MAKALAH
OUTLOOK KESEHATAN DAERAH KABUPATEN KARAWANG
DISUSUN OLEH SITI FATIMAH
20230000046
Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat UNIVERSITAS INDONESIA MAJU
2024
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Maha Esa, karena telah melimpahkan Rahmat-nya berupa kesempatan dan pengetahuan sehinggah makalah ini dapat terselesaikan tepat pada waktunya.
Penulis berharap semoga makalah yang berjudul Desentralisasi Kesehatan Di Kabupaten Karawang ini bisa menambah pengetahuan para pembaca, selain itu makalah ini dibuat sebagai salah satu pemenuhan tugas untuk scientific meeting prodi magister kesehatan masyarakat di Universitas Indonesia Maju (UIMA). Penulis juga mengucapan terima kasih kepada seluruh dosen pembimbing dan pengajar di prodi magister kesehatan masyarakat di Universitas Indonesia Maju (UIMA) atas bantuan dan ilmunya yang telah dan akan diberikan.
Namun terlepas dari itu, penulis memahami bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna, sehingga penulis sangat mengharapkan kritik serta saran yang bersikap membangun demi terciptanya makalah selanjutnya yang lebih baik dan penulis akan terbuka terhadap saran dan masukan dari semua pihak, akhir kata penulis mengucapkan terima kasih.
Hormat Saya
Siti Fatimah
i
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR...i
DAFTAR ISI...ii
BAB I PENDAHULUAN...1
A. Latar Belakang...1
B. Rumusan Masalah...2
C. Tujuan...2
D. Manfaat...2
BAB II PEMBAHASAN...3
A. Desentralisasi Sistem Kesehatan...3
B. Desentralisasi Kesehatan Kabupaten Karawang...4
C. Kebijakan Layanan Kesehatan Kabupaten Karawang...5
D. Sumber Daya Kesehatan Kabupaten Karawang...9
E. Universal Health Coverage (UHC) Kab. Karawang...13
F. Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang...13
BAB III PENUTUP...15
A. Kesimpulan...15
B. Saran...15
DAFTAR PUSTAKA...16
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pemerintah Indonesia telah menerapkan desentralisasi dengan memberikan kewenangan dan tanggung jawab yang seluas-luasnya kepada Daerah untuk menyelenggarakan Otonomi Daerah. Demikian juga kewenangan dan tanggung jawab di bidang kesehatan telah dilakukan desentralisasi. Namun dalam kenyataannya, desentralisasi termasuk desentralisasi di bidang kesehatan belum dapat dilaksanakan sesuai rencana dan ketentuan dalam peraturan perundang-undangan yang telah ditetapkan.
Desentralisasi kesehatan rnempunyai berbagai macam bentuk yang tidak hanya bergantung pada struktur politik pemerintahan dan administrasi tetapi juga pada pola organisasi pelayanan kesehatan yang terdapat di masing- masing negara. Bidang kesehatan merupakan satu dari berbagai fungsi pemerintahan sehingga sangat dipengaruhi struktur pernerintahan, oleh karena itu kebijakan yang dikeluarkan pemerintah akan berkaitan dengan sektor kesehatan. Dengan berlakunya Undang-Undang Nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah dan Peraturan Pemerintah Nomor 18 tahun 2016 tentang Perangkat Daerah sebagai hasil, maka daerah memiliki kewenangan kebijakan desentralisasi sektor kesehatan dapat dimaknai sebagai strategi penting dalam melaksanakan reformasi pelayanan kesehatan. Prinsip dasarnya adalah pelayanan publik akan lebih efisien jika dilaksanakan oleh otoritas yang memiliki kontrol geografis paling minimal. yang lebih luas untuk mengatur kewenangannya sendiri.
Desentralisasi tidak bisa lepas dari aspek kewenangan, sumber daya, dan akses masyarakat. Ketiga hal ini tentunya saling berkaitan, dengan kewenangan memungkinkan daerah merencanakan program dan kegiatan yang sesuai dengan kondisi lokal. Kewenangan dapat terlaksana dengan baik ketika daerah memiliki sumber daya yang memadai yang pada akhirnya
iii
diharapkan masyarakat memiliki akses yang lebih baik dalam pelayanan publik sektor kesehatan.
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana peran pemerintah daerah Kabupaten Karawang terhadap pelaksanaan desentralisasi kesehatan ?
