PEMANFAATAN INTERNET PADA PERPUSTAKAAN
DAERAH KABUPATEN KARAWANG
SKRIPSI
Diajukan untuk Memenuhi Sebagian dari Syarat untuk memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
Program Studi Perpustakaan dan Informasi
Oleh:
Andi Wijaya 0901104
PROGRAM STUDI PERPUSTAKAAN DAN INFORMASI
JURUSAN KURIKULUM DAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
Halaman Hak Cipta untuk Mahasiswa S1
Pemanfaatan Internat Pada
Perpustakaan Daerah Kabupaten
Karawang
Oleh Andi Wijaya
(0901104)
Sebuah skripsi yang diajukan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana pada Fakultas Ilmu Pendidikan
© Andi Wijaya 2014 Universitas Pendidikan Indonesia
Januari 2014
Hak Cipta dilindungi undang-undang.
ABSTRAK
Nama : Andi Wijaya. Nim : 0901104. Judul : “Pemanfaatan Internet pada Perpustakaan Daerah Kabupaten Karawang”.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemajuan teknologi internet yang telah merambah ke segala segi kehidupan dari bidang ekonomi, bisnis, hiburan, budaya dan pendidikan, sampai dengan layanan perpustakaan. Khusus pemanfaatan internet di Perpustakaan Daerah Kabupaten Karawang.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pemustaka yang menggunakan media internet pada Perpustakaan Daerah Kabupaten Karawang yang berjumlah 40 orang. Teknik sampling digunakan untuk menjaring data dari responden.
Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara langsung dimana peneliti melakukan pengamatan secara langsung ke lokasi yang menjadi situs penelitian. Teknik langsung ini didukung oleh penyebaran angket kepada sejumlah responden penelitian yang juga menggunakan teknik wawancara dan observasi. Dalam menganalisis data digunakan tabel untuk mencari nilai rerata dari mean untuk setiap jenis data tersebut untuk memperoleh simpulan.
Hasil penelitian menujukkan bahwa: pertama, pemustaka yang memanfaatkan internet pada Perpustakaan Daerah Kabupaten Karawang sering menggunakan cara searching dalam mencari informasi yang dibutuhkan. kedua, pemustaka yang memanfaatkan internet pada Perpustakaan Daerah Kabupaten Karawang dominan memanfaatkan fasilitas web. ketiga, pemustaka yang memanfaatkan internet jarang melakukan download informasi yang berada di internet pada Perpustakaan Daerah Kabupaten Karawang.
Hasil penelitian menujukkan perlunya upaya berkelanjutan dari Perpustakaan Daerah Kabupaten Karawang untuk memperbaiki tingkat kekerapan kunjungan dan pemanfaatan internet secara maksimal.
DAFTAR ISI
ABSTRAK ………... i
KATA PENGANTAR ………... ii
UCAPAN TERIMA KASIH ………. iii
DAFTAR ISI ……….……….… v
DAFTAR TABEL DAN GAMBAR ……… Viii BAB I PENDAHULUAN ……….……….…... 1
A.Latar Belakang Penelitian ……….……… 1
B.Identifikasi dan Perumusan Masalah ..…………..…….……... 5
C.Tujuan Penelitian ……….……….. 5
D.Manfaat Penelitian ………..…….……….. 6
1. Manfaat teoretis ……….……….... 6
2. Manfaat bagi lembaga ……….……….. 6
3. Manfaat secara praktis ……….……….. 7
BAB II KAJIAN PUSTAKA ……….……… 9
A.TINJAUAN TENTANG INTERNET ………..………. 9
1. Konsep Internet ……….……… 9
2. Sejarah Internet ………..……… 9
3. Fungsi Internet ………...……… 12
4. Aplikasi Internat ……… 15
B.TINJAUAN TENTANG PERPUSTAKAAN ………. 17
1. Konsep Perpustakaan ……… 17
2. Sejarah Perpustakaan ……… 18
3. Fungsi Perpustakaan ………..… 19
4. Jenis Perpustakaan ……….… 21
5. Jenis Data Perpustakaan ……… 27
C.TINJAUAN TENTANG PEMANFAATAN INTERNET DI PERPUSTAKAAN ………... 27
1. Pemanfaatan Internat di Perpustakaan ………..… 27
BAB III METODELOGI PENELITIAN ………...… 32
A.Metode Penelitian ……….. 32
B.Lokasi, Populasi dan Sampel Penelitian ……… 32
1. Lokasi Penelitian ………...… 32
2. Populasi ……… 33
3. Sampel ………..… 33
C.Definisi Operasional ………..… 34
1. Pemanfaatan Internet ……… 34
2. Perpustakaan Daerah ………. 34
D.Instrumen Penelitian ……….… 35
E. Prosedur Penelitian ………... 38
F. Teknik Pengumpulan Data ……… 39
G.Teknik Pengolahan Data ………...… 40
BAB IV DESKRIPSI HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN ……… 42
A.Deskripsi Hasil Penelitian ………. 42
1. Keadaan / Kondisi Perpustakaan Daerah ………..… 42
2. Data Hasil Penelitian ………. 55
B.Pembahasan Hasil Penelitian ……… 69
1. Ketersediaan fasilitas internet di Perpustakaan Daerah Kabupaten Karawang dimanfaatkan ………. 69
2. Kegunanan internet di Perpustakaan Daerah Kabupaten Karawang bagi masyarakat……… 73
3. Kendala yang ada didalam menggunakan fasilitas internet yang tersedia di Perpustakaan Daerah Kabupaten Karawang ………… 74
4. Faktor – faktor yang menjadi pendukung pada penggunaan fasilitas internet yang tersedia di Perpustakaan Daerah Kabupaten Karawang ……… 77
vii
BAB V SIMPULAN DAN SARAN ……….…. 85
A.Simpulan ……… 85
B.Saran ………..… 86
DAFTAR PUSTAKA ……… 87
DAFTAR TABEL
Tabel 3.1KISI –KISI PENYUSUNAN INSTRUMEN ……….. 37
Tabel 3.2 Skala Likert ………...… 41
Tabel 3.3 Jumlah Kuesioner Tersebar dan Terkumpul ……… 42
Tabel 3.4 Daftar Penilaian ……… 43
