• Tidak ada hasil yang ditemukan

Muhammad Wahyudin.pdf

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "Muhammad Wahyudin.pdf"

Copied!
71
0
0

Teks penuh

Dari penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa (1) tugas dan fungsi guru dalam kegiatan Jumat pagi di SMP Negeri 1 kec. Untuk mengetahui apa tugas dan fungsi guru PAI pada kegiatan jumat pagi di SMPN 1 Kec.

Teknik pengumpulan data

Dalam penelitian ini peneliti menggunakan wawancara terbuka karena metode ini sesuai dengan peneliti kualitatif yang biasanya memiliki pandangan bukti yang jelas, sehingga subjek atau pelaku kejadian juga mengetahui apa tujuan wawancara tersebut. Hasil observasi dicatat dalam catatan lapangan, karena catatan lapangan merupakan alat yang sangat penting dalam penelitian kualitatif.

Teknik Analisis Data

Dalam penelitian ini, peneliti menemukan informasi umum tentang SMP Negeri 1 Mlarak, serta semangat keagamaan yang ada di SMP Negeri 1 Mlarak, dengan bantuan dokumentasi. Langkah terakhir dalam penelitian ini adalah penarikan kesimpulan, atau refleksi dan verifikasi.15 Apakah data yang ada sesuai dengan fokus penelitian atau tidak.

Pengecekan Keabsahan Data

Triangulasi merupakan suatu teknik pemeriksaan keabsahan data yang menggunakan sesuatu selain data tersebut untuk keperluan pemeriksaan atau sebagai pembanding terhadap data tersebut. Ada empat jenis triangulasi sebagai teknik pemeriksaan dengan menggunakan sumber, metode, penyidik ​​dan teori.

Tahapan-tahapan penelitian

Bab I Setiap penelitian pasti dimulai dari suatu fenomena/peristiwa/masalah, peneliti pada dasarnya adalah mencari, mengumpulkan data, melakukan pengukuran, menganalisis, mensintesis, membandingkan, mencari hubungan dan menafsirkan prosedur penelitian bagi seorang peneliti seperti yang dibahas pada bab satu. .

Bab IV ini akan dibahas kegiatan analisis data yang terkait erat dengan langkah-langkah kegiatan penelitian sebelumnya yang membahas

Kajian Teori

Pendidikan Islam berarti proses bimbingan pendidikan terhadap perkembangan jasmani, rohani, dan intelektual peserta didik menuju terbentuknya kepribadian muslim. Suasana lembaga pendidikan ideal seperti ini dapat membimbing peserta didik untuk mempunyai akhlak mulia, berperilaku jujur, disiplin dan semangat, sehingga pada akhirnya menjadi landasan bagi peningkatan kualitas dirinya. Guru dapat memberikan pendidikan agama secara spontan ketika menemui sikap atau perilaku siswa yang tidak sesuai dengan ajaran agama.

Sehingga menjadi pembelajaran bagi siswa tentang perilaku yang baik dan buruk. Tujuannya adalah untuk mengenalkan siswa pada makna dan tata cara penerapan agama dalam kehidupan sehari-hari. Kelima, memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengekspresikan diri, mengembangkan bakat, minat, dan kreativitas pendidikan di bidang keterampilan dan seni, seperti membaca Al-Quran dengan lagu, membaca Asmaul Husna, azan, tajwid dan lain sebagainya.

Kompetisi merupakan suatu hal yang sangat menyenangkan bagi siswa, membantu siswa dalam melakukan kegiatan yang bermanfaat, memperluas ilmu pengetahuannya dan juga membantu mengembangkan kecerdasan dan kecintaan. Faktor Guru yang Tidak Profesional Faktor penghambat utama penerapan budaya keagamaan di sekolah adalah guru. Faktor Keterbatasan Sarana dan Prasarana Faktor penghambat penerapan budaya keagamaan di sekolah adalah terbatasnya kelengkapan sarana dan prasarana.

Faktor orang tua yang kurang peduli juga menjadi faktor penghambat penerapan budaya keagamaan di sekolah. Faktor partisipasi masyarakat Dalam penerapan budaya keagamaan di sekolah, salah satu faktor penghambatnya adalah kurangnya partisipasi masyarakat.

