BOTANI
BAB. V
ORGAN TUMBUHAN
Ir. Arnis En Yulia, Msi.
AGROTEKNOLOGI
Fakultas Pertanian Universitas Riau
Tumbuhan Tingkat Tinggi
• Tumbuhan tingkat tinggi adalah tumbuhan
berpembuluh (tracheophyta) yaitu Pteridophyta (Paku2an), dan Spermatophyta (Angiospermae, gymnospermae)
• Angiospermae adalah bagian utama dari vegetasi alamiah dan budidaya saat ini meliputi : tumbuhan monokotil dan dikotil.
Karakteristik tumbuhan dikotil dan monokotil:
Perbedaan struktur tanaman dikotil dan monokotil
Tumbuhan tingkat tinggi mempunyai 3 organ pokok yaitu:
• 1. Akar (Radix)
• 2. Batang (Caulis)
• 3. Daun (Follium)
Organ-organ lain seperti kuncup (gemma), bunga (flos), duri (Spina), alat pembelit (cirrhus), umbi
(tuber), rimpang (rhizoma) dan umbi lapis (bulbus) adalah merupakan modifikasi atau penjelmaan dari satu atau dua organ pokok tumbuhan
Pertumbuhan pada tanaman terbagi 2 fase yaitu:
• 1. Pertumbuhan Vegetatif yaitu
berkembangnya atau bertumbuhnya alat vegetatif seperti akar, batang dan daun
• 2. Pertumbuhan Generaif yaitu ditandai
dengan bertumbuhnya bunga, buah dan biji disebut juga dengan alat generatif yang
fungsinya sebagai alat perkembangbiakan
1. AKAR (Radix)
• Bervariasi dalam struktur dan perkembangan System perakaran ada 2:
• System akar tunggang :
– Dijumpai pada tumbuhan dikotil dan gimnospermae – Terdiri dari akar primer,dan percabangan yang banyak – Pada tanaman tahunan (pertumbuhan skunder)
• System akar serabut
– Dijumpai pada tumbuhan monokotil – Umumnya akar adventif
– Bentuk dan ukuranya homogeny – Tanpa pertumbuhan sekunder
• Sistem akar tunggang dan sistem akar serabut, dapat bercabang-cabang untuk memperluas bidang penyerapan dan untuk memperkuat berdirinya batang tumbuhan.
• Perlu diingat, bahwa akar tunggang hanya kita jumpai kalau tumbuhan ditanam dari biji, pada golongan dicotyledoneae), suatu tumbuhan tidak akan mempunyai akar tunggang, jika tidak ditanam dari biji, seperti misalnya berbagai jenis tanaman budidaya yang diperbanyak dengan cangkokan atau turusan (setek).
Gambar akar tunggang dan Serabut
• Fungsi akar :
Melekatkan tumbuhan di dalam tanah, dan memperkuat berdirinya tumbuhan
Menyerap air dan garam mineral
Mengangkut air dan garam mineral yang diserap ke bagian tubuh yang memerlukan
Kadang-kadang sebagai tempat menyimpan cadangan makanan
Bagian-bagian akar 1. Collum radix
2. Corpus radiksi 3. Radix lateralis 4. Fibrilla radiksi 5. Apex radiksi 6. Pilus radicalis 7. Kaliptra
Pada beberapa tanaman akar
mempunyai sifat dan fungsi khusus
• Akar Tunjang sebagai organ penyokong dan pengambilan oksigen dari udara pada tan.
Bakau (Rhizophora conjugata) dan Pandanus sp
• Akar nafas (pneumatophora) sebagai organ pernafasan pada tan.kayu api (Avicennia)
• Akar pembelit (cirrhus radicalis) pada tan.Vanila
• Akar pelekat (Radix adligans) pada tan. Lada dan sirih
• Akar penghisap(haustorium) pada tan.Benalu(Loranthus)
• Akar udara/gantung (Radix aereus) pada angrek,beringin
• Akar lutut, tumbuh pada tanah kurang oksigen pada pohon tanjang
• Akar banir, untuk memperkokoh berdirinya batang pohon yang tinggi besar mis. Pada sukun (Artocarpus communis), kenari
(Canarium commune)