Gambar 4.1. Bagan Makro Struktur Organisasi Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah ……….. 47
Gambar 4.2. Bagan Mikro Seksi Perpustakaan Daerah Kabupaten Karawang ……….. 47
Tabel 4.1. Penelusuran Menggunakan Searching ……… 55
Tabel 4.2. Penelusuran Menggunakan Browsing ………. 56
Tabel 4.3. Pemanfaatan Web ……… 57
Tabel 4.4. Pemanfaatan Fasilitas E-mail ………..… 57
Tabel 4.5. Pemanfaatan Fasilitas Newsgroup ………... 58
Tabel 4.6. Pemanfaatan Fasilitas FTP ……….. 59
Tabel 4.7. Pemanfaatan Fasilitas Chatting ………... 59
Tabel 4.8. Pemanfaatan Fasililtas Mailing List ……… 60
Tabel 4.9. Pemanfaatan Fasilitas Telnet ………... 61
Tabel 4.l0. Pemanfaatan Fasilitas Facebook ……… 61
Tabel 4.11. Pemanfaatan Fasilitas Frendster ………...… 62
Tabel 4.12. Pencarian Berita melalui Fasilitas Internet ……… 63
Tabel 4.13. Pencarian Artikel melalui Internet ……… 63
Tabel 4.14. Pencarian makalah melalui Internet ………..… 64
Tabel 4.15. Pencarian Informasi melalui Video Klip ………... 65
Tabel 4.l6. Perolehan Informasi melalui Downloading Film ………... 65
Tabel 4.17. Perolehan Informasi melalui Downloading Games ……... 66
Tabel 4.18. Perolehan Informasi melalui Downloading File Program 67 Tabel 4.19. Pemanfaatan Fasilitas untuk Berkomunikasi ……… 67
BAB I
PENDAHULUAN
A.Latar Belakang Penelitian
Seiring dengan perkembangan pada era globalisasi, kini informasi bisa
semakin mudah untuk diakses. Salah satu cara aksesnya adalah dengan
menggunakan media internet. Perkembangan perpustakaan digital tidak lepas dari
perkembangan teknologi informasi yang diperlukan oleh perpustakaan. Kini
perpustakaan dibangun dengan teknologi web (jaringan internet), yang
memungkinkan pengaksesan koleksi oleh pemustaka dan dapat berkomunikasi
dengan pustakawan langsung kapan dan dimanapun pemustaka berbagai kalangan
berada. Koneksi jaringan internet yang dipergunakan di perpustakaan adalah
jaringan internet jenis Local Area Network (LAN). Jaringan LAN merupakan
jaringan internet yang cakupannya meliputi wilayah kecil, misalnya satu ruangan
atau satu gedung. Penggunaan jaringan ini di perpustakaan dikembangkan untuk
melayani komunitas tertentu dan kelompok – kelompok melalui user (pemustaka)
yang ada.
Sistem pencarian informasi terkini telah mengalami peningkatan, yang
ditandai dengan adanya sistem pencarian informasi dengan cara online
berjejaring. Internet adalah alat komunikasi bagi setiap orang untuk pencarian
informasi dengan cara yang cepat, tepat dan akurat. Internet pada masa kini telah
digunakan oleh masyarakat dari golongan manapun.
Pemanfaatan ICT (Information and Communication Technology – TIK,
Teknologi Informasi dan Komunikasi) semakin beragam dan sudah mulai
diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, pemerintah selaku
penyelenggara tatanan hidup bernegara harus memberikan pengarahan, pelatihan,
dan memfasilitasi layanan internet kepada masyarakat (Raharjo, 1995:3)
Jaringan informasi memberikan kesempatan luas bagi masyarakat untuk
satu lembaga informasi tersebut adalah perpustakaan. Sebagai bagian dari
masyarakat dunia, perpustakaan ikut serta membangun masyarakat informasi
berbasis TIK sebagaimana dituangkan dalam deklarasi World Summit of
Information Society - WSIS, 12 Desember 2003. Sedangkan dalam UU tentang
Perpustakaan No 43 Tahun 2007 dinyatakan bahwa perpustakaan harus
menyediakan bahan pustaka tercetak dan terekam dalam berbagai media.
Dalam hubungan ini, perpustakaan selain menyediakan berbagai sumber
informasi, wajib menyediakan sarana navigasi untuk temu kembali informasi
termasuk menyelenggarakan program pendidikan dan pelatihan melek
teknologi, melek media dan melek informasi. Hal ini merupakan keahlian kritis
bagi individu jika mereka ingin produktif dan efektif dalam kehidupan pribadi
dan profesional mereka (McClure, 1994:15-25). Perpustakaan sendiri saat ini
menyediakan koleksi digital baik asli (born digital) maupun hasil transformasi,
dan perpustakaan dapat memanfaatkan dukungan infrastruktur dan
menyediakan layanan internet.
Internet sendiri masuk ke Indonesia pada tahun 1983 ke Universitas
Indonesia (UI) berupa UINet oleh Dr. Joseph Luhukay (Darma Oetama,
2007:2). Internet mempunyai banyak manfaat yang antara lain adalah sebagai
alat komunikasi dan bersosialisasi. Melalui dunia maya, internet menawarkan
fasilitas yang memudahkan cara berkomunikasi searah yaitu e-mail dan dua
arah dengan chatting. Dengan fasilitas tersebut pengguna internet (pemustaka)
dapat menjalin komunikasi secara cepat dan dengan biaya yang relatif murah.
Dengan menggunakan surat kabar elektronik atau e-mail sebuah dokumen
dapat dikirimkan secara cepat ke seluruh penjuru dunia dalam hitungan menit
tergantung kecepatan koneksi, begitu juga fasilitas chatting yang
memungkinkan dua pihak dapat saling mengirim teks, video, maupun kiriman
data secara online dua arah secara langsung.
