MORFOLOGI BATANG
Kelompok 5:
1. Dewi Murdaningrum_210602110114 2. Sholah Afif Attaqi_210602110115 3. Nabila Elok Rizkiyah
Putri_210602110116
4. Ahmad Zakaria_210602110118 5. Rahmad Arjun Satriyo
Ardi_210602110119
Batang adalah sumbu dari tumbuhan dan organ pokok dari tumbuhan. Batang
termasuk dalam organ nutritif.
Batang (Caulis)
a. Panjang bulat seperti silinder b. Terdiri dari ruas-ruas batang c. Tumbuhnya biasanya ke atas d. Bertambah panjang di ujung e. Umumnya tidak berwarna hijau
Sifat Batang
a. Mendukung bagian tumbuhan yang ada di atas tanah
b. Jalan pengangkut air dan zat makanan c. Tempat menimbun zat makanan cadangan
Tugas Batang
Berdasarkan ada tidaknya batang, tumbuhan dibedakan menjadi:
1. Tumbuhan yang tidak beberbatang (planta acaulis)
2. Tumbuhan yang berbatang (planta caulis)
1. Tumbuhan yang tidak beberbatang (planta acaulis)
(Rophanus sativus L.) Lobak
2. Tumbuhan yang berbatang (planta caulis)
a. Batang basah (herbaceus)
Bayam
(Amaranthus
spinosus L.)
b. Batang berkayu (lignosus)
Pohon mangga (Mangifera
indica L.)
c. Batang rumput (calmus)
Padi
(Oryza sativa
L.)
d. Batang mendong (calamus)
Mendong
(Fimbristylis
globulosa)
Bulat (teres)
Bersegi (angularis)
misalnya : Bambu (Bambusa sp), kelapa (Cocos nucifera).
a. bangun segitiga (triangularis)
misal : batang teki (Cyperus rotundus) b. Segiempat (quadrangularis)
misal : batang markisah (Passiflora quadrangularis).
bentuk pada batang
Pipih
a. Filokladia (phylocladium)
contoh : jakang (Muehlenbeckia platyclada)
b. Kladodia (cladodium)
contoh : sebangsa kaktus (Opuntia vulgaris)
bentuk pada batang
permukaan pada batang
Licin (laevis)
Berusuk (costatus) Beralur (sulcatus)
Bersayap (alatus)
contoh : batang jagung (Zea mays) contoh : iler (Coleus scutellarioides) contoh : Cereus peruvianus
contoh : Dioscorea alata
Berambut (pilosus) Berduri (spinosus)
Memperlihatkan bekas-bekas daun contoh : tembakau (Nicotiana tabacum) contoh : mawar (Rosa sp)
contoh : pepaya (Carica papaya), kelapa (Cocos nucifera).
permukaan pada batang
Memperlihatkan bekas-bekas daun penumpu Memperlihatkan banyak lentisel
Keadaan lain, misalnya lepasnya kerak contoh : nangka (Artocarpus integra)
contoh : sengon (Albizzia stipulata) contoh : jambu biji (Psidium guajava)
permukaan pada batang
Arah Tumbuh Batang
Arah tumbuh batang merupakan posisi arah pertumbuhan batang terhadap permukaan tanah. Berdasarkan arah
tumbuh batang tumbuhan dibedakan menjadi:
Tegak Lurus (erectus)
Tegak Lurus (Erectus), yaitu jika arah tumbuhnya lurus ke
atas, misalnya pada Pepaya (Carica papaya).
Arah Tumbuh Batang
Menggantung
Mengantung (dependens), merupakan batang tumbuh-tumbuhan yang tumbuh di lereng
(Zebrina pendula) di tempat
tinggi kemudian jatuh kebawah dan sebagai epifit misalnya pada
anggrek (Dendrobium sp.)
Arah Tumbuh Batang
Berbaring (humifusus)
Berbaring (humifusus) terletak dipermukaan tanah ujung
saja yang ke atas, misalnya pada Semangka (Citrulus lanatus).
Arah Tumbuh Batang
Menjalar atau Merayap
Menjalar/merayap(respen), batang di atas permukaan
tanah, setiap buku keluar akar, Misalnya Ubi jalar (Ipomoea batatas).