Gambar akar
2. Batang (Caulis) FUNGSI BATANG:
1. Mendukung bagian tumbuhan yang ada diatas tanah seperti daun bunga dan buah.
2. Memperluas bidang asimilasi dengan memperbanyak percabangan.
3. Sebagai sarana pengangkut hasil serapan akar dan hasil fotosintat dari daun.
4. Tempat penimbunan cadangan makanan Perbedaan morfologi batang dan akar
• Batang memiliki buku dan ruas,tetapi akar tidak
• Pada batang terdapat tunas ,tetapi pada akar tidak
Arah tumbuh batang
• Tegak lurus (erectus)
• Menggantung (dependens) tmbuhan yg tumbuh di lereng atau pohon sebagai epifit, mis Anggrek
• Berbaring (humifusus), batang terletak dipermukaan tanah, hanya ujungnya saja yg membengkok keatas, mis. Pada semangka
• Menjalar atau merayap (repens), batang berbaring, tetapi dari buku-bukunya keluar akar-akar, mis pada ubi jalar
• Mengangguk (nutans), batang tumbuh tegak lurus keatas, tetapi ujungnya membengkok kebawah, mis pada bunga matahari
Arah tumbuh batang
• Memanjat (scandens), jika batang tumbuh keatas menggunakan penunjang (penunjang dapat berupa benda mati atau tmbuhan lain) dan pada waktu naik keatas, batang menggunakan alat-alat khusus utk
berpegangan, mis dg akar pelekat (sirih), akar
pembelit (vanile), sulur dahan (anggur), sulur daun (kembang sungsang), tangkai pembelit (kacang
kapri), duri batang (mawar, bougenvill) dan duri daun (rotan)
• Membelit (volubilis), jika batang naik keatas tanpa menggunakan alat khusus, melainkan batangnya sendiri naik dengan melilit penunjangnya mis
kembang telang
Tumbuhan dapat dibedakan berdasarkan umur
• Tumbuhan Annual (satu tahun): yaitu
tumbuhan yang umurnya dibawah satu tahun
• Tumbuhan Bienial (dua tahun): yaitu
tumbuhan yang umurnya sekitar 2 tahun
• Tumbuhan menahun atau tumbuhan keras:
yaitu tumbuhan yang umurnya panjang bahkan sampai ratusan tahun
3. Daun ( folium)
Merupakan organ tumbuhan yang paling bervariasi (morfologi/anatomi)
FUNGSI DAUN
Tempat berlangsungnya proses fotosintesis
• Tempat terjadinya proses transpirasi
• Tempat proses respirasi
• Proses absorbsi: penyerapan CO₂ dan O₂ dari udara
Daun memiliki 3 bagian utama yaitu:
Pelepah atau upih daun (vagina)
Tangkai daun (petiolus)
Helaian daun (lamina)
Daun dapat dibedakan menjadi:
daun lengkap
daun tidak lengkap
Daun lengkap:
daun yang mempunyai ke 3 bagian daun (lamina, vagina dan petiolus )
Terdapat pada tanaman:
Pisang (Musa paradisiaca), Pinang (Areca catecu),
Talas (Caladium sp)
Daun tidak lengkap:
daun yang tidak memiliki salah satu atau dua dari tiga bagian utama daun
Daun tidak lengkap ada 4 macam
Daun berupih,
daun terdiri dari upih dan helain saja, mis pada daun jagung, padi, tebu dan rumput rumputan
Daun bertangkai,
trdiri dari tangkai dan helaian, mis pada daun durian, daun nangka, daun mangga dll
Daun yg terdiri atas helaian saja, mis pada biduri, daun tempuyung
Daun hanya terdiri atas tangkai saja, merupakan helaian daun semu, mis pada daun acasia
• Daun tidak lengkap, 1) daun duduk, 2) daun berupih, 3) daun memeluk batang, 4, daun bertangkai, dan 5) daun tak
sempurna
Pada helaian daun terdapat tulang daun
(nervasi) yang merupakan jaringan pembuluh
Bentuk pertulangan daun ada 4 macam:
• Tulang daun menyirip (penninervis), mis daun nangka, daun pisang, daun durian
• Tulang daun menjari (palminervis), mis daun jarak, daun pepaya, daun ubi kayu
• Tulang daun melengkung (cervinervis), mis daun genjer, daun sirih
• Tulang daun sejajar (rectinervis), mis daun tebu, daun jagung, daun rumput2an
Pertulangan daun: menyirip, menjari, sejajar
dan melengkung
Berdasarkan jumlah anak daun yang didukung oleh tangkai daun, daun dibedakan jadi 2 yaitu daun
tunggal dan daun majemuk
Daun Tunggal (folium simplex)
Jika hanya terdapat satu helaian daun pada tangkainya Daun Majemuk (folium compositum)
Jika terdapat lebih dari satu helaian daun pada tangkai daun
Modifikasi daun
• Sebagai perangkap : pada tumbuhan insektivora
• Berupa duri : pada kaktus
• Berupa sulur pada kacang kapri
Alat Perekembangbiakan (Organum reproduktivum , diaspora, propagulum, disseminulum).)
