• Tidak ada hasil yang ditemukan

OPTIMALISASI PENGGUNA PPT dalam PEMBELAJARAN PAI

N/A
N/A
UPTD SD Negeri 2 Peusangan

Academic year: 2023

Membagikan " OPTIMALISASI PENGGUNA PPT dalam PEMBELAJARAN PAI"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

A. Pendahuluan

Hidup manusia sangat dipengaruhi oleh perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Teknologi misalnya banyak menghasilkan mesin dan alat-alat seperti jam, mesin jahit, mesin cetak, mobil, mesin tenun, kapal terbang, tank, meriam, dan sebagainya, agar manusia dapat hidup lebih mudah, aman, dan senang dalam lingkungannya. Adanya alat-alat itu dapat mengubah pikiran manusia, mengubah cara kerja dan cara hidupnya. Juga pendidikan tidak bebas dari pengaruh teknologi.1

Suatu kegiatan belajar mengajar (KBM) dalam pelaksanaannya membutuhkan bantuan media pembelajaran tertentu. Tanpa kehadiran media pembelajaran tentu saja KBM tidak dapat berjalan sebagaimana harapan (Setiawan, 2018). Gerlach & Ely (1987) mengatakan bahwa, media pembelajaran merupakan orang, bahan, peralatan atau sebuah kegiatan yang dapat menciptakan kondisi yang memungkinkan anak didik memperoleh pengetahuan, keterampilan dan sikap. Dengan demikian, dapat dipahami bahwa dalam kegiatan belajar mengajar media pembelajaran mempunyai peran tersendiri dalam mewujudkan tercapainya kegiatan pembelajaran yang diharapkan.2

Media pembelajaran merupakan salah satu komponen pendukung keberhasilan proses belajar mengajar. Selama kegiatan belajar mengajar, dibutuhkan adanya interaksi antara guru dan siswa, agar siswa dapat menyerap materi pembelajaran dengan optimal. Sebagai tenaga pengajar dan pendidik yang secara langsung terlibat dalam proses belajar mengajar, guru memegang peran penting dalam mengarahkan siswa mengarahkan siswa mencapai hasil belajar yang maksimal (Daryanto, 2010).3

Dalam dunia pendidikan, teknologi sangat dibutuhkan untuk proses belajar mengajar. Salah satu teknologi tersebut adalah aplikasi Microsoft Power Point.

Aplikasi ini dapat digunakan untuk membuat maupun menyampaikan materi.

1Prof. Dr. S. Nasution M.A, Teknologi Pendidikan, Cetakan Pertama, (Bandung, C.V Jemmars, 1982), hal.115.

2Setiawan, H. R, Media dan Sumber Belajar, (Yogyakarta: Bildung, 2018), hal. 11

3Daryanto, Media Pembelajaran, (Yogyakarta: Gaya Media, 2010), hal. 11.

(2)

Di era modern ini, sudah banyak guru, dosen maupun pelajar yang menggunakan Power Point untuk menyelesaikan pekerjaan dan tugas mereka.

Selain mudah dalam pengoperasiannya, Power Point banyak digunakan orang karena memiliki design dan animasi menarik yang dapat mengurangi kejenuhan.

B. Pembahasan

Optimalisasi adalah upaya seseorang untuk meningkatkan suatu kegiatan atau pekerjaan agar dapat memperkecil kerugian atau memaksimalkan keuntungan agar tercapai tujuan sebaik-baiknya dalam batas-batas tertentu.

Semua jenis media pada dasarnya dibuat untuk disajikan atau dipresentasikan kepada sasaran. Yang membedakan antara media presentasi dengan media pada umumnya adalah bahwa pada media presentasi pesan atau materi yang disampaikan dikemas dalam sebuah program komputer dan disajikan melalui prangkat alat saji (proyektor). Pesan atau materi yang dikemas bisa berupa teks, gambar, animasi, dan video yang dikombinasi dalam satu kesatuan yang utuh.4

Power Point merupakan sebuah software yang dibuat dan dikembangkan oleh perusahaan microsoft dan merupakan salah satu program berbasis multimedia. Didalam komputer, biasanya program ini sudah dikelompokkan dalam program microsoft office. Program ini dirancang khusus untuk menyampaikan presentasi, baik yang diselenggarakan oleh perusahaan, pemerintahan, pendidikan, maupun perorangan, dengan bebagai fitur menu yang mampu menjadikannya sebagai media komunikasi yang menarik.5

Dapat disimpulkan bahwa media presentasi power point adalah aplikasi yang digunakan untuk menampilkan sebuah ide, gagasan, materi serta informasi dari pemateri kepada partisipan atau dari guru kepada siswa. Dengan media power point ini diharapkan dapat mengurangi ketidakpasitian atau miskonsepsi yang diterima oleh siswa.