Manfaat internet bagi dunia pendidikan adalah bahwa internet dapat
menghilangkan atau mengurangi hambatan ke sumber informasi (Andarwati,
3
seperti buku dan majalah, namun sesuai dengan arus perkembangan dunia
teknologi informasi yang begitu cepat maka sebuah lembaga informasi seperti
perpustakaan harus dapat memenuhi sarana dan fasilitas untuk menyediakan
sumber – sumber informasi. Selain itu, bagi kalangan akademika, materi yang berkaitan dengan proses kegiatan pembelajaran baik di lingkungan
perpustakaan maupun lingkungan masyarakat harus relevan dengan kebutuhan.
Menurut Paijo (2006: 21-22) penggunaan internet di suatu perpustakaan
dapat dibedakan kedalam dua hal, yaitu: Pertama, penyediaan akses berupa
penyediaan sarana dan prasarana dimana pengguna perpustakaan dapat
menggunakan internet. Dalam hal ini, perpustakaan menyediakan sejumlah
akses yang bertujuan untuk memungkinkan pemustaka dapat memperoleh
informasi yang bersumber dari website. Kedua,Internet sebagai publikasi yaitu
kegiatan untuk mempublikasikan berbagai informasi tentang dan oleh
perpustakaan. Dalam hal ini perpustakaan memiliki dan memelihara sendiri
website penerbitan untuk mendiseminasikan berbagai informasi tentang
perpustakaan dan kegiatan layanan dengan antara lain melibatkan berbagai
macam kebutuhan pengguna perpustakaan dan fungsi internet. Seperti uraian di
atas, maka Perpustakaan Daerah Kabupaten Karawang menyediakan fasilitas
internet di ruangan baca, agar pemustaka lebih nyaman berada didalam ruangan
perpustakaan yang sudah difasilitasi oleh perangkat elektronik.
Era globalisasi menuntut perpustakaan untuk melengkapi sarana dan
fasilitas didalam penyediaan sumber – sumber informasi dan sebagai daya tarik bagi pemanfaat koleksi perpustakaan untuk lebih jauh memahami dan
mendapat informasi termasuk informasi tentang perkembangan ilmu
pengtahuan dan teknologi. Cara pandang yang berkembang oleh para
pemustaka telah menempatkan informasi sebagai salah satu komoditi utama
dalam menunjang dinamika kehidupan oleh para pemustaka itu sendiri.
Kegiatan belajar oleh pemustaka berbagai kalangan di Kabupaten Karawang
yang diinginkan. Perpustakaan Daerah Kabupaten Karawang telah memfasilitasi
layanannya yang berupa internet untuk sarana temu-kembali.
Target fasilitas internet pada Perpustakaan Daerah Kabupaten Karawang
adalah untuk memberikan kesempatan luas bagi pemustaka untuk mengakses
informasi serta sebagai wahana pendidikan dan rekreasi yang dapat
dimanfaatkan oleh pemanfaat perpustakaan daerah.
Peneliti memilih untuk melakukan penelitian pemanfaatan Internet di
perpustakaan daerah di Kabupaten Karawang karena peneliti menganggap
Perpustakaan Daerah Kabupaten Karawang penting untuk dimanfaatkan oleh
masyarakatnya karena merupakan satu – satunya perpustakaan yang mempunyai layanan Internet. Perpustakaan Daerah Kabupaten Karawang
wilayah Karawang sangat penting keberadaannya karena merupakan the one
and only yang akan digunakan oleh masyarakatnya sebagai media pencarian
informasi dalam pembelajaran dan sebagai media rekreasi khusus pengguna
perpustakaan. Oleh karena itu peneliti tertarik untuk meneliti tentang
keberadaan dan manfaatnya melalui penelitian: Pemanfaatan Internet pada
Perpustakaan Daerah Kabupaten Karawang oleh para pemustaka di sekitarnya.
Keberadaan sistem perpustakaan online yang menggunakan jaringan
internet dalam pelayanannya di daerah dengan sistem terbuka memerlukan
sosialisasi pemanfaatan. Pelayanan perpustakaan online dengan sistem terbuka
cenderung efektif dan efisien baik bagi pemustaka maupun pustakawan, meskipun
terdapat juga kelemahan dari penerapan sistem tersebut. Pemustaka dapat mencari
sendiri koleksi yang diinginkan dan petugas juga dapat menata kembali koleksi
secara sistematis. Dengan melihat fenomena – fenomena di atas, maka saya
melakukan penelitian ini.
Berdasarakan latar belakang tersebut, penulis tertarik untuk mengetahui
pemanfaatan internet pada Perpustakaan Daerah Kabupaten Karawang, dan
penulis berusaha mengkaji pemanfaatan internet yang dilakukan oleh penduduk
5
B.Identifikasi dan Perumusan Masalah
Berdasarkan uraian yang telah dikemukakan pada latar belakang penelitian,
maka rumusan masalah penelitian ini adalah ”Bagaimanakah pemanfaatan Internet
yang tersedia di Perpustakaan Daerah Kebupaten Karawang oleh masyarakat?”.
Dalam pemanfaatan internet sebagai alat komunikasi di lingkungan perpustakaan
daerah sebagai alat pencarian buku dengan mudah dan untuk menemukan
sumber-sumber informasi, masyarakat akan terdukung didalam hal literasi informasi.
Untuk akses jarak jauh oleh masyarakat diantara wilayah desa se kabupaten,
penggunaan jaringan internet sebagai sarana meningkatkan komunikasi dapat
digalakan.
Untuk memperjelas permasalahan yang akan diteliti, maka perumusan
masalah diuraikan melalui pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut:
1. Bagaimanakah ketersediaan fasilitas internet di Perpustakaan Daerah
Kabupaten Karawang dimanfaatkan?
2. Untuk keperluan apa saja masyarakat menggunakan fasilitas internet yang
tersedia di Perpustakaan Daerah Kabupaten Karawang?
3. Kendala apa saja yang ada di dalam menggunakan fasilitas internet yang
tersedia di Perpustakaan Daerah Kabupaten Karawang?
4. Faktor – faktor apa saja yang menjadi pendukung pada penggunaan fasilitas
internet yang tersedia di Perpustakaan Daerah Kabupaten Karawang?