Tumbuhan dapat menghasilkan tumbuhan baru (berkembang biak = reproduksi)
Bagian tubuh tumbuhan yg dapat tumbuh menjadi individu baru disebut alat perkembangbiakan
Proses perkembangbiakan pada tumbuhan dapat terjadi dengan 2 cara:
• 1 Secara vegetatif (a-seksual): Bagian tubuh tumbuhan yg dapat menjadi individu baru, yg sebelumnya tanpa adanya proses peleburan sel kelamin jantan dgn betina (proses
perkawinan).
• 2 Secara generatif (seksual): Terbentuknya tumbuhan baru yang sebelumnya terjadi proses peleburan sel kelamin
jantan dengan betina atau proses perkawinan
Pada tumbuhan berbiji dapat dijumpai kedua golongan alat perkembangbiakan itu.
Alat perkembangbiakan vegetatif dapat dibedakan:
a. Alat perkembangbiakan vegetatif alami, misal:
Umbi batang Umbi lapis Rimpang Geragih Anakan
b. Alat perkembangbiakan fegetatif buatan, misal:
Setek (setek batang, akar, daun) Cangkok
Nyambung, runduk
Perkembangbiakan secara vegetatif buatan dilakukan dengan tujuan khusus:
• Karena tumbuhan itu hanya mungkin
dikembangbiakan dengan jalan vegetatif saja
• Supaya tumbuhan baru cepat berbuah
• Tidak perlu menunggu terlalu lama, sudah dapat memperbanyak tumbuhan
• Untuk mendapatkan tumbuhan yang
mempunyai sifat-sifat yang sama seperti induknya
BUNGA; Bagian-bagian bunga
1) Tangkai bunga (pedicellus) yaitu bagian bunga yang bersifat batang.
2) Dasar bunga (receptaculum) yaitu ujung tangkai yang
seringkali melebar, dengan ruas-ruas yang amat pendek dan tempat duduknya hiasan bunga dan alat kelamin bunga.
3) Kelopak (kalyx), yaitu bagian hiasan bunga yang merupakan lingkaran luar, biasa bewarna hijau, dan sewaktu bunga
masih kuncup merupakan selubung atau pembungkus untuk melindungi kuncup. Kelopak terdiri dari beberapa daun kelopak (sepala)
4) Mahkota bunga (corola), yaitu bagian hiasan bunga terletak pada lingkaran dalam yang bewarna warni. Mahkota bunga tdr dari bberapa daun mahkota(petala)
5. Putik (Pistillum), merupakan alat kelamin betina, yang salah satu bagiannya mengandung sel telur, kalau setelah
dibuahi oleh inti sperma, akan berkembang menjadi
lembaga, dan lembaga (embrio) inilah yang akan menjadi tumbuhan baru nantinya
Bagian-bagian dari putik:
a. Bakal buah (ovarium), bagian putik yang kelihatan membesar dan duduk pada dasar bunga
b. Tangkai kepala putik (stylus), berbentuk benang, menghubungkan bakal buah dg kepala putik.