1. Microsoft Power Point

4Daryanto, Media Pembelajaran Peranannya Sangat Penting dalam Mencapai Tujuan Pembelajaran, (Yogyakarta: Gava Media, 2013), hal. 67

5Ibid, h. 163

(3)

Microsoft PowerPoint adalah sebuah program komputer untuk presentasi yang dikembangkan oleh Microsoft di dalam paket aplikasi kantoran mereka, Microsoft Office, selain Microsoft Word, Excel, Access dan beberapa program lainnya. PowerPoint berjalan di atas komputer PC berbasis sistem operasi Microsoft Windows dan juga Apple Macintosh yang menggunakan sistem operasi Apple Mac OS, meskipun pada awalnya aplikasi ini berjalan di atas sistem operasi Xenix.

Dimulai pada versi Microsoft office System 2003, Microsoft mengganti nama dari sebelumnya Microsoft PowerPoint saja menjadi Microsoft Office PowerPoint. Lalu, pada office 2013, namanya cukup disingkat PowerPoint. Versi terbaru dari PowerPoint adalah versi 15 (Microsoft Office PowerPoint 2013), yang tergabung ke dalam paket Microsoft Office 2013.6

Microsoft PowerPoint merupakan program aplikasi yang paling banyak digunakan untuk keperluan presentasi, karena memiliki fasilitas dan kelebihan yang memberikan kemudahan dalam membuat suatu presentasi yang efektif, profesional dan menarik. Pada umumnya Microsoft PowerPoint digunakan untuk keperluan seminar, promosi, training dan meeting.7

2. Pendidikan Agama Islam

Pendidikan agama Islam adalah upaya sadar dan terencana dalam menyiapkan peserta didik untuk mengenal, memahami, menghayati, hingga mengimani ajaran agama Islam, dibarengi dengan tuntunan untuk menghormati penganut agama lain dalam hubungannya dengan kerukunan antar umat beragama hingga terwujud kesatuan dan persatuan bangsa (Kurikulum PAI, 3: 2002).

Menurut Zakiyah Daradjat (1987:87) pendidikan agama Islam adalah suatu usaha untuk membina dan mengasuh peserta didik agar senantiasa dapat memahami ajaran Islam secara menyeluruh. Lalu menghayati tujuan, yang pada akhirnya dapat mengamalkan serta menjadikan Islam sebagai pandangan hudup.

6http://id.m.wikipedia.org/wiki/Microsoft PowerPoint, diakses 27 Oktober 2016 pukul 11:39

7Muhammad Dahria dan Ismawardi Santoso, Manfaat PowerPoint, (LPPM-STMIK Triguna Dharma, Volume 6 Nomor 1, Januari 2009), hal. 252.

(4)

Sedangkan menurut A. Tafsir pendidikan agama Islam adalah bimbingan yang diberikan seseorang kepada seseorang agar ia berkembang secara maksimal sesuai dengan ajaran Islam.8

3. Fungsi dan Keuntungan Menggunakan Microsoft PowerPoint

Levied dan Lentz dalam Kanti (2003:16) menuliskan empat kegunaan media pembelajaran, terutama media visual, yaitu: a) Fungsi atensi. Fungsi atensi yaitu membangkitkan minat dan memusatkan fokus siswa terhadap isi pelajaran yanag berhubungan dengan makna visual yang tampak atau mengiringi teks materi pelajaran. b) Fungsi afektif. Fungsi afektif media visual bisa dicermati dari tingkat kepuasan siswa saat belajar atau membaca teks yang bergambar. Gambar atau lambang visual dapat menyentuh hati dan perilaku siswa. c) Fungsi kognitif.