2. Bagaiman gambaran situasi saat ini dan kemungkinan situasi dimasa mendatang pelaksaaan desentralisasi di Kabupaten Karawang.
C. Tujuan
Sesuai dengan permasalahan diatas, tujuan pembuatan makalah ini adalah sebagai berikut :
1. Untuk mengetahui peran pemerintah daerah Kabupaten Karawang terhadap pelaksanaan desentralisasi kesehatan
2. Untuk mengetahui gambaran tantangan, hambatan yang terjadi dan sejauh mana desentralisasi kesehatan sudah terlaksana di Kabupaten Karawang.
D. Manfaat
Makalah ini bermanfaat untuk menambah ilmu pengetahuan dan informasi tentang pelaksanaan desentralisasi kesehatan di pemerintah daerah Kabupaten Karawang serta sebagai bahan kajian agar dapat meningkatkan pelayanan kesehatan dimasa yang akan datang.
BAB II PEMBAHASAN
A. Desentralisasi Sistem Kesehatan
Tim Penyusun Inovasi Layanan Kesehatan di Pemerintah Daerah mengatakan bahwa desentralisasi dilaksanakan oleh adanya dorongan politik yang bertujuan antara lain :
1. Untuk meningkatkan wewenang dan tanggung jawab pemerintah daerah 2. Meningkatkan keikutsertaan Masyarakat dan penyelenggaraan pelayanan
Masyarakat yang responsif terharap kebutuhan Masyarakat dan penyelenggaraan pelayanan masyarakat yang responsif terhadap kebutuhan Masyarakat
3. Memperkuat kerja sama dan integrasi pelayanan Masyarakat di daerah 4. Mendukung inovasi dan pengembangan pelayanan Masyarakat.
desentralisasi dalm urusan pemerintahan telah membuka ruang bagi pemerintah di level daerah untuk menjalankan aktivitas kerjanya menurut kebutuhan daerahnya masing-masing tanpa ada paksaan dalam urusan-urusan pemerintahan yang berkaitan dengan kepentingan daerah, kecuali urusan yang bukan hak pemerintah daerah. Desentralisasi ini juga mengisyaratkan kepada pemerintah daerah untuk bisa lebih optimal dalam melayani Masyarakat terutama dalam layanan kesehatan.
Desentralisasi kesehatan dimaksudkan agar Masyarakat dapat lebih mudah dan cepat dalam mendapatkan layanan kesehatan tanpa melalui prosedur birokrasi yang panjang. Hal ini mengingat bahwa layanan kesehatan merupakan kebutuhan yang mendesak yang akan berakibat fatal jika prosedur pelayanannya terlalu panjang dan berbelit-belit. Sehingga pemerintah daerah dituntut untuk lebih cepat dan prima dalam memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat.
v
B. Desentralisasi Kesehatan Kabupaten Karawang
Derajat kesehatan merupakan gambaran profil kesehatan individu atau kelompok individu (masyarakat) disuatu daerah. Derajat kesehatan dipengaruhi oleh 4 (empat) faktor yaitu : lingkungan (45 %), perilaku (35 %), pelayanan kesehatan (20%) dan keturunan (10 %). Derajat kesehatan merupakan salah satu ukuran kesejahteraan dan kualitas sumber daya manusia. Sebagaimana lazimnya untuk menggambarkan derajat kesehatan digunakan indikator indeks kesehatan.
Untuk menilai kondisi kesehatan masyarakat dibutuhkan suatu ukuran yang dapat digunakan sebagai indikator untuk menilai kondisi kesehatan masyarakat. Indeks kesehatan yang dapat digunakan banyak sekali, tetapi yang digunakan dalam pengukuran Indeks Kesehatan terdiri dari variabel mortalitas, morbiditas dan fertilitas.
Indeks Kesehatan Kabupaten Karawang terus meningkat dari tahun ke tahun, di tahun 2016 sebesar 79,38 dan meningkat terus sampai pada tahun 2020 menjadi 80,23. Trend positif ini menunjukkan semakin baiknya tingkat Kesehatan masyarakat Karawang.
Selain itu angka harapan hidup di Kabupaten Karawang terus naik setiap tahunnya. Angka harapan hidup tahun 2020 berada di angka 72,15 tahun. Angka ini berada di bawah angka Jawa barat yaitu 72,85 tahun.