c. Kepala putik (stigma), bagian yang terletak pada ujung tangkai kepala putik yang fungsinya sebagai alat
penangkap serbuk sari
6. Benang sari (Stamen), merupakan alat kelamin jantan
Bagian-bagian dari benang sari:
a. Tangkai sari (filamentum)
b. Kepala sari(anthera), bagian ini biasanya
mempunyai 2 ruang sari (theca), dalam theca inilah tedapat serbuk sari (pollen), yaitu sel-sel kelamin jantan pada tumbuhan.
c. Penghubung ruang sari (connectivum), merupakan lanjutan tangkai sari yang menjadi penghubung
kedua ruang sari
Bagian-bagian bunga
Berdasarkan bagian bunga yang terdapat pada bunga, bunga dapat dibedakan:
• a. Bunga lengkap atau bunga sempurna (flos
completus), yaitu pada bunga terdapat ke 4 macam bagian bunga (kelopak, mahkota, kelamin jantan dan betina)
• b. Bunga tidak lengkap atau tidak sempurna (flos incompletus), yaitu salah satu bagian hiasan bunga atau salah satu alat kelaminnya tidak ada.
• Jika bunga tidak punya hiasan bunga, disebut bunga telanjang (flos nudus)
• Jika bunga mempunyai salah satu alat kelamin,
dinamakan bunga berkelamin tunggal (flos unisexualis)
Bunga merupakan organ tumbuhan yang nantinya akan menjadi buah dan dalam buah akan terjadi biji dan dalam biji terdapat calon tumbuhan baru, yaitu lembaga (embrio)
• Buah, biji dan lembaga hanya akan terjadi setelah terlebih dahulu pada bunga terjadi peristiwa
penyerbukan (pollinatio) dan pembuahan (fertilisatio)
• Penyerbukan: jatuhnya serbuk sari pada kepala putik(utk golongan tumbuhan biji tertutup) atau
jatuhnya serbuk sari langsung pada bakal biji (untuk tumbuhan biji telanjang.
• Pembuahan (perkawinan): Proses peleburan 2 sel gamet (gamet jantan dan gamet betina)
Berdasarkan asalnya serbuk sari yg jatuh dikepala putik, penyerbukan dapat dibedakan beberap macam:
• Penyerbukan sendiri (autogamy), serbuk sari yg jatuh di kepala putik berasal dari bunga itu sendiri
• Penyerbukan tetangga (geitonogamy), jika serbuk sari yg jatuh di kepala putik berasal dari bunga lain pada
tumbuhan itu juga
• Penyerbukan silang (allogamy), jika serbuk sari yg jatuh di kepala putik berasal dari bunga tumbuhan lain, tetapi masih tergolong dalam jenis yg sama
• Penyerbukan bastar (hybridogamy), jika serbuk sari berasal dari bunga pada tumbuhan lain yg berbeda jenisnya
• Pembastaran dapat dilakukan:
Pembastaran antar varietas, mis antara mangga golek dg mangga gadung
• Pembastaran antar jenis (species), mis antara mangga (Mangifera indica L) dg kuweni (Mangifera odorata Griff)
• Pembastaran antar marga (genus), mis antara Cabe
(Capsicum sp) dg Terong (Solanum sp) jarang berhasil
• Pembastaran dilakukan dg tujuan utk memperoleh
keturunan baru yg mewarisi sifat2 baik dari kedua orang tua (dalam dunia pertanian disebut Pemuliaan Tanaman)
Menurut vektor atau perantara yang menyebabkan dapat berlangsung penyerbukan, penyerbukan dapat dibedakan:
• Penyerbukan dgn perantara angin(anaemophyly)
• Penyerbukan dengan perantara air (hydrophyly)
• Penyerbukan dgn perantara binatang (zoidiophyly):
Serangga (enthomophyly) Burung (ornithophyly)
Kelelawar (chiropterophyly) Siput (malacophyly)
Cici-ciri bunga yg diserbuki perantara angin adalah
• Menghasilkan banyak sekali serbuk sari yg kecil,
lembut serta kering tidak berlekatan, hingga mudah beterbangan jika tertiap angin
• Kepala putik, bentuk sperti bulu ayam atau sperti benang, sehingga menangkap serbuk sari yg
beterbangan menjadi lebih besar
• Bunga sering kali tdk mempunyai hiasan bunga, sehingga baik benang sari atau kepala putik tidak terlindunga kalau ada tiupan angin
• Kepala sari tidak melekat erat pada tangkai sari ( ada goyangan sedikit serbuk sari akan berhamburan )
• Tempat bunga tidak tersembunyi
Ciri-ciri bunga diserbuki dg perantara binatang
• Mempunyai warna yang menarik
• Menghasilkan sesuatu yang menarik yang menjadi makanan binatang
• Serbuk sari sering bergumpal-gumpal dan
berperekat, sehingga mudah menempel pada tubuh binatang yg mengunjungi bunga tadi
• Kadang-kadang mempunyai bentuk yang khusus sehingga bunga hanya dapat dikunjungi oleh jenis hewan tertentu saja
Gambar bunga diserbuki binatang dan angin
Buah dan Biji
• Buah merupakan perkembangan lebih lanjut dari bakal buah.