Fungsi kognitif media visual terlihat dari hasil riset yang menunjukkan bahwa simbol-simbol visual atau gambar memudahkan perolehan tujuan untuk mengerti dan mengingat perintah atau informasi yang ada dalam gambar. d) Fungsi kompensatoris. Fungsi kompensatoris bisa diketahui dari hasil riset bahwa media ini memudahkan siswa yang kurang dalam membaca untuk mengatur informasi dalam teks dan mengingatnya kembali. Ini berlaku jika media visual menyediakan konteks untuk mengerti teks.9

Arief (2014: 17-18) menuliskan bahwa media pembelajaran mempunyai manfaat sebagai berikut: a) memperjelas presentasi agar pesan tidak verbalististik, b) menyiasati keterbatasan tempat, waktu, dan kemampuan indera, c) membuat anak didik menjadi lebih aktif, dll.10

Kemp dan Dayton (1985) mengajukan beberapa hasil riset yang mempertlihatkan efek positif dari pemanfaatan media pembelajaran sebagai bagian tak terpisahkan dari pembelajaran di kelas atau sebagai ragam pembelajaran langsung, sebagai berikut: a) penyajian pelajaran lebih varatif, b)

8Abdul Majid, S,Ag dan Dr.E.Mulyasa, M.Pd, Pendidikan Agama Islam Berbasis Kompetensi (Konsep dan Implementasi Kurikulum 2004), Cetakan Ketiga, (Bandung, PT Remaja Rosdakarya2009), hal.130.

9Karti, Teknologi Pembelajaran Pendekatan Sistem, Konsepsi, dan

Model, SAP, Evaluasi, Sumber Belajar dan Media, (Surabaya: Surabaya Intellectual Club 2003), hal.16

10Arief S, Media Pendidikan (Pengertian, Pengembangan, dan Pemanfaatannya), (Jakarta: RajaGrafindo, 2014), hal. 17-18

(5)

pembelajaran menjadi lebih menarik perhatian, c) pembelajaran lebih interaktif, d) waktu lebih efektif, e) hasil belajar bisa lebih berkualitas, dll.

Encyclopedia of Educational Research dalam Hamalik (1994) dalam Cecep (2021: 17-19) merangkum manfaat media pembelajaran, sebagai berikut: a) menempatkan fondasi yang jelas untuk berpikir, b) menarik perhatian siswa, c) menyajikan pengalaman konkret, d) meningkatkan pemikiran yang teratur, dll.11

Sebenarnnya, media pembelajaran digunakan agar memberikan kelancaran terhadap proses interaksi belajar antara guru dengan siswa pada saat proses pembelajaran. Maka dengan adanya media pembelajaran diharapkan interaksi belajar-mengajar menjadi lebih efektif dan efisien serta memberikan nilai lebih terhadap proses belajar yang telah dilaksanakan.

Media mewadahi pesan yang disampaikan oleh penyalurnya yang kemudian diberikan kepada penerima pesan. Pesan pembelajaran merupakan materi yang ingin disampaikan. Tujuan yang ingin dicapai adalah terjadinya proses belajar (Miarso, 1986:47).12

Dari beberapa uraian dan pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa ada banyak manfaar media pembelajaran PAI secara praktis, seperti a) membuat pembelajaran menjadi lebih menarik, b) kebutuhan siswa dengan gaya belajar yang beraneka ragam bisa terpenuhi, c) membuat proses belajar mengajar menjadi lebih efektif dan efisien, dsb.

a. Mudah dibuat dan digunakan

Siswa serta guru, bisa membuat presentasi digital dengan sedikit pelatihan mengenai peranti lunak itu sendiri. Sebagian besar peranti lunak menyediakan “ Wizards ” untuk membantu anda dan siswa anda. Template menyediakan berbagai desain dan yang harus dilakukan para siswa hanyalah memilih Template dan memasukkan konten.13

11Kustandi, Cecep, Pengembangan Media Pembelajaran (Jakarta: Kencana.

Muhammad Fadlillah, 2012), hal.17-19.