Sebagai indikator kualitas kesehatan dan kesejahteraan, AHH tentu saja dipengaruhi oleh banyak faktor. Sebut saja kualitas lingkungan, kualitas pelayanan kesehatan, pola hidup dan gaya hidup individu. Dengan mengetahui indikator Angka Harapan Hidup ini, kita bisa membantu pemerintah dalam meningkatkan faktor-faktor yang bisa meningkatkan AHH.
Karena AHH merupakan salah satu indikator penyusun Indeks Pembangunan Manusia (IPM) suatu daerah.
C. Kebijakan Layanan Kesehatan Kabupaten Karawang
Strategi pembangunan daerah yang ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten Karawang dalam rangka mencapai tujuan dan sasaran diwujudkan dalam bentuk kebijakan-kebijakan dan program-program. Kebijakan merupakan arah/ketentuan yang ditetapkan oleh instansi pemerintah sebagai dasar untuk dijadikan pedoman, pegangan/petunjuk dalam melaksanakan program/kegiatan guna tercapainya kelancaran dan keterpaduan dalam mewujudkan tujuan dan sasaran. Kebijakan dan program pembangunan yang ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten Karawang untuk mencapai sasaran meningkatnya aksesbilitas masyarakat terhadap pelayanan pemerintah daerah yang ditetapkan dengan kebijakan meningkatkan kualitas penyelenggaraan pelayanan publik, dengan program penyempurnaan sistem manajemen pelayanan publik. Sistem yang demikian diharapkan akan dapat memenuhi kebutuhan data dan informasi diberbagai tingkatan administrasi dalam rangka peningkatan efektifitas dan efisiensi penyelenggaraan pemerintahan daerah.
Dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan daerah, sebagaimana tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 pasal 3 ayat (1) dan (7) serta telah menyetujui penyempurnaan Rancangan Peraturan Daerah tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat daerah Kabupaten Karawang berdasarkan Surat Gubernur Jawa Barat Nomor 060/3971/Org tanggal 5 September 2016 hal Pembinaan dan Pengendalian Raperda tentang Perangkat
vii
Daerah, maka Kabupaten Karawang telah menetapkan Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah kabupaten Karawang melalui Peraturan Daerah Nomor 14 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kabupaten Karawang yang ditetapkan pada tanggal 5 Desember 2016. Dalam melaksanakan tugas dan fungsi kelembagaan perangkat daerah yang dibentuk tersebut, maka dibuat Peraturan Bupati Karawang Nomor 43 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas, Fungsi dan Tata Kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang serta Peraturan Bupati Karawang Nomor 28 Tahun 2017 tentang Perubahan atas Peraturan Bupati Nomor 43 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas, Fungsi dan Tata Kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang.
Dinas Kesehatan merupakan unsur penyelenggara urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah bidang kesehatan serta tugas pembantuan yang ditugaskan kepada Daerah. Dinas mempunyai tugas pokok membantu Bupati dalam menyelenggarakan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah bidang kesehatan serta tugas pembantuan yang ditugaskan kepada Daerah.
Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4, Dinas mempunyai fungsi:
- Perumusan kebijakan teknis Dinas dan/atau bahan kebijakan daerah dalam hal penyelenggaraan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah bidang kesehatan
- Penyelenggaraan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah bidang kesehatan
- Pelaksanaan evaluasi dan pelaporan penyelenggaraan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah bidang kesehatan
- Pelaksanaan administrasi Dinas sesuai dengan tugasnya
- Pelaksanaan fungsi lain yang diberikan Bupati terkait dengan tugas dan fungsinya.
Pemberian otonomi yang seluas-luasnya kepada daerah diarahkan untuk mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat atau kesejahteraan rakyat melalui peningkatan pelayanan, pemberdayaan dan peran serta
msyarakat. Daerah dalam sistem Negara Kesetuan Republik Indonesia upaya percepatan terwujudnya kesejahteraan Masyarakat atau kesejahteraan rakyat dalam lingkungan stategis globalisasi dengan menggunakan prinsip pemerataan dan keadilan salah satunya diwujudkan melalui pentapan dan penerapan SPM (Standar Pelayanan Minimal).
SPM yang ditelah ditetapkan Pemerintah menjadi salah satu acuan bagi Pemerintah Kabupaten Karawang untuk menyusun perencanaan dan penganggaran penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. Pemerintah Kabupaten Karawang menyusun rencana pencapaian SPM yang memuat target tahunan pencapaian SPM dengan mengacu pada batas waktu pencapaian SPM sesuai dengan Peraturan/Keputusan Menteri. Rencana pencapaian SPM dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan Rencana Strategis Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renstra SKPD). Target tahunan pencapaian SPM dituangkan ke dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD), Rencana Kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renja SKPD), Kebijakan Umum Anggaran (KUA), Rencana Kerja dan Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (RKA-SKPD) sesuai klasifikasi belanja daerah dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah.
Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan, yang selanjutnya disingkat SPM Bidang Kesehatan merupakan acuan bagi Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota dalam penyediaan pelayanan kesehatan yang berhak diperoleh setiap warga secara minimal. SPM Bidang Kesehatan terdiri dari 12 Jenis Pelayanan Dasar yaitu :
No
. Jenis Pelayanan Dasar Indikator
1 Pelayanan Kesehatan Ibu Hamil
Persentase ibu hamil mendapatkan pelayanan ibu hamil
2 Pelayanan Kesehatan Ibu Bersalin
Persentase ibu bersalin mendapatkan pelayanan pesalinan
3 Pelayanan Kesehatan Bayi Baru Lahir
Presentase bayi baru lahir mendapatkan pelayanan kesehatan bayi baru lahir 4 Pelayanan Kesehatan Balita Cakupan Pelayanan Kesehatan
ix
No
. Jenis Pelayanan Dasar Indikator
Balita sesuai Standar 5 Pelayanan Kesehatan pada
Usia Pendidikan Dasar
Persentase anak usia pendidikan dasar yang mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar 6 Pelayanan Kesehatan pada
Usia Produktif
Persentase orang usia 15–59 tahun mendapatkan skrining kesehatan sesuai standar 7 Pelayanan Kesehatan pada
Usia Lanjut
Persentase warga negara usia 60 tahun Keatas mendapatkan skrining kesehatan sesuai standar
8 Pelayanan Kesehatan
Penderita Hipertensi
Persentase penderita hipertensi mendapat pelayanan kesehatan sesuai standar
9 Pelayanan Kesehatan
Penderita Diabetes Melitus
Persentase penderita DM yang mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar 10 Pelayanan Kesehatan Orang
dengan Gangguan Jiwa Berat
Persentase ODGJ berat yang mendapatkan pelayanan kesehatan jiwa sesuai standar 11 Pelayanan Kesehatan Orang
terduga Tuberkulosis
Persentase Orang terduga TBC mendapatkan pelayanan TBC sesuai standar
12 Pelayanan Kesehatan Orang dengan Risiko Terinfeksi Virus yang Melemahkan Daya Tahan Tubuh Manusia ( HIV )
Persentase orang dengan risiko terinfeksi HIV mendapatkan pelayanan deteksi dini HIV sesuai standar
SPM Bidang Realisasi Pencapaian Kesehatan Tahun 2022
D. Sumber Daya Kesehatan Kabupaten Karawang 1. Sumber Daya Manusia Kesehatan
Sumber Daya Manusia kesehatan sangat penting dalam mendukung penyelenggaraan pelayanan kesehatan. Sumber daya manusia adalah tenaga kesehatan yang terdiri dari medis, para medis dan paramedis non perawatan serta dan tenaga non kesehatan. Sumber daya manusia tersebut bertanggung jawab dan melakukan dan kewenangan untuk melaksanakan tugas pokok dan fungsinya dalam melakukan pelayanan kesehatan baik dari aspek adiministrasi, manajemen dan teknis untuk pelayanan upaya kesehatan promosi, pencegahan, pengobatan dan rehabilitatif.
Tenaga di bidang kesehatan terdiri atas Tenaga Kesehatan dan Asisten Tenaga Kesehatan. Tenaga Kesehatan adalah setiap orang yang mengabdikan diri dalam bidang kesehatan serta memiliki pengetahuan dan/atau keterampilan melalui pendidikan di bidang kesehatan yang untuk
xi
jenis tertentu memerlukan kewenangan untuk melakukan upaya kesehatan.