5. Upaya apa saja yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pemanfaatan
internet yang tersedia di Perpustakaan Daerah Kabupaten Karawang?
C.Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fasilitas internet dan
pemanfaatannya pada Perpustakaan Daerah Kabupaten Karawang. Untuk
meningkatkan kemampuan didalam pemerolehan informasi yang akurat di
1. Mengetahui ketersediaan fasilitas internet yang tersedia di perpustakaan
Daerah Kebupaten Karawang yang digunakan oleh masyarakat;
2. Mengetahui pemanfaatan fasilitas internet yang tersedia di Perpustakaan
Daerah Kebupaten Karawang secara efektif oleh masyarakat;
3. Mengidentifikasi kendala dalam pemanfaatan fasilitas internet yang tersedia di
Perpustakaan Daerah Kabupaten Karawang;
4. Memberdayakan faktor – faktor pendukung pada penggunaan fasilitas internet
yang tersedia di Perpustakaan Daerah Kabupaten Karawang;
5. Mengupayakan maksimalisasi pemanfaatan fasilitas internet padaPerpustakaan
Daerah Kebupaten Karawang.
D.Manfaat Penelitian
1. Manfaat teoretis
Dari segi teoretis, penelitian ini dapat memberikan acuan kepada masyarakat
Kabupaten Karawang termasuk pemustaka untuk dapat memanfaatkan jaringan
internet sebagai sarana meningkatkan komunikasi, media informasi, dan layanan
internet untuk mempermudah berkomunikasi dalam mencari informasi di
situs-situs dengan baik dan untuk mengetahui hasil pemanfaatan jaringan internet
sebagai sarana komunikasi. Oleh karena itu, dapat diartikan bahwa secara garis
besar internet dapat membantu dalam mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan,
teknologi, dan seni (IPTEKS - Ilmu Pengetahuan, TEKnologi, dan Seni) pada
dunia maya maupun di lingkungan perpustakaan, menumbuhkan penguasaan
teknik membaca jaringan internet serta menemukan sumber - sumber informasi
maupun komunikasi berjejaring.
2. Manfaat bagi lembaga
Kemajuan IPTEKS melalui Internet dapat mendorong masyarakat
memasuki dunia maya yang sangat luas bagi yang memanfaatkannya melalui
akses yang beragam. Apapun yang perlu dicari dapat ditelusur untuk menemukan
materi pelajaran, berita terkini, hasil penelitian, buku petunjuk, dan lain - lain.
7
konvensional mengingat perkembangan jumlah dan jenis informasi, tuntutan
masyarakat, dan teknologi informasi yang demikian pesat melaju.
Untuk mengakses resources, masyarakat difasilitasi pada kegiatan membaca
atau menemukan data di perpustakaan. Dengan mengklik kata kuci pada mesin
pencari, tampilan layar monitor menyuguhkan berbagai pilihan dengan konten
yang lengkap. Dalam bentuk katalog tentang apapun yang dibutuhkan,
perpustakaan online ini menyediakan informasi yang berwujud teks atau gambar
dan juga materi, buku, dan media informasi dalam hasil belajar di berbagai bidang
ilmu. Masyarakat dapat berinteraksi dengan dunia luar melalui alamat Web
sehingga keterbacaan dapat diwujudkan.
Peneliti berharap penelitian ini dapat bermanfaat bagi banyak pihak,
diantaranya:
a. Bagi masyarakat, untuk lebih meningkatkan pemanfaatan teknologi internet sebagai sumber alat komunikasi untuk mendapatkan informasi, sehingga
memperbaiki pola pikir masyrakat desa agar lebih maju dan bisa
berkomunikasi dengan masyarakat kota;
b. Bagi kalangan masyarakat kota, bisa memfaatkan jaringan internet, sebagai bahan pertimbangan dalam membuat kebijakan, mengambil keputusan yang
berkaitan dengan fasilitas sumber komunikasi;
c. Bagi peneliti, sebagai dorongan untuk lebih meningkatkan penguasaan teknologi informasi sehingga dapat memperbaiki kemampuan dalam mengajar
teknologi yang sudah berkembang pesat.
3. Manfaat secara praktis
Dari segi praktis, penelitian ini memberikan gambaran nilai pemanfaatan
jaringan internet yang berada di Kabupaten Karawang termasuk perpustakaan
a. Membantu masyarakat Kabupaten Karawang terutama pemustaka dalam
menerapkan strategi mengunakan jaringan internet sebagai alat komunikasi
secara baik dalam lingkungan masyarakat;
b. Membudidayakan penggunaan jaringan internet sebagai pusat informasi
maupun sumber pengetahuan dalam berkomunikasi maupun penelusuran
informasi sesuai kebutuhan;
c. Memberikan gambaran mengenai seberapa pentingnya jaringan internet di
lingkungan masyarakat didalam menghidupkan tingkat literasi formasi;
d. Menawarkan tantangan kepada masyarakat untuk lebih memperhatikan
keberadaan jaringan internet yang sedang berkembang pada saat ini;
e. Memperoleh hasil yang maksimal dalam pengerjaan jaringan internet sebagai
alat pencarian informasi yang berada di lingkungan masyarakat Kabupaten
Karawang untuk berkomunikasi dan bertukar pendapat tentang apa yang
mereka inginkan di dunia maya ataupun di dunia internet.
Ketidaktahuan penduduk sekitar tentang keberadaan fasilitas internet dapat
menghambat upaya perpustakaan didalam membangun masyarakat yang literat
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
A.Metode Penelitian
Metode Penelitian adalah suatu metode ilmiah yang memerlukan
sistematika dan prosedur yang tidak mungkin melupakan setiap komponen yang
diperlukan dalam suatu penelitian (Mardalis, 2008:14). Dalam penelitian ini harus
dipatuhi peraturan yang sudah di tetapkan oleh prosedur, dan semua ini digunakan
untuk mengatur susunan dalam penelitian dan penulisan yang digunakan oleh
peneliti.
