• Tidak ada hasil yang ditemukan

Modul Pembelajaran Aksara Jawa

N/A
N/A
Ulfa Walia

Academic year: 2024

Membagikan "Modul Pembelajaran Aksara Jawa"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

MODUL AJAR AKSARA JAWA

A. IDENTITAS SEKOLAH

Nama Sekolah : SMK Negeri 2 Depok Mata Pelajaran : Bahasa Jawa

Nama Guru :.

Fase/Kelas : F/ XII

Alokasi Waktu : 6 × 45 menit (3 pertemuan)

B. CAPAIAN PEMBELAJARAN

Pada akhir fase F, Peserta didik mampu membaca teks yang bertuliskan aksara Jawa dengan tepat.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN

a. Elemen : Menyimak

Peserta didik menyimak dan memahami dengan saksama materi aksara Jawa.

b. Elemen : Berbicara

Peserta didik dapat membaca teks bertuliskan aksara Jawa dengan tepat.

D. KOMPETENSI AWAL

Kompetensi awal yang harus dimiliki peserta didik ketika akan belajar materi aksara Jawa yaitu peserta didik mempunyai pengetahuan dasar mengenai aksara Jawa.

(2)

E. PROFIL PELAJAR PANCASILA

1. Bernalar kritis : Peserta didik memiliki rasa ingin tahu untuk memperoleh informasi mengenai aksara Jawa.

2. Bergotong royong : Peserta didik memiliki kepedulian antar teman dalam kegiatan diskusi untuk memahami dan mendalami materi serta mengerjakan penugasan yang telah diberikan.

3. Percaya diri : Peserta didik memiliki kepercayaan diri dalam mempresentasikan hasil diskusi kelompok yaitu membacakan teks aksara Jawa.

F. SARANA DAN PRASARANA

Alat : Whiteboard, spidol, Laptop, LCD Proyektor, Media : Video, Lembar Kerja Peserta Didik, Flash Card Lingkungan Belajar : Ruang kelas

Sumber Belajar : 1. Buku

Wibawa (Wiyata Basa Jawa) Kelas XII.

2. Video

Video referensi, link:

https://www.youtube.com/watch?v=FWPN6gJ4_J4 3. Power Point

 https://www.canva.com/design/DAF627VA2so/FO8KKZAT2yLeCWZx9tIig w/edit?utm_content=DAF627VA2so&utm_campaign=designshare&utm_med ium=link2&utm_source=sharebutton

 https://www.canva.com/design/DAF7PQA58-

s/KSVMKzmZOm0rBy0ctLfqOg/edit?utm_content=DAF7PQA58-

s&utm_campaign=designshare&utm_medium=link2&utm_source=sharebutto n

 https://www.canva.com/design/DAF8oLyd3Jo/V0- RUqhrZegHZ_UxW6QPmw/edit

(3)

G. TARGET PESERTA DIDIK

Peserta didik kelas XII tingkat SMA/SMK/ sederajat.

H. MODEL, METODE, DAN MEDIA PEMBELAJARAN

Model Pembelajaran: : Problem Based Learning Pendekatan Pembelajaran : Alur Merdeka

Metode Pembelajaran : TANDUR

I. INDIKATOR KETERCAPAIAN TUJUAN PEMBELAJARAN

1. Peserta didik dapat membedakan huruf satu dengan yang lainnya (C2) 2. Peserta didik dapat membaca aksara Jawa dengan tepat (C6)

J. PEMAHAMAN BERMAKNA

Peserta didik akan menerima manfaat setelah mengikuti proses pembelajaran ini sebagai berikut:

1. Memahami berbagai macam sandhangan, tanda baca dalam aksara Jawa.

2. Mampu membaca teks aksara Jawa.

K. PERTANYAAN PEMANTIK

Pertemuan 1

1. Para pasarta didik menapa taksih enget bab aksara Jawa?

2. Cobi aksara Jawa wonten napa mawon?

(4)

L. KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 Pendahuluan (10 menit)

Peserta didik mengikuti arahan guru dalam memulai pembelajaran dengan mengucap salam, berdoa, menanyakan kabar, mengecek kesiapan peserta didik, serta menanyakan kehadiran peserta didik.

1. Peserta didik sesuai dengan arahan guru memulai pembelajaran dengan menjawab salam, berdoa, menjawab mengenai kondisi peserta didik, menjawab kesiapan peserta didik, serta menjawab kehadiran peserta didik. (Nilai PPK Religius, Disiplin, Communication)

2. Peserta didik mendapatkan pertanyaan dari guru mengenai materi yang telah dipelajari dalam pertemuan sebelumnya yang akan dikaitkan dengan materi pembelajaran yang akan diberikan. (Communication)

3. Peserta didik mendapatkan informasi mengenai materi aksara Jawa.

(Communication)

4. Peserta didik mendapatkan penjelasan mengenai capaian pembelajaran, tujuan pembelajaran, model, pendekatan, dan metode pembelajaran, penilaian yang akan digunakan untuk memotivasi peserta didik dalam mengikuti proses pembelajaran (Tumbuhkan). (Menyimak)

5. Peserta didik mendapatkan manfaat materi yang akan dipelajari dan dihubungkan dengan pengalaman peserta didik.

Kegiatan Inti (70 menit) Mul

ai dari Diri (Lite

Fase 1 Orientasi Peserta Didik pada Masalah

1. Peserta didik diberikan apersepsi oleh guru menggunakan pertanyaan-pertanyaan pemantik

a. Para pasarta didik menapa taksih enget bab aksara Jawa?

b. Cobi aksara Jawa wonten napa mawon?

(5)

ratio n) Eks plor asi Kon sep

2. Peserta didik mengerjakan pre-test pada link https://forms.gle/9PznpvVqeru64dE4A

3. Peserta didik menyimak materi aksara Jawa berupa sejarah aksara jawa secara dongeng maupun secara ilmiah, pasangan, sandhangan, dan tanda baca yang disajikan oleh guru pada PPT https://www.canva.com/design/DAF7PQA58- s/KSVMKzmZOm0rBy0ctLfqOg/edit?utm_content=DAF7PQA58-

s&utm_campaign=designshare&utm_medium=link2&utm_source=sharebutton

https://www.canva.com/design/DAF627VA2so/FO8KKZAT2yLeCWZx9tIigw/edit?u tm_content=DAF627VA2so&utm_campaign=designshare&utm_medium=link2&utm _source=sharebutton

(Alami)

4. Peserta didik diberi kesempatan untuk menanyakan hal-hal yang belum dipahami terkait materi yang mereka simak.

5. Peserta didik bertanya jawab mengenai aksara Jawa.

Rua ng Kola bora si

Fase 2 Mengorganisasi Peserta Didik

6. Peserta didik dibentuk kelompok yang terdiri dari 5 - 6 orang berdasar pada hasil pretest. (Namai)

7. Peserta didik menerima tugas yang berbeda-beda untuk setiap kelompoknya.

(TaRL diferensiasi konten, hal ini dibuktikan dengan perbedaan tugas yang diterima setiap kelompoknya)

Fase 3 Membimbing Penyelidikan Individu dan kelompok

8. Peserta didik secara kolaboratif berdiskusi untuk memahami dan mendalami materi aksara Jawa dan mengerjakan penugasan yang ditugaskan sebagai bahan presentasi.