Tenaga Kesehatan sebagaimana dimaksud harus memiliki kualifikasi minimum Diploma Tiga, kecuali tenaga medis. Asisten Tenaga Kesehatan adalah setiap orang yang mengabdikan diri dalam bidang kesehatan serta memiliki pengetahuan dan/atau keterampilan melalui pendidikan bidang kesehatan di bawah jenjang Diploma Tiga. Asisten Tenaga Kesehatan sebagaimana dimaksud harus memiliki kualifikasi minimum pendidikan menengah di bidang kesehatan. (Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan). Tenaga Kesehatan dikelompokkan ke dalam:
- tenaga medis
- tenaga psikologi klinis - tenaga keperawatan - tenaga kebidanan - tenaga kefarmasian
- tenaga kesehatan Masyarakat - enaga kesehatan lingkungan - tenaga gizi
- enaga keterapian fisik - tenaga keteknisian medis - tenaga teknik biomedika - tenaga kesehatan tradisional - tenaga kesehatan lain.
Jumlah keseluruhan tenaga bidang kesehatan di Kabupaten Karawang Tahun 2022 sebanyak 7.700 orang dan tenaga penunjang sebanyak 3.690 orang. Jumlah tenaga berdasarkan perjenis tenaga kesehatan di Kabupaten Karawang adalah tenaga perawat sebesar 3.313 orang, kemudian Bidan sebesar 1.577 orang, sedangkan untuk tenaga keteknisan medis terdapat sebanyak 224 orang. Dokter spesialis sebanyak 551 orang, Dokter dan dokter umum sebanyak 477 orang serta dokter gigi sebanyak 84 orang. Untuk tenaga Kesehatan Masyarakat 51 orang, tenaga Kesehatan lingkungan sebanyak 51 orang, tenaga gizi sebanyak 108 orang
2. Sarana dan Prasarana
Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 75 Tahun 2014 tentang Puskesmas, menyebutkan bahwa puskesmas adalah fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan perseorangan tingkat pertama, dengan lebih mengutamakan upaya promotif dan preventif untuk mencapai derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya diwilayah kerjanya.
Puskesmas mempunyai tugas melaksanakan kebijakan kesehatan untuk mencapai tujuan pembangunan kesehatan di wilayah kerjanya dalam rangka mendukung terwujudnya kecamatan sehat. Selain melaksanakan tugas tersebut, puskesmas memilki fungsi sebagai penyelenggara Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) tingkat pertama dan Upaya Kesehatan Perorangan (UKP) tingkat pertama serta sebagai wahana Pendidikan tenaga kesehatan. Jumlah Puskesmas di Kabupaten Karawang tahun 2022 tercatat sebanyak 50 Puskesmas, yang terdiri dari 31 Puskesmas rawat inap (DTP) dan 19 Non Rawat Inap (Non-DTP). Jumlah Puskesmas DTP dan Non-DTP tiap Tahunnya bertambah untuk Puskesmas dengan perawatan sehingga masyarakat yang butuh perawatan pertama tidak perlu ke rumah sakit. Adapun perkembangan Puskesmas dengan perawatan di Kabupaten Karawang dapat dilihat ditabel sebagai berikut.
Perkembangan Puskesmas di Kabupaten Karawang tidak berubah sejak tahun 2010 masih 50 Puskesmas yang tersebar di 30 Kecamatan di Kabupaten Karawang. Namun untuk status Puskesmas Dengan
xiii
Perawatan dan Non Perawatan setiap tahunnya meningkat, di tahun 2021 jumlah Puskesmas DTP berjumlah 26 Puskesmas namun 2022 meningkat menjadi 31 Puskesmas DTP. Hal ini mengindikasikan adanya upaya peningkatan pemberdayaan masyarakat dalam upaya promotive, preventif, kuratif dan rehabilitatif. Rasio Puskesmas terhadap penduduk Kabupaten Karawang sebesar 1 : 50. 196 atau 2.5 per 100.000 penduduk, hal ini masih dibawah target nasional untuk Puskesmas 1 : 30.000 penduduk atau 84 Puskesmas dengan jumlah penduduk Kabupaten Karawang tahun 2022 sebanyak 2.509.839 jiwa (sumber BPS Kabupaten Karawang).
Sedangkan data rumah sakit yang ada di Kabupaten Karawang terlihat pada table berikut :
Jumlah rumah sakit di Kabupaten Karawang tahun 2022 sebanyak 25 rumah sakit, yang mencakup 22 rumah sakit umum dan 3 rumah sakit khusus. Untuk tahun 2022 ini jumlah nya masih sama dengan tahun 2021 sebanyak 25 rumah sakit.