• Bakal biji yang terdapat di dalam bakal buah setelah mengalami pembuahan tumbuh menjadi biji.
• Pada pembentukan buah, ada kalanya bagian bunga selain bakal buah ikut tumbuh dan merupakan
suatu bagian buah.
• Pada umumnya bagian lain yang tidak ikut berperan dalam pembentukan buah segera setelah terjadinya penyerbukan dan pembuahan bagian-bagian bunga segera menjadi layu dan gugur.
Bagian-bagian bunga yang tidak gugur melainkan ikut berperan dalam pembentukan buah adalah :
• Daun-daun pelindung, terdapat pada buah jagung (Zea mays L.)
• Daun-daun kelopak, terdapat pada buah terung (Solanum melongena L.)
• Tangkai kepala putik, terdapat pada buah jagung (Zea mays L.)
• Kepala putik, terdapat pada buah manggis.
Morfologi berbagai Macam Buah dan Tipe-Tipe Buah
• Berdasarkan keikutsertaan bagian-bagian bunga yang berkembang menjadi buah, buah dibedakan menjadi buah semu dan buah sejati.
Buah semu
• merupakan buah yang terbentuk dari bakal buah beserta bagian-bagian lain pada bunga, sehingga bagian-bagian lain tersebut tumbuh melebihi dari buah yang sesungguhnya.
Bagian-bagian bunga yang ikut berperan dalam pembentukan buah adalah
:
• Tangkai bunga, misalnya terdapat pada buah Jambu Mete (Anacardium occidentale L.)
• Dasar bunga bersama, misalnya terdapat pada buah Lo (Ficus glomerata Roxb.)
• Dasar bunga, misalnya terdapat pada buah Arbei (Fargaria vesca L.)
• Kelopak bunga, misalnya terdapat pada buah Ceplukan (Physalis minima L.)
• Tenda bunga dan ibu tangkai, misalnya pada buah nangka (Artocarpus integra)
Buah sejati merupakan buah yang berkembang dari bakal buah yang sesunggunya.
Buah sejati dibedakan menjadi tiga golongan, yaitu:
1. Buah sejati tunggal,
yaitu buah yang terjadi dari satu bunga dengan satu bakal buah.
• Mis. buah mangga (Mangifera indica L.),
• buah pepaya (Carica pepaya L.) dan
• buah Durian (Durio zibethinus Murr.)
2. Buah sejati ganda, yaitu buah yang terjadi dari
beberapa bakal buah yang bebas satu sama lain dan berasal dari satu kuntum bunga, dan masing-masing bakal buah bersatu menjadi satu buah. Misalnya
terdapat pada bunga Cempaka (Michelia champaca Bail.)
3. Buah sejati majemuk, buah yang berasal dari bunga majemuk, yang masing-masing bunga mendukung satu bakal buah, tetapi setelah menjadi buah tetap berkumpul, misalnya terdapat pada munga Pandan.