12Miarso, Teknologi Komunikasi Pendidikan Pendidikan dan Penerapannya di Indonesia, (Jakarta: CV. Rajawali, 1986), hal.47

13haron E. Smaldino, Deborah L. Lowther dan James D. Russel, Instructional Technology and Media for Learning, Terj. Arif Rahman, Cetakan Kedua, (Jakarta, Prenada Interpratama Offset, 2012), hal. 337

(6)

b. Mendukung penyertaan multimedia

Selain bisa digunakan untuk memasukkan teks, dalam PowerPoint kita juga dapat memasukkan beberapa multimedia seperti gambar, animasi, audio dan klip video.

c. Mendukung interaktivitas

Presentasi bisa menyertakan hiperteks dan tombol navigasi untuk lebih mendukung proses belajar. Presenter bisa dengan mudah menuju slide manapun dalam presentasi atau tautan ke salah satu dari berkas multimedia terpadu atau situs internet.14

4. Dasar Pertimbangan Pemilihan Media Pembelajaran PAI

Beberapa penyebab orang memilih media antara lain adalah a) bermaksud mendemonstrasikannya, b) merasa sudah akrab dengan media tersebut, c) ingin memberi gambaran atau penjelasan yang lebih konkret, d) merasa bahwa media bisa berbuat lebih dari yang bisa dilakukannya. Jadi, dasar pertimbangan untuk memilih suatu media sangatlah sederhana, yaitu dapat memenuhi kebutuhan atau mencapai tujuan yang diiinginkan atau tidak. Mc. Connel (1974) mengatakan,

“Bila media itu sesuai, pakailah!”, “If the medium fits, use it!”(Arief, 2014: 84).15 Selain itu, prinsip-prinsip dalam penggunaan media pembelajaran juga harus diperhatikan, mengingat dalam penggunaan media pembelajaran harus sesuai prosedur penggunaannya. Hal ini dlakukan agar penggunaan media pembelajaran lebih efektif. Terdapat beberapa prinsip dalam penggunaan media pembelajaran yang perlu diperhatikan, yaitu: 1) penggunaan media pembelajaran hendaknya dipandang sebagai bagian uang integral dari suatu system pengajaran, 2) pengguna media pembelajaran hendaknya menguasai teknik dari media yang digunakan, 3) guru seharusnya mempertimbangkan kuntungan dan kerugian pemanfaatan media tersebut. 4) penggunaan media harus selalu diorganisasikan secara sistematis, dan 5) guru bisa memanfaatkan multimedia untuk suatu pokok bahasan yang memerlukan lebih dari satu media.

14Ibid...hal. 339

15 Arief S, Media Pendidikan (Pengertian, Pengembangan, dan Pemanfaatannya), (Jakarta: RajaGrafindo, 2014), hal. 84

(7)

Mengenai prinsip-prinsip penggunaan media pembelajaran, Nana Sudjana (1991:104) menuliskan sebagai berikut: a) menentukan jenis media dengan tepat, b) menetapkan atau memperhitungkan subjek dengan tepat, c) menyajikan media dengan tepat, dan d) menempatkan atau memperlihatkan media pada waktu, tempat dan situasi yang tepat.16

Pada akhirnya memilih media pembelajaran memang membutuhkan pertimbangan yang tepat agar proses pembelajaran berjalan efektif dan efisien.

Media pembelajaran yang tepat akan sangat membantu guru dalam mencapai tujuan pembelajaran tersebut. Dalam pembelajaran PAIdi sekolah dasar, media pembelajaran yang dipilih dan digunakan guru dengan pertimbangan yang tepat akan membantu guru tersebut menciptakan suasana pembelajaran yang menarik, interaktif, komunikatif dan melibatkan siswa secara aktif.

5. Pengaruh penggunaan aplikasi Microsoft PowerPoint terhadap pembelajaran Pendidikan Agama Islam

Secara umum manfaat media dalam pembelajaran adalah memperlancar interaksi guru dan siswa, dengan maksud untuk membantu siswa belajar secara optimal.17 Begitu pula dengan Microsoft PowerPoint. Penggunaan aplikasi ini sangat berpengaruh dalam proses belajar mengajar. Beberapa pengaruh tersebut diantaranya :

1) Jumlah waktu belajar-mengajar dapat dikurangi

Sering kali terjadi, para guru banyak menghabiskan waktu untuk menjelaskan materi ajar. Padahal waktu yang dihabiskan tidak perlu sebanyak itu, jika mereka memanfaatkan media pembelajaran dengan baik. Dengan menggunakan PowerPoint siswa tidak hanya mendengarkan penjelasan guru, tetapi bisa juga membaca materi pembelajaran yang telah dibagi maupun yang ditampilkan dengan proyektor. Dengan ini siswa dapat dengan mudah memahami materi.