Selain Pusat Pelayanan Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) dan Rumah Sakit (RS) di Kabupaten Karawang juga memiliki sarana pelayanan kesehatan lainnya seperti Klinik, Praktek Perorangan ( Dokter Umum, Dokter Gigi dan Praktek Perorangan Bidan) Jumlah masing- masing sarana dapat dilihat pada gambar berikutnya :
E. Universal Health Coverage (UHC) Kab. Karawang
Jaminan Kesehatan Bagi Seluruh Penduduk (Universal Health Coverage) adalah salah satu bentuk perlindungan sosial dibidang kesehatan untuk menjamin pemenuhan kebutuhan dasar kesehatan yang layak melalui penerapan sistem kendali biaya dan kenali mutu serta diselenggarakan berdasarkan prinsip asuransi sosial dan ekuitas bagi seluruh penduduk di wilayah Republik Indonesia. Tujuan JKN agar masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan yang berkualitas tanpa menemui hambatan finansial yang berarti. Kabupaten Karawang sendiri sejak Oktober 2023 sudah resmi UHC dengan cakupan 96,91% penduduk yang sudah terlindungi program JKN.
xv
F. Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang.
Dinas Kesehatan dalam menjalankan tugas dan fungsinya di bidanh kesehatan tentunya tidak terlepas dari berbagai permasalahan yang dihadapi baik internal maupun eksternal. Akan tetapi permasalahan-permasalahan yang dihadapi tersebut harus dipandang sebagai suatu tantangan dan peluang dalam rangka meningkatkan dan mengembangkan pelayanan pada Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang.
Tantangan yang paling nayata dihadapi terkait dengan kesehatan adalah dinamika pembangunan kesehatan di wilayah harus bergerak cepat yang diakibatkan oleh adanya perkembangan global di berbagai sektor kehidupan masyarakat. Seiring dengan perkembangan global tersebut, telah diantisipasi dengan berbagai kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah dan pemerintah provinsi, dan hal ini tentu akan berimplikasi pula terhadap kebijakan daerah Kabupaten Karawang agar adanya sinergi dan kesesuaian dalam menjalankan berbagai program dan kegiatan yang dilaksankan.
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan
Pelayanan kesehatan merupakan kebutuhan masyarakat yang pemenuhannya dicukupi oleh pemerintah sebagai pelindung dan pengayom masyarakat. Desentralisasi dibidang kesehatan di Kabupaten Karawang terus dilakukan secara bertahap oleh pemerintah Kabupaten Karawang terutama Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang beserta layanan kesehatan daerah lainnya. Dengan desentralisasi ini juga mengisyarakatkan kepada pemerintah daerah Kabupaten Karawang untuk bisa lebih optimal dalam melayani masyarakat terutama dalam layanan kesehatan sehingga lebih mudah dan cepat dalam mendapatkan layanan kesehatan tanpa melalui prosedur birokrasi yang panjang.
Pelaksanaan desantralisasi kesehatan yang terus dibangun guna mendorong semangat bagi seluruh pemangku kepentingan (stakeholders) untuk berperan serta dalam membangun dan mewujudkan Kabupaten Karawang yang maju disegala aspek kehidupan, serta terciptanya kehidupan masyarakat yang sejahtera dan mandiri.
B. Saran
Komitmen dan semangat kerjasama dari semua pihak adalah kunci sukses keberhasilan pencapaian target kinerja khusunya Dinas Kesehatan
xvii
Kabupaten Karawang dalam mengjalankan desentalisasi sistem kesehatan yang lebih baik lagi.
DAFTAR PUSTAKA
Undang – Undang RI No.23 Tahun 2014. Tentang Pemerintahan Daerah Karawang, D. K. (2021). Rencana Strategis (RENSTRA) Tahun 2021-2026.
Karawang.
Karawang, D. K. (2022). Profil Kesehatan. Karawang: Dinas Kesehatan.
Karawang, D. K. (2023). Rencana Kerja (RENJA) Tahun 2023. Karawang.
Karawang, D. K. (2022). Standar Pelayanan Minimal. Karawang: Dinas Kesehatan.
Suwarlan, E., Suwaryo, U., & Mulyawan, R. (2019). Penyelenggaraan Desentralisasi Kesehatan oleh Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya Provinsi Jawa Barat 2011-2017. Jurnal Agregasi: Aksi Reformasi Government dalam Demokrasi, 7(2).
Wardhana, A., & Kharisma, B. (2020). Angka Harapan Hidup Di Era Desentralisasi (Kabupaten/Kota Jawa Barat). E-Jurnal Ekonomi Dan Bisnis Universitas Udayana, 9(5), 405-422.
xix