9. Peserta didik dapat membuka bahan ajar sebagai referensi pada link:

https://www.youtube.com/watch?v=FWPN6gJ4_J4

10. Peserta didik mendapat bimbingan dari guru baik secara kelompok

Penutup (10 menit)

1. Peserta didik melakukan refleksi pembelajaran (communication).

(6)

2. Peserta didik mendapatkan informasi mengenai materi pembelajaran yang akan dilakukan pada pertemuan berikutnya.

3. Peserta didik dengan panduan guru merayakan keberhasilan kegiatan pembelajaran dengan bernyanyi atau tepuk tangan.

4. Peserta didik dengan panduan guru menutup pembelajaran dengan mengucapkan rasa syukur karena pembelajaran telah berjalan dengan baik (Religius/PPK)

5. Peserta didik menjawab salam penutup yang diucapkan oleh guru. (Religius)

Pertemuan 2 Pendahuluan

(10 menit)

Peserta didik mengikuti arahan guru dalam memulai pembelajaran dengan mengucap salam, berdoa, menanyakan kabar, mengecek kesiapan peserta didik, serta menanyakan kehadiran peserta didik.

1. Peserta didik sesuai dengan arahan guru memulai pembelajaran dengan menjawab salam, berdoa, menjawab mengenai kondisi peserta didik, menjawab kesiapan peserta didik, serta menjawab kehadiran peserta didik. (Nilai PPK Religius, Disiplin, Communication)

2. Peserta didik mendapatkan pertanyaan dari guru mengenai materi yang telah dipelajari dalam pertemuan sebelumnya dan memberikan informasi untuk meneruskan dan menyelesaikan pekerjaan kelompok yang belum selesai pada pertemuan sebelumnya. (Communication)

3. Peserta didik mendapatkan informasi mengenai materi aksara Jawa.

(Communication)

4. Peserta didik mendapatkan penjelasan mengenai capaian pembelajaran, tujuan pembelajaran, model, pendekatan, dan metode pembelajaran, penilaian yang akan digunakan untuk memotivasi peserta didik dalam mengikuti proses pembelajaran.

(Menyimak)

5. Peserta didik mendapatkan informasi mengenai sumber belajar yang dapat digunakan.

(7)

Kegiatan Inti (70 menit) Ruang

Kolaborasi

Fase 3 Membimbing Penyelidikan Individu dan kelompok

1. Peserta didik secara kolaboratif melanjutkan diskusi untuk memahami dan mendalami materi aksara Jawa dan mengerjakan penugasan yang ditugaskan sebagai bahan presentasi.

2. Peserta didik dapat membuka bahan ajar sebagai referensi pada link:

https://www.youtube.com/watch?v=FWPN6gJ4_J4

Demonstrasi Kontekstual

Fase 4 Mengembangkan dan Menyajikan Hasil Karya

3. Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya di depan kelas. (Demonstrasi)

Elaborasi Pemahaman

4. Peserta didik bertanya mengenai materi yang belum dipahami. (Ulangi) (communication).

5. Peserta didik mendapatkan timbal balik dari guru.

Penutup (10 menit)

1. Peserta didik melakukan refleksi pembelajaran (communication).

2. Peserta didik mendapatkan informasi mengenai materi pembelajaran yang akan dilakukan pada pertemuan berikutnya.

3. Peserta didik dengan panduan guru merayakan keberhasilan kegiatan pembelajaran dengan bernyanyi atau tepuk tangan.(Rayakan)

4. Peserta didik dengan panduan guru menutup pembelajaran dengan mengucapkan rasa syukur karena pembelajaran telah berjalan dengan baik (Religius/PPK)

5. Peserta didik menjawab salam penutup yang diucapkan oleh guru. (Religius)

Pertemuan 3 Pendahuluan

(10 menit)

Peserta didik mengikuti arahan guru dalam memulai pembelajaran dengan mengucap salam, berdoa, menanyakan kabar, mengecek kesiapan peserta didik, serta menanyakan kehadiran peserta didik.

(8)

1. Peserta didik sesuai dengan arahan guru memulai pembelajaran dengan menjawab salam, berdoa, menjawab mengenai kondisi peserta didik, menjawab kesiapan peserta didik, serta menjawab kehadiran peserta didik. (Nilai PPK Religius, Disiplin, Communication)

2. Peserta didik mendapatkan pertanyaan dari guru mengenai materi yang telah dipelajari dalam pertemuan sebelumnya yang akan dikaitkan dengan materi pembelajaran yang akan diberikan. (Communication)

3. Peserta didik mendapatkan informasi mengenai materi aksara Jawa.

(Communication)

4. Peserta didik mendapatkan penjelasan mengenai capaian pembelajaran, tujuan pembelajaran, model, pendekatan, dan metode pembelajaran, penilaian yang akan digunakan untuk memotivasi peserta didik dalam mengikuti proses pembelajaran.

(Menyimak)

5. Peserta didik mengetahui langkah-langkah yang akan dilakukan dalam pembelajaran.

Kegiatan Inti (70 menit) Demonstr

asi Kontekstu

al

Fase 4 Mengembangkan dan Menyajikan Hasil Karya

1. Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya di depan kelas.

Elaborasi Pemaham

an

2. Peserta didik bertanya mengenai materi yang belum dipahami.

(communication).

3. Peserta didik mendapatkan timbal balik dari guru.

Koneksi Antar Materi

Fase 5 Menganalisis dan Mengevaluasi Proses Pemecahan Masalah

4. Peserta didik dipandu oleh guru membuat kesimpulan dari materi aksara Jawa yang telah dipelajari.

Aksi Nyata

5. Peserta didik mengerjakan post test pada link

https://quizizz.com/admin/quiz/65a0b0c4138549437f423faa?at=660ba50b7c42 4f4f81ca78b9

Penutup (10 menit)

1. Peserta didik melakukan refleksi pembelajaran (communication).

(9)

2. Peserta didik dengan panduan guru merayakan keberhasilan kegiatan pembelajaran dengan bernyanyi atau tepuk tangan.

4. Peserta didik dengan panduan guru menutup pembelajaran dengan mengucapkan rasa syukur karena pembelajaran telah berjalan dengan baik (Religius/PPK)

5. Peserta didik menjawab salam penutup yang diucapkan oleh guru. (Religius)

M. ASESMEN/PENILAIAN

No Jenis Teknik Instrumen Keterangan

1 Diagnostik Tes Lisan Pertanyaan Pemantik Diskusi Tes Tertulis Pilihan Ganda, Pre

test

Individu

2. Formatif Tes Tertulis LKPD Kelompok

3. Sumatif Tes Tertulis Pilihan Ganda, Post Test

Individu

N. TINDAK LANJUT Remedial

Apabila peserta didik mendapakan nilai di bawah Kriteria Ketuntasan Tujuan Pembelajaran (KKTP) yang telah ditetapkan yaitu 75, maka peserta didik tersebut harus diberikan remidi.

Pendekatan Culturally Responsive Teaching yang diterapkan dalam modul ajar di atas:

- Dalam pengerjaan LKPD, pendampingan dilakukan kepada peserta didik yang kurang lancar dalam membaca aksara Jawa dengan sering mengecek atau menanyakan adakah bagian yang sulit.

- Peserta didik yang kurang lancar dalam membaca aksara Jawa, diberikan panduan aksara Jawa atau buku tata panyerating aksara Jawa

(10)

Materi

Sejarah Aksara Jawa Secara Ilmiah

Aksara hanacaraka iku sarupaning aksara sing kaanggoing Tanah Jawa lan saubenge kaya ta ing Madura, Bali, Lombok lan uga Tatar Sundha.

