• Tidak ada hasil yang ditemukan

ORGANISASI DAN TATA KERJA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "ORGANISASI DAN TATA KERJA"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

ORGANISASI DAN TATA KERJA – BALAI PENGAWASAN TERTIB NIAGA 2019.

PERMENDAG NO. 75 TAHUN 2019, LL KEMENDAG, 11 HLM.

PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA BALAI PENGAWASAN TERTIB NIAGA.

ABSTRAK : - bahwa untuk mendukung dan menunjang efektivitas pelaksanaan tugas dan fungsi Kementerian Perdagangan di bidang pengawasan tertib niaga, perlu membentuk Balai Pengawasan Tertib Niaga;

- bahwa organisasi dan tata kerja Balai Pengawasan Tertib Niaga telah mendapat persetujua Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi berdasarkan Surat No. B/888/M.KT.01/2019 tanggal 25 September 2019 perihal Pembentukan Unit Pelakasan Teknis Balai Pengawasan Tertib Niaga;

- bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b, perlu menetapkan Peraturan Menteri Perdagangan tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Pengawasan Tertib Niaga;

- Dasar Hukum Peraturan Menteri ini adalah :

UU No. 2 Tahun 1981, UU No. 10 Th. 1995, UU No. 8 Th. 1999, UU No. 5 Th. 2014, UU No. 7 Th. 2014, Perpres No. 7 Th. 2015, Perpres No. 48 Th. 2015, Permenpan No. PER/18/M.PAN/11/2008, Permendag No. 08/M-DAG/PER/2/2016, Permendag No. 26/M- DAG/PER/5/2017, Permendag No. 15 Th. 2018, Permendag No. 23 Th. 2018, Permendag No. 74 Th. 2018, Permendag No. 36 Th. 2018, Permendag No. 69 Th. 2018;

- Dalam Peraturan Menteri ini diatur tentang :

1. Balai Pengawasan tertib Niaga yang selanjutnya disingkat BPTN merupakan unit pelaksana teknis dipimpin oleh Kepala yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepad Direktur Tertib Niaga, Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga, Kementerian Perdagangan

2. BPTN mempunyai tugas melaksanakan pemeriksaan, pengawasan dan penindakan di bidang tata niaga impor, dan tata niaga dan kesesuaian barang Standar Nasional Indonesia wajib serta alat-alat Ukur, Takar, Timbang dan Perlengkapannya;

3. BPTN menyelenggarakan fungsi:

a. Pelaksanaan pemeriksaan di bidang tata niaga impor, dan tata niaga dan kesesuaian barang Standar Nasional Indonesia wajib serat alat-alat Ukur, Takar, Timbang dan Perlengkapannya;

(2)

b. Pelaksanaan pengawasan di bidang tata niaga impor, dan tata niaga dan kesesuaian barang Standar Nasional Indonesia wajib dan alat-alat Ukur, Takar, Timbang dan Perlengkapannya;

c. Pelaksanaan penindakan bidang tata niaga impor, dan tata niaga dan kesesuaian barang Standar Nasional Indonesia wajib dan alat-alat Ukur, Takar, Timbang dan Perlengkapannya;

d. Pelaksanaan penyusunan rencana dan program, pengelolaan urusan kepegawaian, keuangan, kerja sama, hubungan masyarakat, perlengkapan, persuratan, arsip, rumah tangga, dan pengelolaan Barang Milik Negara serta penyiapan bahan evauasi dan pelaporan.

4. BPTN terdiri atas:

a. Subbagian Tata Usaha;

b. Seksi Tata Niaga Impor;

c. Seksi Tata Niaga Barang; dan d. Kelompok Jabatan Fungsional.

5. Setiap Kepala BPTN mennyampaikan laporan kepada Direktur Tertib Niaga secara berkala atau sewaktu-waktu jika diperlukan;

6. Dalam melaksanakan tugasnya, setiap unsur di lingkungan BPTN menerapkan prinsip koordinasi, integrasi, dan sinkronisasi, baik di lingkungan BPTN maupun dalam hubungan antar instansipemerintah baik pusat maupun daerah;

7. BPTN terdiri atas 4 (empat) Balai, yang berlokasi di:

a. Medan, Provinsi Sumatera Utara;

b. Bekasi, Provinsi Jawa Barat;

c. Surabaya, Provinsi Jawa Timur; dan d. Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan.

CATATAN : - Peraturan Menteri ini mulai berlaku sejak tanggal diundangkan, yaitu pada tanggal 8 Otober 2019 .

Referensi

Dokumen terkait

bahwa untuk meningkatkan mutu layanan penjaminan mutu pendidikan dasar dan menengah termasuk pendidikan anak usia dini pada pendidikan formal dalam rangka pencapaian standar

Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga mempunyai tugas menyelenggarakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pemberdayaan konsumen,

Tujuan Manual Pelaksanaan Standar Tata Pamong, Tata Kelola, dan Kerjasama Dokumen Manual Pelaksanaan Standar Tata Pamong, Tata Kelola, dan Kerjasama ini bertujuan sebagai panduan

KETIGA : Daftar Alat Kesehatan, Alat Kesehatan Diagnostik In Vitro, dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga yang Dikecualikan dari Perizinan Tata Niaga Impor Dalam

Peraturan Kepala Badan Narkotika Nasional Nomor 3 Tahun 2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Badan Narkotika Nasional Provinsi dan Badan Narkotika Nasional

Sistem pengawasan pemerintah dilakukan oleh Badan POM sebagai institusi yang bertanggung jawab dalam melakukan pengaturan dan standardisasi; penilaian keamanan, khasiat dan

 Menyaring alat kesehatan impor yang masuk harus memenuhi persyaratan standar keamanan, mutu dan manfaat sesuai harmonisasi ASEAN.  Melakukan pengawasan alat kesehatan dari

INTEGRATED CORPORATE GOVERNANCE POLICY CIMB INDONESIA FINANCIAL CONGLOMERATE CIMB Niaga sebagai Entitas Utama EU wajib menyusun dan menetapkan Kebijakan Tata Kelola Terintegrasi dan