• Tidak ada hasil yang ditemukan

*NALQ(b - Jurnal Ilmiah Mahasiswa STKIP PGRI Sumbar

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "*NALQ(b - Jurnal Ilmiah Mahasiswa STKIP PGRI Sumbar"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

Falrtor yang lllempengaruhi

Pcrtemtangan

Sorial Rcmaja di Sawah

Lua

Kelurahan gungai Sapih Kecamatan

Kuranji

Kota Padang

/O/l**^' ao7

m

lI

I

*NALQ(b

U4P7 r

Tomi

llartiominsa

I\IPM:

l24ffi252

PROGRAM

STUI}I

BIMBINGATI DA}I KONSELING SEKOLAH TINGGI

I(EGURUANT DAI\I

ILMU PENDIDIKAN

(STKIP) PGRI SUMATERA

BARAT PAI}ANG

2016

lr

P6 l

(2)

Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Sosial Remaja di Sawah Lua Kelurahan Sungai Sapih Kecamatan Kuranji Kota Padang

Oleh:

Tomi Hartiominsa Jarudin, M.A., Ph.D Ryan Hidayat Rafiola, M.Pd., Kons

Mahasiswa Bimbingan dan Konseling, STKIP PGRI Sumatera Barat ABSTRACT

This research is motivated by the phenomenon that the researchers found in the field of social development of adolescents are lower where teens are afraid to socialize. This study aims to;

1) describe the social development of adolescents is influenced by internal factors, 2) describe the social development of adolescents is influenced by external factors. This research descriptive quantitative research with the entire teen population in Sawah Lua Sungai Sapih Padang Kota Wean totaling 116 population. In this study sampel of 54 people, consisting of 24 men and 30 women. Techniques used in the sampling is random sampling incidental. Instrumens used in the research i was a questionnaire and the data processed by a percentage formula. This study revealed that the general factors that influence adolescent social development in many categories. Judging from each of the variables: 1) social development adolescents is influenced by internal factors in the category of pretty much, 2) social development of adolescent is influenced by external factors many categories. Internally dependence in teenagers is putting pressure on themselves and withdraw from social environment and externally are the teenagers who are affected to smoke, act aggressively, and the authoritarian attitude of the teenager who always want power. Based on the results of this study recomended to teenagers to be able to communicate and interact well, to establish good relations with anyone, and able to adjust to the differences in the nature and character of each other.

Keywords: factors that influence adolescent social development Pendahuluan

Perkembangan sosial adalah pencapaian kematangan dalam hubungan sosial atau proses belajar untuk meyesuaikan diri terhadap norma-norma kelompok, moral, dan tradisi, meleburkan diri menjadi satu kesatuan dan saling berkomunikasi serta bekerja sama satu sama lainnya (Saefullah, 2012: 267)

Perkembangan sosial merupakan kematangan dalam hubungan sosial. Dapat juga diartikan sebagai proses belajar untuk menyesuaikan diri terhadap norma-norma kelompok, moral dan tradisi, meleburkan diri, menjadi satu kesatuan dan saling berkomunikasi serta bekerja sama.

Perkembangan sosial anak sangat dipengaruhi oleh proses perlakuan atau bimbingan orang tua terhadap anak dalam mengenalkan berbagai aspek kehidupan sosial, atau norma-norma kehidupan bermasyarakat serta mendorong dan memberikan contoh kepada anaknya bagaimana menerapkan norma-norma

tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Proses bimbingan orang tua ini lazim disebut sosialisasi.

Sosialisasi pada dasarnya merupakan proses penyesuaian diri terhadap lingkungan sosial, yaitu bagaimana seharusnya seseorang hidup di dalam kelompoknya, baik dalam kelompok primer (keluarga) maupun kelompok sekunder (masyarakat). Proses sosialisasi dan interaksi sosial dimulai sejak manusia lahir dan berlangsung terus hingga ia dewasa atau tua (Fatimah, 2006: 88)

Kebutuhan bergaul dan berhubungan dengan orang lain ini telah mulai dirasakan sejak anak berumur enam bulan, disaat anak itu telah mampu mengenal orang lain, terutama ibu dan anggota keluarganya.