Metode ialah suatu prosedur atau cara mengetahui sesuatu, yang mempunyai
langkah – langkah sistematika. “Suatu pengkajian dalam mempelajari peraturan –
peraturan suatu metode” (Usman, 1995:42). Jadi metode penelitian adalah suatu
pengkajian dalam mempelajari peraturan – peraturan yang terdapat didalam
penelitian. Ditinjau dari sudut filsafat, metode penelitian merupakan epistemologi
penelitian, yang menyangkut bagaimana kita mengadakan penelitian.
Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode penelitian
deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Metode penelitian ini, yaitu penelitian
dengan cara memusatkan diri pada masalah yang aktual, mengumpulkan data
yang relevan, menjelaskan kemudian menganalisa dan dapat ditarik kesimpulan
tentang masalah yang dihadapi. Dalam penelitian ini, penulis ingin mengetahui
sikap pemustaka terhadap layanan yang berada di Perpustakaan Daerah
Kabupaten Karawang menggunakan media internet.
B.Lokasi, Populasi dan Sampel Penelitian 1. Lokasi Penelitian
Penelitian ini dilakukan di Perpustakaan Umum Daerah Kabupaten
Karawang, yang beralamatkan di jalan Ahmad Yani no 60, Desa Tanjungpura,
Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang. Waktu penelitian dilakukan
2. Populasi
Populasi adalah sekelompok orang, benda, hal yang menjadi sumber
pengambilan sampel. (Alwi, 2007:889). Sedangkan menurut pendapat Siswojo
(2008:56) definisi populasi adalah “sejumlah kasus yang memenuhi seperangkat
kriteria yang ditentukan peneliti”. Populasi dalam penelitian ini adalah anggota perpustakaan daerah yang berada di Kabupaten Karawang. Jumlah populasi
anggota yang masih aktif di perpustakaan keseluruhnya adalah 127 orang. Data ini
di ambil dari kantor Perpustakaan Daerah Kabupaten Karawang tahun 2013 dan
data tersebut menjadi populasi penelitian ini.
3. Sampel
Sampel adalah sebagian dari seluruh individu yang menjadi objek
penelitian. “Tujuan penentuan sampel adalah untuk memperoleh keterangan
mengenai objek penelitian dengan cara mengamati hanya sebagian dari populasi”
(Ardalis, 2008:56). Dalam penelitian digunakan sampel, untuk mengtahui hasil
penelitian yang dilakukan oleh peneliti. Banyak ahli riset menyarankan untuk
mengambil berapa sampel dari populasi. Secara umum, semakin besar sampel
maka akan semakin representatif. Namun pertimbangan efisien sumber daya akan
mempengaruhi besarnya jumlah sampel yang diambil (Anwar, 2004:82).
Mempertimbangkan pendapat tersebut maka dalam penelitian ini diambilkan
jumlah sampel sebanyak 40 orang dari daftar pengunjung sebagai anggota yang
masih aktif di Perpustakaan Daerah Kabupaten Karawang.
Teknik pengambilan sampel yang peneliti gunakan adalah teknik
proportional random sampling. Menurut Nasution (2007: 87) yang dimaksud
dengan random ialah kesempatan yang sama untuk dipilih bagi setiap individu
atau unit dalam keseluruhan populasi. Sampel yang digunakan dalam penelitian
bertujuan untuk mengukur hasil penelitian.
Dalam Penelitian ini dilakukan survai langsung ke lapangan, yang dipakai
untuk tujuan komunikasi. Namun peneliti bertujuan untuk mencari informasi
34
wilayah Kabupaten Karawang. Semua ini untuk mengetahui keberhasilan bagi
pengguna perpustakaan Karawang dalam mencari informasi yang digunakan pada
perpustakaan online untuk perkembangaan dunia internet. Sampel yang digunakan
didalam penelitian ini adalah sampel total. Sampel total adalah sampel yang
memiliki sama besar dengan populasi dalam penelitian yang dilakukan.
C.Definisi Operasional
Arifin (2011:190) mengemukakan “definisi operasional adalah definisi
khusus yang didasarkan atas sifat – sifat yang didefinisikan, dapat diamati dan
dilaksanakan oleh peneliti lain”. Definisi yang dijelaskan menurut arifin tersebut
dapat memberikan penekanan pada kegiatan penelitian yang perlu dilakukan oleh
peneliti. Untuk menghindari salah pengertian dan penafsiran yang berbeda dari
pembaca, maka akan dijelaskan pengertian dari definisi operasional tersebut
sehingga terdapat keseragaman landasan berpikir antara peneliti dengan pembaca.
Definisi operasional pada penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Pemanfaatan internet
Pemanfaatan internet mencakup beragam layanan yang memudahkan bagi
pemustaka untuk mengakses resources yang disediakan oleh perpustakaan.
Kemudahan memanfaatkan koleksi perpustakaan bagi pemustaka untuk mencari
informasi yang dapat terkemas (multi-format). Pemanfaatan internet di
perpustakaan terkait dengan intensitas pemustaka menggunakan internet,
informasi yang di cari oleh pemustaka. Juga terkait dengan pendapat pemustaka
tentang kecepatan mengakses informasi melalui internet perpustakaan.
2. Perpustakaan Daerah
Perpustakaan daerah adalah perpustakaan yang didirikan oleh pemerintah
daerah tertentu yang merupakan pecahan dari perpustakaan tingkat provinsi.
Fungsi utama dari perpustakaan daerah adalah pusat penyimpanan semua bahan
pustaka yang tercetak maupun terekam yang diterbitkan oleh suatu daerah
pelaksanakan pengembangan perpustakaan di wilayah kabupaten maupun kota
serta melaksanakan layanan perpustakaan kepada masyarakat umum.
D.Instrumen Penelitian
Didalam mendapatkan data yang digunakan untuk menjawab kuesioner,
digunakan instrumen penelitian. Instrumen penelitian merupakan alat untuk
menyaring data yang digunakan untuk menjawab pertanyaan penelitian. Penelitian
ini menggunakan angket sebagai lat penyaringnya. Menurut Arikunto (2006:150)
“instrumen angket adalah alat ukur yang diberikan kepada indivindu untuk mendapatkan jawaban yang diharapkan baik secara tertulis, lisan atupun
perbuatan”. Berpikir kreatif atau devergen ini merupakan ranah kognitif. Dimensi
kognitif ini antara lain kelancaran (fluency), kelenturan (flexibility), elaborasi
(elaboration), dan orisinilitas (originality). Untuk masing – masing umumnya
dibuatkan angket tersendiri sesuai dengan indikator yang ada untuk masing –
masing unsur atau aspek.
