TUGAS LAPORAN
MANAJEMEN OPRASI DAN PRODUKSI
(BUKET BUNGA)
AGNES MONICA 210301017
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS SISINGAMANGARAJA XII TAPUT
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur saya panjatkan kepada Tuhan yang Maha Esa atas Rahmat dan karunia-Nya sehingga pembuatan laporan dengan judul “MANAJEMEN OPERASI DAN PRODUKSI” ini dapat kami selesaikan dengan baik.
Laporan ini disusun dengan maksud untuk memenuhi tugas mata kuliah Manajemen operasi dan produksi. Penulis menyadari bahwa makalah ini tentunya masih banyak kekurangannya.
Oleh karena itu atas saran dari berbagai pihak sangat diharapkan yang bersifat membangun dan berguna untuk pembenahan dan penyempurnaan serta penulisan laporan selanjutnya. Pada kesempatan Ini Kami ucapkan terimakasih kasih. Semoga laporan ini dapat berguna dan bermanfaat bagi kita semua.
Silangit, 25 Oktober 2023
Agnes Monica
DAFTAR ISI
Kata pengantar...ii
Daftar isi...iii
BAB I PENDAHULUAN...4
1.1 Latar belakang...4
1.2 Rumusan masalah...4
BAB II PEMBAHASAN...5
2.1 Pengertian manajemen operasi ...5
2.2 pengertian manajemen produksi ...6
2.3 Faktor produksi...6
2.4 pembuatan buket ……….9
BAB III PENUTUP...10
3.2 kesimpulan………....10
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Perusahaan dalam menjalankan aktivitasnya baik perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa maupun barang mempunyai tujuan yang sama yaitu memperoleh keuntungan. Selain itu perusahaan juga ingin memberikan kepuasan kepada konsumen atas produk yang yang dihasilkannya, karena kepuasan konsumen menjadi tolak ukur dari keberhasilan perusahaan dalam menghasilkan produk yang berkualitas, dan yang diinginkan oleh konsumen. Dalam mencapai strategi pemasaran yang tepat dan terbaik untuk diterapkan, salah satunya perusahaan dapat melihat dari faktor bauran pemasaran.
Hal tersebut penting karena bauran pemasaran merupakan salah satu pokok pertimbangan konsumen dalam melakukan keputusan pembelian suatu produk. Jika perusahaan tidak peka terhadap apa yang dibutuhkan oleh konsumen, maka dapat dipastikan bahwa perusahaan akan kehilangan banyak kesempatan untuk menjaring konsumen dan produk yang ditawarkan akan sia-sia. Pemasaran merupakan salah satu ilmu ekonomi yang telah lama berkembang, dan sampai pada saat sekarang ini pemasaran sangat mempengaruhi keberhasilan suatu perusahaan untuk bisa bertahan di dalam pangsa pasar. oleh karena itu diperlukan strategi pemasaran yang dapat memberikan pengaruh untuk menentukan berhasil atau tidaknya dalam memasarkan produknya.
Apabila strategi pemasaran yang dilaksanakan perusahaan tersebut mampu memasarkan produknya dengan baik, hal ini akan berpengaruh terhadap tujuan perusahaan.
Manajemen operasi (MO) mulai berkembang pesat sejak tahun 1910-an. Pada saat itu Frederick W Taylor mengembangkan konsep yang terkait dengan efisiensi di bidang produksi dengan menggunakan pendekatan ilmiah untuk menghitung produktivitas, menggunakan fungsi manajemen untuk menemukan dan menggunakan aturan dan prosedur dalam operasi system produksi.