Anak mulai mengenal dan mampu membedakan arti senyum dan perilaku sosial yang lainnya, seperti marah dan kasih sayang. Akhirnya setiap orang menyadari bahwa manusia itu saling membutuhkan.

(3)

Pada jenjang perkembangan remaja, seorang remaja bukan saja memerlukan orang lain demi untuk memenuhi kebutuhan pribadinya, tetapi mengandung maksud untuk disimpulkan bahwa pengertian perkembangan sosial adalah berkembangnya tingkat hubungan antar manusia sehubungan dengan meningkatnya kebutuhan manusia (Sunarto, 2008: 128)

Dalam hal ini remaja, khususnya terlibat dalam self socialization yakni memberikan tekanan kepada diri sendiri untuk mengadopsi perilaku-perilaku yang mereka anggap disukai orang lain. Sehingga apapun akan ia lakukan untuk mendapat pengakuan dan penerimaan dari kelompok yang diinginkannya tersebut. Maka dari itu bersosialisasi memerlukan kematangan fisik dan psikis. Untuk mempertimbangkan dalam proses sosial, memberi dan menerima pendapat orang lain, memerlukan kematangan intelektual dan emosional (Sunarto, 2008: 131).

Berdasarkan kutipan di atas dapat disimpulkan bahwa perkembangan sosial adalah berkembangnya tingkat hubungan antar manusia sehubungan dengan meningkatnya kebutuhan hidup manusia.

Perhatian remaja mulai tertuju pada pergaulan di dalam masyarakat dan membutuhkan pemahaman tentang norma kehidupan yang kompleks.

Kehidupan seseorang pada umumnya penuh dorongan dan minat untuk mencapai atau memiliki sesuatu. Seberapa banyak dorongan-dorongan dan minat-minat seseorang itu terpenuhi merupakan dasar dari pengalaman emosionalnya. Seseorang individu dalam merespon sesuatu lebih banyak diarahkan oleh penalaran dan pertimbangan objektif. Akan tetapi pada saat-saat tertentu di dalam kehidupannya, dorongan emosional banyak campur tangan dan mempengaruhi pemikiran-pemikiran dan tingkah lakunya.

Kebanyakan dari remaja sangat mudah terpengaruh teman-temannya karena salah satu perkembangan remaja adalah mampu bersosialisasi baik dengan teman sebayanya. Remaja akan melakukan hal apa saja, baik itu positif atau negatif agar dapat diterima oleh teman-teman sebayanya.

Berdasarkan hasil observasi pada tanggal 18 maret yang telah dilakukan di Sawah Lua Kelurahan Sungai Sapih Kecematan Kuranji Kota Padang, perkembangan sosial remaja dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu keluarga, orang

tua, diri remaja sendiri, teman sebaya dan masyarakat atau orang dewasa lainnya.

Adanya remaja yang kurang diterima oleh teman sebayanya sehingga takut untuk berkumpul dan takut untuk menghadiri kegiatan yang ada di lingkungannya, adanya pengucilan terhadap teman sebayanya karena keadaan ekonomi, belum nampaknya kekompakan antara sesama remaja dalam bergaul, masih ada terjadi pelakuan agresif seperti berkelahi antar sesama, belum terjalinnya kerja sama antar remaja dalam kegiatan sosial yang ada di lingkungannya, adanya remaja yang menghabiskan waktu dengan duduk dan nongkrong dimalam hari yang mungkin akan menganggu warga sekitar.

Selanjutnya, konsep diri remaja yang rendah mengakibatkan remaja susah bergaul dengan teman sebayanya.

Terkadang remaja merasa kurang paham terhadap dirinya dan merasa takut untuk bersosialisasi di lingkungannya. Apapun akan dilakukannya agar dapat diterima dalam sebuah kelompok yang ia inginkan walaupun ia tahu itu salah dan mungkin beresiko terhadap dirinya. Maka dari itu bersosialisasi memerlukan kematangan fisik

dan psikis. Untuk mampu

mempertimbangkan dalam proses sosial, memberi dan menerima pendapat orang lain, memerlukan kematangan intelektual dan emosional, di samping itu kemampuan berbahasa ikut pula menentukan.