Arah Tumbuh Batang
Serong ke Atas atau Condong
Pangkal batang seperti hendak
berbaring, tetapi bagian lainnya lalu membengkok ke atas, misalnya pada
kacang tanah (Arachis hypogaea)
Arah Tumbuh Batang
Mengangguk (nutans)
batang tumbuh tegak lurus keatas tetapi ujungnya membekok lagi ke
bawah, misalnya Bunga matahari (Helianthus annuus).
Arah Tumbuh Batang
Memanjat (scandens)
batang tumbuh ke atas dengan menggunakan penunjang.
Penunjang ini misalnya:
-akar pelekat, sirih (Piper betle)
-akar pembelit, panili (Vanilla planifolia)
-cabang pembelit (sulur dahan), anggur (Vitis vinifera) -daun pembelit, kembang sungsang
(Gloriosa superba)
-tangkai pembelit, kapri (Pisum sativum) -duri, mawar (Rosa sp)
-duri daun, rotan (Calamus caesius) -kait, gambir (Uncaria gambir)
Arah Tumbuh Batang
Membelit (volubilis)
batang naik ke atas dengan menggunakan penunjang seperti batang yang memanjat, akan tetapi tidak dipergunakan alat-alat yang
khusus, melainkan batangnya sendiri naik dengan melilit penunjangnya.
.
Arah Tumbuh Batang
Membelit ke Kiri
(sinistrorsum volubilis)
jika dilihat dari atas arah belitan berlawanan dengan arah jarum jam. Contoh : kembang
telang (Clitoria ternatea) .
Arah Tumbuh Batang
Membelit ke Kanan
(dextrorsum volubilis)
jika arah belitan sama dengan arah jarum jam. Contoh: gadung (Dioscorea hispida)
.
Arah Tumbuh Batang
Mendatar (horizontalis)
jika cabang dengan batang pokok membentuk sudut sebesar kurang lebih 90°, misalnya pada pohon Randu
(Ceiba pentandra).
.
Arah Tumbuh Batang
Terkulai (declinatus)
jika cabang pada pangkalnya
mendatar, tetapi ujungnya lalu melengkung kebawah, misalnya Kopi Arabika (Coffea arabica).
.
Arah Tumbuh Batang
tumbuhan seringkali dibeda-bedakan menurut panjang atau pendek umurnya, yaitu dalam:
1. tumbuhan anual (annuus), yaitu tumbuhan yang umurnya pendek, umurnya kurang dari satu tahun sudah mati atau paling banyak dapat mencapai umur setahun. Dalam golongan ini termasuk bermacam-macam tanaman yang di dunia pertanian terkenal sebagai tanaman palawija, misalnya jagung (Zea mays L.), kedele (Soja max Piper), kacang tanah (Arachis hypogaea L.), dan lain-lain.
2.tumbuhan bienial (dua tahun) (biennis), yaitu tumbuhan yang untuk hidupnya, mulai tumbuh sampai menghasilkan biji (keturunan baru) memerlukan waktu dua tahun.
3. tumbuhan menahun atau tumbuhan keras, yaitu yang dapat mencapai umur sampai bertahun-tahun belum juga mati, bahkan ada yang dapat mencapai umur sampai ratusan tahun.
Umur Batang Tumbuhan
Percabangan pada batang
Batang tumbuhan ada yang bercabang danada yang tidak bercabang.
Batang yang tidak bercabang kebanyakan dari golongan monokolit (monocotiledoneae) misalnya jagung (Zea mays L.). Umumnya
batang memperlihatkan percabangan, baik banyak maupun sedikit.
Cara percabangan batang dibedakan menjadi:
●Percabangan Monopodian, yaitu jika batang pokok selalu tampak jelas, karena lebih besar dan lebih panjang (lebih cepat pertumbuhannya) daripada cabang-cabangnya.
Misalnya pada pohon Cemara (Casuarina equisetifolia L.).
● Percabangan Simpodial, jika batang pokok sulit ditentukan karena dalam perkembangan selanjutnya mungkin lalu menghentikan pertumbuhannya atau kalah besar dan kalah cepat pertumbuhannya dibandingkan dengan cabangnya. Misalnya pada Sawo Manila (Achras zapota L.)
● Percabangan Menggarpu/Dikotom, jika batang menjadi dua yang sama besar.
Misalnya pada Paku Andam (Gleichenia linearis Clarke.)
THANK YOU!!
For your attention