Kuesioner yang akan diberikan adalah angket subjektif yang pada umumnya
berbentuk check list (v). Angket yang berbentuk (v) digunakan untuk mengetahui
kemampuan responden untuk menjawab pertanyaan yang berupa pembahasan
teori cepat, yang memiliki ciri pertanyaan dengan diawali bagaimana, mengapa,
dan apakah, dengan soal – soal yang biasanya tidak banyak, yaitu hanya 20 buah
soal. Kegunaannya adalah untuk dapat mengorganisir, menginterpretasi, dan
menghubungkan pengetahuan yang telah dimiliki.
Peneliti menggunakan materi tentang internet untuk memperoleh informasi
dengan cara mempertimbangkan indikator – indikator aspek dalam berpikir cepat
untuk tiap aspek, dan menuntaskan jawaban dalam bentuk (v) untuk mengtahui
proses berpikir pengunjung perpustakaan. Angket ini hampir sama dengan angket
lain dalam penyebarannya, hanya lebih ketat dalam pengerjaan, waktu, dan tempat
yang sediakan. Pengisian angket ini ditentukan dengan pemberian angket sesuai
dengan tujuan yang sudah ditentukan. Angket yang berbentuk (v) ini akan sama
36
kemampuan berpikir cepat ini akan mengcangkup soal – soal yang sesuai dengan
indikator dari aspek berpikir tadi yaitu fluency, flexibility, elaboration, dan
Tabel 3.1. KISI – KISI PENYUSUNAN INSTRUMEN
No Masalah Penelitian Variabel
Penelitian
Jenis
Instrumen Responden Jumlah Item Item Keterangan
1.
menggunakan fasilitas internet yang tersedia di
Perpustakaan Daerah Kabupaten Karawang.
Angket Pemustaka /
pengujung 1.2.8
3.
Kendala apa saja yang ada didalam menggunakan
fasilitas internet yang tersedia di Perpustakaan
Daerah Kabupaten Karawang.
Faktor – faktor apa saja yang menjadi pendukung
pada penggunaan fasilitas internet yang tersedia di
Perpustakaan Daerah Kabupaten Karawang.
Upaya apa saja yang dapat dilakukan untuk
38
E.Prosedur Penelitian
Pengumpulan data dalam penelitian ini mempunyai alur yang akan di susun
oleh peneliti. Prosedur penelitian yang akan ditempuh adalah dengan melalui
langkah – langkah sebagai berikut:
1. Tahap persiapan
Pada tahap persiapan penelitian yang dilakukan oleh peneliti adalah dengan
menempuh langkah – langkah sebagai berikut:
a. Melakukan studi pendahuluan yang dilakukan oleh peneliti untuk mendapatkan
segala informasi yang di butuhkan dalam penelitian.
b. Melakukan persiapan penelitian yang menyangkut langkah – langkah
pembuatan surat perizinan penelitian.
c. Membuat instrumen terkait dengan penelitian yang dilakukan oleh peneliti.
2. Tahap peleksanaan
Tahap pelaksanaan mencakup penyebaran kuesioner atau angket yang
dilakukan selama kurang lebih 1 minggu untuk ditujukan kepada para pengujung
atau pemustaka yang mengujungi Perpustakaan Daerah Kabupaten Karawang.
Dengan cara ini peneliti dapat melihat dan memproses kegiatan yang dilakukan
oleh peneliti, dan menentukan hasil yang akan didapatkannya selama pelaksanaan
penelitian.
3. Tahap terakhir atau hasil
Tahap terakhir dalam kegiatan yang dilakukan oleh peneliti untuk
mengetahui hasil di lapangan adalah mengumpulkan kuesioner atau angket.
Dalam penelitian pasti mempunyai hasil dari apa yang dilakukan oleh peneliti
selama di lapangan. Kegiatan pada tahap terakhir ini adalah untuk meyelesaikan
4. Tahan kesimpulan
Tahap kesimpulan yang dilakukan oleh peneliti mencakup kegiatan dari
awal sampai akhir penelitian, dengan kegiatan yang telah dilaksanakan selama ini
untuk mendapatkan kesimpulan dari kegiatan. Pada tahap ini proses penelitian
yang telah dilakukan dimaksudkan untuk mendapatkan hasil dan kesimpulan.
F.Teknik pengumpulan data
Didalam suatu penelitian pengumpulan data merupakan langkah yang
penting karena pengumpulan data merupakan proses pengolahan data primer
untuk keperluan penelitian penulis. Alat pengumpul data yang digunakan pada
penelitian ini adalah:
a. Wawancara
Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode wawancara
terhadap responden untuk mendapatkan informasi yang terkait sebagai sumber
penelitian. Selain itu peneliti melakukan wawancara indivindu untuk data
tambahan guna mendapatkan hasil yang diinginkannya.
b. Kuesioner
Kuesioner merupakan alat teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan
cara memberikan seperangkat pertanyaan lisan maupun pernyataan tertulis kepada
responden untuk dijawab. “Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang
efisien bila peneliti tahu pasti variabel yang akan diukur dan tahu apa yang bisa
diharapkan dari responden” (Iskandar, 2008: 77).
Didalam menetapkan bobot skor untuk masing – masing jawaban digunakan
skala Likert yang nilainya berkisar antara 1 sampai dengan 4. Rincian nilai
40
Menurut Bungin (2005: 137) “Hasil penelitian juga akan sangat bermakna, apabila penggunaannya dihubungkan dengan metode lain seperti observasi
partisipasi”. Observasi ini merupakan metode yang umum digunakan untuk
mengamati dan mengikuti peristiwa – peristiwa yang di alami oleh orang – orang
tertentu dalam diskusi untuk menyelesaikan masalah yang terjadi. Observasi ini
dilakukan terhadap semua pengguna perpustakaan ketika melakukan temu
kembali informasi sampai kegiatan temu kembali tersebut selesai dilakukan.