Telaah Hasil Penelitian Terdahulu

Faktor pendukung dalam upaya peningkatan kesadaran beribadah siswa melalui kegiatan Taqwa Jumat di SMP Negeri 2 Babadan Ponorogo adalah fasilitas ibadah yang mudah dijangkau, adanya guru yang berkompeten di bidang agama dan fasilitas salat berjamaah. Faktor penghambat upaya peningkatan kesadaran siswa melalui kegiatan Jumat Taqwa di SMP Negeri 2 Babadan adalah kurang optimalnya waktu pelaksanaan kegiatan Jumat Taqwa, adanya siswa yang memiliki kecerdasan rendah, dan kurangnya motivasi dan bimbingan agama dari keluarga. Dengan adanya kegiatan Jum'at Taqwa di SMP Negeri 2 Babadan siswa menjadi lebih religius, terbentuk lingkungan sekolah yang religius, wawasan keagamaan siswa meningkat, siswa dapat mengetahui gerakan-gerakan sholat yang benar.

Dari disertasi yang ditulis oleh Aning Suryani (2016, Stain Ponorogo) yang berjudul “Upaya Guru Islam Dalam Membangun Budaya Beragama. Kontribusi Budaya Beragama Terhadap Perilaku Siswa di SMA Negeri 1 Ponorogo yaitu siswa yang tampil lebih santun dan sadar beribadah, siswa lebih berhati-hati dalam bertindak, tumbuh rasa tanggung jawab, disiplin, sadar diri, rendah hati dan menghargai orang lain, mempunyai misi di masa depan dan bermanfaat bagi orang lain.Upaya Madrasah Tsanawiyah Negeri Sewulan dalam membudayakan peserta didik dengan perilaku islami antara lain sholat ashar, istighosah, murotal, berjabat tangan sebelum dan sesudah pelajaran, menjaga kantin kejujuran dan menganjurkan siswa makan dan minum sambil duduk, dan lain sebagainya.

Selain itu beliau juga seorang pendidik dan melatih santri dalam berakhlak Islami, memberikan sanksi kepada santri yang melanggar program adat. Faktor penghambat pembelajaran akhlak Islami di madrasah negeri Sewulan Tsanawiyah adalah kurangnya dana madrasah untuk menunjang program adat, kurangnya fasilitas mushola di madrasah tersebut, kurangnya rasa tanggung jawab guru pendukung program pembiasaan. ,kurangnya perhatian dari orang tua siswa sehingga siswa melakukan perilaku nakal. Sedangkan faktor pendukung pembelajaran akhlak Islami di Madrasah Tsanawiyah Negeri Sewulan Tsanawiyah adalah peran pendidik yang memberikan contoh perilaku yang baik dan memberikan motivasi serta selalu melatih siswanya dalam mempelajari akhlak Islami, orang tua siswa yang selalu memberikan dukungan terhadap program pembiasaan. dilaksanakan oleh madrasah.

DESKRIPSI DATA

Deskripsi Data Umum

  • Sejarah Berdirinya SMP Negeri 1 Kec. Mlarak
  • Letak Geografis
  • Visi, Misi dan Tujuan Sekolah
  • Keadaan Guru dan Siswa SMPN 1 Kecamaan Mlarak
  • Kurikulum SMP Negeri 1 Kecamaan Mlarak
  • Sarana prasarana

SMP Negeri 1 Kecamatan Mlarak Ponorogo didirikan pada tahun 1982 di atas tanah seluas 10.166 m2 bertajuk Jalan Raya Mlarak no. Setiap lembaga atau instansi dalam menjalankan kegiatannya selalu bertumpu pada garis besar kebijakan yang telah dirumuskan. Visi tersebut adalah tujuan jangka panjang, jangka menengah, dan jangka pendek yang dapat menggugah seluruh warga sekolah untuk selalu dan setiap saat mewujudkan dan terus menerus mencapai tujuan sekolah.

1. Pengembangan KTSP yang berorientasi pada peningkatan pelayanan kepada peserta didik sesuai dengan potensi, perkembangan, kebutuhan dan minat peserta didik, serta kebutuhan lingkungan masyarakat. 6. Bekerja sama dengan komite sekolah untuk menggalang dana sekolah dan menyusun Rencana Strategis Sekolah (Rencana Strategis Sekolah). Pengembangan kurikulum muatan lokal dilengkapi dengan RPP, lembar kegiatan siswa dan sistem penilaian.