Morfologi macam-macam Biji
• Biji merupakan alat perkembangbiakan utama kerena biji mengandung calon tumbuhan baru.
• Bagian-bagian biji adalah kulit biji, tali pusar dan inti biji atau isi biji.
1. Kulit biji (spermodermis)
• Kulit biji (dari tumbuhan biji tertutup-
Angiospermae) kulit biji trdiri dari2 lapisan yaitu
• lapisan kulit luar (tesIta) dan
• lapisan kulit dalam (tegmen).
Pada tumbuhan berbiji terbuka (Gymnospermae) biji memiliki 3 lapisan, misalnya pada biji Melinjo
.
• Kulit luar (sarcotesta), biasanya tebal berdaging, pada waktu masih muda berwarna hijau,
kemudian berubah menjadi kuning dan akhirnya merah.
• Kulit tengah (sclerotesta), suatu lapisan yang kuat dan keras, berkayu, menyerupai kulit dalam pada buah batu.
• Kulit dalam (endotesta), biasanya tipis seperti selaput, seringkali melekat erat pada inti biji.
2. Tali pusar (Funiculus)
• Tali pusar merupakan bagian yang
menghubungkan antara biji dengan tembuni.
• Jika biji masak, biasanya biji terlepas dari tali pusarnya (tangkai biji), dan pada biji hanya tampak bekasnya yang disebut pusar biji.
3. Inti biji (Nucleus seminis)
• Inti biji (isi biji) ialah semua bagian biji yang terdapat disebelah dalam kulit biji.
Inti biji terdiri dari : a. Lembaga (embryo)
b. Putih lembaga (albumen).
Lembaga adalah calon tumbuhan baru yang nantinya akan tumbuh menjadi tanaman baru setelah biji memperoleh syarat-syarat yang
diperlukan.
Lembaga terdiri tiga bagian utama yaitu :
1. Akar lembaga atau calon akar (radicula),
Akan tumbuh terus merupakan akar tunggang (untuk tumbuhan yang tergolong dalam Dicotyledoneae).
Pada rumput (Graminae) akar lembaga dalam biji
diselubungi oleh satu sarung yang dinamakan sarung akar lembaga.
2. Daun lembaga (cotyledon),
merupakan daun pertama suatu tumbuhan.
Daun lembaga dapat mempunyai fungsi yang berbeda- beda, antara lain:
• Tempat penimbunan makanan, daun lembaga sering kali dinamakan belahan biji atau keping biji.
• sebagai alat untuk melakukan asimilasi,
• pada tumbuhan monokotil berfungsi sebagai alat penghisap makanan untuk lembaga dari putih lembaga.
• Tumbuhan yang bijinya mempunyai satu daun lembaga disebut tumbuhan biji tunggal (Monokotil)
• Tumbuhan yang bijinya mempunyai dua daun lembaga disebut tumbuhan biji belah (Dikotil)
• Tumbuhan yang bijinya mempunyai lebih dari dua daun lembaga dapat sampai lima belas.
terdapat pada golongan tumbuhan biji telanjang (Gymnospermae)
3. Batang lembaga (cauliculus).
Batang lembaga dapat dibedakan dalam dua bagian, yaitu :
Ruas batang di atas daun lembaga
Ruas batang dibawah daun lembaga
b. Putih lembaga (Albumen)
• Putih lembaga, merupakan bagian biji yang terdiri atas suatu jaringan yang menjadi
tempat cadangan makanan bagi perkembangan lembaga.
• Tidak semua biji memiliki putih lembaga,
misalnya pada biji tumbuhan berbuah polong, cadangan makanannya tidak tersimpan dalam putih lembaga, melainkan di simpan pada
daun lembaga, sehingga daun lembaganya menjadi tebal.
Buah dan Biji sebagai Alat Penyebaran
Pemencaran biji dapat dilakukan oleh:
• angin,
• air,
• hewan
• buah pecah dengan sendirinya.
• Pada pemencaran oleh angin, biasanya biji mempunyai alat tambahan seperti rambut- rambut (bulu), sayap dan lain-lain.