Aksara Hanacaraka iku uga diarani aksara Jawa nanging sajatine kara iki kurang sreg amarga aksara Jawa iku warnane akeh saliyane iku aksara iki ora namung dienggo nulis basa Jawa wae. Aksara iki uga dienggo nulis basa Sangskreta, basa Arab, basa Bali, basa Sundha, basa Madura, basa Sasak lan uga basa Melayu.

Nanging ing artikel iki ukara Hanacaraka lan aksara Jawa diengga laro lorone lan yen ana ukara aksara Jawa sing dirujuk iku aksara Hanacaraka: Aksara Hanacaraka kagolong aksara jiriis abugida utawa hibridha antara aksara silabik lan aksara alfabet Aksara silabik iki tegese yen saben aksara uga nyandhang sawijining swara. Hanacaraka kalebu kulawarga aksara Brahmi sing asale saka Tanah Hindhustan.

Yen bentuke, aksara hanacaraka ana wis kaya saiki wiwit minimal abad kaping 17.

Aksara Hanacaraka iku babone aksara Brahmi sing asale saka Hindhustan. Ing anak bawana Indhia iku akeh rupa rupaning aksara. Salah sijining aksara sing wigati iku aksara Pallawa saka Indhia sisih kidul.

Aksara iki inaranan mengkene miturut jenenge salah siji karaton ing Indhia kidul yaiku Karajan Pallawa. Aksara Pallawa iki digunakake ing kiwa tengene abad kaping-4 Masehi.

Ing Nusantara patilasan sajarah arupa prasasti Yupa saka Kutai, Kalimantan Wetan tinulis nganggo aksara Pallawa. Aksara Pallawa iki dadi babone kabeh aksara Nusantara, antarane aksara Hanacaraka uga aksara Rencong (aksara Kaganga), Surat Batak, aksara Makassar lan aksara Baybayin (aksarane saka Filipina).

Professor J.G. de Casparis, yaiku pakar paleografi utawa ahli ngelmu sajarah aksara misuwur saka Walanda merang sajarah tuwuhing aksara Hanacaraka ing limang mangsa utama:

1. Aksara Pallawa 2. Aksara Kawi Wiwitan 3. Aksara Kawi Pungkasan 4. Aksara Majapait

5. Aksara Pasca Majapait utawa Hanacaraka

Aksara Pallawa iki digunakake ing Nusantara saka abad kaping 4 nganti kurang luwih abad kaping 8. Banjur aksara Kawi Wiwitan dienggo saka abad kaping 8 nganti abad kaping 10 utamane ing Jawa Tengah.

Aksara Kawi Pungkasan digunakake sawise abad kaping 10 nganti kira-kira abad kaping 13 ing Jawa Wetan. Banjur aksara Majapait iku digunakake ing Jawa Wetan nalika jaman

Majapait. Banjur sawise karajan Majapait binedhah, muncul aksara Hanacaraka modhern sing uga kerep diarani aksara Jawa.

(11)

Aksara ini banjur dadi kanggo ing saubenging Tanah Jawa Tatar Sundha, Madura, lan Bali Kabeh kabeh aksara iki dadi sakelompok lan isih sakerabat. Nanging sajatine uga ana aksara liyane ing tanah Jawa sing luwih lawas lan isih dienggo Aksara iki jenenge dadi aksara Buda.

Aksara Hanacaraka banjur dening wong wang Eropah digawekake versi aksara cethak ing abad kaping 19.

Sejarah Aksara Jawa Secara Dongeng Paraga:

Ajisaka: Pengembara ingkang mapan wonten ing Nagari Majethi, gadhah pasuryan ingkang sae lan gadhah kapribaden ingkang sae ugi. Piyambakipun gadhah keris ingkang dipuntitipaken dhateng Sembadha (punggawanipun)

Prabu Dewata Cengkar: Satunggaling raja wonten ing Nagari Madhangkamulan ingkang remen dhahar daging manungsa, dipunwiwiti saking juru masak istana ingkang drijinipun boten sengaja keiris lajeng mlebet wonten ing masakan lan nggadhahi pribadi awon.

Sembadha: Punggawanipun Ajisaka ingkang mjagi lan mbeta kerisipun Ajisaka, gadhah sifat patuh kaliyan Ajisaka.

Dhora: Punggawanipun Ajisaka ingkang ngancani Ajisaka ngembara dhateng Majethi, gadhah sipat sumeh saha patuh kaliyan Ajisaka.

Patih Kerajaan Medhangkamulan: Patih Kerajaan Majesthi ingkang sampun ngabdi mapinten-pinten taun, gadhah sipat patuh lan setya.

Latar Tempat:

Nagari Majethi: Nagari papanipun Ajisaka menika nagari ingkang makmur lan kathah sandhang pangan, masarakat ing ngriku kathah ingkang padamelanipun petani.

Nagari Madhangkamulan: Nagari menika gadhah sandhang pangan ingkang kathah. Nagari menika dipunpandhegani dening Prabu Dewata Cengkar.

Cerita:

Dipuncariyosaken, Ajisaka kaliyan para punggawanipun (Dhora lan Sembadha) rawuh dhateng papanipun Prabu Dewata Cengkar, raja saking Kerajan Madhangkamulan. saperlu nantang raja kalawau. Ajisaka nantang Prabu Dewata Cengkar kangge mangan Ajisaka, nanging kagungan sarat kangge Prabu Dewata Cengkar kedah paring laladanipun jumbuh kaliyan dawanipun surban ingkang wonten ing jangganipun Ajisaka. Prabu Dewata Cengkar setuju kaliyan saratipun Ajisaka. Nanging, amargi kekiyatipun Ajisaka, surban ingkang saweg dipunukur dening Prabu Dewata Cengkar menika, nggadhahi dawa ngantos ing penggiring segara kidul.

(12)

Ajisaka nyurung Prabu Dewata Cengkar dhateng segara kidul lajeng Ajisaka dados raja wonten ing Kerajaan Madhangkamulan. Ajisaka ndhawuhi Dhora supados mundhut keris ingkang dipuntitipaken dhateng Sembadha wonten ing Pulau Majethi. Sembadha tetep boten purun maringaken keris dhateng Dhora amargi Sembadha patuh kaliyan dhawuhipun Ajisaka. Dhawuhipun Ajisaka inggih menika ampun maringaken keris dhateng sinten kemawon kejawi dhateng Ajisaka piyambak.

Amargi Sembadha nindaaken dhawuhipun Ajisaka, satemah kedadean perang antawisipun Sembadha lan Dhora ingkang nyebabaken kekalihipun seda. Amargi Sembadha lan Dhora sami saktinipun.Ajisaka ingkang mireng saking salah satunggaling punggawa kerajaan bilih Sembadha lan Dhora seda. Ajisaka nembe kemutan kaliyan dhawuhipun dhateng Sembadha bilih ampun maringaken kerisipun dhateng tiyang sanes kejawi Ajiaka piyambak. Ajisaka murugi punggawanipun ingkang sampun seda lajeng rumaos getun amargi kalepatanipun piyambak.