1.2 RUMUSAN MASALAH 1. Apa itu Manajemen Operasi?
2. Apa itu Manajemen Produksi?
3. Menjelaskan apa sajakah faktor-faktor produksi itu?
4. Contoh operasi dan produksi pada “bolen pisang coklat”
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Manajemen Operasi
Istilah "Operasi" (Operations) dalam Production/Operations Management diartikan sebagai kumpulan dari seluruh kegiatan yang berhubungan dengan produksi barang dan jasa. Sedangkan "Production" diartikan sebagai proses konversi sumber-sumber yang dimiliki perusahaan menjadi output. Selanjutnya, istilah "Management" diartikan sebagai pengelolaan yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengkoordinasian, dan pengendalian. Dengan demikian, Production/Operations Management didefinisikan sebagai pengelolaan (perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengkoordinasian, dan pengendalian) semua kegiatan yang secara langsung berhubungan dengan produksi barang dan jasa (James R Evan, Applied Production and Operations Management).
Dalam perencanaan manajemen produksi/operasi, perencanaan hingga pengambilan keputusan dilakukan dengan menggunakan pendekatan kalsifikasi hirarkhis (Hierarchical Classifications). Artinya, perencanaan dan keputusan ditempatkan pada tiga kategori yakni:
a) Keputusan dan Rencana Strategik.
Pada tataran ini, perencanaan dan keputusan memiliki skop yang luas dan meliputi seperti misalnya, penentuan product line, distribution and marketing channel, new plant and warehouse dll.
b) Keputusan dan Rencana Taktis
Merupakan keputusan-keputusan perencanaan taktis terutama yang terkait penyusunan skedul operasi, alokasi dana, penggunaan mesin, perencanaan tingkat produksi , penentuan jumlah tenaga kerja yang diperlukan, penentuan perlu tidaknya lembur, penentuan perlu tidaknya persediaan dan berapa banyak.
c) Keputusan dan Rencana Operasional
Merupakan keputusan jangka pendek yang terkai misalnya menetukan pekerjaan yang harus dilakukan hari ini atau minggu ini, menentukan siapa melakukan tugas apa, menentukan tugas-tugas apa yang harus diprioritaskan. Perencanaan dan keputusan operasional ini merupakan tingkatan yang terakhir yang mencakup perencanan dan keputusan tugas-tugas rutin sehari-hari, nisalnya penjadualan karyawan dan peralatan, penyesuaian tingkat produksi, keputusan melakukan tindakan-tindakan penyesuaian bila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dalam pengoperasian mesin, pengawasan terhadap kualitas produksi.
2.2 Pengertian Manajemen Produksi
Produksi adalah suatu kegiatan atau proses yang mentransformasikan masukan (input) menjadi keluaran atau output. Dalam arti sempit produksi adalah kegiatan yang menghasilkan barang baik barang setengah jadi, barang jadi, barang industri, suku cadang, komponen penunjang.
Para ahli ekonomi mendefinisikan produksi sebagai “menghasilkan kekayaan melalui eksploitasi manusia terhadap sumber-sumber kekayaan lingkungan” atau bila kita artikan secara konvensional, produksi adalah proses menghasilkan atau menambah nilai guna suatu barang atau jasa dengan menggunakan sumber daya yang ada. Produksi tidak berarti menciptakan secara fisik sesuatu yang tidak ada, karena tidak seorang pun yang dapat menciptakan benda.
Oleh karenanya dalam pengertian ahli ekonomi, yang dapat dikerjakan manusia hanyalah membuat barang-barang menjadi berguna, disebut “dihasilkan”. Produksi bisa ditilik dari dua aspek; kajian positif terhadap hukum-hukum benda dan hukum-hukum ekonomi yang menentukan fungsi produksi, dan kajian normatif yang membahas dorongandorongan dan tujuan produksi. Pembahasan mengenai nilai, norma, dan etika dalam produksi termasuk kedalam aspek normative yang banyak dikaji oleh para ahli teori social.
Manajemen produksi merupakan salah satu fungsi manajemen yang penting bagi kelangsungan hidup perusahaan. Kegiatan produksi yang buruk dapat juga berakibat pada rendahnya mutu produk atau jasa yang di hasilkan, peran manajemen produksi terasa sangat semakin penting bagi kelangsungan hidup perusahaan. Kegiatan produksi yang buruk mengakinatkan pemborosan dalam bentuk menumpuknya persediaan.