Keterlibatan tenaga pengajar dan tenaga kependidikan dalam pelatihan peningkatan profesionalisme melalui kegiatan, PTK, kompetisi, seminar. Memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana kegiatan pembelajaran (ruang kelas, ruang media, perpustakaan, laboratorium IPA, laboratorium bahasa) dan sarana penunjang berupa ruang olah raga, ruang kesenian, lapangan olah raga dan toilet sekolah. Melaksanakan manajemen berbasis sekolah dan manajemen peningkatan mutu berbasis sekolah secara demokratis, akuntabel, dan terbuka.

Deskipsi Data khusus

  • Tugas Dan Fungsi Guru PAI dalam Meningkatkan Budaya Relegius di SMP Negeri 1 Kec. Mlarak Ponorogo
  • Faktor Penghambat Dan Faktor Pendukung Guru PAI dalam kegiatan Keagamaan di SMP Negeri 1 Kec. Mlarak Ponorogo

Pernyataan tersebut juga dibenarkan oleh guru Matematika yang juga terlibat dalam kegiatan Jumat pagi tersebut dan menjelaskan bahwa; “Menurut saya sangat bermanfaat jika diadakan kegiatan jumat pagi. Nah disini lebih ditekankan pada kedisiplinan karena disini siswa harus sudah masuk sekolah sebelum jam pelajaran pertama, selain itu siswa juga bisa dikenalkan dengan kegiatan keagamaan.” 51. Mlarak dilaksanakan setiap hari Jumat untuk seluruh kelas mulai dari kelas VII sampai dengan kelas IX.

Dari informasi tersebut dapat dijelaskan bahwa dalam pelaksanaan kegiatan jumat pagi guru memberikan bimbingan dan dorongan motivasi. Pernyataan tersebut juga dibenarkan oleh kepala sekolah yang terlibat dalam kegiatan Jumat pagi di SMP Negeri 1 kec. Berdasarkan keterangan tersebut dapat dijelaskan bahwa latar belakang diadakannya kegiatan jum’at adalah pihak sekolah.

Oleh karena itu kepala sekolah dan orang tua mengadakan pertemuan dan hasilnya disepakati bersama dan diberi nama kegiatan Jumat pagi. Dari hasil wawancara dapat dijelaskan bahwa mereka yang terlibat dalam kegiatan Jumat pagi di SMP Negeri 1 Kec. Pendidikan Agama Islam dan guru yang mempunyai kompetensi di bidang keagamaan dan dianggap mampu memimpin siswa dalam kegiatan Jumat pagi.

ANALISIS DATA

Analisis Tengtang Tugas dan Fungsi Guru PAI dalam Meningkatkan Budaya Relegius SMP Negeri 1 Kec. Mlarak Ponorogo

Guru mempunyai tanggungjawab kepada individu untuk beriman kepada Tuhan, melaksanakan syariat-Nya, dan mendidik diri mereka sendiri. Tugas-tugas ini berkaitan dengan meningkatkan tumbesaran dan perkembangan kanak-kanak untuk mendapatkan pengalaman lebih lanjut, seperti penggunaan kesihatan fizikal. Berdasarkan Bab III, faktor yang guru PAI laksanakan semasa aktiviti pagi Jumaat.

Mlarak dan kegiatan ini wajib diikuti oleh seluruh siswa laki-laki, kecuali siswa perempuan yang tidak dapat mengikuti. Oleh karena itu, melalui kegiatan jumat pagi ini guru harus turut serta dalam seluruh kegiatan yang ada di sekolah, karena melalui kegiatan tersebut apabila guru ikut serta dalam pelaksanaannya maka siswanya akan mengikutinya. Guru bertanggung jawab kepada seluruh siswa secara individu dan kelompok untuk beriman kepada Allah dan mengamalkan syariatnya serta mempersiapkan kegiatan Jumat pagi di SMPN 1 kec.