2) Kualitas belajar siswa dapat ditingkatkan

16 Nana, Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar, (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 1991), hal.104

17Suwarna, M.Pd., dkk, Pengajaran Mikro (Pendekatan Praktis Dalam Menyiapkan Pendidik Profesional), Cetakan kedua, (Yogyakarta, Tiara Wacana 2005), hal. 128

(8)

Penggunaan media tidak hanya membuat proses pembelajaran lebih efisien, tetapi juga membantu siswa menyerap materi ajar secara lebih mendalam dan utuh.18 Jika sebuah materi dilengkapi dengan kegiatan praktek, maka materi tersebut akan lebih mudah diterima. Misalnya materi tentang shalat. Dengan media PowerPoint, siswa dapat memperoleh penjelasan materi disertai video praktik tentang sholat.

3) Mempermudah siswa dalam melakukan presentasi

Presentasi tidak hanya dilakukan oleh seorang guru saja, tetapi terkadang siswa juga diberi tugas untuk menyampaikan materi. Dengan media pembelajaran ini siswa akan terbantu karena siswa dapat mempersiapkan materi terlebih dahulu sehingga presentasi menjadi lebih mudah.

6. Kriteria Pemilihan Media Pembelajaran PAI

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam memilih media, antara lain: tujuan pembelajaran yang ingin diraih, efektivitas dan efisiensi, student conditional, penyediaan perangkat keras (hardware), kualitas teknis dan biaya.

Oleh sebab itu, beberapa pertimbangan yang perlu diperhatikan antara lain (Asnawir, 2002:15-16): a) Media yang dipilih hendaknya sesuai dan mendukung tujuanpembelajaran yang telah ditetapkan. b) Aspek materi menjadi sesuatu yang dianggap penting dalam menentukan media. c) Kondisi audien (siswa) dari segi subjek belajar menjadi perhatian yang serius bagi guru dalam memilih media yang sesuai dengan kondisi anak. d) Keberadaan media atau mengharuskan bagi guru merancang sendiri media yang akan dipakai merupakan hal yang perlu dipertimbangkan seorang guru

.

19

7. Hasil Belajar

Hasil belajar adalah pola-pola perbutan, nilai-nilai, pengertian-pengertian, sikap-sikap, apresiasi, keterampilan. 19 Pengertian lain dari hasil belaja adalah”

18 Ibid., hal. 129

19Asnawir, dkk, Media Pembelajaran, (Jakarta: Ciputat Pers, 2002), hal. 15-16

(9)

suatu hasil yang diharapkan dari pembelajaran yang telah ditetapkan dalam rumusan perilaku tertentu”.20

Hasil belajar tampak sebagai terjadinya perubahan tingkah laku pada diri siswa, yang dapat diamati dan diukur dalam bentuk perubahan pengetahuan, sikap dan keterampilan. Perubahan tersebut dapat diartikan terjadinya peningkatan dan pengembangan yang lebih baikdibandingan dengan sebelumnya, misalnya dari tidak tahu menjadi tahu, sikap kurang sopan menjadi sopan, dan sebagainya.21

Berdasarkan pengertian-pengertian di atas, dapat dipahami bahwa hasil belajar adalah perubahan prilaku yang terjadi pada diri peserta didik yang ditandai dengan ciri-ciri tertentu sebagai hasil dari kegiatan pembelajaran. Perubahan perilaku peserta didik meliputi bidang kognitif, afektif, dan psikomotor. Hasil belajar dapat diukur dan dinilai setelah peserta didik melakukan proses belajar.

Adapun pengertian hasil belajar Pendidikan Agama Islam adalah hasil belajar mata pelajaran Pendidikan Agama Islam yang dapat diukur dan dinilai setelah peserta didik melakukan proses belajar Pendidikan Agama Islam. Menurut Muhibbin Syah bahwa fakto-faktor yang mempengaruhi hasil belajar adalah

a) Faktor Internal (faktor dari dalam siswa) yakni keadaan jasmani dan rohani siswa

b) Faktor eksternal (faktor dari luar siswa) yakni kondisi lingkungan disekitar siswa

c) Faktor pendekatan belajar (approach to learning) yakni jenis upaya belajar yang meliputi strategi dan metode serta media yang digunakan siswa untuk melakukan kegiatan pembelajaran metari-materi pembelajaran.22

8. Minat Belajar

Dilihat dari pengertian Etimologi, minat berarti perhatian, kesukaan (kecenderungan) hati kepada suatu kegiatan.23 Sedangkan menurut arti

20Nyanyu Khodijah, Psikologi Pendidikan, (Jakarta: Rajawali Pers, 2014), hal.189.