2.3 Faktor – factor Produksi
Kegiatan produksi tentunya memerlukan unsur-unsur yang dapat digunakan dalam proses produksi yang disebut faktor produksi. Faktor produksi yang bisa digunakan dalam proses produksi terdiri atas sumberdaya alam, tenaga kerja mansuia, modal dan kewirausahaan.
a. Sumber daya Alam
Sumberdaya alam adalah segala sesuatu yang disediakan oleh alam yang dapat dimanfaatkan manusia untuk memenuhi kebutuhannya. Sumberdaya alam di sini meliputi segala sesuatu yang ada di dalam bumi, seperti: – Tanah, tumbuhan, hewan. – Udara, sinar matahari, hujan. – Bahan tambang, dan lain sebagainya. Faktor produksi sumberdaya alam merupakan faktor produksi asli karena telah tersedia di alam langsung.
b. Sumber daya Manusia (Tenaga Kerja Manusia)
Tenaga kerja manusia adalah segala kegiatan manusia baik jasmani maupun rohani yang dicurahkan dalam proses produksi untuk menghasilkan barang dan jasa maupun faedah suatu barang.
Tenaga kerja manusia dapat diklasifikasikan menurut tingkatannya (kualitasnya) yang terbagi atas:
a). Tenaga kerja terdidik (skilled labour), adalah tenaga kerja yang memperoleh pendidikan baik formal maupun non formal. Contoh: guru, dokter, pengacara, akuntan, psikologi, peneliti.
b). Tenaga kerja terlatih (trained labour), adalah tenaga kerja yang memperoleh keahlian berdasarkan latihan dan pengalaman.
Contoh: montir, tukang kayu, tukang ukir, sopir, teknisi. c)Tenaga kerja tak terdidik dan tak terlatih (unskilled and untrained labour), adalah tenaga kerja yang mengandalkan kekuatan jasmani daripada rohani.
c. Sumber daya Modal
Modal menurut pengertian ekonomi adalah barang atau hasil produksi yang digunakan untuk menghasilkan produk lebih lanjut. Misalkan orang membuat jala untuk mencari ikan. Dalam hal ini jala merupakan barang modal, karena jala merupakan hasil produksi yang digunakan untuk menghasilkan produk lain (ikan). Di dalam proses produksi, modal dapat berupa peralatan-peralatan dan bahan-bahan.
d. Sumber daya Pengusaha
Sumberdaya ini disebut juga kewirausahaan. Pengusaha berperan mengatur dan mengkombinasikan faktor-faktor produksi dalam rangka meningkatkan kegunaan barang atau jasa secara efektif dan efisien.
Pengusaha berkaitan dengan managemen. Sebagai pemicu proses produksi, pengusaha perlu memiliki kemampuan yang dapat diandalkan. Untuk mengatur dan mengkombinasikan faktor-faktor produksi, pengusaha harus mempunyai kemampuan merencanakan, mengorganisasikan, mengarahkan dan mengendalikan usaha.
2.4 Proses produksi “Buket Bunga”
Pada laporan saya kali ini saya akan mengajak pembaca untuk menyaksikan proses pembuatan dari Buket bunga
Bahan dan Alat yang Digunakan
1 ikat bunga mati.
Gunting.
Selotip bening.
1 lembar kertas buket.
1 lembar kertas tisu.
styrofoam
Pita.
Cara pembuatan buket bunga 1. Pilih bunga untuk buket Anda.
Pada saat memilih bunga untuk membuat buket, skema warna menjadi hal yang penting. Buket bunga biasanya terdiri dari tiga isian, yaitu bunga utama, bunga pemanis, dan filler.
2. Siapkan alat yang diperlukan.
Setelah bunga dipilih, langkah selanjutnya yang harus Anda lakukan adalah menyiapkan alat-alat yang diperlukan.
Gunting: Gunting dibutuhkan untuk merapikan bunga sebelum disusun menjadi buket serta memotong pita, tali rami, dan alat lainnya.
Pita : Agar tidak berantakan, bunga yang sudah dirangkai harus diikat dengan tali rami sebelum dihias dengan pita dan hiasan dekoratif lainnya. Namun jika Anda tidak memiliki tali rami, Anda juga bisa menggantinya dengan selotip untuk memastikan susuan bunga tetap pada pada tempatnya.