Kemudian penulis melakukan wawancara pada tanggal 28 maret dengan dua orang remaja Sawah Lua Kelurahan Sungai Sapih Kecamatan Kuranji Kota Padang. Remaja tersebut sebenarnya takut untuk merokok namun karena lingkungan sekitar meminta untuk bergabung dengan teman sebaya harus merokok sehinnga merokok menjadi syarat yang harus dilakukan untuk bergabung dan memulai dalam kelompok, maka remaja tersebut mengikuti dan menerima yang diminta lingkungannya agar bergabung dengan kelompok tersebut dan adanya remaja yang minder untuk bergaul atau bergabung karena keadaan ekonomi keluarga. Selain itu ada juga remaja yang masih salah paham satu dengan yang lainnya sehingga terjadi pertengkaran, malu untuk terbuka dengan teman sebaya karena ekonomi keluarga yang kurang mampu, kebutuhan sosial kelompok yang tinggi, serta kurang menghargai satu sama lainnya.

Dampak yang akan terjadi apabila remaja tidak mampu dan takut untuk

(4)

bersosialisasi dengan lingkungannya akan berpengaruh terhadap perkembangan sosialnya. Apabila perkembangan sosial remaja tidak tercapai dengan baik hal tersebut akan berpengaruh terhadap dirinya untuk kedepannya.

Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang telah dikemukakan maka penulis merasa tertarik untuk melakukan sebuah penelitian dengan judul “Faktor yang mempengaruhi perkembangan sosial remaja di Sawah Lua Kelurahan Sungai Sapih Kecamatan Kuranji Kota Padang”

Metode Penelitian

Penelitian ini bersifat deskriptif kuantitatif yaitu penelitian yang bertujuan menggambarkan atau menjelaskan peristiwa atau kejadian pada masa sekarang.

Selanjutnya menurut Sugiyono (2013: 31) penelitian deskriptif kuantitatif adalah salah satu jenis penelitian yang bertujuan mendeskripsikan secara sistematis, aktual, fakta dan akurat mengenai faktor-faktor dan sifat populasi tertentu atau mencoba menggambarkan fenomena secara detail.

Disimpulkan bahwa penelitian deskriptif kuantitatif adalah penelitian yang dilaksanakan berdasarkan kepada masalah yang sedang terjadi sekarang dan bertujuan untuk menggambarkan secara tepat suatu keadaan, sehingga pemahaman terhadap permasalahan lebih jelas. Penelitian ini akan mengungkapkan dan menggambarkan apa adanya mengenai Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Sosial Remaja di Sawah Lua Kelurahan Sungai Sapih Kecematan Kuranji Kota Padang.

Populasi adalah keseluruhan objek yang akan diteliti yang memiliki kesempatan serta hak yang sama untuk diteliti. Menurut Yusuf (2007: 180)

“Populasi adalah salah satu hal yang esensial dan perlu mendapat perhatian dengan seksama apabila peneliti ingin menyimpulkan suatu hasil yang dapat dipercaya dan tepat guna untuk daerah atau objek penelitiannya”. Menurut Riduwan (2013: 237) “Populasi merupakan objek atau subjek yang berbeda pada suatu wilayah dan memenuhi memenuhi syarat- syarat tertentu berkaitan dengan masalah penelitian”.

Disimpulkan dari beberapa pendapat para ahli di atas dapat diartikan bahwa populasi adalah keseluruhan dari objek yang akan diteliti dalam penelitian yang memiliki gejala yang sama sesuai dengan

permasalahan yang ada di lokasi penelitian.

Populasi dalam penelitian ini adalah remaja di Sawah Lua.

Tabel. 1 Populasi Penelitian

No Remaja Jumlah

1 Laki-laki 52

2 Perempuan 64

116 Sumber: RT Sawah Lua

Sampel Menurut Yusuf (2007: 186) Sampel adalah sebagian dari populasi yang terpilih dan mewakili populasi tersebut.