Sebagai peneliti, akan menulis juga terdaftar sebagai pemakai Perpustakaan
Daerah di Wilayah Kabupaten Karawang agar pengalaman observasi partisipasi
terhadap persoalan yang sedang difokuskan dalam diskusi dapat bermanfaat.
G.Teknik Pengolahan Data
Pengolahan data yang digunakan untuk menganalisis data yang dilakukan
oleh peneliti adalah untuk mendapatkan hasil yang sempurna. Langkah – langkah
pengolahan data yang dilakuakn dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Seleksi Kuesioner
Pada tahap ini langkah pertama yang dilakukan adalah memeriksa dan
meyeleksi kuesioner yang terkumpul dari responden. Kegiatan ini penting
dilakukan untuk meyakinkan bahwa data yang terkumpul telah memenuhi syarat
untuk diolah. Langkah – langkah ini, secara lebih rinci telah dilakukan sebagai
berikut :
a. Memeriksa apakah semua kuesioner telah terkumpul dari semua responden;
b. Memeriksa apakah semua pertanyaan dalam kuesioner untuk memastikan
c. Memeriksa apakah data yang terkumpul tersebut layak untuk diolah.
Hasil penyelesaian kuesioner yang disebarkan kepada 40 responden,
terkumpul dan dapat diolah sebanyak 40 kuesioner. Untuk lebih jelasnya dapat
dilihat pada tabel di bawah ini.
Tabel 3.3. Jumlah Kuesioner Tersebar dan Terkumpul
Jumlah Sampel Jumlah Kuesioner
Tersebar Terkumpul Dapat Diolah
40 40 40 40
2. Perhitungan Kecederungan Umum Skor Responden berdasarkan Perhitungan
Rata – Rata
Tahap ini ditempuh untuk memperoleh gambaran kecederungan rata – rata
untuk mengetahui hasil dalam penelitian yang dilakukan oleh peneliti di lapangan.
Langkah – langkah yang dilakukan adalah sebagai berikut:
a. Memberikan bobot nilai terhadap masing – masing alternatif jawaban dari hal –
hal yang ditanyakan;
b. Menghitung frekuensi dari setiap alternatif jawaban yang dipilih;
c. Mencari jumlah nilai jawaban yang dipilih responden pada tiap pertanyaan,
yaitu dengan cara menghitung frekuensi responden yang memilih alternatif
jawaban tersebut, kemudian dikalikan dengan bobot alternatif itu sendiri;
d. Menentukan kriteria penilaian skor rata – rata setiap kemungkinan jawaban.
Kriterianya adalah sebagai berikut :
Tabel 3.4. Daftar Penilaian
Rentang Nilai Kriteria Penafsiran
3.1 – 4 SS (Sangat Sering) SS (Sangat Sering)
2.1 – 3 S (Sering) S (Sering)
1.1 – 2 J (Jarang) J (Jarang)
BAB V
SIMPULAN DAN SARAN
A.Simpulan
Setelah melakukan penelitian tentang “Pemanfaatan Internet pada Perpustakaan
Daerah Kabupaten Karawang” maka dapat ditarik simpulan sebagai berikut:
1. Fasilitas internet yang dimanfaatkan pemustaka adalah dengan cara penelusuran
informasi yaitu searching dan browsing. Dari kedua cara tersebut, yang sering
digunakan oleh pemustaka dalam penelusuran informasi melalui internet di
Perpustakaan Daerah Kabupaten Karawang adalah searching, yang ditunjukkan
dengan nilai rata – rata 2,625, sedangkan browsing jarang digunakan, yang
ditunjukkan dengan nilai rata – rata 2,5. Dengan demikian pemustaka lebih sering
mengakses internet melalui cara searching dalam pencarian informasi maupun
pencarian buku.
2. Penggunaan fasilitas internet yang telah dimanfaatkan oleh pemustaka Perpustakaan
Daerah Kabupaten Karawang adalah web, yang ditunjukkan dengan nilai rata – rata
2,52. Dalam pemanfaatan internet oleh pemustaka di Perpustakaan Daerah
Kabupaten Karawang atas kebutuhan informasi yang kemungkinan dapat di
download adalah berupa berita, artikel, makalah, video klip/lagu, film, games dan file
program. Dari berbagai jenis informasi tersebut, pemustaka jarang bahkan tidak
pernah melakukan download dengan nilai rata – rata adalah 2,35. Pemustaka
menggunakan web hanya untuk mengakses internet namun download jarang
digunakan untuk kebutuhan yang lainnya.
3. Fasilitas internet pada Perpustakaan Daerah Kabupaten Karawang berfungsi sebagai
sarana tukar – menukar data, pencarian informasi, media komunikasi dan sarana
hiburan pada masa ini. Internet adalah bagian hidup masyarakat sekitar untuk
kebutuhan akan sumber pengetahuan dan wawasan yang penting sehingga internet
4. Masih terdapat kendala dalam pemanfaatan internet yang dilakukan oleh pemustaka
berupa jaringan internet terputus dan juga komputer yang sering mengalami error.
Permasalahan ini mengurangi animo pemustaka untuk memanfaatkan fasilitas yang
tersedia walaupun kecermatan menanggapi permasalahan yang terjadi didalam
pemanfaatan internet di perpustakaan telah diperlihatkan oleh pihak perpustakaan .
Berdasarkan uraian tersebut maka dapat disimpulkan bahwa terdapat respon
positif dari masyarakat Kabupaten Karawang sebagai pemustaka tentang “Pemanfaatan
Internet pada Perpustakaan Daerah Kabupaten Karawang”. Semua ini akan membantu
Perpustakaan Daerah Kabupaten Karawang untuk memperdayakan masyarakat sekitar
dalam memanfaatkan internet di perpustakaan.
B.Saran
Berdasarkan simpulan dapat disampaikan beberapa saran melalui penelitian
dengan judul “Pemanfaatan Internet pada Perpustakaan Daerah Kabupaten Karawang”
sebagai berikut :
1. Agar lebih diperbanyak lagi perangkat komputer yang ada di perpustakaan sehingga
pemustaka tidak perlu mengantri lebih lama.