Adhedhasar prastawa kala wau, Ajisaka damel aksara, tegesipun ha na ca ra ka : ana utusan

da ta sa wa la : padha kekerengan pa dha ja ya nya : padha digdayane ma ga ba tha nga : padha dadi bathange

Soal Pretest

1.

klambimu warna abang:

ꦏ꧀ꦭꦩ꧀ꦧꦶꦩ꧀ꦸꦮꦂꦤꦲꦧꦁ

2. Aku lair tanggal 17 September 2001:

ꦲꦏ꧀ꦸꦭꦲꦂꦠꦁꦒꦭ꧀꧇꧑꧗꧇ꦱꦺꦱꦠꦺꦩ꧀ꦧꦂ꧇꧒꧐꧐꧑꧇

3. Fatimah dadi juara 1 lomba macapat:

ꦠ꦳ꦠꦶꦩ꧀ꦃꦢꦢꦶꦗꦸꦮꦫ꧇꧑꧇ꦱꦭꦴꦩ꧀ꦧꦩ꧀ꦕꦠꦠ꧀

(13)

4. Aku duwe adhi 2 lanang kabeh:

ꦲꦏ꧀ꦸꦢꦸꦱꦮꦲꦣꦶ꧇꧒꧇ꦭꦤꦁꦏ꧀ꦱꦧꦃ

5. Cerkak iku singkatan saka cerita cekak :

ꦕꦂꦏ꧀ꦏ꧀ꦲꦶꦏ꧀ꦸꦺꦁꦏ꧀ꦠꦤꦱꦏ꧀ꦕꦼꦫꦶꦠꦕꦼꦏ꧀ꦏ꧀꧀

6. Sore iki udan tiba ana ing sasi September :

ꦱꦺꦴꦱꦫꦲꦶꦏ꧀ꦶꦲꦸꦢꦤꦺꦶꦧꦲꦤꦲꦁꦺꦺꦶꦱꦺꦱꦠꦺꦩ꧀ꦧꦂ

7.

Pirang dina preine sekolah?

ꦱꦲꦴꦫ ꦏ꧀ꦿꦺꦮꦶꦱꦺꦺꦲꦶꦪꦤꦱꦼꦱꦏ꧀ꦴꦭꦃꦺꦁꦺꦸꦱꦮꦱꦤꦲꦤꦺꦼꦩ꧀ꦁꦒꦸ

8.

Apa aran desane kakungku?

ꦲꦏ꧀ꦸꦭꦤꦏꦼꦭꦸꦮꦂꦒꦏ꧀ꦸꦢꦸꦱꦮꦤꦶꦉꦚ꧀ꦕꦤꦧꦏ꧀ꦭꦱꦭꦺꦴꦭꦤꦩꦼꦚ꧀ꦁ ꦒꦿꦶꦪꦱꦤꦏ꧀

ꦏ꧀ꦸꦁꦏ꧀ꦸꦏ꧀ꦁꦲꦤꦲꦁꦱꦢꦺꦠꦤ ꦝꦤꦱꦫꦶ

9.

Aku lan keluarga budal jam pira?

ꦲꦏ꧀ꦸꦭꦤꦏꦼꦭꦸꦮꦂꦒꦧꦸꦣꦭꦱꦏ꧀ꦱꦲꦴꦩ꧀ꦃꦗꦩ꧀꧀

10.

Nalika aku ing omahe kakungku, aku dijak dolan ngendi wae?

ꦤꦭꦶꦏ꧀ꦲꦁꦱꦲꦴꦩ꧀ꦱꦲꦏ꧀ꦏ꧀ꦸꦁꦏ꧀ꦸ꧈ꦲꦏ꧀ꦸꦢꦶꦲꦗꦱꦏ꧀ꦺꦴꦭꦤꦩꦼꦚ꧀ꦁꦏ꧀ꦭꦶ꧈ꦺꦮꦃꦭ

ꦤꦏꦼꦱꦧꦴꦤ꧀

(14)

LKPD

Ora krasa wis preian sekolah sing suwene ana seminggu, aku lan keluargaku duweni rencana bakal dolan menyang griyane kakungku kang ana ing desa tandan sari. Desane kakungku terkenal ijek asri, kaline bening, lan sawah-sawahe katon ijo royo-royo. Perjalanan teka omahku menyang omahe kakungku butuh wektu 4 jam.

꧋ꦱꦲꦴꦫ ꦏ꧀ꦿꦺꦮꦶꦱꦺꦺꦲꦶꦪꦤꦱꦼꦱꦏ꧀ꦴꦭꦃꦺꦁꦺꦸꦱꦮꦱꦤꦲꦤꦺꦼꦩ꧀ꦁꦒꦸ꧈ꦲꦏ꧀ꦸ

ꦭꦤꦏꦼꦭꦸꦮꦂꦒꦏ꧀ꦸꦢꦸꦱꦮꦤꦶꦉꦚ꧀ꦕꦤꦧꦏ꧀ꦭꦱꦭꦺꦴꦭꦤꦩꦼꦚ꧀ꦁ ꦒꦿꦶꦪꦱꦤꦏ꧀ꦏ꧀ꦸꦁꦏ꧀ꦸ

ꦏ꧀ꦁꦲꦤꦲꦁꦱꦢꦺꦠꦤ ꦝꦤꦱꦫꦶ꧉ꦱꦢꦺꦱꦤꦏ꧀ꦏ꧀ꦸꦁꦏ꧀ꦸꦠꦂꦏ꧀ꦼꦤꦭꦲꦶꦱꦗꦏ꧀ꦲ ꦺꦿꦶ꧈

ꦏ꧀ꦭꦶꦱꦤꦧꦼꦤꦁ꧈ꦭꦤꦱꦮꦃꦺꦮꦱꦲꦏ꧀ꦱꦠꦴꦤꦲꦶꦱꦗꦴꦱꦫꦴꦱꦪꦴꦱꦫꦴꦱꦪꦴ꧉

ꦠꦂꦗꦭꦤꦤꦺꦼꦏ꧀ꦱꦲꦴꦩ꧀ꦃꦏ꧀ꦸꦩ꧀ꦼꦚ꧀ꦁꦱꦲꦴꦩ꧀ꦱꦲꦏ꧀ꦏ꧀ꦸꦁꦏ꧀ꦸꦧꦸꦠꦸꦃꦮꦼꦏ꧀ꦠꦸ꧇꧔꧇ꦗꦩ꧀꧀꧈

bar sholat subuh aku wes semangat adus lan nyiapake klambi ganti nalika preiyan ing kono.

ora lali ibukku uga nyiapake sangu kanggo ing dalan. Akeh kaendahan mergane dalan menyang omahe kakungku ngelewati gunung lan hutan.

꧋ꦧꦂꦱꦺꦴꦭꦠꦸꦧꦸꦃꦲꦏ꧀ꦸꦮꦼꦺꦱꦼꦩ꧀ꦔꦠꦲꦢꦸꦺꦭꦤꦚ ꦶꦪꦠꦱꦏ꧀ꦏ꧀ꦭꦩ꧀ꦧꦶꦒꦤꦺꦶꦤꦭꦶ

ꦏ꧀ꦱ ꦠꦿꦲꦶꦪꦤꦲꦁꦱꦏ꧀ꦴꦱꦤꦴ꧉ꦱꦲꦴꦫꦭꦭꦶꦲꦶꦧꦸꦏ꧀ꦏꦸꦲꦸꦒꦚ꧀ꦶꦪꦠꦱꦏ꧀ꦺꦔꦸ

ꦏ꧀ꦁꦱꦒꦴꦲꦁꦢꦭꦤ꧀꧈ꦲꦱꦏ꧀ꦃꦏ꧀ꦱꦲꦤꦺꦲꦤꦩꦂꦒꦱꦤꦢꦭꦤꦩꦼꦚ꧀ꦁꦱꦲꦴꦩ꧀ꦃꦱꦲ

ꦏ꧀ꦏ꧀ꦸꦁꦏ꧀ꦸꦔꦼꦱꦭꦮꦠꦶꦒꦸꦤꦸꦁꦭꦤꦸꦠꦤ꧀꧈

(15)

Aku lan keluarga budal saka omah jam 7 esuk numpak mobile bapak. nalika ing dalan aku lan bapak akeh crita tentang pengalamane bapak pas isih cilik ing omahe kakungku. Aku duwe rencana pingin dolan ing kali, sawah lan kebonne kakung.

