menggunakan bahan dan warna yang sama dengan bahan utama, bahan dengan motif berbeda atau warna yang berbeda.

Hal tersebut disesuaikan dengan tujuannya. Apabila ingin menonjolkan sebagai pusat perhatian dapat menggunakan bahan yang berbeda ataupun warna yang berbeda.

Saku tempel ada yang dibuat hanya 1 buah pada kemeja bagian kiri atas dan ada pula diletakkan 2 buah pada bagian kiri dan kanan atas. Apabila kalian membuat sepasang atau 2 buah saku tempel, perlu diperhatikan dengan seksama bentuk dan ukuran saku yang dibuat

Macam- macam saku tempel

Saku tempel tidak memerlukan bahan pembantu sepertu vliselin untuk mendukung jatuhnya saku pada pakaian. Dengan menggunakan bahan itu sendiri sudah cukup baik jatuhnya. Tetapi terkadang ada juga yang masih menggunakan pelapis tergantung design yang diinginkan.

(16)

Macam-macam bentuk saku tempel

Bentuk saku tempel dapat dibedakan bentuknya yaitu bentuk bulat, persegi, segi tiga dan variasi. Bentuk bagian bawah saku tempel ada yang berbentuk datar, runcing dan serong pada bagian sudutnya. Untuk keindahan biasanya saku tempel menggunakan top stitching baik pada bagian kelim atas maupun pada bagian sisi atau sekeliling saku.

Perhatikan saku pada kemeja seragam sekolah teman sekelas dan bandingkan dengan saku pada kemeja seragam pramuka kalian. Apakah sama? Mengapa berbeda?

Letak saku

Agar pakaian tersebut mempunyai nilai tinggi tanpa mengabaikan fungsi dari saku maka kita harus pintas dalam menempatkan saku pada pakaian. Saku pada blus, kemeja diletakkan pada bagian atas muka dan di bawah apabila berbentuk blazer. Pada rok dan celana dapat diletakkan pada bagian muka, sisi dan belakang.

Langkah awal menjahit saku tempel tentunya saku terlebih dahulu dibentuk sesuai dengan desain kemudian ditempelkan pada bagian luar pakaian sesuai langkah kerja.

Saku dalam

Jenis saku ini bila dilihat dari luar kurang dapat kelihatan karena letaknya di bagian dalam.

Perhatikan saku pada bagian belakang dan depan pantalon kemudian bagian sisi rok. Semua itu termasuk dalam saku dalam. Marilah kita bahas satu persatu.

Model saku samping

saku yang berada di sisi pakaian atau busana disebut dengan saku sisi. Melihat dari letaknya, saku sisi ada yang berada tepat pada garis sisi dan ada pula yang berada agak masuk kebagian dalam. Saku sisi yang berada tepat pada garis sisi banyak digunakan pada pakaian wanita, rok dan kadang ada juga pada pantalon. Konstruksi pola saku ini memiliki pola yang sama antara bagian atas dan bawah. Cara menjahitnya pun lebih mudah. Saku sisi yang berada lebih kedalam, memiliki 2 pola yang berbeda. Pola saku dan pola yang merupakan bagian dari pakaian itu sendiri. Bagian saku dapat menggunakan bahan yang sama dengan bahan utama namun dapat pula menggunakan bahan pelapis namun untuk bagian sisi harus menggunakan bahan yang sama dengan bahan utama karena merupakan bagian dari pakaian itu sendiri.

(17)

Karena bentuk saku agak serong dan agar tidak mulur pada bagian serong maka bahan utama perlu diberikan penguat dengan menggunakan vliselin. Penyelesaian tepi kampuh saku dapat diselesaikan dengan menggunakan obras atau setik balik.

1. Saku dalam dengan klep

Klep adalah bagian penutup saku. Bermacam jemis bentuk klep, ada yang berbentuk kotak, membulat pada bagian sudutnya ataupun berupa passpoile.

Saku Klep

Klep juga dapat di terapkan pada saku tempel. Fungsi klep pada saku untuk menutup lubang saku atau sebagai hiasan.

A. Persiapan

1. Persiapan Tempat

a.Siapkan tempat dengan penerangan yang cukup.

b.Siapkan lingkungan tempat praktik dengan baik, sehingga tidak mengganggu proses belajar.

2. Persiapan Alat dan Bahan

B. Langkah kerja membuat saku samping

No Gambar Keterangan

(18)

1

Membuat kain rok bagian muka (a) dan bagian belakang (b).

2 Membuat kain saku dan . Beri tanda tempat

lubang saku di kain rok bagian muka.

3

Beri vislin pada rok bagian muka bagian lubang saku 3 cm

4

Meletakkan kain saku di sebelah luar, tepat di bawah kain rok di bagian muka. Jahit tepat pada garis yang sudah ada.

5 Mengangkat kain saku (c)

sampai terbuka dan tindas di bagian tiras.

6

Menjahit kain saku untuk rok belakang kemudian di obras.