Mlarak merupakan salah satu santri yang datang pada pukul 06.30 dan melanjutkan mengambil air dengan wudhu dan memulai kegiatan jumat pagi. Dari pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa tugas dan fungsi guru pada kegiatan jumat pagi di SMPN 1 Mlarak adalah guru. Analisis faktor pendukung dan faktor penghambat pada kegiatan jumat pagi di SMP Negeri 1 Kec.

Analisis faktor pendukung dan faktor penghambat dalam kegiatan jum’at pagi di SMP Negeri 1 Kec. Mlarak Ponorogo

Selain dituntut mampu menjalankan aktivitas keagamaan, Mlarak juga dituntut mampu membaca dan menulis Al-Qur'an menurut guru pendidikan agama Islam. Dari penyajian data yang ada tidak lepas dari faktor pendukung diantaranya mayoritas siswa SMP Negeri 1 Kec. Mlarak juga merupakan satu-satunya sekolah negeri yang dikelilingi oleh pondok pesantren. Menyikapi visi dan misi sekolah serta menyikapi zaman modern ini, keinginan orang tua agar anaknya memiliki anak yang religius sangat besar. sekolah harus sejalan dengan era modern ini, pihak sekolah sendiri mempunyai keinginan yang besar ketika lulus akan mempunyai siswa yang mengamalkan agamanya dengan benar dan sesuai dengan syariat islam.

Dalam hal ini pada hari Jumat pagi guru memberikan motivasi dan dorongan kepada siswa. Hal ini merupakan cara guru dalam memberikan semangat kepada para santri agar merasa terpacu dan menumbuhkembangkan rasa kesadaran dalam diri mereka untuk menunaikan ibadah dan melakukan sesuatu yang diperintahkan oleh Allah swt. Karena pada dasarnya motivasi adalah suatu usaha sadar untuk menggerakkan, mengarahkan, dan mempertahankan tingkah laku seseorang agar ia terdorong untuk melakukan tindakan melakukan sesuatu guna mencapai hasil tujuan tertentu.

Masyarakat yang masih kurang dalam beragama akan menganggap bahwa kewajiban beribadah adalah sesuatu yang kurang membuahkan hasil. Kesadaran beribadah di sini maksudnya peserta didik mengamalkan ibadah menurut hati nuraninya sendiri, dan bukan berdasarkan perintah atau paksaan. Mlarak juga merupakan satu-satunya sekolah negeri yang dikelilingi oleh pondok pesantren, dilengkapi sarana dan prasarana ibadah yang memadai, terbiasa dengan 3 S (Senyum, Sapa, Salam), sedangkan faktor penghambat kegiatan jumat pagi adalah kurangnya pengajaran. staf. terlibat dalam kegiatan ini, kurang antusias atau partisipasi dari para siswa.

PENUTUP

SARAN

2011, Religiusitas Perguruan Tinggi: Potret Perkembangan Tradisi Keagamaan di Perguruan Tinggi Islam Malang: UIN-Malik Perss. Tesis karya Siti Kholifah, 2011 Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Pendidikan Guru UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang berjudul “Program Imtaq dalam membentuk karakter siswa di SMAN 1 Plaret Bantul Yogyakarta.

Referensi

Dokumen terkait

Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah para pengelola manajemen Sumber

Metodologi : DesainPenelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini ialah jenis deskriptif dengan pendekatan penelitian retrospektif yaitu untuk mengetahui

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan strukturalisme dinamik.Di dalam penelitian ini sumber data yang digunakan adalah sumber

Jenis penelitian ini menggunakan penelitian lapangan (field research) yang bersifat deskriptif kualitatif. Penelitian ini menggunakan sumber data primer dan sumber

Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi kasus. Penelitian kualitatif merupakan penelitian dengan karakteristik masalah

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan latar alami (natural setting) untuk mendapatkan pemahaman dan penafsiran yang mendalam mengenai makna, fakta yang

Jenis penilitian ini tergolong kualitatif dengan pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan yuridis, adapun sumber data penelitian ini adalah sumber

BAB III METODOLOGI PENELITIAN ... Jenis Penelitian ... Objek Penelitian ... Data dan Sumber Data ... Sumber Data ... Teknik Pengumpulan Data ... Pendekatan Penelitian ...