꧋ꦲꦏ꧀ꦸꦭꦤꦏꦼꦭꦸꦮꦂꦒꦧꦸꦣꦭꦱꦏ꧀ꦱꦲꦴꦩ꧀ꦃꦗꦩ꧀꧀꧇꧗꧇ꦱꦲꦺꦸꦏ꧀ꦸꦩ꧀ꦥꦱꦏ꧀ꦩꦴꦧꦶ

ꦱꦭꦧꦠꦏ꧀꧀꧈ꦤꦭꦶꦏ꧀ꦲꦁꦢꦭꦤꦲꦏ꧀ꦸꦭꦤꦧꦠꦏ꧀ꦲꦱꦏ꧀ꦃ ꦕꦿꦶꦠꦠꦼꦤꦺꦁꦠꦼꦔꦭ ꦩ꧀ꦱꦤꦧꦠꦏ꧀ꦥꦺꦲꦶꦺꦶꦃꦕꦶꦭꦶꦏ꧀ꦲꦁꦱꦲꦴꦩ꧀ꦃꦱꦲꦏ꧀ꦏ꧀ꦸꦁꦏ꧀ꦸ꧉ꦲꦏ꧀ꦸꦢꦸꦱꦮꦉꦚ꧀ꦕ ꦤꦠꦶꦔꦶꦱꦤꦺꦴꦭꦤꦲꦁꦏ꧀ꦭꦶ꧈ꦺꦮꦃꦭꦤꦏꦼꦱꦧꦴꦱꦤꦺꦏ꧀ꦏ꧀ꦸꦁ꧉

Ora krasa crita ngalor-ngidul wayah jam 12 awan meh tekan omahe kakungku. Kakungku ketok wes siyap ngenteni ing ngarep omah. nalika ing omahe kakungku, aku diajak dolan menyang kali, sawah lan kebon. Aku seneng bisa preiyan sekolah ing desane kakungku

꧋ꦱꦲꦴꦫ ꦏ꧀ꦿꦺ ꦕꦿꦶꦠꦔꦱꦭꦴꦂꦔꦶꦢꦸꦭꦮꦪꦃꦗꦩ꧀꧀꧇꧑꧒꧇ꦲꦮꦱꦤꦩꦃꦠꦼꦏ꧀ꦱꦤꦲꦴ

ꦩ꧀ꦱꦲꦏ꧀ꦏ꧀ꦸꦁꦏ꧀ꦸ꧉ꦏ꧀ꦏ꧀ꦸꦁꦏ꧀ꦸꦏ꧀ꦼꦱꦠꦴꦏ꧀ꦮꦶꦺꦱꦶꦪꦠꦔꦼꦱꦤꦺꦤꦶꦲꦁꦔꦉꦱꦠꦲꦴꦩ꧀ꦃ꧉ꦤ ꦭꦶꦏ꧀ꦲꦁꦱꦲꦴꦩ꧀ꦱꦲꦏ꧀ꦏ꧀ꦸꦁꦏ꧀ꦸ꧈ꦲꦏ꧀ꦸꦢꦶꦲꦗꦱꦏ꧀ꦺꦴꦭꦤꦩꦼꦚ꧀ꦁꦏ꧀ꦭꦶ꧈ꦺꦮꦃꦭꦤꦏꦼ

ꦱꦧꦴꦤ꧀꧈ꦲꦏ꧀ꦸꦺꦼꦤꦁꦧꦶꦺꦱ ꦠꦿꦲꦶꦪꦤꦱꦼꦱꦏ꧀ꦴꦭꦃꦲꦁꦱꦢꦺꦱꦤꦏ꧀ꦏ꧀ꦸꦁꦏ꧀ꦸ꧉

Pertama mlebu yaiku dina senen aku seneng lan semangat. Aku gumun amerga sekolah SMP gedhe lan amba tinimbang SD, uga murid-muride akeh banget. Kagiyatan pertama diwiwiti upacara bendera dening Bapak Ibu guru huga kakang kelas 8 lan 9.

꧋ꦠꦂꦠꦩ꧀ꦩ꧀ꦭꦼꦧꦸꦪꦲꦶꦏ꧀ꦸꦢꦶꦤꦺꦼꦱꦤꦤꦲꦏ꧀ꦸꦺꦼꦤꦁꦭꦤꦱꦼꦩ꧀ꦔꦠ꧀꧈ꦲꦏ꧀ꦸꦒꦸꦩ꧀ꦸ

ꦤꦲꦱꦩ꧀ꦂꦒꦺꦼꦱꦏ꧀ꦴꦭꦃꦱꦲꦱꦺꦱꦩ꧀ꦥꦒꦼꦱꦣꦭꦤꦲꦩ꧀ꦧꦠꦶꦤꦶꦩ꧀ꦧꦁꦱꦲꦱꦺ ꦝ꧈ꦲꦸ

ꦒꦩ꧀ꦸꦫꦶꦢꦸꦫꦶꦱꦢꦲꦱꦏ꧀ꦃꦧꦔꦼꦠ꧀꧈ꦏ꧀ꦒꦶꦪꦠꦤꦥꦂꦠꦩ꧀ꦣꦶꦮꦶꦮꦶꦠꦶꦲꦸꦠꦕꦫ

ꦧꦼꦱꦤ ꦝꦫꦱꦢꦤꦁꦧꦠꦏ꧀ꦲꦶꦧꦸꦒꦸꦫꦸꦲꦸꦒꦏ꧀ꦏ꧀ꦁꦏ꧀ꦼꦭꦺ꧀꧇꧘꧇ꦭꦤ꧀꧇꧙꧇꧉

(16)

sekolah anyarku adoh saka umah, aku duwe kanca lan bapak ibu guru anyar. Ket dina minggu Bapak lan Ibukku wis pada ngandani aku kanggo nyiapake kebutuhan sekolah, kaya sepatu, tas uga kabeh alat tulis supaya dina pertamaku mlebu sekolah SMP lancar ora keteteran.

