• Tidak ada hasil yang ditemukan

OPTIMALISASI PEMUNGUTAN PAJAK BUMI DAN BANGUNAN PERDESAAN DAN PERKOTAAN (PBB-P2) DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN ASLI DAERAH DI KABUPATEN KUTAI TIMUR PROVINSI KALIMANTAN TIMUR

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "OPTIMALISASI PEMUNGUTAN PAJAK BUMI DAN BANGUNAN PERDESAAN DAN PERKOTAAN (PBB-P2) DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN ASLI DAERAH DI KABUPATEN KUTAI TIMUR PROVINSI KALIMANTAN TIMUR"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

ABSTRACT

Attempts to attend real autonomy, broad and responsible are carried out by the government with law number 23 of 2014 on Regional Government and Law No. 33 of 2004 on Fiscal Balance between Central and Regional Governments is one of the efforts to resolve the ongoing autonomy in our country.

The Law on Regional Autonomy Number 23 of 2014, has an obligatory region to increase the Original Regional Revenue. One way to increase the Original Revenue is through the Collection of Land and Rural Land and Urban Tax (PBB-P2)

Land Tax and Rural and Urban Buildings (PBB-P2) have a central position in development budgeting in Indonesia, particularly in the regions. In this case the author conducted a study entitled "Optimalization of Tax Collection of Earth and Rural and Urban Buildings in Increasing Original Revenue District East Kutai".

The method used in preparing the final report is a descriptive method with an inductive approach. The selected sample is the entire population of files associated with the Land and Rural Land and Rural Tax Collection (PBB- P2) of East Kutai Regency technically collecting data through observation, documentation and interviews.

The results of this study indicate that in the phase of increase in land and building taxes Luwuk Banggai natural regency has increased although in realization has not reached the goals set.

ii

(2)

ABSTRAK

Upaya untuk menghadiri otonomi nyata, luas dan bertanggung jawab dilakukan oleh pemerintah dengan undang-undang nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah dan undang-undang nomor 33 tahun 2004 Tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah adalah salah satu upaya penyelesaian otonomi yang sedang dijalankan di negara kita.

Undang – Undang Otonomi Daerah Nomor 23 Tahun 2014, memiliki daerah wajib untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah. Salah satu cara untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah adalah melalui Pemungutan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2)

Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) memiliki posisi sentral dalam penganggaran pembangunan di Indonesia khususnya di daerah. Dalam hal ini Penulis melakukan penelitian dengan judul “Optimalisasi Pemungutan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan dalam Meningkatkan Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Kutai Timur”.

Metode yang digunakan dalam pembuatan laporan akhir adalah metode deskriptif dengan pendekatan induktif. Sampel yang dipilih adalah seluruh populasi file yang terkait dengan Pemungutan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) Kabupaten Kutai Timur secara teknis pengumpulan data melalui observasi, dokumentasi dan wawancara.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada fase peningkatan Pajak Bumi dan Bangunan Kabupaten Luwuk Kabupaten Banggai alamiah mengalami peningkatan meskipun dalam realisasinya belum mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

iii

Referensi

Dokumen terkait

Faktor- faktor yang menghambat optimalisasi penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) di Kota Kotamobagu ditemukan

Dalam melaksanakan pemungutan Pajak Bumi Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2), pihak Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Barang Milik Daerah (DPPKBMD)

Kontribusi Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Balikpapan Tahun Jumlah Penerimaan Pertumbuhan (%).. 2012

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan pemungutan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) di Kota Bekasi secara keseluruhan telah berjalan

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis manajemen Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) di Kabupaten Jepara. Masalah yang diangkat dalam penelitian

Penelitian yang dilakukan Wardani (2017), berjudul Analisis Efektivitas Penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) dan Kontribusinya

Jumlah penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) Kota Balikpapan memberikan kontribusi yang masih kurang terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD)

Dalam optimalisasi pemungutan PBB P2 tersebut, sesuai dengan Peraturan Daerah Kabupaten Bogor Nomor 10 Tahun 2011 tentang Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan dan Perkotaan tentang Tata