21 Oemar Hamalik, Perencanaan Pengajaran Berdasarkan Pendekatan Sistem, (Jakarta:

Bumi Askara, 2003), hal. 155

22Muhibbin Syah, Psikologi Belajar,(Jakarta: Rajawali Pers, 2012), hal. 145-146

23Ibid..., hal. 145-146

(10)

Terminologi minat adalah keinginan yang terus menerus untuk memperhatikan atau melakukan sesuatu. Minat dapat menimbulkan semangat dalam melakukan kegiatan agar tujuan dari pada kegiatan tersebut dapat tercapai. Dan semangat yang ada itu merupakan modal utama bagi setiap individu untuk malakukan suatu kegiatan. 24

Minat adalah kecenderungan jiwa yang relatif menetap kepada diri seseorang dan biasanya disertai dengan perasaan senang.25Sedangkan belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya.26Jadi minat belajar adalah aspek psikologi seseorang yang menampakkan diri dalam beberapa gejala, seperti gairah, keinginan, perasaan suka untuk melakukan proses perubahan tingkah laku melalui berbagai kegiatan yang meliputi mencari pengetahuan dan pengalaman.

C. Kesimpulan

Microsoft PowerPoint adalah sebuah program komputer untuk presentasiyang dikembangkan oleh Microsoft di dalam paket aplikasi kantoran mereka, Microsoft Office, selain Microsoft Word, Excel, Access dan beberapa program lainnya. Microsoft PowerPoint sangat bermanfaat untuk presentasi baik dalam seminar, promosi, training dan meeting. Aplikasi ini juga sering digunakan dalam dunia pendidikan ketika proses belajar mengajar, tak terkecuali dalam Pendidikan Agama Islam. Microsoft PowerPoint membawa pengaruh positif dalam kegiatan belajar mengajar Pendidikan Agama Islam, mulai dari mempersingkat waktu belajar mengajar, meningkatkan kualitas belajar siswa, hingga mempermudah siswa melakukan presentasi.

Faktor penghambat penggunaan media pembelajaran interaktif berbasis Power Point di sekolah ini, yaitu sarana dan prasarana dalam hal ini infocus

24Depdikbud, Pembinaan Minat Baca, Materi Sajian, (Jakarta: Dirjen Dikdasmen Depdikbud RI, 1997), hal.6

25Muhammad Fathurrohman, Sulistyorini, Belajar dan Pembelajaran, (Yogyakarta:

Teras, 2012), hal. 173

26Slameto, Belajar dan Faktor-faktor Yang Mempengaruhinya, Cet. 6 (Jakarta: Rineka Cipta, 2013), h. 2.

(11)

jumlahnya terbatas sehingga pelaksanaannya dilakukan secara bergantian dengan guru mata pelajaran yang lain. Selain itu, tenaga pengajar atau guru memiliki keterampilan yang terbatas tentang cara menggunakan media dalam proses belajar mengajar di kelas dan belum sepenuhnya mampu membuat sendiri media pembelajarannya. Kemudian, tidak semua materi dalam pelajaran Fiqhdi kelas XI dapat menggunakan pembelajaran interaktif berbasis Power Point. Adapun faktor pendukung penggunaan media pembelajaran interaktif berbasis Power Point di MAS Amaliyah Sunggal, yaitu adanya persepsi positif guru seperti media pembelajaran interaktif berbasis Power Point memudahkan penyampaian materi pelajaran dan pencapaian tujuan pembelajaran, menarik perhatian dan minat belajar siswa sehingga membuat siswa lebih antusias dan bersemangat menyimak pembelajaran dan mengikuti setiap langkah-langlah pembelajaran yang sudah disusun oleh guru Fiqh. Selain itu, guru memiliki kemauan untuk melakukan pembelajaran secara variatif dan menarik di dalam setiap pertemuan pembelajaran. Terakhir, adanyakesediaan sekolah untuk terus menerus berusaha menyediakanfasilitas pembelajaran atau sarana dan prasarana sekolah yang mendukung kegiatan pembelajaran.