꧋ꦺꦼꦱꦏ꧀ꦴꦭꦃꦲꦚ꧀ꦂꦏ꧀ꦸꦲꦱꦢꦴꦃꦺꦏ꧀ꦲꦸꦩ꧀ꦃ꧈ꦲꦏ꧀ꦸꦢꦸꦱꦮꦏ꧀ꦚ꧀ꦕꦭꦤꦧꦠꦏ꧀ꦲꦶ

ꦧꦸꦒꦸꦫꦸꦲꦚ꧀ꦂ꧉ꦱꦏ꧀ꦠꦺꦶꦤꦩ꧀ꦁꦒꦸꦧꦠꦏ꧀ꦭꦤꦲꦶꦧꦸꦏ꧀ꦏꦸꦮꦶꦺꦥꦣꦔꦤ ꦝꦤꦶꦲꦏ꧀ꦸꦏ꧀ꦁ

ꦱꦒꦴꦚ꧀ꦶꦪꦠꦱꦏ꧀ꦏ꧀ꦼꦧꦸꦠꦸꦲꦤꦱꦼꦱꦏ꧀ꦴꦭꦃ꧈ꦏ꧀ꦪꦺꦼꦠꦠꦸ꧈ꦠꦺꦸꦒꦏ꧀

ꦱꦧꦃꦲꦭꦠꦠꦸꦭꦶꦺꦸꦠꦪꦣꦶꦤꦠꦂꦠꦩ꧀ꦏ꧀ꦸꦩ꧀ꦭꦼꦧꦸꦺꦼꦱꦏ꧀ꦴꦭꦃꦱꦲꦱꦺꦱꦩ꧀ꦥꦭ ꦚ꧀ꦕꦂꦱꦲꦴꦫꦏ꧀ꦼꦱꦠꦱꦠꦫꦤ꧀꧉

LKPD 2

Ajisaka, Pengembara ingkang mapan wonten ing Nagari Majethi, gadhah pasuryan ingkang sae lan gadhah kapribaden ingkang sae ugi. Piyambakipun gadhah keris ingkang

dipuntitipaken dhateng Sembadha punggawanipun. Sembadha, Punggawanipun Ajisaka ingkang njagi lan mbeta kerisipun Ajisaka, gadhah sipat patuh kaliyan Ajisaka.

꧋ꦄꦗꦶꦺꦏ꧀꧈ꦠꦼꦔꦼꦩ꧀ꦧꦫꦲꦁꦏ꧀ꦁꦩ꧀ꦠꦱꦤꦮꦴꦤꦺꦼꦤꦲꦁꦤꦒꦫꦶꦩ꧀ꦗꦼꦛꦶ꧈ꦒꦣꦃꦠꦺꦸꦂꦪ ꦤꦲꦁꦏ꧀ꦁꦺꦱꦲꦭꦤ ꦒꦣꦃꦏ꧀ ꦠꦿꦶꦧꦱꦣꦤꦲꦁꦏ꧀ꦁꦺꦱꦲꦲꦸꦒꦶ꧉ꦠꦶꦪꦩ꧀ꦧꦏ꧀ꦶꦠꦸꦤ ꦒꦣꦃ

ꦏ꧀ꦼꦫꦶꦺꦲꦁꦏ꧀ꦁꦢꦶꦠꦸꦤꦺꦶꦠꦶꦠꦏ꧀ꦼꦤ ꦝꦠꦁꦺꦼꦩ꧀ꦧꦣꦠꦸꦁꦒꦮꦤꦶꦠꦸꦤ꧀꧉ꦯꦼꦩ꧀ꦧꦣ꧈ꦠꦸꦁꦒꦮꦤꦶ

ꦠꦸꦤ꧀ꦄꦗꦶꦺꦏ꧀ꦲꦁꦏ꧀ꦁꦚ꧀ꦗꦒꦶꦭꦤꦧꦼꦠꦏ꧀ꦼꦫꦶꦺꦱꦶꦠꦸꦤ꧀ꦄꦗꦶꦺꦏ꧀꧈ꦒꦣꦃꦺꦶꦠ ꦠꦥꦠꦸꦃꦏ꧀ꦭꦶꦪꦤ꧀ꦄꦗꦶꦺꦏ꧀꧉

Prabu dewata cengkar, Satunggaling raja wonten ing Nagari Madhangkamulan ingkang remen dhahar daging manungsa, dipunwiwiti saking juru masak istana ingkang drijinipun boten sengaja keiris lajeng mlebet wonten ing masakan lan nggadhahi pribadi awon. Dhora, Punggawanipun Ajisaka ingkang ngancani Ajisaka ngembara dhateng Majethi, gadhah sipat sumeh saha patuh kaliyan Ajisaka

(17)

꧋ꦦꦿꦧꦸꦱꦣꦮꦠꦕꦁꦏ꧀ꦂ꧈ꦺꦠꦸꦁꦒꦭꦁꦫꦗꦱꦮꦴꦤꦺꦼꦤꦲꦁꦤꦒꦫꦶꦩ꧀ꦣꦁꦏ꧀ꦩ꧀ꦸꦭꦤꦲꦁ

ꦏ꧀ꦁꦉꦩ꧀ꦼꦤ ꦝꦲꦂꦢꦒꦁꦩ꧀ꦤꦸꦁꦺ꧈ꦢꦶꦠꦸꦤꦮꦶꦮꦶꦠꦶꦺꦏ꧀ꦁꦗꦸꦫꦸꦩ꧀ꦺꦏ꧀ꦲꦶꦺꦺꦤꦲꦁꦏ꧀ꦁ ꦢꦿꦶꦗꦶꦤꦶ

ꦠꦸꦱꦤꦧꦴꦠꦼꦤꦱꦼꦔꦗꦏ꧀ꦼꦲꦶꦫꦶꦺꦭꦗꦁꦩ꧀ꦭꦼꦧꦼꦱꦠꦮꦴꦤꦺꦼꦤꦲꦁꦩ꧀ꦺꦏ꧀ꦭꦤꦲꦁꦒꦣꦃꦲꦶ ꦠꦿꦶ

ꦧꦣꦶꦲꦱꦮꦴꦤ꧀꧈ꦱꦣꦴꦫ꧈ꦠꦸꦁꦒꦮꦤꦶꦠꦸꦤ꧀ꦄꦗꦶꦺꦏ꧀ꦲꦁꦏ꧀ꦁꦔꦚ꧀ꦕꦤꦶꦄꦗꦶꦺꦏ꧀

ꦔꦼꦩ꧀ꦧꦫꦣꦱꦠꦁꦩ꧀ꦗꦼꦛꦶ꧈ꦒꦣꦃꦺꦶꦠꦠꦸꦱꦩ꧀ꦃꦺꦲꦠꦠꦸꦃꦏ꧀ꦭꦶꦪꦤ꧀ꦄꦗꦶꦺꦏ꧀

Dipuncariyosaken, Ajisaka kaliyan para punggawanipun Dhora lan Sembadha rawuh dhateng papanipun Prabu Dewata Cengkar, raja saking Kerajan Madhangkamulan. saperlu nantang raja kalawau. Ajisaka nantang Prabu Dewata Cengkar kangge mangan Ajisaka, nanging kagungan sarat kangge Prabu Dewata Cengkar kedah paring laladanipun jumbuh kaliyan dawanipun surban ingkang wonten ing jangganipun Ajisaka.