Hiasan dekoratif: Hiasan dekoratif yang Anda pilih bisa bergantung pada selera Anda. Jika ingin membuat buket yang simpel, maka hiasan dengan tali pita saja sudah cukup. Namun jika ingin tampilan buket yang lebih mewah, Anda juga bisa menambahkan wrapping paper atau kain spunbond yang biasanya dijual khusus untuk membuat buket bunga.
3. Rapikan tangkai bunga dengan gunting.
Gunting setiap daun yang ada pada tangkai bunga. Jika Anda menggunakan bunga mawar, Anda juga perlu menggunting duri-durinya agar tidak melukai tangan ketika sedang dirangkai. Selain itu, supaya susunannya menjadi lebih rapi potong setiap ujung tangkai bunga hingga memiliki panjang yang sama rata. Pastikan potongan tangkai terasa nyaman untuk digenggam, artinya ukurannya tidak boleh terlalu panjang ataupun terlalu pendek.
4. Susun bunga atau uang ikat dengan tali.
Skema warna akan sangat mempengaruhi hasil akhir buket bunga yang Anda buat, karenanya pastikan Anda memilih kombinasi warna yang tepat. Pertama-tama susun bunga utama di bagian tengah, kemudian isi sekelilingnya dengan bunga pemanis sampai penuh. Lalu terakhir lengkapi buket Anda dengan filler di lingkaran terluarnya. Karena tujuan filler hanya untuk memberikan volume dan sentuhan artistik, Anda tidak perlu menambahkannya sebanyak bunga pemanis agar titik fokus buket Anda tetap berada di bunga utama. Setelah selesai, ikat tangkai bunga dengan tali rami atau selotip.
5. Tambahkan hiasan dekoratif.
Jika Anda berencana membuat buket bunga yang sederhana, cukup lilitkan tali pita pada tangkai bunga hingga menutupi seluruh permukaan tali rami atau selotipnya, kemudian buat simpul pita untuk sentuhan akhir yang manis. Namun jika Anda ingin menggunakan hiasan tambahan seperti warpping paper, pertama-tama Anda perlu merentangkan wrapping paper di atas meja dengan posisi belah ketupat, lalu letakkan buket bunga di atasnya dengan posisi ujung tangkai berada di tengah.
Selanjutnya lipat bagian bawah wrapping paper ke atas hingga menutupi seluruh
tangkai bunga, kemudian lipat bagian kanan wrapping paper ke arah kiri dan bagian kiri ke arah kanan hingga menutupi lipatan bagian bawahnya. Langkah terakhir, ikat tangkai bunga yang sudah tertutup oleh wrapping paper dengan simpul pita.
Hasil dari pembuatan buket bunga:
BAB III PENUTUP
3.1 KESIMPULAN
Manajemen Operasi memberikan cara pandang yang sistematik dalam melihat prosesproses dalam organisasi dan agar kita memahami apa yang dikerjakan manajer operasi sehingga dengan cermat dapat meningkatkan peluang keuntungan dan pelayanan dalam masyarakat serta mampu mengorganisasikan diri pada perusahaan yang produktif. Bahwa sangatlah penting untuk mengetahui bagaimana aktivitas Manajemen Operasi berjalan agar kita memahami apa yang dikerjakan manajer operasi sehingga dengan cermat dapat meningkatkan peluang keuntungan dan pelayanan dalam masyarakat serta mampu mengorganisasikan diri pada perusahaan yang produktif.
Manajemen Produksi adalah salah satu cabang manajemen yang kegiatannya mengatur agar dapat menciptakan dan menambah kegunaan suatu barang dan jasa. Untuk mengatur kegiatan ini, perlu dibuat keputusan-keputusan yang berhubungan dengan usaha- usaha untuk mencapai tujuan agar barang dan jasa yang dihasilkan sesuai dengan apa yang direncanakan. Unsur Manajemen terdiri dari ; perencanaan, pelaksanaan, pengawasan.