2. Segera mengganti perangkat komputer yang sudah tidak layak pakai atau tidak sesuai
dengan kebutuhan yang ada, sehingga tidak membawa pengaruh negatif pada proses
kecepatan mengakses situs - situs internet.
3. Workshop ataupun pelatihan tentang penggunaan internet bagi pemustaka sangat
perlu. Perpustakaan Daerah Kabupaten Karawang harus menyelenggarakan pelatihan
tentang cara menggunakan perangkat komputer dan internet.
4. Perbaikan berupa updating software maupun yang memiliki kendala error
DAFTAR PUSTAKA
Allen, M and I. Retzlaff. 1998. L ibraries and information technology: Towards the
twenty first century. The Aust. Lib. J. 47 (1): 91 – 99.
Alwi, Syafaruddin. 2007. Manajemen Sumber Daya Manusia, Strategi Keunggulan
Kompetitif. Yogyakarta: Badan Penerbit Fakultas Ekonomi, Yogyakarta.
Andarwati, Sri Retno dan Bambang S. Sankarto. 2005. Pemenuhan Kepuasan
Pengguna Internet Oleh Pengguna Badan Litban Pertanian Di Bogor. Jurnal
Perpustakaan Pertanian Vol. 14, Nomor 1.
Anwar, A. 2004. Statistika untuk Penelitian Pendidikan dan Aplikasi dengan SPSS
dan Excel. Kediri: IAIT Press.
Ardalis, 2008. Menyusun Rencana Penelitian. Jakarta: CV. Rajawali.
Arifin 2011. Penelitian Pendidikan Metode dan Paradigma Baru. Bandung: Remaja
Rosdakarya.
Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta:
PT Rineka Cipta.
Baffadal, Ibrahim 2008. Pengelolaaan Perpustakaan Sekolah. Jakarta: Bumi Aksara.
Bungin, M. Burhan. 2005. Penelitian Kualitatif: Komunikasi, Ekonomi, kebijakan
Publik, dan Ilmu Sosial lainnya. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Febrian, Jack. 2007. Menggunakan Internet Menjalankan Berbagi Aktifitas Melalui:
PC, Notebook, dan PDA. Bandung: informatika.
Hs, Soemarno. Dkk. 1987. Pedoman Penyelenggaraan Perpustakaan Umum. Jakarta
: Proyek Pengembangan Perpustakaan Pusat Pembinaan Perpustakaan
Iskandar. 2008. Metodologi Penelitian Pendidikan dan Sosial (Kuantitaif dan
Kualitatif). Jakarta: Gaung Persada Group.
Lasa HS 2007. Manajemen Perpustakaan Sekolah. Yogyakarta: Pinus Book
Publisher.
Mardalis. 2008. Metode Penelitian Suatu Pendekatan Proposal. Jakarta: Bumi
Aksara.
McClure, Charles. Network Liberacy: a role for liberarie. Journal of Information
Technology and Liberaries. June 1994.
Nasution, Sabirin. 1986. Pengantar Ilmu Perpustakaan. Medan : Panitia Penataran
Perpustakaan Pemda Tk I dan Pemda Tk II.
Nasution. 2007. Metode Research (Penelitian Ilmiah). Jakarta: Bumi Aksara.
Oetama, Budi Sutedjo Dharma. 2007. Perencanaan dan Pembangunan Sistem
Informasi. Yogyakarta: Penerbit Andi.
Oetomo, B.S.D dan Jarot Priyogutomo. 2004. Kajian Terhadap Model E-Media
dalam Pembangunan Sistem E-Education, Makalah Seminar Nasional
Informarika 2004 di Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta: Penerbit Andi.
Paijo. 2006. Teknologi Informasi dan Dampaknya Layanan Informasi Perpustakaan.
Media Informasi Vol.XV No.3.
Purbo, Onno W, dkk. 2000. Buku Pintar Internet TCP/IP, Elexmedia Komputindo,
Jakarta: Elex Media Komputindo.
Purwandi, Daniel. 1995. Belajar Sendiri, Mengenal Internet Jaringan Informasi
89
Raharjo, 1995. Kerangka Dasar Sistem Informasi Manajemen: Bagian II Struktur
dan Pengembangannya. Dalam Seri Manajemen No. 90-B. Jakarta: PT. Pustaka
Binaman Pressindo.
Rompas, J.P. 1985. Pengantar Organisasi Perpustakaan. Jakarta : Lembaga
Perpustakaan Dokumentasi dan Informasi.
Sabirin, 1986. Dimensi – dimensi komunikasi. Bandung: Alumni.
Siswojo 2008. Metode Penelitian Kepustakaan. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
Sulistyo, Basuki ;1991 Pengantar Ilmu Perpustakaan. Jakarta: Universitas Terbuka.
Sulistyo, Basuki. 1993. Pengantar Ilmu Perpustakaan. Jakarta: Universitas Terbuka.
Soekartawi, 2002. Prospek Pembelajaran Melalui Internet, Bahan Ceramah/Makalah
disampaikan pada Seminar … yang diselenggarakan oleh Balitbang
Depdiknas. Jakarta: PT. Pustaka Binaman Pressindo.
Supriyanto, Pemanfaatan Teknologi di Perpustakaan, Jakarta: Pustaka Sinar
Harapan, 2008.
Tim penyusun buku paket siswa SMP/MTs; 2010 Teknologi Informasi dan
Komunikasi untuk SMP/MTs Kelas IX, BAB 2.
Usman, Moh Uzer. 1995. Menjadi Guru Profesional. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Utomo, Junaidi. 2001. Dampak Internet Terhadap Pendidikan : Transformasi atau
Evolusi, Seminar Nasional Universitas Atma Jaya Yogyakarta: Penerbit Andi.
Wafford & Darmono, 2004. Perpustakaan Sekolah. Jakarta: Grasindo.
Yuliana, Lia. S.Pd,. M.Pd. 2005. Konsep Dasar Perpustakaan. Staff Pengajar Jurusan