DAFTAR PUSTAKA

Abdul Majid, S,Ag dan Dr.E.Mulyasa, M.Pd, Pendidikan Agama Islam Berbasis Kompetensi, Cetakan Ketiga, Bandung, PT Remaja Rosdakarya.

(12)

Ahmad Fuad Said, Peranan Ulama dalam Merebut dan Mengisi Kemerdekaan RI, Medan: Pustaka Babussalam.

Arief S, Media Pendidikan (Pengertian, Pengembangan, dan Pemanfaatannya), Jakarta: RajaGrafindo.

Arief S, Media Pendidikan (Pengertian, Pengembangan, dan Pemanfaatannya), Jakarta: RajaGrafindo.

Asnawir, dkk, Media Pembelajaran, Jakarta: Ciputat Pers.

Daryanto, Media Pembelajaran Peranannya Sangat Penting dalam Mencapai Tujuan Pembelajaran, Yogyakarta: Gava Media.

Depdikbud, Pembinaan Minat Baca, Materi Sajian, Jakarta: Dirjen Dikdasmen Depdikbud RI.

haron E. Smaldino, Deborah L. Lowther dan James D. Russel, Instructional Technology and Media for Learning, Terj. Arif Rahman, Cetakan Kedua, Jakarta, Prenada Interpratama Offset.

http://id.m.wikipedia.org/wiki/Microsoft .

Karti, Teknologi Pembelajaran Pendekatan Sistem, Konsepsi, dan Model, SAP, Evaluasi, Sumber Belajar dan Media, Surabaya: Surabaya Intellectual Club.

Kustandi, Cecep, Pengembangan Media Pembelajaran, Jakarta: Kencana.

Muhammad Fadlillah.

Miarso, Teknologi Komunikasi Pendidikan Pendidikan dan Penerapannya di Indonesia, Jakarta: CV. Rajawali.

Muhammad Dahria dan Ismawardi Santoso, Manfaat PowerPoint, LPPM- STMIK Triguna Dharma.

Muhammad Fathurrohman, Sulistyorini, Belajar dan Pembelajaran, Yogyakarta:

Teras.

Muhibbin Syah, Psikologi Belajar, Jakarta: Rajawali Pers.

Nyanyu Khodijah, Psikologi Pendidikan, Jakarta: Rajawali Pers.

Oemar Hamalik, Perencanaan Pengajaran Berdasarkan Pendekatan Sistem, Jakarta: Bumi Askara.

(13)

Prof. Dr. S. Nasution M.A, Teknologi Pendidikan, Cetakan Pertama, Bandung, C.V Jemmars.

Setiawan, H. R, Media dan Sumber Belajar, Yogyakarta: Bildung.

Slameto, Belajar dan Faktor-faktor Yang Mempengaruhinya, Cet. 6, Jakarta:

Rineka Cipta.

Referensi

Dokumen terkait

ANALISIS DATA PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR DALAM PEMBELAJARAN PAI TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS VIII SMPN 1 WIRADESA KABUPATEN PEKALONGAN.. Analisis Data Penggunaan

Penerapan Media Microsoft Powerpoint tidak lepas dari tujuan yang hendak dicapai dalam suatu proses belajar mengajar, oleh karena itu sebelum menerapkan suatu media

Implementasi pemanfaatan media internet dalam pembelajaran PAI berfungsi sebagai alat dan sumber belajar bagi guru dan siswa untuk mendapatkan materi yang aktual

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah hasil belajar dalam pembelajaran PAI dan Budi Pekerti menggunakan strategi information search lebih baik dari pada hasil

Strategi Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam memilih metode, media, dan sumber belajar untuk meningkatkan kualitas pembelajaran .... Pengertian

Penerapan Media Microsoft Powerpoint tidak lepas dari tujuan yang hendak dicapai dalam suatu proses belajar mengajar, oleh karena itu sebelum menerapkan suatu media

Menurut Achsin (1986:17-18) menyatakan bahwa tujuan penggunaan media pengajaran adalah (1) agar proses belajar mengajar yang sedang berlangsung dapat berjalan

Dari berbagai pendapat ahli tersebut dapat disimpulkan bahwa manfaat media pembelajaran adalah untuk membantu siswa maupun guru dalam kegiatan belajar mengajar, sehingga