꧋ꦢꦶꦠꦸꦚ꧀ꦕꦫꦶꦱꦪꦴꦺꦏ꧀ꦼꦤ꧀

ꦄꦗꦶꦺꦏ꧀ꦏ꧀ꦭꦶꦪꦤꦥꦫꦠꦸꦁꦒꦮꦤꦶꦠꦸꦱꦤ ꦝꦴꦫꦭꦤ ꦯꦼꦩ꧀ꦧꦣꦫꦮꦸꦃꦣꦱꦠꦁꦠꦠꦤꦶꦠꦸ

ꦤꦿꦧꦸꦱꦣꦮꦠꦕꦁꦏ꧀ꦂ꧈ꦫꦗꦺꦏ꧀ꦁꦏ꧀ꦼꦫꦗꦤꦩꦣꦁꦏ꧀ꦩ꧀ꦸꦭꦤ꧀꧈ꦺꦠꦂꦭꦸꦤꦤꦺꦁꦫꦗꦏ꧀

ꦭꦮꦲꦸ꧉ꦄꦗꦶꦺꦏ꧀ꦤꦤꦺꦁꦦꦿꦧꦸꦱꦣꦮꦠꦕꦁꦏ꧀ꦂꦏ꧀ꦁꦱꦒꦩ꧀ꦔꦤ꧀ꦄꦗꦶꦺꦏ꧀꧈ꦤꦔꦁ

ꦏ꧀ꦒꦸꦔꦤꦱꦫꦠꦏꦁꦱꦒꦦꦿꦧꦸꦱꦣꦮꦠꦕꦁꦏ꧀ꦂꦏ꧀ꦼꦢꦃꦠꦫꦁꦭꦭꦣꦤꦶꦠꦸꦤꦸꦩ꧀ꦸꦃꦏ꧀ꦭꦶ

ꦪꦤꦺꦮꦤꦶꦠꦸꦤꦸꦂꦧꦤꦲꦁꦏ꧀ꦁꦱꦮꦴꦤꦺꦼꦤꦁꦗꦁꦒꦤꦶꦠꦸꦤ꧀ꦄꦗꦶꦺꦏ꧀꧉

Prabu Dewata Cengkar setuju kaliyan saratipun Ajisaka. Nanging, amargi kekiyatipun Ajisaka, surban ingkang saweg dipunukur dening Prabu Dewata Cengkar menika, nggadhahi dawa ngantos ing penggiring segara kidul. Ajisaka nyurung Prabu Dewata Cengkar dhateng segara kidul lajeng Prabu Dewata Cengkar ewah dados baya pethak, lan Ajikasa dados raja wonten ing Kerajaan Madhangkamulan.

(18)

꧋ꦦꦿꦧꦸꦱꦣꦮꦠꦕꦁꦏ꧀ꦂꦺꦼꦠꦸꦗꦸꦏ꧀ꦭꦶꦪꦤꦱꦫꦠꦶꦠꦸꦤ꧀ꦄꦗꦶꦺꦏ꧀꧉ꦤꦔꦁ꧈ꦲꦩ꧀ꦂ

ꦒꦶꦏ꧀ꦼꦏ꧀ꦶꦪꦠꦶꦠꦸꦤ꧀ꦄꦗꦶꦺꦏ꧀꧈ꦺꦸꦂꦧꦤꦲꦁꦏ꧀ꦁꦺꦮꦼꦒꦺꦶꦠꦸꦤꦸꦏ꧀ꦸꦂꦱꦢꦤꦁꦦꦿꦧꦸꦣꦼꦮ ꦠꦕꦁꦏ꧀ꦂꦩ꧀ꦼꦤꦶꦏ꧀꧈ꦲꦁꦒꦣꦲꦶꦢꦮꦔꦱꦤꦺꦴꦺꦲꦁꦠꦁꦒꦶꦫꦁꦺꦼꦒꦫꦏ꧀ꦶꦢꦸꦭ꧀꧈ꦄꦗꦶꦺ

ꦏ꧀ꦚ꧀ꦸꦫꦸꦁꦦꦿꦧꦸꦱꦣꦮꦠꦕꦁꦏ꧀ꦂꦣꦠꦁꦺꦼꦒꦫꦏ꧀ꦶꦢꦸꦭꦭꦤ꧀ꦄꦗꦶꦺꦏ꧀ꦢꦱꦢꦴꦺꦫꦗ ꦱꦮꦴꦤꦺꦼꦤꦲꦁꦏ꧀ꦼꦫꦗꦤꦩꦣꦁꦏ꧀ꦩ꧀ꦸꦭꦤ꧀꧈

Ajisaka ndhawuhi Dhora supados mundhut keris ingkang dipuntitipaken dhateng Sembadha wonten ing Pulau Majethi. Sembadha tetep boten purun maringaken keris dhateng Dhora amargi Sembadha patuh kaliyan dhawuhipun Ajisaka. Dhawuhipun Ajisaka inggih menika ampun maringaken keris dhateng sinten kemawon kejawi dhateng Ajisaka piyambak.

꧋ꦄꦗꦶꦺꦏ꧀ꦤ ꦝꦮꦸꦲꦶꦱꦣꦴꦫꦺꦸꦠꦱꦢꦴꦺꦸꦤꦸꦠꦏꦼꦫꦶꦺꦲꦁꦏ꧀ꦁꦢꦶꦠꦸꦤꦺꦶꦠꦶꦠꦏ꧀ꦼꦤ ꦝꦠꦁꦯꦼ

ꦩ꧀ꦧꦣꦱꦮꦴꦤꦺꦼꦤꦲꦁꦠꦸꦭꦭꦴꦩ꧀ꦗꦼꦛꦶ꧉ꦯꦼꦩ꧀ꦧꦣꦠꦼꦠꦼꦱꦠꦧꦴꦠꦼꦤꦸꦫꦸꦤꦩꦫꦶꦔꦏ꧀ꦼꦤꦏꦼꦫꦶ

ꦺ ꦝꦠꦁꦱꦣꦴꦫꦲꦩ꧀ꦂꦒꦶꦯꦼꦩ꧀ꦧꦣꦠꦠꦸꦃꦏ꧀ꦭꦶꦪꦤ ꦝꦮꦸꦲꦶꦠꦸꦤ꧀ꦄꦗꦶꦺꦏ꧀꧉ꦣꦮꦸꦲꦶ

ꦠꦸꦤ꧀ꦄꦗꦶꦺꦏ꧀ꦲꦁꦒꦶꦃꦩ꧀ꦼꦤꦶꦏ꧀ꦲꦩ꧀ꦸꦤꦩꦫꦶꦔꦏ꧀ꦼꦤꦏꦼꦫꦶꦺ ꦝꦠꦁꦺꦶꦤꦺꦼꦱꦤꦏꦩ꧀ꦱꦮꦴꦤꦏꦼꦗ ꦮꦶꦣꦠꦁꦄꦗꦶꦺꦏ꧀ꦠꦶꦪꦩ꧀ꦧꦏ꧀꧀꧈

Amargi Sembadha nindakaken dhawuhipun Ajisaka, satemah kedadean perang antawisipun Sembadha lan Dhora ingkang nyebabaken nyebabhakenkekalihipun seda. Amargi Sembadha lan Dhora sami saktinipun. Ajisaka ingkang mireng saking salah satunggaling punggawa kerajaan bilih Sembadha lan Dhora seda. Ajisaka nembe kemutan kaliyan dhawuhipun dhateng Sembadha bilih ampun maringaken kerisipun dhateng tiyang sanes kejawi Ajiaka piyambak.