Para ahli lain Riduwan (2012: 57) menyatakan bahwa Sampel adalah bagian dari populasi yang memiliki ciri-ciri atau keadaan tertentu yang akan diteliti.

Dari beberapa pendapat di atas maka dapat penulis simpulkan bahwa sampel adalah bagian dari populasi yang akan mewakili sebagai objek penelitian dengan mengambil sampel penelitian akan lebih mudah dan cepat untuk dilaksanakan karena mengambil sebagian dari populasi yang akan kita teliti.

Berdasarkan penyebaran distribusi populasi, maka untuk mengetahui sampel yang representative dari sejumlah populasi digunakan rumus menurut Riduwan (2012:

65)

Setelah sampel diketahui, maka langkah selanjutnya adalah menentukan teknik pengambilan sampel dari populasi.

Penarikan sampel, peneliti menggunakan teknik incedental random sampling.

Tabel. 2 Sampel

No Remaja Jumlah

1 Laki-laki 24

2 Perempuan 30

Jumlah 54

Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data interval. interval menurut Yusuf (2005: 133) ‘Variabel interval adalah kategori dalam variabel ini selisih atau jumlahnya dan satuan ukuran mempunyai unit yang sama, dan tiap

(5)

kategori mempunyai skala yang sama dalam selisih ukurannya”.”. Sementara itu Riduwan (2004: 85) “Variabel interval skala yang menunjukkan jarak antara satu data dengan data yang lain dan mempunyai bobot yang sama”. “Data interval adalah data dimana objek atau kategori dapat diurutkan berdasarkan suatu atribut yang memberikan informasi tentang interval antara tiap objek atau kategori sama”. Data ini diperoleh langsung dari responden yang diteliti dengan cara penyebaran angket yang disusun sesuai permasalahan yang diteliti.

Adapun langkah-langkah penyusunan angket tersebut adalah sebagai berikut:

1. Melakukan kajian literatur untuk menguji konsep-konsep atau variabel yang akan diukur.

2. Menyusun kisi-kisi instrument berdasarkan kajian teori yang dipakai, mulai dari menjabarkan variabel sampai kepada perumusan item pernyataan.

3. Menyusun item pernyataan tentang nilai karakter remaja.

Untuk menguji validitas alat pengumpulan data atau instrumen, maka dilakukan judge oleh 3 orang dosen Prodi BK STKIP PGRI Sumatera Barat. Dosen yang menjudge yaitu, Bapak Ahmad Zaini, S.Ag., M.Pd, Bapak Fuaddillah Putra, M.Pd., Kons, Bapak Suryadi, M.Pd. Berdasarkan hasil judge yang dilakukan oleh tiga orang dosen di atas, dapat diketahui bahwa dari 60 item pernyataan, 2 item pernyataan angket ditolak. Jadi jumlah item pernyataan yang dipakai pada angket sebanyak 58 item pernyataan.

Setelah dijudge, peneliti melakukan rekapitulasi untuk memastikan item yang terbuang dan item yang dipakai dalam penelitian. Kemudian hasil rekapitulasi tersebut, dikonsultasikan kepada dosen pembimbing, lalu dilakukan uji coba angket terlebih dahulu kepada 30 responden yaitu remaja, yang digunakan untuk mencari validitas dan realibilitas.

Angket yang telah dikumpulkan dari remaja yang menjadi sampel penelitian lalu diolah dengan langkah-langkah sebagai berikut:

Memeriksa kelengkapan dan kesesuaian isi angket yang telah diisi oleh subjek penelitian.

Membuat tabel pengolahan untuk penskoran.

Menghitung persentase masing- masing frekuensi Sudijono (2010: 43).

100 N x PF

Keterangan : P : Persentase F : Frekuensi N : Jumlah sampel 100 : Bilangan tetap

4. Menetapkan kriteria penilaian masing-masing data yang diperoleh dengan batasan yang telah ditentukan.

Dikemukakan oleh Azwar (2004: 108) yaitu:

Kategorisasi Rumus Norma Sangat Kurang

Baik

X≤ (μ - 1,5 SD) Kurang Baik (μ- 1,5 SD) < X≤

(μ- 0,5 SD) Cukup Baik (μ- 0,5 SD) < X≤

(μ + 0,5 SD) Baik (μ + 0,5 SD) < X ≤

(μ + 1,5 SD) Sangat Baik (μ + 1,5 SD) < X

Pembahasan

Penelitian ini membahas tentang Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Sosial Remaja di Sawah Lua Kelurahan Sungai Sapih Kecamatan Kuranji Padang.