(19)

7

Menggabungkan rok bagian muka dan bagian belakang kemudian meobras bagian sisi

(20)

C. Langkah- Langkah membuat saku tempel

1. Letakkan pola saku diatas bahan, beri kampuh pada sekeliling saku kemudian gunting saku tersebut.

2. Lipat kampuh saku atas kearah bagian buruk kain

3. Kemudian press agar lebih mudah dalam menjahit saku. Urutan melipat kampuh saku yang benar adalah kampuh atas kampuh bawah kampuh sisi tersebut.

4. Lipat kampuh saku atas ke aarah bagian buruk kain selebar 0,5 cm kemudian jahit kecil.

5. Lipat sekeliling kampuh saku atas ke arah buruk kain kemudian press agar lebih mudah dalam menjahit saku. Urutan melipat kampuh saku yang benar adalah kampuh atas kampuh bawah kampuh sisi

6. Letakkan saku diatas bahan utama tepat pada tanda saku . kemudian jahit pada sekeliling tepi saku, kecuali pada bagian atas saku

7. Cara menjahit saku tempel yaitu dimulai dari sudut/ujung saku bagian atas (tittik A) dan berakhir pada sudut/ujung sau bagian atas yang lainnya (titik B) .berikut ini dua macam jahitan kunci (back tack) sudut /ujung saku bagian atas

D. Latihan Praktek

1. Buatlah saku samping pada bahan fragment! Ikuti langkah- langkah kerja yang terdapat dalam job sheet dan papan flannel sebagai acuan langkah- langkah membuat saku samping.

Kriteria penilaian :

1. Persiapan memperoleh skor 20 2. Proses memperoleh skor 40 3. Waktu memperoleh skor 10 4. Hasil memperoleh skor 30

E. Rangkuman

1. Saku adalah salah satu bagian dari busana.

2. Ada dua macam saku yaitu saku luar (saku tempel); saku tempel tertutup, saku accordian, saku variasi dan saku dalam (saku bobok); saku sisi tidak

(21)

tampak/ tersembunyi, saku passpoille, saku klep, saku vest.

3. Saku passepoile dengan klep adalah saku dalam (bobok) yang pada bagian lubangnya terdapat klep yang diarahkan kebawah.

4. Alat dan bahan yang disiapkan yaitu: Gunting, meteran, Pendedel, kapur.

jarun jahit, jarum pentul, penggaris, benang jahit, kain bahan pokok, dan b ahan pelapis/vliselin.

(22)

Alat dan Bahan untuk membuat penyelesaian tepi kain serip

Alat

1 Mesin jahit

2 Mesin obras

3 Gunting bahan

4 Gunting benang

5 Benang jahit

6 Jarum pentul

7 rader

Bahan

1 Kain utama

2 Kain polos

(untuk saku)

3 Viselin

(23)

4 Kertas karbon

F. Glosarium

Attachmen (Alat bantu yang dipasangkan pada mesin )

Back stitch (Jahitan penguat)

Inchi (Ukuran panjang)

Tiras (Benang pada guntingan tepi kain)

Vliselin (Bahan pelapis)

G. Daftar Pustaka

Dwijanti, dkk. 2013. Dasar Teknologi Menjahit II. Jakarta: Direktorat Pembinaan Sekolah, Menengah Kejuruan, Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan, Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan Nasional.

Dr. Emy Budiastuti.2019. Modul Teknologi Menjahit.

Ernawati, dkk. 2008. Tata Busana Jilid 3 Untuk Menengah Kejuruan. Jakarta:

Direktorat Pembinaan Sekolah, Menengah Kejuruan, Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan, Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan Nasional.

M. H Wancik, 2003. Bina Busana. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama

Referensi

Dokumen terkait

Kaidah standar yang dimaksud dapat berupa pedoman ejaan (EYD), tata bahasa baku, dan kamus umum. Kata baku ini perlu diperhatikan ketika membuat karangan atau

Modul sys perlu diimpor ke setiap program yang dibuat menggunakan PyQt karena kita akan memanggil sys.argv pada saat membuat objek dari kelas QApplication.. From PyQt5.QtWidgets

Selain kemampuan t ersebut, dengan image maps kita juga bisa membuat area link lebih dari satu buah sehingga kita tidak perlu memecah gambar tersebut menjadi

Dalam penggunaan kertas gambar untuk membuat gambar kerja tidak bisa dilakukan secara sembarangan, harus dibuat sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan, untuk ukuran kertas

Dalam penggunaan kertas gambar untuk membuat gambar kerja tidak bisa dilakukan secara sembarangan, harus dibuat sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan, untuk ukuran kertas

Oleh karena itu, perlu diperhatikan beberapa unsur untuk membuat brosur menjadi lebih menarik, antara lain: 1 menyisipkan judul yang menarik semua mata agar secara sekilas orang akan

Rubrik Membuat Model Sederhana Organ Gerak Aspek Baik Sekali Baik Cukup Perlu Bimbingan 4 3 2 1 Proporsi Seluruh anggota tubuh dibuat dengan perbandingan ukuran yang tepat.. Hampir