• Biji pemencaran oleh air adalah:
Biji tumbuihan air, atau yang hidup dekat air memiliki buah atau biji yang dapat mengapung di air dan dapat mudah dipancarkan oleh ombak atau tertiup oleh gerakan angin di permukaan.
• Pemencaran oleh hewan ada dua, yaitu:
di luar tubuh dan lewat dalam tubuh.
Di luar tubuh dengan cara:
buah menempel pada bulu hewan karena adanya alat pengait atau semacam perekat
Memakan buah yang berdaging, sedang bijinya dibuang.
Lewat dalam tubuh yaitu buah ditelan bersama biji, dan biji masuk melewati usus tanpa mengalami kerusakan, dan keluar bersama kotoran.
• Biji terpencar karena buah pecah secara
eksplosif, misalnya pada anggota Leguminosae.
• Setelah tua, polong mengering dan mengerut oleh panas matahari, akhirnya polong pecah menjadi dua belahan dan biji keluar.
• Biasanya kedua belahan polong terpelintir menjadi spiral dan menyintik biji-biji sampai sejauh tiga sampai empat meter bahkan
terpencar sampai sejauh 10 meter, misalnya pada pohon karawitan (Hura creptans).
Beberapa Macam Perkecambahan Biji
• Pada waktu biji berkecambah, tumbuhan kecil yang dihasilkan belum mampu mencari makan sendiri, dan masih tergantung dari persediaan makanan yang terdapat di dalam biji tumbuhan kecil ini disebut kecambah (plantula).
• Perkecambahan biji dapat dibedakan dalam 2 macam, yakni :
• Perkecambahan di atas tanah (Epigeal)
yaitu tipe perkecambahan yang terjadi karena pembentangan ruas batang di bawah tanah, lembaga dan daun lembaga terangkat ke atas,
muncul di atas tanah. Misalnya pada kacang hijau.
Daun lembaga biasanya berwarna hijau dan
kemudian gugur, sementara itu sudah terbentuk daun-daun normal.
• Perkecambahan di bawah tanah (Hypogeal)
• Bila daun-daun lembaga tetap tinggal di dalam biji.
• Biji akan berkecambah bila terpenuhi syarat-syarat yang diperlukan, yaitu air, udara, cahaya dan panas.
Jika syarat-syarat tersebut tidak terpenuhi tumbuhan baru yang ada pada biji berada dalam keadaan tidur.
Dalam keadaan ini lembaga dapat hidup bertahun- tahun tanpa kehilangan daya tumbuhnya.
• Tetapi adapula biji-biji sebelum, berkecambah memerlukan waktu untuk istirahat.
• Sebelum waktu istirahat terpenuhi, biji tidak akan berkecambah, walau syarat-syarat perkecambahan terpenuhi. Gejala ini dikenal dengan nama dormansi.
Soal quis 2
1. Secara garis besar jaringan pada tubuh tumbuhan dibagi 2 sebutkan!
2. Jaringan meristem lateral ada 2 sebutkan !
3. Sebutkan minimal 4 macam jaringan parenkima berdasarkan fungsinya
4. Berdasarkan penebalan dinding sel, ada 4 type jaringan kolenkima sebutkan!
5. Sebutkan fungsi floem
6. Berdasarkan letak xylem dan plhoem pada batang, salah satu typenya adalah type
ampivasal, gambarkan bentuk type yang dimaksud
7. Kambium pembuluh berdiferensiasi akan menghasilkan 2 macam jaringan sebutkan
8. Sebutkan fungsi stomata
9. Jaringan mesofil pada daun ada macam sebutkan
10. Sebutkan 3 organ pokok tumbuhan,
masing-masing bahasa indonesia dan bhs laten
11. Apa itu akar pelekat dan terdapat pada tanaman apa?
12. Sebutkan minimal 3 ciri-ciri tanaman dikotil
13. Sebutkan 3 tanaman yg mempunyai daun berupih atau daun berpelepah
14. Gambarkan bentuk pertulangan daun type palminervis ...
15. Sebutkan minimal 2 tanaman yg
mempunyai daun tunggal dan 2 tanaman yg mempunyai daun majemuk