(19)

꧋ꦄꦩ꧀ꦂꦒꦶꦯꦼꦩ꧀ꦧꦣꦤꦶꦤꦺꦏ꧀ꦏ꧀ꦼꦤ ꦝꦮꦸꦲꦶꦠꦸꦤ꧀ꦄꦗꦶꦺꦏ꧀꧈ꦺꦠꦼꦩ꧀ꦃꦏ꧀ꦼꦢꦱꦢꦪꦤꦥꦼ

ꦫꦁꦲꦤꦺꦮꦶꦺꦶꦠꦸꦱꦤ ꦝꦴꦫꦭꦤ ꦯꦼꦩ꧀ꦧꦣꦲꦁꦏ꧀ꦁꦚ꧀ꦼꦧꦧꦲꦏ꧀ꦼꦤꦏꦼꦏ꧀ꦭꦶꦲꦶꦠꦸꦱꦤꦱꦱꦢꦴ

꧉ꦲꦩ꧀ꦂꦒꦶꦯꦼꦩ꧀ꦧꦣꦭꦱꦤ ꦝꦴꦫꦺꦩ꧀ꦶꦺꦏ꧀ꦺꦶꦤꦶꦠꦸꦤ꧀꧈ꦄꦗꦶꦺꦏ꧀ꦲꦁꦏ꧀ꦁꦩ꧀ꦶꦉꦁꦺꦏ꧀ꦁꦺ

ꦭꦃꦺꦠꦸꦁꦒꦭꦁꦠꦸꦁꦒꦮꦏ꧀ꦼꦫꦗꦤꦧꦶꦭꦶꦃꦯꦼꦩ꧀ꦧꦣꦭꦱꦤ ꦝꦴꦫꦱꦺꦱꦢꦴ꧉ꦄꦗꦶꦺꦏ꧀ꦤꦼ

ꦱꦩ꧀ꦧꦱꦏ꧀ꦩ꧀ꦸꦠꦤꦏꦭꦶꦪꦤ ꦝꦮꦸꦲꦶꦠꦸꦤ ꦝꦠꦁꦯꦼꦩ꧀ꦧꦣꦧꦶꦭꦶꦃꦲꦩ꧀ꦸꦤꦩꦫꦶꦔꦏ꧀ꦼꦤꦏꦼꦫꦶꦺꦶꦠꦸ

ꦤ ꦝꦠꦁꦠꦶꦪꦁꦺꦱꦤꦺꦏꦼꦗꦮꦶꦄꦗꦶꦺꦏ꧀ꦠꦶꦪꦩ꧀ꦧꦏ꧀꧀꧈

Soal Post Test

1.

klambimu warna abang:

ꦏ꧀ꦭꦩ꧀ꦧꦶꦩ꧀ꦸꦮꦂꦤꦲꦧꦁ

2.

Aku lair tanggal 17 September 2001:

ꦲꦏ꧀ꦸꦭꦲꦂꦠꦁꦒꦭ꧀꧇꧑꧗꧇ꦱꦺꦱꦠꦺꦩ꧀ꦧꦂ꧇꧒꧐꧐꧑꧇

3.

Fatimah dadi juara 1 lomba macapat:

ꦠ꦳ꦠꦶꦩ꧀ꦃꦢꦢꦶꦗꦸꦮꦫ꧇꧑꧇ꦱꦭꦴꦩ꧀ꦧꦩ꧀ꦕꦠꦠ꧀

4.

Aku duwe adhi 2 lanang kabeh:

ꦲꦏ꧀ꦸꦢꦸꦱꦮꦲꦣꦶ꧇꧒꧇ꦭꦤꦁꦏ꧀ꦱꦧꦃ

5.

Cerkak iku singkatan saka cerita cekak :

ꦕꦂꦏ꧀ꦏ꧀ꦲꦶꦏ꧀ꦸꦺꦁꦏ꧀ꦠꦤꦱꦏ꧀ꦕꦼꦫꦶꦠꦕꦼꦏ꧀ꦏ꧀꧀

(20)

6.

Sore iki udan tiba ana ing sasi September :

ꦱꦺꦴꦱꦫꦲꦶꦏ꧀ꦶꦲꦸꦢꦤꦺꦶꦧꦲꦤꦲꦁꦺꦺꦶꦱꦺꦱꦠꦺꦩ꧀ꦧꦂ

7.

Pirang dina preine sekolah?

ꦱꦲꦴꦫ ꦏ꧀ꦿꦺꦮꦶꦱꦺꦺꦲꦶꦪꦤꦱꦼꦱꦏ꧀ꦴꦭꦃꦺꦁꦺꦸꦱꦮꦱꦤꦲꦤꦺꦼꦩ꧀ꦁꦒꦸ

8.

Apa aran desane kakungku?

ꦲꦏ꧀ꦸꦭꦤꦏꦼꦭꦸꦮꦂꦒꦏ꧀ꦸꦢꦸꦱꦮꦤꦶꦉꦚ꧀ꦕꦤꦧꦏ꧀ꦭꦱꦭꦺꦴꦭꦤꦩꦼꦚ꧀ꦁ ꦒꦿꦶꦪꦱꦤꦏ꧀

ꦏ꧀ꦸꦁꦏ꧀ꦸꦏ꧀ꦁꦲꦤꦲꦁꦱꦢꦺꦠꦤ ꦝꦤꦱꦫꦶ

9.

Aku lan keluarga budal jam pira?

ꦲꦏ꧀ꦸꦭꦤꦏꦼꦭꦸꦮꦂꦒꦧꦸꦣꦭꦱꦏ꧀ꦱꦲꦴꦩ꧀ꦃꦗꦩ꧀꧀

10.

Nalika aku ing omahe kakungku, aku dijak dolan ngendi wae?

ꦤꦭꦶꦏ꧀ꦲꦁꦱꦲꦴꦩ꧀ꦱꦲꦏ꧀ꦏ꧀ꦸꦁꦏ꧀ꦸ꧈ꦲꦏ꧀ꦸꦢꦶꦲꦗꦱꦏ꧀ꦺꦴꦭꦤꦩꦼꦚ꧀ꦁꦏ꧀ꦭꦶ꧈ꦺꦮꦃꦭ

ꦤꦏꦼꦱꦧꦴꦤ꧀

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan membaca dan menulis aksara Jawa dengan media flash card aksara Jawa pada anak tunalaras kelas III SLB E Bhina

Pada penelitian ini, ruang lingkup yang menjadi pembahasan dalam buku kerja gladhen aksara Jawa adalah materi aksara Jawa kelas IV SD yaitu (1) memahami kata dan

Jawa khususnya untuk belajar membaca dan menulis aksara Jawa. Rendahnya hasil belajar membaca dan menulis aksara Jawa siswa kelas 4 SD N Giwangan pada mata pelajaran

Tujuan dari pembuatan media pembelajaran ini adalah untuk membantu pembelajaran aksara Jawa dengan pokok bahasan sejarah aksara Jawa dalam cerita ajisaka, aksara

Tesis yang berjudul “ Model Multimedia Interaktif Untuk Meningkatkan Pemahaman dan Daya Tarik Pembelajaran Aksara Jawa Kelas X di SMA Negeri 3 Ponorogo ” ini adalah karya

Menyatakan bahwa skripsi saya berjudul “PENGGUNAAN MEDIA PERMAINAN MONOPOLI AKSARA JAWA UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MEMBACA AKSARA JAWA DALAM MATA PELAJARAN BAHASA

Halaman menu aksara dasar merupakan halaman yang digunakan untuk memberikan informasi dan pembelajaran tentang huruf dasar aksara jawa. Untuk menuju fitur ini pengguna

Maka dari itu diperlukan perancangan user interface aplikasi multimedia AJISAKA sebagai media pembelajaran aksara Jawa untuk menarik minat anak-anak dalam belajar