Hasil penelitian ini akan dibahas berdasarkan indikator yaitu pada tahap perkembangan sosial remaja yang dipengaruhi oleh faktor internal dan perkembangan sosial remaja yang dipengaruhi oleh faktor eksternal. Dari tahap perkembangan sosial remaja yang dipengaruhi oleh faktor internal dengan indikator konsep diri, kematangan fisik dan psikis dan kapasitas mental, emosi dan intelegensi. Dari tahap perkembangan sosial remaja yang dipengaruhi oleh faktor eksternal dengan indikator orang tua atau keluarga, teman sebaya dan lingkungan masyarakat.

Berikut hasil pembahasan dari penelitian dapat diungkap bahwa Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Sosial Remaja di Sawah Lua Kelurahan Sungai Sapih Kecamatan Kuranji Padang secara umum berada pada kategori Banyak dengan persentase 53,7%.

(6)

Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Sosial Remaja di Sawah Lua dari Tahap Perkembangan Sosial Remaja yang Dipengaruhi oleh Faktor Internal.

Berdasarkana data yang diperoleh mengenai Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Sosial Remaja di Sawah Lua Kelurahan Sungai Sapih Kecamatan Kuranji Padang dalam tahap perkembangan sosial remaja yang dipengaruhi oleh faktor internal bahwa dari 54 responden, tidak terdapat satu orangpun dalam kategori sangat banyak, pada kategori banyak terdapat 23 orang (42,6%), pada kategori cukup banyak terdapat 24 orang (44,4%), pada kategori sedikit terdapat 7 orang (13,0%) dan kategori sangat sedikit tidak ada. Jadi secara umum perkembangan sosial remaja yang dipengaruhi oleh faktor internal berada pada kategori banyak.

Menurut Sunarto dan Agung Hartono (2008: 131) faktor yang memepengaruhi perkembangan sosial secara internal yaitu:

(a) konsep diri, (b) kematangan fisik dan psikis, (c) kapasitas mental, emosi dan intelegensi. Berikut ini diuraikan pembahasan berdasarkan masing-masing indikator:

Konsep Diri

Berdasarkan hasil analisis data dalam konsep diri diketahui bahwa dari 54 responden, terdapat 7 orang (13,0%) berada pada kategori sangat banyak, pada kategori banyak terdapat 27 orang (50,0%), pada kategori cukup banyak terdapat 15 orang (27,8%), pada kategori sedikit terdapat 5 orang (9,2%) dan kategori sangat sedikit tidak ada. Jadi faktor yang mempengaruhi perkembangan sosial remaja di sawah lua kelurahan sungai sapih kecamatan kuranji padang dilihat dari konsep diri pada kategori banyak.

Dapat disimpulkan perkembangan sosial remaja yang dipengaruhi oleh faktor internal pada tahap konsep diri merupakan tahap awal yang berpengaruh pada perkembangan sosial remaja karena apabila konsep diri remaja rendah maka akan berpengaruh pada perkembangan sosialnya yaitu kurang mampunya remaja berinteraksi secara baik di dalam lingkungannya dan kemungkinan bisa terasingkan.

Menurut Robert A. Baron dan Donn Byrne, (2004: 172) “Walaupun orang sering kali berusaha untuk mengubah konsep self mereka, perubahan tersebut pada umumnya terjadi sebagai akibat dari berbagai faktor

dari pada keinginan untuk memperbaiki diri”.

Kematangan Fisik dan Psikis

Berdasarkan hasil analisis data pada kematangan fisik dan psikis diketahui bahwa dari 54 responden, terdapat 13 orang (24,1%) berada pada kategori sangat banyak, pada kategori banyak terdapat 23 orang (42,6%), pada kategori cukup banyak terdapat 12 orang (22,2%), pada kategori sedikit terdapat 6 orang (11,1%) dan kategori sangat sedikit tidak ada. Jadi faktor yang mempengaruhi perkembangan sosial remaja di sawah lua kelurahan sungai sapih kecamatan kuranji padang dilihat dari kematangan fisik dan psikis.

Dapat disimpulkan bahwa perkembangan sosial remaja yang dipengaruhi oleh faktor internal pada kematangan fisik dan psikis merupakan proeses soisialisasi karena untuk memberi dan menerima pandangan atau pendapat orang lain memerlukan kematangan fisik dan psikis sehingga setiap orang mampu bersosialisasi dengan Baik. Menurut Sunarto dan Hartono (2008: 131)

“Bersosialisasi memerlukan kematangan fisik dan psikis. Untuk mampu mempertimbangkan dalam proses sosial, memberi dan menerima pendapat orang lain, memerlukan kematangan intelektual dan emosional, disamping itu kemampuan berbahasa ikut pula menentukan.

Kapasitas mental, emosi dan intelegensi Berdasarkan hasil analisis data pada kapasitas mental, emosi dan intelegensi diketahui bahwa dari 54 responden, terdapat 10 orang (18,5%) berada pada kategori sangat banyak, pada kategori banyak terdapat 22 orang (40,7%), pada kategori cukup banyak terdapat 17 orang (31,5%), pada kategori sedikit terdapat 5 orang (9,3%) dan kategori sangat sedikit tidak ada. Jadi faktor yang mempengaruhi perkembangan sosial remaja di sawah lua kelurahan sungai sapih kecamatan kuranji padang dilihat dari kapasitas mental, emosi dan intelegensi termasuk kategori banyak.

Dapat disimpulkan perkembangan sosial remaja yang dipengaruhi oleh faktor internal pada kapasitas mental, emosi dan intelegensi remaja sangat berpengaruh pada sosialnya oleh karena itu apabila remaja memiliki kemampuan intelektual tinggi, kemampuan berbahasa baik, dan

(7)

pengendalian emosional secara seimbang sangat menentukan keberhasilan dalam perkembangan sosial remaja. Menurut Sunarto dan Hartono (2008: 131) “Sikap saling pengertian dan kemampuan memahami orang lain merupakan modal utama dalam kehidupan sosial dan hal ini akan mudah dicapai oleh remaja yang berkemampuan intelektual tinggi.

Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Sosial Remaja di Sawah Lua dari Tahap Perkembangan Sosial Remaja yang Dipengaruhi oleh Faktor Eksternal

Berdasarkan data yang diperoleh mengenai Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Sosial Remaja di Sawah Lua Kelurahan Sungai Sapih Kecamatan Kuranji Padang dalam tahap perkembangan sosial remaja yang dipengaruhi oleh faktor internal bahwa dari 54 responden, terdapat 7 orang (13,0%) berada pada kategori sangat banyak, pada kategori banyak terdapat 24 orang (44,4%), pada kategori cukup banyak terdapat 16 orang (29,6%), pada kategori sedikit terdapat 7 orang (13,0%) dan kategori sangat sedikit tidak ada. Jadi dari data di atas dapat disimpulkan bahwa secara umum perkembangan sosial remaja yang dipengaruhi oleh faktor eksternal berada pada kategori banyak.

Menurut Sunarto dan Agung Hartono (2008: 131) faktor yang memepengaruhi perkembangan sosial secara eksternal yaitu:

(a) orang tua, kelurga (b) teman sebaya (c) lingkungan masyarakat. Berikut ini diuraikan pembahasan berdasarkan masing- masing indikator yaitu:

Orang Tua, Keluarga

Berdasarkan hasil analisis data pada tahap orang tua, keluarga diketahui bahwa dari 54 responden, terdapat 12 orang (22,2%) berada pada kategori sangat banyak, pada kategori banyak terdapat 20 orang (37,0%), pada kategori cukup banyak terdapat 16 orang (29,6%), pada kategori sedikit terdapat 6 orang (11,2%) dan kategori sangat sedikit tidak ada. Jadi faktor yang mempengaruhi perkembangan sosial remaja di sawah lua kelurahan sungai sapih kecamatan kuranji padang dilihat dari orang tua, keluarga termasuk kategori banyak.

Dapat disimpulkan bahwa remaja berhubungan baik dengan orang tua maupun keluarga karena keluarga merupakan proses pendidikan yang bertujuan untuk membentuk lingkungan

kondusif bagi sosialisasi remaja. Menurut Sunarto dan Agung Hartono (2008: 131)

“Keluarga sangat dibutuhkan oleh remaja dalam proses perkembangan sosialnya, yaitu kebutuhan akan rasa aman, dihargai, disayangi, diterima, dan kebebasan untuk menyatakan diri.

Teman Sebaya

Berdasarkan hasil analisis data pada teman sebaya diketahui bahwa dari 54 responden, terdapat 4 orang (7,4%) berada pada kategori sangat banyak, pada kategori banyak terdapat 17 orang (31,5%), pada kategori cukup banyak terdapat 24 orang (44,4%), pada kategori sedikit terdapat 9 orang (16,7%) dan kategori sangat Sedikit tidak ada. Jadi faktor yang mempengaruhi perkembangan sosial remaja di sawah lua kelurahan sungai sapih kecamatan kuranji padang dilihat dari teman sebaya termasuk kategori cukup banyak.

Dapat disimpulkan bahwa teman sebaya sangat berpengaruh pada perkembangan sosial seseorang karena sebagian besar waktunya dihabiskan untuk berhubungan atau bergaul dengan teman- teman sebaya mereka. Menurut Sunarto dan Agung Hartono (2008: 131)

“Perkembangan sosial pada anak ditandai dengan adanya perluasan hubungan, di samping dengan anggota keluarga, juga dengan teman sebaya (peer group), sehingga ruang gerak hubungan sosialnya bertamabah luas”.

Lingkungan Masyarakat

Berdasarkan hasil analisis data pada lingkungan masyarakat diketahui bahwa dari 54 responden, terdapat 6 orang (11,1%) berada pada kategori sangat banyak, pada kategori banyak terdapat 27 orang (50,0%), pada kategori cukup banyak terdapat 16 orang (29,6%), pada kategori sedikit terdapat 5 orang (9,3%) dan kategori sangat sedikit tidak ada. Jadi faktor yang mempengaruhi perkembangan sosial remaja di sawah lua kelurahan sungai sapih kecamatan kuranji padang dilihat dari lingkungan masyarakat termasuk kategori banyak.

Dapat disimpulkan bahwa lingkungan masyarakat sangat berpengaruh pada perkembangan sosial seseorang karena kondusif atau tidak kondusifnya iklim kehidupan dalam masyarakat lingkungan tempat tinggal akan berpengaruh pada

(8)

perkembangan hubungan sosial remaja.

Menurut Sunarto dan Agung Hartono (2008: 131) “Remaja tengah mengarungi perjalanan masa mencari jati diri sehingga faktor keteladanan dan kekonsistenan sistem nilai dan norma dalam masyarakat juga menjadi seustu yang penting”.

Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan disimpulkan bahwa Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Sosial Remaja di Sawah Lua Kelurahan Sungai Sapih Kecamatan Kuranji Kota Padang sebagai berikut:

1. Perkembangan sosial remaja yang dipengaruhi oleh faktor internal secara umum berada pada kategori cukup banyak. Selanjutnya dilihat dari indikator konsep diri berada pada kategori banyak dan pada kematangan fisik dan psikis berada pada kategori banyak, sedangkan pada indikator kapasitas mental, emosi dan intelegensi berada pada kategori banyak. Hal ini membuktikan bahwa konsep diri, kematangan fisik dan psikis dan kapasitas mental, emosi sangat berpengaruh terhadap perkembangan sosial remaja.

2. Perkembangan sosial remaja yang dipengaruhi oleh faktor eksternal secara umum berada pada kategori banyak.

Selanjutnya dilihat dari indikator orang tua, keluarga berada pada kategori banyak dan pada teman sebaya berada pada kategori cukup banyak, sedangkan pada indikator lingkungan masyarakat berada pada kategori banyak. Hal ini membuktikan bahwa orang tua, teman sebaya, dan lingkungan masyarakat angat berpengaruh terhadap perkembangan sosial remaja.

Saran

Berdasarkan hasil penelitian yanag telah dikemukakan berikut diberikan saran kepada:

1. Remaja, agar mampu berkomunikasi dan berinteraksi secara baik, menjalin hubungan baik dengan siapapun, serta mampu memilih perbuatan yang baik dan buruk untuk diri sendiri.

2. Orang tua dapat memberikan pemahaman dan arahan terhadap perkembangan anaknya. Baik itu terhadap privasi remaja dan mampu

menjadi pribadi yang baik, pandai bersosialisasi dan orang tua selalu memberikan hal yang baik pada anak tanpa membeda-bedakan anak.

3. Teman sebaya, agar dapat saling tolong menolong dalam hal apapun, dan menciptakan suasana yang kondusif supaya terciptanya pergaulan yang bersih dan nyaman dilingkungan tempat tinggal.

4. Masyarakat, menerima remaja sebagai seseorang yang berkembang dan tidak menganggap remaja sebagai anak-anak, dan juga apabila pertanyaan dan tanggapan yang diberikan remaja agar diberikan respon yang sesuai.

5. Bagi peneliti selanjutnya bisa melakukan penelitian lanjutan di bidang perkembangan sosial dengan bebagai variabel yang berbeda dan menjadi patokan atau pedoman untuk pembuatan skripsi agar menjadi berkelanjutan.

Kepustakaan

Ali Mohammad, Asrori Mohammad. 2011.

Psikologi Remaja (Perkembangan Peserta Didik). Jakarta: PT Bumi Askara.

Al-Mighwar Muhammad. 2006. Psikologi Remaja. Bandung: Pustaka Setia.

Arikunto, Suharismi. 2006. Prosedur Penelitian. Jakarta. Rineka Cipta.

Arikunto, Suharismi. 2010. Prosedur Penelitian. Jakarta. Rineka Cipta.

Erickson. 1998. Psikologi Perkembangan (Perkembangan Peserta Didik).

Bandung: CV Pustaka Setia.

Fatimah, Enung. 2006. Psikologi Perkembangan (Perkembangan Peserta Didik). Bandung: CV Pustaka Setia.

Kesler Jey. 1978. Psikologi Perkembangan dan Pendidikan. Bandung: Pustaka Setia.

Marliani, Rosleny. 2010. Psikologi Umum.

Bandung: Pustaka Setia.

Piaget. 2006. Psikologi Remaja. Bandung:

Pustaka Setia.

Riduwan. 2013. Rumus dan Data Alam.

Bandung: Alfabeta.

Robert A. Baron & Donn Byrne. 2004.

Psikologi Sosial. Jilid 1. Erlangga Rumini Siti & Sundari. 2011. Psikologi

Remaja. Jakarta: PT Remaja Rosda Karya.

Saefullah. 2012. Psikologi Perkembangan dan Pendidikan. Bandung: Pustaka Setia.

(9)

Siagen, Toenggoel. 1985. Psikologi Perkembangan dan Pendidikan.

Bandung: Pustaka Setia.

Sugiyono. 2013. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D.

Bandung: Alfabeta.

Sunarto, Hartono Agung. 2008.

Perkembangan Peserta Didik.

Jakarta: Rineka Cipta.

Yusuf A. Muri. 2007. Dasar-dasar Metodologi Penelitian. Padang:

UNP Press.

Yusuf, Syamsu. 2009. Psikologi Perkembangan Anak dan remaja.

Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Willis, S. Sofyan. 2011. Psikologi Pendidikan. Bandung: Alfabeta cv.

Referensi

Dokumen terkait

Minuman di Lingkungan Masyarakat Sekitar Desa Aur Cino merupakan salah satu desa yang mempunyai pasar terbesar di Kecamatan VII Koto, pasar tersebut bernama Pasar Senin yang hanya

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanakah hasil belajar matematika siswa kelas VIII SMPN 2 V Koto Kampung Dalam Kabupaten Padang Pariaman dengan menerapkan strategi